JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 PENINGKATAN KOMPETENSI KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN: MUTU PEMBELAJARAN BERBASIS DATA SEKOLAH Learning Leadership Competency Improvement: School Data-Based for Learning Quality Jhoni Eppendi1*. Rustiningsih2. Kamarudin Ange3. Khoirul Naim4 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggrisi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Penddidikan. Universitas Borneo Tarakan. Jl. Danau Jempang Gang Merpati No 43 Ae Tarakan 77121 SMP Negeri 1 Nunukan. Jl. Iskandar Muda RT 30. Nunukan, 085347593585 SD Negeri 007 Nunukan. Jl. Patimura. Nunukan, 08115376400 SMA Negeri 1 Nunukan. Jl. Fatahilah No 137. Nunukan, 0556-21238 *e-mail korespondensi: eppendij@borneo. ABSTRAK Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin satuan pendidikan adalah kepemimpinan pembelajaran dimana kompotensi ini mengarahkan kepala sekolah untuk senantiasa mengembangkan dan meningkatkan mutu layanan pembelajaran di satuan pendidikan yang dipimpin. Kepala Sekolah telah mencoba berinovasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran akan tetapi hasil yang dicapai belum menunjukkan hasil yang optimal. Sehingga pelatihan peningkatan kompetensi kepemimpinan pembelajaran berbasis data sekolah perlu dilakukan untuk menjembatani Kepala sekolah dan Pengawas Sekolah mencapai hasil optimal dalam mengembangkan kualitas pembelajaran. Peserta pelatihan ini terdiri dari 13 Kepala sekolah dan 8 pengawas sekolah yang terdaftar dalam sekolah penggerak di Kabupaten Nunukan. Kegiatan pelatihan dilakukan secara luring di Hotel Laura Nunukan selama 2 hari. Metode diskusi kelompok yang digunakan . ollaborative learnin. mampu memaksimalkan capaian kompetensi peserta pelatihan yang tertuang dalam beberapa sesi. Hasil pelatihan mengindikasikan bahwa tujuan pelatihan dapat tercapai secara optimal dimana peserta mampu merancang rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di satuan Pendidikan setelah pelatihan selesai sesuai dengan kondisi masing-masing. Lebih lagi, peserta memberikan respon yang sangat positif yakni baik sekali terhadap performa narasumber yang mampu memfasilitasi para peserta untuk berperan aktif dalam kegiatan pelatihan. Kondisi tempat pelatihan juga memungkinkan peserta untuk mengikuti pelatihan secara kondusif. Jadi, sebuah kegiatan pelatihan tidak hanya menampilkan materi yang runtut sesuai tujuan tetapi juga yang tidak kalah penting adalah narasumber dalam mengelola pelaksanaan pelatihan. Kata Kunci: Kompetensi Kepemimpinan Pembelajaran. Pelatihan. Data Sekolah ABSTRACT One of the competencies that a headmaster possesses is learning leadership, where this competence directs the principal to develop learning services in the leading education unit constantly. The principal has tried innovating to improve the learning quality, but the results have not shown optimal effects. Therefore, training to increase the learning leadership competence by school data-based needs to be taken to bridge the principal and school supervisors optimizing outcomes in developing the learning quality. The training participants included 13 principals and eight school supervisors in the Sekolah Penggerak Program in Nunukan District. The training was face-to-face at the Laura Nunukan Hotel for two days. The collaborative learning maximized the trainees' competency achievement, which was put in several sessions. The training results indicate that the training objectives are achieved optimally, where participants have designed a follow-up plan to be implemented in their school after the training is completed following the school's Moreover, the participants responded favorably to the facilitator's performance, which could facilitate the participants to participate actively during training activities. The conducive training venue also allows participants to participate in training. Accordingly, presented material in line with the objectives and the facilitator arrangement in managing the training mechanism will drive training activity to meet its Keywords: Learning Leadership Competency. Training. School Data-based Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 PENDAHULUAN Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sebagai upaya untuk Satuan pendidikan memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran sesuai jenjang masing-masing menemukan potensi diri masing-masing Pendidikan sebagai komponen yang pengembangan sumber daya manusia yang harus dilaksanakan oleh bangsa Indonesia secara terencana untuk menghadapi era globalisasi dan tantangan otonomi daerah. Kualitas pendidikan yang tinggi jauh pembelajaran yang dilakukan oleh guru. (Wahyuddin, 2. Guru sebagai sektor unggulan dalam mendidik siswa, maka perlu adanya bimbingan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan etos kerja guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Andriani. Kesumawati, & Kristiawan, 2. Pedoman pendidikan harus mengikuti prinsip-prinsip supervisi pendidikan dan bimbingan untuk peningkatan kondisi pendidikan dan pembelajaran. Mereka harus selalu peduli dengan rencana mereka dan Dengan demikian, bimbingan pendidikan harus mengikuti bimbingan dan prinsip-prinsip pengawasan dan bimbingan pendidikan untuk memperbaiki kondisi pendidikan dan (Bairaauskien , 2. Kepala Sekolah dan komite pembelajaran memiliki tanggung jawab utama dalam pelaksana pendidikan yang berhubungan langsung dengan siswa. Menilai kualitas personel sekolah dan untuk kepentingan negara di masa depan. Keberhasilan pendidikan pada jenjang dasar sampai dengan menengah atas yang masih sangat bergantung pada lembaga sekolah khususnya guru sangat ditentukan oleh keahlian dan kemampuan guru dalam menyelenggarakan pendidikan. Sehingga (Renata. Wardiah, & Kristiawan, 2. Kepemimpinan kepala sekolah dana kompetensi Kepemimpinan pembelajaran untuk peningkatan mutu perlu pendidikan dan bekerja sama, berkoordinasi dan saling mendukung untuk memastikan bahwa tugas pendidikan di sekolah berhasil mengantarkan ke tahap tujuan pendidikan. Beberapa kepala sekolah telah mencoba menunjukkan pencapaian yang diharapkan. Pencapaian yang belum optimal ini mengarahkan pada tanda tanya tentang apakah kepala sekolah dalam melakukan inovasi telah menerapkan aspek-aspek dalam kepemimpinan pembelajaran. Aspek-aspek dalam kepemimpinan pembelajaran menurut (Syahril, 2. ada tiga kategori seperti Kepemimpinan pembelajaran, perencanaan pelaksanaan pembelajaran berpihak pada siswa, dan (Kartini & Susanti, 2. kepala sekolah dalam melakukan supervisi mempengaruhi hasil inovasi itu sendiri. (Murtiningsih. Kristiawan, & Lian, 2. Padahal peningkatan performa guru dalam layanan pembelajaran menentukan hasil capaian siswa. Ditambah lagi, (Ikram. Kurniady, & Prihatin, 2. inovasi yang dilakukan belum sepenuhnya berdasarkan data valid sekolah. Sehingga output dari pelaksanaan layanan pembelajaran belum mencapai hasil yang optimal dimana perbaikan tidak sepenuhnya berdasarkan need analysis. Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 Berdasarkan permasalahan diatas, pembelajaran berbasis data perlu dilakukan bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah di 13 sekolah yang terdaftar dalam program sekolah penggerak dimana pelatihan ini pendidikan masukan dalam melakukan inovasi peningkatan mutu pembelajaran di satuan pendidikan di pimpin. Sehingga, inovasi yang nantinya akan dilakukan oleh sekolah dapat berdampak secara optimal pada tingkat capaian siswa. METODE Kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi kepemimpinan pembelajaran, mutu pembelajaran berbasis data sekolah bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah yang terdaftar dalam Program Sekolah Penggerak di Wilayah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara yang berlangsung selama dua sehari dari 14 Ae 15 Desember 2021. Kegiatan pelatihan dilakukan secara luring atau tatap muka di ruang Aula Hotel Laura Nunukan. Tahapan kegiatan ini dimulai dari pembukaan yang dibuka langsung oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan. Setelah pembukaan, sesi selanjutnya adalah refleksi diri peserta (Kepala Sekolah dan Pengawas Sekola. dalam berinovasi peningkatan mutu Sesi ketiga dilanjutkan dengan pemaparan materi dan independent learning, tanya jawab, diskusi kelompok, dan pemaparan hasil diskusi oleh peserta. Dihari kedua peserta membuat rancangan rencana aksi yang berorientasi pada materi yang telah dibahas dan masing-masing peserta memaparkan dan memberikan masukan kepada peserta lain. Tahapan pelatihan terdeskripsi sebagai berikut: Panitia Program Sekolah Penggerak P4TK Bahasa mengeluarkan jadwal kegiatan Pelatihan . Dinas Pendidikan Provinsi Kabupaten Nunukan mengeluarkan surat tugas bagi peserta pelatihan. Narasumber mempersiapkan materi yang telah didistribusikan oleh Panitia . encetak Lembar Kerj. Pelaksanaan Kegiatan peningkatan kompetensi pembelajaran dalam peningkatan mutu pembelajaran berbasis data sekolah . Evaluasi kegiatan pelatihan untuk mengetahui dampak pelatihan bagi peserta dari isi dan runtun materi, performa narasumber, dan non-diklat . asilitas dan kondisi tempat pelatiha. Teknik pengumpulan data analisis menggunakan angket dan dokumentasi. Angket digunakan untuk investigasi Angket yang digunakan adalah mencakup komponen proses pelatihan ketercapaian dan kesinkronan materi dengan tujuan pelatihan, mengevaluasi performa narasumber dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan dan mengevaluasi fasilitas dan kondisi tempat pelatihan. Dokumentasi adalah foto kegiatan dan rekaman presentasi peserta dalam memaparkan hasil kerja selama pelatihan. Foto dan video kegiatan pelatihan digunakan sebagai data pendukung penulisan artikel pengabdian ini dan laporan kegiatan. Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Kegiatan Pelatihan . Mulai dari Diri Ditahap awal kegiatan peserta diberikan kesempatan untuk menjawab lembar refleksi bagaimana performa peserta kompetensi guru, dan peningkatan kualitas Adapun pertanyaan dari ketiga pernyataan diatas sebagai berikut: Bagaimana cara Bapak/Ibu selama ini mengetahui kualitas pembelajaran yang ada di sekolah Bapak/Ibu? Bagaimana cara Bapak/Ibu selama ini mengetahui kompetensi guru di sekolah Bapak/Ibu? Bagaimana selama ini Bapak/ Ibu meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada di sekolah Bapak/Ibu?. dua kondisi sekolah dengan budaya sekolah yang berbeda. Tujuan pembelajaran adalah merefleksikan dua kondisi tersebut. Video kedua membahas penggunaan model piramida terbalik dalam upaya transformasi pendidikan Indonesia. Model piramida terbalik merupakan bagaimana individu atau elemen masyarakat melakukan praktik baik di lapangan yang berdampak pada pendidikan hingga suatu saat pemerintah menyediakan kebijakan praktik baik yang mendukung implementasi praktik baik Sedangkan video ketiga mengajak kita untuk memahami konsep coaching melalui cerita fabel. Sehingga para pendidik diharapkan dapat menjadi coach yang dapat mengungkap dan melejitkan potensi Gambar 1. Lembar Refleksi Semua peserta diberikan kesempatan selama 20 menit untuk menjawab ketiga pertanyaan diatas dan peserta menjawab sesuai kondisi yang selama ini dilakukan atau dialami oleh peserta. Setelah peserta selesai mengisi pertanyaan di lembar refleksi, peserta diminta untuk disimpan untuk data awal pada saat materi . Eksplorasi Konsep Pada memutarkan 3 video untuk memberikan kesempatan pada peserta mengeksplorasi hasil refleksi yang telah diisikan pada Video mendeskripsikan refleksi budaya sekolah dimana video animasi yang menampilkan Gambar 2. Pemutar Video Setelah menonton video, peserta membaca mendiskusikan 2 materi. pertama tentang ragam data sekolah yang dapat dijadikan sumber untuk peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, dan komunitas praktisi dimulai dari tahapan membangun komunitas hingga perencanaan bersama-sama peningkatan kualitas pembelajaran di satuan Setelah itu, beberapa peserta menyampaikan hasil elaborasi materi baik video maupun materi PPT. Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 Gambar Peserta Elaborasi Menyampaikan Hasil . Ruang Kolaborasi Pada sesi kolaborasi seluruh peserta dibagi menjadi 4 kelompok secara acak yang beranggotakan 5 Ae 6 peserta. Setelah terbentuk kelompok peserta bersama-sama anggota kelompok mengisi Lembar kerja seperti dibawah ini: Hasil kolaborasi peserta dipaparkan oleh masing-masing perwakilan kelompok yang telah ditunjuk. Masing-masing kelompok menyebutkan satu jenis data dan dijelaskan bagaimana cara dan kapan data tersebut didapatkan hingga strategi dalam menghadapi tantangan. Kelompok lain menyebutkan jenis data berbeda atau bisa jenis data yang sama jika ada perbedaan Gambar 6. Kelompok Memaparkan hasil Diskusi Gambar 4. Lembar Kerja 1 Lembar kerja kolom pertama menginstruksikan peserta untuk menuliskan data sekolah yang digunakan untuk refleksi sebagai peningkatan kualitas pembelajaran. Pada kolom kedua peserta menuliskan terkait bagaimana dan kapan data-data sekolah tersebut didapatkan. Kolom ketiga peserta menuliskan hasil luaran pengolahan Selanjutnya, peserta mengidentifikasi tantangan dalam mengumpulkan dan mengolah data dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran pada kolom keempat. Pada kolom terakhir peserta menuliskan strategi yang dilakukan untuk menghadapi tantangan dalam mengumpulkan dan mengolah data sekolah. Refleksi Terbimbing Panitia membagikan bahan yang akan digunakan pada sesi refleksi terbimbing seperti. Kertas Plano. Sticky notes. Spidol Kecil, dan Isolasi Kertas. Peserta menyebutkan hal baru apa yang didapatkan setelah mempelajari materi dan melakukan aktivitas kelompok, dan hal apa yang perlu dilakukan peserta dalam pembelajaran di sekolah pada sticky notes. Gambar 7. Peserta Menuliskan Refleksi Diskusi Kelompok Gambar 5. Peserta Berkolaborasi Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 Gambar 8. Hasil Refleksi terbimbing Peserta . Energizer Setelah isoma, peserta diajak untuk melakukan ice breaking yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan semangat Permainan yang dimainkan adalah menghitung yang dimulai dari angka 1, setiap kelipatan tiga peserta tidak menyebutkan angka tapi menyebutkan kata AuyesAy. Bagi peserta yang menyebutkan angka kelipatan 3 pertama dan kedua maka peserta tersebut akan memimpin senam Dalam lembar kerja, peserta diminta untuk Pengisian Karakteristik Sekolah Membuat pengumpulan data untuk kebutuhan pengembangan Komunitas Praktisi di sekolah sebagai cara untuk peningkatan kualitas pembelajaran Membuat rancangan pengembangan komunitas praktisi Gambar 10. Pengisian Karakteristik Sekolah Gambar 9. Peserta Senam Ringan . Demonstrasi Kontekstual Pada sesi ini panitia telah menyiapkan lembar kerja pada masingmasing anggota kelompok. Lembar kerja ini mengarahkan peserta untuk merancang aksi nyata. Namun sebelum merancang peserta diberikan kesempatan untuk menonton kembali video dan materi diskusi eksplorasi konsep. Setelah peserta membaca materi komunitas praktisi untuk refreshment dan menonton video coaching untuk penyegaran, peserta akan mengisi rancangan aksi nyata yang akan dilakukan di masing-masing satuan pendidikan. Elaborasi Konsep Di Sesi ini peserta secara berkelompok berbagi hasil pengerjaan rancangan strategi pengumpulan data untuk Komunitas Praktisi di sekolah sebagai cara untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Masingmasing anggota kelompok menyampaikan Yang kemudian dilanjutkan ke seluruh peserta dimana perwakilan 1 Sehingga peserta dapat memperbaiki atas masukkan dari peserta lain terkait hasil rancangan. Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 akan peserta lakukan di satuan pendidikan masing-masing peserta. Peserta juga diminta untuk menjelaskan rancangan aksi nyata yang sudah diperbaiki sesuai masukan dari peserta lain. Gambar 11. Anggota Kelompok Menyampaikan Hasil Rancnagan . Koneksi Antar Materi Sesi koneksi antar materi dilakukan untuk mengarahkan peserta memahami semua materi yang telah dibahas dan pemahaman peserta dalam bentuk mindmap. Peserta membuat mind map bagian tengahnya dibuat peningkatan kualitas pembelajaran lalu di bagian cabang-cabang diisi materi yg dipelajari yang bisa menunjang proses peningkatan kualitas Gambar 12. Peserta Membuat Mind-map Gambar 14. Peserta Menjelaskan Aksi Nyata yang sudah di perbaiki Narasumber juga menyampaikan kembali bahwa pada sesi demonstrasi kontekstual peserta diminta untuk membuat rancangan strategi pengumpulan data untuk kebutuhan pengembangan Komunitas Praktisi di sekolah sebagai cara untuk peningkatan kualitas pembelajaran dan membuat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Setelah kegiatan pelatihan dilakukan para peserta mengisi lembar evaluasi kegiatan dimulai dengan program pelatihan, performa narasumber, dan kegiatan non Adapun hasil persepsi peserta terhadap kegiatan dideskripsikan dibawah . Evaluasi Program Pelatihan Evaluasi ini dilakukan untuk melihat pandangan peserta terhadap kegiatan pelatihan yang dilakukan. Tabel 1: Evaluasi Program Gambar 13. Mind-map Peserta . Penjelasan Aksi Nyata Sesi ini merupakan muara dari kegiatan pelatihan dimana semua peserta menghasilkan rancangan aksi nyata yang Aspek Mean Metode diskusi kelompok terpunpun ini dilaksanakan dengan efektif Materi yang disampaikan sistematis dan mudah Isi materi sesuai dengan tujuan kegiatan Diskusi berlangsung dengan baik Peserta dapat bertanya secara langsung Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 Mendapatkan solusi dari permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan Hasil kegiatan diskusi kelompok terpumpun ini sesuai dengan tujuan program Tabel diatas menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dapat mencapai tujuan pelatihan itu sendiri dimana semua peserta sangat setuju bahwa metode yang digunakan dalam pelatihan dapat mengoptimalkan peran aktif peserta kegiatan. Peserta 19 dari 21 peserta sangat setuju Pada aspek materi disampaikan secara sistematis dan mudah Materi yang disampaikan pada kegiatan pelatihan sudah sesuai dengan tujuan kegiatan dimana 91% peserta sangat 92 % peserta berpendapat bahwa diskusi pada kegiatan berjalan dengan baik karena peserta dapat menyampaikan pertanyaan secara dan mendapatkan respon sesuai untuk menjawab pertanyaan peserta dengan sangat optimal. Hasil kegiatan diskusi kelompok terpumpun sangat sesuai dengan tujuan kegiatan karena 86% peserta sangat setuju dengan pernyataan pada aspek . Evaluasi Narasumber Tabel 2: Evaluasi Narasumber Aspek Mean Kemampuan memotivasi peserta Menjalin interaksi yang efektif dengan peserta Kemampuan Manajemen waktu pemaparan materi Ketercapaian tujuan pemaparan materi Penguasaan materi Kemampuan menjawab pertanyaan dari peserta Narasumber merupakan kunci utama yang menentukan capaian kegiatan pelatihan, sehingga evaluasi performa narasumber dari sisi peserta sangat Berdasarkan hasil evaluasi yang diberikan oleh peserta, performa narasumber dalam kategori sangat baik dengan rata-rata nilai dari ketujuh aspek 94,7. Kemampuan narasumber dalam memotivasi dan menjalin interaksi yang efektif dengan peserta 5% mencapai Dalam pemaparan materi juga mencapai nilai masing-masing 95. Pada aspek manajemen mendapatkan nilai sebesar 94. Aspek terakhir yakni kemampuan memberikan respon yang menjawab pertanyaan peserta . Evaluasi Kegiatan Non-Diklat Tabel 3: Evaluasi Kegiatan Non Diklat Aspek Mean Ketercapaian tujuan kegiatan Kelengkapan panduan/petunjuk teknis Ketersediaan sarana dan prasarana kegiatan Kebersihan kamar penginapan Kenyamanan ruang kegiatan Pelayanan panitia terhadap peserta Pelayanan konsumsi selama kegiatan Penunjang pelaksanaan kegiatan untuk menunjang konsentrasi peserta dalam mengikuti Hasil evaluasi kegiatan non diklat menunjukkan bahwa respon peserta pada evaluasi ini terkategori dalam level sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 91,3. Ketercapaian tujuan mencapai kategori baik sekali dengan nilai yang diberikan oleh peserta sebesar 92. Pada aspek kelengkapan petunjuk teknis dan ketersediaan sarpras masing-masing mendapatkan nilai sebesar 93 dan 91. Kenyamanan dan pelayanan panitia juga di posisi baik sekali dengan masing-masing Hanya pada aspek kebersihan ruangan dan pelayanan konsumsi selama kegiatan terdapat pada kategori baik dengan masing-masing nilai 89 dan 90. Kepala Sekolah memiliki tanggung jawab atas kemajuan satuan pendidikan yang dipimpin. Salah satu kompetensi yang diamanahkan ( Syahril, 2. adalah kompetensi kepemimpinan pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa mutu dari layanan pembelajaran bergantung pada bagaimana Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 menindaklanjuti kompetensi ini dalam Dalam membantu kepala sekolah kementerian pendidikan dan kebudayaan Indonesia mewadahi kepala sekolah untuk meningkatkan tanggung jawabnya melalui pelatihan peningkatan mutu pembelajaran berbasis data. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa Kepala Sekolah meningkatkan mutu pembelajaran sesuai dengan kondisi, kesiapan, dan kebutuhan sekolah yang dipimpinnya. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan sesi (Mumford & Dikilita, 2. (Quezada, et al. , 2. refleksi yang mana memungkinkan kepala sekolah dalam mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan, apa yang belum dikerjakan, dan bagaimana cara melakukannya sehingga tepat sasaran dan kebutuhan. Setelah melakukan refleksi yang dituangkan dalam lembar kerja. Kepala sekolah dan pengawas diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi konsep peningkatan mutu pembelajaran dimana narasumber menayangkan beberapa video dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi secara mandiri materi terkait data-data yang diperlukan dan strategi penyelesaiannya. Pada sesi selanjutnya peserta . epala sekolah dan pengawa. ( Olelewe. Orji. Osinem , & Rose-Keziah , 2. (Salma, 2. berkolaborasi dalam melakukan refleksi dengan mengisi lembar kerja yang sudah disediakan panitia terkait data yang digunakan dalam peningkatan Setelah selesai, peserta menuliskan hal-hal apa saja yang didapatkan setelah mempelajari materi dan aktivitas kelompok. Untuk mendapatkan (Hutasoit & Tambunan, 2. semua peserta tetap semangat dan focus pada kegiatan, peserta bersama panitia dan narasumber melakukan ice-breaking. Dari pembelajaran peserta membuat rancangan aksi nyata untuk peningkatan mutu pembelajaran di satuan pendidikan masingmasing tetapi tetap berkolaborasi bersama anggota kelompoknya. Setelah peserta selesai peserta berbagi hasil rancangan aksi nyata baik kelompok maupun dengan kelompok lain. Fu. Lin. Hwang, & Zhang . Pembuatan mind-map merupakan salah satu cara untuk menempatkan peserta pelatihan memahami secara utuh materi yang dieksplorasi dan dipraktekan sehingga dapat dimanfaatkan secara menyeluruh dalam peningkatan mutu di satuan pendidikan masing-masing. Juga, peserta diberikan kesempatan untuk menjelaskan hasil rancangannya baik peningkatan mutu maupun pembentukan praktisi secara Sehingga kepala sekolah secara utuh membekali diri sebelum kembali ke satuan pendidikan. Lebih lagi, peserta diberikan kesempatan untuk mengembangkan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di satuan Pendidikan masing-masing memaparkan hasil rancangan tindak lanjut. Hasil pemaparan mendapatkan masukan baik dari peserta lain maupun dari narasumber sehingga rancangan tindak lanjut yang telah dikembangkan lebih disempurnakan lagi untuk dapat langsung diterapkan pada satuan Pendidikan setelah kegiatan pelatihan selesai. Kegiatan pelatihan tidak akan berjalan dengan optimal jika narasumber, materi dan fasilitas pelatihan tidak Hasil evaluasi kegiatan pelatihan menunjukkan respon yang sangat positif dari peserta sehingga dapat diindikasikan bahwa kegiatan pelatihan Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 peningkatan kompetensi pembelajaran yang diikuti oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dapat mencapai tujuan pelatihan secara maksimal. PENUTUP Kepala Sekolah bersama Pengawas merupakan kunci utama dalam kemajuan atau kemunduran mutu suatu layanan Maka, kompetensi kepala sekolah dan pengawas perlu ditingkatkan karena menurut rapor Pendidikan mutu layanan pembelajaran belum memenuhi batas kepatutan atau pada tingkat perlu Sehingga Kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi kepemimpinan pembelajaran bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah perlu dilakukan untuk dapat mengantarkan kepala sekolah dan pengawas dalam meningkatkan mutu layanan pembelajaran di masing-masing satuan Pendidikan khususnya di wilayah Kabupaten Nunukan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan Pembelajaran bagi Kepala Sekolah dan Pengawas. Materi yang disajikan secara runtut dan sederhana sehingga mulai dari awal sesi pelatihan hingga akhir dapat dicerna secara optimal. Narasumber pelatihan juga senantiasa membuka diri dalam menanggapi peserta baik dalam pemaparan materi, maupun pemberian instruksi. Apalagi strategi collaborative learning yang digunakan memungkinkan peserta untuk lebih kreatif dalam pemahaman dan pengayaan materi. Lebih lagi, run-down kegiatan secara sistematis mengarahkan peserta untuk terlibat langsung dan aktif dalam mengikuti Sehingga dihasilkan oleh pelatihan ini mencapai level maksimal dimana peserta kegiatan mampu menyelesaikan semua lembar kerja sesuai tujuan pelatihan. Lembar kerja pertama adalah refleksi dimana memberikan kesempatan kepala sekolah dan pengawas untuk mengevaluasi yang telah dilakukan dan dampaknya serta hal yang belum Selanjutnya, kepala sekolah dan pengawas bersama merancang rencana aksi nyata sesuai dengan kondisi sekolah. Di tahap akhir, semua peserta memaparkan rancangannya di depan peserta lainnya untuk mendapatkan masukan terkait rancangan yang telah dikembangkan. Tahap akhir adalah kepala sekolah bersama pengawas memperbaiki rancangan dari hasil masukan kepala sekolah dan pengawas lainnya. Tahapan kegiatan dan materi pelatihan menuntun peserta dalam mencapai tujuan pelatihan dimana mereka telah mampu mengembangkan program rencana tindak lanjut untuk diterapkan di satuan Pendidikan masing-masing sesuai dengan kondisi satuan Pendidikan. DAFTAR RUJUKAN Andriani. Kesumawati. , & Kristiawan. The Influence of the Transformational Leadership and Work Motivation on Teachers Performance. International Journal of Scientific & Technology Research, 7. , 19-29. Bairaauskien . HeadmasterAos Competencies in Management Area: Evaluating the Significance Level of Managerial Competencies Lithuanian Comprehensive Schools International Conference on Social Sciences . Amsterdam: European Center for Science Education and Research. Fu. -K. Lin. -J. Hwang. -J. , & Zhang. Impacts of a Mind Mapping-based Contextual Gaming Approach on EFL StudentsAo Writing Performance. Learning Perceptions Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 and Generative Uses in an English Course. Computers & Education, doi:https://doi. org/10. 1016/j. Hutasoit. , & Tambunan. The Effect of Ice Breaking Technique in Teaching Speaking at the Tenth Grade Students of SMK Dharma Bhakti Siborongborong Academic Year 2018/2019. International Journal of English Literature and Social Sciences, 3. , doi:https://dx. org/10. 22161/ijels. Ikram. Kurniady. , & Prihatin. Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah. Jurnal Administrasi Pendidikan, 26. , 217-224. Kartini, & Susanti. Supervisi Klinis Oleh Kepala Sekolah Terhadap Kualitas Pembelajaran. Jurnal Manajemen. Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan, 4. , 160168. doi:http://dx. org/10. 31851/jmks Mumford. , & Dikilita. Preservice Language Teachers Reflection Development through Online Interaction in a Hybrid Learning Course. Computers & Education. doi:https://doi. org/10. 1016/j. Murtiningsih. Kristiawan. , & Lian, . The Correlation Between Supervision of Headmaster and Interpersonal Communication With Work Ethos of the Teacher. European Journal of Education Studies, 6. , 246-256. doi:doi: 5281/zenodo. Olelewe. Orji. Osinem . & Rose-Keziah . Constraints and Strategies for Effective Use of Social Networking Sites . for Collaborative Learning in Tertiary Institutions in Nigeria: Perception of Tvet Lecturers. Education Information Technologies, 25, 239258. doi:https://doi. org/10. 1007/s10639019-09963-7 Quezada. Buczynski. Medina. Stolz. Fabionar . , & Jez. Traditional and NonTraditional Teacher Education Programs: The Importance of Teacher Candidate Competence. Identity, and Reflection. Teacher Education Quarterly, 47. Retrieved https://go. com/ps/i. do?id=GAL E|A619740740&sid=googleSch olar&v=2. 1&it=r&linkaccess=abs& issn=07375328&p=AONE&sw=w& userGroupName=anon84e27c2 Renata. Wardiah. , & Kristiawan. The Influence HeadmasterAos Supervision and Achievement Motivation Effective Teachers. International Journal of Scientific & Technology Research, 7. , 44 - 49. Salma. Collaborative Learning: An Effective Approach to Promote Language Development. International Journal of Social Sciences & Educational Studies, 7. , doi:10. 23918/ijsses. Syahril. Maret . Uji Publik Model Kompetensi Guru dan Kompetensi Kepemimpinan Sekolah. Retrieved Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2023 (Halaman 121-. Diterima: Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 Wahyuddin. Headmaster Leadership Teacher Competence in Increasing Student Achievement School. International Education Studies, 10. , doi:doi:10. 5539/ies. Eppendi et al. Peningkatan Kompetensi KepemimpinanA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb