MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 304-315 KINERJA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN SWADAYA BERBASIS PESANTREN DI JAWA BARAT THE PERFORMANCE OF PESANTREN-BASED OF FARMERAoS AGRICULTURAL AND RURAL TRAINING CENTER IN WEST JAVA Solihin*1,2. Iwan Setiawan2. Eliana Wulandari2 Pusat Pelatihan Pertanian. Badan PPSDMP. Kementerian Pertanian Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan Pasar Minggu. Jakarta 12550 Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor. Jawa Barat 45363 *E-mail corresponding: maslihin1@gmail. (Diterima 10-07-2019. Diterima 22-07-2. ABSTRAK Pesantren selama ini hanya diidentikkan dengan lembaga pencetak ulama atau pemikir agama. Pesantren pada saat ini telah bertransformasi menjadi salah satu lembaga penyedia sumber daya manusia . uman resourc. di segala bidang. Sektor pertanian merupakan lembaga yang mandapatkan manfaat perubahan tersebut melalui Pusat Pelatihan Perdesaan Swadaya (P4S) berbasis pesantren. P4S selama ini diidentikkan sebagai lembaga milik dan lahir dari keswadayaan petani, namun ternyata banyak masalah atau kendala yang dihadapi, diantaranya adalah ketergantungan terhadap bantuan pemerintah, keterbatasan jejaring kemitraan, bagaimana menjaga kontinuitas usaha, pemasaran produk, serta diversifikasi usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan kinerja P4S berbasis pesantren. Analisis yang digunakan yaitu statistik deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 140 orang anggota P4S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P4S berperan dalam kategori tinggi dan sedang, yang berarti P4S kurang berperan maksimal pada sebagian kegiatan. Sedangkan kinerja P4S dalam kategori sedang, hal ini menandakan bahwa P4S tidak berkinerja baik pada semua indikator. Kata kunci: P4S. Peran. Kinerja. Swadaya. Pesantren ABSTRACT Pesantren have only been identified with the institutions of printing scholars or religious thinkers. Now it has been transformed into one of the human recourse institutions in all fields. The agricultural sector is one of the institutions that benefited from this change through the pesantrenbased Self-suppoter FarmerAos Agricultural and Rural Training Center (FAR-TC). FAR-TC has been identified as an institution and was born from farmers' self-reliance, but it turns out that many problems or obstacles have been faced, including dependence on government assistance, limited partnership networks, how to maintain business continuity, product marketing, and business This study aims to role and determine the performance of Pesantren-based FARTC. Research metode in this case is description statistics which the number responden are 140 member/component of FAR-TC. The results showed that P4S had a role in the high and medium categories, which meant that FAR-TC had a minimum role in some activities. While the performance of FAR-TC is in the moderate category, which indicates that FAR-TC does not perform well on all indicators. Keywords: FAR-TC. Role. Performance. Self-Help. Pesantren KINERJA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN SWADAYA BERBASIS PESANTREN DI JAWA BARAT Solihin. Iwan Setiawan. Eliana Wulandari PENDAHULUAN kehidupan masyarakat. Dampaknya, kini Pesantren yang dahulu dikenal pesantren juga mempunyai kekuatan hanya sebagai tempat pembelajaran ilmu dalam melakukan pemberdayaan pada keagamaan secara tradisional . iniyyah- masyarakat . ommunity empowermen. , salafiya. , dominan dengan figur kyai, dan mencetak ulama (Yasid dkk, 2018. lembaga pemberdaya pada masyarakat Hamzah, 2. Kini pesantren telah . ommunity empowermen. Sebab itulah, melakukan transformasi dengan jenis dan saat ini pemerintah dengan berbagai sistem pendidikan lainnya secara terpadu, sehingga terjadi perubahan paradigma memberikan perhatian khusus pada dunia (Dhofier, 2. Menurut Suwito . , pesantren dengan berbagai program. proses perubahan paradigma itu sudah Mewujudkan dimulai sejak tahun 1970an. Lahirnya pesantren sebagai lembaga pemberdaya UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. PP No. 55 tahun empowermen. bukanlah perkara mudah. 2007 tentang pendidikan agama dan Namun, dengan melihat potensi besar Menteri pesantren sebagaimana terurai di atas Agama No. 3 tahun 2012 tentang tentu ada harapan dan peluang yang Pendidikan Keagamaan Islam, sangat besar, sehingga perlu dilakukan pengelolaan yang baik. Dalam pandangan pesantren sehingga kini tidak hanya Azizah . , manajemen pesantren berfungsi sebagai sumber pengkaderan dilakukan sebagai sebuah proses untuk pemikir-pemikir Peraturan . ommunity lembaga pencetak sumber daya manusia, bidang ekonomi menuju keswadayaan Aufaqih fi Aoulum ad din dan faqih fi dan kemandirian. Manajemen ini menjadi mashalih al ummatAy. Saat ini pesantren penting karena beberapa faktor. Pertama, juga mampu menghasilkan sumber daya mayoritas penduduk Indonesia adalah manusia yang berpengetahuan luas dan handal . uman resours. , menguasai perdesaan dan sisanya di perkotaan (BPS, segala bidang ilmu pengetahuan dan Sedangkan mampu menyatukan ilmu-ilmu agama dengan ilmu umum yang menyangkut MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 304-315 karakteristiknya mayoritas berada di Kedua, pesantren memiliki keunggulan dalam melakukan usaha tani kekuatan nilai-nilai yang bersumber pada ilahiyyah dan insaniyah yang mampu pengetahuan, teknologi dan keterampilan menggerakkan perubahan sosial (Weber, kepada pelaku utama dan/atau pelaku 1930 dalam Suwito, 2. , sehingga usaha lain yang ditumbuhkembangkan oleh pelaku utama dan/atau pelaku usaha, perkembangan ekonomi. Ketiga, menurut . mempunyai lahan usaha tani dan/atau Halim dkk . bahwa secara umum kegiatan agribisnis perdesaan yang layak kondisi sosial dan ekonomi pesantren dipelajari, . melayani masyarakat untuk masih sangat lemah karena baru tahap kegiatan berlatih, magang, berkonsultasi perkembangan (Kompri, 2. sehingga dan/atau kunjungan/studi banding, . dibutuhkan manajemen yang kuat dalam berada di lingkungan usaha tani atau menjalankan usaha ekonomi pesantren. belajar mengajar untuk peserta, dan . Besarnya pesantren yang berusaha pada sektor pertanian tentu membutuhkan sarana dan prasarana yang baik. Selain itu lainnya yang profesional (Kementan, juga membutuhkan wadah . yang akuntabel dan terpercaya sehingga instruktur/pelatih. Widoyoko Jatnika mudah diterima oleh masyarakat. Pusat . menguraikan, setidaknya ada lima Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya keunggulan kelembagaan P4S, yaitu: . (P4S) dapat menjadi alternatif pilihan. Dalam Pertanian lebih terstruktur dan sistematis. Nomor, 33 tahun 2016 disebutkan, bahwa materi disesuaikan dengan kebutuhan P4S petani pembelajar. petani belajar dengan metode permagangan pertanian secara nyata dan mampu memecahkan dan perdesaan yang didirikan, dimiliki, masalah yang dihadapi di lapangan. dan dikelola oleh pelaku utama dan alih teknologi di antara sesama petani . embelajar dan fasilitato. dapat berjalan perorangan maupun kelompok. Dewi dan lebih efektif dan efisien, dan . Marbun . menambahkan bahwa P4S Peraturan Menteri P4S P4S, KINERJA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN SWADAYA BERBASIS PESANTREN DI JAWA BARAT Solihin. Iwan Setiawan. Eliana Wulandari dipersiapkan langsung dapat bekerja di Rancangan Penelitian Penelitian lahan usaha taninya. Pada menggunakan metode survei. permasalahan yang dihadapi P4S juga tidak kalah pelik dengan problematika Variabel Penelitian yang di hadapi pesantren. Di antaranya sekian banyak problematika itu adalah Variabel yang diukur yaitu peran ketergantungan P4S terhadap bantuan P4S yang terdiri dari peran pelatihan, diseminasi, dan pengembangan jejaring. P4S kontinuitas usaha, pemasaran produk. Kinerja serta diversifikasi usaha. Tanpa itu keswadayaan, kemitraan, kemanfaatan, semua, maka P4S tidak akan mampu keterpaduan, dan keberlanjutan. Skala yang digunakan adalah skala berjenjang modifikasi dari skala likert yakni skala yang diukur dari pernyataan sikap. Oleh sebab itu, penelitian ini persepsi dan tanggapan lain dengan bertujuan untuk menganalisa peran dan kategori ordinal yang diperingkatkan kinerja P4S berbasis pesantren di Jawa sepanjang kontinum. Interval skala yang Barat. digunakan dalam penelitian ini berkisar antara satu . yang berarti lemah, dua METODE PENELITIAN . yang berarti sedang, tiga . yang Lokasi dan Waktu Proses dilakukan dengan mengubah data ordinal menjadi interval dengan selang indek P4S transformasi skor 0-100. Berdasarkan berbasis pesantren di setiap kabupaten. transformasi tersebut dibagi menjadi tiga Waktu kategori rendah pada skor < 35, sedang Pengelitian Provinsi Jawa Barat bulan Maret dan April tahun 2019. dengan skor 36-68, dan tinggi dengan skor > 69. MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 304-315 HASIL DAN PEMBAHASAN Teknik Penarikan Sampel Teknik Proporsionate Strafied Karakteristik Responden Umur P4S random sampling, di Kabupaten Bandung pesantren mayoritas berusia pertengahan dan Garut. Kedua kabupaten tersebut . -50 tahu. dengan rata-rata usia 47 memiliki populasi berjumlah 215 orang. tahun, hal ini berarti mayoritas berada Selanjutnya pada usia produktif dalam bekerja. menggunakan rumus Slovin dari populasi Haryanto dkk . menyebut bahwa anggota P4S di dua Kabupaten tersebut usia ini dicirikan kedinamisan yaitu sehingga didapatkan 140 sampel (P4S Al dengan banyak mencari peluang dan Hidayah 26 orang. P4S Ikamaja Terpadu 36 orang. P4S Al Muhlis 38 orang, dan P4S Al Ittifaq 40 oran. kesejahteraan dan pencarian prestise diri. Responden rata-rata pendidikan formal di Sekolah Menengah Teknik Pengumpulan Data Data primer dikumpulkan langsung Pertama, namun untuk pendidikan non formal . enerangan singkat, penyuluhan. P4S kuesioner dan observasi di lapangan serta SLPHT/SLI/SLB/SLPTT), wawancara mendalam kepada ketua atau pengurus P4S untuk mengkonfirmasi hasil dari anggota P4S. Data sekunder diperdalam, rata-rata responden pernah diperoleh dari pencatatan data yang sudah tersedia di instansi yang terkait dengan pendidikan non formal, 27,1 persen fokus penelitian. Jika . enerangan, penyuluhan, dan pelatiha. , hal ini menandakan bahwa rata-rata Rancangan Analisis Data Teknik responden terbuka dengan informasi dari digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. berbasis pesantren disajikan pada Tabel Karakteristik P4S KINERJA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN SWADAYA BERBASIS PESANTREN DI JAWA BARAT Solihin. Iwan Setiawan. Eliana Wulandari Tabel. Sebaran responden berdasarkan karakteristik responden tahun Remaja (<20 t. Respon n=140 Dewasa Awal . -30 t. Usia Pertengahan . 50 t. Usia Lanjut (>50 t. Tidak Sekolah SD Sederajat SMP Sederajat SMU Sederajat Potensi Internal Umur Pendidikan Formal Ora Kategori >D3 Pendidikan Non formal Pengalaman Bertani Tanggungan Status Garapan Tinggkat Penghasilan P4S berbasis pesantren disajikan pada Tabel Tabel. Klasifikasi dan persentasi peran P4S berbasis pesantren di Jawa Barat. Klasifikasi Peran P4S Pelatihan Penyuluhan Responden n=140 Orang Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Penerangan Rendah Penyuluhan Tinggi Pelatihan Sedang Magang Rendah SLPHT/SLI/SLB/SLPTT <10 Tahun Tinggi 11-20 Tahun Sedang 21-30 Tahun Rendah >30 Tahun Tinggi Sedang Rendah Regenerasi Petani Diseminasi Pengembangan Jejaring <3 Jiwa 3-6 Jiwa >6 Jiwa Milik Sendiri Sewa Garap Penyelenggaraan pelatihan adalah yang mendasar bagi P4S, sebab salah satu Berkurang Tetap Bertambah Bertambah Banyak Berlipat-lipat Sumber: Analisis Data Primer . latar belakang kelahiran P4S adalah untuk berbagi kesuksesan bagi sesama Sumber: Analisis Data Primer . Jatnika . menyebut bahwa P4S mempunyai peran sebagai Peran P4S Berbasis Pesantren lembaga/organisasi Peran P4S sebagaimana disebutkan Kementerian Pertanian . earning organizatio. sekaligus sebagai . pembaharu/pelopor . gent of chang. adalah pelatihan, penyuluhan, regenerasi petani, berbagai kegiatan diseminasi, dan kemandirian sumberdaya manusia petani pengembangan jejaring. Hasil analisis sebagai pelaku utama dan pelaku usaha data responden terhadap peran P4S Hal MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 304-315 diperkuat oleh Abbas . bahwa penyuluhan semata dan P4S secara proses pembelajaran di P4S dilakukan Sebab, pada hakikatnya kegiatan penyuluhan ini sepenuhnya mengedepankan prinsip Aubelajar melalui didukung kegiatan pelatihan, pendidikan, berkerjaAy dan bahkan penerapan hasil penelitian dari lembaga terkait. Indraningsih . belajar dari petani. Secara agregat peran pelatihan menyebutnya karena adanya keterkaitan berada pada kategori sedang sebesar 66 dan sinergi antara penelitian, pelatihan. Hal ini berarti secara umum P4S pendidikan dan penyuluhan. Terkait dengan regenerasi petani P4S Hal ini terjadi dikarenakan memperkuat kader tani. Peran berikutnya kesiapan kurikulum, modul, kekhasan adalah menjadi sentra pengembangan dan pelatihan P4S, dan sarana prasarana. diseminasi teknologi/inovasi, budidaya. Bahkan jika dilihat secara parsial. P4S al Hidayah pengembangan spesifik lokalita. Peran terakhir yang dapat dilakukan oleh P4S menjalankan perannya untuk melatih. Peran P4S dimaksudkan agar P4S mampu menjadi mengembangkan jejaring usaha tani. Secara sederhana Abbas dkk . menyebutkan bahwa P4S diharapkan pendampingan bagi pelaku utama dan mampu menciptakan akselerasi informasi pelaku usaha. Tabel 1 memperlihatkan dan teknologi, menjadi sentra pelayanan bahwa peran penyuluhan P4S berada informasi dan teknologi, serta menjadi pada kategori tinggi sebesar 69 persen. pusat komunikasi dan konsultasi petani. Hal ini ini menggambarkan bahwa P4S Secara agregat, tiga peran terakhir telah melakukan penyuluhan bagi petani berada pada kategori sedang, dengan anggota atau bahkan petani sekitar. besaran antara 48-62 persen. Hal ini Kesuksesan P4S peran tersebut P4S berbasis pesantren KINERJA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN SWADAYA BERBASIS PESANTREN DI JAWA BARAT Solihin. Iwan Setiawan. Eliana Wulandari secara umum P4S berbasis pesantren Diantara faktor yang mempengaruhinya masih sangat tergantung dengan institusi adalah dikarenakan secara kelembagaan. P4S hanya fokus pada kegiatan usaha Tabel. Klasifikasi dan persentasi kinerja P4S berbasis pesantren di Jawa Barat, 2019 tani, pelatihan, dan magang. Kab. Garut Kab. Bandung P4S Kinerja P4S Berbasis Pesantren Klasifikasi . Kinerja P4S Kinerja P4S berbasis pesantren secara global sebagian berkinerja dalam kategori tinggi dan sebagian berkinerja Hasil Keswada menggambarkan bahwa P4S berbasis Kemitraa pesantren secara umum belum berkinerja secara optimal. Kinerja P4S berbasis Kemanfa pesantren diukur dengan indikator tingkat keswadayaan, kemitraan, kemanfaatan, keterpaduan, dan keberlanjutan. Kinerja Keterpad P4S berbasis pesantren disajikan pada Tabel 3. Terkait Keberlanj pertanian swadaya dikembangkan untuk Ittifaq Rendah Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah Kementan . menyebut bahwa P4S kemandirian lembaga. Abbas dkk . merupakan mitra kerja pemerintah dan menyebutnya dapat menolong diri sendiri Muhlis n=38 Tinggi Sedang Terkait meningkatkan kemampuan, peran dan Terpadu Ikamaja n=36 Sumber: Analisis Data Primer . dimaksudkan agar kelembagaan pelatihan Hidayah n=26 sumber daya manusia pertanian. Secara kearifan lokal. Secara umum tabel. 3 di umum pada aspek ini hanya P4S Ikamaja atas menunjukkan bahwa P4S hanya mampu mendorong keswadayaan anggota yang berada berkinerja tinggi, sedangkan yang lainnya pada taraf sedang, kecuali pada P4S masih pada taraf sedang. Terpadu Ikamaja. Hal ini sekaligus juga Terkait dengan aspek kemanfaatan, mengisyaratkan dan menegaskan bahwa P4S MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 304-315 kemampuan hubungan manusia . uman relation skil. dan kemampuan manajerial utama, pelaku usaha dan masyarakat . anagerial Kedua. Cepat secara luas (Kementan, 2. Pada aspek ini, hanya P4S Terpadu Ikamaja (Kementa. yang berkinerja pada taraf tinggi dan minimnya sosialisasi. Hal inilah yang sisanya berkinerja pada taraf sedang. Hal diakui dan dirasakan oleh sebagian ini mengisyaratkan bahwa keberadaan pengelola P4S berbasis pesantren. P4S Pembangunan sangatlah penting pada semua aspek kemanfaatannya oleh stakeholders. kehidupan manusia, oleh sebab itu maka oleh Kementan . adalah bahwa pada tahun 1992, semua pemimpin dunia proses penumbuhan dan pengembangan bertemu dalam konferensi dunia di Rio P4S de Janeiro. Brasil yang membahas konsep pembangunan pertanian dan perdesaan pembangunan berkelanjutan untuk semua secara serasi dan sinergi. Pada aspek ini aspek kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan yang terkenal dengan berkinerja tinggi, sedangkan yang lain nama Agenda 21. Salah satu agenda 21 berkinerja pada taraf sedang. Hasil ini yang berkaitan langsung dengan sektor menggambarkan bahwa kegiatan P4S pertanian adalah program Sustainable belum sepenuhnya sejalan dan searah Agriculture dengan program pembangunan pertanian (SARD). Pertanian yang diusung oleh pemerintah. Di antara . ustainable faktor penghambat sinergitas kegiatan prinsip dasar pembangunan pertanian P4S dengan pemerintah adalah. seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Keterpaduan P4S Terpadu Ikamaja Rural Development Lemahnya kemampuan sumber daya Srageldin dalam Rivai dan Anugrah yang dimiliki oleh P4S yang berakibat . menyebut bahwa dalam kerangka pada lambatnya P4S membaca arah kebijakan pemerintah. Sulistio . menyebut bahwa setidaknya setiap orang pembangunan . ermasuk pertanian dan idealnya memiliki tiga kemampuan, yaitu agribisni. dinyatakan berkelanjutan, jika . echnical KINERJA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN SWADAYA BERBASIS PESANTREN DI JAWA BARAT Solihin. Iwan Setiawan. Eliana Wulandari ekologis dan sosial bersifat berkelanjutan. pembangunan, mobilitas sosial, kohesi Secara riil disajikan pada Gambar 1. sosial, dan pengembangan kelembagaan. Sedangkan aspek keberlanjutan yang dimaksud oleh Kementan . kegiatan-kegiatan P4S mencapai kemandirian. Pada aspek ini. P4S Terpadu Ikamaja dan Al Ittifaq berkinerja pada taraf sedang. P4S yang Secara ekonomis, berkelanjutan sedangkan P4S Al Hidayah dan al Muhlis Gambar 1. Kerangka Segitiga Konsep Pembangunan Berkelanjutan (Enviromentally Sustainable Development Triangle-World Bank. Serageldin and Steer, 1994 dalam Rivai dan Anugrah, 2. segitiga pembangunan pertanian. Pada P4S Terpadu Ikamaja pembangunan harus dapat membuahkan kesejahteraan anggota dengan beternak sapi yang pola penjualanya diatur oleh penggunaan sumber daya, dan investasi P4S, sehingga meminimalisir jatuhnya secara efisien. Sedangkan pada aspek Kotoran sapi yang ada kemudian diolah menjadi pupuk organik sebagai . apital bahwa kegiatan pertanian harus dapat mempertahankan integritas ekosistem. Kemudian pupuk organik tersebut dibagi memelihara daya dukung lingkungan dan konservasi sumber daya alam termasuk . Hal yang demikian juga berlaku bagi P4S al Ittifaq. P4S Terpadu Ikamaja pembangunan pertanian hendaknya dapat yang secara parsial pada keseluruhan indikator berkinerja pada kategori tinggi Adapun hasil-hasil dengan rata-rata 86 persen. Sedangkan MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 304-315 Azizah. Pengelolaan Unit Usaha Pesantren Berbasis Ekoproteksi. Yogyakarta: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, . Coelli. R & Battese. Introduction to Efficieny and Productivity Analysis. Kluwer Academic Publishers. BostonDordrecht-London. Dhofier. Tradisi Pesantren (Studi Pandangan Hidup Kiai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesi. Jakarta: LP3S. Cetakan Haryanto. Sumardjo. Amanah. , & Pranoto. Efektivitas Peran Penyuluh Swadaya Dalam Pemberdayaan Petani Di Provinsi Jawa Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 20. : 141-154. Indraningsih. Keterkaitan Penelitian. Pendidikan. Pelatihan. Dan Penyuluhan Dalam Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian. Prosiding Seminar Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Pertanian Rangka Pencapaian Kemandirian Pangan Nasional Peningkatan Kesejahteraan Petani. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Jl. Yani No. Bogor 16161. International Fund for Agricultural Development. IFAD and Public-Private Partnerships: Selected Project Experiences. Rome: IFAD. Jatnika. Peran Kluster Kompetensi Petani fasilitator Yang Dimoderasi Empati Terhadap Efektivitas Pusat Pelatihan Pertanian Dan Perdesaan Swadaya Di Provinsi Jawa Barat. Disertasi Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. P4S al Ittifaq hanya berkinerja tinggi pada indikator keberlanjutan. Namun secara agregat terhadap seluruh indikator. P4S berbasis pesantren berkinerja pada taraf sedang, dengan rata-rata sebesar 62 KESIMPULAN DAN SARAN Peran Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) pesantren secara umum telah berperan dalam kategori sedang untuk seluruh peran, kecuali peran penyuluhan. Kurang maksimalnya P4S menjalankan peranperan keterbatasan sumberdaya prasarana yang dimiliki oleh P4S. Secara P4S berbasis pesantren dalam kategori sedang dengan rata 62 persen. Namun secara parsial. P4S Terpadu Ikamaja berkinerja tinggi pada semua indikator yang diukur dengan rata-rata 86 persen. Sedangkan P4S Al Ittifaq berkinerja tinggi hanya pada indikator keberlanjutan. DAFTAR PUSTAKA