Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar PENYESUAIAN METODE PEMBELAJARAN DENGAN BERBAGAI KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Nina Indriani UIN Sunan Ampel Surabaya indriani@uinsby. Ilma Nur Azizah UIN Sunan Ampel Surabaya 06020721044@uinsby. Ima Fitriyah UIN Sunan Ampel Surabaya 06020721045@uinsby. Abstract: Pembelajaran merupakan proses interaksi anatara guru dan peserta didik dengan tujuan yang diinginkan. Metode pembelajaran merupakan suatu hal yang sangat utama dalam kegiatan belajar Hal ini ditandai dengan kegiatan belajar menjagar kan lebih efektif dan terstruktur jika penggunaan metode pembelajaran dilakukan dengan tepat dan sesuai sasaran. Sasaran metode pembelajaran adalah semua kalangan masyarakat disaat mereka sedang menempuh pendidikan terutama peserta didik sekolah dasar. Metode pembelajaran juga harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, terlebih peserta didik sekolah dasar yang masih dalam tahap pertumbuhan dan kurikulum Merdeka Belajar menjadi kurikulum baru yang memiliki beberapa program keahlian untuk menguaktkan karateristik peserta didik dalam menggunakan metode pembelajaran. Hal ini ditandai dengan hasil penelitian yang dilakukan dengan kajian literarur yang menrujuk pada projek pengembangan profil pelajar Pancasila. Dalam profil pelajar Pancasila juga terdapat 5 dimensi profil pelajar Pancasila yaitu . Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Mandiri. Bergotong-royong. Berkebinekaan global. Bernalar kritis. Kreatif. Beberapa dimensi tersebut merupakan sesuatu yang harus diperhatikan, karena karakter peserta didik menjadi poin penting dalam penyeusaian metode pembelajaran peserta didik agar tercipta kegiatan pembelajaran yang nyaman, aman, dan efektif. Keywords: metode pembelajaran, karakteristik peserta didik, kurikulum merdeka. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 65 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis PENDAHULUAN Pembelajaran adalah proses interaksi antara pengajar dan peserta didik sedangkan, metode adalah cara atau jalan yang harus ditempuh seseorang agar mencapai tujuan yang diinginkan. Maka dari itu dalam berbagai kegiatan maupun pekerjaan dibutuhkan metode agar mencapai kesuksesan termasuk salah satunya adalah pembelajaran. Metode pembelajaran sendiri dapat diartikan sebagai cara atau jalan pengajar untuk menyampaikan materi kepada anak didik untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. Melalui metode inilah pembelajaran dapat dilakukan secara efektif dan efisien serta mampu mencapai tujuan dari pembelajaran. Tanpa metode pembelajaran maka akan sulit bagi pengajar untuk mampu mencapai tujuan dari pembelajaran karena metode pembelajaran ini adalah perantara kesuksesan pembelajaran. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif peserta didik diharapkan mendapatkan perubahan ke arah yang positif. Salah satu ciri kegiatan mengajar adalah terjadinya interkasi antara guru dan siswa. Keduanya memiliki tugas yang saling mendukung. Siswa memiliki tugas untuk belajar dan guru memiliki tugas untuk mendampingi siswa dalam Dalam kegiatan belajar, siswa diharapkan mampu mencapai tujuan Setiap satuan kelas memiliki karakteristik masing-masing. Heterogenitas kelas menjadi menjadi suatu hal yang wajib dihadapi oleh guru. Desain pembelajaran guru harus menjadikan karakteristik siswa sebagai tolak ukur dalam merencanakan dan mengelola proses pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar memiliki corak yang berbeda dengan kegiatan pembelajaran di sekolah Karakteristik siswa menyesuaikan dengan tahap tahap perkembangan siswa. Karakteristik umum pada dasarnya menggambarkan tentang bagaimana kondisi seorang siswa seperti usia, kelas, pekerjaan, dan gender. Ciri khusus yang dimiliki oleh seorang siswa merupakan suatu rujukan bagi pembentukan karakteristik siswa, dengan hal tersebut dapat berpengaruh pada tingkat keberhasilan pencapaian tujuan belajar. Karakteristik siswa merupakan sebuah ciri khusus yang dimiliki oleh setiap siswa baik dilihat dari segi individual maupun segi kelompok yang berguna sebagai pertimbangan dalam pengorganisasian pembelajaran. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum dengan sistem pembelajaran intrakulikuler yang beragam. Pengoptimalan konten tersebut bertujuan agar perserta didik memiliki waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan penguatan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek yang berfungsi sebagai penguatan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasrakan tema tertentu yang telah ditetapkan oleh 1 Saeful Anam. AuPendidikan Islam,Ay Pendidikan Islam . : 190. Halaman 66 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar Projek tersebut tidak diarahkan sebagai pencarian target capaian pembelajaran tertentu, sehngga tidak terikat pada konten mata pelajaran. Dengan berbagai penjelasan diatas, membuat penulis ingin mempelajari lebih lanjut tentang sistem penerapan Kurikulum Merdeka pada satuan pendidikan Sekolah Dasar dan model pembelajaran yang dapat diterapkan pada perserta didik dengan berbagai perbedaan karakertistik peserta didik Sekolah Dasar menggunakan Kurikulum Merdeka. METODE PENELITIAN Studi literatur dan studi kepustakaan merupakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Studi literatur dapat dilaksanakan dengan cara mengumpulkan refernsi yang berisi tenatng penelitian terdahulu dan selanjutnya akan digunakan dalam mempelajari lebih lanjut tentang sistem penerapan Kurikulum Merdeka pada satuan pendidikan Sekolah Dasar dan model pembelajaran yang dapat diterapkan pada perserta didik dengan berbagai perbedaan karakertistik peserta didik Sekolah Dasar menggunakan kurikulum Langkah-langkah yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Menentukan tema Mencari berbagai sumber informasi Menentukan tujuan penelitian Mengumpulan sumber data Menyajikan data Menyusun laporan penelitian Metode yang digunakan adalah dengan menganlisis beberapa literatur yang relevan. Melalui beberapa sumber yang terpercaya akan dilakukan pemilihan, perbandingan dan penggabungan agar dapat ditelaah kembali. Pengecekan berkala akan dilakukan untuk memastikan sumber yang diambil tidak salah. Selain itu, juga akan dilakukan evaluasi guna mencegah terjadinya kekurangan dalam pengambilan bahan kajian. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode pembelajaran yang digunakan dalam setiap pembelajaran tentu saja berbeda-beda. Hal ini bergantung pada karakteristik peserta didik yang ada dalam kelas tersebut. Dan peserta didik dalam satu kelas juga tentu memiliki karakteristik yang berbeda pula. Namun, hal ini sering kurang diperhatikan sehingga pembelajaran hanya sekedar untuk menuntaskan apa yang terdapat 2 Direktorat Sekolah Dasar. AuKurikulum Merdeka,Ay Media Center Direktorat Sekolah Dasar, last modified 2022, https://ditpsd. id/hal/kurikulum-merdeka. Rizal Septa Wahyu Hartanto. AuSTUDI LITERATUR: PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DENGAN SOFTWARE UTOCADAy . ): 6. MEDIA Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 67 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis dalam kurikulum saja. Ada beberapa metode pembelajaran yang biasa diaplikasikan dalam kelas, yakni: Metode Karya Wisata (Outdoo. Metode ini banyak melakukan kegiatan di luar kelas. Metode ini cocok untuk peserta didik yang aktif dalam pembelajaran. Beberapa siswa mungkin akan lebih senang jika belajar di luar kelas dibandingkan dengan berada di kelas. Siswa dapat menemukan hal baru melalui metode pembelajaran ini. Pembelajaran outdoor mampu meningkatkan aspek-aspek psikologis dan tentunya kemampuan siswa. Mereka mampu melihat bagaimana keadaan di luar dengan pengaplikasian pembelajaran yang telah dipelajari di kelas. Metode Talking Stick Metode ini menggunakan alat bantu dalam pelaksanaannya. Metode ini cocok dengan siswa yang menyukai belajar dengan bantuan alat-alat. Tidak hanya menggunakan pena dan kertas saja. Mereka juga mampu mengasah kemampuan kecepatan dan ketepatannya. Mereka juga akan mudah memahami pelajaran melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Metode Simulasi Metode ini banyak mempratekkan tentang apa yang dipelajari. Metode ini cocok bagi siswa yang menyukai praktek dan bukan menulis atau sekedar mendengarkan penjelasan guru. Metode ini mampu melatih siswa untuk mengerti cara menggunakan sesuatu atau mempraktekkan sesuatu. Misalny, dalam pelajaran agama tentang berwudlu tentu metode inilah yang paling tepat digunakan. Metode Discovery Learning Metode ini berfokus pada kemampuan siswa dalam mengembangkan apa yang dipelajari. Metode ini cocok untuk siswa yang memiliki rasa penasaran yang tinggi. Mereka akan mampu mencari apa yang belum tertuang dalam penjelasan dari guru. Di zaman yang sudah serba maju tentu kendala dalam metode ini tidak begitu berarti. Internet mampu diakses oleh siapa saja termasuk para siswa. Sehingga mereka akan mampu belajar lebih banyak. Metode Brainstorming. Metode ini adalah pengembangan dari metode diskusi. Metode ini memfokuskan pada solusi yang dapat diberikan siswa akan suatu Dalam hal ini siswa akan mampu bernalar kritis. Mereka akan mampu memberikan solusi-solusi dalam permasalahan yang didiskusikan. Kekritisan pikiran siswa akan diuji melalui metode ini. Metode Diskusi Dibandingkan dengan metode brainstorming metode diskusi lebih pada penyatuan pikiran antar siswa. Hal ini dapat membangun rasa kekeluargaan bagi siswa maupun guru. Diskusi tidak membutuhkan sesuatu yang susah mereka hanya perlu menuangkan ide-ide saja. Kekreatifan, keaktifan siswa dapat terihat melalui metode ini. Halaman 68 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar Terlepas dari metode apa yang digunakan guru terhadap siswa di kelas guru juga harus mampu menelaah terlebih dahulu karakteristik siswa dalam Guru dituntut kreatif dalam menggunakan metode pembelajaran. Metodemetode di atas juga masih bisa ditumbuhkembangkan sendiri lagi. Media yang digunakan dalam pelaksanaan metode juga harus diperhatikan agar metode yang digunakan mampu bekerja baik dalam pembelajaran di kelas. Pengembangan kurikulum merdeka merupakan gambaran kurikulum yang fleksibel, kurikulum ini juga berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. kurikulum merdeka memiliki karakteristik utama dalam mendukung pulihnya kegiatan belajar mengajar Mengembangkan soft skills dan karakteristik peserta didik sesui dengan profil pelajar Pancasila. Waktu yang cukup bagi pengembangan kompetensi dasar berupa literasi dan numerasi dikarenakan fokus terhadap materi esensial. Fleksibel bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta didik dengan profil . seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Dalam konteks tersebut, profil pelajar Pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi fokus di dalam pencapaian Standar Kompetensi Lulusan di setiap jenjang satuan pendidikan dalam hal penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kompetensi profil pelajar Pancasila memperhatikan faktor internal yang berkaitan dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bangsa Indonesia di Abad ke-21 yang sedang menghadapi masa revolusi industri 4. Pelajar Indonesia diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad Oleh karenanya. Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain itu. Pelajar Indonesia juga diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Oleh karenanya. Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Pelajar Indonesia memiliki keimanan terhadap Tuhan YME, memahami ajaran agamanya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. elemen kunci keimanan adalah. akhlak dalam beragama . akhlak pribadi Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 69 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis . akhlak kepada sesama manusia . akhlak kepada alam semesta . akhlak kepada negara. Berkebinekaan global Pelajar pancaila harus mempertahankan budaya, kultur, lokalitas, dan identitas sebagai warga negara Indonesia, memiliki sikap terbuka terhadap interaksi dengan budaya lain, sehingga dapat tercipya sikpa saling menghargai dan membentuk budayaluhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya bangsa. Elemen dan kunci yang melengkapi hal ini adalah mengenal dan menghargai budaya, mampu berkomunikasi secara interkulturan dalam berinteraksi terhadap sesama, refleksi dan tanggung jawab terhdap kebinekaan. Bergotong-royong. Pelajar Indonesia harus memiliki kemampuan gotong royong yang baik. Karena jika pekerjaan dilakukakn secara bersama-sama, maka pekerjaan akan lebih cepat selesai, mudah, ringan, dan lancar. Beberapa elemen dari gotong royong adalah kolaborasi, saling peduli, dan saling berbagi. Mandiri. Pelajar Indonesia harus memiliki sikap mandiri, yaitu dengan bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajarnya. 2 elemen kunci dari sikap mandiri ialah kesadaran akan diri dalam situasi yang dihadapi dan memiliki regulasi terhadap diri sendiri. Bernalar kritis. Pelajar Indonesia harus memiliki sikap bernalar kritis agar dapat memproses informasi dengan baik secara objektif, komunikatif, dapat membangun keterkaitan antara berbagai macam informasi, mengevaluiasi dan Elemen-elemen dari hail ini, antara lain. mendapatkan dan mengolah informasi maupun gagasan, menganalisis dan mengevaluasi hasil pemikiran, merefleksi hasil pemikiran dan proses berfikir, mengambil Kreatif. Kreatif disini ialah, pelajar Indonesia mampu memodifikasi dan merancang sesuatu yang orisinil, memiliki makna, memiliki manfaat dan mempiliki dampak yang baik. Elemen kunci dari hal ini ialah. dapat menghasilkan gagasan, karya, dan Tindakan secara orisinal Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia. Projek penguatan profil pelajaran Pancasila atau biasa dikenal dengan P5 merupakan pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk mencari lebih banyak ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan menguatkan 6 dimensi profil pelajar Pancasila. Dengan adanya projek ini, perserta didik 4 Rizky Satria et al. AuProjek Penguatan Profil Pelajar Pancasila,Ay PANDUAN PENGEMBANGAN Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila . : 137. Halaman 70 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar berkesempatan dalam mempelajari secara mendalam tentang beberapa tema dan isu penting meliputi. gaya hidup yang berkelanjutan, toleransi. Kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi dan kehidupan demokrasi. Peserta didik diminta untuk memberikan aksi nyata terhadap beberapa isu yang terkait, sesuai dengan tahapan belajar mereka dengan harapan dapat memberikan inspirasi dan kontribusi serta dampak untuk masyarakat dan lingkungan sekitar Sejak beberapa dekade terakhir, pendidik dan praktisi pendidikan di seluruh dunia mulai menyadari bahwa mempelajari hal-hal di luar kelas dapat membantu peserta didik memahami bahwa belajar di satuan pendidikan memiliki hubungan dengan kehidupan sehari-hari. Jauh sebelum itu. Ki Hajar Dewantara sudah menegaskan pentingnya peserta didik mempelajari hal-hal di luar kelas, namun sayangnya selama ini pelaksanaan hal tersebut belum optimal. Bagi pekerja di dunia modern, keberhasilan menjalankan projek akan menjadi prestasi Dalam skema kurikulum, pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila terdapat di dalam rumusan Kepmendikbudristek No. 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran yang menyebutkan bahwa Struktur Kurikulum di jenjang PAUD serta Pendidikan Dasar dan Menengah terdiri atas kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Sementara pada Pendidikan Kesetaraan terdiri atas mata pelajaran kelompok umum serta pemberdayaan dan keterampilan berbasis profil pelajar Pancasila. Penguatan projek profil pelajar Pancasila diharapkan dapat menjadi sarana yang optimal dalam mendorong peserta didik menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Projek penguatan profil pelajar Pancasila juga memiliki beberapa prinsip antara Holistik Holistik memiliki makna yaitu memandang sesuatu secara utuh bukan secara terpisah-pisah. Dalam konteksnya, projek penguatan profil pelajar Pancasila ini, kerangka berpikir holistik mendorong pendidik untuk mengorek secara mendalam sebuah tema secara utuh dan menguhubungkan berbagai hal supaya dapat memahami suatu isu yang mendalam. Oleh karena itu, setiap tema dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila, prosesnya bukan secara tematik yang hanya menghimpun beragam mata pelajaran, namun lebih kepada menyatukan berbagai macam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu. Selain itu, cara pandang ini juga dapat melihat beberapa koneksi yang bermakna antar komponen profil pelajar Pancasila seperti. peserta didik, pendidik, satuan pendidikan, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari. Kontekstual Prinsip ini bertujuan agar kegiatan pembelajaran berkatian dengan pengalaman nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip ini mendorong peserta didik untuk menjadikan lingkungan sekitar dan realitas Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 71 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis kehidupan sebagai bahan utama pelajaran. Oleh karenanya, tema-tema dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila harus membuka ruang dan kesempatan bagi perserta didik untuk mengeksplorasi berbagai macam hal diluar lingkungan pendidikan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila sebisa mungkin menyentuh isu-isu yang dapat menjawab persoalan yang terdapat pada daerah masing-masing. Dengan ini perserta didik diharapkan mampu dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuannya karena dalam pelaksanaanya telah mendasarkan projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam pemecahan masalah yang dihadapi secara nyata. Berpusat Pada Peserta Didik Prinsip ini berpusat pada peserta didik yang berguna untuk mendorong peserta didik menjasi subjek pembelajaran, dimana peserta didik dibebaskan dalam mengusulkan dan memilih topik projek penguatan profil pelajar pencasila sesuai minat dan bakatnya. Pendidik dalam prinsip ini tidak berperan sebagai intruktur, namun berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk banyak mengeksplorasi pengetahuan atas dorongan dan kemampuannya sendiri. Dengan adanya prinsip ini diharapkan peserta didik mampu memunculkan sikap inisiatif dan peningkatan daya untuk memcahkan sebuah masalah. Eksploratif Prinsip ini memiliki keterkaitan dengan semangat dalam membuka ruang yang lebar lagi dalam proses pengembangan diri dan inkuiri. Projek penguatan profil pelajar Pancasila ini meiliki eksplorasi yang luas dari segia jangkauan materi perserta didik, alokasi waktu, dan penyesuaian terhadap tujuan pembelajaran. Namun dalam pelaksanannya pendidik dapat merancang projek penguatan profil pelajar pancasla dengan sistemasti dan terstruktur agar pelaksanannya dapat berjalan dengan mudah. Prinsip ini diharapkan dapat menguatkan kemampuan yang peserta didik dapatkan dari pembelajaran inkulikuler. Selain beberapa prinsip yang telah dijelaskan diatas, projek penguatan profil pelajar Pancasila juga memiliki manfaat, antara lain: Untuk satuan pendidikan Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat. Menjadikan pendidikan sebagai sebuah organisasi yang banyak memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan komunitas dilingkungan sekolah. Untuk Pendidik dan Peserta didik Memberikan ruang dan waktu untuk peserta didik dalam pengembangan kompetensi dan menguatkan karakter serta profil pelajar Pancasila Merencanakan proses pembelajaran projek profil pelajar Pancasila agar mendapatkan hasil yang jelas Halaman 72 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar Mengembangkan kompetensi guru sebagai pendidik yang terbuka agar dapat berkolaborasi dengan pendidik lain dan memperkaya hasil KESIMPULAN Setiap metode pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran pada kurikulum merdeka belajar dapat diteliti melalui karakteristik peserta Dimana dalam hal ini guru harus mampu membaca setiap tingkah laku dan gerak-gerik maupun respon peserta didik setiap pembelajaran berlangsung. Kurikulum merdeka yang kini diterapkan juga menjadi acuan para pengajar agar mampu mengantarkan kesuksesan pembelajaran yang didasari profil pelajar DAFTAR PUSTAKA