JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Strategi Pengajaran Tuhan Yesus Berdasarkan Injil Matius Bagi Pola Pembentukkan Jemaat Rumah Roslina Soli Ledi1 lediroslina@gmail. Timotius Sukarna2 Timotiussukarna@gmail. Mangapul Sihombing3 Mangapulsihombing337@gmail. STT Kadesi Bogor Abstract This article discusses the importance of Jesus' teaching strategy in the Gospel of Matthew for the formation of house congregations. Strategy comes from the Greek word stratogos, which means a method, procedure, or trick applied to achieve a goal and to shape the character of its mature members. In improving the quality of Jesus' teaching. Jesus used strategy and it became very effective in the Gospel of Matthew. The problem in this study is how Jesus' teaching strategy for house congregations based on the Gospel of Matthew actualizes their faith in the midst of the majority. Through a qualitative approach with theological analysis and biblical studies of chapters such as Matthew 4:19-20. Matthew 9:35. Matthew 5:2. Matthew 14:29, and Matthew 28:19-20. This article emphasizes that in Jesus' teaching. He prepared His disciples through a personal approach. The Lord Jesus not only chose disciples but also took responsibility for teaching them to prepare them to become teachers for others in spreading the Gospel. Jesus trained His disciples by involving them in real and active actions such as Jesus telling Peter to walk on water. The Lord Jesus performed signs and miracles before them with the sole purpose of training His disciples. The Lord Jesus also trained and taught them how to truly pray (Matthew 6:5-. A house congregation is a group of people who gather and learn the truth of God's Word and participate in the proclamation of the Gospel. This means that the congregation is involved in spreading the good news about Jesus Christ, and the congregation perseveres in prayer and makes prayer a lifestyle. Therefore. Jesus' teaching in the Gospel of Matthew emphasizes the formation of a close community, experiential teaching, commissioning for ministry, and leading by example in daily life. Jesus not @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ only taught in formal meetings but also built a close community with His disciples, who became models for the house congregation. Jesus chose, taught, trained, educated, and discipled His disciples by sending them out to serve Jesus taught spiritual values through concrete actions, which confirms that the formation of a congregation is not only based on doctrine but also on living examples. Keywords: Bible. Teaching strategy. Congregation Abstrak Artikel ini membahas pentingnya strategi pengajaran Tuhan Yesus dalam Injil Matius bagi pembentukkan jemaat rumah. Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu stratogos yang artinya metode, tata cara atau kiat yang diterapkan untuk mencapai suatu tujuan serta untuk membentuk karakter warganya yang sudah Dalam meningkatkan mutu pengajaran Yesus. Yesus menggunakan strategi dan menjadi hal yang sangat efektif dalam Injil Matius. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pengajaran Yesus bagi jemaat rumah berdasarkan Injil Matius dalam mengaktualisasikan iman mereka ditengah-tengah mayoritas. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis teologis dan kajian biblika terhadap pasal-pasal seperti Matius 4:19-20. Matius 9:35. Matius 5:2. Matius 14:29, dan Matius 28:19-20. Dalam artikel ini menegaskan bahwa dalam pengajaran Yesus. Ia mempersiapkan murid-muridNya melalui pendekatan pribadi. Tuhan Yesus tidak sekedar memilih para murid tetapi juga bertanggungjawab mengajar mereka untuk mempersiapkan mereka menjadi pengajar bagi orang lain dalam memberitakan Injil. Yesus melatih murid-murid-Nya dengan cara melibatkan mereka melakukan tindakan nyata dan aktif seperti Yesus menyuruh Petrus untuk berjalan diatas Tuhan Yesus memperlihatkan tanda-tanda dan mujizat di hadapan mereka dengan satu maksud supaya murid-Nya bisa terlatih. Tuhan Yesus juga melatih dan mengajar mereka bagaimana caranya berdoa yang sesungguhnya (Matius 6:5-. Jemaat rumah merupakan sekelompok orang yang berkumpul dan belajar kebenaran Firman Tuhan serta turut ambil bagian dalam pekabaran Injil artinya jemaat terlibat dalam menyebarkan kabar baik tentang Yesus Kristus serta jemaat yang bertekun dalam doa dan menjadikan doa sebagai gaya hidup. Dengan demikian pengajaran Yesus dalam Injil Matius menekankan pada pembentukkan komunitas yang erat, pengajaran yan berbasis pengalaman, pengutusan untuk pelayanan, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Yesus tidak hanya mengajar dalam pertemuan yang secara formal, tetapi juga membangun komunitas yang erat dengan murid-murid-Nya, yang menjadi model bagi jemaat rumah. Yesus memilih, mengajar, melatih, mendidik dan @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ memuridkan murid-murid-Nya dengan mengutus mereka untuk melayani secara langsung. Yesus mengajarkan nilai-nilai spiritual melalui tindakan nyata, yang menegaskan bahwa pembentukkan jemaat tidak hanya berbasis doktrin tetapi juga keteladanan hidup. Kata kunci: Alkitab. Strategi pengajaran. Jemaat Pendahuluan Kehadiran orang percaya di tengah-tengah kemajemukan sangat dibutuhkan perannya. Orang percaya adalah mereka yang telah mendapatkan panggilan khusus dari Allah karena menerima keselamatan dari Yesus Kristus, dan memiliki tanggung jawab dalam pemberitaan Injil. Amanat Agung bukan sekadar berbicara tentang penginjilan, tetapi juga pengajaran, sebagaimana dinyatakan oleh Yesus dalam Matius 28:19Ae20. 1 Pola pelayanan Yesus sangat menarik karena Ia menerima semua orang tanpa membedakan latar belakang sosial, pendidikan, dan budaya, serta mampu mengajar secara efektif dalam konteksAibaik 2Melalui metode seperti perumpamaan, pertanyaan retoris, dan dialog langsung. Yesus menyampaikan pesan ilahi secara relevan dan kontekstual bagi pendengarnya. Pengajaran Kristus merupakan aspek sentral dalam teologi Kristen, yang tidak hanya merefleksikan misi keselamatan-Nya bagi umat manusia, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi kehidupan moral dan spiritual orang percaya. 4 Menurut B. Sidjabat, pengajaran Tuhan Yesus tidak hanya Alkitab Terjemahan Baru (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2. Mat. 28:19Ae20. Heni Kristiani. Pola Pelayanan Yesus (Yogyakarta: Andi, 2. , 45. Kristiani. Pola Pelayanan Yesus, 48-49 Paul Enns. The Moody Handbook of Theology (Chicago: Moody Press, 2. , 212. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ menarik perhatian, tetapi juga membangkitkan motivasi dalam diri pendengar sebagai proses penyampaian Injil yang penuh kuasa dan otoritas, yang mampu mengubah hati manusia. 5 Keunikan pengajaran-Nya terlihat dari perbedaan mencolok dengan pengajaran para ahli Taurat dan orang Farisi, karena Yesus mengajar dengan kuasa ilahi dan teladan hidup yang nyata. Pengajaran memiliki peranan penting, bukan hanya bagi orang percaya, tetapi juga bagi masyarakat majemuk, terutama jemaat rumah. Menurut David Aryono, jemaat rumah merupakan persekutuan umat Tuhan yang berkomitmen menjadi satu keluarga dan mempraktikkan nilai-nilai 7 Jemaat rumah adalah model jemaat yang ditemukan dalam Alkitab, yang di dalamnya sekelompok orang belajar dan bertumbuh dalam iman di rumah-rumah. 8 Abineno menegaskan bahwa jemaat rumah pada masa Perjanjian Baru sering muncul dalam konteks persekutuan yang dilakukan di tengah situasi darurat karena tekanan eksternal terhadap orang Kristen. Yesus dikenal sebagai Guru Agung yang mengajar dengan penuh Dalam Matius 7:24Ae29. Ia menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengajar, yang membangkitkan kekaguman banyak orang. 10 Pengajaran Yesus membangkitkan kreativitas murid-murid-Nya dan memperlengkapi mereka untuk bertumbuh dalam iman. 11 Karena itu, pengajaran merupakan Sidjabat. Mengajar Secara Efektif dan Kreatif (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Carson. Jesus the Teacher: A Study of His Teaching Method (Grand Rapids: Zondervan, 2. , 33. David Aryono. AuKonsep Jemaat Rumah dalam Konteks Gereja Modern,Ay Jurnal Teologi dan Pelayanan. Vol. No. : 56. Aryono. AuKonsep Jemaat Rumah dalam Konteks Gereja Modern,Ay 57. Ch. Abineno. Khotbah di Tengah Dunia (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 104. Alkitab Terjemahan Baru. Mat. 7:24Ae29. Craig L. Blomberg. Matthew: An Exegetical and Theological Commentary (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 141. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ tanggung jawab penting bagi gereja dan orang percaya, sebagaimana Yesus tekankan dalam Injil Matius: pemberitaan Injil adalah wujud kasih dan ketaatan kepada Allah dan sesama. Melaksanakan Amanat Agung di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia bukanlah hal yang mudah. Jemaat rumah yang baru bertumbuh dan hidup di lingkungan mayoritas menghadapi tantangan iman Keberadaan jemaat rumah menjadi penting karena berfungsi sebagai sarana pembinaan, tempat aktualisasi iman, serta wadah pelayanan dan 13 Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini mengkaji strategi pengajaran Yesus berdasarkan Injil Matius dan bagaimana jemaat rumah mengaktualisasikan iman mereka di tengah masyarakat mayoritas. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu proses penyelidikan terhadap fenomena sosial dan keagamaan dengan menggali pandangan, pengalaman, dan makna hidup para partisipan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami konteks spiritual jemaat rumah secara mendalam melalui observasi, wawancara, dan refleksi John Stott. The Living Church (Downers Grove: IVP Books, 2. , 75. Stephen Tong. Teologi Gereja dan Amanat Agung (Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 2. , 66. France. The Gospel of Matthew (Grand Rapids: Eerdmans, 2. , 89. Creswell. John W. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 4th ed. (Los Angeles: Sage Publications, 2. , 22. Fibry Jati Nugroho and Rajiman Andrianus Sirait. AuPendidikan Teologi dan Tantangan Komunikasi Misi Multikultural di Era Digital,Ay Charistheo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 5, 1 . : 36Ae44, https://doi. org/10. 54592/kqvfs791. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Hasil dan Pembahasan Kajian Leksikal dan Gramatikal Tuhan Yesus memilih Murid-murid-Nya Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. " Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Mat 4:19-20. Dalam bahasa Yunani AuMari, ikutlah AkuAy yang artinya AA AAO C (Deute oriss mo. mempunyai pengertian perintah untuk datang dan ikut berjalan di belakang Yesus. AuIkutlah AkuAy Bukanlah sebuah undangan merupakan sebuah perintah yang harus dilakukan dan panggilan langsung untuk menjadi murid. Dalam Matius 4:19. Yesus berkata. AuAku akan menjadikan kamu penjala manusia!Ay Janji metaforis ini berhubungan langsung dengan pekerjaan para murid pertama, yang berprofesi sebagai penjala ikan. Yesus menggunakan konteks yang sudah mereka kenal untuk menggambarkan misi baru mereka. Frasa AuPenjala manusiaAy menunjukkan penginjilan dan pengumpulan orang-orang kedalam kerajaan Allah. Dalam Perjanjian Lama, gambaran penjala ikan terkadang digunakan dalam konteks penghakiman (Yeremia 16:. , tetap disini diubah menjadi misi keselamatan. Transformasi ini merupakan jenis pekerjan penebusan Kristus, mengambil apa yang biasa dan menjadikannya luar biasa bagi tujuan-Nya yang artinya Ini adalah tujuan dari pemuridan. Panggilan ini menuntut kesediaan untuk meninggalkan caracara lama dan menerima hidup baru didalam Kristus. Menurut Wiers orang lain dengan mengajar dan memengaruhiAy. Berbeda dengan pemanggilan pertama, kepada Matius Yesus juga berkata: AuIkutlah AkuAy (Mat. Tetapi, kata: AuIkutlahAy, dalam bahasa Yunani berbeda, yaitu: A . , yaitu kata ini merupakan Verb @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ imperative present active 2nd person singular from ACO . artinya: . o be in the same way with, accompany . as a discipl. (Stron. Yesus memanggil Matius dengan panggilan yang lebih tegas, yaitu menjadi seorang murid yang akan mengikuti gurunya kemanapun gurunya pergi. Yesus memilih dan memanggil mereka (Matius memakai bentuk present. Ia seperti berkata: Aukemarilah, ikutlah Aku. Kata imperatifnya adalah deuto, bentuk jamak dari kata deuro. Panggilan ini menunjukkan hubungan jangka panjang. ada kedekatan pribadi. Tuhan Yesus Mengajar Murid-murid-Nya Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya. Yesus berkeliling ke semua kota dan desa. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil kerajaan sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. (Matius 9:35. Matius 5:. Kata AuberkelilingAy dalam bahasa Yunaninya menggunakan istilah perih/gen . dari kata dasar peria, gw . yang terjemahkan dalam bahasa Inggris go around ini merupakan kata kerja sehingga dapat diartikan pergi berkeliling, atau bergerak keliling. Menurut Henry bahwa Tuhan Yesus tidak hanya berfokus pada kota-kota besar saja, namun tempattempat terpencil. Berkeliling merupakan kata frasa yang memberikan indikasi yang sangat jelas bahwa dalam pelayanan-Nya memberitakan Injil. Ia tidak hanya diam saja, namun Ia terus bergerak dari kota ke desa untuk menyampaikan kabar baik yakni Injil kerajaan sorga. Dalam bahasa Yunani kata mengajar merupakan AuAy . yang artinya mengajar, mengajarkan, diajarkan yang merupakan jenis kata kerja verb infitive aorist Mengajarkan merupakan bagian dari strategi penginjilan Yesus berkeliling mendatangi rumah ibadat orang Yahudi atau Sinagoge untuk mengajarkan Injil kepada mereka. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Tuhan Yesus melatih Murid-murid-Nya Matius 14:29. AuKata Yesus: AuDatanglah!Ay maka Petrus turun dari perahu dan berjalan diatas air mendapatkan Yesus. Ay Dalam bahasa Yunani kata AuDatanglahAy yaitu erkhomaiAy yang merupakan kata kerja Verb Imperatif bentuk perintah yang berarti AuDatang sampai berjalan menjadi. Sikap Kristus sungguh ramah dan merendahkan diri karena menerima permintaan Petrus . Dia bisa saja mencela permintaan itu bodoh dan gegabah, serta menganggapnya sebagai suatu Masakan Petrus berlagak sanggup melakukan apa yang dilakukan Gurunya? Namun. Kristus tahu bahwa permintaan itu didorong oleh kasih sayang yang tulus dan penuh semangat pada-Nya, dan Ia menerimanya dengan murah hati. Perhatikanlah Kristus senang pada ungkapan kasih umatNya, meskipun penuh dengan kelemahan, dan Ia akan menghasilkan yang terbaik dari semua itu. Pertama. Ia menyuruh Petrus datang, ketika orang Farisi meminta tanda, mereka bukan saja menolak, tetapi juga mencela tanda itu, sebab mereka meminta tanda dengan tujuan untuk mencobai Kristus. Waktu Petrus meminta tanda, ia menerimanya, karena ia meminta dengan tekad ingin percaya kepada Kristus. Panggilan Injil adalah, "Datanglah, datanglah kepada Kristus, percayakan semuanya ke dalam tangan-Nya, dan serahkan pemeliharaan jiwamu kepada-Nya. Arungilah lautan yang bergelora dan dunia yang penuh kesusahan untuk datang kepada Kristus. " Kedua. Ia menguatkan Petrus ketika dia benar-benar menghampiri-Nya. Petrus berjalan di atas air. Persekutuan orang percaya yang sejati dengan Kristus diwujudkan melalui bagaimana mereka dihidupkan bersama-sama dengan Kristus, dibangkitkan dan diberikan tempat bersama-sama dengan Dia (Ef. 2:5-. , serta disalibkan dengan Kristus (Gal 2:. Prinsip pelayanan melalui sebuah latihan iman yang @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ dilakukan oleh Yesus merupakan wujud pengajaran yang dalam melatih murid-Nya melanjutkan pekerjaan-Nya, pemilihan khusus bagi murid bukan hanya melayani bersama dan menyertai Yesus dalam segala keadaan, tetapi untuk masuk dalam pendidikan iman dan pelatihan karena melalui para murid pelayanan-Nya dapat berkembang. Tuhan Yesus mengutus Murid-murid-Nya AuKarena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Ay (Matius 28:19-. Dalam dalam bahasa Yunani AupergilahAy yaitu AuAAIEACAy merupakan kata kerja partisip, aoris pasif/diponen, nominatif, maskulin, jamak, dari kata a yang berarti pergi, melakukan perjalanan, berjalan maju, berlalu. Pareuthentes dalam bentuk aorist participle . memberikan pengertian bawa murid harus terus menerus pergi untuk melakukan tugas yang sudah diperintahkan oleh Tuhan Yesus dan para murid baru memulai AupergiAy berjalan atau sedang dalam perjalanan melakukan tugas kepada mereka diberikan kuasa. Louw dan Nida mengatakan arti kata ini ialah to move from one place to another, with the possible implication of continuity and distance to move . ntuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dengan kemungkinan implikasi kontinuitas dan jarak untuk bergera. Kata "pergilah" dalam bentuk partisip yang diikuti oleh bentuk imperatif dalam Amanat Agung mengandung perintah bagi para murid untuk melakukan pemuridan, membaptis, dan mengajar. Istilah ini menunjukkan bahwa Amanat Agung harus dijalankan dalam segala situasi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam keterlibatan dalam misi, baik sebagai misionaris maupun @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ sebagai pengutus. Kata poreuthentes juga diartikan sebagai ungkapan halus untuk "pergi menuju kematian. " Hal ini menegaskan bahwa setiap murid dipanggil untuk hidup dalam ketaatan radikal, bahkan hingga kematian, sebagaimana yang telah diteladankan oleh Yesus. Dengan demikian, kata "pergilah" bukan sekadar perintah untuk diutus, tetapi juga merupakan panggilan iman yang mengajak setiap pengikut Kristus untuk turut serta dalam misi-Nya, yaitu menjadikan semua bangsa murid-Nya. Panggilan ini berakar pada ketetapan Allah melalui Yesus Kristus dan bertujuan untuk melanjutkan karya keselamatan-Nya melalui pemberitaan Injil kepada segala bangsa. Hakikat Jemaat Rumah Jemaat rumah merupakan model persekutuan Kristen yang berakar pada praktik gereja mula-mula. Dalam Kisah Para Rasul 2:46Ae47 disebutkan bahwa jemaat perdana Aubertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan, mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti di rumah masing-masing. Ay16 Ayat ini menegaskan bahwa jemaat rumah berfungsi sebagai tempat ibadah, pembelajaran, dan pertumbuhan iman yang intim dan Banks menjelaskan bahwa jemaat rumah memiliki tiga ciri utama, yaitu relasi personal yang erat, partisipasi aktif, dan kesetaraan dalam 17 Pola seperti ini memungkinkan pertumbuhan iman yang lebih organik karena setiap anggota terlibat dalam kehidupan rohani komunitas. Dalam konteks gereja masa kini. Aryono menekankan bahwa jemaat rumah merupakan sarana untuk menghidupkan kembali semangat gereja mula-mula. Alkitab Terjemahan Baru (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2. Kis. 2:46Ae47. Robert J. Banks. PaulAos Idea of Community: The Early House Churches in Their Historical Setting (Grand Rapids. MI: Baker Academic, 2. , 54. Banks. PaulAos Idea of Community: The Early House Churches in Their Historical Setting, @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ di mana persekutuan bukan sekadar kegiatan ritual, tetapi kehidupan iman yang nyata dan saling membangun. Abineno menambahkan bahwa jemaat rumah dalam Perjanjian Baru lahir dari kebutuhan praktis umat Kristen yang tidak dapat beribadah di sinagoga, sehingga rumah menjadi pusat kehidupan rohani, doa, dan 20 Dalam konteks masyarakat Suku Sasak Wetu Lima di Lombok Barat, model jemaat rumah menjadi relevan karena bersifat fleksibel dan kontekstual, serta memungkinkan pembinaan iman di tengah keberagaman budaya dan agama. 21 Tong menegaskan bahwa jemaat rumah dapat menjadi sarana strategis untuk memperkuat iman dan menjadi wadah penginjilan yang kontekstual di tengah masyarakat pluralistik. Strategi Pengajaran Yesus Berdasarkan Injil Matius 1 Yesus sebagai Guru Agung Injil Matius menggambarkan Yesus sebagai didaskalos (Guru Agun. yang mengajar dengan otoritas dan kuasa ilahi. 23 Pengajaran Yesus menekankan transformasi hati dan kehidupan, bukan hanya pengetahuan Dalam Khotbah di Bukit (Mat. 5Ae. Yesus menunjukkan bahwa inti dari pengajaran adalah pembentukan karakter dan spiritualitas murid sesuai dengan kehendak Allah. David Aryono. AuKonsep Jemaat Rumah dalam Konteks Gereja Modern,Ay Jurnal Teologi dan Pelayanan 5, no. : 58. Abineno. Khotbah di Tengah Dunia, 104. Abineno. Khotbah di Tengah Dunia, 104. Tong. Teologi Gereja dan Amanat Agung, 67. Carson. Jesus the Teacher: A Study of His Teaching Method (Grand Rapids. MI: Zondervan, 2. , 30. Blomberg. Matthew: An Exegetical and Theological Commentary, 150. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Carson menegaskan bahwa strategi pengajaran Yesus bersifat transformatif karena tidak berhenti pada transfer pengetahuan, melainkan menghasilkan perubahan hidup nyata. 25 Pengajaran Yesus berpusat pada kasih, kebenaran, dan keteladanan hidup, sehingga menjadi dasar bagi pembentukan komunitas Kristen yang autentik. Metode Pengajaran Yesus Metode pengajaran Yesus sangat beragam, meliputi penggunaan perumpamaan, dialog, tanya jawab, serta tindakan nyata dalam pelayanan. Kristiani menjelaskan bahwa Yesus menggunakan kisah-kisah sederhana namun sarat makna teologis untuk menyampaikan kebenaran Kerajaan Allah kepada pendengar yang berasal dari berbagai latar belakang sosial. 28 Blomberg menambahkan bahwa perumpamaan Yesus tidak hanya bersifat ilustratif, tetapi mengandung undangan untuk refleksi dan pertobatan pribadi. Sidjabat menilai bahwa kekuatan pengajaran Yesus terletak pada hubungan personal dengan murid-murid-Nya serta keteladanan dalam tindakan sehari-hari. 30 Yesus membangun komunitas belajar yang intim, di mana murid-murid tidak hanya mendengar, tetapi juga mengalami langsung ajaran-Nya melalui pengutusan dan pelayanan. 31 Strategi ini menegaskan bahwa pembentukan iman tidak bisa dilepaskan dari proses pemuridan yang berkelanjutan dan relasional. Carson. Jesus the Teacher, 33. Paul Enns. The Moody Handbook of Theology (Chicago: Moody Press, 2. , 212. Enns. The Moody Handbook of Theology, 212. Heni Kristiani. Pola Pelayanan Yesus (Yogyakarta: Andi, 2. , 47. Blomberg. Matthew, 152. Sidjabat. Mengajar Secara Efektif dan Kreatif, 88. Sidjabat. Mengajar Secara Efektif dan Kreatif, 89. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ 3 Implikasi terhadap Jemaat Rumah di Suku Sasak Wetu Lima Dalam konteks jemaat rumah di Suku Sasak Wetu Lima, strategi pengajaran Yesus sangat relevan untuk diterapkan. Pendekatan relasional yang dilakukan Yesus sesuai dengan karakteristik jemaat rumah yang berskala kecil dan berfokus pada keakraban antaranggota. 32 Pengajaran Yesus melalui perumpamaan dapat dijadikan model dalam pembinaan iman yang kontekstual dan komunikatif, sedangkan praktik pemuridan Yesus menjadi dasar bagi proses pengutusan jemaat dalam pelayanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa jemaat rumah yang menerapkan strategi pengajaran Yesus memiliki ciri khas berupa ketekunan dalam doa, kesetiaan terhadap firman, dan partisipasi aktif dalam pelayanan. 34 Dengan demikian, strategi pengajaran Yesus berdasarkan Injil Matius menegaskan pentingnya pengajaran yang holistik: mengajar dengan keteladanan, membina dengan kasih, dan mengutus untuk melayani. 35 Pola ini membentuk jemaat rumah yang bukan hanya berpengetahuan iman, tetapi juga berkarakter Kristus dan bertumbuh secara rohani. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi pengajaran Tuhan Yesus berdasarkan Injil Matius memiliki relevansi yang kuat bagi pola pembentukan jemaat rumah di Suku Sasak Wetu Lima. Lombok Barat. Strategi pengajaran Yesus tercermin melalui ketekunan jemaat rumah dalam doa, pengajaran, dan pemuridan yang diterapkan dalam Aryono. AuKonsep Jemaat Rumah,Ay 60. Tong. Teologi Gereja dan Amanat Agung, 70. Stott. The Living Church, 76. Blomberg. Matthew, 153. Carson. Jesus the Teacher, 35. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESII Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ kehidupan berjemaat. Pengajaran melalui perumpamaan yang digunakan YesusAikisah-kisah sederhana namun kaya makna tentang Kerajaan AllahAi menjadi model efektif bagi jemaat rumah dalam memahami kebenaran rohani secara kontekstual. Yesus tidak hanya mengajar secara formal, tetapi juga membangun komunitas yang erat dengan murid-murid-Nya, memilih, mengajar, melatih, mendidik, dan memuridkan mereka melalui pengutusan langsung dalam pelayanan. Pendekatan ini menegaskan bahwa pembentukan jemaat tidak hanya berlandaskan doktrin, melainkan juga keteladanan hidup yang nyata. Selain itu, strategi pengajaran Yesus yang menekankan pembinaan pribadi menunjukkan kesesuaian yang tinggi dengan karakteristik jemaat rumah yang berskala kecil, karena memungkinkan terciptanya relasi yang akrab dan pembinaan yang mendalam antaranggota. Dengan demikian, strategi pengajaran Yesus dalam Injil Matius menekankan pembentukan komunitas yang erat, pengajaran berbasis pengalaman, pengutusan untuk pelayanan, serta keteladanan hidup sehari-hari, yang seluruhnya sangat relevan bagi pembentukan jemaat rumah yang berorientasi pada pengenalan akan Kristus dan pertumbuhan iman yang berkelanjutan. REFERENSI