Hubungan Antara Kontrol Diri A (Riska Yulian. HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA REMAJA PENGGEMAR K-POP (K-POPERS) DI YOGYAKARTA CORRELATION BETWEEN SELF CONTROL AND CONFORMITY WITH CONSUMPTIVE BEHAVIOR OF ADOLESCENT K-POP FANS (K-POPERS) IN YOGYAKARTA Oleh: Riska Yuliani. Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, yuliani2016@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui: . hubungan kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta, . hubungan konformitas dengan perilaku konsumtif pada remaja penggemar Kpop di Yogyakarta, dan . hubungan kontrol diri dan konformitas dengan perilaku konsumtif secara bersama-sama dengan perilaku konsumtif pada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah remaja penggemar K-pop di Yogyakarta yang berusia 15-22 tahun sebanyak 75 remaja yang diambil dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan ialah skala kontrol diri, skala konformitas dan skala perilaku konsumtif. Uji validitas instrumen dengan expert judgement. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta dengan nilai signifikansi sebesar yang signifikan antara kontol diri dan konformitas dengan perilaku konsumtif pada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,110 dan nilai korelasi sebesar -0,186, . terdapat hubungan yang positif dan signifikan konformitas dengan perilaku konsumtif pada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta dengan nilai signifikansi sebesar 0,016 dan nilai korelasi sebesar 0,276, dan . terdapat hubungan yang signifikan kontrol diri dan konformitas dengan perilaku konsumtif secara bersama-sama dengan nilai Sig. F Change 0,020. Sumbangan efektif yang diberikan kontrol diri dan konformitas terhadap perilaku konsumtif sebesar 10,3% sedangkan 89,7% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Kata kunci: kontrol diri, konformitas, perilaku konsumtif Abstrack The aim of this study is for investigating: . correlation between self control with consumptive behavior of adolescent K-pop fans in Yogyakarta, . correlation between conformity with consumptive behavior of adolescent K-pop fans in Yogyakarta, and . correlation between self control and conformity with consumptive behavior of adolescent K-pop fans in Yogyakarta. It was a correlation research. The sample in this study was adolescent K-pop fans aged 15-22 years as many as 75 adolescent were taken using non-probability sampling techniques with purposive sampling. The instruments used are self control scale, conformity scale, and consumptive behavior scale. Validity test of the instrument with expert judgement. Data analysis do with product moment correlation. The result of the study showed that: . there was no positive and significant correlation between self control and consumptive behavior of adolescent K-pop fans in Yogyakarta with a significance value of 0,110 and a correlation value of -0,186, . there was a significant correlation between conformity with consumptive behavior of adolescent K-pop fans in Yogyakarta with a significance value of 0,016 and a correlation value of 0,276, . there was a significant correlation of self control and conformity with consumptive behavior of adolescent K-pop fans in Yogyakarta with a Sig. Change value of 0,020. The effective contribution was given by self control and conformity to the consumptive behavior was 10,3% while 89,7% was influenced by other factors outside the study. Keywords: self control, conformity, consumptive behavior PENDAHULUAN (Valentina. Perkembangan zaman yang terjadi di dunia Perkembangan Korean Wave atau Hallyu yang mengakibatkan terjadinya globalisasi. Salah satu terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia, fenomena baru yang muncul dalam era globalisasi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan adalah Korean Wave. Korean Wave atau Hallyu musiknya yang disebut dengan Korean Pop atau adalah istilah yang dipakai untuk tersebarnya K-pop. K-pop merupakan jenis musik populer budaya Korea Selatan secara global di berbagai yang berasal dari Korea Selatan (Soraya, 2013: . 199 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 Fenomena yang saat ini sedang melanda selalu mengakses sosial media di internet untuk Indonesia ini banyak memengaruhi kehidupan masyarakat khususnya remaja (Etikasari, 2018: melakukan aktivitas konsumsi media dengan men-download drama atau lagu, streaming video. Berdasarkan realita di lapangan, jumlah K- stalking di akun media sosial seputar K-pop, dan popers atau penggemar industri budaya Korea mengunggah foto di media sosial. Bergabung Selatan di dunia semakin hari diperkirakan dalam komunitas, menonton konser secara semakin meningkat. Penggemar K-pop atau K- langsung, serta mendatangi tempat bernuansa popers biasanya memiliki forum-forum khusus Korea seperti rumah makan. Penelitian ini yang memungkinkan mereka untuk melakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan berbagai kegiatan secara beramai-ramai untuk pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan memperjelas identitas mereka sebagai penggemar data berasal dari wawancara dengan sumber data K-pop. Forum-forum ini umumnya merupakan utama yakni peserta didik di SMA Negeri 4 Surakarta yang merupakan penggemar K-pop diperuntukkan bagi penggemar pula. Tidak hanya (Wulandari, 2. melalui forum, tetapi melalui situs-situs jejaring Perilaku yang dilakukan oleh penggemar K- sosial seperti twitter, instagram dan blog juga pop berupa membelanjakan uang mereka untuk memudahkan mereka dalam melakukan kegiatan membeli hal-hal yang sebenarnya tidak mereka Melalui forum/jejaring sosial tersebut para butuhkan dapat dikatakan sebagai perilaku penggemar bisa membicarakan berbagai macam Dalam penelitiannya. Latifah . hal, mulai dari video klip yang baru keluar hingga mengambil sampel penelitian berjumlah 11 orang gaya rambut sang idola yang terus berganti-ganti yang merupakan penggemar K-pop dan 3 orang (Puspitasari, 2013: . Selain itu, hal lain yang K-pop K-pop membelanjakan uang untuk membeli album, penggemar K-pop berperilaku konsumtif. Hal ini merchandise, menghadiri fanmeet dan menonton dapat dilihat dari perilaku konsumtif penggemar konser dari idola mereka. Konser artis K-pop yang diselenggarakan di Indonesia secara silih Harga tiket untuk menonton konser pun bergabung dengan komunitas penggemar dan terbilang tidak murah bahkan mencapai nominal penggemar juga rajin membeli atribut K-pop serta jutaan rupiah (Latifah, 2019: 9-. menonton konser idola K-pop yang diadakan di Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Indonesia (Latifah, 2. oleh Wulandari . , menjadi penggemar K- Hasibuan . alam Sukari, 2013: 13-. pop dapat meningkatkan konsumsi seseorang, hal menyatakan bahwa perilaku konsumtif adalah ini ditandai dengan beberapa pokok temuan dari penelitian tersebut, yaitu: . Para penggemar melakukan konsumsi secara berlebihan dan tidak Hubungan Antara Kontrol Diri A (Riska Yulian. 200 terencana terhadap barang dan jasa yang kurang Korea seperti Korean Days yang diselenggarakan atau bahkan tidak dibutuhkan. Seperti yang terjadi oleh mahasiswa UGM, perlombaan dance cover pada penggemar K-pop akhir-akhir ini, banyak dan lain-lain. Disamping event dan festival yang dari mereka yang sering kali membelanjakan bertemakan K-pop, aktivitas lain para K-popers uang mereka demi sang idola seperti menghadiri yaitu kegiatan konsumsi atau berbelanja berbagai event, membeli merchandise, membeli album, atribut dan produk yang mendukung aktivitas hingga menonton konser sang idola. Perilaku Hal tersebut memberikan dampak pada menjamurnya berbagai toko baik online maupun disebabkan oleh kepuasan dan sebagai identitas offline yang menyediakan berbagai atribut dan bahwa mereka adalah bagian dari suatu kelompok produk Korea. Menjamurnya toko tersebut dapat menjadi salah satu indikator yang menunjukkan tersebut juga didukung oleh agensi yang tingginya ketertarikan dan konsumsi penggemar menaungi para grup idola, banyak dari agensi K-pop di Yogyakarta terhadap produk dan atribut Korea. Kehadiran berbagai toko K-pop ini memproduksi berbagai macam merchandise, menjadi salah satu pendorong bagi para K-popers album, pernak-pernik, bahkan kosmetik yang untuk mengeksplor dan melepaskan keinginan menyangkut suatu grup idola. Hal ini selain untuk mengonsumsi dengan cara membeli bertujuan untuk meningkatkan promosi sebagai berbagai atribut ala Korea. Aktivitas-aktivitas sarana untuk lebih mengenalkan sang idola tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan konsumsi penggemar K-pop di Yogyakarta yang Perilaku Korea K-pop memperoleh keuntungan tersendiri bagi agensi. menjurus kepada perilaku konsumtif. Sebagai penggemar Aogaris kerasAo, para penggemar Remaja penggemar K-pop diidentikan dengan dari grup tersebut tentunya tidak segan untuk gaya hidup konsumtif. Hal ini sejalan dengan membelanjakan uang demi mendapatkan apa hasil penelitian yang dilakukan oleh Achmada yang di inginkan. Penggemar K-pop di Indonesia tersebar di penggemar/pecinta k-pop memang cenderung berbagai daerah, salah satunya di Yogyakarta. memiliki gaya hidup yang konsumtif dengan cara Sebagaimana dapat dilihat dari salah satu akun sosial media yaitu @jogjakpopermedia dengan kebutuhannya bersifat tidak penting dengan (Instagram, tujuan menunjukkan bahwa dirinya seorang November 2. Akun tersebut menjadi salah pecinta korea. Seorang penggemar K-pop tidak satu media bagi K-popers Yogyakarta untuk harus mewajibkan diri untuk memiliki segala mendapatkan informasi mengenai event atau macam pernak-pernik tentang korea ataupun idola festival K-pop yang diselenggarakan di Jogja. yang tidak menjadi hal penting dalam kebutuhan Yogyakarta seringkali diadakan festival yang bertemakan 201 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 Santosa . alam Nurratri, 2012: 18-. Roberts . alam Ghufron, menyebutkan ciri-ciri orang yang dikategorikan mendefinisikan kontrol diri sebagai suatu jalinan berperilaku konsumtif, salah satu ciri-cirinya yang secara utuh atau terintegrasi antara individu ialah membeli barang yang tidak terkontrol dengan lingkungannya. Individu yang memiliki Keinginan kontrol diri tinggi akan berusaha menemukan dan seseorang ditentukan hanya untuk melakukan menerapkan cara yang tepat untuk berperilaku dalam berbagai macam situasi. Kontrol diri Keinginan tersebut muncul karena adanya merujuk pada kemampuan untuk mengendalikan, pengiklanan di televisi atau adanya dorongan dari mengelola dan menentukan untuk menampilkan terus-menerus menyerang kesadaran hingga membuat individu mempertimbangkan terlebih dahulu agar sesuai akan melakukan apapun untuk mendapatkan dengan berbagai macam situasi dan kondisi. barang yang diinginkan tersebut. Muncul atau Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli diatas, tidaknya perilaku konsumtif memang tergantung menunjukkan bahwa kontrol diri merupakan bagaimana individu melakukannya. Individu salah satu kemampuan yang diperlukan oleh yang memiliki kontrol diri yang baik maka dia dapat membuat batasan bagaimana dia akan Namun, barang-barang penggemar K-pop yang mengalami kesulitan kurang penting yang bisa membuatnya menjadi dalam mengendalikan diri, seperti yang pernah diulas dalam penelitian yang dilakukan oleh Penggemar K-pop atau K-popers mayoritas Etikasari . Penelitian dilakukan dengan berada pada usia remaja. Kay . alam Marsela, mengambil sampel penelitian berjumlah 4 orang 2019: . mengungkapkan bahwa salah satu tugas perkembangan remaja yaitu memperkuat self- control atau kemampuan mengendalikan diri. penelitian ini mengemukakan bahwa keempat Remaja yang memiliki kontrol diri, akan subjek penelitian memiliki kesulitan untuk memungkinkan remaja dapat mengendalikan diri mengendalikan perilaku. Hal ini dapat dilihat dari dari perilaku-perilaku menyimpang sekaligus reaksi berlebihan subjek ketika menonton video menjadikan remaja dapat menyesuaikan diri dan mendengarkan lagu K-pop, atupun ketika dengan lingkungan. mendengar berita mengenai idola baik ditempat Kontrol Tangney . alam K-pop Hasil umum, dikelas maupun dirumah. Selain itu. Shohibullana, 2014: . adalah kemampuan yang dimiliki individu untuk menentukan perilakunya mengendalikan diri untuk tidak membeli barang- dengan berdasar pada standar tertentu seperti barang yang berhububungan dengan K-pop moral, nilai, dan aturan di masyarakat agar dapat sehingga membuat subjek menjadi boros dan mengarah pada perilaku yang positif. Sementara. Hubungan Antara Kontrol Diri A (Riska Yulian. 202 cenderung berperilaku konsumtif (Etikasari, adanya sikap pemujaan terhadap idola yang begitu tinggi seolah ada bisikan agar cara Sementara itu, perilaku konsumtif remaja juga berpakaian dan tindak tanduknya sesuai dengan sangat erat kaitannya dengan pengaruh kelompok, sang idola. Konformitas yang dilakukan oleh dalam hal ini mengacu pada istilah konformitas. penggemar ini didasari oleh adanya hasrat Zebua . alam Fitriyani, 2. mengemukakan keinginan untuk diterima secara sosial yaitu bahwa kecenderungan perilaku konsumtif pada penerimaan orang lain dalam kelompok sesama remaja diduga terkait dengan karakteristik psikologi tertentu yang dimiliki oleh remaja yaitu pengharapan perilaku positif mereka. Selain itu, konsep diri dan tingkat konformitas terhadap konformitas juga dijadikan sebagai upaya oleh kelompok teman sebaya. para penggemar agar tidak diejek atau terhindar Konformitas menurut Myers . 2: . Blue dari bully oleh sesama penggemar grup musik K- pop CN Blue tanpa memperdulikan konformitas kepercayaan agar selaras dengan orang lain yang yang dilakukan menuju kearah positif maupun diakibatkan oleh adanya tekanan kelompok. Selanjutnya Yusuf . 4: . menjelaskan bahwa Menurut Dacey . alam Hotpascaman, 2. konformitas merupakan suatu motif untuk mengungkapkan konformitas dalam kelompok menjadi sama, sesuai, atau seragam dengan nilai- tidak selalu bersifat positif. Adanya keinginan nilai, kebiasaan, kegemaran, atau budaya di untuk diterima dan diakui oleh kelompok ternyata kalangan teman sebaya. Berdasarkan pendapat melakukan tindakan yang sama dengan yang tentunya konformitas merupakan hal yang dilakukan kelompoknya sekalipun tindakan itu diperlukan setiap individu dalam menentukan mengarah ke hal yang negatif. Adanya rasa sikap untuk ikut serta dan terpengaruh untuk keterpaduan dan keterikatan yang dirasakan individu dengan kelompoknya, membuat remaja kelompoknya atau tidak. menganggap bahwa ia juga harus melakukan Berdasarkan hasil penelitian Widarti . ataupun membeli perihal apa yang dikenakan baik yang melakukan penelitian pada komunitas atribut ataupun lainnya yang ada dalam suatu penggemar grup musik K-pop CN Blue. kelompok untuk menyamakan identitas diantara Penelitian penggemar grup musik K-pop CN Blue yang Berdasarkan penelitian ini mengemukakan bahwa penggemar konsumtif dan masih terdapat penggemar K-pop yang masih kesulitan dalam melakukan kontrol konformitas terhadap aspek fashion dan gaya diri, serta terdapat penggemar K-pop yang Konformitas yang dilakukan didasari oleh terbawa arus konformitas kelompok maka K-pop Blue berusia 16-28 tahun sebagai subjeknya. Hasil K-pop 203 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 peneliti tertarik untuk melakukan penelitian Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat menggunakan skala. Instrumen dalam penelitian hubungan antara kontrol diri dengan perilaku ini adalah skala kontrol diri, skala konformitas dan skala perilaku konsumtif. Terdapat empat alternatif pilihan jawaban pada setiap item yang konformitas dengan perilaku konsumtif pada menunjukkan tingkat kesesuaian subjek dengan remaja penggemar K-pop di Yogyakarta. pernyataan yang diajukan. Empat alternatif pilihan jawaban tersebut adalah sangat sesuai. METODE PENELITIAN sesuai, tidak sesuai, dan sangat tidak sesuai. Jenis Penelitian Penelitian Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. penelitian ini menggunakan pendapat dari ahli Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . xpert judgemen. Setelah data diperoleh hubungan kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta, . hubungan konformitas dengan perilaku konsumtif reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan pada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta, . Alpha Cronbach. Reliabilitas skala kontrol diri hubungan kontrol diri dan konformitas dengan sebesar 0,716. skala konformitas sebesar 0,705 perilaku konsumtif secara bersama-sama dengan dan skala perilaku konsumtif sebesar 0,736. perilaku konsumtif pada remaja penggemar K- Teknik Analisis Data pop di Yogyakarta. Pengujian Teknik analisis data dalam penelitian ini Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini menggunakan uji persyaratan analisis dan uji dilaksanakan di Uji persyaratan analisis berupa uji wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menyesuaikan lokasi masing-masing subjek pada dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan bulan Maret 2020. menggunakan uji korelasi product moment dalam Subjek Penelitian menganalisis hipotesis dalam penelitian ini Subjek penggemar K-pop di Yogyakarta yang berusia 10- program SPSS for windows version 20. 25 tahun sebanyak 125 remaja. Adapun jumlah HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN sampel yang digunakan sejumlah 75 remaja Kontrol Diri penggemar K-pop dengan usia 15-22 tahun yang Variabel kontrol diri (X. diukur melalui skala memenuhi kriteria penelitian yaitu pernah atau kontrol diri yang terdiri atas 17 item pernyataan sering melakukan pembelian terhadap barang atau dengan 4 alternatif jawaban dimana memiliki atribut berbau Korea. rentang skor 1 sampai 4. Berikut adalah tabel Metode Pengumpulan Data Hubungan Antara Kontrol Diri A (Riska Yulian. 204 sebaran data kategori kontrol diri pada remaja Tinggi 9,3% penggemar K-pop di Yogyakarta. Sedang 65,3% Rendah Sangat Rendah 1,3% Jumlah Tabel. 1 Sebaran Data Kategorisasi Kontrol Diri Jumlah Kategori Subjek Persentase Sumber: Data Primer Diolah, 2020 Sangat Tinggi 9,3% Tinggi Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak Sedang ada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta yang Rendah 2,7% memiliki kecenderungan tingkat konformitas Sangat Rendah sangat tinggi, sebanyak 7 remaja . ,3%) memiliki Jumlah kecenderungan tingkat konformitas tinggi, 49 Sumber: Data Primer Diolah, 2020 Hasil remaja . ,3%) memiliki kecenderungan tingkat konformitas diri sedang, 18 remaja . %) . ,3%) memiliki kecenderungan tingkat konformitas kecenderungan tingkat kontrol diri sangat tinggi, 36 remaja . %) memiliki kecenderungan tingkat kontrol diri tinggi, 30 remaja . %) memiliki Dengan demikian dapat disimpulkan tingkat kontrol diri sedang, 2 remaja . ,7%) bahwa sebagian besar remaja penggemar K-pop memiliki kecenderungan tingkat kontrol diri di Yogyakarta memiliki konformitas kategori rendah, dan tidak ada remaja yang memiliki sedang cenderung rendah. ,3%) tingkat kontrol diri yang sangat rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian Perilaku Konsumtif besar remaja penggemar K-pop di Yogyakarta Variabel perilaku konsumtif (Y) diperoleh memiliki kontrol diri kategori sedang cenderung melalui skala perilaku konsumtif yang terdiri atas 19 item pernyataan dengan 4 alternatif jawaban Konformitas yang memiliki rentang skor 1 sampai 4. Berikut Variabel konformitas (X. diperoleh melalui adalah tabel sebaran data kategori perilaku skala konformitas yang terdiri atas 25 item konsumtif pada remaja penggemar K-pop di pernyataan dengan 4 akternatif jawaban yang Yogyakarta. memiliki rentang skor 1 sampai 4. Berikut adalah Tabel. 3 Sebaran Data Kategorisasi Perilaku tabel sebaran data kategori konformitas pada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta. Tabel. 2 Sebaran Data Kategorisasi Konformitas Kategori Sangat Tinggi Jumlah Subjek Konsumtif Kategori Jumlah Subjek Persentase Sangat Tinggi Tinggi Persentase Sedang Rendah 49,3% 205 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 Sangat Rendah 18,7% konformitas dengan perilaku konsumtif sebesar Jumlah 0,400. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa Sumber: Data Primer Diolah, 2020 signifikansi lebih besar dari 0,05, maka dapat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak dikatakan bahwa antara variabel bebas dengan ada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta yang variabel terikat terdapat hubungan yang linear. Uji Multikolinearitas konsumtif sangat tinggi, sebanyak 3 remaja . %) Berdasarkan perhitungan bantuan program SPSS for windows version 20 diketahui bahwa konsumtif tinggi, 21 remaja . %) memiliki nilai Tolerance pada variabel kontrol diri dan konformitas sebesar 0,993 yang berarti nilai . ,3%) Tolerance dari kedua variabel bebas tersebut diatas 0,10. Kemudian nilai VIF pada variabel rendah, dan 14 remaja . ,7%) memiliki kontrol diri dan konformitas diperoleh sebesar kecenderungan tingkat perilaku konsumtif sangat 1,007. Hal tersebut berarti bahwa nilai VIF (Variance Inflation Facto. lebih kecil dari 10 (VIF < . Maka dapat disimpulkan bahwa Uji Prasyarat Analisis kedua variabel bebas tersebut tidak terjadi Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan bantuan program SPSS for windows version 20 diketahui bahwa nilai signifikansi pada variabel kontrol diri sebesar 0,957. Nilai signifikansi 0,957 > 0,05 maka data variabel kontrol diri berdistribusi Selanjutnya, nilai signifikansi pada 0,465. Nilai signifikansi 0,465 > 0,05 maka data variabel konformitas berdistribusi normal. Kemudian, konsumtif sebesar 0,724. Nilai signifikansi 0,724 > 0,05 maka data variabel perilaku konsumtif juga berdistribusi normal. Uji Linearitas Berdasarkan perhitungan bantruan program SPSS for windows version 20 diketahui bahwa nilai signifikansi pada deviation from linearity untuk variabel kontrol diri dengan perilaku konsumtif sebesar 0,403 kemudian untuk variabel Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi dengan menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson dan teknik analisis korelasi berganda dengan menggunakan bantuan program SPSS for windows version 20. Penelitian ini menggunakan uji korelasi sederhana (Bivariate Correlatio. yang bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kontrol diri (X. dengan perilaku konsumtif (Y) dan korelasi antara konformitas (X. dengan perilaku konsumtif (Y). Selain itu, dalam penelitian ini juga dilakukan uji korelasi ganda (Multiple correlatio. yang bertujuan untuk melihat hubungan antar tiga atau lebih variabel secara bersama-sama yaitu hubungan antara kontrol diri (X. dan konformitas (X. dengan perilaku konsumtif (Y). Hubungan Antara Kontrol Diri A (Riska Yulian. 206 YogyakartaAy. Berikut ini adalah hasil uji hipotesis . Uji Korelasi Sederhana Hipotesis pertama penelitian ini adalah kedua dalam penelitian ini menggunakan uji Auterdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif program SPSS for windows version 20. pada remaja penggemar K-pop di YogyakartaAy. Tabel. 5 Output SPSS Hasil Uji Korelasi Berikut ini adalah hasil uji hipotesis pertama Sederhana Hipotesis Kedua dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Correlations product moment dengan bantuan program SPSS for windows version 20. Tabel. 4 Output SPSS Hasil Uji Korelasi Pearson Konformi Correlation Sederhana Hipotesis Pertama Diri Konsumtif Pearson Kontrol Correlation Diri Sig. -taile. Pearson Perilaku Konsumti Perilaku Correlation Sig. -taile. Pearson Perilaku Konsumti Correlation Sig. -taile. Perilaku Konsumtif Sig. -taile. Correlations Kontrol Konformi Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Berdasarkan hasil uji korelasi sederhana pada tabel diatas, korelasi antara konformitas (X. dengan perilaku konsumtif (Y) memiliki nilai Correlation is significant at the 0. 05 level . - signifikansi sebesar 0,016 . urang dari 0,. serta nilai pearson correlation (R hitun. yaitu 0,276. Maka variabel konformitas dengan perilaku Berdasarkan hasil uji korelasi sederhana pada tabel diatas, korelasi antara kontrol diri (X. dengan Perilaku Konsumtif (Y) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,110 . ebih dari 0,. serta nilai pearson correlation (R hitun. -0,186. Maka konsumtif memiliki korelasi yang positif dengan koefisien determinasi sebesar 0,076 sehingga dapat dinyatakan bahwa konformitas memberikan sumbangan efektif terhadap perilaku konsumtif sebesar 7,6%. dapat dinyatakan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara variabel kontrol diri dengan variabel perilaku konsumtif. Uji Korelasi Ganda Hipotesis Selanjutnya, hipotesis kedua penelitian ini Auterdapat hubungan yang signifikan antara adalah Auterdapat hubungan yang positif dan kontrol diri dan konformitas dengan perilaku signifikan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pada remaja penggemar K-pop di konsumtif pada remaja penggemar K-pop di YogyakartaAy. Berikut ini adalah hasil uji hipotesis 207 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 ketiga dalam penelitian ini menggunakan uji correlation (R hitun. sebesar -0,186. Dengan program SPSS for windows version 20. membuktikan hipotesis yang menyatakan bahwa Tabel. 6 Output SPSS Hasil Uji Korelasi terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif Sederhana Hipotesis Kedua pada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta. Model Summary Adjus Std. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa M R Sq ted R Error Squar of the Squa Cha 1 2 Cha Change Statistics Estim re tidak ada hubungan antara kontrol diri dengan d d Sig. Cha perilaku konsumtif pada remaja penggemar Kpop di Yogyakarta. Perilaku konsumtif menurut Hasibuan . alam Sukari, 2013: 13-. diartikan sebagai perilaku individu yang ditunjukkan untuk melakukan konsumsi secara berlebihan dan tidak terencana Predictors: (Constan. Konformitas. Kontrol Diri terhadap barang dan jasa yang kurang atau bahkan tidak dibutuhkan. Perilaku konsumtif biasanya Berdasarkan hasil uji korelasi ganda diatas, diperoleh nilai Sig. F Change sebesar 0,020 . urang dari 0,. maka terdapat hubungan yang signifikan antara variabel bebas . ontrol diri dan konformita. dengan variabel terikat . erilaku Selain itu, nilai R adalah 0,321 dan R Square atau koefisien determinan adalah 0,103, sehingga sumbangan efektif antara variabel kontrol diri dan konformitas dengan perilaku konsumtif adalah 10,3% dan sisanya 89,7% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang mempertimbangkan dengan matang sehingga mudah untuk melakukan pengeluaran tanpa menyesuaikan kebutuhan pokoknya. Sedangkan, kontrol diri oleh Goldfried dan Merbaum . alam Ghufron, kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur serta mengarahkan bentuk perilaku konsekuensi yang positif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kontrol diri remaja penggemar K-pop berada pada kategori sedang cenderung tinggi. Hal ini Pembahasan dan Hasil Penelitian . Hubungan kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada remaja penggemar K-pop mengartikan bahwa remaja memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengendalikan diri yang cukup baik, sehingga remaja dapat menampilkan di Yogyakarta Berdasarkan korelasi sederhana antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,110 dan nilai pearson perilaku yang sesuai dan kearah yang positif. Dengan dimilikinya kemampuan ini, menjadikan remaja mampu untuk menahan diri supaya tidak Hubungan Antara Kontrol Diri A (Riska Yulian. 208 disesuaikan dengan kebutuhan yang menjadikan remaja berperilaku konsumtif. Baron & Byrne . 5: . mengungkapkan bahwa konformitas merupakan salah satu jenis Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan dari pengaruh sosial dimana individu mengubah penelitian yang dilakukan oleh Fuadi . yang sikap dan tingkah laku agar sesuai dengan norma menyatakan bahwa kontrol diri berhubungan sosial atau aturan-aturan yang ada. Perubahan perilaku konsumtif. Semakin rendah kontrol diri sikap dan perilaku tersebut dilakukan sebagai yang dimiliki remaja maka semakin tinggi pula upaya untuk menyesuaikan diri dengan orang lain perilaku konsumtif, begitu pula sebaliknya. Namun, pada hasil penelitian, kontrol diri remaja kelompok yang sama, baik ada maupun tidak penggemar K-pop di Yogyakarta berada dalam adanya tekanan dalam kelompok secara langsung. kategori sedang cenderung tinggi dapat diartikan Dacey & Kenny . alam Hotpascaman, 2. bahwa kontrol diri yang terbentuk cenderung menjelaskan bahwa konformitas dalam kelompok Akan tetapi kontrol diri yang cenderung tidak selalu bersifat positif. Artinya kelompok tinggi pada remaja penggemar K-pop ini tidak pertemanan akan berpengaruh positif apabila mempengaruhi perilaku konsumtif yang terjadi bersikap positif, sebaliknya apabila anggotanya K-pop Yogyakarta. konsumtif remaja penggemar K-pop di orang-orang negatif maka konformitas akan cenderung Hal ini selaras dengan hasil penelitian dari Fitriyani . yang menyatakan bahwa Yogyakarta korelasi antara konformitas dengan perilaku konsumtif menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,016 . urang dari 0,. dan nilai pearson correlation (R hitun. sebesar 0,276. Karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05 diperoleh hasil signifikan serta r hitung yang diperoleh bernilai positif maka, korelasi yang terjadi antara konformitas dengan perilaku konsumtif adalah signifikan atau positif searah. Apabila konformitas tinggi maka perilaku konsumtif pun tinggi. Nilai koefisien determinasi . adalah 0,76 sehingga sumbangan efektif konformitas terhadap perilaku konsumtif sebesar 7,6%. terdiri dari orang-orang yang memiliki perilaku . Hubungan konformitas dengan perilaku Berdasarkan yang berada dalam lingkungan konformitas memiliki kontribusi pengaruh yang cukup besar pada perilaku konsumtif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mayoritas remaja penggemar K-pop di Yogyakarta memiliki tergolong sedang. Kategori sedang tingkat konformitas pada remaja penggemar K-pop di Yogyakarta dapat diartikan bahwa kelompok pertemanan yang terbentuk diantara sesama penggemar K-pop sebagian besar memiliki tingkat perilaku konsumtif yang cenderung Hal ini membuktikan bahwa tingkat konformitas yang cenderung sedang berhubungan dengan cenderung sedangnya pula perilaku 209 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 Erawati . 7: . mengemukakan terdapat Asch . alam Baron & Byrne. 2005: 56-. beberapa faktor yang dapat mempengaruhi menjelaskan bahwa konformitas dipengaruhi oleh kohesivitas yaitu ketertarikan individu terhadap Pergaulan dalam hal ini mengacu pada kelompok referensi yang menjadi panutan bagi Semakin kuat kohoesivitas dalam Remaja akan membeli barang atau hubungan pertemanan dalam kelompok, maka sesuatu yang sama dengan yang dikonsumsi oleh semakin kuat pula konformitas yang terjadi dalam orang lain dengan tujuan menyelaraskan diri kelompok pertemanan tersebut. Artinya, apabila dengan orang-orang yang berada pada kelompok sebagian besar anggota dalam kelompok tersebut yang sama, sehingga muncul konformitas. melakukan perilaku konsumtif, maka anggota lain . Hubungan kontrol diri dan konformitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dan bersama-sama perilaku konsumtif pada remaja penggemar Kpop di Yogyakarta sebesar 10,3% dan sisanya 89,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. Pernyataan tersebut diketahui dari analisis korelasi ganda antara kontrol diri dan konformitas dengan perilaku konsumtif yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,020 dan nilai R Square sebesar 0,103 sehingga sumbangan efektif variabel bebas terhadap variabel terikat adalh 10,3%. Hasil tersebut membuktikan bahwa dua variabel bebas X1 (Kontrol dir. dan X2 (Konformita. hubungan yang signifikan dengan variabel Y (Perilaku Konsumti. Dengan penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dan konformitas penggemar K-pop di Yogyakarta. akan mengikuti perilaku konsumtif juga. Dengan demikian, kemampuan kontrol diri para anggota yang usianya masih remaja ini sangat diperlukan penggemar K-pop di Yogyakarta untuk membantu remaja dapat berperilaku lebih terarah dan tidak mudah terpengaruh, sehingga dapat mencegah remaja dari perilaku konsumtif. Penelitian Rochani . menunjukkan bahwa munculnya perilaku konsumtif pada usia remaja merupakan akibat dari masa mencari Remaja berperilaku konsumtif hanya untuk mencari kesenangan dan kepuasan semata dengan melakukan pembelian terhadap barangbarang yang sebenarnya kurang diperlukan dengan tujuan agar remaja memperoleh identitas Oleh sebab itu remaja membutuhkan kemampuan untuk mengarahkan, mengatur dan mengelola diri . ontrol dir. yang tinggi supaya remaja mampu untuk menahan keinginankeinginan yang muncul. Apabila remaja memiliki kontrol diri yang tinggi, maka remaja akan memiliki perilaku konsumtif yang rendah. Remaja yang memiliki kontrol diri yang rendah dan berada pada kelompok pertemanan yang gemar melakukan perilaku konsumtif maka remaja tersebut akan cenderung gemar melakukan perilaku konsumtif juga. Sebaliknya, apabila Hubungan Antara Kontrol Diri A (Riska Yulian. 210 remaja memiliki kontrol diri yang tinggi, maka kelompok referensi oleh remaja dalam melakukan remaja akan lebih mampu untuk mengelola, berbagai hal termasuk dalam membeli berbagai mengendalikan dan mengarahkan dirinya supaya macam produk berbau Korea yang sebenarnya yang mengarah Meskipun pada hasil penelitian menunjukkan Dari pernyataan tersebut dapat tingkat kontrol diri berada pada kategori sedang disimpulkan bahwa terjadi hubungan yang cenderung tinggi, hal ini berarti ada sebagian bertolak belakang antara kontrol diri dan remaja yang memiliki tingkat kontrol diri tinggi konformitas dengan perilaku konsumtif, yang dan ada pula sebagian remaja penggemar K-pop artinya semakin tinggi kontrol diri dan semakin lainnya yang memiliki tingkat kontrol diri yang rendah konformitas, maka semakin rendah sedang bahkan rendah. Sebagian remaja yang perilaku konsumtif remaja penggemar K-pop di memiliki tingkat kontrol diri sedang hingga Yogyakarta dan sebaliknya, semakin rendah kontrol diri dan semakin tinggi konformitas maka terpengaruh dan mudah terbawa arus konformitas yang terjadi dalam kelompoknya. Selain itu, penggemar K-pop di Yogyakarta. Sumbangan adanya keinginan untuk dapat diterima dan konformitas terhadap perilaku konsumtif sebesar sebagian remaja pada akhirnya tidak dapat 10,3%, hasil tersebut diperoleh pada saat mempertahankan pendirian mereka untuk tidak dilakukan uji korelasi ganda yang bertujuan untuk ikut serta dalam membeli berbagai atribut K-pop menghitung seberapa besar kontribusi yang seperti yang dilakukan oleh penggemar lainnya, diberikan kedua variabel bebas terhadap variabel sehingga akhirnya remaja larut dan mengikuti Namun, sumbangan tersebut diperkirakan segala aktivitas ataupun tindakan yang dilakukan diberikan oleh variabel konformitas saja, hal ini oleh kelompoknya. Hal ini selaras dengan dikarenakan pada saat dilakukan uji korelasi pendapat Deutsch & Gerrard (Sarwono, 2005: antara variabel kontrol diri dengan variabel . yang menyatakan bahwa salah satu perilaku konsumtif tidak terjadi hubungan atau penyebab individu melakukan konformitas ialah korelasi diantara kedua variabel tersebut. Hal ini adanya pengaruh yang didasarkan atas keinginan didukung oleh hasil penelitian Fitriyani . untuk dapat memnuhi harapan orang lain supaya yang menyatakan bahwa perilaku konsumtif dapat diterima atau disukai oleh orang lain. dipengaruhi oleh faktor eksternal, salah satunya Sumbangan ialah konformitas. Interaksi yang sering terjadi konformitas sebesar 10,3% dan 80,7% sisanya diantara sesama penggemar K-pop akan ikut dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini sesuai dengan penelitian Putri . , mengatakan menjadikan teman-teman sesama penggemar K- pop tersebut sebagai kelompok acuan atau konsumtif yaitu faktor internal dan faktor 211 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 5. Mei 2021 Faktor internal adalah faktor-faktor maka semakin rendah perilaku konsumtif yang berasal dari dalam diri indvidu. Faktor- remaja penggemar K-pop di Yogyakarta. faktor tersebut meliputi usia, keadan ekonomi. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi, sikap pendirian, kepribadian dan jenis kontrol diri dan konformitas secara bersama- Sedangkan, faktor eksternal ialah faktor- sama terhadap perilaku konsumtif remaja faktor yang berasal dari luar diri individu. Faktor- penggemar K-pop di Yogyakarta. Tingkat faktor tersebut diantaranya kebudayaan, kelas perilaku konsumtif berada pada kategori sosial dan keluarga. Sehingga faktor-faktor lain sedang cenderung rendah. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi kontrol diri dan konsumtif selain kontrol diri dan konformitas. semakin rendah konformitas, maka semakin rendah perilaku konsumtif remaja penggemar SIMPULAN DAN SARAN K-pop di Yogyakarta dan sebaliknya. Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan Saran mengenai hubungan kontrol diri dan konformitas Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan dengan perilaku konsumtif remaja penggemar K- yang telah diuraikan diatas, maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut: Yogyakarta, kesimpulan sebagai berikut: Bagi Remaja Penggemar K-pop Tidak ada hubungan atau korelasi positif dan Bagi remaja penggemar K-pop, penelitian ini signifikan kontrol diri dengan perilaku diharapkan dapat memberi informasi serta konsumtif remaja penggemar K-pop di masukan mengenai perilaku konsumtif, kontrol Yogyakarta. Tingkat kontrol diri dalam diri dan konformitas yang terjadi diantara sesama penelitian ini berada pada kategori sedang cenderung tinggi, namun hasil tersebut tidak menunjukkan bahwa kontrol diri yang diteliti mempertimbangkan pengeluarannya sehari-hari dalam penelitian ini memiliki keterkaitan dengan perilaku konsumtif. Serta mampu mengurangi Terdapat hubungan positif dan signifikan K-pop, cenderung berlebihan, sehingga uang yang remaja penggemar K-pop di Yogyakarta. Tingkat konformitas berada dalam kategori kedepannya, seperti digunakan untuk keperluan sedang cenderung rendah. Hasil tersebut pendidikan khususnya bagi penggemar K-pop menunjukkan semakin tinggi konformitas, yang masih berstatus sebagai pelajar atau maka semakin tinggi perilaku konsumtif remaja penggemar K-pop di Yogyakarta dan penghasilan sendiri. sebaliknya, semakin rendah konformitas. Dalam hal kontrol diri, remaja penggemar Kpop sudah memiliki pondasi yang kuat dalam Hubungan Antara Kontrol Diri A (Riska Yulian. 212 mempertahankan keyakinan diri dan menentukan Faktor-faktor lain yang dimungkinkan Sikap ini perlu dipertahankan agar dapat mempengaruhi perilaku konsumtif, seperti remaja tidak mudah terpengaruh, terbujuk rayuan keadaan ekonomi, kepribadian, kebudayaan, untuk mempertahankan pendiriannya. kelas sosial serta keluarga. Kemudian dalam hal konformitas remaja K-pop DAFTAR PUSTAKA