Sarana dan Prasarana Belajar dalam Perspektif Al-QurAoan Nur Amalina WafiAo Azizah. Mohammad NuAoman. Moch. Tolchah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Email: nuramalinawafiazizah@gmail. Abstract: Education is a milestone of progress for students' potential because, at this time, the learning process has experienced many changes in knowledge and skills. With the development of this education, there needs to be facilities and infrastructure to shape the school's success. The purpose of the contribution of these facilities and infrastructure is to support the learning process to achieve the education program's The method used to seek understanding is by analysing the picture of when facilities and infrastructure become the goal of school success. The verses of the Qur'an also explain that a bee, which is an animal, can be a medium or tool for people who think about recognizing the greatness of Allah in increasing faith and closeness to Allah SWT. Even this results in education to achieve specific and general learning that takes place effectively and efficiently, and becomes an important element in supporting and facilitating the entire school plan. These facilities and infrastructure processes go through many stages: planning, procurement, distribution, inventory, utilization, supervision and maintenance, and disposal. This is so that the facilities and infrastructure are carried out as well as possible. Keywords: Al-QurAoan. Facilities. Infrastructure Abstrak: Pendidikan merupakan tonggak dari kemajuan bagi potensi peserta didik, karena pada saat ini proses belajar mengalami banyak perubahan dari pengetahuannya dan keterampilan. Dengan perkembangan pendidikan ini perlu adanya sarana dan prasarana dalam membentuk keberhasilan sekolah. Tujuan dari kontribusi dari sarana dan prasarana ini untuk menunjang proses pembelajaran agar mencapai keberhasilan dari program pendidikan. Metode yang dilakukan untuk mengupayakan pemahaman dengan menganalisis gambaran bilamana sarana prasarana menjadi tujuan dari keberhasilan sekolah. Ayat Al-QurAoan pun menjelaskan bahwa seekor lebah yang merupakan hewan bisa menjadi media atau alat bagi orang yang berpikir dalam mengenal kebesaran Allah dalam meningkatkan keimanan dan kedekatan pada Allah SWT. Bahkan hal ini menghasilkan pendidikan untuk mencapai pembelajaran yang khusus dan umum yang berlangsung secara efektif dan efisien, serta menjadi elemen penting dalam mendukung dan memfasilitasi seluruh dari rencana sekolah. Proses dari sarana dan prasarana ini melewati banyak tahapan seperti perencanaan, pengadaan, pendistribusian, inventarisasi, pendayagunaan, pengawasan dan pemeliharaan, serta Hal ini agar sarana dan prasarana dilakukan dengan sebaik-baiknya. Kata kunci: Al-QurAoan. Sarana. Prasarana Pendahuluan Pendidikan satu tonggak kemajuan dalam negara yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Tujuan dari pendidikan untuk mengembangkan potensi dari peserta didik untuk menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan pendidikan Islam bertujuan untuk mencetak pribadi-pribadi yang Muttaqin. Hal ini bukan hanya pandai dalam mencakap ilmu dan teknologi saja. Ulumul QurAoan: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Volume 4. Nomor 2. September 2. p-ISSN: 2774-5169. e-ISSN: 2774-6. 323-339 Nur Amalina WafiAo Azizah. Mohammad NuAoman. Moch. Tolchah melainkan tak lupa dalam hakikat penciptaannya di muka bumi yakni untuk beribadah kepada Allah SWT. Pendidikan di Indonesia telah diatur melalui UU RI No. 20 tahun 2003 BAB II Pasal 3 yang membahas mengenai fungsi Sistem Pendidikan Nasional yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 1 Untuk mencapai keberhasilan dunia pendidikan dapat dibuktikan dengan hasil belajar yang berkualitas agar menghasilkan peserta didik dengan memiliki kemampuan lebih tinggi dan dapat bersaing di dunia global. Proses belajar yang dialami siswa di sekolah sedikit banyaknya akan menghasilkan perubahan-perubahan, baik pengetahuan, pemahaman, intelektual, nilai, sikap maupun keterampilan. Perubahan tersebut akan tampak pada hasil belajar siswa. Selanjutnya, dalam mengetahui hasil belajar maka diperlukan adanya penilaian. Penilaian hasil belajar biasanya dilakukan dengan pengukuran, dan hal tersebut dilakukan oleh guru, siswa, dan orang-orang yang terlibat dalam proses pendidikan dapat mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam belajar. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan, alat, media. Sedangkan prasarana adalah sesuatu penunjang utama dalam terselenggaranya proses usaha, pembangunan, proyek dan sebagainya. Sarana dan prasarana harus didayagunakan dan dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran, serta memberikan kontribusi pada proses Pendidikan secara optimal dan berarti. Kontribusi tersebut seperti pengawasan, inventarisasi, pengorganisasian, perencanaan, pelaksanaan dan Penggunaan sarana pembelajaran dilakukan secara efektif dan efisien mengacu pada proses belajar mengajar di sekolah dalam upaya mengatasi sarana pembelajaran yang perlu dibenahi. Pada umumnya sekolah-sekolah yang berada di pelosok sangat membutuhkan, bahkan kekurangan dalam sarana pembelajaran yang tidak memadai. Namun, dalam sisi lain pemerintah tak berdaya dengan banyaknya pengajuan, penambahan maupun perbaikan sarana pembelajaran yang melonjak, sedangkan anggarannya sangat terbatas. Dalam standar Nasional, penyelenggara pendidikan harus melengkapi sarana prasarana yang ada agar menjadi hal yang mutlak, sesuai dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. No. 20 Tahun 2003 pasal 45 yang berbunyi: AuSetiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didikAy. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan untuk menunjang proses Pendidikan, khususnya pada proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi serta alat-alat dan media Sedangkan prasarana merupakan fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pembelajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, jalan menuju sekolah, namun jika dimanfaatkan secara langsung maka Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Medan: Perdana Publishing, 2. , 49. Rihatul Miski. AuThe Effect Of Infrastructures Toward Student Learning Results,Ay Jurnal TaAodibi Vol. 4, no. Moh Suhri Rohmansyah dan Rijal Firdaos. AuManajemen Sarana Dan Prasana Pendidikan Perspektif Ayat-Ayat Al-QurAoan,Ay Journal of Islamic Education Leadership 2. No. : 158Ae159. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Jakarta: VisiMedia, 2. , 30. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Sarana dan Prasarana Belajar dalam Perspektif Al-QurAoan bisa dijadikan juga sebagai lapangan olahraga, bahkan untuk pembelajaran yang berbasis sains. Dalam khazanah keilmuan Islam perlu digali mengenai konsepsi nilai-nilai manajemen dan sarana prasarana dalam Al-QurAoan dan Sunah sebagai landasan teologis dan fondasi konsepsi pendidikan Islam. Dalam pengkajian tersebut menggunakan pendekatan kontekstual dan tekstual dalam memahami dan menginterpretasikan nilai-nilai luhur dalam Al-QurAoan serta tafsirannya, sehingga membentuk khazanah keilmuan Islam yang komprehensif. Muhaimin berpendapat bahwa sumber ilmu pengetahuan pada dasarnya datangnya dari Allah. Allah menciptakan alam semesta . yat kawniyya. dan Al-QurAoan serta Hadits . yat Maka, kedua sumber tersebut saling menjelaskan atau konsultasi dan tidak bertentangan terhadap berbagai ilmu pengetahuan mengenai hakikat kebenaran. Selama ini orang berpikir di sayap kanan dan kiri disebut dikotomi. Fazlur Rahman menjelaskan bahwa dalam mengkaji studi Islam sebaiknya memisahkan Islam sebagai objek penelitian ilmiah dan Islam sebagai landasan etik. Sebagai objek penelitian ilmiah. Islam harus tunduk dan mengikuti prosedur ilmiah. Sebagai contoh. Al-QurAoan sebagai teks yang dapat dipelajari oleh siapa saja, baik mereka yang beriman maupun tidak terhadap Al-QurAoan sebagai wahyu dari Tuhan. Fazlur Rahman juga mengatakan bahwa non-muslim pun bisa mempelajari Al-QurAoan dan hasilnya sama dengan tafsir yang dilakukan oleh seorang muslim. Kedua interpretasi memiliki derajat relatif dari sudut pandang sains. Maka. Al-QurAoan sebagai teks harus terbuka untuk dikaji melalui teori-teori tekstual, karena teori yang digunakan untuk mempelajari teks-teks sekuler non-ilahi. Sedangkan dalam Islam sebagai landasan etis yang menjadi sebuah pedoman pemeluknya untuk bertindak arif dalam hidup seperti sikap amanah, adil, tasamuh, tawazun, tawasut, dan lain Hal ini dalam operasionalisasinya harus tunduk pada ruang dan waktu yang melingkupinya. Menurut Imam Suprayoga dalam Hamdi ada dua tawaran mengenai peletakan Al-QurAoan sebagai sumber pengetahuan ilmu. Pertama, meletakkan Al-QurAoan sebagai konsep dasar atau inspirasi yang kemudian di kembangkan melalui berbagai riset Kedua, meletakkan Al-QurAoan . enomena naqliyya. dan alam . enomena kawniyya. menjadi dua sumber yang setara bagi bangunan ilmu pengetahuan. Sejauh ilmu-ilmu keislaman, seperti tafsir dipahami sebagai satu ilmu, maka keharusan bagi seseorang untuk mengerti ilmu nahwu, ilmu balaghah, ilmu mantiq, ilmu sharaf, ilmu maAoani ataupun bahasa Arab dan berbagai perangkat rumpun ilmuilmu keislaman yang lain bukan sebagai keharusan teologis, tapi keharusan ilmiah, bahwa seseorang bisa mempelajari tafsir kalau dia memahami kaidah-kaidah bahasa Arab dan beberapa ilmu pendukungnya. Tata Kelola sarana dan prasarana pendidikan secara Islami sudah ada semenjak zaman Baginda Rasulullah SAW seperti pengadaan Rumah Arqam ibn Mulyasa. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 86. Husniyatus Salamah Zainiyati. AuModel Kurikulum Integratif Pesantren Mahasiswa dan UIN Maliki Malang,Ay Ulumuna Journal of Islamic Studies 18. No. : 144. Zainul Hamdi. AuMenilai Ulang Gagasan Integrasi Ilmu Pengetahuan sebagai Blue Print Pengembangan Keilmuan UIN,Ay dalam Zainal Abidin Bagir, dkk . Integrasi Ilmu dan Agama: Interpretasi dan Aksi (Yogyakarta: MYIA-CRCS dan Suka Press, 2. , 185. Hamdi, 18. Samsul Arifin, dkk. AuManajemen Sarana Dan Prasarana Perspektif Al-QurAoan Dan Hadist,Ay Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial 4, no. : 400. Volume 4, nomor 2. September 2024 Nur Amalina WafiAo Azizah. Mohammad NuAoman. Moch. Tolchah Arqam. Kuttab. Masjid dan sebagainya lembaga pendidikan Islam. 10 Maka. Oemar Hamalik menjelaskan bahwa dengan demikian sudah jelas bahwa demi mewujudkan fungsi dan tujuan Pendidikan nasional, maka peran dan fungsi sistem dan proses pembelajaran dan pengajaran sangat penting, serta dalam hal tersebut dibutuhkan kemampuan, kecakapan dan diperlukannya peralatan yang memadai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan tersebut merupakan suatu penelitian yang pengupayaan menganalisis kehidupan sosial dengan gambaran sosial yang terjadi. Pendekatan ini menghasilkan suatu penelitian berupa kata-kata deskriptif yang tujuannya dalam mendeskripsikan suatu fenomena sebagaimana adanya waktu penelitian dilakukan. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan cara . ibrary researc. kajian literatur atau studi kepustakaan yang berfungsi sebagai tuntunan dalam mengkaji suatu masalah penelitian. Pada penelitian ini menggunakan buku, jurnal internasional maupun nasional serta artikel-artikel lain yang merujuk pada pembahasan ini yang kemudian, diringkas dan dianalisis. Sarana dan Prasarana Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses . saha, pembangunan, proyek dan Sarana dapat diartikan dengan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat atau media dalam mencapai maksud atau tujuan. Para ahli menyimpulkan bahwa sarana pendidikan yang dimaksud ialah semua fasilitas yang secara langsung dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif, dan efisien. 11 Sedangkan prasarana, alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. Menurut Ibrahim Bafadal bahwa prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 junto No. 32 Tahun 2013 mengenai Standar Nasional Pendidikan dan No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah. Pada Bab VII Pasal 42 PP 32/2013 disebutkan bahwa: (I) Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber ajar lainnya, belum habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang Sarana dan Prasarana pendidikan dimaksudkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 Tahun 2007. Permendiknas dimaksud mengartikan sarana pendidikan sebagai perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah, sedangkan prasarana pendidikan diartikan sebagai fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah/ madrasah. 12 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang berkaitan dengan Standar Sarana dan Prasarana. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah (SD/MI). Sekolah Menengah Diana. AuSupervisi Sarana dan Prasarana dalam Perspektif Pendidikan Islam di SD IT Al Hidayah Cibinong,Ay Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education 3, no. : 12. Suharsimi Arikunto. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Rajawali Press, 1. , 81-82. Hartani. Manajemen Pendidikan (Yogyakarta: LaksBang Pressindo, 2. , 15. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Sarana dan Prasarana Belajar dalam Perspektif Al-QurAoan Pertama/ Madrasah Sanawiah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (SMA/MA). Dasar hukum sarana dan prasarana di sekolah secara hierarkis dikemukakan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 45 ayat 1 dan 2: . Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik. Ketentuan mengenai penyedia sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Pengertian Sarana dan Prasarana Pendidikan secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena jika kedua hal ini tak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan tercapai dengan hasil yang diharapkan sesuai dengan Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan, dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Ada fungsi dan peranan dalam proses belajar mengajar, maka sarana pendidikan dapat dibedakan sebagai berikut: Pertama. Alat pelajaran merupakan alat yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Alat tersebut berwujud buku, alat tulis, gambar-gambar bahkan alat praktik yang termasuk dari lingkup alat pelajaran. Kedua. Alat peraga yakni alat pembantu pendidikan yang berupa benda ataupun lainnya, alat ini untuk mewujudkan bahan pengajaran guna memberikan gambaran yang jelas mengenai pelajaran. Ketiga, media pengajaran yakni perantara atau Sarana adalah alat yang secara langsung mendukung tercapainya tujuan pendidikan, misalnya ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya. Sedangkan prasarana adalah alat yang tidak secara langsung dapat mendukung tercapainya tujuan seperti lokasi atau tempat, lapangan olahraga, uang dan 16 Sarana dan prasarana pendidikan adalah salah satu sumber daya yang penting dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Keberhasilan program pendidikan di sekolah sangat dipengaruhi oleh kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah dan oleh optimalisasi pengelolaan dan Tantangan dalam manajemen sarana prasarana pendidikan ialah memastikan bahwa sumber daya ini dimanfaatkan secara optimal, karena jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka berkurangnya pemeliharaan dan hambatan penggunaan fasilitas yang tidak efektif. Sehingga, diperlakukan pemantauan dan pengelolaan secara terus menerus guna mengidentifikasi masalah kebutuhan, mengoptimal penggunaan, dan Rusydi Ananda dan Oda Kinata Banurea. Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan (Medan: Widya Puspita, 2. , 22. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Arifin, dkk. AuManajemen Sarana Dan Prasarana Perspektif Al-QurAoan Dan Hadist. Ay Daryanto. Administrasi pendidikan / H. Daryanto | OPAC Perpustakaan Nasional RI. (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , https://opac. id/DetailOpac. aspx?id=580518. Matin dan Nurhattati Fuad. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan: Konsep dan Aplikasinya (DEpok: Rajawali Press, 2. , https://opac. id/DetailOpac. aspx?id=1135513. Volume 4, nomor 2. September 2024 Nur Amalina WafiAo Azizah. Mohammad NuAoman. Moch. Tolchah memperbaiki jika diperlukan. 18 Tujuan adanya pemeliharaan merupakan bentuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan memadai bagi siswa maupun staf pendukung pendidikan. Nasional Education Assosiation (NES) menyatakan bahwa media merupakan bentuk komunikasi audiovisual ataupun peralatannya. Media pendidikan ialah sesuatu yang dapat digunakan dalam menyalurkan pesan baik dari perasaan, perhatian, pikiran dan kemauan siswa, hingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa. Lembaga pendidikan memiliki beberapa jenis media yakni media visual (TV. LED, atau proyekto. media audio . peaker dan alat pengeras suar. , dan media audio visual . omputer dan sebagainy. Tujuan dari manajemen sarana dan prasarana merupakan untuk menciptakan madrasah atau sekolah yang rapi, bersih, sehingga nyaman bagi warga sekolah atau madrasah akan merasa menyenangkan. Kedua, dengan tersedianya sarana dan prasarana secara berkualitas dan kuantitas akan menjadi lebih baik dan relevan dengan kebutuhan di lembaga pendidikan. 20 Menurut Hunt Pierce, prinsip dari manajemen ini merupakan perlengkapan perabot dan lahan bangunan lembaga pendidikan yang menggambarkan cita dan citra masyarakat. Jadi, sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki suatu lembaga pendidikan ialah bagian dari upaya pencapaian tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pembelajaran secara khusus berlangsung secara efektif dan efisien. Maka, bisa dipahami bahwa sarana dan prasarana pada dasarnya merupakan elemen penting yang mendukung dan memfasilitasi seluruh rencana sekolah dapat dilaksanakan. Sarana dan Prasarana Dalam Ayat Al-QurAoan Al-QurAoan merupakan sumber ilmu pendidikan Islam maupun ilmu-ilmu lainnya termasuk dalam manajemen pendidikan Islam, karena Al-QurAoan sebagai kitab suci yang memiliki kebenaran yang sifatnya mutlak atau absolut yang mana diturunkan oleh Allah SWT. Dengan kuasanya, diciptakanlah manusia, selanjutnya Allah mendidik manusia. Dengan Al-QurAoan manusia didorong untuk menggunakan akal serta pikirannya untuk melakukan observasi sehingga mendapatkan penemuan baru yang selaras dengan Al-QurAoan. 21 Tak ada satu pun persoalan yang luput dari jangkauan Al-QurAoan, termasuk yang berkaitan dengan persoalan pendidikan Islam. Sebagaimana dalam firman Allah SWT yang berbunyi: a a Aa a a UA a a a a A a a a aO N EO aA aO aOO aO a a O aNi aCE aOA AOOEA AOA AA a a a aa a a a a a a a a aa a a aa o ou A AO aO O a oAA aII EI a aIA a A I EOI aIE N EA Wahyu Nugroho dkk. AuManajemen Sarana Dan Prasarana Di Lembaga Pendidikan Islam,Ay HEUTAGOGIA: Journal Islamic Education . 263Ae73, https://doi. org/10. 14421/hjie. Nasrudin dan M. Maryadi. AuManajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Pembelajaran di SD,Ay Manajemen Pendidikan . Januari 15Ae23, https://doi. org/10. 23917/jmp. Nadia Wirdha Sutisna dan Anne Effane. AuFungsi Manajemen Sarana Dan Prasarana,Ay Karimah Tauhid 1, no. Mei 2. : 226Ae33, https://doi. org/10. 30997/karimahtauhid. Edi Susanto dan Muslimah Muslimah. AuStandar Sarana dan Prasarana Pendidikan Islam dalam AlQurAoan (Analisis Semiotik terhadap QS Al-Ghosiyah Ayat 17Ae20. Al-Maidah Ayat 31 dan AlMujadalah Ayat . ,Ay Modernity: Jurnal Pendidikan dan Islam Kontemporer 2, no. : 2. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Sarana dan Prasarana Belajar dalam Perspektif Al-QurAoan AuKemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabi. Bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata,AyOh, celaka aku! Mengapa akau tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?Ay Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesalAy. (QS. Al-Maidah: . Ayat tersebut menceritakan bahwasanya Allah SWT memerintahkan burung gagak untuk menggali tanah. Hal ini dimaksudkan agar Qabil belajar darinya, yakni menggali tanah untuk menguburkan jasad saudaranya. Akhirnya setelah melihat fenomena burung gagak tersebut. Qabil mengerti sunah . ata car. mengubur jasad Dan setelah itu barulah ia tersadar betapa bodoh dan lemah fikirannya. Atas kejadian tersebut Qabil merasa sangat menyesal. Adapun dengan penyesalan tersebut merupakan Taubat, yaitu rasa menyesal yang keluar dari hati seorang hamba karena rasa takut kepada Allah SWT dan penyesalan atas pelanggaran yang dilakukan terhadap hukum-hukum Allah SWT. Dengan demikian burung gagak merupakan media yang dapat memberikan pemahaman bagaimana Qabil menguburkan jenazah saudaranya. Sehingga pada akhirnya Qabil mampu melakukan hal yang sama yang dilakukan burung gagak Jika dikaitkan dengan sarana dan prasarana pendidikan, peristiwa dalam ayat tersebut adalah suatu indikator terjadinya suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan media belajar berupa fenomena yang terjadi di alam semesta, yakni dengan pengetahuan mengenali sifat, karakteristik adan perilaku dari alam semesta itu Kemudian Allah SWT berfirman dalam Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi: a a a a a a a a a a Aa a a a aA a a a Aa a A AOON a I O a aCOE EAEI AO a EI aE a AAO OA a EAEIo Oa A a a a Aa A ae a ae a a a a a a a a A aIA A a aI O aIIEIo aO a OO E aE aI a s i OA AaCOE a O A a O aOA aA U Aa aI aEO aI aA AuWahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu. AuBerilah kelapangan di dalam majelis-majelis,Ay mak lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan. AuBerdirilah kamu,Ay maka bedirilah, niscaya Allah akan mengangkat . orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. Ay (QS. Al-Mujadalah: . Menurut Ahmad Najieh menyebutkan bahwa mengatur atau mengelola disebut juga dengan kata AukhalafaAy. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al-MuAominun ayat 80 yang berbunyi: Aa A Aa a A a a a a aa a Aa A a aa a aa AaON aO a O n OO aI OEAN a A EO aE OEIN ai A aCEOIA AuDan dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan dialah yang . pertukaran malam dan siang. Maka Apakah kamu tidak memahaminya?Ay (QS. AlMuAominun: . Dengan kata lain, yakni berdasarkan perintah-Nyalah ditundukkan malam dan siang hari, masing-masing dari keduanya mengejar yang lainnya dengan cepat secara Susanto dan Muslimah. Volume 4, nomor 2. September 2024 Nur Amalina WafiAo Azizah. Mohammad NuAoman. Moch. Tolchah silih berganti, tidak pernah berhenti dan tidak pernah terpisahkan oleh suatu waktu pun yang menyela-nyelai keduanya. Sarana dan prasarana mempunyai peranan yang penting bagi terlaksananya proses pembelajaran di sekolah serta menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah baik secara khusus maupun secara umum. Dalam Al-QurAoan juga ditemukan ayat-ayat yang menunjukkan bahwa pentingnya sarana dan prasarana atau alat dalam 23 Dijelaskan dalam Al-QurAoan mengenai makhluk yang Allah diciptakan berupa hewan juga bisa menjadi alat dalam pendidikan dalam Al-QurAoan surat An Nahl ayat 68-69: Aa A a a a Aa a a U a a aA Aa a a a a A oAE OO O aII E a O ac O aOIA a AOO E a aE aI a aO aII a A a a Aac A a a a U a a a a a U A a a a Uaa c a a a a a AE i aII EO aN aEA EON a aNA a AaII a EI a A a E aA a a A a aa U ca a AA Aa U cA Ai aI a a E O aECO sI OAEOIA a ae a EIA a a a AuIA AuDan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: AuBuatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan tempat-tempat yang dibikin manusiaAy. Kemudian makanlah tiap-tiap . buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan . Dari perut lebah itu keluar minuman . yang bermacammacam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda . ebesaran Tuha. bagi orang-orang yang memikirkan. Ay (QS. An-Nahl: 68-. Dalam tafsir Ibnu Katsir yang dimaksud dengan AuwahyuAy dalam ayat ini ialah ilham, petunjuk, dan bimbingan dari Allah kepada lebah agar lebah membuat sarangnya di bukit-bukit, juga dipohon-pohon serta di tempat-tempat yang dibuat Kemudian berkat adanya ilham dari Allah ini lebah membangun rumah . dengan sangat rapi struktur dan susunannya, sehingga tidak ada cela Lalu masing-masing lebah dapat kembali ke sarangnya tanpa menyimpang ke arah kanan atau ke arah kiri, melainkan langsung menuju sarangnya, tempat lebah meletakkan telur-telurnya dan madu yang dibuatnya. Lebah membangun lilin untuk sarangnya dengan kedua sayapnya, dan dari mulutnya lebah memuntahkan madu, sedangkan lebah betina mengeluarkan telur dari duburnya, kemudian menetas dan terbang ke tempat kehidupannya. Ibnu Zaid mengatakan, tidaklah kamu lihat bahwa orang-orang memindahkan lebah-lebah itu dengan sarangnya dari suatu negeri ke negeri yang lain, sedangkan lebah-lebah itu selalu mengikuti mereka. Tetapi pendapat yang pertama adalah pendapat yang paling kuat yakni mengatakan bahwa lafaz zululan menjadi hal dari lafaz subul . Dengan kata lain, tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Demikianlah menurut apa yang telah dinaskan oleh Mujahid. Ibnu Jarir mengatakan bahwa kedua pendapat tersebut benar. Jadi, maksud ayat di atas adalah bahwa lebah bisa menjadi media atau alat bagi orang-orang yang berpikir untuk mengenal kebesaran Allah yang pada gilirannya akan meningkatkan keimanan dan kedekatan . seorang hamba kepada Allah Rohmansyah dan Firdaos. AuManajemen Sarana Dan Prasana Pendidikan Perspektif Ayat-Ayat AlQurAoan. Ay Afwa Nur Mujahiddah. AuPengaruh Sarana Dan Prasarana Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Sma Unggulan Mafazah Bogor,Ay Al-Munadzomah 1, no. : 83. Arifin, dkk. AuManajemen Sarana Dan Prasarana Perspektif Al-QurAoan Dan Hadist. Ay ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Sarana dan Prasarana Belajar dalam Perspektif Al-QurAoan SWT. Nabi Muhammad SAW dalam mendidik para sahabatnya juga selalu menggunakan alat atau media, baik berupa benda maupun non-benda. Salah satu alat yang digunakan Rasulullah dalam memberikan pemahaman kepada sahabatnya adalah dengan menggunakan gambar. Perencanaan sarana dan prasarana adalah tindakan yang akan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang ditentukan dalam jangka dan ruang waktu tertentu. Maka, perencanaan merupakan proses pemikiran, baik secara garis besar maupun secara mendetail dari suatu kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan untuk mencapai kepastian yang paling baik dan ekonomis. Dalam merencanakan sarana dan prasarana memiliki dua hal penting yang harus dilakukan yakni: . menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana yang ada. memproyeksikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di masa depan. 26 Bisa juga dikaitkan dengan suatu antisipasi dari suatu hal yang akan terjadi, karena harus merupakan proses yang sebaik-baiknya. Dalam surat al-Hasyr ayat 18 dijelaskan sebagai berikut: Aa A a a a a a a a A Aa a a a a U aA a U a a AOON a I O CO OEAI AA I CI aE so OCO i aI a aIA a a a A aIEOIA AuWahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok . , dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh. Allah Maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakanAy. (QS. Al-Hasyr: . Pada ayat di atas dapat didapatkan penjelasan mengenai macam-macam alat pendidikan materiil yakni tentang pengaturan tempat duduk di suatu majelis ilmu, di mana ruang kelas termasuk di dalamnya. Hal ini terlihat dalam ayat tersebut menjelaskan supaya kita berlapang-lapang dalam majelis. Meskipun pengaturan tempat duduk tidak berpengaruh secara signifikan terhadap berhasilnya suatu lembaga dalam mendidik para peserta didik, akan tetapi dengan adanya pengaturan tempat duduk yang baik dan benar paling tidak ini dapat menciptakan kondusifitas ruang kelas sehingga ini berdampak pada mudahnya peserta didik untuk menyerap materi yang disampaikan oleh pendidik. Ruang Lingkup Sarana dan Prasarana Ruang lingkup menurut Kementerian Pendidikan Nasional ialah ruang lingkup dari proses kegiatan manajemen sarana prasarana pendidikan meliputi perencanaan, pengadaan, pendistribusian, penggunaan, inventarisasi dan pengawasan dan pemeliharaan, serta penghapusan. Proses-proses ini penting dilakukan agar pengadaan sarana dan prasarana tepat sasaran dan efektif dalam penggunaan. Perencanaan Sarana dan Prasarana Perencanaan sarana prasarana pendidikan adalah seperangkat keputusan yang diambil dalam menentukan kegiatan yang hendak dilakukan pada jangka dan waktu yang akan datang. 28 Maka, perencanaan ialah proses pemikiran, baik secara garis besar maupun secara mendetail dari suatu kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan untuk mencapai kepastian yang paling baik dan ekonomis, serta dapat dikatakan Diana. AuSupervisi Sarana dan Prasarana dalam Perspektif Pendidikan Islam di SD IT Al Hidayah Cibinong. Ay Ananda Dan Banurea. Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan, 29. Sulistyorini. Manajemen pendidikan Islam (Surabaya: Elkaf, 2. , 120. Volume 4, nomor 2. September 2024 Nur Amalina WafiAo Azizah. Mohammad NuAoman. Moch. Tolchah bahwa perencanaan itu adalah suatu antisipasi dari suatu yang akan terjadi, karena harus merupakan proses yang sebaik-baiknya. Menurut Werang, perencanaan sarana dan prasarana harus merujuk kepada keseluruhan proses penyusunan daftar kebutuhan, pembelian atau pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana pendidikan atas pertimbangan yakni: . pengadaan kebutuhan sarana dan prasarana karena berkembangnya kebutuhan sekolah, . pengadaan sarana dan prasarana untuk pergantian barang-barang yang rusak, dihapuskan atau hilang, dan . pengadaan sarana dan prasarana untuk persediaan. 30 Dalam surat al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi: Aa A a a a a a a a A Aa a a a a U aA a U a a A aI a aIA i AOON a I O CO OEAI AA I CI aE so OCOA a a a A aIEOIA AuWahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok . , dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh. Allah Maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakanAy. (QS. Al-Hasyr: . Ayat ini memberikan pesan kepada orang yang beriman untuk memikirkan masa depan. Perencanaan ini menjadi sangat penting karena fungsinya sebagai pengarah bagi kegiatan, target-target dan hasil-hasilnya di masa depan, sehingga apapun kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan tertib. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pengadaan sarana prasarana pendidikan adalah suatu upaya yang harus dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan untuk kelancaran dalam proses pendidikan di sekolah31 dengan mengacu pada apa yang telah direncanakan sebelumnya. Ada beberapa cara yang ditempuh untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan di 32 Dalam hal ini perlu diperhatikan faktor utility yakni kegunaannya di sekolah dan standar kualitasnya. Pelaksanaan pengadaan sarana dan prasarana sekolah dianjurkan sekolah dengan membuat daftar cek, mengenai sarana dan prasarana yang sudah diadakan dan belum. Pengadaan sarana dan prasarana pada hakikatnya adalah kelanjutan dari program perencanaan yang telah disusun oleh sekolah sebelumnya. Hal ini harus dilakukan sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan memperhatikan keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran. Pengadaan sarana dan prasarana di lembaga pendidikan harus sesuai dengan kemampuan sekolah, karena terkadang sekolah hanya ingin berambisi kemewahan padahal sarana dan prasarana yang belum terlalu penting cenderung ditinggalkan dan berimbas pada pengelolaan yang tak baik. Maka, pengadaan ini perlu membutuhkan perhatian yang baik. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Arifin, dkk. AuManajemen Sarana Dan Prasarana Perspektif Al-QurAoan Dan Hadist. Ay Basilius R. Werang. Manajemen Pendidikan di Sekolah (Yogyakarta: Media Akademi, 2. , https://balaiyanpus. id/opac/detail-opac?id=284055. Najibul Khairi. Sofyan Tsauri, dan Erma Fatmawati. AuManagement of Educational Infrastructure Facilities at Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember,Ay EDUTEC : Journal of Education And Technology 6, 3 . Maret 2. : 888Ae97, https://doi. org/10. 29062/edu. Ibrahim Bafadal. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasinya (Bumi Aksara, 2. , 31. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Sarana dan Prasarana Belajar dalam Perspektif Al-QurAoan Pendistribusian barang-barang perlengkapan sekolah yang telah diadakan dapat didistribusikan. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan adalah kegiatan pemindahan barang dan tanggung jawab dari seorang penanggung jawab penyimpanan kepada unit-unit atau orang-orang yang membutuhkan barang itu. Pemanfaatan barang harus memperhatikan prinsip efisien dan efektif. Pemanfaatan atau penggunaan sarana dan prasarana sekolah memperhatikan dan dibuatkan SOPnya agar ada pengaturan yang jelas mengenai pemanfaatan sarana dan prasarana Jika sarana dan prasarana yang ada di sekolah melebihi dari jumlah penggunanya, maka pengaturan penggunaan tidak terlalu penting. Sebaliknya jika jumlah sarana dan prasarana lebih sedikit dibandingkan dengan pemakainya, maka penggunaannya harus diatur. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan ialah aktivitas dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan. Inventarisasi dapat diartikan sebagai pencacatan dan penyusun barang-barang milik negara secara sistematis, teratur dan tertib berdasarkan ketentuan-ketentuan atau pedoman yang berlaku. Dalam Al-QurAoan tersirat ayat-ayat yang memberikan dorongan untuk melakukan inventarisasi barang-barang kebutuhan kita yakni dalam surat Al-Baqarah ayat 282 yang berbunyi: a a Aa A a aE a aA UAONo aO e a E a e aIE eI a A aOO aN a a aI a Oe u a a a aO aI a eOI u a E IA a s a AA a e e a a Aa e a a a a a a a A e ae Aea A Ao AE aOE e aOE aO eI a aE a O e aN CA AaE aEo aO aO a a U I OE EI EIN A Aa a A a e a U a e a U a Aa a e ea A a a a Aa e a A a a e AaN C aAON O aOA OA A a uN aO aO e e aIIN eOA o A auI I a OA AOE aC A AA a a e a e a e ae a Aa a a aeae e a A a a a eAO eOI II c a E eIn aAuI EIA a a a a Ae aEO I O aIE NO AEOI a E Oa uN aE aEo O aNO aNA a e a ea Aa a a a a ae a a a U a e a A AA aAE aN a ae I aE u e a O aN aI aA a a aEA AI acI OI aII A a AOEO E a A E OIA e a a a a a ea e a a a e a a AA a AOo aO a a e A aIO e I a eE a aA eAON aA U OA Aau ONI Oo O O ENe au I A a a a a Aa a a e a a a a a a e a a a e a a A a a e e a a a a U A OCOI a EN a O Oen au e I EOIA a AE a au a a o a EI C aI A a aa e a Aa U a a aa aea a e a ae a a ae a e a a U A a U a eoAON aO eN aO u a a a aO e aIA Aa a a aOON IEI AE EI I E A a e a a Aa e a a a a a a U a e aA a aa U a a a A aA aOA a An aO aO a cE aIE aI A a AO A AOC aEI OCA AO Oe a O aNOo O auI AEO A au uN AA UA a c a e a EOIA a s a a AuHai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, mereka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan . pa yang akan ditulis it. , dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah . atau dia sendiri tidak mampu Volume 4, nomor 2. September 2024 Nur Amalina WafiAo Azizah. Mohammad NuAoman. Moch. Tolchah mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki . i antaram. Jika tak ada dua oang lelaki, maka . seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang Janganlah saksi-saksi itu enggan . emberi keteranga. apabila mereka dipanggil. dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak . (Tulislah mu'amalahmu it. , kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, . kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli. janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan . ang demikia. , maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah. Allah mengajarmu. dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatuAy. (QS. Al-Baqarah: . aDalam ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah memerintahkan adanya catatan untuk verifikasi dan pelestarian. Hal ini dikonfirmasi dalam Shahihain Abdullah ibn Umar, yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW. Berkata: AuKami memang orang buta huruf, kami tidak bisa menulis atau menghitung. Ay Lantas bagaimana menghubungkan makna antara hadis ini dengan perintah menulis . ? Sebagai tanggapan, dapat dinyatakan bahwa hutang tidak memerlukan pengakuan awal dilihat dari sifatnya. Dikatakan demikian karena Kitabullah telah menjadi kemudahan bagi manusia. Seperti sunah, segala sesuatu tentang Rasulullah SAW dihafalkan. Hal-hal yang Tuhan perintahkan untuk ditulis hanyalah perincian yang umum di antara manusia. Jadi mereka diperintahkan untuk melakukannya dengan perintah yang berisi petunjuk, bukan perintah yang berarti wajib, seperti yang dikatakan beberapa ahli. Dalam konteks penafsiran ayat ini, meskipun memang bersifat komersial, tetapi dalam isi surat ini merupakan hal sangat mendesak dan harus dilengkapi untuk menjaga inventaris barang. Karena membutuhkan tanggung jawab dan kepercayaan yang besar dalam hal barang, sehingga pengguna dalam hal ini siswa dan seluruh pemangku kepentingan sekolah/madrasah dapat menerima pengguna dalam hal ini siswa dan semua pemangku kepentingan. Pendayagunaan Sarana dan Prasarana Pendayagunaan sarana dan prasarana adalah proses yang di dalamnya mencakup aspek penggunaan. Suatu barang atau benda yang di miliki harus jelas kegunaannya, sehingga barang atau benda tersebut dapat dimanfaatkan dengan Dalam KBBI pendayagunaan diartikan pengusahaan agar mampu mendatangkan hasil. Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 5-8 yang Arifin. Afriz, dan Andriani. AuManajemen Sarana Dan Prasarana Perspektif Al-QurAoan Dan Hadist. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Sarana dan Prasarana Belajar dalam Perspektif Al-QurAoan a a a a U a a a a a a a a aa a aa a a a a a AaO EI aAON E a a OIA AI EC aNo EAEI aAO aN aA O aI aA a aO aII aN OIA AO A a A A AA a a c a a a a a a a a a a a a a a aa A AO aIE uCEAEI a s EI EOO aE aO aN a a a aC A ai aI EIA A a OIA aAOA a aa a a a aa aa Ua a a aa a a a a a a a a a AU A U a aa AEOA aOIo O AOE OE aE O aI a EON O aOI i O EC I EIOIA AuDan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada . yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan . Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya Kembali ke kendang dan ketika kamu melepaskannya . e tempat penggembalaa. Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh. Tuhanmu Maha Pengasih. Maha Penyayang . dan (Dia telah menciptakan kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan . Allah menciptakan apa yang tidak kamu tahu. Ay (QS. An-Nahl: Bagal yaitu peranakan kuda dengan keledai. Allah Swt. menyebutkan nikmat yang Dia limpahkan kepada hamba-hamba-Nya, antara lain Dia menciptakan binatang ternak untuk mereka, yaitu unta, sapi, dan kambing, seperti yang telah dirinci di dalam surat Al-An'am sampai dengan firman-Nya, "Samaniyata azwajAy . elapan ekor ternak yang berpasang-pasanga. Allah pun telah menjadikan pada binatang-binatang ternak itu berbagai manfaat dan kegunaan buat mereka, yaitu bulunya mereka jadikan pakaian dan hamparan, air susunya mereka minum, dan anak-anaknya mereka makan, serta pandangan yang indah pada ternak mereka sebagai perhiasan buat mereka. Manfaat lainnya, yakni dagingnya yang boleh dimakan dan susunya boleh Menurut Abdur Razzay mengatakan mengatakan bahwa dia memberi tahu kami Israel dari Sammak. Ikrimah. Ibnu Abbas bahwa dif'un dan manaf berarti keturunan dari semua ternak. Mujahid mengatakan bahwa makna firman-Nya adalah . , yang menghangatkan dan berbagai manfaat. (An-Nahl: . Artinya pakaian bulu yang ditenun. dan masih banyak kegunaan hewan ternak lainnya yaitu sebagai kendaraan, untuk makan daging dan minum susu. Qatadah mengatakan tentang arti dari kata-katanya: . yang menghangatkan dan berbagai manfaat. (An-Nahl: . Artinya ternak memiliki pakaian, makanan dan minuman, serta alat transportasi. Banyak komentator mengatakan hal yang sama tentang kalimat yang berdekatan. Dari ayat-ayat dan tafsir yang telah dipaparkan di atas dapat diketahui bahwa aspek penggunaan sarana dan prasarana dapat dilaksanakan seefektif mungkin, sehingga sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan itu sendiri, khususnya yang berkaitan dengan pendirian sekolah. institusi pendidikan. lembaga fasilitas dan Dijelaskan pula bahwa ada klasifikasi khusus untuk penyebutan, yang memang juga diterapkan dalam pengelolaan prasarana pendidikan sebagai pedoman pengelompokan barang. Tafsir di atas juga memuat nilai-nilai penting yang sejalan dengan prinsip pengelolaan lembaga Pendidikan dan infrastruktur, yaitu. tujuan, efisiensi dan kejelasan tanggung jawab. Pengawasan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Diana. AuSupervisi Sarana dan Prasarana dalam Perspektif Pendidikan Islam di SD IT Al Hidayah Cibinong. Ay Prim Masrokan Mutohar. Manajemen mutu sekolah: Strategi peningkatan mutu dan daya saing lembaga pendidikan Islam (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. , 67. Volume 4, nomor 2. September 2024 Nur Amalina WafiAo Azizah. Mohammad NuAoman. Moch. Tolchah Pemeliharaan dan pengawasan sarana prasarana pendidikan adalah aktivitas yang harus dijalankan untuk menjaga atau memelihara dan memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah demi keberhasilan proses pembelajaran di sekolah serta agar perlengkapan yang dibutuhkan oleh personel sekolah dalam kondisi siap pakai. 36 Hal ini telah ditegaskan dalam firman Allah dalam surat Al-Mujadilah ayat 7 yang aa a a a a A a AEI a a IA A aO aE aI aI A A aI aOEOI aII OO uE s a N aO a a aNIA i a AE I O a aO aI a A a a a aa a AA a a a Aa A a a a a a Aa s a N aO a a a aNI aO aII a E aO E a a N aO aI aNI O aI aI Oo uI aO c a aN IA AOA a ca a Aa A a A aI aI aEO aOOA As aEO UIA AIA AIA AOA ACA AEA AIA a a a a a AuTidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Ay (QS. Al-Mujadilah: . Artinya, tidak ada yang tidak terlihat oleh-Nya dan tidak ada yang tersembunyi dari-Nya dan Dia tidak melupakan apa pun. Kemudian Allah SWT. berbicara tentang pengetahuan yang mencakup semua makhluk, bahwa Dia mengendalikan semua, mendengar semua perkataan mereka, melihat segala sesuatu di sekitar mereka, di mana pun mereka berada dan kapan pun. Berbicara tentang ruang lingkup pendidikan Islam, ayat ini tentunya harus mengarahkan cara pandang pengawasan, agar manusia senantiasa menjaga untuk memenuhi segala perintah, karena Allah maha mendengar dan mengetahui segala sesuatu tentang setiap individu. Oleh karena itu, konsep pemantauan mutlak yang bahkan melampaui sistem canggih saat ini adalah pemantauan Allah SWT. Dan untuk pengawasan adalah usaha yang dilakukan dalam pengontrolan terhadap sarana dan prasarana sebagai bagian dari aktivitas menjaga, memelihara, dan memanfaatkan sarana dan prasarana dengan sebaik mungkin demi keberhasilan pembelajaran di sekolah. Pengawasan ini dilakukan bersama-sama di antara pendidik, tenaga pendidik, wali murid, komite sekolah dan stakeholders lainnya. Penghapusan Sarana dan Prasarana Penghapusan sarana dan prasarana pendidikan merupakan kegiatan meniadakan barang-barang milik negara atau milik lembaga/institusi swasta dari daftar inventaris dengan cara berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Secara lebih operasional penghapusan sarana dan prasarana adalah proses kegiatan yang bertujuan untuk mengeluarkan atau menghilangkan sarana dan prasarana dari daftar inventaris, karena sarana dan prasarana tersebut sudah dianggap tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan terutama untuk kepentingan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Kesimpulan Bafadal. Manajemen perlengkapan sekolah teori dan aplikasinya / Ibrahim Bafadal. Mohamad Mustari. Manajemen Pendidikan (Jakarta: Rajawali Pers, 2. , 129, 129. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Sarana dan Prasarana Belajar dalam Perspektif Al-QurAoan Pendidikan satu tonggak kemajuan yang berfungsi sebagai meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik dalam menjadi manusia yang beriman dan bertakwa. Proses belajar pada saat ini mengalami banyak perubahan baik dari pengetahuan bahkan keterampilan. Maka dari itu untuk mengembangkan potensi pembelajaran sangat dibutuhkan sarana dan Sarana dan prasarana merupakan alat penunjang untuk keberhasilan dalam suatu proses upaya pelayanan publik. Adanya sarana dan prasarana bertujuan untuk menunjang proses pembelajaran agar mencapai keberhasilan dari program pendidikan, agar kondisi dari sarana dan prasarana menjadi efektif dan efisien. Hal ini sumber Al-QurAoan menjadi sumber dalam kebenaran yang mutlak dan absolut dalam pemahaman sarana dan prasarana. Dalam An-Nahl ayat 68-69 menjelaskan bahwa hewan juga bisa menjadi alat dalam pendidikan yang memili arti Artinya: AuDan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: AuBuatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan tempat-tempat yang dibikin manusiaAy. Kemudian makanlah tiap-tiap . buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan . Dari perut lebah itu keluar minuman . yang bermacammacam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda . ebesaran Tuha. bagi orang-orang yang memikirkanAy . Ayar ini menjelaskan bahwa lebah bisa menjadi media atau alat bagi orang yang berpikir dalam mengenal kebesaran Allah dalam meningkatkan keimanan dan kedekatan pada Allah SWT. Dalam membentuk tercapai pembelajaran disekolah, maka ada beberapa tahap yang harus dilalui dan diubah yaitu awal dari tahapan yakni perencanaan yang merupakan suatu keputusan dalam menentukan kegiatan. Kedua. Pengadaan yakni upaya dalam pemenuhan kebutuhan supaya diberi kelancaran dalam proses pendidikan sekolah. Ketiga, pendistribusian yang dilakukan dalam pemindahan barang kepada unit-unit yang membutuhkan barang. Keempat. Inventarisasi ialah aktivitas dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan. Kelima, pendayagunaan yang merupakan proses mencakup aspek penggunaan dari barang-barang yang telah didistribusikan. Keenam, pengawasan, barang yang sudah didistribusikan wajib dijaga dan dipelihara dengan baik oleh pihak sekolah. Serta penghapusan yakni mengeluarkan sarana dan prasarana yang sudah tidak layak pakai dalam pembelajaran sekolah. Daftar Pustaka