https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Hubungan Antara Self-Compassion Dan Konsep Diri Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa FIKOM UPI Y. I Angkatan 2018 Yang Mengikuti Magang Nurul Alya Putri1. Tanti Susiarini2 Universitas Persada Indonesia Y. Jl. Pangeran Diponegoro No. RT. 2/RW. Kenari. Kec. Senen. Kota Jakarta Pusat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430 E-mail: nrlalya67@gmail. com1, tanti. gestalt@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. angkatan 2018 yang mengikuti magang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 200 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 121 Teknik pengumpulan data menggunakan tiga skala, yaitu skala self-compassion, konsep diri, dan Hasil analisis bivariat correlation pertama antara self-compassion dengan resiliensi diperoleh koefisien korelasi . sebesar 0,693 dengan p = 0. 000 < 0,05. Sehingga Ha1 yang berbunyi AuAda hubungan antara selfcompassion dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. angkatan 2018 yang mengikuti magangAy diterima. Hasil analisis bivariat correlation kedua antara konsep diri dengan resiliensi diperoleh korelasi . sebesar 0,791 dengan p = 0,000 < 0,05. Sehingga Ha2 yang berbunyi AuAda hubungan antara konsep diri dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. angkatan 2018 yang mengikuti magangAy diterima. Hasil analisis data multivariate correlation antara self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi diperoleh (R) sebesar 0,814 dengan P = 0,000 < 0,05. Sehingga Ha3 yang berbunyi AuAda hubungan antara self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I angkatan 2018 yang mengikuti magangAy diterima. Kata kunci: self-compassion, konsep diri, dan resiliensi. ABSTRAK This study aims to determine the relationship between self-compassion and self concept with resilience in students of the Faculty of Communication Sciences. Universitas Persada Indonesia Y. I batch 2018 who took part in an internship. The population in this study amounted to 1200 students. The Technique sampling used in this study is snowball sampling with a total sample of 121 students. The data collection technique uses three scales, namely the self-compassion, self-concept, and resilience. The results of the first bivariate correlation analysis between selfcompassion and resilience obtained a correlation coefficient . 693 with p = 0,000 < 0. So Ha1 which reads "There is a relationship between self-compassion and resilience in students of the Faculty of Communication Sciences. Universitas Persada Indonesia Y. I batch 2018 who took part in the internship" is accepted. The results of the second bivariate correlation analysis between self-concept and resilience obtained a correlation . 791 with p = 0,000 < 0. So Ha2 which reads "There is a relationship between self-concept and resilience in students of the Faculty of Communication Sciences. Universitas Persada Indonesia Y. I batch 2018 who took part in the internship" is The results of data analysis of multivariate correlation between self-compassion and self-concept with resilience were obtained (R) of 0. 814 with P = 0,000 < 0. So Ha3 which reads "There is a relationship between self-compassion and self-concept with resilience in students of the Faculty of Communication Sciences. Universitas Persada Indonesia Y. I batch 2018 who took part in the internship" is accepted. Keywords: self-compassion, self-concept, and resilience. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Tidak sedikit dari mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja, sehingga mahasiswa tersebut mempunyai banyak kegiatan dalam kesehariannya. Fenomena mahasiswa menjalani kuliah sambil bekerja ini sudah menjadi hal yang tidak asing. Hampir di setiap universitas terdapat mahasiswa yang melaksanakan kuliah sambil bekerja. Salah satu pekerjaan yang mahasiswa bisa ikuti dalam masa perkuliahan adalah Magang merupakan program yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja dan mempersiapkan karir di masa depan. Terdapat melatarbelakangi mahasiswa mengikuti magang, diantaranya yaitu tuntutan mempersiapkan karir, mencari potensi, mendapatkan uang saku, dan lain Namun, pada kenyataannya menempuh pendidikan kuliah sambil magang tidak mudah dan memiliki keterbatasan, seperti kesulitan dalam mengatur waktu atau menyelesaikan Menurut Subandy dan Jatmika . mahasiswa terkadang merasa terbebani dalam proses perkuliahan dengan tugas yang tidak sedikit. Terdapat mahasiswa akibatkan ketika kuliah sambil mengikuti magang, yaitu kelebihan peran. Mahasiswa yang mengikuti magang tentunya menjalani mahasiswa yang tidak mengikuti magang dibebani oleh dua tanggung jawab yaitu tugas perkuliahan dan magang. Hal tersebut dapat berakibat buruk pada mahasiswa yang memengaruhi kesehatan fisik dan psikologisnya, seperti stress, pusing, dan kelelahan. Pada wawancara studi pendahuluan pada tanggal 14 April 2022 dikalangan mahasiswa angkatan 2018 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I ditemukan hasil bahwa kesulitan dengan kesibukan antara kuliah dan magang. Responden mengatakan jika saat kuliah sambil magang dihadapi dengan tugas yang cukup banyak antara kuliah dan magang. Responden lain menceritakan bahwa selalu dirasakan dengan tuntutan deadline di mana harus selalu berusaha untuk berpikir untuk menyelesaikan tugas terutama di tempat Selain itu responden lainnya, mengatakan beratnya beban kuliah sambil magang adalah karena tidak ada waktu yang cukup untuk istirahat, terutama ketika diharuskan bekerja secara work from office, responden menjadi tidak cukup istirahat yang Beratnya beban kerja yang ada pada mahasiswa yang mengikuti magang membuat mahasiswa menjadi merasakan adanya tekanan. Saat wawancara kebanyakan responden menceritakan bahwa terkadang merasakan stress dan pusing akibat beratnya beban yang harus di jalani selama kuliah sambil magang. Responden juga mengatakan sampai sulit untuk berkonsentrasi ketika mengerjakan Bahkan, terdapat responden yang pernah jatuh sakit dikarenakan padatnya jadwal ketika melaksanakan kuliah sambil magang. Namun, kesulitan tersebut tidak membuat responden langsung menyerah dengan keadaan dan tetap bertahan. Responden mengatakan dapat bertahan melewati kesulitan dan tantangan tersebut dikarenakan adanya tuntutan dari kampus, mengingat adanya kewajiban sebagai mahasiswa untuk memenuhi SKS, berpikir positif bahwa mampu melewati hal tersebut dan memperhatikan diri sendiri dengan cara tidak menghakimi diri dengan pikiran negatif, mengapresiasi diri yang sudah bekerja keras, serta memotivasi diri sendiri bahwa dirinya mampu dan hal Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive yang dilakukan saat ini bermanfaat untuk Oleh karena itu resiliensi menjadi hal penting bagi mahasiswa yang kuliah sambil mengikuti magang. Mahasiswa membutuhkan kemampuan beradaptasi yang baik dalam menghadapi kesulitan dan tantangan untuk bertahan yang dapat disebut sebagai resiliensi (Usroh & Ningrum, 2. Menurut Reivich dan Shatte . resiliensi adalah kemampuan individu untuk menanggapi secara positif ketika menghadapi tantangan atau trauma dalam Individu yang memiliki resiliensi yang baik mampu memahami bahwa kesalahan yang terjadi bukanlah akhir dari segalanya. Individu resilien dapat mengambil sebuah makna dari kemampuannya untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi. Individu juga akan berusaha untuk menguji dirinya sendiri dan berusaha mengatasi masalah dengan Resiliensi mahasiswa untuk bertahan dalam kesulitan dan mampu untuk menghadapi kesulitan dalam kehidupan, serta dapat mengontrol emosi negatif yang muncul dengan cara menerima diri dengan apa adanya (Sarwono, dalam Kawitri. Rahmawati, dkk, 2. Kondisi penerimaan diri yang seutuhnya tersebut berhubungan dengan suatu konsep psikologi positif, yaitu self-compassion. Maka memengaruhi resiliensi adalah selfcompassion. Neff . mengatakan selfcompassion sebagai sebuah bentuk perhatian dan kebaikan terhadap diri sendiri ketika dihadapi berbagai kesulitan dalam hidup atau kelemahan dalam diri. Individu yang memiliki self-compassion yang positif, memiliki pemikiran bahwa penderitaan, kegagalan, dan kekurangan adalah bagian dari kehidupan. Selain self-compassion memengaruhi individu, terdapat faktor Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 lainnya yang memengaruhi resiliensi yaitu konsep diri. Menurut Novilita dan Suharnan . Mujidah. Anisah, & Widjanarko, 2. konsep diri adalah pemikiran terhadap diri individu, mengenali, dan memahami diri dengan bagaimana pandangan dalam melihat dirinya sebagai pribadi, juga cara individu merasakan dan memiliki harapan terhadap dirinya. Menurut Andriani dan Kuncoro . jika individu yang memiliki konsep diri positif maka individu tersebut akan memiliki kemampuan membuat rencana di masa depan untuk hidupnya, sehingga ketika individu dalam keadaan yang sulit dan penuh tantangan, individu tersebut tetap mampu bertahan serta mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi. Maka berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan antara self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi pada mahasiswa angkatan 2018 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I yang mengikuti magang. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat hubungan antara self-compassion dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I angkatan 2018 yang mengikuti magang? Apakah terdapat hubungan antara konsep diri dengan resiliensi pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I angkatan 2018 yang mengikuti magang? Apakah terdapat hubungan antara self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive angkatan 2018 yang mengikuti TUJUAN PENELITIAN Berdasarkan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah: Untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I angkatan 2018 yang mengikuti magang. Untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan resiliensi pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I angkatan 2018 yang mengikuti magang. Untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. angkatan 2018 yang mengikuti MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan manfaat teoritis dan Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan ide pemikiran mengenai hubungan self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I angkatan 2018 Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi kajian bagi penelitian lain yang berkaitan dan menjadi masukan dalam bidang psikologi terutama pada bidang psikologi perkembangan. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. angkatan 2018 yang mengikuti magang. TINJAUAN PUSTAKA Resiliensi Menurut Geotberg . alam Hendriani, 2. ketahanan dan kemampuan beradaptasi dalam individu, serta kemampuan dalam menghadapi dan mendapatkan solusi ketika individu tersebut mengalami kesulitan dalam hidupnya. Menurut Conor . resiliensi terdiri dari empat komponen, yaitu Hardiness Ditandai ketika individu memiliki dan ketahanan apabila berada dalam menggunakan sisi humornya ketika menghadapi kesulitan. Social support Ditandai dengan kemampuan dalam penerimaan dukungan dari orang lain, membentuk kedekatan, membangun kelekatan aman secara pribadi ataupun sosial, serta dapat berusaha untuk mencapai tujuan kelompoknya. Persistence Kemampuan sebaik-baiknya menghadapi masalah dan yakin jika dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Serta, tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dan kegagalan. Hal tersebut biasanya menampilkan efikasi diri yang baik pada individu. Faith Keyakinan pada individu dengan agama atau bentuk spiritualitas lain juga diidentifikasi sebagai karakteristik. Hal ini sejalan pada hasil penelitian lain mengenai resiliensi yang dilakukan oleh Kauai . alam Everall, 2. bahwa individu yang resilien memiliki personal, ketetapan hati, hubungan yang saling mendukung dengan orang lain. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive dan bergantung pada kepercayaan seperti doa atau ibadah. Self-compassion Menurut Neff selfcompassion merupakan pemahaman dan kebaikan kepada diri sendiri ketika menghadapi rasa kecewa, kegagalan, ataupun saat membuat kesalahan dengan cara tidak langsung menghakimi kegagalan individu, dan mengakui jika hal tersebut merupakan bagian dari kehidupan pada umumnya. Menurut Neff selfcompassion terdiri dari 6 komponen dasar di antaranya, yaitu: Self Kindness vs Self Judgment Self-compassion terdiri dari sikap mengasihi diri yang tinggi dan sikap menghakimi yang rendah. Mengasihi diri ditandai dengan sikap lembut, pengertian, ramah, dan penuh dukungan terhadap diri. Individu yang memiliki self-compassion akan bersikap hangat dan menerima diri, serta tidak penderitaan, kekurangan, dan kegagalan yang dialami. Common Humanity vs Isolation Self-compassion kesadaran universal akan kemanusiaan yang tinggi dan rendahnya pemikiran bahwa individu tersebut terisolasi dari seluruh dunia ketika mengalami Kemanusiaan universal pengalaman universal manusia yang di kegagalan, dan kesalahan. Kemanusiaan universal juga melibatkan kesadaran Individu yang memiliki selfcompassion penderitaan, kegagalan, dan kesulitan hidup dari banyak perspektif, sehingga tidak larut dalam perasaan bahwa hanya dirinya-lah yang gagal atau menderita. Mindfulness vs Overidentification Self-compassion terdiri dari tingkat mindful yang tinggi dan tingkat ruminasi Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 ver identifikas. yang rendah. Kesadaran ditunjukkan dengan kejernihan dalam menderita tanpa terokupasi pada pemikiran dan perasaan bahwa ia menderita atau gagal. Konsep Diri Menurut Hurlock . alam Ghufron. Nur, & Risnawati, 2. konsep diri merupakan sebuah gambaran individu mengenai dirinya sendiri yang termasuk kedalam keyakinan psikologis, fisik, sosial, emosional, aspiratif, dan prestasi yang dicapai. Menurut Berzonsky . alam Mujidah. Anisah, & Widjanarko, 2. bahwa konsep diri terdiri dari beberapa aspek, yaitu: Aspek fisik, merupakan sebuah evaluasi individu terhadap segala sesuatu yang dimiliki, seperti pakaian, tubuh, benda, dan lain Aspek sosial, merupakan aspek peranan sosial yang dimainkan oleh invidu dan sejauh mana penilaian individu terhadap performanya. Aspek moral, merupakan nilai dan keteguhan yang ada di diri individu dalam melihat kehidupan, serta nilai etika moral individu tersebut, seperti kejujuran, tanggung jawab atas kegagalan, religiusitas, dan ketaatan perilaku individu tersebut dengan norma-norma sosial di masyarakat. Aspek psikis, merupakan aspek yang meliputi pikiran, perasaan, dan sifat yang ada pada individu. HIPOTESIS PENELITIAN Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan hipotesis yaitu: Ha1: Ada Hubungan Selfcompassion dengan Resiliensi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I Angkatan 2018. E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Ha2: Ada Hubungan Konsep Diri dengan Resiliensi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. Angkatan 2018. Ha3: Ada Hubungan Selfcompassion dan Konsep Diri dengan Resiliensi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I Angkatan METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu self-compassion, konsep diri, dan resiliensi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I Angkatan 2018 yang mengikuti magang. Menggunakan teknik snowball sampling, kuesioner yang kembali ke peneliti sebanyak 121 responden sebagai sampel. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil uji normalitas, menghasilkan nilai signifikansi untuk skala self-compassion sebesar 0,044 . < 0,. , nilai signifikan untuk skala konsep diri sebesar 0. < 0,. , nilai signifikansi untuk skala resiliensi sebesar 0,001 . < 0,. Maka hal ini menunjukan jika data penelitian skala self-compassion, konsep diri, dan resiliensi berdistribusi tidak normal. Self-compassion kategorisasi skor rendah X > 74,4, kategorisasi skor sedang 74,4 O X O 81,6, kategorisasi skor tinggi X > 81,6. Pada self-compassion dihasilkan mean temuan (X) sebesar 91,744. Sehingga diidentifikasikan bahwa variabel selfcompassion mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi tahun 2018 yang mengikuti magang pada kategori AutinggiAy. Konsep kategorisasi skor rendah dengan X < 42,9, kategorisasi skor sedang 42,9 O X O 47,1, kategorisasi skor tinggi X > 47,1. Pada konsep diri dihasilkan mean temuan (X) sebesar 56,893. Sehingga konsep diri yang dimiliki oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi tahun 2018 yang mengikuti magang pada kategori AutinggiAy. Resiliensi memiliki kategorisasi skor rendah dengan X < 120,2 kategorisasi skor sedang 120,2 O X O 131,8, kategorisasi skor tinggi X > 131,8. Pada konsep diri dihasilkan mean temuan (X) sebesar 165,8. Sehingga diidentifikasikan bahwa variabel resiliensi yang dimiliki oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi tahun 2018 yang mengikuti magang pada kategori AutinggiAy. Berdasarkan dari hasil analisis data yang telah dilakukan terhadap 121 analisis data bivariate correlation dengan koefisien korelasi bivariat antara variabel self-comppasion sebesar . Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan antara self-compassion dengan resiliensi. Sedangkan konsep diri dengan resiliensi sebesar . 0,791 berarti ada hubungan konsep diri dengan resiliensi. Pada hasil menggunakan metode analisis multivariate correlations adalah R = 0,814 dan R2 = 0,663. Hal ini menunjukan adanya hubungan dengan taraf signifikan antara self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi. Pada hasil analisis selanjutnya dengan metode analisis data regression dengan metode enter diketahui R square sebesar 0,663 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa self-compassion dan konsep diri memberikan kontribusi sebesar 66,3% pada resiliensi, sedangkan sisanya 100% - 66,3% = 33,7% menyangkut sumbangan dari faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Hasil analisis selanjutnya dengan menggunakan data regression dengan metode stepwise diperoleh kontribusi konsep diri pada resiliensi sebesar 62,6% dengan hasil R square sebesar 0,626. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi konsep diri pada resiliensi lebih dominan dibandingkan dengan kontribusi selfcompassion. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan hasil analisis data kesimpulan bahwa ada hubungan selfcompassion dengan resiliensi. Arah positif menunjukan semakin tinggi selfcompassion maka semakin tinggi resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I angkatan 2018 yang mengikuti magang. Sebaliknya, semakin rendah self-compassion maka semakin rendah resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I angkatan 2018 yang mengikuti magang. Kemudian, ada hubungan konsep diri dengan resiliensi. Arah positif menunjukan semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. angkatan 2018 yang mengikuti magang. Sebaliknya, semakin rendah konsep diri maka semakin rendah resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. angkatan 2018 yang mengikuti magang. Menunjukan ada hubungan dengan taraf signifikan antara self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. angkatan 2018 yang mengikuti magang. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi self-compassion dan konsep diri, maka semakin tinggi resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. I angkatan 2018 yang Implikasi Berdasarkan hasil dari hasil analisis dan penelitian ini diperoleh hasil yang signifikan dari self-compassion dan konsep diri dengan resiliensi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia Y. angkatan 2018 yang mengikuti magang. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi bagi para peneliti dalam proses penelitian selanjutnya dan didalam pengembangan ilmu terkait self-compassion, konsep diri, dan resiliensi. Serta, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dan mahasiswa atau pihak institusi untuk terus mengembangkan kemampuannya. Saran Ditinjau dari hasil analisis yang telah diperoleh, ada beberapa saran yang mungkin dapat dipertimbangkan, yaitu: Saran Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat khususnya dalam bidang psikologi Penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk peneliti Diharapkan selanjutnya dapat mempertimbangkan faktor lain yang dapat memberikan dapat lebih besar terhadap resiliensi seperti dukungan sosial dari teman dan keluarga, nilai-nilai kehidupan, pengetahuan, keadaan jasmani, motivasi, serta status sosial-ekonomi keluarga. Saran Praktis Para mahasiswa diharapkan untuk kemampuan self-compassion dan konsep diri agar dapat memiliki resiliensi yang tetap baik dengan cara tidak langsung menghakimi diri sendiri ketika dalam E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive kegagalan atau kesulitan, serta mampu untuk memandang diri sendiri secara Hal ini agar dapat membantu mahasiswa dalam kehidupannya, baik itu di kampus maupun di tempat kerja. DAFTAR PUSTAKA