Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru Beasiswa Sawit dan Reguler pada Institut Teknologi Sawit Indonesia Bagus Adhyaksa1. Michael Finehas Manik2. Fitri Zhillan Zhelila3. Meysin Mandasari4. Fiki Wibitama Sinaga5 1,2,3,4,5 Institut Teknologi Sawit Indonesia. Indonesia Email : bagusadhyaksaitsi@gmail. michaelfinehasmanik@gmail. fitrizhillanzhelila@gmail. mandasarimeysin@gmail. fiqiwibitamasinaga@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat sikap disiplin antara mahasiswa baru penerima Beasiswa Sawit dan mahasiswa jalur reguler di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI). Selain itu, penelitian ini berupaya mengidentifikasi faktorfaktor yang mendorong perbedaan sikap tersebut. Metode komparatif dengan pendekatan kuantitatif digunakan, melibatkan pengamatan terhadap kedua kelompok. Hasil uji yc-test independen menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam sikap disiplin kedua kelompok, dengan mahasiswa Beasiswa Sawit memiliki tingkat kedisiplinan yang secara statistik lebih tinggi. Perbedaan ini diduga kuat dipengaruhi oleh faktor-faktor struktural, seperti tuntutan akademik yang lebih ketat seperti kewajiban IPK dan peran Pembina Asrama serta aturan yang terstruktur dalam membentuk kepatuhan. Penelitian ini merekomendasikan kepada kampus ITSI untuk mengadopsi model pembinaan dan pengawasan disiplin terstruktur dari asrama ke dalam kebijakan kampus yang lebih luas. Kata kunci: Beasiswa. Beasiswa Sawit. Kedisiplinan. Perbandingan. A Comparative Analysis of Discipline Attitudes between Palm Oil Scholarship and Regular New Students at the Indonesian Palm Oil Technology Institute Abstract This study aims to analyze and compare the level of discipline among new students receiving the Palm Oil Scholarship and those on the regular track at the Indonesian Palm Oil Technology Institute (ITSI). The research also seeks to identify the structural factors driving this attitudinal difference. Using a quantitative comparative method based on observational data from both groups, the independent yc-test revealed a significant difference in discipline attitudes, with Palm Oil Scholarship recipients demonstrating higher discipline. This finding strongly suggests the influence of structural factors, including stricter academic demands for GPA maintenance, the effective role of Dormitory Supervisors, and structured regulations in fostering student compliance. The study recommends that ITSI adopt the dormitory's structured discipline coaching and supervision model into its broader campus policies. Keywords: Scholarships. Palm Oil Scholarships. Discipline. Comparison. || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety PENDAHULUAN Pendidikan tinggi memainkan peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk melalui pengembangan sikap disiplin yang menjadi dasar bagi keberhasilan akademik dan professional (Yunus. Abdurrahman, and Nurlaila Di Indonesia, program beasiswa seperti Beasiswa Sawit menjadi salah satu inisiatif untuk mendukung mahasiswa dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Namun, perbedaan pola hidup antara mahasiswa yang tinggal di asrama . eperti mahasiswa Beasiswa Sawi. dan mahasiswa reguler yang tinggal di kos mandiri berpotensi memengaruhi tingkat disiplin mereka. Mahasiswa asrama umumnya mengalami pembinaan intensif melalui aturan-aturan yang ketat, sementara mahasiswa reguler lebih bergantung pada disiplin diri di lingkungan kos yang lebih bebas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lingkungan asrama dapat meningkatkan disiplin melalui pembinaan terstruktur. Dalam konteks siswa SMP, siswa yang tinggal di asrama menunjukkan disiplin yang lebih baik dibandingkan dengan yang tinggal di luar asrama, meskipun perbedaannya tidak signifikan (Aling and Anggal 2. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa sistem pendidikan dan pembinaan di asrama berpotensi menimbulkan perbedaan tingkat disiplin, di mana lingkungan asrama memfasilitasi pengembangan akademik dan kualitas siswa melalui aturan yang konsisten. Selain itu, perbedaan status siswa . easiswa vs. mungkin menimbulkan variasi dalam motivasi dan perilaku disiplin, yang memerlukan strategi pengembangan karakter yang disesuaikan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas siswa secara optimal. Dalam konteks mahasiswa, penelitian tentang motivasi belajar menunjukkan bahwa mahasiswa penerima beasiswa cenderung memiliki motivasi intrinsik yang lebih kuat, yang berkontribusi pada disiplin belajar (Seto et al. Namun, perbedaan pola hidup antara yang diarahkan melalui disiplin eksternal . versus disiplin diri . os mandir. dapat memengaruhi efektivitas pembinaan. Penelitian ini juga menekankan pentingnya mengevaluasi efektivitas pembinaan di asrama untuk memastikan bahwa mahasiswa beasiswa dapat mengembangkan sikap disiplin yang optimal. Selain itu, manajemen asrama yang baik, termasuk perencanaan, implementasi, dan pengawasan, dapat meningkatkan disiplin penghuni asrama (Lasmi et al. Mahasiswa yang tinggal di asrama cenderung lebih terstruktur dalam kehidupan sehari-hari, yang mendukung pengembangan disiplin. sisi lain, mahasiswa reguler yang tinggal di kos mandiri mungkin menghadapi tantangan dalam menjaga disiplin tanpa pengawasan eksternal, sehingga memerlukan strategi pembinaan yang berbeda. Penelitian tentang kesadaran, sikap, dan pengalaman mahasiswa terhadap beasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kesadaran yang tinggi terhadap proses beasiswa cenderung memiliki sikap positif dan pengalaman yang lebih baik (Sacal. Geroy, and Prado Ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai penerima beasiswa dapat memengaruhi disiplin, terutama dalam aspek seperti disiplin waktu dan Mengidentifikasi secara ilmiah bagaimana pola hidup dan lingkungan pembinaan memengaruhi sikap disiplin mahasiswa baru menjadi penting untuk memberikan dasar evaluasi bagi kampus dan pengelola beasiswa dalam meningkatkan efektivitas pembinaan karakter, baik bagi mahasiswa beasiswa maupun reguler. Hal ini juga membantu kampus Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) merumuskan strategi || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety pembinaan yang inklusif, yang mampu menyeimbangkan kebutuhan mahasiswa dengan latar belakang tinggal yang berbeda, serta membangun budaya disiplin yang positif di lingkungan kampus melalui pemahaman perbedaan pola perilaku dan kebiasaan Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah terdapat perbedaan sikap disiplin antara mahasiswa baru Beasiswa Sawit . ang tinggal di asram. dan mahasiswa reguler . ang tinggal di kos mandir. di Kampus ITSI tahun 2025, khususnya dalam aspek cara berpakaian/kerapian, cara berkomunikasi, disiplin waktu, dan ketertiban dalam kampus? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: . mengidentifikasi secara ilmiah bagaimana pola hidup dan lingkungan pembinaan memengaruhi sikap disiplin mahasiswa baru. memberikan dasar evaluasi bagi kampus dan pengelola beasiswa untuk meningkatkan efektivitas pembinaan karakter. membantu kampus ITSI merumuskan strategi pembinaan yang inklusif. membangun budaya disiplin yang positif di lingkungan kampus melalui pemahaman perbedaan pola perilaku dan kebiasaan mahasiswa. Penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi Kampus ITSI dalam menyusun kebijakan yang tepat untuk meningkatkan sikap disiplin mahasiswa baru, khususnya pada empat aspek kritis: cara berpakaian, salam-sapa, disiplin waktu, dan ketertiban di kelas. Hasil analisis perbedaan antara mahasiswa Beasiswa Sawit . dan reguler . os mandir. akan menjadi dasar penyusunan panduan berpakaian yang jelas, etika berkomunikasi, serta sistem kehadiran dan ketertiban kelas yang efektif. Bagi pengelola asrama, temuan penelitian membantu mengevaluasi sejauh mana pembinaan di asrama berhasil membentuk kedisiplinan. Selain itu, penelitian ini memberikan informasi empiris tentang tingkat sikap disiplin mahasiswa penerima beasiswa sawit dan mahasiswa reguler sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam meningkatkan kualitas program beasiswa serta pembinaan karakter mahasiswa. Penelitian ini juga membantu perguruan tinggi dan lembaga pemberi beasiswa dalam merancang strategi pembinaan yang lebih efektif dan tepat sasaran untuk meningkatkan kedisiplinan mahasiswa sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan mereka. Lebih jauh, penelitian ini mendukung pencapaian tujuan program beasiswa sawit dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya cerdas akademik tetapi juga memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab tinggi, sehingga berkontribusi pada pengembangan industri kelapa sawit nasional. Terakhir, penelitian ini memberikan dasar bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi perilaku disiplin mahasiswa dan dampaknya terhadap prestasi akademik maupun keterampilan nonakademik. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena seluruh variabel yang diteliti diukur menggunakan angka dan dianalisis secara statistik. Sugiyono . menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti suatu populasi atau sampel tertentu dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan melalui analisis numeric (Auliya et al. || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Jenis Penelitian Metode penelitian yang kami gunakan adalah metode kuantitatif. Metode ini merupakan gabungan antara metode cross sectional dan metode explanatory survey. Metode cross sectional adalah studi observasional yang mengumpulkan data dari populasi atau sampel pada satu titik waktu tertentu untuk melihat hubungan antarvariabel. Sementara itu, metode explanatory survey bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antarvariabel dengan cara menguji hipotesis yang telah ditetapkan, menggunakan survei dengan kuesioner untuk mengumpulkan data dari sampel populasi. Pada penelitian ini, variabel yang akan kami teliti meliputi cara berpakaian atau kerapian, cara berkomunikasi, kedisiplinan waktu, dan ketertiban di lingkungan kampus antara mahasiswa asrama dan mahasiswa reguler . (Sofya et al. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), yang terdiri dari dua kelompok mahasiswa utama yaitu mahasiswa penerima Beasiswa SDM Sawit dan mahasiswa reguler. Pemilihan lokasi didasarkan pada karakteristik kampus yang memiliki sistem pembinaan disiplin formal bagi mahasiswa beasiswa sawit, sedangkan mahasiswa reguler tidak melalui pola pembinaan serupa. Waktu penelitian berlangsung pada Bulan November-Desember 2025, mencakup tahap persiapan instrumen, pengumpulan data, hingga analisis hasil. Target Penelitian Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian (Darmawan, 2. Kriteria sampel ditetapkan sebagai berikut: . Mahasiswa baru angkatan 2025. Terdaftar sebagai mahasiswa beasiswa sawit atau mahasiswa reguler. Aktif mengikuti kegiatan akademik dan pembinaan kampus. Jumlah minimal sampel ditentukan dengan rumus nOu30 dalam Central Limit Theorem (CLT) (Sungkono and Ayu 2022. Assingkily, 2. Karena Ukuran sampel n Ou 30 dianggap cukup besar untuk membuat rata-rata sampel mendekati distribusi normal. Maka responden yang diperlukan minimal 30 orang. Prosedur Prosedur penelitian ini dilakukan secara sistematis melalui dua tahapan utama, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan penelitian untuk memastikan validitas dan reliabilitas data yang diperoleh. tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini, ialah: Tahap Persiapan Studi Pendahuluan dan Identifikasi Masalah Peneliti melakukan kajian literatur terhadap penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan sikap disiplin mahasiswa, pembinaan asrama, dan perbedaan perilaku mahasiswa beasiswa dan reguler. Studi pendahuluan juga mencakup observasi awal terhadap kondisi mahasiswa baru di kampus ITSI untuk mengidentifikasi aspek-aspek disiplin yang akan diteliti. || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Penyusunan Instrumen Penelitian Peneliti menyusun kuesioner berbasis skala Likert dengan 15 pernyataan yang mencakup lima indikator sikap disiplin: . kerapian diri dan berpakaian, . etika komunikasi dan sopan santun, . disiplin waktu, . ketertiban di kelas, dan . kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Kuesioner dibuat dalam dua bagian identik untuk menilai mahasiswa reguler (Bagian A) dan mahasiswa beasiswa sawit (Bagian B), sehingga memungkinkan perbandingan langsung antara kedua kelompok. Validasi Instrumen Sebelum digunakan untuk pengumpulan data, instrumen penelitian divalidasi melalui expert judgment dengan dosen pembimbing . Selain itu, dilakukan uji coba terbatas kepada 30 responden di luar sampel penelitian untuk menguji validitas menggunakan korelasi item-total dan reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha (Ou 0,. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas, peneliti melakukan revisi terhadap item yang tidak memenuhi kriteria. Penentuan Responden Peneliti menentukan responden yang akan memberikan penilaian, yaitu dosen, kakak tingkat, ibu kantin, dan staff akademik/pembina yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa baru. Pembuatan Kuesioner Digital Kuesioner yang telah divalidasi dibuat dalam format digital menggunakan Google Forms untuk memudahkan distribusi dan pengumpulan data. Peneliti melakukan sosialisasi kepada calon responden mengenai tujuan penelitian dan cara pengisian kuesioner melalui pertemuan langsung dan melalui WhatsApp. Tahap Pelaksanaan dan Pengolahan Data Pengumpulan Data Kuesioner digital disebarkan kepada responden melalui link Google Forms yang dikirimkan via grup WhatsApp. Responden diberikan waktu 1 minggu untuk mengisi Selama periode ini, peneliti melakukan monitoring dan mengirimkan reminder kepada responden yang belum mengisi. Setelah data terkumpul, peneliti melakukan verifikasi untuk memastikan tidak ada data yang missing, tidak lengkap, atau duplikasi, serta memastikan data memenuhi jumlah minimal sampel . Ou . Tabulasi dan Input Data Data hasil kuesioner diekspor dari Google Forms ke dalam format Microsoft Excel atau CSV, kemudian ditabulasi dan diberi kode sesuai variabel penelitian. Setiap item pernyataan diberi skor berdasarkan skala Likert . , dan skor total untuk setiap responden Data yang telah ditabulasi kemudian diinput ke dalam software statistik SPSS untuk analisis lanjutan. || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Analisis Deskriptif Analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi data sikap disiplin mahasiswa, mencakup frekuensi, persentase, nilai rata-rata . , median, modus, standar deviasi, serta skor minimum dan maksimum. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan menggunakan Independent Sample T-Test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan signifikan antara sikap disiplin mahasiswa beasiswa sawit dan mahasiswa reguler. Hipotesis yang diuji adalah: A HCA: Tidak terdapat perbedaan sikap disiplin yang signifikan antara mahasiswa beasiswa sawit dan mahasiswa reguler A HCA: Terdapat perbedaan sikap disiplin yang signifikan antara mahasiswa beasiswa sawit dan mahasiswa reguler Dengan taraf signifikansi = 0,05, jika nilai sig. < 0,05 maka HCA ditolak . erdapat perbedaan signifika. , dan jika sig. > 0,05 maka HCA diterima . idak terdapat perbedaan Interpretasi Hasil dan Pelaporan Hasil analisis statistik diinterpretasikan dalam konteks tujuan penelitian dan dikaitkan dengan teori serta penelitian sebelumnya. Peneliti menarik kesimpulan yang menjawab rumusan masalah, menyusun rekomendasi untuk pihak kampus dan pengelola beasiswa, serta menyusun laporan penelitian lengkap yang mencakup seluruh proses dan hasil penelitian. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan menggunakan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada mahasiswa baru beasiswa sawit dan mahasiswa reguler. Metode survei digunakan karena dapat menjangkau banyak responden dan mengumpulkan data dalam waktu singkat, sesuai karakteristik explanatory survey (Sofya et al. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan melalui tahapan: Uji Validitas menggunakan korelasi itemAetotal. Uji Reliabilitas menggunakan CronbachAos Alpha (Ou 0,. Uji Normalitas dan Homogenitas sebagai syarat uji komparatif. Uji Perbedaan menggunakan Independent Sample T-Test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan sikap disiplin antara mahasiswa beasiswa sawit dan mahasiswa reguler. Penggunaan Independent Sample T-Test sesuai dengan penelitian komparatif kuantitatif pada dua kelompok independen (Seto et al. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari penelitian yang telah kami lakukan, kami memperoleh responden sebanyak 30 orang responden. Pemilihan jumlah sampel ini didasarkan pada pertimbangan kecukupan statistik untuk pengujian parametrik, mengingat bahwa sampel minimal untuk uji t-test || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety independen adalah 30 responden per kelompok untuk memenuhi asumsi distribusi normal berdasarkan teorema limit pusat (Sungkono and Ayu 2. Data yang terkumpul kemudian diolah melalui tiga tahapan sistematis yang mengikuti prinsip analisis data kuantitatif sebagaimana dijelaskan oleh (Machali 2. , yaitu: . tahap reduksi data dan uji kualitas instrumen melalui uji validitas dan reliabilitas. tahap penyajian data dan pengujian asumsi klasik meliputi uji normalitas dan serta . tahap penarikan kesimpulan melalui uji komparatif menggunakan independent samples t-test. Pendekatan bertahap ini memastikan bahwa setiap langkah analisis memenuhi prasyarat statistik yang diperlukan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya (Amruddin et al, 2. Uji Kualitas Instrumen (Validitas dan Reliabilita. Pengujian kualitas instrumen dilakukan untuk memastikan bahwa item-item yang digunakan akurat dan konsisten dalam mengukur perilaku disiplin. Pengujian ini diterapkan pada masing-masing kelompok sampel (Mahasiswa Reguler dan Mahasiswa Beasisw. , dengan jumlah responden pengamat sebanyak ycA = 30 per kelompok. Uji Validitas Item Uji validitas dilakukan menggunakan metode Korelasi Item-Total (Corrected ItemTotal Correlatio. untuk menentukan daya dukung setiap item terhadap skor total. Dengan derajat kebebasan . ccyce = ycA Oe 2 = 30 Oe 2 = . dan taraf signifikansi yu = 0,05, nilai kritis ycycycaycayceyco ditetapkan sebesar 0,361. Item dinyatakan valid jika koefisien korelasi hitungnya ycEaycnycycycuyci melampaui nilai ycycycaycayceyco. Kelompok Mahasiswa Reguler: Dari 15 item yang diujikan, 14 item dinyatakan valid. Item R13 . cEaycnycycycuyci = 0,. dinyatakan TIDAK VALID dan diputuskan untuk dikeluarkan dari analisis selanjutnya karena gagal memenuhi kriteria ycEaycnycycycuyci > 0,361. Kelompok Mahasiswa Beasiswa: Seluruh 15 item (B1AeB. dinyatakan VALID karena nilai ycEaycnycycycuyci masing-masing item berada di atas 0,361. Tabel 1. Hasil uji validitas mahasiswa reguler menggunakan metode Correctad Item Total Correlation Pertanyaan (Ite. Memasukkan baju ke dalam celana saat di 0,396 0,361 Menggunakan atribut kampus secara 0,551 0,361 lengkap dan rapi Penampilan rambut rapi sesuai standar 0,378 0,361 Mengucapkan salam dan menyapa ketika 0,477 0,361 Menunjukkan etika yang baik saat berbicara 0,443 0,361 dengan dosen/kating Menunjukkan bahasa tubuh yang sopan 0,432 0,361 Selalu datang tepat waktu saat perkuliahan 0,560 0,361 || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. No. Item Keputusan VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Mengumpulkan tugas sesuai dengan 0,613 0,361 VALID tenggat waktu Tetap tenang dan tidak ribut ketika dosen 0,534 0,361 VALID R10 Menjaga ketertiban saat menunggu dosen di 0,536 0,361 VALID dalam kelas R11 Tetap tertib saat menunggu pergantian kelas 0,519 0,361 VALID R12 Menunjukkan sikap kebersamaan yang baik 0,405 0,361 VALID dengan teman-teman R13 Sering terlihat pergi dan pulang bersama0,229 0,361 TIDAK sama dengan teman VALID R14 Berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong 0,458 0,361 VALID R15 Patuh terhadap perintah Dosen. Kating, dan 0,580 0,361 VALID Pembina Asrama Tabel 2. Hasil uji validitas mahasiswa reguler menggunakan metode Correctad Item Total Correlation No. Pertanyaan (Ite. Keputusan Item Memasukkan baju ke dalam celana saat di 0,544 0,361 VALID Menggunakan atribut kampus secara lengkap 0,532 0,361 VALID dan rapi Penampilan rambut rapi sesuai standar 0,578 0,361 VALID Mengucapkan salam dan menyapa ketika 0,420 0,361 VALID Menunjukkan etika yang baik saat berbicara 0,433 0,361 VALID dengan dosen/kating Menunjukkan bahasa tubuh yang sopan 0,432 0,361 VALID Selalu datang tepat waktu saat perkuliahan 0,548 0,361 VALID Mengumpulkan tugas sesuai dengan tenggat 0,422 0,361 VALID Tetap tenang dan tidak ribut ketika dosen 0,458 0,361 VALID B10 Menjaga ketertiban saat menunggu dosen di 0,457 0,361 VALID dalam kelas B11 Tetap tertib saat menunggu pergantian kelas 0,457 0,361 VALID B12 Menunjukkan sikap kebersamaan yang baik 0,503 0,361 VALID dengan teman-teman B13 Sering terlihat pergi dan pulang bersama-sama 0,490 0,361 VALID dengan teman B14 Berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong 0,477 0,361 VALID || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety B15 Patuh terhadap perintah Dosen. Kating, dan 0,503 0,361 VALID Pembina Asrama Uji Reliabilitas Setelah proses eliminasi item tidak valid, uji reliabilitas dilakukan pada item-item yang tersisa menggunakan koefisien Cronbach's Alpha . Instrumen dinyatakan reliabel jika yu > 0,60. Kelompok Mahasiswa Reguler: Dengan 14 item valid, diperoleh nilai yu = 0,928. Kelompok Mahasiswa Beasiswa: Dengan 15 item valid, diperoleh nilai yu = 0,930. Tabel 3. Hasil uji reliabilitas mahasiswa reguler menggunakan metode Cronbach's Alpha . Variabel Item Varians (Ei. 0,911 0,782 0,767 0,985 0,816 0,931 0,713 0,668 0,782 R10 0,759 R11 1,023 R12 1,023 R14 0,931 R15 0,816 Jumlah OcEi2 12,907 Skor Total Et2 93,285 Perhitungan yu 12,907 yu=( ) . 14 Oe 1 93,285 yu = ( ) . Oe 0,. yu = . yu = 0,928 Tabel 4. Hasil uji reliabilitas mahasiswa Beasiswa menggunakan metode Cronbach's Alpha . Variabel Item Varians (Ei. 0,862 0,931 0,966 1,034 0,862 0,767 || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety B10 B11 B12 B13 B14 B15 Jumlah Skor Total OcEi2 Et2 0,690 0,954 1,023 0,931 1,034 1,172 0,954 0,911 0,954 14,155 106,621 Perhitungan yu 14,155 yu=( ) . 15 Oe 1 106,621 yu = ( ) . Oe 0,. yu = . yu = 0,930 Karena kedua kelompok menunjukkan nilai CronbachAos Alpha yang sangat tinggi . i atas 0,. , disimpulkan bahwa instrumen survei ini memiliki reliabilitas yang sangat baik dan konsisten dalam mengukur perilaku disiplin Uji Asumsi Klasik (Prasyarat Uji Komparati. Sebelum melakukan uji komparatif parametrik . c Oe ycyceycy. dua asumsi statistik harus dipenuhi: normalitas dan homogenitas. Uji Normalitas Uji normalitas skor total kedua kelompok dilakukan menggunakan Uji KolmogorovSmirnov pada taraf signifikansi yu = 0,05. Kriteria yang digunakan adalah data berdistribusi normal jika nilai Asymp. Sig. lebih besar dari 0,05. Tabel 5. Hasil uji normalitamenggunakan metode Uji Kolmogorov-Smirnov Kelompok Sampel Statistik df Asymp. Sig. Kriteria (Sig. Keputusan 0,. Mahasiswa Reguler 0,119 30 0,200 . ,200 > 0,. Normal Mahasiswa 0,125 30 0,158 ,158 > 0,. Normal Beasiswa Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikansi kedua kelompok lebih besar dari 0,05, yang berarti data skor total perilaku disiplin berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas varian dilakukan menggunakan Levene's Test untuk memastikan varian kedua kelompok adalah sama. Tabel 6. Hasil uji homogenitasmenggunakan metode Levene's Levene Statistic Sig. Keputusan 0,223 0,638 Homogen || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Karena nilai signifikansi 0,638 > 0,05, disimpulkan bahwa varian kedua kelompok adalah homogen. Dengan terpenuhinya kedua asumsi ini, analisis dapat dilanjutkan menggunakan Uji yc independen. Uji Komparatif (Independent Samples yei-Tes. Uji yc independen dilakukan untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan ratarata skor perilaku disiplin yang signifikan antara Mahasiswa Reguler dan Mahasiswa Beasiswa. Statistik Deskriptif Tabel 7. Hasil uji menggunakan metode yc-Test 1 Kelompok N Rata-Rata (XO) Standar Deviasi (SD) Reguler 30 54,93 3,117 Beasiswa 30 58,10 3,365 Secara deskriptif. Mahasiswa Beasiswa memiliki rata-rata skor disiplin yang lebih I = 58,. dibandingkan Mahasiswa Reguler ( X I = 54,. tinggi ( X Hasil Uji t Independen Tabel 8. Hasil uji menggunakan metode yc-Test 2 df Sig. -taile. Mean Difference -3,656 58 0,000 -3,17 Kesimpulan Uji Hipotesis Proses pengambilan keputusan didasarkan pada nilai signifikansi dua arah (Sig. ) yang diperoleh dari tabel hasil uji yc. Dalam penelitian ini, nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,000. Angka ini kemudian dibandingkan dengan batas toleransi kesalahan . ingkat signifikansi, y. yang umumnya ditetapkan sebesar 0,05. Oleh karena nilai signifikansi 0,000 jauh lebih kecil dari 0,05 . ,000 O 0,. , maka keputusan yang diambil adalah menolak Hipotesis Nol . a0 ) dan menerima Hipotesis Alternatif . ayu ) . Penolakan . a0 ) ini mengindikasikan bahwa perbedaan rata-rata yang diamati antara kedua kelompok bukanlah terjadi secara kebetulan atau karena faktor acak, melainkan merupakan perbedaan yang nyata dan signifikan secara statistik. Jadi, kesimpulan statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam perilaku disiplin antara Kelompok Mahasiswa Reguler dan Kelompok Mahasiswa Beasiswa. Secara spesifik, dengan rata-rata skor disiplin Mahasiswa Beasiswa I = 58,. yang lebih tinggi dibandingkan Mahasiswa Reguler ( X I = 54,. , dapat diinterpretasikan bahwa perilaku disiplin Mahasiswa Beasiswa dinilai teruji lebih tinggi. Hasil ini memberikan indikasi kuat bahwa faktor-faktor tertentu yang terkait dengan status beasiswa, seperti adanya tuntutan akademik yang lebih tinggi, kewajiban mempertahankan IPK dengan nilai tertentu, serta adanya Pembina asrama dapat memengaruhi tingkat kepatuhan dan kedisiplinan mereka di lingkungan kampus (Ilyasin, 2. Temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu yang mengaitkan status penerima bantuan finansial . dengan peningkatan motivasi dan tanggung jawab akademik maupun non-akademik. Sebagai contoh, studi yang dilakukan oleh (Yunus et al. menemukan adanya korelasi positif antara penerimaan beasiswa dengan peningkatan usaha dan kepatuhan terhadap aturan institusi karena adanya rasa tanggung jawab dan dorongan untuk mempertahankan fasilitas yang telah diberikan. || Bagus Adhyaksa, et. || Analisis Perbedaan Sikap Disiplin Mahasiswa Baru. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 828-840 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety SIMPULAN Penelitian ini mengungkapkan temuan penting tentang perbedaan sikap disiplin antara mahasiswa beasiswa sawit dan mahasiswa reguler di Institut Teknologi Sawit Indonesia. Berdasarkan analisis terhadap 30 responden pengamat yang menilai kedua kelompok mahasiswa, ditemukan bahwa mahasiswa beasiswa sawit menunjukkan tingkat disiplin yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa reguler, dengan skor rata-rata 58,10 berbanding 54,93. Perbedaan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan mencerminkan realitas di lapangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan sistem pembinaan. Mahasiswa beasiswa sawit yang tinggal di asrama mendapatkan pembinaan terstruktur dan pengawasan intensif dari pembina asrama (Ridho et al. , 2. Mereka hidup dalam lingkungan yang memiliki aturan jelas dan jadwal kegiatan yang teratur, mulai dari waktu bangun tidur, belajar, hingga istirahat. Sistem ini membentuk kebiasaan disiplin secara konsisten dan terus menerus . Sebaliknya, mahasiswa reguler yang tinggal di kos mandiri memiliki kebebasan lebih besar dalam mengatur kehidupan sehari-hari. Mereka lebih bergantung pada kesadaran dan motivasi diri untuk menjaga kedisiplinan. Tanpa pengawasan eksternal yang ketat, beberapa mahasiswa mungkin mengalami kesulitan mempertahankan konsistensi dalam hal kerapian berpakaian, ketepatan waktu, dan ketertiban di kelas ( Suherman and Marsofiyati, 2. Faktor krusial yang membedakan kedua kelompok adalah tuntutan yang melekat pada status penerima beasiswa. Mahasiswa beasiswa sawit memiliki kewajiban mempertahankan prestasi akademik dengan standar IPK tertentu. Kegagalan memenuhi syarat ini berisiko kehilangan beasiswa yang sangat berarti bagi kelangsungan pendidikan Tekanan positif ini mendorong mereka untuk lebih disiplin, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam perilaku sehari-hari di kampus (Nurjanah et al. Selain itu, keberadaan pembina asrama berperan signifikan dalam membentuk karakter disiplin mahasiswa beasiswa. Pembina tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan bimbingan, arahan, dan teguran ketika diperlukan. Mereka menjadi figur yang membantu mahasiswa memahami pentingnya disiplin untuk masa depan. Interaksi rutin dengan pembina menciptakan rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya menjaga nama baik sebagai penerima beasiswa. DAFTAR PUSTAKA Aling. Natalius, and Nikolaus Anggal. AuGAUDIUM VESTRUM : JURNAL KATEKETIK PASTORAL Kedisiplinan Siswa SMP Negeri 1 Jempang Yang Tinggal Di Asrama Santo Yosef Freinadementz Dan Di Luar Asrama. Ay 5. :26Ae33. Amruddin. Roni Priyanda. Tri Siwi Agustina. Nyoman Sri Ariantini. Ni Gusti Ayu Lia Rusmayani. METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF. Assingkily. Metode Penelitian Pendidikan: Panduan Menulis Artikel Ilmiah dan Tugas Akhir. Yogyakarta: K-Media. Auliya. Nur Hikmatul. Helmina Andriani. Roushandy Asri Fardani. Jumari Ustiawaty. Evi Fatmi Utami. Dhika Juliana Sukmana, and Ria Rahmatul Istiqomah. METODE PENELITIAN KUALITATIF & KUANTITATIF. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu.