e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) Pada Sistem Supply Chain Management Di Pt Poliprima Cipta Unggul Menggunakan ODOO 16. Dedy Trisanto1. Euis Rahmawati2. Nofita Rismawati3. Muhamad Femy Mulya4 Program Studi Sistem Informasi Industri Otomotif1,2. Program Studi Teknik Informatika3. Program Studi Sistem Informasi4 Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer3. Fakultas Teknik dan Teknologi4 Politeknik STMI Jakarta1. Politeknik STMI Jakarta 2. Universitas Indraprasta PGRI3. Universitas Tanri Abeng4 dedymail2001@gmail. com1, novi. 9001@gmail. com 3, mulya@tau. Received: 2024-11-14. Revised: 2024-11-30. Accepted: 2024-12-10. Issue Period: Vol. 8 No. Pp. Abstrak: PT Poliprima Cipta Unggul merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan helm dan plastic injection. Dalam mengelola pencatatan pergerakan barang dilakukan secara manual menggunakan lembar kerja. Sistem pengelolaan barang berdiri sendiri tanpa integrasi antar divisi sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memperoleh data stok karena informasi yang berasal dari divisi lain tidak dapat diakses langsung. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan konfigurasi modul software ERP berkaitan dengan proses bisnis dalam Supply Chain Management, menyediakan form input pemesanan, pembelian material, perubahan stok barang di gudang, pengiriman finished goods, dan invoice bagi Marketing. PPIC. Pembelian. Gudang. Produksi, dan Penjualan yang terhubung ke database, serta menampilkan data jumlah finished goods menggunakan modul Inventory. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi lapangan dan studi pustaka. Pada studi lapangan, dilakukan observasi dan wawancara pada PT Poliprima Cipta Unggul. Pada studi pustaka dilakukan dengan pencarian informasi melalui berbagai literatur. Adapun metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode System Prototype yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu melakukan analisis kebutuhan, pembuatan prototype, dan implementasi. Penelitian ini mengintegrasikan modul ERP pada proses bisnis yang berkaitan dengan Supply Chain Management, menginputkan data secara lebih cepat dengan form input yang terhubung ke database, dan membuat dashboard yang menampilkan jumlah sisa finished goods menggunakan modul inventory. Akhirnya, penelitian ini memberikan masukan di masa mendatang untuk meneruskan penelitian dengan melakukan integrasi lebih lanjut terhadap modul Accounting yang juga bermanfaat dalam penentuan cost dan budgeting untuk produksi. Penelitian ini menyarankan pihak perusahaan untuk berkoordinasi antar pelaku kegiatan proses bisnis (Marketing. PPIC. Pembelian. Gudang. Produksi, dan Penjuala. dalam mempelajari dan DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. menggunakan ERP sehingga sistem dapat dijalankan, serta diperlukan dukungan kebijakan atasan terkait berjalannya sistem ERP di perusahaan. Kata kunci: ERP. Supply Chain Management. Odoo. Abstract: PT Poliprima Cipta Unggul is a company engaged in making helmets and plastic injection. Managing goods movement records is done manually using a The goods management system stands alone without integration between divisions, so it takes longer to obtain stock data because information from other divisions cannot be accessed directly. This research aims to configure ERP software modules related to business processes in Supply Chain Management, providing input forms for orders, material purchases, changes in stock in warehouses, delivery of finished goods, and invoices for Marketing. PPIC. Purchasing. Warehouse. Production, and Sales are connected to the database, and display data on the number of finished goods using the Inventory module. The data collection methods used were field studies and literature studies. In the field study, observations and interviews were carried out at PT Poliprima Cipta Unggul. The literature study was carried out by searching for information through various literature. The system development method used is the System Prototype method which consists of several stages, namely conducting needs analysis, making a prototype, and implementation. This research integrates the ERP module into business processes related to Supply Chain Management, inputting data more quickly with an input form connected to a database, and creating a dashboard that displays the remaining number of finished goods using the inventory module. Finally, this research provides input for the future to continue research by carrying out further integration of the Accounting module which is also useful in determining costs and budgeting for production. This research suggests that companies coordinate between business process activities (Marketing. PPIC. Purchasing. Warehouse. Production, and Sale. in studying and using ERP so that the system can be run, and supported by superior policies regarding the running of the ERP system in the company is needed. Keywords: ERP. Supply Chain Management. Odoo. PENDAHULUAN Supply Chain Management (SCM) berkaitan langsung terhadap proses menyalurkan barang/jasa hingga sampai ke pelanggan. Untuk merencanakan permintaan dan pengadaan barang/jasa agar sampai ke pelanggan, diperlukan data yang akurat dan dapat diandalkan. Selain itu, perlu dipastikan bahwa data tersebut tidak terduplikasi sehingga tidak mengeluarkan banyak waktu untuk merapikan data tersebut. Semakin besar perusahaan, semakin banyak data yang disimpan. Hubungan antar pelaku supply chain . rodusen, pemasok, logistik, gudang, pengecer, dan pelangga. menjadi kompleks sehingga diperlukan teknologi untuk mengelola supply chain. Salah satu penggunaan teknologi pada perusahaan adalah Enterprise Resource Planning (ERP). Penggunaan ERP dapat mengurangi keterlambatan dan kehilangan pelacakan proses bisnis yang ditimbulkan dari penginputan data, serta kemungkinan duplikasi data karena ada berbagai database sehingga masing-masing database tidak sama. Selain itu, masing-masing divisi tidak ada yang benar-benar mengetahui keseluruhan data secara detail sehingga memungkinkan kesulitan memperoleh data dari divisi lain. ERP dapat memberikan informasi dari keseluruhan data berkat integrasi pada data antar divisi. PT Poliprima Cipta Unggul atau dapat disingkat PT PCU merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan helm dan plastic injection . arang yang terbuat dari bahan baku plasti. Dalam menjalankan DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. proses bisnis yang berkaitan dengan Supply Chain Management. PT Poliprima Cipta Unggul belum menerapkan sistem yang terintegrasi dalam membantu kegiatan perusahaan. Dalam mengelola aliran barang keluar dan masuk, dilakukan pencatatan secara manual oleh bagian Gudang. Sementara, untuk perencanaan produksi, masih menggunakan lembar kerja untuk merencanakan Kemudian, pada pengadaan bahan baku . , perlu dibuatkan surat berbentuk kertas yang berisi rincian bahan baku yang harus dibeli. Ketika bahan baku yang dibeli sudah sampai, data tidak langsung tersampaikan pada divisi yang membutuhkan pembelian tersebut. Bagian Pembelian perlu mengkoordinasikan divisi tersebut dengan menyampaikan informasi langsung kepada divisi terkait. Sementara itu, pada pengiriman barang jadi . inished good. , surat jalan dibuat dengan menginputkan rincian barang yang akan dikirim pada monitor khusus pembuat surat jalan, lalu surat jalan tersebut dicetak. Namun, monitor tersebut hanya membuat surat jalan tanpa memberikan informasi perubahan stok pada area gudang. Dari permasalahan diatas, sistem masing-masing divisi masih berdiri sendiri tanpa integrasi dengan divisi lain. Selain itu, bagian Information System (IS) di perusahaan sering menginputkan kembali seluruh data ke database. Hal ini memakan waktu yang lama, sehingga menimbulkan keterlambatan perusahaan memperoleh data stok untuk menentukan perencanaan produksi karena tidak dapat mengakses langsung informasi yang berasal dari divisi lain. Masalah lain di PT Poliprima Cipta Unggul adalah terdapat sisa finished goods setelah diproduksi yang apabila dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu, dapat menimbulkan pemborosan. Sisa finished goods didapatkan dari perencanaan produksi, dengan menambahkan stok pengaman untuk menjaga kuantitas produk apabila terdapat produk NG . saat produksi. Perusahaan ingin mengetahui jumlah finished goods tersisa dalam suatu periode. Namun, belum ditemukan sistem yang mengelola serta mengakumulasikan jumlah finished goods tersisa. Hal ini menjadi ketidaktahuan perusahaan secara detail, banyak dari jumlah finished goods tersisa. Sistem ERP dapat menjadi solusi mengatasi keterlambatan dan ketidaktahuan akan kondisi yang sedang berjalan, khususnya dalam proses bisnis yang berkaitan dengan Supply Chain Management. Adapun tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah melakukan konfigurasi modul dalam software ERP untuk diterapkan pada proses bisnis yang berkaitan dengan Supply Chain Management, lalu menyediakan form input bagi pengguna yang terhubung ke database dan menampilkan data jumlah finished goods menggunakan modul inventory. Adapun Kajian penelitian sebelumnya permasalahan pada penelitiannya adalah pencatatan kondisi produk masih dilakukan manual mengakibatkan data tidak teratur dan pengelolaan data lebih lambat sehingga dilakukan implementasi ERP menggunakan Odoo yang dapat melakukan pendataan masuk keluarnya barang pada PT. Hospi Niaga Utama. PT. Hospi Niaga Utama mengintegrasi-kan beberapa modul, mulai dari sales order, purchase order, manufacture, dan inventory. Persamaan topik jurnal dengan penelitian ini yaitu mengenai implementasi ERP menggunakan Odoo. Perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah pada jurnal ini hanya menggunakan inputan default Odoo, tidak menyesuaikan inputan yang ada di perusahaan. Sementara pada penelitian kami membuat kustomisasi Odoo. II. METODE DAN MATERI Sistem Sistem merupakan kumpulan unsur, komponen, atau variabel yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sebuah sistem dirancang untuk menangani suatu hal berulang kali atau yang secara rutin terjadi. Sistem dapat bertahan serta mencapai tujuan jika terdapat informasi dalam sistem. Informasi adalah data yang telah diolah untuk digunakan saat proses pengambilan keputusan. Syarat dari sebuah informasi adalah informasi yang harus tepat waktu dalam penyampaiannya. Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak luar tertentu . DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Dalam hal komponen sistem informasi, . membagi komponen menjadi enam komponen, adapun uraian dari keenam blok tersebut adalah sebagai berikut: Blok masukan . nput bloc. Input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input dapat menangkap data berupa dokumen-dokumen dasar. Blok model . odel bloc. Merupakan sebuah metode manipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data untuk menghasilkan output. Blok keluaran . utput bloc. Output merupakan dokumentasi yang berguna untuk pemakai sistem. Blok teknologi . echnology bloc. Teknologi pada sistem informasi merupakan tool box pengendalian sistem. brainware, software, serta hardware adalah bagian utama dari teknologi. Blok basis data . atabase bloc. Kumpulan data yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya disebut basis data . Data disimpan untuk memenuhi penyediaan informasi. Analisis Proses Bisnis Proses bisnis adalah aktivitas perusahaan dalam menyediakan layanan atau produk bagi pelanggan. Adapun proses bisnis yang dapat ditemukan pada perusahaan antara lain . Order to cash, merupakan proses dari pelanggan membuat pesanan hingga pesanan sampai kepada pelanggan tersebut dan telah dibayar oleh pelanggan tersebut. Proses yang berkaitan: purchase order verification, shipment . ntuk produ. , delivery, invoicing, payment receipt dan acknowledgment. Quote to order, merupakan proses yang dimulai saat pemasok menerima Request for Quote (RFQ), yaitu penawaran oleh pelanggan dan diakhiri pada saat pelanggan yang bersangkutan melakukan pemesanan pembelian. Kombinasi quote-to-order dengan order-to-cash disebut quote-to-cash. Procure to pay, proses ini dimulai ketika bagian dari perusahaan meminta pembelian pengadaan kebutuhan layanan atau produk untuk perusahaan. Kemudian proses berakhir ketika layanan atau produk tersebut sudah diterima perusahaan dan telah dibayarkan perusahaan. Proses ini biasanya tergantung pada proses quote-to-cash oleh bagian pemasok. Issue to resolution, proses ini bermula dari mengajukan masalah atau komplain seperti komplain produk cacat atau permasalahan saat dilakukan pelayanan. Proses ini berlangsung sampai hubungan dengan pelanggan menemui kesepakatan bahwa masalah tersebut selesai. Jenis lain dari proses ditemukan dengan perusahaan yang memiliki fitur asuransi atau insurance claims. Jenis ini biasa disebut claim-to-resolution. Application to approval, proses ini ketika seseorang mengajukan hak istimewa . dan berakhir ketika proses pengajuan diterima/ditolak. Contoh dari proses ini misalnya, pengajuan izin mendirikan bangunan pada pemerintah, penerimaan pengajuan sidang untuk mendapatkan gelar di perguruan tinggi, dan persetujuan cuti di perusahaan. Proses bisnis mencakup peristiwa . dan aktivitas . Misalnya, kedatangan peralatan di lapangan adalah peristiwa, sementara teknisi yang mengecek kondisi peralatan tersebut adalah aktivitas. Selain itu, proses bisnis aktor . yang terdiri dari manusia . uman actor. , organisasi . , atau sistem perangkat lunak . oftware system. Aktor yang mengkonsumsi keluaran . proses bisnis memiliki peran khusus, yaitu peran pelanggan. Enterprise Resource Planning Enterprise Resource Planning (ERP) adalah suatu sistem perangkat lunak kompleks untuk penunjang sistem dan pengembangan visi sistem informasi. Implementasi ERP dipengaruhi oleh pendekatan mengenai produk, strategi produksi, pesanan, perampingan manufaktur, serta penjadwalan. Sistem ERP menawarkan DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. model yang diperlukan dalam Supply Chain Management (SCM). ERP memungkinkan untuk meningkatkan integrasi dan melancarkan komunikasi antar para anggota supply chain, khususnya anggota utama yaitu pemasok, manufaktur, distributor, pengecer, dan pelanggan. Sistem ERP dapat mempercepat perolehan informasi yang dikarenakan adanya integrasi ERP. Integrasi yang dapat dilakukan ERP, meliputi beberapa bidang sebagai berikut . Integrasi Informasi Keuangan ERP menawarkan laporan keuangan dalam satu versi karena masing-masing bagian menggunakan database dan sistem yang sama. Integrasi Informasi Pesanan Pelanggan ERP dapat melacak status dan perkembangan pesanan pelanggan dari penerimaan oleh bagian penjualan sampai barang yang dipesan siap dikirimkan. Standarisasi dan Percepatan Proses Manufaktur ERP dapat menyesuaikan standarisasi proses termasuk proses otomatisasi sehingga perencanaan kebutuhan barang untuk manufaktur lebih akurat. Standarisasi Informasi Karyawan Dengan adanya standarisasi informasi, dapat dilakukan pengelolaan jam kerja terhadap karyawan. Contoh software ERP yang digunakan pada perusahaan adalah SAP dan Odoo. Selain itu, perusahaan juga dapat membuat software ERP sendiri. Pada penelitian Chang dkk (Wirren Chang et al. , 2. , menunjukkan SAP digunakan pada perusahaan yang telah memiliki sistem Supply Chain Management, sehingga kompleksitas SAP dapat menyesuaikan program dengan sistem yang sudah ada. Sementara, pada penelitian Pratiwi dkk . , menunjukkan penggunaan Odoo pada perusahaan yang belum menjalankan sistem pada proses bisnis perusahaan sehingga dibuatkan proses bisnis usulan yang efisien dan memudahkan manajemen bisnis. Terakhir, pada penelitian Hidayat & Rasyidah . menunjukkan perancangan sistem ERP dengan pengkodean untuk menghasilkan program orisinil . sli dibuat oleh perusahaan itu sendir. Hasil perbandingan tersebut menunjukkan bahwa dengan penggunaan Odoo dapat menghasilkan sistem yang sederhana bagi pengguna yang baru pertama kali menjalankan sistem sehingga cocok digunakan pada penelitian ini, dimana perusahaan baru pertama kali menjalankan sistem dan membutuhkan sistem yang sederhana agar mudah dalam penggunaannya. Odoo Odoo adalah rangkaian aplikasi bisnis open source yang mencakup CRM, eCommerce, akuntansi, inventaris, point of sale, manajemen proyek, dan lainnya. Platform Odoo menawarkan beragam aplikasi bisnis yang membentuk seperangkat alat bantu lengkap yang mudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan bisnis . Odoo sampai saat ini, sudah memiliki versi terbaru yaitu versi 16. Beberapa versi sebelumnya yang masih tersedia pada situs resmi adalah versi 14. 0 dan versi 15. Tersedia versi Enterprise dan Community. Pada Odoo Enterprise, aplikasi dapat digunakan secara online hanya melalui web, dapat mengakses modul-modul. Odoo Enterprise berbayar, dan tersedia trial untuk penggunaan beberapa modul. Sementara pada Odoo Community bersifat open source dan dapat diinstal serta dijalankan melalui local komputer pribadi. Odoo Community menggunakan PostgreSQL sebagai penyimpanan lokal database, serta modul yang terinstal diketahui menggunakan bahasa pemrograman Phyton sehingga kustomisasi modul Odoo dapat dilakukan dengan pengembangan Phyton. Tahapan Penelitian Tahap ini akan membangun sistem akhir dari perancangan prototype sebelumnya. Sistem akan melalui pengujian sistem. Setelah itu, pengembang mendokumentasikan usulan rancangan ERP,adapun tahapan atau langkah dalam penelitian ini seperti pada gambar dibawah ini. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 1. Tahapan Penelitian i. PEMBAHASA DAN HASIL Identifikasi Permasalahan dan Kebutuhan Berdasarkan hasil pengamatan dan berbagai data yang telah dikumpulkan, berikut identifikasi permasalahan dan kebutuhan pada tabel dibawah ini: DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Tabel 1. Identifikasi Permasalahan dan Kebutuhan Permasalahan Belum terintegrasinya sistem antar divisi. Input data ke database masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama Belum ditemukan report barang jadi tersisa. Kebutuhan User Sistem yang terkomputerisasi dengan database sehingga akan mempermudah pencarian data pada saat melakukan pembelian bahan Dapat melakukan input yang otomatis terekam dalam database. Solusi Membangun sistem informasi yang terkomputerisasi dan terhubung dengan database. Dapat mengetahui jumlah barang jadi tersisa. Sistem dapat menampilkan jumlah barang tersisa pada Sistem dapat menginputkan data ke database melalui tampilan form tersedia. Usulan Desain Sistem Dengan UML Use Case Berikut merupakan Use Case dari ERP proses bisnis yang berkaitan dengan supply chain management di PT Poliprima Cipta Unggul. Gambar 2. Use Case Diagram DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Activity Diagram Mengelola Permintaan Pesanan Customer Berikut merupakan Activity Diagram dari ERP proses bisnis yang berkaitan dengan mengelola permintaan pesanan customer di PT Poliprima Cipta Unggul: Gambar 3. Activity Diagram Mengelola Permintaan Pesanan Customer Sequence Diagram Mengelola Permintaan Pesanan Customer Berikut merupakan Sequence Diagram dari ERP proses bisnis yang berkaitan dengan supply chain management di PT Poliprima Cipta Unggul: DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 4. Sequence Diagram Mengelola Permintaan Pesanan Customer Class Diagram Berikut merupakan Class Diagram dari ERP proses bisnis yang berkaitan dengan supply chain management di PT Poliprima Cipta Unggul: Gambar 5. Class Diagram DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Deployment Diagram Berikut dibawah ini adalah Deployment Diagram dari ERP proses bisnis yang berkaitan dengan supply chain management di PT Poliprima Cipta Unggul: Gambar 6. Deployment Diagram 3 Implementasi Sistem Odoo Mengisi informasi profil perusahaan diperlukan untuk menampilkan logo, nama perusahaan, serta alamat secara default di seluruh tampilan Odoo. Gambar 7. Konfigurasi Informasi Profil Perusahaan Penelitian ini membagi tiga konfigurasi untuk produk. Pertama, untuk produk raw material memilih centang pada Can be Purchased. Replenish on Order (MTO), dan Buy. Artinya, produk tersebut hanya bisa didapatkan dengan cara dibeli, dan dapat disimpan dalam gudang (Storable Produc. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 8. Konfigurasi raw material Kedua, untuk produk part memilih centang pada Replenish on Order (MTO), dan Manufacture. Artinya, produk tersebut hanya bisa didapatkan dengan cara diproduksi, namun produk tidak untuk dijual, dan dapat disimpan dalam gudang (Storable Produc. Akan tetapi, terdapat beberapa part yang didapatkan dengan cara dibeli, maka produk akan dicentang menjadi Can be Purchased. Replenish on Order (MTO), dan Buy Gambar 9. Konfigurasi part DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 10. Konfigurasi part dibeli Ketiga, untuk produk finished goods memilih centang pada Can be Sold. Replenish on Order (MTO), dan Manufacture. Artinya produk didapatkan dengan cara diproduksi, produk tersebut dapat dijual, serta dapat ditempatkan di gudang gudang (Storable Produc. Gambar 11. Konfigurasi finished goods 4 Pengujian Black-box Testing Berikut pengujian yang dilakukan pada ERP proses bisnis yang berkaitan dengan supply chain management di PT Poliprima Cipta Unggul: DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Tabel 2. Test Case Login Odoo Skenario Pengujian Input email dan password yang Hasil yang Diharapkan Hasil Pengujian Kesimpulan Tidak berhasil login. Tidak berhasil Valid. Inputan tidak diisi . Tidak berhasil login. Tidak berhasil Valid. Input email dan password yang Berhasil login. Berhasil login. Valid. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan penelitian di PT Poliprima Cipta Unggul yang mencakup pengamatan objek penelitian dan analisis sistem, maka kesimpulan dari penelitian ini antara lain, sebagai Perancangan sistem menggunakan ERP telah mengintegrasikan modul ERP pada proses bisnis yang berkaitan dengan Supply Chain Management. Data dalam modul-modul ERP saling berkaitan satu sama lain sehingga mempermudah koordinasi antar divisi seperti Marketing. PPIC. Produksi. Pembelian. Penjualan, dan Gudang. Modul yang diintegrasikan pada Software ERP Odoo 16. 0 untuk Supply Chain Management antara lain, modul purchase, sales, inventory, dan manufacturing. Penerapan ERP dapat menginputkan data secara lebih cepat dengan menyediakan form input yang terhubung ke database. Pengguna dapat mengisi form input yang telah disediakan sistem. Pada saat dikumpulkan, sistem akan otomatis menyimpan data menuju database sehingga tidak diperlukan kegiatan tambahan khusus penginputan manual ulang data. Dengan adanya penerapan ERP, perusahaan dapat mengetahui jumlah finished goods tersisa melalui dashboard modul inventory. Hal ini menjadi salah satu pendukung keputusan penentuan kebijakan dalam menanggulangi finished goods tersisa sehingga dapat mengatasi persediaan barang yang terlalu lama disimpan di gudang. Berdasarkan uraian diatas, penerapan ERP dapat mengintegrasikan modul ERP pada proses bisnis di perusahaan, mengorganisasikan data secara lebih cepat, serta PT Poliprima Cipta Unggul dapat mengetahui sisa finished goods melalui informasi yang didapatkan dari sistem ERP. Adapun terdapat beberapa saran yang akan diberikan adalah sebagai berikut dalam mewujudkan keberhasilan Supply Chain Management (SCM) yang menerapkan ERP, diperlukan koordinasi dari pelaku Supply Chain atau pelaku kegiatan proses bisnis perusahaan (Marketing. PPIC. Pembelian. Gudang. Produksi, dan Penjuala. dalam mempelajari dan menggunakan ERP sehingga sistem ERP dapat berjalan di perusahaan. Selain itu, peran atasan sangat diperlukan dalam memutuskan kebijakan terkait berjalannya sistem ERP di Sebagai pengembangan penelitian, proses bisnis yang berkaitan dengan supply chain management dapat dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi modul pada bidang Accounting sehingga perusahaan dapat merasakan manfaat penerapan ERP dalam penentuan cost dan budgeting untuk produksi. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 8 No. 2 (December 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. REFERENSI