LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Oktober 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || Penerapan Metode Konstruktivisme dengan Teknik Tulis Berantai pada Pembelajaran Menulis Puisi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Hety Sulistyorini 1. Sariban 2. Sutardi 3 *1-3 Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 sulistyorinihety@gmail. 2 sariban@unisda. 3 sutardi@unisda. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam mengekspresikan ide dan menuangkan gagasan secara puitis akibat kurangnya metode pembelajaran yang merangsang kreativitas dan keterlibatan aktif siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan efektivitas metode pembelajaran tulis berantai dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas V SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran menulis puisi dengan metode konstruktivisme tulis berantai berada dalam kategori sangat baik berdasarkan 10 aspek yang diamati, seperti perhatian siswa, partisipasi dalam diskusi, serta kemampuan menyusun puisi sesuai kaidah. Respon siswa terhadap metode ini juga sangat positif, dengan perolehan skor 84 dalam kategori sangat Selain itu, penilaian hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menunjukkan peningkatan signifikan, dengan nilai rata-rata akhir sebesar 87. Temuan ini membuktikan bahwa metode konstruktivisme dengan teknik tulis berantai efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD. Kata kunci: menulis puisi, metode tulis berantai, konstruktivisme, keterampilan siswa. ABSTRACT This study is motivated by students' difficulties in expressing ideas and conveying thoughts poetically due to the lack of learning methods that stimulate creativity and active student engagement. The aim of this research is to describe the effectiveness of the chain writing learning method in improving poetry writing skills among fifth-grade elementary school students. This study employs a qualitative descriptive method with research subjects being fifth-grade students. The results indicate that the effectiveness of poetry writing learning using the constructivist chain writing method falls into the "very good" category based on 10 observed aspects, such as student attention, participation in discussions, and the ability to compose poetry according to proper conventions. Student responses to this method were also highly positive, with a score of 84 in the "very good" category. Furthermore, the assessment of students' learning outcomes before and after the learning process showed a significant improvement, with a final average score of 87. These findings demonstrate that the constructivist method with the chain writing technique is effective in enhancing poetry writing skills among fifth-grade elementary school students. Kata Kunci: poetry writing, chain writing method, constructivism, student skills. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang bertujuan membekali setiap individu dengan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan sebagai aspek fundamental dalam Pendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Arifin, 2. Selain itu, pendidikan juga mencakup pelatihan spiritual dan moral yang membentuk individu agar memiliki tanggung jawab sosial (Kosim, 2. Proses pembelajaran yang efektif dan kondusif diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan. Salah satu aspek penting dalam pembelajaran adalah interaksi antara guru dan siswa, yang memungkinkan pembelajaran terjadi di berbagai lingkungan, terutama di sekolah (Hanafy, https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. Ilmu pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan. Guru menjadi faktor utama dalam menunjang keberhasilan peserta didik, terutama melalui penerapan strategi, inovasi, dan metode pembelajaran yang tepat. Guru profesional harus terus berinovasi dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar dapat menciptakan generasi yang Selain peran guru, keberhasilan peserta didik juga dipengaruhi oleh lingkungan, media pembelajaran, serta sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar. Dalam pembelajaran di sekolah dasar, guru harus mampu menyediakan media dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar agar mempercepat pemahaman Anak usia sekolah dasar berada pada tahap berpikir konkret dan belum mampu berpikir abstrak secara mendalam. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah (Senjaya, 2. Teori pembelajaran konstruktivisme menekankan bahwa pembelajaran harus mengaktifkan indera siswa agar mereka memperoleh pemahaman melalui pengalaman Proses pembelajaran juga perlu divariasikan dengan berbagai metode yang menarik, salah satunya adalah metode konstruktivisme dengan teknik tulis berantai. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, pendekatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa melalui strategi pembelajaran berbasis siswa . tudent-centered learnin. (Ilyas & Syahid, 2. Menulis merupakan salah satu keterampilan bahasa yang penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Namun, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam mengekspresikan ide mereka dalam bentuk tulisan, terutama dalam menulis puisi. Kesulitan ini disebabkan oleh kurangnya kepercayaan diri, keterbatasan kosakata, serta minimnya metode pembelajaran yang menarik. Observasi awal menunjukkan bahwa metode pembelajaran konvensional sering kali membuat siswa merasa terbebani dan kurang termotivasi untuk menulis secara kreatif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan metode pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif. Metode Konstruktivisme dengan Teknik Tulis Berantai merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis puisi. Metode ini melibatkan siswa dalam proses menulis secara bergantian, di mana setiap siswa menambahkan bagian pada tulisan yang telah dibuat oleh teman sebelumnya. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar menulis secara individu, tetapi juga mengembangkan kreativitas melalui kerja sama kelompok (Rohilah, 2. Penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam menulis puisi serta memperkaya kosakata dan gaya bahasa mereka. Selain itu, metode ini dapat menjadi alternatif bagi guru dalam mengatasi kebuntuan siswa dalam menulis puisi dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan Metode Konstruktivisme dengan Teknik Tulis Berantai dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas V sekolah dasar. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu . uasi-experimenta. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design, di mana terdapat kelompok eksperimen yang menerapkan Metode Konstruktivisme dengan Teknik Tulis Berantai dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis puisi sebelum dan sesudah perlakuan, serta observasi terhadap proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Hasil dan Pembahasan Pada bagian ini akan disajikan hasil penelitian yang berupa hasil sebelum . dan sesudah . yang diperoleh peserta didik selama mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan menerapkan metode penerapan metode konstruktivisme dengan teknik tulis berantai pada pembelajaran menulis puisi. Hasil penelitian ini nantinya dapat menunjukkan bahwa aktivitas guru sebagai pelaksanaan pembelajaran, hasil angket siswa terhadap pembelajaran Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran Menulis Pusi Berantai Aktivitas siswa selama proses pembelajaran meliputi hal-hal berikut ini: Perhatian siswa ketika menerima materi Antusias siswa dalam bertanya Secara aktif berbagi dalam kelompok berpasangan Secara berpasangan siswa berdiskusi membuat puisi Dalam kelompok siswa aktif memberikan sumbangsih ide judul dalam menulis puisi Memperhatikan persajakan dalam menulis puisi Memperhatikan sampiran dan isi dalam menulis puisi Memperhatikan jumlah baris dan kata dalam menulis puisi Secara berpasangan siswa mendiskusikan hasil menulis puisi apakah ada yang salah atau tidak Secara bergantian siswa mempresentasikan hasil menulis puisi Adapun data aktivitas siswa yang diperoleh dari lembar pengamatan aktivitas siswa kelas V SD saat penerapan pembelajaran menulis puisi berantai bisa dilihat pada tabel 4. Tabel 1 Kriteria Penilaian A Skor 3 = Baik A Skor 2 = Cukup A Skor 1 = Kurang Berdasarkan tabel penilaian aktivitas siswa di atas dapat disimpulkan hasil perincian tiap aktivitas siswa pada tabel 4. 2 berikut. Tabel 2 Rekapitulasi Observasi Aktivitas Siswa No. Aspek yang dinilai Perhatian siswa ketika menerima materi Antusias siswa dalam bertanya Secara aktif siswa berbagi dalam kelompok Secara berpasangan siswa berdiskusi membuat puisi Dalam kelompok siswa aktif memberikan sumbangsih ide judul dalam menulis puisi Memperhatikan jumlah baris dalam menulis Memperhatikan sajak dalam menulis puisi Memperhatikan diksi dan isi dalam menulis Secara berpasangan siswa mendiskusikan hasil menulis puisi apakah ada yang salah atau tidak Secara bergantian siswa mempresentasikan hasil menulis puisi Baik . Cukup . Kurang . Kriteria Penilaian Skor 3 = Baik Skor 2 = Cukup Skor 1 = Kurang Berdasarkan tabel 4. 1 hasil aktivitas siswa dalam menulis puisi berntai di atas dapat diambil kesimpulan bahwa aktivitas siswa dalam menulis puisi berantai termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini berdasarkan hasil rata-rata yang diperoleh yaitu dengan skor 84. Tabel 4. 1 memuat hasil observasi terhadap siswa dalam pembelajaran menulis Data menunjukkan bahwa dari 10 siswa yang diamati, nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84, yang termasuk dalam kategori baik. Skor tertinggi adalah 93 yang diraih oleh Teguh Ansika Prabowo, sementara skor terendah adalah 80 yang diperoleh oleh beberapa siswa, seperti Mohammad Akbar Fauzi. Rafinkha Bela Aulia. Warsito, dan Valenndra Febriansyah. Secara umum, mayoritas siswa menunjukkan performa yang konsisten dalam berbagai aspek yang diamati, meskipun terdapat perbedaan tingkat keberhasilan antar siswa. Siswa dengan skor tinggi, seperti Teguh Ansika Prabowo, menunjukkan kemampuan yang baik dalam hampir semua aspek yang diamati. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa ini memiliki perhatian, keterampilan, dan keterlibatan yang lebih optimal selama pembelajaran. Sebaliknya, siswa dengan skor lebih rendah cenderung memiliki kesenjangan dalam beberapa aspek tertentu, yang mungkin memengaruhi hasil keseluruhan. Namun, meskipun terdapat variasi skor, tidak ada siswa yang berada di bawah kategori cukup, yang menunjukkan bahwa pembelajaran telah berjalan efektif dalam mengembangkan kompetensi dasar siswa Selain itu, beberapa siswa seperti Ariel Ega Kurniawan. Dwi Ayu Astutik, dan Mohammat Alvin Aldiansyah memperoleh skor di atas rata-rata, yaitu 87. Siswa-siswa ini menunjukkan performa yang cukup stabil, meskipun terdapat beberapa aspek yang masih dapat ditingkatkan. Keberhasilan mereka mencerminkan kemampuan yang baik dalam mengelola tugas individu maupun kerja sama kelompok, serta perhatian terhadap instruksi pembelajaran. Adapun siswa yang memperoleh skor rata-rata 80 cenderung menunjukkan kekurangan pada beberapa aspek yang spesifik. Hal ini terkait dengan faktor motivasi, pemahaman terhadap materi, atau kemampuan teknis tertentu, seperti penggunaan diksi atau pengelolaan struktur puisi. Oleh karena itu, untuk memberikan perhatian khusus pada siswa-siswa ini agar mereka dapat meningkatkan keterampilan mereka melalui pendekatan yang lebih personal dan pembimbingan tambahan. Secara keseluruhan, hasil observasi ini memberikan gambaran positif mengenai efektivitas pembelajaran menulis puisi. Namun, masih terdapat ruang untuk peningkatan, terutama dalam memastikan semua siswa mencapai potensi maksimal Guru dapat memanfaatkan hasil observasi ini untuk mengidentifikasi aspekaspek yang perlu ditingkatkan, baik dalam hal teknik pembelajaran maupun dukungan kepada siswa. Pendekatan yang lebih adaptif, seperti pemberian umpan balik langsung dan strategi pembelajaran yang lebih interaktif, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil pembelajaran secara menyeluruh. Sementara itu berdasarkan tabel 4. 2 di atas, diketahui perincian tiap aspek aktivitas siswa sebagai berikut: . aktivitas siswa pada Auperhatian siswa ketika menerima materiAy diperoleh kategori baik atau sebanyak 7 siswa, pada kategori cukup sebanyak 3 siswa, dan ketegori kurang sebanyak 0 siswa, . aktivitas siswa pada Auantusias siswa dalam bertanyaAy diperoleh kategori baik sebanyak 9 siswa, pada kategori cukup sebanyak 1 siswa, dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, . aktivitas siswa pada Ausecara aktif berbagi dalam kelompok berpasanganAy diperoleh kategori baik atau sebanyak 8 siswa, pada kategori cukup sebanyak 2 siswa, dan pada kategori skurang sebanyak 0 siswa, . aktivitas siswa pada secara berpasangan siswa berdiskusi membuat puisi kategori baik atau sebanyak 5 siswa, pada kategori cukup sebanyak 5 siswa, dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, . aktivitas siswa pada Audalam kelompok siswa aktif memberikan sumbangsih ide judul dalam menulis puisiAy diperoleh sebanyak 4 siswa, pada kategori cukup sebanyak 6 siswa dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, . aktivitas siswa pada Aumemperhatikan jumlah baris dalam menulis puisiAydiperoleh sebanyak 3 siswa, pada kategori cukup diperoleh sebanyak 7 siswa dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, . aktivitas siswa pada Aumemperhatikan sajak dalam menulis puisiAy diperoleh sebanyak 6 siswa, pada kategori cukup sebanyak 4 siswa dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, . aktivitas siswa pada AuMemperhatikan diksi dan isi dalam menulis puisiAydiperoleh kategori baik atau sebanyak 4 siswa, pada kategori cukup diperoleh sebanyak 8 siswa dan pada kategori kurang diperoleh sebanyak 2 siswa, . aktivitas siswa pada Ausecara berpasangan siswa mendiskusikan hasil menulis puisi apakah ada yang salah atau tidakAy diperoleh sebanyak 6 siswa, pada kategori cukup diperoleh sebanyak 4 siswa dan pada kategori kurang diperoleh sebanyak 0 siswa, dan . aktivitas siswa pada Ausecara bergantian siswa mempresentasikan hasil menulis puisiAy diperoleh sebanyak 8 siswa, pada kategori cukup diperoleh sebanyak 2 siswa dan pada kategori kurang diperoleh sebanyak 0 Berdasarkan aktivitas siswa di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dengan hasil tertinggi pada kategori baik terdapat pada aktivitas siswa AuPerhatian siswa ketika menerima materiAy yakni sebanyak 7 siswa memperhatikan guru dengan baik, sedangkan hasil dengan skor terendah pada kategori baik diperoleh pada aktivitas AuMemperhatikan diksi dan isi dalam menulis puisiAy yakni sebanyak 2 siswa. Sementara itu hasil tertinggi pada kategori cukup terdapat pada aktivitas siswa AuMemperhatikan diksi dan isi dalam menulis puisiAy yakni sebanyak 4 siswa, sedangkan hasil dengan skor terendah pada kategori cukup diperoleh pada aktivitas AuPerhatian siswa ketika menerima materiAy yakni sebanyak 3 siswa. Sementara itu hasil tertinggi pada kategori kurang terdapat pada aktivitas siswa AuMemperhatikan diksi dan isi dalam menulis puisiAy yakni sebanyak 8 siswa. Gambar 1. Aktivitas Siswa Gambar 2. Aktivitas Siswa Data Hasil Angket Respon Siswa Respon pembelajaran dilaksanakan untuk memperoleh informasi bagaimana respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran tulis berantai pada materi menulis puisi. Informasi didapat melalui teknik kuesioner yang dilakukan setelah pembelajaran selesi. Data respon siswa meliputi: Apakah belajar menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai lebih . Apakah belajar menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai dapat menumbuhkan minat belajar Anda? . Apakah belajar menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai lebih mempermudah dalam menulis puisi? . Apakah pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai mempermudah dalam membuat judul puisi? . Apakah Anda mudah dalam menyusun struktur kalimat puisi dengan menggunakan teknik berantai? . Apakah kamu mudah dalam menyusun unsur puisi dengan menggunakan teknik berantai? . Apakah dengan menggunakan teknik berantai kamu dapat membuat puisi dengan memperhatikan syarat dan ketentuan yang ada? Hasil data respon siswa terhadap penerapan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik tulis berantai selama proses pembelajaran berlangsung dapat dilihat dari tabel berikut. Tabel 3 Hasil Respon Siswa Nama Siswa Hal-hal yang direspon Jml Skor Ariel Ega Kurniawan Sendi Mohammad Akbar Fauzi Teguh Ansika Prabowo Rafinkha Bela Aulia Warsito Dwi Ayu Astutik Fitria Nur Husnah Valenndra Febriansyah Mohammat Alvin Aldiansyah Jumlah Nilai Rata-rata Kriteria penilaian Skor 2 untuk jawaban Ya = Baik Skor 1 untuk jawaban Tidak = Cukup Berdasarkan tabel respons siswa di atas, dapat disimpulkan hasil perincian respons siswa pada tabel 4. Tabel 4 Rekapitulasi Respons Siswa No. Pertanyaan Apakah belajar menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai lebih menyenangkan? Apakah belajar menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai dapat menumbuhkan minat belajar Anda? Apakah belajar menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai lebih mempermudah dalam menulis puisi? Apakah pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai mempermudah dalam membuat judul puisi? Apakah Anda mudah dalam menyusun struktur kalimat puisi dengan menggunakan teknik berantai? Apakah kamu mudah dalam menyusun unsur puisi dengan menggunakan teknik berantai? Apakah dengan menggunakan teknik berantai kamu dapat membuat puisi dengan memperhatikan syarat dan ketentuan yang Skor Ya . Tidak . Kriteria penilaian Skor 2 untuk jawaban Ya = Baik Skor 1 untuk jawaban Tidak = Cukup Berdasarkan tebel 4. 3 di atas, dapat disimpulkan bahwa respon siswa kelas V SD terhadap pembelajaran menulis puisi dengan teknik tulis berantai termasuk dalam kriteria penilaian yang Sangat Baik. Hal ini berdasarkan skor rata-rata yang diperoleh Hasil pada tabel 4. 3 tersebut menunjukkan hasil observasi terkait respon siswa terhadap aspek-aspek tertentu dalam pembelajaran penerapan metode konstruktivisme dengan teknik tulis berantai pada pembelajaran menulis puisi. Dari total 10 siswa yang diamati, skor rata-rata keseluruhan adalah 87, menunjukkan tingkat respon yang baik. Skor tertinggi adalah 100 yang diraih oleh Teguh Ansika Prabowo, sementara skor terendah adalah 79 yang diperoleh oleh beberapa siswa, seperti Rafinkha Bela Aulia. Warsito, dan Valenndra Febriansyah. Hal ini menunjukkan adanya variasi dalam tingkat respon siswa terhadap materi pembelajaran. Sebagian besar siswa, seperti Mohammad Fahriel Rehandika dan Tama Dwi Asmari, memperoleh skor di atas rata-rata . Siswa-siswa ini menunjukkan konsistensi dalam merespon berbagai aspek yang diamati. Sebaliknya, siswa dengan skor 79 menunjukkan adanya kekurangan dalam beberapa aspek tertentu, seperti kurangnya perhatian terhadap tugas atau kurang optimal dalam memberikan tanggapan yang sesuai. Jumlah total skor yang diperoleh oleh seluruh siswa adalah 867 dari 10 siswa, dengan skor total maksimum adalah 14. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu memberikan respon yang baik terhadap materi pembelajaran, meskipun ada ruang untuk perbaikan di beberapa area. Sementara itu berdasarkan data respons siswa pada tabel 4. 6 di atas, tentang pembelajaran menulis puisi dengan teknik tulis berantai, hasil respon siswa sebagai berikut: . pada respons siswa AuApakah belajar menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai lebih menyenangkan?Ay diperoleh hasil sebanyak 8 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 2 siswa pada jawaban Tidak, . pada respons siswa AuApakah belajar menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai dapat menumbuhkan minat belajar Anda?Ay diperoleh hasil sebanyak 9 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 1 siswa pada jawaban Tidak, . pada respons siswa AuApakah belajar menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai lebih mempermudah dalam menulis puisi?Aydapat menumbuhkan minat belajar Anda?Ay diperoleh hasil sebanyak 7 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 3 siswa pada jawaban Tidak, . pada respons siswa AuApakah pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai mempermudah dalam membuat judul puisi?Ay diperoleh hasil sebanyak 6 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 4 siswa pada jawaban Tidak. pada respons siswa AuApakah Anda mudah dalam menyusun struktur kalimat puisi dengan menggunakan teknik berantai?Ay diperoleh hasil sebanyak 8 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 2 siswa pada jawaban Tidak, . pada respons siswa AuApakah kamu mudah dalam menyusun unsur puisi dengan menggunakan teknik berantai?Aydiperoleh hasil sebanyak 7 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 3 siswa pada jawaban Tidak, dan . pada respons siswaAuApakah dengan menggunakan teknik berantai kamu dapat membuat puisi dengan memperhatikan syarat dan ketentuan yang ada?Ay diperoleh hasil sebanyak 5 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 5 siswa pada jawaban Tidak. Berdasarkan respons siswa di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil respons dengan nilai tertinggi pada skor baik atau jawaban AuYaAy terdapat pada AuApakah belajar menulis puisi dengan menggunakan teknik berantai lebih menyenangkan?Ay yakni sebanyak 8 siswa, sedangkan hasil respons dengan nilai terendah terdapat pada AuApakah dengan menggunakan teknik berantai kamu dapat membuat puisi dengan memperhatikan syarat dan ketentuan yang ada?Ay yakni sebanyak 5 siswa. Simpulan Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa efektivitas pembelajaran menulis puisi dengan menerapkan metode pembelajaran tulis berantai siswa kelas V SD diperoleh hasil rata-rata efektivitas pembelajaran dengan kategori sangat baik. hal-hal yang diamati meliputi 10 aspek, yaitu : Perhatian siswa ketika menerima materi. Antusias siswa dalam bertanya. Secara aktif siswa berbagi dalam kelompok berpasangan. Secara berpasangan siswa berdiskusi membuat puisi. Dalam kelompok siswa aktif memberikan sumbangsih ide judul dalam menulis puisi. Memperhatikan jumlah baris dalam menulis puisi. Memperhatikan sajak dalam menulis puisi. Memperhatikan diksi dan isi dalam menulis puisi. Secara berpasangan siswa mendiskusikan hasil menulis puisi apakah ada yang salah atau tidak. Secara bergantian siswa mempresentasikan hasil menulis puisi. Daftar Pustaka