Implementation of Islamic Educational Methods in Kitab Kuning Learning at NU Al-Qomariyah Islamic Boarding School Dede Khairani khairanidede14@gmail. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Salminawati salminawati@uinsu. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Zaini Dahlan zainidahlan@uinsu. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Corresponding Author: Dede Khairani Article history: Received: Oktober, 2025 | Revised: Noverber 27, 2025 | Available Online: Desember 24, 2025 Abstract Kitab kuning learning constitutes the core foundation of the scholarly tradition in Islamic boarding schools . However, academic studies remain limited in explaining how classical Islamic pedagogy is adaptively implemented within contemporary educational contexts. This study addresses this gap by examining the actual practices of kitab kuning learning in a traditional pesantren. The study aims to analyze the planning and implementation of Islamic educational methods in kitab kuning instruction at NU AlQomariyah Islamic Boarding School. Galang. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with pesantren leaders, teachers, and students, and document analysis. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, with trustworthiness ensured through triangulation and the criteria proposed by Lincoln and Guba. The findings indicate that kitab kuning learning is systematically planned based on studentsAo needs analysis, implemented through staged instructional methods . andongan, sorogan, musyawarah, and bahtsul masAi. , adapted to the epistemological characteristics of the texts, and reinforced through contextualized formal lesson planning (RPP). These findings demonstrate that pesantren pedagogy is adaptive, reflective, and oriented toward developing studentsAo competencies. This study contributes conceptually by showing that pesantren possess internal capacities to continuously reconstruct kitab kuning pedagogy without losing their scholarly identity. Keywords: Islamic education. kitab kuning. instructional scaffolding Copyright: A 2025. The authors. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Dede Khairani dkk. Implementation of Islamic Educational Methods in Kitab Kuning Learning at NU AlQomariyah Islamic Boarding School Implementasi Metode Pendidikan Islam dalam Pembelajaran Kitab Kuning Di Pondok Pesantren NU Al Qomariah Galang Abstrak Pembelajaran kitab kuning merupakan fondasi utama tradisi keilmuan pesantren, namun kajian akademik masih terbatas dalam menjelaskan bagaimana pedagogi Islam klasik diimplementasikan secara adaptif dalam konteks pendidikan kontemporer. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi celah tersebut dengan menelaah praktik nyata pembelajaran kitab kuning di pesantren tradisional. Studi ini bertujuan menganalisis perencanaan dan penerapan metode pendidikan Islam dalam pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren NU Al-Qomariyah Galang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pimpinan pesantren, guru, dan santri, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan menjamin keabsahan data melalui triangulasi dan kriteria Lincoln dan Guba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab kuning direncanakan secara sistematis berbasis analisis kebutuhan santri, diterapkan melalui metode berjenjang . andongan, sorogan, musyawarah, dan bahtsul masAi. , disesuaikan dengan karakter keilmuan kitab, serta diperkuat oleh perencanaan formal melalui RPP yang kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa pedagogi pesantren bersifat adaptif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi santri. Penelitian ini berkontribusi secara konseptual dengan menunjukkan bahwa pesantren memiliki kapasitas internal untuk merekonstruksi pedagogi kitab kuning secara berkelanjutan tanpa kehilangan identitas keilmuannya. Keyword: Islamic education. kitab kuning. instructional scaffolding FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Pendahuluan Lembaga pendidikan berbasis agama saat ini menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mempertahankan relevansi pedagogis di tengah percepatan modernisasi, transformasi digital, dan tuntutan kompetensi abad ke-21. menegaskan bahwa lembaga pendidikan tradisional sering berada dalam ketegangan antara pelestarian tradisi epistemik dan tuntutan adaptasi terhadap standar pedagogi kontemporer. Dalam konteks pendidikan Islam. Hefner menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam di Asia Tenggara menghadapi dilema antara modernisasi sosial dan pelestarian tradisi intelektual 1 Hal ini diperkuat oleh Halstead yang menekankan bahwa konsep pendidikan Islam klasik berpijak pada integrasi dimensi spiritual, moral, dan intelektual yang sering kali sulit diadaptasikan ke dalam sistem pendidikan modern. Kompleksitas ini semakin nyata karena peran sentral teks-teks Arab klasik . urAt. dalam kurikulum pendidikan Islam yang memerlukan kompetensi pedagogis khusus agar dapat ditransmisikan secara efektif. Penelitian Rosowsky menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang tidak tepat dapat menghambat pemahaman peserta didik terhadap teks keagamaan yang kompleks, terutama yang tidak memiliki harakat. Sementara itu. Saada menekankan bahwa pendidikan Islam bukan hanya proses kognitif, tetapi juga moral dan spiritual, sehingga metode pengajarannya harus mempertimbangkan pembentukan karakter peserta didik. 4 Oleh karena itu, kajian mengenai metode pembelajaran yang efektif dan berakar pada pedagogi Islam klasik tetap menjadi isu krusial dalam diskursus pendidikan Islam global. Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua dan paling berkelanjutan yang memainkan peran strategis dalam pelestarian dan transmisi pengetahuan Islam klasik melalui pembelajaran kitab kuning. Menurut Azra, pesantren berfungsi sebagai pusat reproduksi keilmuan Islam tradisional sekaligus penjaga moral masyarakat Muslim. 5 Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, lebih dari enam R W Hefner. AuIslamic Education. Social Change, and Reform in Indonesia BT - Making Modern MuslimsAy (University of HawaiAoi Press, 2. , https://doi. org/10. 1515/9780824872113-008. J M Halstead. AuAn Islamic Concept of Education,Ay Comparative Education 55, no. : 19Ae34, https://doi. org/10. 1080/03050068. A Rosowsky. AuFaith. Phonics and Identity: Reading in Faith Communities,Ay Language and Education 29, 5 . : 383Ae96, https://doi. org/10. 1080/09500782. N Saada. AuReligious Education and Character Formation: An Islamic Perspective,Ay Religions 11, no. : 234, https://doi. org/10. 3390/rel11050234. A Azra. AuPesantren: The Heritage of Traditional Islamic Education in Indonesia,Ay Journal of Indonesian Islam 11, no. : 319Ae46, https://doi. org/10. 15642/JIIS. Dede Khairani dkk. Implementation of Islamic Educational Methods in Kitab Kuning Learning at NU AlQomariyah Islamic Boarding School puluh persen pesantren masih menjadikan teks-teks klasik sebagai inti pembelajaran Selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga menjadi institusi sosial-keagamaan yang membentuk otoritas moral dan identitas komunitas Muslim. 6 Namun demikian, ekspansi pendidikan Islam modern dan penerapan kurikulum nasional menimbulkan kritik terhadap pedagogi pesantren tradisional yang dianggap kurang responsif terhadap tuntutan pembelajaran kontemporer. Meskipun berada dalam tekanan tersebut. Nilan menjelaskan sejumlah pesantren tetap mempertahankan model pembelajaran tradisional,8 menjadikannya locus penting untuk mengkaji keberlanjutan dan efektivitas metode pendidikan Islam klasik. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan adanya keterbatasan signifikan. Ilyas. Abdullah, dan Latief hanya mendeskripsikan metode sorogan dan bandongan tanpa menganalisis landasan pedagogis atau dampaknya terhadap capaian belajar. 10 Wardana dan Widodo menyoroti inovasi digital di pesantren modern, tetapi mengabaikan kesinambungan epistemologis pedagogi klasik. 11 Fayumi . mengkaji kitab kuning sebagai tradisi intelektual, namun tidak menelaah dimensi perencanaan pembelajaran. Khoiruddin. Nur, dan Rahman . meneliti relevansi kurikulum pesantren tetapi kurang menyoroti metodologi pengajaran sehari-hari. 13 Sementara itu. Anwar dan Dimyathi . menegaskan pentingnya strategi pembelajaran di pesantren, namun kajiannya bersifat normatif dan belum berbasis pada data empiris yang kuat. A N Burhani. AuTraditional Authority and Religious Change in IndonesiaAos Pesantren,Ay Studia Islamika 27, no. : 435Ae62, https://doi. org/10. 36712/sdi. A Maksum. AuModernization of Pesantren: Challenges and Opportunities,Ay Al-JamiAoah: Journal of Islamic Studies 56, no. : 321Ae48, https://doi. org/10. 14421/ajis. P Nilan. AuPedagogic Authority and Moral Education in Indonesian Pesantren,Ay British Journal of Sociology of Education 41, no. : 511Ae26, https://doi. org/10. 1080/01425692. N Fadhilah. AuIntegrating Classical and Modern Pedagogy in Pesantren Education,Ay Journal of Educational Thought 56, no. : 577Ae92, https://doi. org/10. 1007/s12187-022-09976-2. M Ilyas. A Abdullah, and H Latief. AuMetode Sorogan Dan Bandongan Dalam Pembelajaran Kitab Kuning Di Pesantren Tradisional,Ay Tarbiyah: Journal of Islamic Education 27, no. : 155Ae68, https://doi. org/10. 24042/tarbiyah. W Wardana and A Widodo. AuInnovation and Digital Pedagogy in Islamic Boarding Schools,Ay Jurnal Pendidikan Islam 11, no. : 77Ae94, https://doi. org/10. 15575/jpi. B Fayumi. AuKitab Kuning Dan Tradisi Keilmuan PesantrenAy (Ditpdpontren Kemenag. https://ditpdpontren. id/artikel/kitab A, 2. M Khoiruddin. M Nur, and A Rahman. AuCurriculum Relevance and Traditional Pedagogy in Pesantren Education,Ay Al-TaAolim Journal 30, no. : 212Ae30, https://doi. org/10. 15548/jt. A Anwar and M Dimyathi. AuPedagogical Strategies in Pesantren Education: Between Tradition and Innovation,Ay Journal of Islamic Education Research 12, no. : 45Ae63. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Penelitian menelaah implementasi metode pendidikan Islam dalam pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren NU Al-Qomariah Galang, pesantren yang konsisten mempertahankan pedagogi tradisional dan menerapkan metode khas mendobidh. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, studi ini mengintegrasikan analisis perencanaan pembelajaran, pelaksanaan di kelas, dan hasil pembelajaran dalam satu kerangka empiris yang utuh. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada kajian terhadap tahapan prapembelajaran yang terstruktur, di mana santri diwajibkan menerjemahkan teks secara mandiri sebelum mengikuti pengajian kolektif. Pola pedagogis semacam ini jarang dibahas dalam literatur akademik, padahal berpotensi meningkatkan kompetensi kebahasaan, pemahaman teks, serta pembentukan karakter dan akhlak santri. Penelitian ini mengkaji bagaimana metode pembelajaran disesuaikan dengan kompetensi kebahasaan santri, bagaimana strategi pedagogi tradisional dioperasionalkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari, serta bagaimana metode tersebut memengaruhi perkembangan kognitif, afektif, dan moral santri. Temuan penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis melalui pengayaan metodologi pendidikan Islam berbasis turAth, serta kontribusi praktis berupa model pembelajaran pesantren yang berakar pada tradisi klasik namun tetap relevan menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, yang bertujuan memahami secara mendalam implementasi metode pendidikan Islam dalam pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren NU Al-Qomariyah Galang. Deli Serdang. Pendekatan studi kasus dipilih untuk menggali fenomena pedagogis dalam konteks sosial dan keagamaan tertentu secara holistik dan kontekstual. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data, dengan fokus pada interaksi, strategi pengajaran, dan pengalaman belajar santri dalam proses pembelajaran kitab kuning. Lokasi penelitian ditetapkan secara purposif karena pesantren ini dikenal konsisten mempertahankan tradisi pembelajaran Islam klasik . urAt. Data penelitian diperoleh dari dua sumber utama, yaitu data primer dan data Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru keagamaan, dan santri, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari arsip pesantren, teks-teks kitab kuning, serta dokumen pendukung lain yang relevan Dede Khairani dkk. Implementation of Islamic Educational Methods in Kitab Kuning Learning at NU AlQomariyah Islamic Boarding School untuk memperkuat konteks analisis. Ketiga teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dilakukan secara triangulatif guna memastikan keabsahan dan kekayaan data. Setiap data yang diperoleh kemudian diklasifikasi dan disusun secara sistematis agar dapat menggambarkan praktik pedagogi Islam klasik secara utuh dan faktual. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses analisis dilakukan secara interaktif sejak tahap pengumpulan data hingga diperoleh pola dan makna yang konsisten. 15 Keabsahan data dijaga melalui strategi kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas Lincoln & Guba, dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik, pengecekan anggota . ember chec. , serta penggunaan bahan referensi pendukung. 16 Seluruh prosedur ini dilakukan untuk memastikan temuan penelitian valid, reliabel, dan dapat menggambarkan secara akurat bagaimana metode pendidikan Islam diterapkan dalam pembelajaran kitab kuning di lingkungan pesantren Paparan Data dan Pembahasan Perencanaan Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren NU Al-Qomariah Galang Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren NU Al-Qomariah Galang dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan terstruktur. Proses perencanaan diawali dengan analisis kebutuhan santri, yang berfokus pada pemetaan kemampuan awal membaca kitab kuning, khususnya kemampuan membaca teks Arab gundul dan penguasaan dasar nahwusharaf. Analisis kebutuhan ini dilakukan oleh kepala sekolah bersama para guru kitab kuning pada setiap awal tahun ajaran. Setelah memperoleh gambaran kemampuan santri, proses perencanaan dilanjutkan melalui musyawarah guru. Musyawarah ini berfungsi sebagai forum evaluasi pembelajaran sebelumnya serta sebagai sarana untuk menentukan materi, metode, dan strategi pembelajaran yang akan digunakan. Seluruh guru kitab kuning Matthew B. Miles and A. Michael Huberman. Analisis Data Kualitatif, ed. Tjetjep Rohendi Penerjemah (Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI -Pres. , 1. Yvonna S. Lincoln. AuEmerging Criteria for Quality in Qualitative and Interpretive Research,Ay Qualitative Inquiry 1, no. : 275Ae89, https://doi. org/10. 1177/107780049500100301. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 terlibat aktif dalam musyawarah dengan menyampaikan pengalaman mengajar, kendala yang dihadapi, serta kebutuhan pembelajaran santri di kelas. Tahap akhir perencanaan adalah penyelarasan hasil musyawarah dengan kurikulum pesantren. Penyelarasan ini mencakup penentuan kitab yang digunakan, pembagian materi per bab, serta penetapan capaian pembelajaran pada setiap jenjang. Dengan demikian, perencanaan pembelajaran kitab kuning memiliki acuan yang jelas dan seragam bagi seluruh guru. Pola Pemilihan Metode Pendidikan Islam dalam Pembelajaran Kitab Kuning Pemilihan metode pembelajaran kitab kuning tidak dilakukan secara tunggal, melainkan bersifat bertahap dan menyesuaikan kondisi santri. Metode bandongan digunakan sebagai metode awal pembelajaran, terutama bagi santri yang masih berada pada tahap dasar. Pada tahap ini, guru membacakan teks kitab dan memberikan penjelasan makna secara langsung, sementara santri menyimak dan Seiring dengan meningkatnya kemampuan santri, metode sorogan mulai Dalam metode ini, santri membaca teks kitab secara mandiri di hadapan guru dan mendapatkan koreksi secara langsung. Metode ini digunakan untuk melatih kemandirian, ketelitian membaca, serta pemahaman struktur teks kitab kuning. Guru menggunakan metode musyawarah dan bahtsul masAil. Metode musyawarah digunakan untuk membahas isi kitab secara diskusif, sedangkan bahtsul masAil diterapkan terutama dalam pembelajaran fikih untuk membahas kasus-kasus tertentu berdasarkan rujukan kitab. Penggunaan metode-metode tersebut disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Penyesuaian Metode Pembelajaran Berdasarkan Karakter Keilmuan Kitab Dalam prakteknya, metode pembelajaran disesuaikan dengan karakter keilmuan masing-masing kitab. Pada pembelajaran kitab fikih, guru menggunakan kombinasi metode bandongan, sorogan, dan bahtsul masAil. Metode ini digunakan untuk membantu santri memahami hukum-hukum fikih serta melatih kemampuan analisis terhadap persoalan keagamaan. Pada pembelajaran kitab tafsir, metode yang digunakan cenderung mengombinasikan bandongan dan ceramah kontekstual. Guru memberikan Dede Khairani dkk. Implementation of Islamic Educational Methods in Kitab Kuning Learning at NU AlQomariyah Islamic Boarding School penjelasan tambahan terkait makna ayat, konteks turunnya ayat, serta keterkaitan antarayat untuk membantu santri memahami isi kitab secara menyeluruh. Sedangkan pembelajaran nahwu dilakukan secara bertahap melalui metode drilling dan pemberian contoh-contoh sederhana sebelum santri diarahkan untuk menerapkan kaidah nahwu dalam pembacaan kitab kuning. Metode ini digunakan untuk memperkuat dasar linguistik santri sebelum memasuki teks yang lebih Dokumentasi Perencanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Dalam perencanaan pembelajaran kitab kuning, guru-guru di Pondok Pesantren NU Al-Qomariah Galang juga menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP disusun sebagai dokumen formal yang memuat tujuan pembelajaran, materi kitab, metode yang digunakan, langkah-langkah pembelajaran, serta bentuk evaluasi. RPP berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran agar tetap terarah dan konsisten. Meskipun disusun secara sederhana. RPP disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran pesantren dan metode tradisional yang digunakan, seperti bandongan dan sorogan. Distribusi Metode Pembelajaran Kitab Kuning Tabel 1. Distribusi Metode Pembelajaran Kitab Kuning Metode Pembelajaran Fungsi Utama Jenjang Penggunaan Bandongan Pemahaman awal teks Dasar Sorogan Kemandirian membaca Menengah Musyawarah Diskusi dan klarifikasi makna Lanjut Bahtsul MasAil Analisis kasus fikih Lanjut Tren dan Pola Penggunaan Metode Pembelajaran Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat pola bertahap dalam penggunaan metode pembelajaran kitab kuning. Metode bandongan digunakan secara konsisten pada seluruh jenjang, sementara metode sorogan dan musyawarah menunjukkan peningkatan frekuensi penggunaan pada santri dengan kemampuan yang lebih tinggi. Metode bahtsul masAil hanya digunakan pada santri tingkat lanjut, khususnya dalam pembelajaran fikih. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Selain itu, data menunjukkan adanya variasi metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter kitab dan kondisi kelas. Variasi ini tampak dari perpaduan metode pembacaan teks, pengulangan oleh santri, diskusi kelas, dan pembahasan kasus dalam satu rangkaian pembelajaran. Adaptasi Pedagogis dalam Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren NU Al-Qomariah Galang Perencanaan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren NU Al-Qomariah Galang dilakukan melalui proses yang sistematis, dimulai dari analisis kebutuhan santri, dilanjutkan dengan musyawarah guru, dan diakhiri dengan penyelarasan terhadap kurikulum pesantren. Analisis kebutuhan difokuskan pada pemetaan kemampuan awal santri dalam membaca teks Arab gundul serta penguasaan dasar nahwu dan sharaf, yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh kepala pesantren dan guru kitab pada awal tahun Temuan ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran kitab kuning tidak disusun sebagai praktik rutin berbasis tradisi semata, melainkan berlandaskan pada kondisi empiris kesiapan belajar santri. Secara pedagogis, pendekatan ini mencerminkan orientasi adaptif yang menempatkan kebutuhan dan kemampuan santri sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Dalam konteks pendidikan Islam, praktik tersebut . embelajaran menekankan pentingnya kesesuaian antara tingkat kesulitan materi dan perkembangan kemampuan peserta didik. Temuan ini sejalan dengan penelitian Arifin dan Anwar,17 serta Zarkasyi18 yang menegaskan bahwa pesantren yang menerapkan perencanaan berbasis kebutuhan santri cenderung lebih efektif dalam mempertahankan mutu pembelajaran kitab turats di tengah heterogenitas kemampuan santri. Pemilihan metode pembelajaran kitab kuning dilakukan secara berjenjang. Metode bandongan digunakan sebagai tahap awal untuk membangun pemahaman dasar teks, sementara metode sorogan diterapkan ketika kemampuan membaca santri mulai Misbahul Arifin. Wiwin Fitriyah, and Rizki Febri Eka Pradani. AuCOLLABORATION OF TRADITION AND INNOVATION: CURRICULUM DEVELOPMENT AT NURUL JADID ISLAMIC BOARDING SCHOOL,Ay in PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION. SOCIETY AND HUMANITY, vol. 2, 2024, 727Ae34. Hamid Fahmy Zarkasyi. AuModern Pondok Pesantren: Maintaining Tradition in Modern System,Ay Tsaqafah 11, no. : 223Ae48. Dede Khairani dkk. Implementation of Islamic Educational Methods in Kitab Kuning Learning at NU AlQomariyah Islamic Boarding School Pada jenjang lanjut, metode musyawarah dan bahtsul masAil digunakan, khususnya dalam pembelajaran fikih, untuk membahas persoalan keagamaan secara analitis berbasis rujukan kitab. Pola penggunaan metode yang bertahap ini menunjukkan bahwa pembelajaran kitab kuning di pesantren berjalan melalui mekanisme instructional scaffolding, di mana dukungan guru disesuaikan secara progresif dengan perkembangan kompetensi santri. Bandongan berfungsi sebagai fondasi literasi teks, sorogan memperkuat kemandirian dan ketelitian membaca, sementara musyawarah dan bahtsul masAil mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan argumentatif. Pola ini mengonfirmasi pandangan LukensBull bahwa kekuatan pedagogi pesantren terletak pada fleksibilitas metode 19 Temuan ini juga sejalan dengan Syafruddin yang menunjukkan bahwa penerapan metode berjenjang berkontribusi pada peningkatan kemampuan analisis santri dalam memahami teks klasik. Pada prakteknya metode pembelajaran kitab kuning disesuaikan dengan karakter keilmuan masing-masing kitab. Pembelajaran fikih memadukan bandongan, sorogan, dan bahtsul masAil untuk mendukung pemahaman hukum sekaligus kemampuan analisis Pembelajaran tafsir mengombinasikan bandongan dengan ceramah kontekstual untuk membantu santri memahami makna ayat, konteks historis, dan keterkaitan Sementara itu, pembelajaran nahwu dilakukan secara bertahap melalui drilling dan pemberian contoh-contoh sederhana sebelum santri diarahkan pada penerapan kaidah dalam pembacaan kitab. Penyesuaian metode berdasarkan disiplin keilmuan ini menunjukkan adanya Guru mempertimbangkan aspek pedagogis umum, tetapi juga struktur pengetahuan dan tuntutan kognitif masing-masing bidang ilmu. Dengan demikian, guru berperan sebagai aktor reflektif yang mampu menafsirkan hubungan antara metode pembelajaran dan karakter keilmuan kitab. Temuan ini sejalan dengan konsep discipline-specific pedagogy Ronald Lukens-Bull. Islamic Higher Education in Indonesia: Continuity and Conflict (Springer, 2. S Syafruddin et al. AuThe Application of Islamic Critical Thinking in Inquiry-Based Learning in Traditional Islamic Educational Institutions,Ay Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme 7, no. : 860Ae74. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Amanda Berry21 dan Grossman,22 serta diperkuat oleh Ahmad Sulton23 yang menegaskan bahwa kesesuaian metode dengan karakter kitab kuning berpengaruh langsung terhadap kedalaman pemahaman santri. Guru-guru kitab pengajar kuning juga menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai dokumen perencanaan formal. RPP memuat tujuan pembelajaran, materi kitab, metode, langkah-langkah pembelajaran, dan bentuk evaluasi, serta disusun secara sederhana agar sesuai dengan karakteristik pembelajaran pesantren dan metode tradisional yang digunakan. Penggunaan RPP ini menunjukkan adanya integrasi selektif antara tradisi pesantren dan sistem perencanaan pembelajaran modern. RPP tidak diposisikan sebagai instrumen administratif semata, tetapi sebagai panduan pedagogis untuk menjaga konsistensi dan keterarahan pembelajaran. Temuan ini sejalan dengan Azra et al. 24 serta Nyimaz Muazzomi yang menegaskan bahwa dokumentasi pembelajaran dapat meningkatkan akuntabilitas dan profesionalisme guru pesantren tanpa menghilangkan fleksibilitas pedagogis tradisional. Fenomena lapangan menunjukkan bahwa perencanaan dan penerapan metode pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren NU Al-Qomariah Galang merepresentasikan praktik pedagogis yang adaptif, berjenjang, dan kontekstual. Tradisi pembelajaran kitab kuning tidak hanya dipertahankan, tetapi direkonstruksi secara reflektif melalui perencanaan berbasis kebutuhan santri, pemilihan metode berjenjang, penyesuaian dengan karakter keilmuan kitab, serta integrasi perencanaan formal. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual terhadap kajian pendidikan Islam dengan menunjukkan bahwa pedagogi pesantren memiliki kapasitas internal untuk beradaptasi dengan tuntutan mutu pendidikan kontemporer tanpa kehilangan identitas keilmuannya. Amanda Berry. Fien Depaepe, and Jan Van Driel. AuPedagogical Content Knowledge in Teacher Education,Ay in International Handbook of Teacher Education: Volume 1 (Springer, 2. , 347Ae86. Pam Grossman. Teaching Core Practices in Teacher Education (Harvard Education Press, 2. Ahmad Sulton. AuThe Educational Epistemology of Traditional Pesantren,Ay TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam 17, no. : 379Ae93. Azyumardi Azra. Dina Afrianty, and Robert W Hefner. AuPesantren and Madrasa: Muslim Schools and National Ideals in Indonesia,Ay Schooling Islam: The Culture and Politics of Modern Muslim Education, 2007, 172Ae98. Nyimaz Muazzomi. Muhammad Sofwan, and Fachrudiansyah Muslim. AuA Qualitative Analysis of Pesantren Educational Management: School Culture and Leadership of a Professional Learning Community,Ay TaAodib: Journal of Islamic Education 22, no. : 12Ae20. Dede Khairani dkk. Implementation of Islamic Educational Methods in Kitab Kuning Learning at NU AlQomariyah Islamic Boarding School Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa pedagogi Islam klasik dalam pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren NU Al-Qomariyah Galang diimplementasikan secara adaptif dan terencana melalui perpaduan antara tradisi keilmuan dan pendekatan pedagogis modern. Proses pembelajaran tidak berlangsung secara rutin dan mekanistik, melainkan dirancang berdasarkan analisis kebutuhan santri serta karakter epistemologis setiap kitab yang dipelajari. Perencanaan yang sistematis, penggunaan metode berjenjang seperti bandongan, sorogan, musyawarah, dan bahtsul masAil, serta fleksibilitas guru dalam menyesuaikan strategi pembelajaran menunjukkan bahwa pesantren memiliki kapasitas reflektif yang kuat dalam mengelola proses pendidikan. Integrasi dokumen formal seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi bukti konkret bahwa pesantren mampu memadukan nilai-nilai tradisi dengan prinsip perencanaan modern tanpa kehilangan identitas pedagogi Islam klasik. Temuan penelitian memperluas pemahaman tentang pembelajaran kitab kuning dengan menunjukkan bahwa praktik pedagogi pesantren beroperasi dalam kerangka instruksional yang sejalan dengan prinsip instructional scaffolding dan discipline-specific Guru pesantren tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing santri untuk membangun pemahaman secara bertahap, kritis, dan reflektif. Pendekatan ini mencerminkan bahwa pesantren merupakan komunitas epistemik yang mampu menyeimbangkan otoritas teks dan kemandirian belajar santri dalam ekosistem pendidikan yang dialogis dan berakar pada nilai-nilai Efektivitas pembelajaran kitab kuning dapat ditingkatkan melalui perencanaan adaptif, pemilihan metode yang relevan, dan kesadaran epistemologis guru. Pesantren perlu memperkuat kapasitas reflektif pendidiknya agar mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang kontekstual dan transformatif. Selain itu, diperlukan pengakuan institusional terhadap pedagogi pesantren sebagai sistem pendidikan Islam yang profesional dan akuntabel, sekaligus sebagai model pendidikan berbasis nilai yang memanusiakan peserta didik. Dengan demikian, pesantren dapat terus berperan penting dalam melahirkan generasi berpengetahuan, berakhlak, dan berdaya kritis di tengah dinamika pendidikan global yang semakin kompleks. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Bibliography