FEMINISME DALAM FILM MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK Irma Febryani febryanirm@gmail. Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia Bandung ARTIKEL Diterima: 20 Maret 2021 Direvisi: 3 Mei 2021 Disetujui: 20 Mei 2021 ABSTRACT The Film tittled Marlina The Murderer In Four Act present a high powered female character named Marlina. The Robber start to loading up her catle and plan to rape her. Marlina defended her self by killing the robbers. Feminist impression deeply felt on Marlina. She does not obey on the command of the man and take the fight. Marlina made a long journey by herself for a justice, although the struggle is futile. With the some of references, the author analyzes all action of feminism conducted by marlina chacacter, also analyzes the action that contain the elements of patriarchy which men do to the women. With this research, will be delivered the things are done by marlina to fight for his right with all the courage. There is a message to be delivered by the film creator through the character of marlina, that is for women to be braveand not shackled by patriarchal culture. Keywords: Marlina. Feminism. Patriarchal. ABSTRAK Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak ini menghadirkan tokoh perempuan berdaya juang tinggi bernama Marlina. Ia tidak tinggal diam melihat ternaknya diambil kawanan rampok yang juga hendak merenggut kehormatannya. Marlina melakukan pembelaan diri dengan cara membunuh kawanan rampok tersebut. Kesan feminis sangat terasa pada tokoh Marlina. Dia tidak tunduk pada kemauan laki-laki dan dengan beraninya melakukan perlawanan. Tokoh Marlina juga melakukan perjalanan panjang seorang diri demi mencari keadilan, meskipun pada akhirnya perjuangannya tidak menghasilkan apaapa. Melalui berbagai referensi yang di dapat, penulis menganalisis segala tindakan feminisme yang dilakukan oleh tokoh Marlina dalam film, juga menganalisis berbagai LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 tindakan yang mengandung unsur patriarki yang dilakukan kaum laki-laki terhadap Melalui penelitian ini, akan disampaikan hal-hal apa saja yang dilakukan oleh tokoh utama Marlina dalam memperjuangkan hak atas dirinya dengan segala keberanian yang di miliki. Ada pesan yang ingin disampaikan oleh kreator Film melalui tokoh Marlina ini, yaitu agar kaum perempuan tidak tinggal diam dan terbelenggu oleh budaya patriarki. Kata Kunci: Marlina. Feminis. Patriarki. PENDAHULUAN untuk mengkomunikasikan sesuatu mengenai hal tertentu kepada masyarakat Istilah feminisme muncul setelah Film bisa menjadi sebuah media bagi banyaknya isu mengenai budaya patriarki masyarakat untuk mempelajari sejarah, di masyarakat. Perempuan menjadi kaum teknologi hingga budaya. yang dimarjinalkan. Tidak memiliki ruang Film akan selalu menjadi media gerak yang sama dengan laki-laki, bahkan yang digemari masyarakat, hal tersebut sering kali menjadi kaum yang dianggap bisa dimanfaatkan oleh para kreator- sebagai AubudakAy. Feminisme muncul un- kreator seni perfilman untuk selalu ber- tuk menepis hal tersebut. Kaum perem- karya dan berkreasi dalam mengangkat puan juga memiliki hak yang sama, yaitu sebuah realita kehidupan ke dalam sebuah dalam hal mendapatkan pendidikan, me- cerita film. Tentunya, kegiatan membuat nyampaikan aspirasi, hingga mendapat- dan mempublikasikan film yang digemari kan tempat untuk turut serta terjun ke dunia politik. Seorang kreator harus memiliki kepekaan terhadap Film merupakan media yang dapat selera masyarakat yang cenderung ber- menjadi sumber kajian yang komprehensif ubah dari waktu ke waktu. mengenai sejarah, politik, sosiologi, antro- Film sebagai salah satu media untuk pologi, filsafat, seni, sastra, budaya, hingga menyampaikan aspirasi dan informasi, perkembangan sains dan teknologi. Seba- gaimana buku, dari film suatu bangsa Mouly Surya menyadarkan kaum perempuan untuk dapat belajar mengenai masa lalunya bangkit dan mampu melawan budaya untuk mempersiapkan masa depannya. Hal tersebut diwujudkan dalam Karenanya, arsip film yang dapat diakses Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat dan dinikmati dengan mudah menjadi Babak. Film bermuatan feminisme ini suatu hal yang penting untuk kemajuan mengajak perempuan untuk mampu mem- suatu bangsa. 1 (Akbar dan Handoko, hlm. bela dirinya, serta mengajak perempuan Pada pengertian tersebut dapat kita untuk melawan rasa takut. simpulkan bahwa film merupakan media Akbar dan Handoko. Sinemtek Indonesia. Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain. Program studi Sarjana Desain Interior. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Irma Febriyani Ae Feminisme dalam Film Marlina. Film merupakan media yang sangat Ada beberapa poin yang saya garis efektif untuk menyebarkan sebuah pesan, bawahi dari pernyataan tersebut, yaitu laki Media, menurutnya pertama-tama men- laki yang selalu diposisikan sebagai sen- cerminkan nilai-nilai dominan di masya- tral, pembatasan peran dan diskriminasi. rakat dalam bentuk pelbagai citra atau . Laki-laki sebagai sentral membuat Karenanya, mengungkapkan adanya dominasi citra memposisikan perempuan dalam posisi tradisional dan stereotipikal mengenai budak serta diciptakan sebagai makhluk perempuan dalam seluruh bentuk media. yang harus patuh terhadap laki-laki. Yang kedua media bertindak sebagai agen- Sebagai contoh, dalam kehidupan beru- mah tangga tak jarang membuat laki-laki memainkan perannya dengan semena- kelamin yang distereotipkan, khususnya Hal ini membuat perempuan sangat kepada orang-orang muda. rentan mendapatkan kekerasan dan juga Budaya Patriarki dituliskan oleh . Pembatasan peran merujuk Alfian dalam Ade irma yang menyebutkan pada kehidupan masyarakat yang meman- bahwa patriarki berasal dari kata patri- dang perempuan sebagai sosok yang harus arkat, berarti struktur yang menempatkan menjalankan kodratnya untuk menikah, peran laki-laki sebagai penguasa tunggal, menjadi Istri dan menjadi Ibu. Perempuan sentral, dan segala-galanya. Sistem patriar- sering kali dilarang untuk bekerja, bahkan ki yang mendominasi kebudayaan masya- hak nya untuk mendapatkan pendidikan- rakat menyebabkan adanya kesenjangan pun sering kali dibatasi. Diskriminasi, dan ketidakadilan gender yang mempe- perempuan sering kali dipandang sebagai ngaruhi hingga ke berbagai aspek kegiatan makhluk yang lemah. Perempuan diang- Laki-laki memiliki peran sebagai gap tidak bisa melakukan pekerjaan yang kontrol utama di dalam masyarakat, biasa dilakukan laki-laki. Dapat dilihat di sedangkan perempuan hanya memiliki berbagai perusahaan yang membatasi sedikit pengaruh atau bisa dikatakan tidak pekerja perempuan di perusahaannya. wilayah-wilayah Seperti yang diungkapkan oleh Stevi dan umum dalam masyarakat, baik secara Jackie. Pertama, posisi perempuan dalam ekonomi, sosial, politik dan psikologi, pasar tenaga kerja berbeda dengan laki- bahkan termasuk didalamnya institusi laki: perempuan cenderung dibayar lebih Pembatasan-pembatasan pe- rendah, terpusat dalam pekerjaan yang ran perempuan oleh budaya patriarki terbatas, lebih cenderung dipekerjakan membuat perempuan menjadi terbelenggu tidak terus menerus dibanding laki-laki, dan mendapatkan perlakuan diskrimi- dan sering kali dipekerjakan paruh waktu. Kedua disamping kerja yang dibayar. Stevi Jackson dan Jackie Jones. Pengantar Teori-teori Feminis Kontemporer. Sakina dan Hasana Siti. Social Work Jurnal. Menyoroti Budaya Patriarki Indonesia. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 perempuan umumnya juga terlibat dalam disingkirkan dan diremehkan oleh disi- pekerjaan domestik yang tak dibayar di plin-disiplin patriarki . Upaya untuk menyadarkan perem- Ketidakadilan yang dialami perem- puan untuk melakukan perlawanan terha- puan terjadi juga dalam hubungan Rumah dap budaya patriarki diwujudkan melalui Tangga dimana perempuan selalu jadi Film, salah satunya adalah Film Marlina Si kaum yang tereksploitasi. Laki-laki secara Pembunuh Empat Babak. Film ini menceri- efektif menguasai perempuan sepenuhnya takan perlawanan yang dilakukan oleh berikut kerja yang ia lakukan sehingga Marlina yang mewakili kaum perempuan kerja yang dilakukan istri secara potensial untuk mampu berdiri di atas kakinya sen- menjadi tidak terbatas dan bergantung Tidak menjadi kaum perempuan yang pada permintaan suami. Dalam situasi terdominasi dan berani menyuarakan seperti ini, perempuan jelas-jelas bekerja tanpa imbalan apapun. Delphy berpendapat Film merupakan media yang efektif untuk memberikan pemahaman feminis- domestik, laki-laki menjadi kelas yang me dan budaya patriarki kepada masya- mengeksploitasi dan perempuan adalah rakat luas. Jackson dan Jones mengatakan, kelas yang dieksploitasi. Media, menurutnya pertama-tama men- Budaya patriarki yang sangat jelas nilai-nilai bisa ditemukan di Indonesia tidak mem- masyarakat dalam bentuk pelbagai citra buat perempuan berdiam diri. Sering kali atau representasi. Karenanya, analisis isi mengungkapkan adanya dominasi citra perempuan sudah berani untuk menyuara- tradisional dan stereotipikal mengenai kan pendapatnya dan menuntut haknya perempuan dalam seluruh bentuk media. untuk mendapatkan kesetaraan. Banyak Yang kedua media bertindak sebagai agen- ditemukan dalam dunia politik, perem- puan bisa maju menjadi seorang pemim- Perempuan juga sudah mampu untuk kelamin yang distereotipkan, khususnya membela diri dari berbagai perlakuan kepada orang-orang muda. Kesan realisme yang kita peroleh diskriminatif bahkan kekerasan. Hal ini sudah diwacanakan sejak lama, disebut- kan oleh Jane dan Helen bahwa tujuantujuan politik feminis terfokus pada penentuan wanita agar sederajat dengan terutama bersumber dari sejauh mana ia laki-laki. Setelah berabad-abad diabaikan, mengorganisasi maknanya sesuai dengan Stevi Jackson dan Jackie Jones. Pengantar Teori-teori Feminis Kontemporer. Stevi Jackson dan Jackie Jones. Pengantar Teori-teori Feminis Kontemporer. Jane C Ollenburger dan Helen A Moore. Sosiologi Wanita. Stevi Jackson dan Jackie Jones. Pengantar Teori-teori Feminis Kontemporer. Irma Febriyani Ae Feminisme dalam Film Marlina. pemahaman akal sehat kita tentang dunia bernama Marlina yang di datangi oleh 8 Film bukan hanya memperlihatkan sekawanan rampok. Kawanan rampok itu bagaimana suatu kehidupan pada suatu mengambil seluruh ternak serta mengan- waktu, namun juga mengandung makna cam nyawa beserta kehormatan Marlina di me-ngenai apa saja yang dapat kita ambil depan mumi suaminya. Tak tinggal diam. Marlina pun dari berbagai kehidupan yang terjadi. melakukan perlawanan. Empat orang dia bunuh dengan racun di sup ayam buatan- PEMBAHASAN nya, dan satu orang lagi bernama Markus Feminisme di penggal kepalanya dengan parang. Marlina yang tinggal seorang diri di nan terhadap buda- puncak perbukitan sabana di Sumba. Nusa ya patriarki bisa ditemukan Film Tenggara Timur, berusaha mencari keadil- Marlina an ke kantor polisi. Menyusuri jalanan sumba seorang diri dengan kuda yang Pembunuh Dalam dinaikinya, dan membawa serta kepala Empat Babak. Film yang dipenggalnya yang Ia sebut sebagai tersebut menggamGambar 1. Poster Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. (Sumber: https://wallohmoviesimages. com/15849_1_la AuSang TahananAy. barkan sosok Marlina yang tidak berdiam diri dalam kondisi dilecehkan. Film ini menceritakan perlawanan Marlina Gambar 2. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke 02. membela diri. Sesuai judul yang tertulis. Film ini di kemas kedalam empat babak. Babak Sinopsis Film Marlina Si Pembunuh pertama menceritakan bagaimana perjua- Dalam Empat Babak ngan dan perlawanan Marlina terhadap Film marlina si pembunuh empat para perampok yang ingin merenggut babak ini disutradarai oleh Mouly Surya. Sosok Marlina Pada babak kedua mence- ritakan perjalanan panjang Marlina yang diperankan oleh Marsha Timoty, juga di ingin mencari keadilan, dalam babak ini dukung oleh artis kenamaan lainnya yaitu juga diperlihatkan kehidupan masyarakat Egi Fedly. Dea Panendra dan Yoga Sumba yang masih sangat tradisional. Pratama. Berkisah tentang seorang janda dapat dilihat dari akses transportasi yang Stevi Jackson dan Jackie Jones. Pengantar Teori-teori Feminis Kontemporer. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 terbatas dan kondisi jalan yang terbilang Babak ketiga film ini menceritakan keadaan dimana hukum sedikit sulit untuk ditegakan di Sumba. Ketika perempuan dilecehkan dan dirampas hartanya, pihak Gambar 3. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke 12. berwajibpun tidak menganggap hal tersebut ditangani pada saat itu juga. Babak Ada satu dialog juga yang jelas keempat merupakan akhir perjuangan dari terlihat sebagai pelecehan terhadap kaum seorang wanita yang hendak melahirkan Dialog tersebut disampaikan Dalam situasi yang sangat berat. Markus pada Marlina. AuSo berapa laki-laki tokoh Marlina sama sekali tidak menun- yang ko tiduri?Ay. Perempuan dianggap jukan ketakutan dan tetap bersikap tenang. sebagai pemuas nafsu laki-laki, pelecehan Film yang dikemas dalam empat verbal yang dirasa sangat tidak patut babak ini tidak mempertontonkan drama untuk diucapkan pada perempuan mana- yang berlebihan, juga tidak menghadirkan Dan di sadari atau tidak, perilaku dialog yang banyak. Namun pesan yang seperti ini juga banyak kita temui dalam ingin disampaikan melalui tokoh Marlina kehidupan sehari-hari. khalayak ramai. Belenggu Patriarki Dalam Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak Patriarki dijelaskan sebagai sebuah Gambar 4. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke 06. anggapan bahwa laki-laki adalah sentral dan perempuan wajib tunduk kepadanya. Sudah dituliskan bahwa hal seperti itu Banyak juga diceritakan berbagai kekerasan yang dialami oleh tokoh perempuan disini, baik secara verbal atau kekerasan fisik. Seperti sudah menjadi hukum alam, bagi laki-laki, perempuan adalah makhluk yang diciptakan Tuhan yang derajatnya jauh di bawah mereka, sehingga mereka dengan bebas bisa melakukan apa saja sesuai dengan kehendaknya. Dapat dilihat dari mudah nya kaum lakilaki melakukan pemukulan dalam film ini. membudaya dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Hal ini juga yang ingin digambarkan oleh Mouly Surya dalam Filmnya. Ada dialog yang dengan sangat jelas melecehkan kaum perempuan yang Markus Marlina. Marlina diminta untuk melakukan hubungan seksual dengan tujuh lakilaki yang hendak mendatangi rumahnya. Irma Febriyani Ae Feminisme dalam Film Marlina. Gambar 5. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke Gambar 7. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke 54. Diceritakan bahwa Marlina yang sudah menempuh perjalanan jauh ke kantor polisi, melaporkan segala kejadian yang dialaminya, yaitu perampokan dan Respon lamban dari polisi serta bagaimana cara polisi menanggapi Gambar 6. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke perempuan bukan hal yang besar dan tidak perlu dibesar-besarkan. bahwa saat ini masih banyak kaum Feminisme Dalam Tokoh Marlina perempuan yang tidak dimuliakan. Peran Seperti perempuan sebagai seorang istri bagi laki- sebelumnya bahwa feminisme merupakan laki, yang akan selalu memenuhi segala sebuah gerakan perlawanan terhadap kebutuhannya banyak tidak dihargai. Kekerasan masih saja menimpa mereka. Perempuan budak yang harus menjadikan laki-laki Laki-laki banyak melakukan tindakan sebagai sentral, perempuan bukan lagi eksploitasi terhadap perempuan dengan memanfaatkan kelemahannya. diskriminasi, juga perempuan bukan kaum Kekerasan dan pelecehan pada perempuan masih saja menjadi isu sosial Perempuan memiliki hak untuk melakukan perlawan- yang kurang mendapatkan perhatian, an, hal ini yang menjadi sorotan dalam utamanya di daerah-daerah terpencil se- Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat perti Sumba. Satu pesan yang ingin disam- Babak. Feminisme dalam film ini diper- paikan dalam film ini bahwa masih banyak lihatkan melalui dua sikap marlina. pihak berwenang yang ada di daerah yang kekerasan dan pelecehan yang terjadi pada Dapat dilihat dari adegan tersebut Pertama. Marlina adalah perempuan yang mampu memimpin dirinya sendiri. warganya, terutama perempuan. Marlina mampu mengendalikan dirinya untuk tidak tunduk terhadap kemauan laki-laki yang melecehkannya. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 Kedua, tokoh marlina mampu melindungi dirinya sendiri. Mempertahankan kehormatan dan tidak terlihat lemah. Tindakan para perampok yang dengan semena-mena mengambil ternak serta melecehkannya, membuat Marlina ingin menghentikan perbuatan tersebut. Marlina membu- Gambar 8. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke 10. buhkan racun pada makanan yang sedang Pada gambar tersebut, marlina dilecehkan oleh tokoh Markus dengan cara mengajaknya melakukan hubungan seksual bersama ketujuh rekannya. Marlina dengan sangat tegas menjawab bahwa hari itu, dia adalah wanita paling sial. Jawaban Marlina terhadap ajakan tersebut meng- Gambar 10. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke 20. gambarkan seorang perempuan yang tidak ingin dilecehkan, dan menempatkan diri sebagai kaum yang yang mampu melaku- Membunuh memang bukan hal kan perlawanan, serta tidak menjadi kaum yang dibenarkan, terlebih negara ini ada- yang tunduk terhadap laki-laki. lah negara hukum, dan segala perbuatan Marlina menunjukan diri sebagai masyarakat, harus dipertanggungjawab- perempuan yang kuat. Tidak pernah me- kan melalui hukum yang sudah tertulis. nunjukan raut wajah takut dan tetap ber- Namun sebetulnya yang ingin disampai- sikap tenang. Sikap marlina yang tetap te- kan melalui adegan tersebut adalah, kita nang melawan dominasi laki-laki, menci- sebagai perempuan tidak boleh berdiam trakan keberanian yang tinggi dari seorang diri dalam jajahan kaum laki-laki. Terlebih Hal ini yang ingin ditonjolkan Marlina melakukannya karena sedang me- oleh pembuat film, dan nyatanya mereka lindungi dirinya sendiri. berhasil memberikan kesan wanita tang- Feminisme juga terlihat sangat jelas guh pada diri Marlina. ketika Marlina sudah mempersiapkan racun yang digunakan untuk membunuh di meja riasnya. Hal tersebut menggambarkan sikap kewaspadaan dari diri Marlina sebagai upaya perlawanan apabila berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Gambar 9. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke 10. Irma Febriyani Ae Feminisme dalam Film Marlina. Gambar 11. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke 13. Gambar 14. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke 47. Seorang perempuan harus memiliki Perempuan Marlina melakukan perjalanan jauh melewati jalanan Sumba yang sepi. Diri- melindungi dirinya sendiri dan tidak nya tahu bahwa bahaya bisa datang dari bergantung pada laki-laki. Marlina yang mana saja. Dia melakukan perjalanan seo- merupakan seorang janda menyadari betul rang diri demi mendapatkan keadilan. bahwa dia harus bisa melakukan semua Dari gambar tersebut, marlina yang hidup hal seorang diri, tidak ada sosok laki-laki seorang diri hanya membutuhkan duku- yang melindunginya dari bahaya. ngan berupa pembelaan. Marlina juga membunuh Markus Kekerasan yang dilakukan pada sebagai usahanya mempertahankan kehor- kaum perempuan, semata-mata bukan matan dirinya sebagai perempuan. Mar- karena AukodratAy perempuan. Disebutkan lina memenggal kepala Markus dengan bahwa kaum perempuan sebagai sebuah menggunakan pedang. kelas menganggap bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi di semua kelas. Mereka menganggap bahwa ketidakadilan terhadap perempuan tidak semata-mata disebabkan oleh perbedaan biologis, tetapi lebih disebabkan oleh penilaian dan anggapan akibat konstruksi sosial terhadap Gambar 12. (Sumber: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Mouly Surya, 2017, menit ke 13. perbedaan tersebut. Menyampaikan pesan bermuatan Dalam adegan ini. Marlina digambarkan feminisme dan ajakan untuk melawan bu- sebagai sosok pemberani. Melakukan pem- daya patriarki sangat sukses disampai-kan bunuhan dengan tangannya sendiri pada melalui film ini. Terlebih film memang orang yang secara fisik lebih kuat daripada sebuah media yang efektif untuk menye- barkan ideologi. Seperti yang diungkapkan oleh Jackson. Film merupakan pembawa ideologi yamg sangat efektif karena sistem tekstualnya didasarkan pada citra Mansour Fakih. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 fotografis yang bergerak. Ideologi bekerja oleh Marlina yang mewakili kaum perem- dengan menghapus tanda-tanda cara ker- puan untuk mampu berdiri di atas kaki janya sendiri, sehingga penafsirannya atas nya sendiri. Tidak menjadi kaum perem- dunia tampak alami atau terbukti dengan puan yang terdominasi dan berani me- sendirinya bagi kita. nyuarakan pendapat. SIMPULAN DAFTAR REFERENSI Buku Marlina merupakan seorang janda Akbar dan Handoko. Sinemtek yang hidup seorang diri di Sumba. Nusa Tenggara Timur. Marlina mendapatkan Indonesia. Jurnal Tingkat Sarjana perlakuan yang tidak manusiawi dari Senirupa dan Desain. FSRD ITB beberapa laki-laki yang tiba-tiba datang. C Ollenburger. Jane dan Moore. A Helen Sosiologi Marlina mendapatkan kekerasan seksual . dan terpaksa harus kehilangan puluhan Cipta : Jakarta Wanita. Rineka Dalam situasi tersebut, marlina Sakina dan Hasana Siti. Menyoroti digambarkan sebagai perempuan yang Budaya Patriarki Indonesia. Social Dia tidak tunduk begitu saja pada Work Jurnal Stevi Jackson dan Jackie Jones. laki-laki yang mendatanginya. Untuk melindungi diri, marlina terpaksa mem- Pengantar Teori-teori Feminis bunuh dengan cara membubuhkan racun Kontemporer. Jalasutra : Yogyakarta ke dalam makanan yang dibuatnya, juga memenggal kepala orang yang menjadi Referensi Film