OPEN ACCESS JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia Vol. 1 No. Februari 2025. Hal. e-ISSN. DOI. https://doi. org/10. 58472/konselia. Research Article Konsep Nafs dan Terapinya dalam Perspektif Al-QurAoan Risma Nailul Amaliya1. Achmad Khudori Soleh2 Magister Psikologi. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia Corresponding Author: Risma Nailul Amaliya. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia Email: rismaamaliya. ra@gmail. Abstract. Humans were created by God with attitudes and character. Nafs in Arabic means soul and refers to the inner side of humans that has good potential, produces good behavior, and can always control oneself towards goodness. The aim of this research is to analyze the concept of Nafs . and its therapy from the perspective of the Qur'an. This research method is the concept and therapy of the nafs from the perspective of the Al-Qur'an. The primary source in this discussion is the holy book Al-Qur'an. The results of this research are . the word Nafs in the Qur'an is mentioned 295 times and in total it means human beings, . in the Qur'an there are three divisions of nafs, namely nafs ammarah bi al-suu', nafs lawwamah, nafs mutma'innah. the impact of mental disorders in the Qur'an is very dangerous, it can reach far from Allah, so that you don't get guidance from Him. So there are several nafs therapies according to the Qur'an that can be used, including: amar makruf wa nahi munkar, dhikr, patience, selfmotivation, purifying the soul, prayer, repentance, introspection. Keywords: Nafs. Al-QurAoan. Division of Nafs. Nafs Therapy Abstrak. Manusia di ciptakan oleh Allah dengan mempunyai sikap dan karakter. Nafs dalam arti Bahasa arab yang berarti jiwa dan merujuk kepada sisi dalam manusia yang berpotensi baik, menghasilkan perilaku yang baik pula, selalu dapat mengendalikan diri untuk menuju kebaikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis konsep Nafs . dan terapi nya dalam perspektif Al-QurAoan. Metode penelitian ini adalah konsep dan terapi nafs dalam perspektif Al-QurAoan. Sumber primer dalam pembahasan ini berupa kitab suci Al-QurAoan. Hasil penelitian ini adalah . kata Nafs dalam Al- QurAoan di sebutkan sebanyak 295 kali dan secara totalitas bermakna manusia . , . dalam Al- QurAoan pembagian nafs ada tiga yaitu nafs ammarah bi al- suuAo, nafs lawwamah, nafs mutmaAoinnah. dampak ganguan jiwa dalam Al- qurAoan sangat berbahaya bisa sampai jauh kepada Allah, sehingga tidak mendapatkan hidayah dari Nya. Sehingga ada beberapa terapi nafs menurut Al- QurAoan yang bisa di gunakan antara lain: amar makruf wa nahi munkar, dzikir, sabar, motivasi diri, mensucikan jiwa, sholat, taubat, mawas Kata kunci: Nafs. Al-qurAoan. Pembagian Nafs. Terapi Nafs PENDAHULUAN Isitilah jiwa dalam Bahasa Arab disebut dengan nafs yang secara kebahasaan dapat diterjemahkan menjadi jiwa atau diri. Nafs menjadi satu kesatuan yang menjadi penggerak tingkah laku. Nafs merupakan JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia. Vol. 1 No. Februari 2025 | 79 melihatnya secara langsung, namun bisa merasakannya, keberadaanya bisa diketahui melalui petunjuk dari Allah dan bisa dipelajari dari Al-Quran dan Sunnah. Secara umum, nafs dalam konteks pembicaraan tentang manusia merujuk pada sisi dalam manusia yang berpotensi baik dan buruk. Karena itulah, hendaknya ia mendapat perhatian yang besar pengolahannya. Seperti yang tertuang dalam (QS. s AaOIa eAA A acOaI a cO aON a eaaI aN Aa a eOaaN aOa eC cO aONA Banyak penelitian terdahulu berupa artikel jurnal yang mengkaji terkait konsep Nafs, diantaranya yaitu konsep nafs dalam penelitian Prilakusuma . yang menurut Ibnu Sina dan Al- ghozali. Ainiyah . dalam risetnya membahas tentang konsep nafs menurut Imam Ghozali dan Ibn Qoyyim. Kusuma . tentang konsep nafs menurut Aristoteles. Wildan . tentang konsep nafs dalam Al- qurAoan. Buku pengantar psikologi agama oleh Rosyad . Mahadzir, dkk . Pembangunan jiwa berdasarkan konsep nafs menurut Ibn Bajjah. Studi komparatif oleh Dody . konsep al-nafs . perspektif Hamka dan saAoid Rahman . konsep jiwa menurut Mulla Shadra. Rahman . konsep jiwa menurut Ibn Sina. Nunu . dalam risetnya membahas tentang tazkiyatun nafs/ penyucian jiwa menurut para sufi. Ibrahim . rekonstruksi tazkiyah al nafs manurut Abu Hasan AlNadwi. Diyana . penyakit hati dan terpinya dalam Al-QurAoan menurut Ibn-Qoyyim alJauziyah. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memahami konsep nafs dan terapi nya dalam perspektif Al- QurAoan, sedangkan uraian di atas menunjukkan bahwa telah banyak artikel yang membahas mengenai konsep nafs dalam perspektif Al-QurAoan. Manfaat dari memahami memahami konsep nafs dan terapi nya dalam al- quran dan, setidaknya kita bisa memahami sisi dalam yang tercermin melaliu tingkah laku yang muncul dari masing- masing individu, dan bagaimana terapi penanganannya dalam perspektif Al-qurAoan yang di implementasikan pada kehidupan sehari-hari banyak artikel yang membahas mengenai konsep nafs dalam perspektif Al-QurAoan. Manfaat dari memahami memahami konsep nafs dan terapi nya dalam al- quran dan, setidaknya kita bisa memahami sisi dalam yang tercermin melaliu tingkah laku yang muncul dari masing- masing individu, dan bagaimana terapi penanganannya dalam perspektif Al- qurAoan yang di implementasikan pada kehidupan sehari- hari. METODE PENELITIAN Objek penelitian ini adalah konsep nafs dan terapinya dalam perspektif Al- QurAoan, dan jenis penelitian yang di lakukan oleh peneliti adalah analisis deskriptif kualitatif, yaitu peneliti berusaha menganalisis, meringkas dari berbagai data yang dikumpulkan. Sumber data primer JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia. Vol. 1 No. Februari 2025 | 80 dalam penelitian ini adalah Al-Quran, dan sumber data sekunder penelitian ini adalah konsep Analisis yang di lakukan oleh peneliti yaitu dengan melakukan kontens analisis, analisis wacana, analisis interpretative. Teknik analisis data penelitian ini mengacu pada studi kepustakaan, yaitu berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya dan norma yang berkembang. HASIL DAN PEMBAHASAN Nafs dalam Al- QurAoan Kata Nafs dalam Al-qurAoan yaitu berbentuk isim mufrod, nafsun yang mempunyai arti Auyang di terapiAy. Istilah jiwa berasal dari bahasa arab adalah Nafs. Dalam Al- QurAoan, kata nafs sangat besar apresiasi nya, hal ini bisa dilihat ada sekitar 295 kali. Kata ini terdapat dalam 63 surat, yang terbanyak dimuat dalam surat al-Baqarah . Ali Imran . , alNisaAo . , al-AnAoam dan al-Taubah . asing-masing 17 kali, serta al-AAoraf dan Yusuf . asingmasing 13 kal. masing- masing dalam bentuk mufrad sebanyak 140 kali. Sedangkan dalam bentuk jamak terdapat dua versi yaitu, nufus sebanyak 2 kali, dan anfus sebanyak 153 kali, dan dalam bentuk fiAoil ada dua kali. Kata nafs dalam Al-QurAoan memiliki ragam makna, susunan kalimat, klasifikasi, dan objek ayat. Di dalam Al- QurAoan, ada 2 klasifikasi nafs yaitu: Sebagai tatolitas manusia Sebagaimana telah tercantum dalan (QS. Al maidah . a AE u aE I cEO aI aA s A aO a a A a ea eA A Aa aEaacacIa Ca a aEA a AIA AeOA a AIA AEA ACA AIA AIA ANA AIA AEA AOA U a e a a a e AI eI a e aE cE a a e a a a eOA a a a AaO OEaaC e eeaI EaI aaEe OaIA ae a AN Aa aEaacacIaO a eO EIacA AeO aI eI aN eI a e aA AOA AIA AIA AOA eU aAc ac acI aEA a a e e a a Aac aa eO UA aa e a a a U a a AEIA a AE a ea eA A E aaI e a eO aIA a aAcEA Sebagai penggerak tingkah laku Tercantum dalam (QS. Ar- RaAod. a a ac AeO O aO aN OaII aE aeAN aaO aOIaN aII aI aA c AcEE a acIA AcEEa aeE OaeOa aI aaC eOsI a cc OaeOaeO aI aIe aA a aN eIA U AEaN aI aC cA e e e e e a e a a e aA I eI A c AA AcEEa aaC eOsI a eO U Aa aaE aI a ac EaN aOaI aeEa eI aI eI a eOIaN aI eI acO sEA a AaO aO a aA Secara umum, nafs dalam konteks pembicaraan tentang manusia merujuk pada sisi di dalam manusia yang berpotensi baik dan buruk. Karena potensi inilah, hendaknya ia mendapat perhatian yang besar dalam perkembangannya. Sebagaimana telah di jelaskan dalam ayat Al- QurAoan (As- syams. s AaOIa eAA A acOaI a cO aON a eaaI aN Aa a eOaaN aOa eC cO aONA JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia. Vol. 1 No. Februari 2025 | 81 Pembagian sifat- sifat nafs dalam Al-QurAoan yang dititipkan Allah kepada kita diantaranya: menyuruh kepada kejahatan, . menyesali, . tenang, . berubah- ubah, . mempu melaksanakan tugas, . mempermudah utuk melakukan kesalahan, . membisikkan perbuatan baik atau buruk, . menghiasi perbuatan buruk. Pembagian Nafs Dalam Al-QurAoan, terdapat berbagai macam nafs, yaitu: Nafs al-Amarah bi al-SuAo . iwa yang memerintahkan kepada kejeleka. Nafs jenis ini menggambarkan sisi jelek dari manusia, terdapat di dalam (Q. S Yusuf. a ca a a a A aOaIO aa aA AE eOa aaceE aI aa aI aa e a acI aa e a aA eOU aca eO UIA ca A aeEaacI aU aA a A Ia eA eO I EIac eAA Nafsu itu bergantung pada keadaan jiwa seseorang, maka dari itu hendaklah kita menundukkan jiwa kita pada ketetapan Allah untuk kita yang sudah dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW. Salah satu cara utama untuk melawan hawa nafsu yaitu dengan mengenal Allah dengan mencintai Nya menggunakan ilmu yang sudah ada dengan benar, sehingga titah Nya lebih di uatamakan dari pada kehendak hafsu kita sendiri. Nafs al-Lawwamah . iwa yang mencel. Maksud dari nafs ini adalah nafs yang menyesali kejadian-kejadian yang sudah lewat dan mencelanya. Nafs ini berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah sebagaimana firman Allah dalam surat al-Qiyamah . ayat 1-2 a AeI aO OaI E aeC cOI oaa OaeEO aCA a Ae aI aaEIac eAA A EEac acO aI aA e a a AaeEO aCA a a Menurut penelitian, nafs lawwamah adalah nafsu yang mengajak kepada keburukan, kemudian orang yang melakukan hal buruk sadar akan kelakuannya, dan menyesali perbuatannya dan bertaubat, akan tetapi kesadaran manusia hanyalah bersifat sementara, jika jiwanya mengajak keburukan, maka dia akan mengulanginya kembali. Nafs al-Mutmainnah . iwa yang tenan. Nafs Mutmainnah adalah jiwa yang tenang yang selalu menyandarkan dirinya kepada Allah Swt dengan berdzikir. Inti dalam jiwanya adalah keimanan dan rindu berjumpa dengan-Nya, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Fajr . ayat 27- 30 berikut ini: ao ao a a a a c AacA e A E aeI aeI aiOIaca e eO E aE aOaU acI eOacU Aa e aE eO eaA c eO aO e aE eO aIA a An cOOaOaca aN EIac eAA Nafs Al-Mulhamah atau nafs yang terilhami. Ini adalah tingkat nafs yang memiliki tindakan dan kehendak yang tinggi. Nafs ini lebih selektif dalam menyerap bergabagai prinsip-prinsip. Ketika nafs ini merasa terpuruk kedalam keburukan, makai ia akan segera terilhami untuk mensucikan amal dan niatnya. Sebagaimana firman Allh dalam Q. S AsySyams. JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia. Vol. 1 No. Februari 2025 | 82 n a eaaI aN Aa a eOaaN aOa eC cO aONA Nafs Ar-Radhiyah atau nafs yang ridha. Pada tingkatan ini nafs telah ikhlas menerima keadaan dirinya. Jiwa yang tulus dan bersih, lapang dada terhadap ketentuan Allah. Rasa hajatnya kepada Allah begitu besar. Nafs inilah yang diibaratkan dalam doa illahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi, dan berikut firman Alloh tentang nafs radhiyah Q. S Fajr. ao ao a a a a c AacA e a A E aeI aeI aiOIaca e eO E aE aOaU acI eOacU Aa e aE eO eaA c eO aO e aE eO aIA a An cOOaOaca aN EIac eAA Nafs Al-Mardhiyyah adalah nafs yang berbahagia dan diridhai, yaitu manusia yang mempunyai jiwa ini merasa senang atau cinta kepada Allah sebaliknya Allahpun senang dan puas terhdapnya, nafs jenis ini biasanya dimiliki oleh orang- orang yang khawas atau orang yang khusus seperti para wali dan nabi. Tidak ada lagi keluhan, kemarahan. Prilakunya tenang, dorongan perut dan syahwatnya tidak lagi bergejolak dominan, sebagaimana ayat nya sama dengan dia atas. Nafs As-Safiyah adalah nafs yang tulus murni. Pada tingkat ini seseorang dapat disifati sebagai Insan Kamil atau manusia sempurna bentuk dasarnya. Nafs nya pasrah pada Allah dan mendapat petunjukNya. Nafs nya sejalan dengan kehendak- Nya. Pada hal ini biasa nya di duduki oleh para nabi, rasul, dan para wali sebagai perwujudan dari insan kamil. Imam Al- Qurthubi (Priyatnya 2. menjelaskan bahwa jiwa yang tenang adalah jiwa yang yakin akan kebesaran Allah dan tunduk atau mengimani Allah sebagai Tuhnnya. Sedangkan Abd Al- Qadir Jailaani menjelaskan bahwa orang yang mempunyai ketenangan jiwa adalah orang yang selalu membekali diri nya di dunia dengan amal untuk dirinya di akhirat kelak yaitu dengan menjauhi larangan yang Allah perintahkan. Mereka selalu ridha dengan ketetapan yang Allah berikan, saat susah maupun senang karena mereka tidak akan tergiur dengan kemewahan dunia yang penuh dengan kekuasaan dan kemewahaan, karena mereka selalu mendekatkan diri pada Allah dan mengutamakan kekekalan akhirat daripada Sehingga mereka nantinya bisa memeroleh ketenangan jiwa dan derajat yang tinggi dan terhindar dari siksa akhirat. JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia. Vol. 1 No. Februari 2025 | 83 Gambar 1. Bagan Pembagian Nafs dalam QurAoan Terapi Nafs Al-QurAoan sebagai sumber ajaran Islam, kebenarannya bersifat hakiki dan tidak ada keraguan didalamnya karena ia diturunkan oleh Allah SWT, sebagai kitab suci yang berisi petunjuk dan penjelasan, bagi petunjuk itu sendiri di dalamnya banyak terdapat ayat-ayat yang berkaitan dengan kesehatan mental dengan berbagai istilah yang digunakannya sebagai sesuatu yang hendak dicapai oleh setiap manusia. Setiap manusia menginginkan dirinya sehat baik secara jasmani maupun rohani. Sehat secara jasmani akan terwujud apabila manusia tidak mengeluhkan sakit terkait kondisi fisiknya. Sedangkan kondisi rohani yang sehat akan terjadi apabila manusia tersebut merasakan keadaan aman, nyaman, serta tentram dalam dirinya. Orang yang tidak sehat dalam kedua aspek tersebut tentunya akan mempengaruhi pola kehidupan dirinya serta akan berdampak terhadap aktivitas sosial maupun rohani dalam hidupnya. Macam-macam terapi nafs dalam Al-QurAoan Amar Makruf wa Nahi Munkar Ayat al-QurAoan yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan dirinya serta pengembangan dan memanfaatkan potensinya dalam bentuk amr maAoruf wa nahi munkar atau sebaliknya mengutamakan hawa nafsu yang ada pada dirinya. Firman Allah SWT: dalam Q. S Al-Imran . : 110. ac a a a AcEE OEaO cII a eNE EA a AeEA a A EaEIA AcA e AeO aacI s a e a aA a e AaE eI a eI aA a a a e a Aac aa aeI aeO aI aE aeI e aeOA aOa eI aN eO aI a aI E aeI eI aE a aOa eIIa eO aI aA AeO aceEa eI aI eI aN aI E aeI eaIIa eO aI aOa eEa aaN aI E ceA a aC eO aIA U e AEa aE aI aA Pada ayat di tersebut bisa dijeaskan bahwa kita sebagai umat manusia di ajarkan untuk berbuat kebaikan dan menjauhi segala larangan, dan beriman kepada Allah, tetapi banyak di antara kita yang masih berbuat kemungkaran, sehingga dlam hidupnya tiada menemukan ketenangan. JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia. Vol. 1 No. Februari 2025 | 84 Dzkikir Dalam kasus di atas sudah jelas, bahwasannya salah satu terapi jiwa yang bisa di gunakan yaitu iman dan mengingat Allah. Al- QurAoan menyebutkan mengenai ketenangan hati berada pada surah Ar- RaAod ayat 28. ac AcEE aaeE a a eE aA ac A Eac aOI cII O OaeI aiO acI CaEaOaaI a a eE aA a AcEE a aeI aiO acI Ee aCEa eOA ea e a a e aa a e Dapat di simpulkan dari ayat dia atas, bahwasannya dengan menginat Allah dengan berdzikir yaitu mengucapkan dengan lisan dan mengingatNya, maka hati kita akan menjadi Diantara manfaat dzikir adalah: mengusir dan menghancurkan syetan, menjadikan Allah, mendatangkan kebahagiaan, ketenangan, ketenteraman dan kegembiraan, membuat hati dan wajah pelakunya menjadi terang dan bersinar, orang yang berdzikir akan dikaruniai kewibawaan dan kesumringahan, di cintai Allah, senantiasa berada dalam pengawasan Allah. Mensucikan jiwa Dalam Al- QurAoan sudah di isyaratkan bahwa upaya untuk mensucikan jiwa atau membersihkan diri masih bisa di lakukan sendiri maupun dengen mendapatkan anugerah dari Allah. Bisa di lakukan sendiri atau melalui bantuan orang lain dengan cara menambah ilmu di pesantren atau mendekati orang- orang yang ahi dalam bidang ilmu agama, dan mengeluarkan infaq untuk di niatkan sebagai upaya pensucian diri. Sebagaimana tercantum dalam Al- QurAoan (QS. Ali Imran. a Uac aIe aE EaO aEI aI I a Eea aI aIIU Iac Oac e cO a aiO a AeOA a AIA AIA ANA AaNA ACA a AOA AOA AIA AEA AIA AIA ia ea aA aN eI OaaI eacO aI aa ccEE A ea e e e a a U a aa aca ANEaOac a O aCOEaO aI NE EacI aII eaI a aII aO s CaE a acI eaI aEEacNA a A e aC a acI eA a aIe aA a aN eI acI aeEA AcEE aaOeaA eO aI a eOA e e e e a a ea eea a a ca a AaE O aCOEaO aI EaO aE aI EaIa aII ea eI a aO acI CaaEeIa cN aNIa CaE EacO aE eI aI a O Oa aEI EA e e e a a AOa e a eO aI EA a a EOe aI aEA a e e aa e e e e a a a AcEE aEa eOI a aA a c A a aN eI OEaOa e aEaOA a AaEaeO aN aI Ee aC e aE cE aIA a AcEEa aI a ea a AA a eOaaE eI aOEOa aIA U a c AA aI a eaA CaEa eO aE eI aOA a a AEA a eOaA Sholat aAEA cEO a A a a ac Aa eEA a A a OEeI eI aE a OEA a AE aII EA ca AcEE a eE aa OA a AeEA AcEEA a AEA AIA AOA ANA AIA AOA AEA AEAA AIA c ca ca Ac aOaCa aIA a e aa a a Aae aE aIO a eO aO E eaOA a a a a e AAIa a eO aIA e aAOa eEa aI aI A Sesungguhnya salat itu mencegah dari . keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah . itu lebih besar . eutamaannya daripada ibadah yang lai. Allah menegetahui apa yang kamu kerjakan. JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia. Vol. 1 No. Februari 2025 | 85 Sabar Ayat al-QurAoan tentang kesehatan mental yang diterapkan dalam kesabaran dalam menghadapi cobaan. Allah Q. al-Baqarah . : 155 a s AA O eO a OIa eCA a e AO s aIIA a A OEacI cA c A aOa a aA AEAa aaOe aIA a a a AA I aI ea eI aOE aO eaIe a a ea a AeEaeOA a e a AaOEaIa e Ea aOIac aE eI A Pada ayat di atas, bisa di gambarkan yaitu. Allah akan menguji setiap manusia dengan kelaparan, kemiskinan, kekurangan pangan, ketakutan, dan kegelisahan, tetapi, barang siapa yang bersabar akan ujian Allah, niscaya akan mendapat kebahagiaan. Taubat Manusia tidak terlepas dari salah dan juga lupa, manusia sering berubah- ubah karena terdorong hawa nafsu nya serta mudah terpengaruh, dan pengetahuannya terbatas sekali, maka dari itu di anjurkan untuk bertaubat. Yang tertuang dalam (Q. S At- Tahrim. ac AOaOacN Eac aOI cII O ao a aEA s AAO a cO ac aEI a eI Oac aE aA a eI aEI Oa ca aEI OO e aEa aEI cIA A aae a eOA aa e a e U e a caAcEE a eOaU IA ea e e aa a e a e a ao AeO aOe aOe aN eI aOaeeOaeIaa eI Oa aC eOE eaO aI aacIaO aeea eIA AOA AOA AIA ANA AOA AIA ANA AIA AOA AIA AIA AIA AOA AEA AOA AacaA AIA AEA AcEEA AOA AaOA AeEA AIA AOA AOA c e a e a a cAaI eI aaea aN ea eeIA ae a e a e a a e a a a e a a a e a ca a AE a cEO aE aE a eO s Ca aOe UA a caAEaIa Ia eOaI aO e aA e EaIa IA Mawas Diri Orang yang selalu waspada terhadap dirinya untuk tidak melakukan perbuatan yang tercela, dan akan selalu tampak perbuatan yang telah dilakukannya meskipun itu kecil. Motifasi Diri Ayat Al- QurAoan tentang motivasi. Asy-Syarh . : 6 Aa acI aI a Eea e a Oa e UA Dan keterangan ayat tersebut ialah sesungguhnya selagi ada kesulitan pasti di sutu pula lah ada kemudahan juga. Gambar 2. Bagan Macam- macan terapi nafs dalam Al- QurAoan Kata Nafs dalam Al-qurAoan yaitu berbentuk isim mufrod, nafsun yang mempunyai arti Auyang di terapiAy. Istilah jiwa berasal dari bahasa arab adalah Nafs. Dalam Al- QurAoan kata nafs di ulang sebanyak 295 kali, terdapat dalam 63 surat yang terbanyak si muat dalam surah Al- JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia. Vol. 1 No. Februari 2025 | 86 Baqarah . Ali imran . Al nisa . Al- anAoam dan Al- taubah masingmasing sebanyak . serta di surah Al- aAoraf dan Yusuf masing- masing . Nafs secara umum berbicara tentang manusia yang merujuk pada sisi dalam manusia itu sendiri yang berpotensi baik ataupun buruk, maka dari itu dengan potensi inilah hendak nya ia mendapatkan perhatian yang besar dalam hal perkembangannya. Dalam Al- QurAoan terdapat dua klasifikasi nafs yaitu nafs sebagai totalitas manusia, dan sebagai penggerak tingkah laku. Pembagian nafs dalam al- quran ada tiga, yaitu nafs amarah bi al- suuAo, nafs lawwamah, dan nafs mutmaAoinnah. Di kalangan para ahli tasawuf konsep nafs diartikan sebagai pabrik dari sifat Al-Ghazali menyebutkan bahwa nafs sebagai pusat potensi marah, dan syahwat pada manusia, dan sebagai pangkal dari sifat tercela. Ia menambahkan bahwa manusia mempunyai identitas esensial yang tetap, tidak berubah-ubah yaitu nafs . Yang dimaksud dengan nafs adalah substansi yang berdiri sendiri, tidak bertempat dan merupakan tempat pengetahuan intelektual . l-maAoqula. yang berasal dari alam al-malakut atau alam al-amr. Hamdani Bakran adz-Dzaky dalam bukunya. Konseling dan Psikoterapi Islam menjelaskan tingkatan Nafs ada delapan tingkatan: Nafs Amarah bi al-suAo . aitu kekuatan pendorong naluri sejalan dengan nafs yang cendrung kepada keburukan, terlihat dengan tandatandanya, antara lain, bakhil, hasad dengki, dan hiyana. Nafs Lawwamah . dalah nafs yang bodoh, dan zalim yang dicela Allah Sw. Nafs Sawwalah . elah dapat membedakan mana yang lebih baik dan mana yang buruk, tetapi lebih memilih yang buruk dan belum mampu memilih yang baik, bahkan memcampur adukkan antara yang baik dan yang buruk. Nafs Mulhimah . iwa yang memperoleh ilham dari Allah SWT. Dikaruniai ilmu pengetahuan. telah dihiasi akhlak mahmudah atau akhlak yang terpuji, dan ia merupakan sumber kesabaran, ketabah- an, dan keuleta. Nafs Mumainnah . afs yang telah mendapat tuntunan dan pemeliharaan yang baik sehingga jiwa menjadi tenteram, bersikap baik dapat, dapat menolak pebuatan jahat dan keji serta dapat menjauhkan diri dari godaan manusia, syetan, jin, maupun iblis, dan dapat mendorong untuk melakukan kebajikan dan mencegah kejahata. Nafs Rasiyah . dalah jiwa yang tulus, bening dan lapang dada terhadap ketetapan Allah dan termasuk jiwa inilah yang mendorong diri bersikap lapang dada, tawakkal, tulus ikhlas dan sabar dalam mengaplikasikan seluruh perintah Allah. Menjauhi larangan-Nya dan menerima dengan lapang dada segala ujian dan cobaan yang datang dalam hidup dan kehidupanny. Nafs Mardiyah . afs yang diridhai, yaitu dia merasa senang atau cinta kepada Allah, dan Allah pun senang dan puas kepadanya. Nafs ini hanya dimiliki oleh khawa al-khawa . rang khususnya khusu. mereka ini telah sampai derajat waliyullah . ekasih Alla. yaitu para nabi dan wal. Nafs Kamilah . aitu nafs yang telah sempurna bentuk dan dasarnya. Nafs yang di duduki oleh para nabi, rasul, dan para wali sebagai perwujudan dari seorang insan kami. JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia. Vol. 1 No. Februari 2025 | 87 Dampak dari gangguan nafs sangat berbahaya, salah satu nya bisa jauh dai Allah sehingga tidak akan mendapat Rahmat dan maghfirah dari Nya. Adanya permasalahan mental seperti kecewa, rakus, tamak, was- was, pemarah, pendendam, dengki, kegelisahan, tertekan dan lain sebagainya terjadi pada masyarakat modern yang hedonis dan materialis yang selalu disibukkan dengan hal duniawi, sehingga ahirnya tidak tersentuh dengan keimanan sama sekali dan jauh dari Tuhannya. Maka dari itu sangat di perlukannya terapi Nafs yang tertuang dalam Al- QurAoan antara lain adalah: amar makruf wa nahi munkar, dzikir, mensucikan jiwa, sholat, sabar, taubat, mawas diri, motivasi diri. Menurut WHO (World Health Organizatio. , banyak sekali kasus bunuh diri seperti lebih dari 800. 000 orang meninggal dunia dan bisa di katakan kurang lebih sekitar 1 orang dalam 40 detik karena disebabkan oleh bunuh diri. Peristiwa semacam ini menurut praktisi kesehatan mental disebabkan karena kecemasan, tertekan, serta kegelisahan yang akut yang terjadi pada diri individu. Seorang filusuf Amerika. Carl Gustaf Jung mengatakan bahwa terapi terbaik pada kesehatan dan kecemasan adalah beriman terhadap Tuhan Autidak kudapatkan sorang pasien yang problem esensialnya adalah kebutuhan akan wawasan agama dan dekat dengan TuhannyaAy. Sungguh tidak ada seorang yang sembuh dari penyakit jiwa nya kecuali dia kembali kepada pengetahuan agama tentang kehidupan. KESIMPULAN Berdasarkan uraian diatas, disampaikan kesimpulan sebagai berikut, . kata nafs dalam Al-qurAoan di sebutkan sebanyak 295 kali dan secara totalitas bermakna . , dan terbagi atas 3 bagian dalam Al-QurAoan, yaitu nafs ammarah bi al- Suu, nafs lawwamah, nafs mutmainnah. Sedangkan dalam kalangan tokoh sufi konsep nafs diartikan sebagai sesuatu yang melahirkan sifat tercela dan mempunyai sifat yang tidak berubah- ubah . , dan yang di maksud dengan nafs adalah substansi yang berdiri sendiri. Menurut para ulama pembagian nafs ada 8 yaitu: nafs ammarah bi al-suu, nafs lawwamah, nafs musawwalah, nafs mulhimah, nafs mutmainnah, nafs radhiyah, nafs mardhiyah, nafs Kamilah. Terapi nafs dalam al-QurAoan terdiri dari delapan, diantaranya amar makruf wa nahi munkar, dzikir, mensucikan jiwa, sholat, sabar, taubat, mawas diri, dan motivasi diri. Sedangan menurut para filusuf barat terapi nafs dapat dilakukan melalui self-healing yaitu terapi untuk diri sendiri dengan melakukan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Penelitian ini hanya berfokus pada ayat nafs yang berkaitan dengan variable yang diteliti dan bagaimana terapi nya dalam Al-QurAoan, sedangkan dari 295 kai yang di ulang pada Al-QurAoan dan masih banyak yang bisa di kaji dan di teliti dari nafs yang di komparasikan pada qoul ulamaAo dan para filusuf Yunani. Selain itu JKPI: Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia. Vol. 1 No. Februari 2025 | 88 terapi nafs bukan hanya bisa melalui al- QurAoan, bisa dari hadis pendukung dengan cara digabungkan atau di komparasikan dengan lebih detail dengan ilmu psikologi. REFERENSI