Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 MOTIVASI JAMAAH MENGIKUTI HAUL GURU SEKUMPUL DI YOGYAKARTA Amiqah MahasiswaPascasarjana UIN SunanKalijaga ABSTRAK Haul Guru Sekumpul di Yogyakata yang dilaksanakan oleh Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS) Yogyakarta pada akhir Maret 2018 yang cukup ramai menimbulkan rasa penasaran apakah motivasi para jamaah mengikuti haul Guru Sekumpul. Peneliti menduga alasan mengikuti haul ada kaitannya dengan kedekatan para mahasiswa terhadap sosok guru Sekumpul. Penelitian ini melakukan pendekatan fenomenologis kepada tiga informan yang mengikuti haul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengalaman-pengalaman spiritual dan pengetahuan para informan berbeda terkait pengetahuan tentang sang guru, motivasi ketiga informan mengikuti haul adalah penghormatan kepada sosok sang guru. Kata kunci: Guru Sekumpul, haul, mahasiswa PMKS Yogyakarta Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Pendahuluan Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar. Para pelajar datang dari berbagai kawasan dalam hingga luar negeri. Menurut perkiraan terdapat ribuan mahasiswa Kalimantan Selatan yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta yang saat ini sedang menempuh studi di kota Mereka tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS) Yogyakarta. Orang-orang Kalimantan Selatan terkenal sebagai masyarakat yang agamis. Ilhami31 mencontohkan praktik-praktik keagamaan umat Islam di kota Banjarmasin. Kalimantan Selatanterkait bulan Ramadhan tahun 1431 H, terdapatpraktik ritual dan non-ritual dilaksanakan oleh warga. Ritual-ritual tersebut antara lain perayaanrangkaian ibadah nisfu SyaAoban menyambut bulan Ramadhan, shalat Tarawih yang variatif dari delapan hingga dua puluh rakaat, tadarus Al-qurAoan dalam kelompk halaqah, mengenakan peci haji meski belum naik haji, menyemarakkan pengajian/ceramah agama, membakar petasan, mengadakan pasar wadai/kue, dan melaksanakan lomba "Tanglong" untuk membangunkan sahur. Hal tersebut merupakan perkembangan dari tradisi masa lalu yang terus mengalami dinamika keislaman baik di Banjarmasin. Sedang menurut Noor32 mengenai gambaran spiritual orang Banjar secara umum dipengaruhi oleh masuknya Islam ke daerah Kalimantan Selatan berpengaruh besar pada pembentukan fondasi budaya masyarakat Banjar. Nuansasufistik mempengaruhi masuknya Islam ke daerah tersebut karena pada waktu masuknya Islam ke daerah ini berbarengan dengan menguatnya wacana tasawuf dan tarekat dalam diskursus intelektual Islam di kawasan Nusantara. Masyarakat Banjar yang sebelumnya secara kultur telah banyak dipengaruhi oleh Hindu-Jawa berasimilasi dengan Islam. Kemudahan dalam berasimilasi ini bisa terjadi lantaran adanya persamaan doktrin kosmologi dan metafisika tasawuf dengan doktrin kosmologi dan metafisika Hindu-Jawa. Atas dasar inilah, dalam perjalanannya. Islam sufistik mampu memberi pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan masyarakat Banjar. Bentuk pengaruh Islam sufistik dalam kebudayaan masyarakat ini teraktualisasikan dalam tindakan-tindakan sosialnya. seperti dalam berbagaiupacara adat dan kebiasaan tertentu masyarakat tersebut. Berbagai upacara adat dan kebiasaan tersebut umumnya banyak yang disandarkan pada dimensi spiritual. Salah satu kegiatan yang berkaitan dengan dimensi spiritual masyarakat Banjar ialah pelaksanaan haul Guru Sekumpul di Sekumpul. Martapura. Hal tersebut dilaksanakan setiap Guru Sekumpul merupakan ulama yang populer. Ketika masih hidup pengikut ajarannya mencapai ribuan orang33. Orang-orang tersebut memadati pengajian-pengajian yang Guru Sekumpul laksanakan di Sekumpul. Martapura. Guru Sekumpul merupakan sosok yang Pendapat informan A pada wawancara pada 10 April 2018. Hamidi Ilhami. AuDinamika Islam Tradisional: Potret Praktik Keagamaan Umat Islam Banjarmasin Pada Bulan Ramadhan 1431 H,Ay Jurnal Darussalam 11, no. Irfan Noor. AuVisi Spiritual Masyarakat Banjar,Ay Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman 12, 2 . Mujiburrahman Mujiburrahman dan Muhammad Zainal Abidin. AuULAMA BANJAR KHARISMATIK MASA KINI DI KALIMANTAN SELATAN: Studi Terhadap Figur Guru Bachiet. Guru Danau. Dan Guru Zuhdi,Ay Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman 11, no. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 menyebarkan ajaran tarekat Sammaniyah 34. Pada haul tahun ini. Presiden Jokowi turut menghadiri kegiatan tersebut35. Di Yogyakarta, mahasiswa PMKS Yogyakarta dan segenap warga Banua yang berdomisili di Yogyakarta pun turut melaksanakan Haul Guru Sekumpul di Gedung Asrama Kalimantan Selatan Pangeran Antasari di Jalan Samirono. Depok. Sleman. Yogyakarta beberapa hari setelah acara haul di Sekumpul dilaksanakan36. Pada pelaksanaan haul tersebut, dibacakan maulid Simtuduror/ maulid Habsyi yang sering Guru Kumpul bacakan semasa hidupnya di pengajiannya Di Sekumpul. Acara dilanjutkan dengan pembacaan manakib/sejarah Guru Sekumpul oleh salah seorang tokoh agama asal Kalimantan Selatan yang kini tinggal di Yogyakarta37. Hampir sepenuhnya kegiatan dilaksanakan oleh para mahasiswa PMKS. Hal tersebut menggambarkan jika sosok Guru Sekumpul menduduki kedudukan yang khusus bagi orang-orang Kalimantan Selatan umumnya dan bagi para mahasiswa khususnya. Meski tidak seramai di Sekumpul, pelaksanaan Haul Akbar Guru Sekumpul di Yogyakarta yang dilaksanakan oleh PMKS Yogyakarta cukup ramai. Hal tersebut memuat penulis ingin mencari tahuapa motivasi jamaah mengikuti haul tersebut. Apakah pelaksanaan haul oleh mahasiswa PMKS Yogyakarta ada kaitannya dengan kedekatan terhadap sang Guru dan/atau para jamaah mengikuti ajaran tasawuf yang diajarkan oleh sosok Guru Sekumpul. Dari pelaksanaan haul oleh mahaisswa PMKS Yogyakarta, peneliti meyakini bagi para jamaah tentunya memiliki alasan tersendiri terhadap sosok tersebut. Tiga informan yang diwawancari merupakan jamaah haul. Satu di antaranya merupakan salah satu mahasiswa yang memimpin pembacaan rangkaian sholawat dan syaAoir pada kegiatan haul tersebut, tiga lainnya merupakan anggota PMKS Yogyakarta. Riwayat Hidup Guru Sekumpul dan Pengajian Sekumpul Guru sekumpul bernama lengkap K. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani bin H. Abd. Manaf bin Muhammad Seman bin H. SaAoad bin H. Abdullah binMufti H. Khalid bin Khalifah H. Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Ia merupakan keturunan Muhammad Arsyad al-Banjari, seorang ulama besar dan penyiar Islam di Kalimantan Selatan. Nama kecilnya adalah Ahmad Qusyairi. Qusyairi lahir di Tunggul Irang Martapura pada 11 Pebruari 1942 M/ 27 Muharram 1361 H 38. Kehidupan Quraisyi kecil cukup memprihatinkan. Seteah lahir, keluarganya melanjutkan kehidupan di Kampung Keraton Martapura. Ayah Quraisyi Abdul Ghani merupakan sosok pekerja keras. Kariem dalam bukunya menggambarkan meskipun kondisi perekonomian Abdul Ghani tergolong sulit. Abdul Ghani merupakan pribadi yang terus Ahmad Zakki Mubarak. AuPENYEBARAN TAREKAT SAMMANIYAH DI KALIMANTAN SELATAN OLEH KH MUHAMMAD ZAINI GHANI,Ay Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman 10, no. AuJokowi Hadir Dalam Haul Guru Sekumpul Di Martapura - Tribunnews. Com,Ay accessed April 15, 2018, http://w. com/nasional/2018/03/25/jokowi-hadir-dalam-haul-guru-sekumpul-di-martapura. HUMAS PMKS. AuWarga Banua Di Yogyakarta Adakan Haul Akbar Abah Guru Sekumpul | PMKS,Ay diakses 15 April 2018, http://w. org/2018/03/29/warga-banua-di-yogyakarta-adakan-haul-akbarabah-guru-sekumpul/. AuMaulid Habsyi Oleh KH. Muhammad Zaini Abdul Ghoni - Abah Guru Sekumpul - YouTube,Ay diakses 15 April 2018, https://w. com/watch?v=I4NDjlBAGBw&t=131s. Mirhan Mirhan. AuKARISMA KH MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI DAN PERAN SOSIALNYA . ,Ay Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin 12, no. : 67. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 berusaha bekerja apa saja untuk menfkahi keluarganya. Ia pantang menyerah dan pantang Pendidikan Zaini muda pertama kali didapatkan dari keluarganya. Ayahnya yang disiplin memberikan pengaruh yang sangat besar di kehidupan Zaini. Pada masa remaja kakeknya Seman Mulya secara intensif mendidiknya ilmu keagamaan. Secara formal, pendidikannya dimulai pada tahun 1949. Ia masuk Pesantren Darussalam Martapura yang dekat dari rumahnya. Sejak belajar di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam. Martapura, nama yang dicantumkan sebagai santri adalah Muhammad Zaini. 40 Di pesantren tersebutlah Zaini muda belajar hingga tamataliyah. Guru-gurunya ini adalah tokoh-tokoh besar misalnya K. Husin Qadri pengarang buku AuSenjata MukminAu yang banyak dicetak di Kalimantan Selatan dan tersebar ke beberapa daerah lainnya di luar Kalimantan Selatan. Setelah lulus madrasah Aliyah, bersama Guru Seman Mulya. Guru Zaini melanjutkan belajarnya ke Bangil. Madura kepada Syekh M. Syarwani Abdan Guru Bangil dan Bogor kepada Guru Falak. Kedua guru tersebutlah yang pertama kali mengajarkan ilmu tasawuf dan memberikan ijazah kewalian pada Guru Zaini. Selanjutnya beliau melaksanakan ibadah haji dan berguru pada guru besar di Mekkah Sayyid Muhammad Amin Al-Kutby. 41 Diperkirakan beliau berguru pada seratusan guru dengan sepesialis bidang keilmuan Islam. Guru-guru tersebut berasal dari wilayah Kalimantan. Jawa. Madura, dan Mekkah. Setelah lulus dari Pesantren Darussalam pada tahun 1960. Guru Zaini pernah mengajar43 selama empat tahun di pesantren tersebut. Karena dianggap tidak leluasa dengan waktu dan tempat yang ada di pesantren, pengajian dipindahkan ke rumah Guru Zaini di kampong Keraton tempat tinggalnya. Di pengajian tersebut awalnya disi dengan pembahasan nahwu dan sharafsebagai penunjang pembelajaran santri di pesantren. Seiring perkembangan, jumlah pengikut kajian menjadi lebih varatif tidak hanya dari kalangan pesantren namun juga masyarakat umum. Di tahun 1970 adalah permulaan pengajian tersebut mulai diamalkan pembacaan maulid simtudhuror pada pembukaan pengajian. Meki dikenal mengetahui banyak amalan dari tarekat-tarekat yang ada, sang guru khusunya menyebarkan tarekat Sammaniyah. Guru Zaini mengamalkan maulid simtudduror setelah diberi izin oleh Habib Anis bin Alwi AlHabsyi dari Solo44. Pengajian tersebut semakin diminati orang-orang. Karena terbatasnya tempat di kampong Keraton. Guru Zaini lalu memindahkan pengajian tersebut ke mushola yang Ia bangun di Sekumpul. Sejak melakukan aktifitas dakwah di Musola Ar-raudah Sekumpul inilah sosok Guru Zaini atau Guru Ijai dikenal dengan panggilan Guru Sekumpul. Sejak saat itu pula pengikut ajarannya semakin hari semakin bertambah. Kariem menjeaskan bahwa sejak dimulainya pengajian di Mushola Ar-raudah pada awal tahun 1990 hingga sang Guru meninggal, sudah puluhan kitab dengan berbagai tema Tema-tema kajian berupa tauhid, fiqhi, dan tasawuf. Guru Sekumpul dikenal sebagai orang yang tidak mengenal lelah dalam berdakwah, meski dalam keadaan sakit, sang Guru tetap saja melaksanakan pengajian. Frekuensi pengajian berkurang dimuali pada awal tahun 2000 dikarenakan sakit yang diderita sang Guru45. KH. Anshary Kariem. Figur Karismatik Abah Guru Sekumpul (Binuang. Tapin. Kalimantan Selatan: Pondok Pesantren Darul Muhibbien, 2. , 14. Mirhan. AuKARISMA KH MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI DAN PERAN SOSIALNYA . ,Ay 68. Kariem. Figur Karismatik Abah Guru Sekumpul, 42Ae43. Mirhan. AuKARISMA KH MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI DAN PERAN SOSIALNYA . ,Ay 11. Kariem, 54. Kariem, 55. Kariem, 77. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Pada tahun 2005, pengajian diberhentikan dikarenakan kondisi fisik sang Guru. Beliau sempat dirawat selama lebih kurang 10 hari di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura karena penyakit ginjal yang diderita. Di hari Rabu, 5 Rajab 1426 H, bertepatan dengan 10 Agustus 2005,pukul 05. 10 pagi sang Guru wafat dalam usia 63 tahun dengan meninggalkan tiga orang istri yaitu Hj. Juwairiyah. Hj. Laila dan Hj. Siti Noor Jannah serta dua orang anak yakni. Muhammad Amin Badali al-Banjari dan Muhammad Hafi Badali al-Banjari46. Masyarakat Kalimantan kehilangan seorang tokoh yang menjadi panutan, penerang, dan penyuluh kehidupan umat. Pelaksanaan Haul Guru Sekumpul oleh PMKS Yogyakarta Wafatnya Guru Sekumpul tidak menjadikan surutnya kekaguman masyarakat Banjar terhadap Guru Sekumpul. Setiap tahun pelaksanaan haul Guru Sekumpul dilaksanakan di Sekumpul. Pembacaan maulid habsyi atau maulid simtuduror merupakan rangkaian acara Maulid tersebut merupakan rangkaian shalawat yang disusun oleh Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi. Judul aslinya "Simtudduror fi akhbar maulid khairil basyar min akhlaqi wa aushaafi wa siyar" dan disingkat dengan nama Simtudduror. Habib Habsyimerupakan seorang ulama besar dan waliyullah asal Hadraumut. Tarim. Yaman. lahir pada tahun 1259 H/ 1839 M dan wafat pada tahun 1333 H/ 1913 M. Silsilah nasab dan garis keturunan beliau bersambung langsung kepada Rasulullah SAW. Beliau mengarang maulid tersebut pada usia68 tahun. Karena karyanya ini Habib Ali Habsyi dijuluki sohibul maulid Simtudduror. Isi maulid tersebut adalah syair-syair tentang kisah perjalanan hidup dan pujian kepada Rasulullah SAW 47 Pembacaan maulid tersebut menghabiskan waktu yang cukup panjang, kurang lebih satu setengah jam. Kebiasaan ini diambil dari kebiasaan Guru Sekumpul membacakan maulid tersebut di musalla Ar-raudah di Sekumpul. Pada haul yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Kalimantan Selatan Yogyakarta turut dilaksanakan pembacaan maulid tersebut. Selain itu, rangkaian acara juga ditambah syair pujian terhadap Guru Zaini. Pada syair tersebut, ada kalimat yaa nuuruzzaini anta murabbi ruhii yang membuat sang pemimpin pembacaan syair merasakan emosi sehingga pembacaan diiringi dengan tetesan air mata. Hal tersebut dikarenakan makna kalimat-kalimat tersebut sangat menyentuh hati48. Di akhir pembacaan simtudduror, jamaah yang tadinya duduk dipersilakan berdiri sambil mendengarkan salawat tersebut. Salah satu mahasiswa lalu berkeliling membagikan tiap-tiap jamaah olesan wewangian. Ruangan lalu dipadati semerbak bau tersebut. Salah satu mahasiswa mengaku hal tersebut sebagai wujud pembagian berkah/ barokah dari sang Guru49. Para jamaah antusias menerima pembagian wewangian tersebut. Di akhir rangkaian acara diisi dengan manakib sang Guru. Manakib merupakan ceramah yang menjelaskan tentang sejarah hidup sang Guru dan hikmah yang dapat diterapkan dari hidup sang Guru di masa Serangkaian acara dari awal hingga memakan waktu kurang lebih hampir empat jam. Sosok Guru Sekumpul di mata Para mahasiswa Dari hasil wawancara terhadap jamaah yang megikuti haul, ditemukan jawaban yang variatif mengenai alasan mengkuti haul. Informan pertama yang memimpin pembacaan syaAoir Mirhan. AuKARISMA KH MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI DAN PERAN SOSIALNYA . ,Ay 12. Khamid Qurays Residence: Mojokerto and Indonesia. AuTeks Bacaan Kitab Maulid Simtudduror Habib Ali Muhammad Habsyi,Ay Fiqih Muslim. May https://w. com/2016/12/teks-bacaan-kitab-maulid-simtudduror. Wawancara dengan Informan A pada 10 April 2018 Wawancara dengan informan D pada saat haul berlangsung. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 dan salawat menjelaskan alasan dilaksanakannya haul dikarenakan kecintaan terhadap sang Sosok Guru Sekumpul merupakan sosok yang berpengaruh dalam hidupnya, informan kedua mengikuti haul dikarenakan menghormati sosok sang guru dan ingin mencari Berdasarkan pengalaman sebelumnya, berkunjung ke makam sang guru dirasakan memberikan kedamaian. Selain itu, rumah informan terakhir juga di Sekumpul. pada haul-haul tahun sebelumnya di Sekumpul, informan sekeluarga sering turut menyumbangkan tenaga dan bantuan kepada jamaah yang mengikuti haul setiap tahunnya50. Informan A mengulang empat kali kata-kata luar biasa saat menjelaskan Guru Sekumpul. Katanya kecintaan masyarakat dan pandangan sang Guru merupakan hal yang luar Jumlah jamaah yang mencapai ribuan merupakan bentuk kecintaan luar biasa terhadap sosok tersebut. hal tersebut menggambarkan betapa sosok sang guru di mata informan sangat Informan A merupakan jamaah yang paling banyak mengetahui mengenai sang Guru. Ia mengaku jika sangat mencintai sosok sang Guru. Sosok sang Guru dikenal oleh sang informan dari para gurunya saat mengikuti pengajian baduduk di kampung asalnya. Pengajian baduduk merupakan pengajian tradisional yang membahas kitab dengan tema-tema tertentu. Sering pula dibahas isu yang sedang hangat. Sang informan juga seringkali berkunjung ke musala dan berziarah ke makam sang Jarak dari rumah ke musala Ar-raudah berkisar tiga jam. Seringkali informan sengaja dari rumahnya ke musala tersebut untuk salat beberapa rakaat dan mengunjungi makam sang Guru. Setelah langsung langsung pulang. Hal tersebut dilakukan saat muncul rasa kerinduannya kepada sang Guru. Kecintaan informan kepada sang Guru tergambar saat menceritakan jika pernah bertemu dengan ruh sang Guru. Saat itu bertepatan dengan keadaannya yang sedang merasakan rindu berat kepada sosok sang Guru ketika dalam perjalanan menuju Yogyakarta pertama kali. Biasanya jika Ia merasakan rindu kepada sosok sang guru. Ia tidak dapat berziarah ke makam sang guru dikarenakan sedang dalam perjalanan. Ketika tiba di Yogyakarta, setelah istirahat cukup lama karena telah melakukan perjalanan yang jauh, informan mengaku jika Ia bertemu dan bercakap-cakap dengan sang Guru. Perasaannya saat bertemu sang Guru sangat bahagia diliputi haru. Sang informan juga mengaku jika Ia sempat memeluk sang Guru. Saat itu sang Guru berpesan agar meningkatkan ibadah. Tiga tokoh yang informan kaitkan dengan sang Guru adalah Cak Nun. Gus Fuad pemimpin pondok pesantren di Plered, dan Habib Anis di Solo. Menurutnya ketiga tokoh tersebut mengenal sosok sang Guru dengan baik. Selain itu informan juga menegaskan jika tarekat yang dibawa sang Guru adalah Tarekat Sammaniyah, meski sang Guru mengetahui amalan-amalan tarekat yang lainnya. Dua informan lainnya tidak menjelaskan secara detail mengenai gambaran lengkapnya terhadap sang Guru. Informan lainnya mengenal sang Guru dari orang tua mereka. Informan B menuturkan jika seumur hidupnya baru satu kali mengikuti haul sang Guru. Ia mengakui jika yang mempercayai karamah-karamah yang dimiliki oleh sang Guru adalah ibu dan Pernah suatu kali tantenya sakit disembuhkan oleh murid Guru Sekumpul. Murid tersebut dipercaya merupakan perpanjangan tangan dari Guru Sekumpul. Ketika memasuki musala, informan mengaku merasakan ketenangan. Wawancara dilaksasnakan di satu tempat yang sama pada 10 April 2018. Informan A adalah informan yang pertama diwawancarai, informan A lalu menyarankan wwancara kepada informan C saat sedang mewawancarai informan B. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Sedang Informan C mengaku saat kecil sering bermain-main di kawasan Musala Arraudah. Ia juga turut mengikuti acara-acara yang dilaksanakan di musala tersebut. Meski dekat dengan tempat ibadah tersebut, informan mengaku tidak pernah merasakan hal-hal spiritual berkaitan dengan sosok sang Guru. Satu hal menarik yang informan tersebut jelaskan mengenai warga Sekumpul saat haul berlangsung, seluruh warga yang tinggal di sekitar musala Ar-raudah secara sukarela menyediakan rumah untuk dipakai beristirahat dan makanan kepada jamaah yang jumlahnya tiap tahun makin banyak. Informan dan keluarganya pun turut memberikan bantuan. Dari hal-hal yang disampaikan oleh para informan, dapat ditarik kesimpulan bahwa meskipun pengalaman-pengalaman spiritual dan pengetahuan para informan berbeda terkait pengetahuan tentang sang guru, motivasi ketiga informan mengikuti haul adalah penghormatan kepada sosok sang guru. Informan A merupakan murid tidak langsung sang guru sehingga pengetahuannya tentang sang guru cukup mendalam. Pengetahuan yang banyak tersebut menjadikan informan dengan ikhlas memimpin pembacaan syaAoir dan salawat simtudduror pada pelaksanaan haul di Yogyakarta. Sedang dua lainnya merupakan masyarakat biasa yang menghormati sang guru sebagai ulama yang berpengaruh dari Kalimantan Selatan. Simpulan Berdasarkan hasil wawancara tersebut, informan A menggambarkan kecintaan dan pengetahuannya megenai Guru Sekumpul. Meski tidak menyatakan jika informan mengikuti kelompok tarekat, penjelasannya mengenai perkenalannya dengan Guru Sekumpul dari gurugurunya di pengajian baduduk menggambarkan pandangannya mengenai sosok sang Guru dipengaruhi oleh pengalamannya di pengajian baduduk bersama para gurunya. Sedangkan Informan B dan C terhadap sosok sang Guru cenderung tidak menjelaskan banyak dikarenakan mengenal sosok tersebut hanya dari keluarga. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa meskipun pengalaman-pengalaman spiritual dan pengetahuan para informan berbeda terkait pengetahuan tentang sang guru, motivasi ketiga informan mengikuti haul adalah penghormatan kepada sosok sang guru. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 DAFTAR PUSTAKA