p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 1, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business KETERLIBATAN NON GOVERNMENTAL ORGANIZATION (NGO) RIMBA SATWA FOUNDATION TERHADAP KEBERADAAN GAJAH D JALAN TOL PEKANBARU - DUMAI M Fajar Anugerah. Mhd Rafi Yahya2. Windi Wulandari3 1,2,3 Article History Received: 25-02-2025 Revision: 03-03-2025 Accepted: 04-03-2025 Published: 24-03-2025 Universitas Abdurrab. Jl. Riau Ujung No. Pekanbaru. Indonesia Email: fajar. anugerah@univrab. Abstract. A role or engagement is a function performed by an individual or group within an organisation to achieve a specific goal. One of these role functions is carried out by Rimba Satwa Foundation towards the elephant tunnel on the Pekanbaru-Dumai toll road. The elephant tunnel is an elephant crossing area built by Rimba Satwa Foundation together with BBKSDA Riau and PT Hutama Karya. The purpose of this research is to find out the involvement of NonGovernmental Organisation (NGO) Rimba Satwa Foundation towards the elephant tunnel on the toll road. The method used in this research is qualitative. The active role of Rimba Satwa Foundation towards elephant tunnels is like running programmes such as active in running GPS Collar installation, active in planting plants that elephants like in tunnels, forming elephant care community The participatory role shows that Rimba Satwa Foundation group members provide socialisation to schools and local communities to educate related to raising awareness of elephant care and care for their habitat that is threatened with damage due to development. The passive role shows that Rimba Satwa Foundation members invite the community to always care about the elephants in the elephant tunnel of the Pekanbaru - Dumai toll road by conducting fun activities or exhibitions and conveying important messages in them to invite the community or the younger generation to jointly protect the elephant habitat. Keywords: Engagement. Non-Governmental Organisations. Elephant presence Abstrak. Peran atau keterlibatan adalah fungsi yang diemban oleh individu atau kelompok dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Fungsi peran ini salah satunya dilaksanakan oleh Rimba Satwa Foundation terhadap terowongan gajah di jalan tol Pekanbaru-Dumai. Terowongan gajah merupakan area perlintasan gajah yang dibangun oleh Rimba Satwa Foundation bersama BBKSDA Riau dan PT. Hutama Karya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan Organisasi Non Pemerintah (NGO) Rimba Satwa Foundation terhadap terowongan gajah di jalan tol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Peran aktif Rimba Satwa Foundation terhadap terowongan gajah adalah seperti menjalankan program - program seperti aktif dalam menjalankan pemasangan GPS Collar, aktif dalam menanam tanaman yang disukai gajah di terowongan, membentuk kelompok masyarakat peduli gajah. Peran partisipatif menunjukkan bahwa anggota kelompok Rimba Satwa Foundation memberikan sosialisasi ke sekolah maupun masyarakat setempat untuk mengedukasi terkait untuk menimbulkan kesadaran akan peduli gajah dan peduli habitatnya yang terancam rusak akibat pembangunan yang Peran pasif menunjukkan bahwa anggota Rimba Satwa Foundation mengajak masyarakat untuk senantiasa peduli dengan gajah-gajah yang ada diterowongan gajah jalan tol Pekanbaru - Dumai dengan cara Rimba Satwa Foundation melakukan kegiatan menyenangkan maupun pameran lalu menyampaikan pesan penting didalamnya untuk mengajak masyarakat ataupun generasi muda untuk bersama menjaga habitat gajah. Kata Kunci: Keterlibatan. Organisasi Non Pemerintahan. Keberadaan gajah Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A How to Cite: Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization (NGO) Rimba Satwa Foundation Terhadap Keberadaan Gajah d Jalan Tol Pekanbaru - Dumai. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 4273-4288. PENDAHULUAN Lingkungan mempunyai peranan penting untuk menunjang kehidupan manusia dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Seiring perkembangan zaman, fungsi lingkungan hidup semakin terancam. Saat ini terjadi krisis lingkungan hidup global antara lain kerusakan hutan, pencemaran . anah, air, udar. , perubahan iklim, keanekaragaman hayati, kepunahan, hilangnya sumber energi dan kerusakan lingkungan lainnya (Purba et al. , 2. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain (Effendi et al. , 2. Menurut (Wulan & Muktiali, 2. pada umumnya NGO merupakan sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan atau sekelompok orang yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. Kehadiran Tol Permai tak hanya memberikan kemudahan infrastruktur transportasi kepada para pelaku ekonomi, tetapi juga telah membantu menjaga kelestarian habitat satwa gajah dan fauna lainnya di sekitar lokasi jalan tol karena adanya terowongan khusus satwa (Rindi Yuliyanti & Purbaningrum, 2. Jalan Tol Pekanbaru - Dumai melintasi area perkebunan, tanah mineral, dan hutan serta ke beragaman flora fauna yang hidup tumbuh dan berkembang. Jalan tol Pekanbaru - Dumai ini mulai beroperasi pada tanggal 25 September 2020. Gambar 1. Terowongan Gajah pada Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Sumber: dokumentasi peneliti, 2024 Pada jalan tol Pekanbaru - Dumai seksi 4 kandis utara-duri selatan sepanjang 26,25 km bersinggungan dengan kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suaka Margasatwa Balai Raja, konstruksi jalan tol yang berupa timbunan dikhawatirkan akan mengganggu pergerakan Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A fauna terutama gajah yang mempunyai kebiasaan berpindah tempat (Januarfitra et al. , 2. Maka dari itu dengan memperhatikan jalur perpindahan gajah yang sudah di monitor oleh BBKSDA Riau dan luas kawasan yang semakin menyusut maka perlu di desain terowongan gajah sebagai bentuk harmonisasi infastruktur dengan alam. Struktur ini disebut dengan underpass gajah yang dilengkapi dengan lansekap berupa tanaman hijau yang dapat menarik minat gajah untuk melintasinya. Gambar 2. Denah Lokasi 6 Titik Terowongan Gajah Sumber: Section head of Finance. Administration & General Affair Hutama Karya, 2023 Sebagai upaya melindungi habitat dan keselamatan gajah. PT Hutama Karya sengaja membuat terowongan agar kawanan gajah bisa leluasa lewat. PT Hutama Karya bersama BBKSDA Riau juga menanami sekitar terowongan dengan jenis pohon yang di sukai gajah yaitu pisang dan menanam tanaman yang tidak disukai gajah seperti jeruk di pinggir terowongan tersebut agar gajah tersebut dapat menghindari untuk masuk ke jalan tol (Pratama & Sukaesih, 2. Gambar 3. Fenomena Gajah melintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Sumber:Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, 2023 Riau sendiri memiliki populasi gajah Sumatera yang terancam punah karena gadingnya diburu oleh manusia yang tidak bertanggung jawab dan sering di buru liar karena dianggap hama oleh beberapa orang (Raditya, 2. Kondisi ini menjadi sumber penyebab timbulnya konflik antara manusia dengan Gajah yang akhir - akhir ini cenderung terus meningkat. Konflik Gajah dengan manusia tidak selalu menimbulkan kerugian harta benda namun konflik yang Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A timbul telah menyisakan trauma bagi warga masyarakat yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Keterlibatan Non Governmental Organization (NGO) Rimba Satwa Foundation Terhadap Terowongan Gajah di jalan Tol Pekanbaru - Dumai dan memberikan solusi dalam bentuk rekomendasi Permasalahan di terowongan Gajah yang berada Jalan Tol Pekanbaru - Dumai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi pengembangan strategi konservasi gajah yang lebih efektif di masa mendatang serta memberikan rekomendasi bagi para pemangku kepentingan Penelitian ini menggunakan teori peran atau keterlibatan (Soekanto, 2. , peran dibagi menjadi 3 yaitu peran aktif adalah peran yang diberikan oleh anggota kelompok karena kedudukannya didalam kelompok sebagai aktivitas kelompok, seperti pengurus, pejabat, dan lainnya sebagainya, peran partisipatif adalah peran yang diberikan oleh anggota kelompok kepada kelompoknya yang memberikan sumbangan yang sangat berguna bagi kelompok itu sendiri dan peran pasif sumbangan anggota kelompok yang bersifat pasif, dimana anggota kelompok menahan dari agar memberikan kesempatan kepada fungsi - fungsi lain dalam kelompok sehingga berjalan dengan baik. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dimana pada penelitian ini menerapkan data deskriptif yang di bentuk ke dalam kata - kata tertulis atau lisan dari orang orang dan perilaku yang bisa diamati (Lexy J. Moleong, 2. Penelitian kualitatif penjelasan lainnya adalah penelitian yang memanfaatkan wawancara secara terbuka untuk mencerna dan memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau beberapa kelompok. Bentuk peneltiian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. yaitu penelitian dengan menguraikan fakta - fakta yang terjadi secara alamiah dengan menggambarkan semua kegiatan yang dilakukan melalui pendekatan lapangan, dimana usaha pengumpulan data dan informasi secara intensif disertai analisa dan pengujian kembali atas semua yang telah dikumpulkan (Sugiono, 2. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini yaitu seluruh komponen yang terlibat dalam Non Governmental Organization (NGO) Rimba Satwa Foundation. Hutama Karya dan warga sekitar yang berada pada jalan tol Pekanbaru-Dumai. HASIL Peran Non Governmental Organization (NGO) Rimba Satwa Foundation Terhadap terowongan gajah di jalan Tol Pekanbaru Ae Dumai. Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A Peran adalah fungsi atau kewajiban yang diemban oleh individu atau kelompok dalam suatu sistem atau organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Peran dapat mencakup seperti tanggung jawab, tugas, dan hal yang harus dipenuhi oleh individu atau kelompok untuk memastikan bahwa tujuan nya dapat berjalan secara efektif dan efisien. Keterlibatan Organisasi Non Pemerintah Seperti Rimba Satwa Foundation sangat penting dalam proyek infrastruktur yang melibatkan wilayah habitat satwa liar, seperti pada pembangunan jalan tol Pekanbaru - Dumai. Salah satu kontribusi utama Rimba Satwa Foundation adalah memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut tidak mengancam keberlangsungan hidup satwa liar terutama gajah Sumatera. Peran anggota Rimba Satwa Foundation dalam konservasi terowongan gajah di jalan tol Pekanbaru - Dumai. Salah satu tugas utama anggota Rimba Satwa Foundation adalah seperti mengidentifikasi dan memantau populasi gajah di sekitar kawasan di jalan tol Pekanbaru Dumai. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi dalam pemantauan ini meliputi penggunaan kamera jebak, pelacak GPS, dan survei lapangan secara langsung. Terowongan ini dibangun untuk mengurangi kerusakan dan memastikan gajah dapat melintasi area dengan aman tanpa terganggu oleh lalu lintas. Upaya ini adalah bagian dari adaptasi ekologis yang bertujuan mengurangi dampak pembangunan infrastruktur terhadap populasi gajah yang berada di kawasan tersebut. Peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat merupakan aspek yang tak kalah penting untuk diupayakan. Anggota Rimba Satwa Foundation mengadakan berbagai program edukasi, program ini meliputi seminar, pameran, workshop, kampanye lingkungan, serta mengedukasi ke generasi muda dengan melakukan kunjungan ke sekolah - sekolah yang berada dekat dengan wilayah yang berada dekat dengan konservasi gajah. Anggota Rimba Satwa Foundation juga memiliki peran penting dalam pengawasan dan penegakan hukum terkait aktivitas ilegal yang mengancam gajah dan habitatnya. Mereka bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi dan menangani perburuan liar, penebangan hutan ilegal dan aktivitas lain yang merusak lingkungan. Peran Aktif Peran aktif yang dilakukan Rimba Satwa Foundation seperti melakukan patroli dan monitoring gajah yang bertujuan untuk memastikan keamanan kesejahteraan populasi gajah serta mencegah dan mendeteksi aktivitas illegal seperti perburuan liar dan kerusakan habitat. Selanjutnya Rimba Satwa Foundation melakukan pemasangan GPS Collar pada gajah adalah upaya monitoring dan konservasi yang dilakukan oleh anggota Rimba Satwa Foundation. Data Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A GPS Collar membantu mengelola pergerakan gajah yang akan mendekati tepi terowongan jalan tol Pekanbaru - Dumai agar bisa lebih cepat ditangani. Melalui peran aktif ini anggota Rimba Satwa Foundation berkontribusi secara signifikan terhadap konservasi gajah dan habitatnya di terowongan gajah jalan tol Pekanbaru - Dumai. Kombinasi dari patroli dan monitoring, penggunaan teknologi canggih seperti GPS Collar, upaya penanaman tanaman, dan pemberdayaan masyarakat lokal merupakan pendekatan yang memastikan keberhasilan dan keberlanjutan upaya konservasi gajah. Peran Aktif Rimba Satwa Foundation dalam patroli dan monitoring gajah liar Rimba Satwa Foundation bekerja sama dengan PT. Hutama Karya dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dalam berbagai Program untuk meminimalisir konflik antara gajah dan manusia serta menjaga habitat gajah Sumatera. Seperti yang dilakukan Rimba Satwa pada patroli rutin. Rimba Satwa mengorganisir patroli rutin untuk memantau aktivitas gajah liar dan mencegah konflik antar gajah dan manusia. Patroli ini melibatkan tim yang terdiri dari masyarakat lokal yang sudah terlatih. Mereka memeriksa tanda - tanda keberadaan gajah seperti jejak gajah, kotoran gajah, dan kerusakan tanaman. Rimba Satwa juga menggunakan teknologi seperti GPS dan kamera trap untuk melacak pergerakan gajah liar. Data yang dikumpulkan dapat membantu memahami pola pergerakan gajah dan merencanakan intervensi yang lebih efektif untuk terowongan gajah yang ada di jalan tol Pekanbaru - Dumai. Pemasangan GPS collar pada gajah liar di terowongan jalan tol Pekanbaru - Dumai adalah salah satu upaya penting untuk memantau pergerakan dan memastikan keselamatan gajah dikawasan tersebut. Gambar 4. Bentuk GPS Collar Sumber: Dokumentasi BBKSDA Riau, 2023 Terdapat 3 bentuk GPS Collar yang akan dipasangkan di 3 lokasi yang berbeda yaitu Balai Raja. Siak Giam Kecil dan kota Pekanbaru. Setiap GPS Collar ini dirancang untuk memantau pergerakan satwa liar di daerah tersebut serta memberikan data penting yang akan digunakan untuk konservasi dan pengelolaan habitat. Selain GPS Collar juga dilengkapi dengan Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A pemantauan sinyal dari GPS ini. sinyal GPS Collar ini dapat diakses melalui website yang digunakan untuk melakukan pemantauan yang mudah dan efisien oleh para pengelola. Selain itu, frekuensi sinyal dapat diatur oleh pengguna baik perjam, setiap 2 jam, setiap 3 jam, atau bahkan setiap 24 jam sesuai kebutuhan dan tujuan pemantauan. GPS Collar ini dikelola oleh staff Rimba Satwa Foundation dan staff Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau. GPS Collar memungkinkan tim konservasi untuk melacak pergerakan gajah secara real time, data lokasi yang dikumpulkan membantu dalam memahami pola perpindahan dan penggunaan habitat oleh gajah. GPS Collar membantu memastikan bahwa gajah tetap berada di area yang aman dan tidak memasuki wilayah berbahaya seperti jalan tol. Hal ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang bisa membahayakan gajah dan manusia. Identifikasi dan pemilihan gajah tim konservasi yang terdiri dari ahli biologi, dokter hewan, dan staff Rimba Satwa terlebih dahulu mengindentifikasi gajah yang akan dipasangi GPS Collar. Gajah dipilih berdasarkan usia kesehatan, dan peran dalam kawanan. Sudah sekitar 7 gajah yang memakai GPS Collar yang terdiri dari gajah dewasa betina yang sedang mengandung, gajah jantan pemimpin kelompok dan perwakilan 1 diantara kelompok gajah liar. Gambar 5. Gajah yang dipasangi GPS Collar Sumber: Analisis GIS dan Data Rimba Satwa Foundation, 2023 Berdasarkan gambar diatas menunjukkan Gajah yang memakai GPS Collar dilehernya, sebuah perangkat yang digunakan untuk melacak pergerakan gajah secara real - team. GPS Collar ini dikelola oleh staff Rimba Satwa Foundation dan staff Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau yang baru bisa di akses di website saja. Tabel 1. Analisis pergerakan gajah liar menuju jalan tol Pekanbaru-Dumai No Tanggal Nama Gajah 04/12/2020 Condet Keterangan Status Gajah tunggal dewasa dari Balai Raja ke Giam Siak Kecil . ergi Badan jalan tol Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A 20/12/2020 Condet 25/012021 11/03/2021 Condet 29/10/2022 Condet 13/11/2022 Condet Condet 1 betina dewasa bernama (Serun. dan 1 anak (Rimb. dari Balairaja ke Giam Siak Kecil Gajah tunggal dewasa dari Giam Siak Kecil ke Balairaja . ergi Gajah tunggal dewasa dari Balairaja ke Giam Siak Kecil . ergi kawi. Gajah tunggal dewasa dari Balairaja ke Giam Siak Kecil . ergi kawi. Gajah tunggal dewasa dari Giam Siak Kecil ke Balairaja . ergi Sumber: Analisis GIS dan Data Rimba Satwa Pergerakan di Km. Pergerakan di Km. Pergerakan di Km. Pergerakan di Under pass jalan Mojo lelo Pinggir Tidak diketahui Tercatat sudah sebanyak 4 kali penggunaan underpass khusus gajah ini merupakan bukti bahwa fasilitas ini berfungsi sesuai dengan tujuannya. Underpass ini dirancang untuk menyediakan jalur aman bagi gajah untuk menyeberangi jalan tol tanpa harus berhadapan langsung dengan lalu lintas kendaraan. pembangunan under pass ini sangat penting berjalan sebagaimana fungsi nya. Namun angka ini menunjukkan bahwa tidak semua penyeberangan gajah terjadi melalui underpass khusus. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun underapass efektif, masih ada beberapa faktor yang menyebabkan gajah kadang - kadang memilih jalur lain. Disebabkan karena lokasi underpass yang tidak selalu berada di jalur migrasi utama gajah atau karena perilaku alami gajah yang cenderung menggunakan jalur yang lebih mereka kenal. Dengan data GPS Collar pengelola jalan tol dan tim konservasi dapat monitoring efektivitas terowongan ini dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan keselamatan gajah. Berdasarkan hasil wawancara dengan analisis Gis dan Data Rimba Satwa Foundation menyatakan bahwa: AuKita terus memperhatikan keadaan satwa liar terutama gajah dengan dilengkapi teknologi seperti GPS collar sebagai bentuk memonitoring gajah jika ada yang sudah mendekat ke jalan tol dan keluar dari jalan yang yang biasa dilalui gajah maka kami dari Tim Rimba Satwa segera menuju lokasi untuk menghalau gajah agar masuk di rute jalan semestinya. Ay (Git Fernando, selaku Analisis Gis Rimba Satwa Foundatio. GPS Collar memainkan peran kunci dalam mengirimkan titik koordinat gajah secara langsung ke platform online yang dapat diakses oleh tim terkait. Penerapan GPS Collar memungkin RSF dan BBKSDA Riau untuk mengumpulkan data yang mendetail tentang pergerakan gajah secara real Ae time. Hal yang sama di ungkapkan oleh Direktur Rimba Satwa Foundation menyatakan bahwa: Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A AuDengan adanya GPS Collar ini dapat membantu kami pihak Rimba Satwa dan juga pihak jalan tol bersama dalam mencegah gajah masuk lagi ke dalam tol Memasang gps collar dengan gajah agar bisa melacak lokasi gajah jika sudah mendekati tepi tol tidak hanya gajah saja yang pernah melintas akan tetapi seperti beruang dan juga harimau. Ay (Zuhusi Syukri, selaku Direktur Rimba Satwa Foundatio. Peran aktif Rimba Satwa Foundation bersama Pihak Hutama Karya Dan BBKSDA Riau dalam Penanaman Tanaman yang di sukai gajah atau pembinaan habitat gajah. Rimba Satwa Foundation melakukan penelitian untuk mengidentifikasi jenis makanan kesukaan gajah dan kebutuhan habitat yang ideal. Informasi ini menjadi dasar pemilihan jenis tanaman yang akan ditanam di sekitar terowongan jalan tol Pekanbaru - Dumai. Bersama dengan Hutama Karya dan BBKSDA Riau. Rimba Satwa melakukan program pembinaan habitat yang mencakup penanaman tanaman yang disukai gajah dan koridor satwa liar. Rimba Satwa membantu dalam pengaturan tata letak dan jenis tanaman untuk memastikan bahwa gajah memiliki akses yang mudah dan aman ke sumber makanan. Gambar 6. Penghijauan serentak diseluruh jalan tol operasi PT. Hutama Karya Sumber: Section head of Finance. Administration & General Affair Hutama Karya 2023 Rimba Satwa Foundation terlibat dalam pengawasan dan monitoring pertumbuhan tanaman serta penggunaannya. Sebagai pengelola jalan tol. Hutama Karya menyediakan dukungan infrastruktur yang diperlukan untuk pembinaan habitat, serta pembangunan terowongan dan koridor satwa liar yang aman bagi gajah. Rimba Satwa juga berkontribusi dalam penyediaan fasilitas penunjang, seperti sistem irigasi untuk tanaman dan pagar pengaman di sekitar area penanaman. Hutama Karya menyediakan pendanaan dan sumber daya logistik untuk pelaksanaan program penanaman dan pemeliharaan tanaman. Ini mencakup pembelian bibit, pupuk, dan peralatan pertanian lainnya. Melalui kolaborasi yang erat antara berbagai pihak ini, program pembinaan habitat dan penanaman makanan kesukaan gajah di terowongan jalan tol Pekanbaru - Dumai diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan gajah liar, mengurangi konflik dengan manusia, dan mendukung upaya konservasi jangka panjang Berdasarkan hasil wawancara dengan Analisis Gis dan Data Rimba Satwa menyatakan bahwa: Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A AuKami bekerja sama dengan Pihak Hutama Karya dan juga BBKSDA Riau untuk melakukan Penanaman tanaman yang di sukai gajah agar mengurangi dampak konflik gajah dan manusia melalui makanan yang disukai oleh gajah atau pembinaan habitat agar gajah dapat tertarik melewati terowongan karna gajah ini adalah hewan yang berjalan sembari memakan tumbuhan yang disukai nya maka kami menanam salah satunya pohon pisang sebagai makanannyaAy (Git Fernando, selaku Analisis Gis dan Data Rimba Satw. Tanaman yang tidak disukai gajah ini ditanam di sepanjang perbatasan jalan tol area yang sering dilalui oleh gajah untuk menciptakan penghalang alami. Kerja sama antara Rimba Satwa Foundation. Hutama Karya, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi satwa liar khususnya gajah di terowongan gajah jalan tol Pekanbaru - Dumai. Langkah langkah ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi gajah tetapi juga untuk memastikan keamanan dan kelancaran transportasi di jalan tol. Peran aktif Rimba Satwa dalam membentuk kelompok masyarakat peduli gajah Rimba Satwa Foundation berperan penting dalam pembentukan dan pemberdayaan kelompok masyarakat peduli gajah yang terdiri dari anggota masyarakat lokal yang terlibat aktif dalam upaya konservasi gajah. Kelompok masyarakat peduli gajah sudah dibentuk dan diresmikan di 6 Desa yang terdiri dari Desa Lubuk Umbut. Desa Muara Bungkal. Desa Tasik Betung. Desa Bencah Umbai. Desa Lubuk Jering, dan Desa Tumang. Pembentukan Kelompok masyarakat peduli gajah bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberlangsungan populasi gajah dan Kelompok masyarakat peduli gajah menjadi perpanjangan tangan dari upaya konservasi gajah dan berfungsi sebagai garda terdepan dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan satwa liar di lingkungan yang terdampak. Gambar 7. Pembentukan dan pelatihan kelompok masyarakat peduli gajah Sumber: Dokumentasi Rimba Satwa Foundation Selain perbekalan melalui teori, kelompok masyarakat peduli gajah yang dibentuk juga diberikan perbekalan peralatan pengusiran gajah berupa meriam angin yang berbahan bakar spirtus, pemberian peralatan ini juga dibarengi dengan pemberian pelatihan mengenai cara yang aman dalam menggunakan meriam angin ini, pelatihan ini dipandu oleh trainer yang ahli. Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A Materi dan pelatihan yang disampaikan oleh Rimba Satwa Foundation itu sama di 6 desa yang telah terbentuk kelompok masyarakat peduli gajah. Gambar 8. Pelatihan menggunakan meriam angin berbahan spirtus oleh kelompok masyarakat peduli gajah Sumber: Dokumentasi Rimba Satwa Foundation Langkah membentuk kelompok masyarakat peduli gajah tidak hanya berfokus pada perlindungan gajah tetapi juga pada pemberdayaan komunitas lokal dan peningkatan kesadaran Proses pembentukan kelompok peduli gajah dimulai dengan tim Rimba Satwa Foundation yang turun langsung kelapangan untuk mencari individu-individu dari masyarakat setempat yang memenuhi kriteria tertentu. AuRimba Satwa membentuk kelompok masyarakat peduli gajah dengan cara kami turun lapangan lalu mencari masyarakat yang termasuk kriteria diajak bergabung dalam kelompok masyarakat peduli gajahAy (Git Fernando, selaku Analisi Gis dan Data Rimba Satw. Pembekalan yang diberikan anggota Rimba Satwa Foundation dari konsorsium RSFHIPAM kepada kelompok masyarakat peduli gajah. Anggota kelompok dilibatkan dalam proyek-proyek konservasi yang lebih besar seperti pemasangan GPS collar dan penelitian populasi gajah, memberikan mereka pengalaman langsung dan memperkuat komitmen mereka terhadap upaya konservasi. Peran Partisipatif Tim Rimba Satwa berpartisipasi dalam memberikan informasi terkait pentingnya menimbang lingkungan jika ingin melakukan pembangunan seperti diadakan pembangunan terowongan gajah agar gajah tidak hilang habitat aslinya. Rimba Satwa Foundation memainkan peran partisipatif yang signifikan dalam mendukung keberadaan dan pemanfaatan terowongan di jalan tol Pekanbaru - Dumai untuk pelestarian habitat gajah. Rimba Satwa aktif dalam mengedukasi masyarakat lokal mengenai pentingnya terowongan sebagai jalur migrasi bagi Rimba Satwa mengadakan acara edukatif seperti seminar, dan diskusi kelompok terarah yang melibatkan masyarakat setempat, pelajar, dan akademisi dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya terowongan tersebut demi Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A kelangsungan habitat satwa liar seperti gajah. Adapun kegiatan sosialisasi yang dilakukan dengan mengarahkan kepada masyarakat dan juga ke generasi muda melalui kegiatan kunjungan ke sekolah Ae sekolah. Sosialisasi kepada masyarakat bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peduli terhadap gajah serta cara - cara peduli terhadap gajah serta cara - cara untuk mengurangi konflik antara manusia dan gajah. Melalui kegiatan ini Rimba Satwa Foundation berharap masyarakat dapat memahami perilaku gajah, pentingnya melestarikan habitat mereka, dan langkah - langkah yang dapat diambil untuk meminimalisir konflik yang mungkin terjadi. Gambar 9. Sosialisasi mitigasi konflik antara gajah dan manusia di Desa Lubuk Jering Sumber: Dokumentasi Rimba Satwa Foundation Berdasarkan gambar diatas sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat Desa Lubuk Jering untuk bekerja sama membantu mengurangi konflik antara manusia dan gajah. Sosialisasi ini memberikan pengetahuan baru mengenai ekosistem dan peran penting gajah dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta menganalisis dampak negatif konflik terhadap kesejahteraan masyarakat dan konservasi gajah (Novianti, 2. Melalui upaya ini Rimba Satwa Foundation berharap dapat membangun kesadaran yang lebih besar tentang pelestarian gajah dan cara - cara yang manusiawi untuk mengelola interaksi dengan mereka. Dengan demikian masyarakat dapat hidup berdampingan dengan gajah secara harmonis, mengurangi potensi konflik, dan memastikan keberlanjutan populasi gajah di wilayah ini. Tidak hanya ke masyarakat umum namun Rimba Satwa Foundation juga melakukan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Edukasi di sekolah - sekolah sangat penting karena generasi muda adalah penerus yang akan mewarisi dan melanjutkan upaya konservasi di masa Tujuan dari sosialisasi ke sekolah ini adalah untuk menanamkan pemahaman ekologi gajah, pentingnya habitat mereka dan dampak negatif dari konflik manusia dan gajah. Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A Gambar 10. Sosialisasi dan edukasi ke sekolah terkait pengenalan kehidupan satwa Sumber: Dokumentasi Rimba Satwa Foundation Dalam pelaksanaan conversation goes to school Rimba Satwa Foundation akan memberikan pengalaman edukatif yang mendalam dan menyeluruh kepada siswa - siswi dimulai dengan mengenalkan berbagai jenis satwa yang dilindungi di Indonesia. Satwa - satwa ini meliputi gajah sumatera yang terkenal dengan ukuran tubuhnya yang besar namun semakin Selanjutnya Rimba Satwa Foundation memberikan edukasi ke SDN 25 Mandau yang dimana materi ini disampaikan langsung oleh Ibu Solfarina. Pd. Adapun materi yang dijelaskan adalah penjelasan mengenai hutan yang merupakan suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan yang berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan yang lainnya. Gambar 11. Sosialisasi ke SDN 25 Mandau Sumber: Dokumentasi Rimba Satwa Foundation Pada kesempatan ini Ibu Solfarina. Pd menjelaskan beberapa jenis satwa yang dilindungi seperti gajah, harimau Sumatera. Burung Enggang. Badak Sumatera sudah jarang terlihat satwa ini dan terancam hampir punah dikarenakan perburuan liar dan kehilangan habitat aslinya. Gajah Sumatera menjadi salah satu satwa yang dilindungi maka dari itu Ibuk Solfaria juga membahas apa yang menjadi unik dan pembeda dengan antara gajah Sumatera dengan gajah Afrika. Pengetahuan yang mereka peroleh dari acara ini akan terus berkembang dan mendorong mereka untuk menjadi duta lingkungan yang aktif di masa depan, berkontribusi pada upaya global untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati serta ekosistem alam yang kita Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A Berdasarkan hasil wawancara dengan Analisis Gis dan Data Rimba Satwa menyatakan AyKita juga memiliki program seperti conversion goes to school, yang dimana program ini dijalankan ke sekolah sekolah untuk mengedukasi dan memberi informasi kepada para pelajar betapa pentingnya peduli terhadap hewan seperti gajahAy(Git Fernando, selaku Analisis Gis dan Data Rimba Satw. Program conversation goes to school dirancang untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai gajah dan habitatnya. Program ini mencakup edukasi seperti presentasi, diskusi, dan kegiatan interaktif yang melibatkan siswa secara langsung. Peran Pasif Peran pasif adalah sumbangan anggota kelompok yang bersifat pasif, dimana anggota kelompok menahan dari agar memberikan kesempatan kepada fungsi - fungsi lain dalam kelompok sehingga berjalan dengan baik, yang mana peran pasif ini merupakan upaya yang dapat dilakukan oleh Rimba Satwa Foundation dalam mendorong masyarakat untuk peduli terhadap habitat gajah. Gambar 12. Kegiatan perayaan hari gajah sedunia Bincang Konservasi dan Panggung Seni Musik Peran Lapisan Masyarakat Dalam Upaya Melestarikan Gajah Sumatera Sumber: Dokumentasi Rimba Satwa Foundation Rangkaian kegiatan perayaan hari gajah sedunia tahun 2023 yang berkolaborasi dengan Rimba Satwa Foundation dan komunitas gajah Indonesia yang di support oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, perwakilan SKK Migas Sumbagut. PHR Pertamina. Hutama Karya Pekanbaru - Dumai. Pondok Belantara Adventure Riau. Mapala Gaharu, dan Komunitas Penggiat Alam Duri Hijau. Dikemas dengan konsep anak muda dengan menghadirkan Guest Star Konkrit Genggaman Pekanbaru sehingga acara semakin menarik. Kegiatan ini berlangsung di Taman Budaya Provinsi Riau adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian gajah Sumatera serta melibatkan mereka secara aktif dalam upaya konservasi. Acara ini mencakup beberapa kegiatan utama yang mendalam dalam interaktif. Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A Diskusi ini menyampaikan informasi terkini mengenai status populasi gajah Sumatera, ancaman terhadap habitatnya, serta strategi perlindungan yang sedang dilakukan. Dan dilanjutkan dengan kegiatan stand up comedy digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan konservasi dengan cara yang ringan dan menghibur. Musikalisasi puisi ini adalah pertunjukan dimana puisi - puisi yang mengangkat tema alam dan konservasi termasuk gajah Sumatera diubah menjadi karya musikalisasi. Pendekatan ini menggabungkan keindahan kata puisi dengan kekuatan musik untuk menciptakan pengalaman yang mendalam yang menggugah perasaan audiens. KESIMPULAN Rimba Satwa Foundation telah memainkan peran yang sangat signifikan dalam upaya pelestarian gajah di sekitar jalan tol Pekanbaru-Dumai. Melalui berbagai inisiatif, baik aktif, partisipatif, maupun pasif, organisasi ini telah berhasil mengurangi konflik antara gajah dan manusia serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi gajah. Peran aktif RSF yang meliputi patroli, pemantauan menggunakan GPS collar, dan penanaman tanaman pakan gajah telah memberikan hasil yang nyata dalam mengantisipasi pergerakan gajah menuju jalan tol. Peran partisipatif melalui program edukasi dan konservasi di sekolah-sekolah telah berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga kelestarian gajah. Sementara itu, peran pasif dengan mengikuti pameran dan forum tingkat nasional telah berhasil menyebarluaskan informasi mengenai kondisi habitat gajah di Sumatera kepada masyarakat yang lebih luas. REKOMENDASI Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yakni pertama, peran aktif disarankan untuk penggunaan aplikasi untuk memonitor gajah jadi ini akan mempermudah dan masyarakat juga bisa mengaksesnya. selanjutnya Pihak Hutama Karya lebih memperhatikan kembali tanaman yang ditanam agar semakin terawat di terowongan tersebut. Saran kedua yakni pada peran partisipatif disarankan perlu dilakukan kampanye sosialisasi yang lebih gencar dan terstruktur tentang pentingnya menjaga gajah sumatera dan habitatnya, melakukan pertemuan langsung dengan komunitas lokal di sekitar area habitat gajah Sumatera, meningkatkan kampanye edukasi di sekolah - sekolah setempat untuk mengajarkan siswa tentang keberagaman hayati, khususnya gajah Sumatera. Terakhir saran untuk peran pasif , sebaiknya upaya untuk meningkatkan kepedulian dari sektor swasta dan publik dalm mendukung pelestarian gajah Sumatera. Inisiatif seperti program Anugerah. et al. Keterlibatan Non Governmental Organization A tanggung jawab sosial perusahaan atau kampanye kesadaran melalui media sosial dan acara komunitas dapat menjadi tambahan yang strategis untuk menjangkau lebih banyak orang memperluas pemahaman mengenai konservasi gajah. UCAPAN TERIMA KASIH Kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Abdurrab. Kami ucapkanterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami dalam bentuk hibah penelitian 2024. Terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah meluangkan waktu dalam memberikan ruangdan kesempatan kepada tim penelitian untuk melaksanakan dan menyelesaikan penelitian ini. REFERENSI