Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 ANALISIS FATOR PENGETAHUAN. SIKAP DAN KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA TERHADAP PENERAPAN PHBS DI KOST EKSKLUSIF MARA JUARA DEPOK Doni Santoso. Desy Sulistiyorini. Agustina Sari (Universitas Indonesia Maj. Abstract PHBS in the household setting is an effort to empower household members to be aware, willing and able to carry out PHBS to maintain and improve their health, prevent the risk of disease and protect themselves from the threat of disease and play an active role in the health movement in the community. The purpose of this research is to determine the relationship between knowledge, attitudes and availability of infrastructure and the implementation of PHBS at the Mara Juara Depok Exclusive Boarding House in 2023. This research uses a quantitative type of research with a descriptive analytical research design using a cross sectional approach and a sampling technique using total sampling with the number of sample of 36 respondents. The subjects of this research were residents of the Mara Juara Depok Exclusive Boarding House. Data analysis was carried out univariate and bivariate. Based on the results of statistical tests related to the availability of infrastructure, the p-value = 0. <0. , while for the knowledge variable the p-value = 0. >0. , the p-value = 0. >0. It can be concluded that there is a variable relationship between the availability of infrastructure and the implementation of PHBS in the exclusive boarding house for the champions in Depok. It is recommended that boarding house managers provide explanations to boarding house residents regarding the use of existing infrastructure in the boarding house, so that the infrastructure provided can be used properly. Keywords: PHBS. Knowledge. Attitudes. Availability of Infrastructure and Boarding House Abstrak PHBS pada tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana prasarana terhadap penerapan PHBS di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional dan Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 36 responden. Subjek penelitian ini adalah penghuni Kost Eksklusif Mara Juara Depok. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji statistik terkait ketersediaan sarana prasarana diperoleh nilai p-value = 0,023 . <0,. , sedangkan untuk variabel pengetahuan diperoleh p-value = 0,078 . >0,. , sikap diperoleh p-value 0,346 . >0,. Dapat disimpulkan bawah ada hubungan variabel ketersediaan sarana prasarana dengan penerapan PHBS di kost eksklusif mara juara depok. Disarankan kepada pengelola kost untuk dapat memberi penjelasan kepada penghuni kost terkait penggunaan sarana prasarana yang ada di kost, agar sarana prasarana yang telah disediakan dapat digunakan dengan baik. Kata Kunci : PHBS. Pengetahuan. Sikap. Ketersediaan Sarana Prasarana. Kost. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 PENDAHULUAN Upaya pencegahan terhadap suatu penyakit atau masalah kesehatan serta peningkatan derajat kesehatan pada seseorang merupakan pengertian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS merupakan pilar Indonesia Sehat yang menjadi tantangan pemerintah dan masyarakat di lingkungan sekitar. WHO mengemukakan bahwa pelaksanaan PHBS skala nasional hanya mencapai 44%1. Kemenkes RI menyampaikan persentase Kabupaten/Kota yang memiliki kebijakan PHBS secara nasional pada tahun 2018 sebesar 70,62%, dimana angka ini tidak mengalami peninggakata yang signifkan terhadap target Renstra 2018, yang persentasenya sebesar 70%. Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari rumah tangga atau keluarga, karena rumah tangga yang sehat merupakan aset atau modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya 2. Faktor rendahnya persentase PHBS di suatu wilayah adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat penerapan PHBS. Pengetahuan merupakan elemen-elemen kognitif, yaitu hal-hal yang di ketahui oleh seseorang tentang dirinya, tentang tingkah lakunya, dan tentang keadaan sekitarnya3. Berdasarkan jurnal penelitian terdahulu pada penelitian Lili Ariani . di Kost Padukuhan Karangmalang Yogyakarta didapatkan hasil analisa menggunakan uji statistik Chi-Square yang menunjukkan dengan nilai p value 0,002 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan responden dengan PHBS pada mahasiswa kos dengan rincian sebagai berikut yaitu pada variabel pengetahuan menunjukkan bahwa PHBS buruk lebih banyak dijumpai pada kelompok pegetahuan buruk . ,2%) dibandingkan dengan kelompok pengetahuan baik . ,1%). Sikap merupakan sebuah ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan 4. Berdasarkan jurnal penelitian terdahulu pada penelitian yang dilakukan oleh Fitri Yani tahun 2022 di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu. Provinsi Lampung bahwa ada hubungan antara sikap dengan PHBS. Dengan nilai p-value 0,001 5. Selain itu penelitian lain yang telah dilakukan oleh Wardani tahun 2019 di Wilayah kerja Puskesmas Cot Ie Jue Kabupaten Bireuen, menjelaskan bahwa adanya hubungan antara Ketersediaan Sarana dengan PHBS diperoleh nilai p 0,000<0,05 6. Berdasarkan hasil pendahuluan terhadap 10 responden diketahui bahwa 40% orang penghuni kost memiliki PHBS yang kurang baik, sedangkan 60% penghuni kost lainnya melaksanakan PHBS dengan baik. Adapun dampak jika penghuni kost tidak melakukan PHBS dengan baik seperti perilaku merokok didalam kamar yang ber-AC bisa menimbulkan bau tak sedap diruangan dan diudara. Paparan asap rokok yang mengandung karbondioksida juga bisa mengganggu pernafasan penghuni ruangan. Selain itu perilaku jika membuang sampah sembarangan juga dapat berdampak buruk menimbulkan penyakit seperti penyakit diare, tifus, jamur, dan cacing pita . Selain itu, untuk Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 aspek pengetahuan, sebesar 40% orang penghuni kost memiliki pengetahuan yang kurang baik terkait PHBS, untuk aspek sikap di ketahui 20% orang yang kurang peduli dengan lingkungan kost, dan untuk aspek ketersediaan sarana prasarana di kost eksklusif mara juara cukup memadai, seperti tersedianya area khusus merokok, tersedianya tong sampah di setiap kamar maupun di luar kamar dan tersedianya halaman untuk berolahraga. Tetapi, terdapat sebanyak 40% orang penghuni yang masih merokok di dalam kamar dan juga terdapat 30% orang penghuni yang membuang sampah sembaranagan. Dari hasil penjabaran diatas, dapat disimpulkan berdasarkan rumusan masalah apakah ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana prasarana terhadap penerapan PHBS di Kost Eksklusif Mara Juara Kota Depok. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Data variabel pada penelitian ini diambil dalam waktu bersamaan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana prasarana dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kost eksklusif mara juara Depok tahun 2023. Populasi pada penelitian ini yaitu keseluruhan subjek penelitian, dalam hal ini seluruh penghuni Kost Ekslusif Mara Juara Depok. Untuk teknik pengambilan sampel pada penelitian ini digunakan teknik total sampling, yaitu pengambilan sampel digunakan dengan jumlah sampel yang sama dengan populasi 8. Kriterian inklusi pada penelitian ini adalah penghuni kost ekslusif mara juara, berusia diatas 17 tahun, dan bersedia menjadi responden. Sedangkan untuk kriteria ekslusi pada penelitian ini yaitu bukan penghuni kost ekslusift mara juara, berusia dibawah 17 tahun, dan tidak bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu dengan pengambilan data primer yang diperoleh langsung dari responden menggunakan platform google form dengan skala data ordinal. Di mana skala data ordinal merupakan suatu skala yang mempunyai daya pembeda, tetapi perbedaan antara angka yang satu dengan angka yang lainnya tidak konstan . idak mempunyai interval yang teta. Selain itu, skala ordinal adalah skala yang didasarkan pada ranking, diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi sampai jenjang terendah atau sebaliknya9. Penelitian ini juga dilakukan uji coba instrument terhadap pertanyaan terkait variabel penelitian yang akan digunakan, dengan melihat perbandingan nilai antara r-hitung dengan r-tabel untuk mengetahui alat ukur yang digunakan valid serta Analisis yang digunakan pada penelitian ini terdapat dua analisis, yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat dilakukan pada setiap variabel dari hasil penelitian yang menghasilkan distribusi serta presentasi dari tiap variabel, yang digunakan sebagai gambaran Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 distribusi frekuensi variabel penelitian. Sedangkan, untuk analisis bivariat dilakukan untuk menguji hipotesa hubungan antara dua variabel yang diduga mempunyai hubungan dan kolerasi 10, dengan menggunakan chi-square pada aplikasi SPSS yaitu analisis yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel dependen dan Penelitian ini dilaksanakan di kost eksklusif mara juara, yang merupakan sebuah kost yang beralamat di Jl. Ir. Juanda. Kelurahan Kemiri Muka. Kecamatan Beji Kota Depok. Provinsi Jawa Barat, dengan waktu penelitian yang dimulai pada tanggal 25 Agustus sampai dengan tanggal 09 September 2023. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 22,2% dan pengetahuan yang baik adalah 77,8%, responden yang memiliki sikap negatif sebesar 36,1% dan untuk responden yang memiliki sikap positif adalah 63,9%, untuk ketersediaan sarana dan prasarana yang tidak tersedia proporsinya sebanyak 30,6%, sedangkan untuk sarana dan prasarana yang tersedia proporsinya sebanyak 69,4%. Untuk responden dengan penerapan PHBS kurang baik jumlahnya sebanyak 36,1% dan responden dengan penerapan PHBS yang baik sebesar 63,9%. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Usia Frekuensi . Persentase (%) Total Pada tabel 1. menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan usia di Kost Eksklusif Mara Juara Depok 2023, persentase untuk kategori usia 17-25 tahun yaitu sebesar 50%, untuk usia 26-35 tahun yaitu sebesar 19,4%, usia 36-45 tahun yaitu 22,2%, dan untuk usia 46-55 tahun yaitu sebesar 8,3%. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Pekerjaan Frekuensi . Persentase (%) Pelajar/Mahasiswa Karyawan Swasta Pedagang/Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Lain-lain Total Pada tabel 2. menunjukan bahwa distribusi persentase responden berdasarkan jenis pekerjan mayoritas memiliki pekerjaan karyawan swasta yaitu sebesar 55,6%, sebagai Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 pelajar atau mahasiswa yaitu 22,2%, dan untuk kategori lain-lain . egal staf, consultant, sales, pengusaha, kepala HSE) yaitu sebesar 16,7%, pedagang/wiraswasta yaitu 2,8%, dan ibu rumah tangga sebesar 2,8%. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Pendidikan Frekuensi . Persentase (%) SMA/SMK Diploma Total Pada tabel 3. menunjukan bahwa distribusi persentase responden berdasarkan pendidikan pada tingkat S1 yaitu sebesar 75%, untuk S2 yaitu 11,1%, untuk Diploma yaitu 5,6, untuk SMA/SMK yaitu 5,6%, dan untuk S3 yaitu sebesar 2,8%. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Pengetahuan Frekuensi . Persentase (%) Kurang Baik Baik Total Pada tabel 4. menunjukan bahwa distribusi persentase responden berdasarkan pengetahuan penghuni kost yang memiliki pengetahuan yang kurang baik yaitu sebesar 22,2% dan untuk memiliki pengetahuan baik jumlahnya yaitu sebesar 77,8%. Tabel 5. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Sikap Frekuensi . Persentase (%) Negatif Positif Total Pada tabel 5. menunjukan distribusi responden berdasarkan sikap penghuni kost bahwa yang memiliki sikap positif sebesar 63,9% sedangkan penghuni kost dengan sikap negatif jumlahnya yaitu sebesar 36,1%. Tabel 6. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Ketersediaan Sarana Prasarana di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Sarana Prasarana Frekuensi . Persentase (%) Tidak Tersedia Tersedia Total Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 Pada tabel 6. menunjukan distribusi persentase responden berdasarkan dua kategori sarana prasarana, di mana untuk ketersediaan sarana prasarana yang tidak tersedia yaitu sebesar 30,6% dan yang tersedia yaitu sebesar 69,4%. Tabel 7. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penerapan PHBS di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Sarana Prasarana Frekuensi . Persentase (%) Kurang Baik Baik Total Pada tabel 7. menunjukan distribusi responden berdasarkan PHBS dengan katagori kurang baik yaitu sebesar 36,1% dan PHBS yang baik jumlahnya yaitu sebesar 63,9%. Tabel 8. Hubungan Pengetahuan terhadap Penerapan PHBS di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Tahun 2023 PHBS Kurang Pengetahuan Baik Total P-Value Baik Kurang Baik 3 37,5 Baik 20 71,4 28 0,078 Jumlah Tabel 8. menunjukan bahwa responden dengan PHBS yang kurang baik pada responden dengan pengetahuan kurang baik sejumlah 5 orang . ,5%) dan untuk PHBS yang baik pada responden dengan pengetahuan kurang baik sejumlah 3 orang . ,5%). Sedangkan responden dengan PHBS kurang baik pada responden dengan pengetahuan baik sejumlah 8 orang . ,6%) dan responden dengan PHBS yang baik pada responden dengan pengetahuan yang baik sejumlah 20 orang . ,4%). Setelah dilakukan analisis, menggunakan analisis uji chi-square diperoleh nilai statistik dengan hasil p-value adalah 0,078 > = 0,05. Maka, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Pengetahuan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada penghuni kost Eksklusif Mara Juara Depok Tahun 2023 yang artinya Ho diterima Ha ditolak. Tabel 9. Hubungan Pengetahuan terhadap Penerapan PHBS di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Tahun 2023 PHBS Sikap Kurang Baik Baik Total P-Value Negatif 7 53,8 13 100 Positif 16 69,6 23 100 0,346 Jumlah Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 Tabel 9. menunjukan bahwa terdapat responden dengan PHBS kurang baik pada responden dengan sikap negatif sejumlah 6 orang . ,2%) dan PHBS yang baik pada responden dengan sikap negatif sejumlah 7 orang . ,8%). Sedangkan responden dengan PHBS kurang baik pada responden dengan sikap positif sejumlah 7 orang . ,4%) dan responden dengan PHBS yang baik pada responden dengan sikap positif sejumlah 16 orang . ,6%). Kemudian setelah dilakukan analisis menggunakan analisis chi-square diperoleh nilai statistik dengan hasil p-value adalah 0,346 > = 0,05. Di mana dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel sikap dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada penghuni kost Eksklusif Mara Juara Depok Tahun 2023 yang artinya Ho diterima Ha ditolak. Hubungan Ketersediaan Sarana Prasarana terhadap Penerapan PHBS di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Tahun 2023. Tabel 10. Hubungan Ketersediaan Sarana Prasarana terhadap Penerapan PHBS di Kost Eksklusif Mara Juara Depok Tahun 2023 PHBS Ketersediaan Kurang POdds Ratio Baik Total Sarana Prasarana Baik Value . %CI) Tidak Tersedia 5,542 Tersedia 100 0,023 . ,19625,. Jumlah Tabel 10. menunjukan bahwa terdapat responden dengan PHBS kurang baik pada responden dengan tidak tersedianya sarana prasarana sejumlah 7 orang . ,6%) dan PHBS yang baik pada responden dengan tidak tersedianya sarana prasarana sejumlah 4 orang . ,4%). Sedangkan responden dengan PHBS kurang baik pada responden dengan tersedianya sarana prasarana sejumlah 6 orang . %) dan responden dengan PHBS yang baik pada responden dengan tersedianya sarana prasarana sejumlah 19 orang . %). Setelah dilakukan hasil analisis menggunakan uji chi-square diperoleh nilai statistik dengan hasil p-value adalah 0,023 < = 0,05. Dan kemudian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel ketersediaan sarana prasarana dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada penghuni kost Eksklusif Mara Juara Depok Tahun 2023 yang artinya Ho ditolak Ha diterima. Sedangankan untuk hasil perhitungan Odds Ratio (OR) menunjukan bahwa responden yang tidak tersedia sarana prasarana-nya berisiko 5,542 kali memiliki PHBS kurang baik dibandingkan responden yang tersedia sarana Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan hasil p-value sebesar 0,078 . >0,. yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kost eksklusif mara juara Depok tahun 2023. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Haerul Anwar pada tahun 2022, bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) dengan nilai p value sebesar 0,241 . Selain itu, penelitian lainnya yang juga telah dilakukan oleh Astuti pada tahun 2018, menunjukan hasil yang sama, yaitu tidak terdapatnya hubungan antara pengetahuan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan nilai p value sebesar 0,693 . Dari penjabaran ini, dapat disebabkan karena latar belakang pendidikan responden yang mayoritas berpendidikan Strata 1 atau Sarjana, sehingga hal ini sesuai dengan tingkat pengetahuan dalam kategori baik yang dimiliki oleh Berdasarkan hasil analisis bivariat yang telah dilakukan, didapatkan hasil p-value sebesar 0,346 . >0,. yang artinya tidak ada hubungan yang terjadi antara sikap dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kost eksklusif mara juara Depok tahun 2023. Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Firdha Chairani Lubis pada tahun 2021, bahwa dalam penelitian tersebut tidak ada hubungan antara variabel sikap terhadap pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan nilai p value sebesar 0,208 12 Selain itu, penelitian lain yang juga telah dilakukan oleh Chrisnawati pada tahun 2020, menunjukan hasil yang sama yaitu tidak terdapatnya hubungan antara sikap terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan nilai p value sebesar 0,151 13. Dari penjelasan diatas, mayoritas responden diketahui memiliki sikap dalam kategori positif dan hal ini didukung dengan penghuni kost yang peduli terhadap kebersihan lingkungan kost ataupun dirinya sendiri, seperti mengkonsumsi buah dan sayur, olahraga, dan menggunakan air bersih. Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan hasil p-value sebesar 0,023 . <0,. , di mana hal ini menunjukan adanya hubungan antara ketersediaan sarana prasarana terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kost eksklusif mara juara Depok tahun 2023. Dan penelitian ini, sejalan dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Yuri Santoso pada tahun 2021, yang menjelaskan bahwa ada hubungan ketersediaan sarana prasarana terhadap Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan nilai p value sebesar 0,002 14. Selain itu, berdasarkan penelitian lain yang telah dilakukan oleh Umi SaAoadah pada tahun 2018, menunjukan hasil yang sama yaitu terdapatnya hubungan ketersediaan sarana dan prasarana terhadap penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan nilai p value sebsar 0,038 15. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 1 November 2024 E-ISSN 2964-0857 Dari penjabaran diatasa, hal ini dapat disebabkan karena sarana dan prasarana pada kost esklusif mara juara Depok tahun 2023, yang belum tersedia secara maksimal, seperti aturan untuk tidak merokok di dalam kamar, kurangnya ketersediaan tempat sampah yang tidak sebanding dengan jumlah penghuni kost yang ada. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan dengan membuat aturan dan area untuk merokok, dan juga memperbanyak jumlah tempat sampah pada lingkungan kost ekslusif mara juara Depok tahun 2023. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan terkait penelitian yang telah dilakukan ini yaitu dikehetahui bahwa, tidak adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kost eksklusif mara juara depok dengan nilai p-value 0,078 . >0,. Tidak adanya hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kost eksklusif mara juara depok dengan nilai P-Value 0,346 . >0,. Selain itu, dari penelitian ini, juga diketahui adanya hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarana prasarana dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kost eksklusif mara juara depok dengan nilai P-Value 0,023 . <0,. Diharapkan kepada penghuni kost ekslusif mara juara untuk memanfaatkan serta memelihara fasilitas yang sudah disediakan pengelola kost dengan baik sehingga PHBS bisa berjalan sebagaimana mestinya. Untuk pengelola kost ekslusif mara juara agar menyelenggarakan edukasi PHBS untuk penghuni kost, melakukan inspeksi berkala terhadap fasilitas dan kamar penghuni untuk memastikan bahwa semua PHBS dipatuhi dengan baik, menyediakan media informasi tentang PHBS di area umum, seperti poster atau brosur yang memberikan tips dan informasi praktis tentang perilaku hidup bersih dan sehat, dan menyediakan sistem pengaduan yang efektif dengan cara membuat kotak saran atau form pengaduan sehingga penghuni dapat melaporkan masalah terkait kebersihan dan kesehatan dengan cepat. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian dan sebagai bahan pertimbangan untuk lebih memperdalam penelitian selanjutnya dengan menambahkan variabel yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA