PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN FITUR PRODUK BSI MOBILE TERHADAP KEPUASAN NASABAH BANK SYARIAH INDONESIA DI KAB. BONE Arwini Lusya Pusfita1. Fitriani2 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone Arwinipusfita1105200@gmail. ABSTRAK Penelitian in memiliki tujuani untuk mengevaluasi dampak kualitas layanan dan fitur produk BSI Mobile terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Indonesia di Kabupaten Bone. Penelitian ini menerapkan metode asosiatif kausal, yakni suatu pendekatan yang menyelidiki keterkaitan antar variabel serta menguji hipotesis yang telah dirancang. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapakan dari penyebaran kuesioner. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung oleh peneliti dari sumbernya yang dikumpulkan lansung dari sumbernya oleh peneliti yang sifatnya up to Penelitian ini menyajikan gambaran Profil. Visi-Misi dan Produk Layanan KC Bank Syariah Indonesia Bone. Penelitian ini menerapkan beberapa uji statistik, seperti : AuUji validitas. Uji reliabilitas. Analisis deskriptip responden. Statistik deskriptip. Uji asumsi klasik. Uji multikolinieritas. Uji heteroskedastislitas. Analisisregresi linier berganda. Hasil pengujian hipotesis: Uji t dan Uji f serta yang terakhir yaitu Koefisien determinasiAy. Penelitian kuantitatif merupakan metode utama penemelitian ini, dengan mengambil sampel sebanyak 100 responden dari Kabupaten Bone, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kualitas layanan dan fitur produk BSI Mobile secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Indonesia di Kabupaten Bone. Kata Kunci: Kualitas. Fitur. Kepuasan. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi dan ekonomi sama-sama dipengaruhi secara signifikan oleh Globalisasi adalah proses yang memungkinkan individu untuk bekerja sama, berkomunikasi, danterhubungpada seluruh arah kehidupan manusia, seperti persoalan perekonomian, teknologi, budaya, politik, dan alam. Proses globalisasi saat ini mempengaruhi oleh dua alasan yang berbeda, yang pertama menyangkut dengan kemajuan teknologi dan yang kedua menyangkut dengan perubahan sosial dan budaya. Pengenalan produk Mobil Banking dan fitur lainnya di Bank Syariah Indonesia merupakan salah satu contoh pengembangan teknis. Tingkat pelayanan yang ditawarkan di Kabupaten Bone sebanding dengan barang dan jasa bank konvensional maupun bank syariah Selain dapat memberikan insentif bagi warga Kabupaten Bone untuk menggunakan Bank Syariah Indonesia. BSI menjadi satu diantara sektor perbankan syariah mesti selalu melakukan upaya mengembangkan produk digital terkhusus BSI Mobile, karena mutu layanan dan karakteristik produk berdampak pada kenyamanan klien. Bisnis perbankan juga diuntungkan dengan pesatnya kemajuan teknologi. Pengaruh dari pesatnya teknologi adalah adanya e-business dan e-banking yang semakin berkembang. Akibatnya, secara manual kegiatan bank tidak dapat berjalan. Sebaliknya, proses transaksi sistem otomatis yang digunakan bisa diselesaikan dengan cepat dan mudah oleh pelanggan sendiri. Salah satunya melibatkan pengenalan produk mobile banking, yaitu satu diantaranya dari beberapa kecepatan teknologi. sementara telepon. ATM, dan internet banking semuanya memberikan pengiriman secara efisien, menjadi produk perbankan terbaru, mobile bangking secara signifikan mempengaruhi pasar. Selain bank reguler, bank syariah juga menawarkan m-banking. Hal tersebut memperlihatkan bahwasanya keefektifan perbankan syariah naik, terkhusus pada sector sistem digital. II. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Kabupaten Bone. Provinisi Sulawesi Selatan, menjadi lokasi penelitian studi ini. Peneliti memilih lokasi ini karena Kabupaten Bone merupakan daerah yang mengedepankan penggunaan digital bangking melalui pembinaan digitalisasi daerah. Sejak selesainya proposal penelitian pada hari Kamis, 18 Agustus 2022, telah dilakukan penelitian selama hamoir satu bulan, mengenai dampak kualitas layanan dan fitur produk pada BSI Mobile di Kabupaten Bone. Populasi dan Sampel Populasi Populasi merujuk pada jumlah individu . yang memiliki karakteristik yang akan diestimasi dalam suatu sampel. Menurut Sugiyono, populasi merupakan stilah umum peneliti mencakup sekelompok objek maupun subjek berdasarkan kriteria tertentu yang ditentukan oleh peneliti sehingga dapat dutarik kesimpulan. Populasi pada penelitian ini terdiri dari nasabah Bank Syariah Indonesia yang menggunakan BSI Mobile di Kabupaten Bone, yang secara pasti belum diketahui jumlahnya. Sampel Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 responden. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini, faktor-faktor yang berperan sebagai variabel independen . melibatkan kualitas layanan BSI Mobile (X. dan fitur produk BSI Mobile (X. , sedangkan variabel terikat . yaitu tingkat kepuasan nasabah (Y). Tahap Pelaksanaan Peneliti melakukan pengolahan data dengan berbagai langkah berikut sebelum melakukan Editing, pengumpulan data di lapangan. Koding, langkah pemberian identitas pada setiap kumpulan data yang sudah dimodifikasi dengan tujuan supaya data tersebut ketika dianalisis mempunyai makna tertentu. Skoring adalah proses pemberian skor yang dilakukan berdasarkan hasil temuan riset. Keputusan diambil untuk memberikan bobot nilai pada jawaban responden dengan ketentuan yaitu: 4 = Aujawaban simbol AAy 3 = Aujawaban simbol BAy 2 = Aujawaban simbol CAy 1 = Aujawaban simbol DAy Tabulating yaitu melibatkan pengorganisasian dan perhitungan angka-angka setelah memasukkan data ke dalam tabel-tabel tertentu. Tahap berikutnya, yang dikenal sebagai analisis data yang merupakan proses penyusunan data dengan cara yang memiliki makna sehingga dapat dimengerti saat semua data telah diproses dengan menggunakan berbagai metode di atas. Dalam investigasi ini, metode analisis data berikut ini digunakan: Ismayani. Metodologi Penelitian. Syiah Kuala University Press. Analisis Deskripsi Setelah data selesai dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Rumus distribusi frekuensi digunakan dengan proporsi seperti di bawah ini: Aup = f nx 100%Ay Keterangan p: AuPersentase untuk setiap kategoriAy f: AuFrekuensi jawaban respondenAy n: AuJumlah siswaAy . Analisis Statistik Deskriptif Mean . ata-rat. yang diperoleh dari rumus persentase ditentukan dengan menggunakan analisisstatistik deskriptif. Statistik tentang pengaruh kepuasan nasabahbank syariah di Kabupaeten Bone terhadaplayanan BSI Mobile juga diinterpretasikan oleh para peneliti yang dapat dilihat seperti berikut: Jika hasilnya berada pada rentang 81-100%, maka hasilnya sangat baik . Hasil yang dikategorikan baik jika berada di kisaran 61-80% . Hasil dengan kategori cukup baik yaitu hasil yang nilainya 41-60% . Jika hasil yang dicapai di kisaran 21-40%, itu kurang baik . Hasil yang dikategorikan tidak baik yaitu jika hasilnya berada pada kisaran 0-20%. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Dengan bantuan 100 partisipan, peneliti menyurvei pra-kuesioner terhadap pemakai BSI Mobile untuk menguji validitas alat riset sehubungan dengan persyaratan domisili Kabupaten Bone. Dalam melakukan uji validitas penelitian dengan perangkat lunak SPSS, digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, mampu membandingkan nilai rhitung dengan rtabel:2 - Kondisi dianggap valid jika nilai rhitung > rtabel. Hidayat. Menyusun Instrumen Penelitian &Uji Validitas Reliabilitas. - Kondisi dianggap tidak valid jika nilai rhitung < rtabel. Nilai rtabel yang digunakan yakni 0,444 dengan jumlah responden sebanyak 100 orang pada pra-survei. Berdasarkan temuan uji validitas, dapat ditarik kesimpulan seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. 1 Hasil Uji Validitas Butir Rhitung 0,195 0,195 0,195 Sumber: Data primer, diolah peneliti Rtabel 0,523 0,374 0,385 0,416 0,574 0,399 0,63 0,346 0,34 0,372 0,607 0,547 0,378 0,525 0,55 0,638 0,464 0,525 0,643 Kriteria VALID VALID VALID Uji Reliabilitas Adapun rumusCronbach's Alpha dipakai untuk memastikan apakah ada hal yang mampudipercaya atau tidak mampu dipercaya. Jika nilai Cronbach's Alpha >0,6 dikatakan reliabel dan nilai Cronbach's Alpha <0,6 dikatakan tidakreliabel atau handal, maka variabel tersebut dikatakan reliabel. Uji reliabilitas dijalankan denganpertanyaan secara benar, kemudian apabila jawaban terhadap pernyataan atau pertanyaan selaras, maka variabel tersebut dianggap Berikut ini merupakan perolehanuji reliabilitas: Tabel 1. 2 Hasil Uji Reabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,821 Sumber: Data primer, diolah peneliti . Analisis Deskriptif Responden Untuk menggambarkan karakteristik responden, dilakukan analisis deskriptif terhadap Penulis memberikan gambaran rinci mengenai responden pada bagian ini, dengan memberikan informasi mengenai jenis kelamin, usia, dan bidang pekerjaan. Berikut ini adalah gambaran bagaimana responden mendeskripsikan diri mereka sesuai dengan jawaban kuesioner yang telah diterima: Tabel 1. 3 Jenis Kelamin Karakteristik Laki-Laki Perempuan Total Frekuensi Presentase Sumber: Data primer, diolah peneliti Berdasarkan tabel 1. 3 diatas bisa didapatkan responden jenis kelamin Laki-Laki 40 orang dan responden jenis kelamin perempuan 60 orang. Tabel 1. 4 Usia Karakteristik Frekuensi 18-25 Tahun 77 Orang 26-30 Tahun 21 Orang >30 Tahun 2 Orang Total 100 Orang Sumber: Data primer, diolah peneliti Presentase Tabel di atas menunjukkan bahwa 77 responden berusia 18-25 tahun, 21 responden berusia 26-30 tahun, dan 2 responden berusia di atas 30 tahun. Tabel 1. 5 Jenis Pekerjaan Karakteristik Frekuensi Presentase Mahasiswa/Pelajar 70 Orang PNS/Pegawai Swasta 30 Orang Total 100 Orang Sumber: Data primer, diolah peneliti Tabel 1. 5 di atas memperlihatkanbahwasanya 30 responden adalah pegawai pemerintah dan 70 responden yang bekerja sebagai pelajar atau pekerjaan lain yang berhubungan dengan . Statistik Deskriptif Dalam analisis ini, kepuasan pelanggan adalah variabel dependen, sedangkan variabel independen yaitu mutu layanan dan atribut produk BSI Mobile. Rata-rata . , nilai maksimum dan minimum, dan standar deviasi semuanya diperiksa dengan menggunakan statistik deskriptif pada riset ini untuk mengkarakterisasi informasi atau data pada satu variabel. Hasil dan analisis statistik deskriptif yang dilakukan dengan bantuan SPSS tercantum di bawah ini . Tabel 1. 6 Descriptive Statistics Valid N . Descriptive Statistics Maximu Minimum 31,00 44,00 9,00 15,00 18,00 35,00 Mean 38,3700 12,8800 30,4200 Std. Deviation 2,51723 1,03748 2,69747 Sumber data: Data primer, diolah peneliti Pada tabel 1. 6 memperlihatkan bahwasanya variabel kualitas pelayanan (X. , dengan jumlah sampai 100, memiliki rentang nilai dari 31 sampai 44, nilai rata-rata . 38,8, dan standar deviasi. 2,517 adalah hasilnya. Dengan jumlah sampel 100, variabel fitur produk ponsel (X. dapat dihitung memiliki nilai sebagai berikut: 9 adalah nilai minimum, 15 nilai maksimum, 12,88 nilai rata-rata, dan 1,037 adalah nilai standar deviasi. Dengan jumlah sampel sebanyak 100, variabel kepuasan pelanggan (Y) memiliki nilai minimum sebesar 18 kemudian 35 adalah nilai maksimum, dan 30,42 adalah nilai rata-rata sertasebesar 2,697 yang merupakan nilai standar deviasi. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data penelitian yang mencoba mengidentifikasi apakah data jumlah atau populasi memiliki sirkulasi sesuai atau tidak . ormal atau tida. , maka dilakukan uji normalitas. Nilai residual beredar secara normal apabila titik data mengikuti garis diagonal, tetapi jika titik data menyimpang dari garis diagonal atau tidak berada di garis diagonal, menurut uji normalitas yang penulis lakukan dengan menggunakan PP Plot atau yang biasa dikenal dengan probability plot. Selain itu penulis juga menggunakan metode Kolmogrov-Smirnov untuk menentukan kekuatan nilai uji normalitas. Menurut metode ini, normalitas terpenuhi apabila nilai Kolmogrov-Smirnov lebih besar dari 0,05 namun apabila lebih kecil dari 0,05 maka data dikategorikan tidak normal. Gambar Normal P-P Plot Regression Standardized Residual Tabel 1. 7 Unstandardized Residual Unstandardized Residual Kolmogrov-Smirnov Z 0,087 Asymp. Sig. -taile. 0,062 Sumber:Data primer, diolah peneliti Uji Multikolinieritas Untuk menentukan apakah model regresi mempunyai korelasi antara variabel independen atau tidak, temuan penelitian ini diuji dengan menggunakan uji multikolinieritas. Regresi yang kurang baik akan terjadi jika terdapat multikolinieritas. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan beberapa variabel menghasilkan hasil yang sebanding yang menghubungkan satu sama lain dan memungkinkan adanya gangguan. Adapun hasil uji multikolinieritas sebagai berikut: Tabel 1. 8 Hasil Uji Multikolinieritas Variabel Kualitas Layanan Tolerance 0,632 VIF 1,582 Fitur Produk 0,632 1,582 Sumber: Data primer, diolah peneliti Uji Heteroskedastislitas Pada data riset, uji heteroskedastisitas dilakukan untuk melihat apakah varians dari nilai residual sama. Pada kenyataannya, pola regresi linier tidak efektif dan takbisa diandalkanyang terdapat Statistics Collinearity (Riduwan, & Akdon, 2. Dalam riset ini, penelitimengujiHeteroskedastisitas dengan memakai sistem atau metode Scatterplot agar dapat memberikan hasil yang visual dengan dasar kesimpulan tidak terjadi heteroskedastisitas apabiila data tak mempunyai pola, titik-titik data berada di bawah maupun di atas angka 0, dan tak terdapat titik-titik data yang bergerak secara beruntun. Metode uji Glejser digunakan dalam uji heteroskedastisitas untuk menentukan keakuratan hasil numerik. Dengan asumsi tidak terjadi heteroskedastisitas pada data jika nilai (Si. antar variabel residual independen lebih besar dari 0,05. Uji heteroskedastisitas menghasilkan temuan sebagai berikut: Gambar 1. 3 Scatterplot Sumber: Data primer, diolah peneliti Tabel 1. 9 Hasil Uji Heteroskedastislitas Variabel Kualitas Layanan Fitur Produk Sumber: Data primer yang diolah Sig 0,002 Analisis Regresi Linier Berganda Tujuan dari analisis regresi linier berganda adalah untuk mengukur dan memastikan arah hubungan antara variabel dependen, yaitu kepuasan nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kabupaten Bone, dengan variabel independen, yaitu fitur produk BSI Mobile dan kualitas Adapun tabel hasil Analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS Sebagai berikut: Tabel 1. 10 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Model Std. Eror Constant 6,511 3,162 Kualitas Layanan ,331 ,100 Fitur Produk ,792 ,193 Variabel Dependen: Kepuasan Nasabah Sumber: Data primer, diolah peneliti . Hasil Pengujian Hipotesis Uji t Dengan uji t. Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kabupaten Bone akan dievaluasi pengaruhnya secara signifikan terhadap kepuasan. Tabel 1. 11 Hasil Uji t Model Sig Constant 2,059 0,42 Kualitas Layanan 3,313 Fitur Produk 3,783 0,000 Variabel Dependen: Kepuasan Nasabah Sumber: Data primer, diolah peneliti Uji f Untuk mengetahui apakah variabel dependen, kepuasan nasabah (Y), dan variabel independen, yaitu kualitas layanan (X. dan karakteristik produk BSI Mobile (X. Berhubungan secara serentak . , maka dilakukan uji f seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 1. 12 Hasil Uji f Model Regression Sig 39,039 Residual Total Variabel Dependen: Kepuasa Nasabah Sumber: Data primer, diolah peneliti ,000 . Koefisien Determinasi Tabel 1. 13 Koefisien Determinasi Model R Square Regression ,668 ,446 Sumber: Data primer diolah peneliti Pembahasan Hasil Uji t berdasar pada perolehan uji hipotesis. Kepuasan nasabah dan variabel kualitas pelayanan. BSI Mobile memiliki korelasi yang searah positif, sesuai dengan nilai koefisien regresi variabel kualitas pelayanan yaitu 0,331. Hasil riset sebelumnya oleh Rahmawati & Fiantio . dengan judul AuAnalisis Deskriptif pada DimensiKualitas Layanan Mobile Banking terhadap Kepuasan Nasabah Perbankan SyariahAy. Dimana juga mendukung temuan ini. Menurut temuan riset tersebut, variabel kemudahan yang mengukur kualitas pelayanan, mempunyai nilai rata-rata 3,92, menempatkannya dalam kategori AubaikAy. Variabel kenyamanan dan keamanan, yang mengukur kualitas layanan , memiliki nilai rata-rata 4,48 dan 4. 23, menempatkannya dalam kategori Ausangat baikAy. Demikian juga nilai rerata variabel sistem aplikasi adalah 4,18 yang mana menunjukkan klasifikasi yang baik untuk kategori tersebut. Nilai mean sebesar 4,14 untuk variabel Aukepuasan nasabahAy yang menunjukkan kategori baik. Kesimpulannya yaitu bahwasanya kepuasan nasabah dipengaruhi oleh kualitas layanan. Temuan ini juga didukung oleh teori kualitas layananyang diterangkan oleh Kotler & Keller . yang menyatakan bahwa kualitas layanan mengacu pada kualitas suatu produk/jasa yang secara keseluruhan untuk mencapai kapasitasnya untuk memenuhi ekspektasi nasabah. Dikatakan bahwa kualitas layanan yang bepusat pada nasabah atau pelanggan apabila barang/jasa yang dibutuhkan konsumen telah diberikan oleh penjual sesuai dengan keinginan Sementara itu. Yang . , menegaskan bahwasanya metode untuk memaksimalkan keuntungan dari internet dan kemajuan teknis adalah dengan menyediakan layanan elektronik yang berkualitas tinggi. Berdasar pada hasiluji hipotesis, terdapat hubungan yang memiliki arah yang samaantaravariablefitur produk dengan BSI Mobile beserta kepuasan nasabah, yang ditunjukkan dengan nilai koefisien regresivariablekualitas pelayanan dengan jumlah 0,792. Temuan ini didukung lebih lanjut oleh riset sebelumnya oleh Harinatadan Luthfi . berjudul AuAnalisis Pengaruh KelengkapanFitur dan Desain Navigasi Aplikasi Perbankan Berbasis Mobile terhadap User Experience Nasabah Individu pada PT. Bank Central Asia TBKAy. Temuan dari riset ini menunjukkan bahwasanya kelengkapan fitur dan desain navigasi memiliki nilai masing-masing koefisien regresi sebesar 0,410X1 dan 0,853X2, dan nilai-nilai tersebut memiliki dampak positif terhadap pengalaman pengguna. Sementara itu, dari hasil pengujian hipotesis ditemukan bahwa pengalaman pengguna secara signifikan dipengaruhi oleh variabel kekompletan fiturdan desain pengetahuan,dilakukan sendiri ataupun dengan bersama-sama. Berbagai teori yang mendukung penelitian ini mengenai karakteristik dan fitur produk. Atribut produk, seperti yang didefinisikan oleh Tjiptono . , adalah komponen-komponen produk yang sangat dihargai oleh konsumen dan digunakan untuk menginformasikan penilaian mereka tentang apakah akan menggunakan atau membeli produk. Ada banyak, model dasar model tambahan, dan fitur yang dapat diesertakan pada suatu produk. Perusahaan bisa menciptakan taraf permodelan yang lebih besar pada produk dengan menambahkan fitur tambahan, dan ciri-ciri yang diciptakan oleh perusahaan-perusahaan ini berfungsi sebgai cara bersaing untuk membedakan produk mereka dari produk yang menjadi saingan(Firmansah. Teori ekonomi dan ekonomi Islam yang sekarang memiliki perbedaanlumayan penting. Teori ekonomi mikro konvensional mengasumsikan bahwa memasukkan norma-norma ke dalam tingkah laku individu untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi mereka adalah tidak bersangkut paut, yang merupakan perbedaan signifikan dari batasan-batasan syariah, yang hadir dalam semua kegiatan ekonomi. Berbeda dengan gagasan ekonomi mikro Islam, tatanan syariah memasukkan kriteria dan standar moral sebagai alat untuk pengambilan keputusan, melarang kita untuk terlibat dengan transaksi ribawi dan mengharuskan kita unruk mempertimbangkan isu-isu sosial melalui pemberian amal, infak, wakaf, dan zakat (Abdullah, 2. Keunggulan dan karakteristik yang membedakannya dengan mobile banking dan perbankan konvensional terdapat padasalah satu produk digital BSI. BSI Mobile juga memiliki berbagai fitur zakat seperti zakat maal, perdangangan, tabungan dan emas ntuk membantu para pelanggan dalam menentukan jumlah zakat yang harus dikeluarkan. Fitur-fitur ini memudahkan nasabah untuk berzakat kapan saja dan dimana saja. Fitur layanan syariah di BSI Mobile, selain fitur berbagi ziswaf, merupakan representasi dari agama islam yang menandakan bahwa keseimbangan antara dunia dan akhirat harus dicapai. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahsan penelitian dengan menggunakan uji regresi linier berganda dan uji hipotesis mengenai pengaruh kualitas layanan dan fitur produk BSI Mobile terhadap kepuasan nasabah Bank Syariah Indonesia di Kabupaten Bone, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dan uji t ditemukan bahwasanya 0,001 merupakan nilai sig. variabel kualitas layananyang mana memperlihatkan bahwasanya kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah. Pada perolehananalisis regresi linier berganda dan uji t, diketahui bahwa 0,792 memperlihatkanbahwasanya nilai tersebut mempunyai arahpositif. Nilai sig variabel fitur produk untuk uji t diemukan sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah. Hasil Uji f menunjukkan bahwasanya nilai signifikan adalah 0,000 atau kurang dari 0,05, berdasarkan hasil temuan. Kesimpulan: kepuasan pelanggan di BSI Mobile secara signifikan dipengaruhi oleh variabel kualitas layanan dan karakteristik produk, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Nilai R 0,668 menunjukkan korelasi yang cukup baik antara kepuasan pelanggan atau nasabah dengan produk kualitas dan layanan BSI Mobile. Kualitas layanan dan karakteristik produk BSI Mobile memiliki pengaruh sebesar 44,6% terhadap sisi yang dipengaruhi oleh faktor lain, sesuai dengan nilai R Square sebesar 0,446 . Saran Berdasarkan temuan penelitian, kepuasan nasabah di BSI Mobile secara signifikan dipengaruhi oleh kualitas layanan perusahaan dan atribut produk. Berdasarkan temuan penelitian. PT. Bank Syariah Indonesia Tbk yang sudah berkembang sebagai bank syariah terbesar di negara Indonesia harus selalu konsisten dalam menaikkan atau meningkatkanmutu layanan produk pada BSI Mobile. Bank Syariah Indonesia. selalu melakukan pembaruan atau berinovasi untuk meningkatkan berbagai fitur yang tersedia pada BSI Mobile, sehingga nasabah hendak merasakan kemudahan juga kenyamanan ketika menggunakan Bank Syariah Indonesia Mobile. DAFTAR PUSTAKA