The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Fungsi Kognitif dan Kesediaan dilakukan Vaksinasi Covid-19 pada Lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu Farida Hayati1. Rahma Lutfi Denada1. Diana Rachmania*1 Program Studi Sarjana Keperawatan. STIKES Karya Husada Kediri. Kediri 64225. Indonesia *Penulis Korespondensi: Diana Rachmania. Email: widiana2519@gmail. Diterima: 10 Februari 2022 | Disetujui: 7 Juni 2. Dipublikasikan: 30 Juni 2022 Abstrak Latar Belakang dan Tujuan: Pada masa pandemi seperti ini kesediaan lansia dalam program vaksinasi perlu diperhatikan karena lansia sebagai kelompok prioritas dalam program vaksinasi Covid-19 dan fungsi kognitif lansia berkaitan dengan kemampuan pemahaman lansia tentang informasi baru terutama informasi tentang vaksin Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan fungsi kognitif dengan kesediaan dilakukan vaksinasi Covid-19 pada lansia. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 178 lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu Kediri. Tehnik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan total sampel 53 lansia. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan variabel independen fungsi kognitif dan variabel dependen kesediaan dilakukan vaksinasi Covid-19. Hasil: Berdasarkan uji statistik menggunakan chi square didapatkan hasil nilai p sebesar 0. 0005 dan kurang dari 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan fungsi kognitif dengan kesediaan dilakukan vaksinasi Covid-19 pada lansia. Adanya hubungan pada penelitian ini disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu lansia masih aktif melakukan aktivitas, psikis yang baik, dukungan dari orang lain, terpaparnya infomasi dari media massa, dan sikap optimis pada lansia. Simpulan dan Implikasi: Pemeliharaan fungsi kognitif dengan melakukan aktivitasaktivitas yang disukai sebaiknya dilakukan oleh lansia untuk menstimulasi kerja otak sehingga kemunduran fungsi kognitif dapat tertunda. Selain itu peran pemerintah dalam melakukan penyuluhan terkait program pemerintah juga perlu untuk terus dilakukan, sehingga pemahaman lansia akan meningkat dan dapat berperan aktif dalam program pemerintah. Kata Kunci: Fungsi Kognitif. Kesediaan dilakukan Vaksinasi Covid-19. Lansia Sitasi: Hayati. Denada. L & Rachmania. Fungsi Kognitif dan Kesediaan dilakukan Vaksinasi Covid-19 pada Lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu. The Indonesian Journal of Health Science. , 21-31. DOI: 10. 32528/ijhs. Copyright: A2022 Hayati, etl. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 DOI: 10. 32528/ijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Abstract Background and Aim: During this pandemic, the elderly's willingness to participate in the vaccination program needs to be considered because the elderly are a priority group in the COVID-19 vaccination program and the cognitive function of the elderly is related to the ability of the elderly to understand new information, especially information about the COVID-19 vaccine. The aim of this study was to analyze the relationship between cognitive function and willingness to be vaccinated of COVID-19 in the elderly. Methods: The design of this study was correlation by using cross sectional approach. The population of this study was 178 elderly in Sidomulyo Village. Puncu Kediri District. The sampling technique was purposive sampling with a total sample of 53 elderly. Data were collected using a questionnaire with the independent variable is cognitive function and the dependent variable is the willingness to be vaccinated of COVID-19. Results: Based on statistical tests using chi square, statistically p-value of 0. less than 0. 05 that can be concluded that there is a relationship between cognitive function and willingness to be vaccinated of COVID-19 in the elderly with a strong correlation value of 0. The existence of a relationship in this study is caused by factors that influence, those are the elderly are still active in activities, good psyche, support from others, exposure the information from the mass media, and optimistic attitude in the elderly. Discussion: Maintenance of cognitive function by doing activities that are preferred should be carried out by the elderly to stimulate brain work so that the decrease of cognitive function can be delayed. In addition, the role of the government in conducting counseling related to government programs also needs to be continued, so the understanding of the elderly will increase and can active in government programs. Keywords: Cognitive Function. Elderly. Willingness to be Vaccinated of Covid19 PENDAHULUAN Lansia adalah seseorang yang telah berusia Ou60 tahun dan tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seharihari (Ratnawati, 2. Dalam tahap ini seorang lansia akan mengalami suatu proses yang disebut dengan proses penuaan atau aging process. Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang berangsurangsur mengakibatkan perubahan menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh (Siti, 2. Pada masa pandemi saperti ini, peran lansia dalam program vaksinasi sangat perlu DOI: 10. 32528/ijhs. diperhatikan, hal ini berkaitan dengan peran lansia sebagai kelompok rentan dan prioritas dalam program vaksinasi COVID-19. Namun dalam keadaan ini, tidak semua lansia bersedia untuk Hal dikarenakan lansia mulai mengalami kesulitan dalam mencerna hal-hal baru dan lebih memilih informasi yang lebih memutuskan suatu hal dengan tepat. Meskipun begitu ada juga lansia yang bersedia untuk dilakukan vaksinasi COVID-19, baik dilakukan karena motivasi dari diri sendiri, dorongan atau paksaan dari orang-orang disekitarnya, maupun dengan tujuan Kesediaan secara sukarela The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 keputusan seseorang. Pengambilan keputusan adalah proses pemilihan serangkaian kegiatan dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. Kesediaan merupakan hasil akhir dari sebuah sikap yang ada pada diri seseorang (Sari, 2. Dalam hal ini dimulai dari adanya pengetahuan lansia tentang tujuan vaksin COVID19 yang membentuk kemampuan kognitif lansia yang bisa berhubungan dengan sikap lansia (Dyah et al. Dari kemampuan kognitif lansia tersebut akan mempengaruhi sikap lansia (Tarigan et al. , 2. , yang pada akhirnya mempengaruhi pengambilan keputusan lansia memutuskan untuk bersedia melakukan vaksin . Dalam waktu sekitar 20 tahun, jumlah lansia Indonesia meningkat dua kali lipat . , yakni menjadi 9,6 persen . juta-a. Lansia perempuan sekitar satu persen lebih banyak dibandingkan lansia laki-laki. Lansia muda di usia 60-69 tahun lebih mendominasi dengan besaran yang mencapai 63,82 %, selanjutnya diikuti oleh lansia madya di usia 70-79 tahun dengan jumalh 27,68% dan lansia tua usia lebih dari 80 tahun dengan besaran 8,50 % (Zahroh et al. , 2. Berdasarkan data Pemerintah Kota Kediri Kota Kediri masuk dalam jajaran 19 kabupaten/kota se-Indonesia yang memvaksinasi lansia di atas 50 persen sasaran. Berdasarkan data dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional pada tanggal 17 Mei 2021. Kota Kediri berada pada peringkat 11 dengan cakupan vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lansia di Kota Kediri telah 904 orang yang telah pertama(Kediri, 2. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan di RT 003 RW 002 Desa Sidomulyo Kecamatan DOI: 10. 32528/ijhs. Puncu didapatkan data dari 6 lansia yang melakukan wawancara tentang pengetahuan COVID-19 dan tujuan dilakukannya vaksinasi COVID-19 menunjukkan 4 lansia dapat menjawab dengan tepat tentang fungsi dan tujuan vaksinasi sedangkan 2 lansia tidak bisa menja=-wab dengan tepat. Dari ke 6 lansia tersebut 5 lansia telah mengikuti program vaksinasi COVID-19 ke-1 dan ke-2 sedangkan 1 lansia belum melakukan vaksinasi, dengan 4 lansia mengikuti vaksinasi atas kemauan sendiri, 1 lansia mengikuti vaksinasi karena dorongan dari keluarganya sebagai syarat untuk mengurus surat menyurat, dan 1 lansia masih ragu untuk melakukan vaksinasi. Menurunnya fungsi kognitif pada lansia bukanlah sebuah penyakit dan merupakan sesuatu hal yang wajar. Penurunan fungsi kognitif saat menua berkaitan dengan penggunaan panca indera, atensi, memori motorik serta (Santrock, 2. Fungsi kognitif meliputi proses belajar, persepsi, pemahaman, pengertian, perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi semakin Penurunan fungsi kognitif utamanya terjadi dalam dimensi ketepatan dan kecepatan dalam proses Sehingga mencerna informasi baru terutama dalam jumlah yang banyak akan mengalami penurunan (Hak, 2. Penurunan fungsi kognitif seharusnya mengenai informasi yang baru untuk mengubah pola pemikiran dan proses berpikir lansia untuk dilakukan vaksinasi dengan sukarela. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa perlu dilakukannya kembali pendampingan dalam pemahaman dan peningkatan fungsi kognitif dengan latihan memori The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 maupun aktivitas berpikir yang dapat mempertahankan kemampuan daya Dengan terpeliharanya fungsi kognitif lansia yang baik, maka akan memudahkan lansia untuk memahami setiap informasi yang baru salah yaitu tentang program pemerintah dan lansia akan bersedia secara sukarela untuk dilakukan vaksinasi COVID-19 sebagai bentuk herd immunity dan menghentikan penyebaran COVID-19. Beberapa peneliti lebih fokus kepada bagaimana agar cakupan vaksinasi COVID-19 pada lansia dapat terus Tidak ada peneliti yang berfokus pada apa kelemahan pada lansia sehingga tidak dapat dilakukan vaksinasi COVID-19 secara sukarela. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk Hubungan Fungsi Kognitif dengan Kesediaan Vaksinasi COVID-19 Pada Lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain digunakan pada penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross Populasi. Sampel. Sampling Penelitian ini berlokasi di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu melaksanakan vaksinasi COVID-19 dosis pertama dan kedua. Responden purposive sampling dengan besar sampel 53 responden. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah lansia yang DOI: 10. 32528/ijhs. telah melaksanakan vaksinasi COVID19 baik ke-1 atau ke-2, lansia berusia Ou60 tahun, lansia yang bersedia menjadi responden, dan lansia yang Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuisioner modifikasi MMSE (Mini Mental Status Examinatio. untuk variabel fungsi kognitif yang telah diuji validitas dan uji reliabilitas serta lembar kuisioner COVID-19 untuk variabel kesediaan dilakukan vaksinasi COVID-19. Hasil uji validitas kuisioner modifikasi MMSE (Mini Mental Status Examinatio. menunjukkan bahwa nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlatio. > rtabel sebesar 0,707 yang berarti pertanyaan pada kuisioner tersebut valid. Hasil uji reliabilitas kuisioner MMSE (Mini Mental Status Examinatio. menunjukkan bahwa nilai Alpha Cronbach . lebih besar dari 0,600, yang berarti instrument tersebut dinyatakan reliable atau memenuhi persyaratan. Penilaian MMSE diberikan berdasarkan jumlah item yang benar sempurna dimana skor yang makin rendah mengindikasikan performance yang buruk dan gangguan kognitif yang semakin parah. Skor total berkisar antara 0-30 . erformance sempurn. dengan kategori penilaian meliputi orientasi, registrasi, perhatian dan kalkulasi, mengingat, dan bahasa. Interpretasi MMSE berdasarkan skor total yang diperoleh yaitu skor 24-30 diinterpretasikan sebagai fungsi kognitif normal, skor 17-23 berarti probable gangguan kognitif, dan skor 0-16 berarti definite gangguan kognitif. Penilaian kesediaan vaksinasi dilakukan melalui 2 aspek penilaian tingkat kesediaan yang terdiri dari keinginan diri sendiri dan tidak The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 adanya paksaan dari pihak manapun serta keinginan memperoleh perihal yang menjadi tujuan tertentu. Jumlah pertanyaan dalam kuisioner kesediaan adalah 1 pertanyaan dengan 1 pertanyaan tambahan sebagai alasan jawaban AutidakAy. Kesediaan ini dinilai dari perilaku bersedia sebelum COVID-19. Interpretasi vaksinasi COVID-19 didasarkan pada jawaban yang diberikan pada saat pemeriksaan yaitu jawaban AuYAAy diinterpretasikan sebagai kesediaan sukarela, dan jawaban AuTIDAKAy diinterpretasikan sebagai kesediaan dengan tujuan tertentu. Persetujuan Etik Penelitian ini telah dinyatakan laik etik oleh Komite Etik Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Karya Husada Kediri dengan 531/EC/LPPM/STIKES/KH//XII/2021. HASIL Penyajian karakteristik responden meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, aktivitas, kegiatan yang sering dilakukan, riwayat penyakit, tinggal bersama, media elektronik yang digunakan sebagai sumber informasi, vaksinasi, masalah yang ada, perilaku ketika marah, dan harapan untuk diri Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Kuisioner Data Umum Saat Penelitian di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu. Januari 2022 No. Data Jenis Kelamin Usia Pendidikan Pekerjaan Aktivitas Kegiatan yang sering dilakukan Riwayat Penyakit DOI: 10. 32528/ijhs. Keterangan Perempuan Laki-laki Total 60-70 tahun 70-80 tahun >80 tahun Total Tidak Sekolah Dasar (SD) Menengah (SMP/SMA) Tinggi(Diploma/Sarjan. Total Tidak bekerja Wiraswasta Purna PNS Total Bekerja Di rumah saja Total Melihat Mendengar Melakukan hobi Lain-lain Total Hipertensi Diabetes Melitus The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Tinggal bersama Media eletronik Pengambil keputusan dalam Riwayat vaksinasi Masalah yang ada Perilaku ketika Harapan untuk diri Jantung Koroner Lain-lain Tidak ada Total Sendiri Suami/istri Anak/cucu Total Handphone Televisi Radio Koran Total Suami/ istri Anak/ cucu Diri sendiri Total Tidak Total Tidak Total Diam saja Membanting Barang Melampiaskan pada orang Lain-lain Total Diberikan kesehatan, rezeki, berkumpul dengan anak cucu Tidak ada harapan apaapa Total Berdasarakan tabel 1 diatas dapat dilihat sebagian besar responden . ,9%) berjenis kelamin laki-laki, sebagian besar responden . ,5%) berusia 60-70 tahun, hampir setengah dari responden . ,2%) berpendidikan (SMP/SMA), setengah dari responden . ,1%) wiraswasta, sebagian besar responden . ,9%) beraktivitas di rumah saja, hampir setengah dari responden . ,1%) melakukan hobi sebagai kegiatan yang sering dilakukan, hampir DOI: 10. 32528/ijhs. setengah dari responden . ,6%) tidak memiliki riwayat penyakit, sebagian besar responden . ,5%) tinggal bersama suami/ istri, hampir seluruh responden . ,2%) menggunakan televisi sebagai media elektronik yang sering dipakai untuk mendapatkan informasi, sebagian besar responden . ,4%) pengambil keputusan dalam keluarga adalah diri sendiri, seluruh dari responden . ,0%) tidak memiliki riwayat vaksinasi atau The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 responden . ,6%) tidak memiliki masalah yang belum terselesaikan, hampir seluruh responden . ,2%) memilih diam saja ketika sedang marah, dan seluruh dari responden . ,0%) memiliki harapan diusia saat ini untuk diberikan kesehatan, rezeki, bisa berkumpul dengan anak cucu. Tabel 2. Penjelasan Tentang Fungsi Kognitif dan Kesediaan dilakukan Vaksinasi COVID-19 Pada Lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu. Januari 2022 Data 1 Fungsi Kognitif Keterangan (%) Fungsi Kognitif Normal Probable Gangguan Kognitif Definite Gangguan Kognitif Total 2 Kesediaan dilakukan Bersedia Sukarela Vaksinasi COVID-19 Bersedia dengan Tujuan Tertentu Total Berdasarkan tabel 2 diatas gangguan kognitif, hampir seluruh menunjukkan bahwa hampir seluruh responden . ,1%) bersedia dilakukan responden . ,2%) memiliki fungsi vaksinasi COVID-19 dengan sukarela, kognitif normal, sebagian kecil dari dan sebagian kecil dari responden responden . ,8%) memiliki probable . ,9%) bersedia dilakukan vaksinasi gangguan kognitif, dan tidak satupun COVID-19 dengan tujuan tertentu. dari responden . %) memiliki definite Tabel 3. Penjelasan Tentang Hubungan Fungsi Kognitif dengan Kesediaan dilakukan Vaksinasi COVID-19 Pada Lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu. Januari 2022 Kesediaan Fungsi Kognitif Tujuan Tertentu Sukarela Normal Probable Definite Total Uji Chi square p-value = 0,0005 Berdasarkan tabel 3 diatas menunjukkan bahwa hampir seluruh responden . ,2%) memiliki fungsi DOI: 10. 32528/ijhs. =0,05 Total r=0,700 kognitif normal, hampir seluruh responden . ,2%) bersedia dilakukan vaksinasi COVID-19 dengan sukarela. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 dan tidak satupun dari responden . %) bersedia dilakukan vaksinasi COVID19 dengan tujuan tertentu. Sebagian kecil dari responden . ,8%) memiliki probable gangguan kognitif, sebagian kecil dari responden . ,9%) bersedia dilakukan vaksinasi COVID-19 dengan sukarela dan sebagian kecil dari responden . ,9%) bersedia dilakukan vaksinasi COVID-19 dengan tujuan Tidak satupun dari responden . %) memiliki definite gangguan Hal ini menunjukkan ada kecenderungan semakin normal fungsi kognitif pada lansia, maka lansia akan bersedia dengan sukarela dilakukan vaksinasi COVID-19. Berdasarkan hasil uji analisis menggunakan uji chisquare untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan kesediaan COVID-19 didapatkan nilai korelasi kuat . dengan nilai p-value 0,000 pada taraf signifikan (=0,. , nilai korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan fungsi kognitif dengan kesediaan dilakukan vaksinasi COVID-19 pada lansia berbanding lurus yang artinya semakin baik fungsi kognitif lansia maka kesediaan dengan sukarela pada lansia untuk dilakukan vaksinasi COVID-19 akan meningkat dan PEMBAHASAN Berdasarkan diketahui bahwa hampir seluruh responden . ,2%) memiliki fungsi kognitif normal, hampir seluruh responden . ,2%) bersedia dilakukan vaksinasi COVID-19 dengan sukarela, dan tidak satupun dari responden . %) bersedia dilakukan vaksinasi COVID19 dengan tujuan tertentu. Sebagian kecil dari responden . ,8%) memiliki probable gangguan kognitif, sebagian kecil dari responden . ,9%) bersedia dilakukan vaksinasi COVID-19 dengan DOI: 10. 32528/ijhs. sukarela dan sebagian kecil dari responden . ,9%) bersedia dilakukan vaksinasi COVID-19 dengan tujuan Tidak satupun dari responden . %) memiliki definite gangguan Berdasarkan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan kesediaan dilakukan vaksinasi COVID-19 diperoleh nilai korelasi kuat . dengan hasil p-value 0,000 pada taraf signifikan (=0,. , hasil tersebut menunjukkan bahwa H1 diterima yang menunjukkan adanya hubungan fungsi kognitif dengan COVID-19 Pada Lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu. Nilai korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan fungsi kognitif dengan COVID-19 pada lansia berbanding lurus yang artinya semakin baik fungsi kognitif lansia maka kesediaan dengan sukarela pada lansia untuk dilakukan vaksinasi COVID-19 akan meningkat dan sebaliknya. Lansia penurunan dalam mempelajari hal-hal Perubahan kognitif yang terjadi pada lansia, meliputi berkurangnya intelektual, berkurangnya efesiensi transmisi saraf di otak sehingga melambat dan banyak informasi hilang selama transisi (Ramli & Fadhillah. Selain itu, akan terjadi dalam mengakumulasi informasi baru dan mengambil informasi dari memori, serta kemampuan mengingat kejadian masa lalu lebih baik dibandingkan kemampuan mengingat yang baru saja terjadi (Manurung et al. , 2. Sehingga pemahaman yang lebih pelu The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 diberikan untuk menjadi pertimbangan lansia memutuskan atau melakukan suatu hal. Penelitian yang dilakukan Noor dan Merijanti tentang hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia membuktikan bahwa tingkat aktivitas fisik seseorang yang baik mempunyai hubungan dengan tingginya skor fungsi kognitif sedangkan lansia yang mengurangi durasi atau intensitas aktivitas fisik memungkinkan proses penurunan fungsi kognitifnya akan lebih cepat (Noor & Merijanti, 2. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan Noor dan Merijanti, dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan adanya hubungan antara fungsi kognitif dengan kesediaan dilakukan vaksinasi COVID-19 yang memiliki hasil hampir seluruh responden . ,2%) memiliki fungsi kognitif normal dengan COVID-19 dengan sukarela. Menurut peneliti adanya hubungan pada beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti keputusan lansia untuk tetap melakukan aktivitas pada usia mereka saat ini yang ditunjukkan dengan hampir setengah dari responden . ,1%) masih bekerja sebagai wiraswasta, sebagian besar responden . ,9%) memiliki aktivitas di rumah saja, dan hampir setengah dari responden memilih melakukan hobi Pekerjaan berhubungan mengaruskan seseorang untuk terus bekerja dan menghasilkan (Tyas Triwahyudianto. Demi memenuhi kebutuhan hidup tersebut. DOI: 10. 32528/ijhs. lansia berupaya untuk tetap sehat, terhindar dari virus COVID-19 dan pengambilan keputusan lansia untuk bersedia melakukan vaksin COVID19. Meskipun tidak semua responden memiliki jenjang pendidikan yang tinggi, namun semua responden tetap melakukan aktivitas baik didalam rumah maupun aktivitas di luar rumah. Lansia melakukan aktivitas yang menstimulasi otak seperti mencari informasi dan berita melalui televisi maupun telepon genggam, memiliki hobi seperti menjahit, menyanyi, berkebun, dan mengisi teka-teki silang. Dengan demikian fungsi kognitif lansia tetap terasah dengan baik. Dengan adanya fungsi kognitif yang baik memudahkan pada lansia untuk mendapatkan dan memahami informasi tentang program vaksinasi COVID-19. Selain itu, psikis pada lansia yang baik menjadi faktor kesediaan lansia untuk dilakukan vaksinasi COVID-19. Hal ini ditunjukkan dengan hampir seluruh responden . ,6%) tidak memiliki masalah yang belum terselesaikan dan tingkat emosional yang dimiliki lansia relatif baik ditunjukkan dengan hampir seluruh responden . ,2%) memilih untuk diam saja ketika sedang marah. Sejalan dengan Koampa et al . yang menyatakan bahwa stres berhubungan dengan kemandirian lansia (Koampa et , 2. Menurut peneliti juga demikian, karena lansia yang mandiri akan mempengaruhi pola pikir lansia untuk tidak bergantung dengan orang lain dan bisa mengambil keputusan dengan baik. Lansia yang bias memanajemen stress dengan baik memiliki kemnadirian yang baik. Halhal yang bisa menurunkan stress lansia yaitu adanya dukungan dari The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 orang lain, terpaparnya informasi dari media massa, maupun sikap optimis pada lansia yang ditunjukkan dengan memiliki harapan yang baik untuk dirinya sendiri dimasa depan. Hal ini ditunjukkan oleh sebagian besar responden . ,5%) tinggal bersama suami/ istri, hampir seluruh responden . ,2%) menggunakan televisi sebagai media elektronik yang sering dipakai sebagian besar responden . ,4%) pengambil keputusan dalam keluarga adalah diri sendiri, dan seluruh dari responden . ,0%) memiliki harapan diusia saat ini untuk diberikan kesehatan, rezeki, bisa berkumpul dengan anak cucu. Ada beberapa faktor kesedian baik faktor internal maupun faktor eksternal yang dikelola dengan baik oleh seseorang, akan cenderung memutuskan suatu hal yang tidak harus relevan bagi dirinya (Rusdiana, 2. Dengan demikian lansia yang memiliki fungsi kognitif yang baik maka akan meningkatkan kesediaan dengan sukarela untuk dilakukan vaksinasi COVID-19 karena memiliki kesadaran penuh mengenai pentingnya vaksinasi COVID-19 untuk mencegah dampak dari virus COVID19. Maka dari itu, untuk menjaga vaksinasi harus diberikan dukungan serta pengetahuan yang tepat sehingga kemunduran fungsi kognitif dapat tertunda dan program vaksinasi dapat terlaksana dengan baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan bermakna COVID-19. Hampir seluruh responden memiliki fungsi kognitif normal sehingga kemampuan untuk menerima DOI: 10. 32528/ijhs. informasi baru termasuk tentang program vaksinasi COVID-19 dapat diterima dengan baik, selain itu faktorfaktor pendukung lainnya juga didapatkan oleh lansia. Sehingga kesediaan lansia untuk dilakukan vaksinasi COVID-19 dengan sukarela SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki fungsi kognitif normal dan hampir seluruh vaksinasi COVID-19 dengan sukarela, maka dapat disimpulkan bahwa COVID-19 pada lansia di Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu dengan tingkat hubungan korelasi kuat yang artinya semakin baik fungsi kognitif lansia maka kesediaan dengan sukarela pada lansia untuk dilakukan vaksinasi COVID-19 akan meningkat dan DAFTAR PUSTAKA Dyah. Wirakhmi. , & Sumarni, . Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Lansia Tentang Upaya Pencegahan Covid-19 di Puskesmas Margadana Tegal. Prosiding. Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM) Purwokerto, 901Ae911. https://prosiding. id/index. hp/SNPPKM/article/view/964. Hak. Hubungan Gangguan Fungsi Kognitif Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Panti Werdha Theodora Makassar. Universitas Hasanuddin. Kediri. Vaksinasi Lansia Kota Kediri Capai 59,10 Persen. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Wali Kota Kediri Apresiasi Sinergi Seluruh Pihak. https://w. id/p/be rita/1019858/vaksinasi-lansiakota-kediri-capai-5910-persenwali-kota-kediri-apresiasi-sinergiseluruh-pihak. Koampa. Bidjuni. , & Onibala. Hubungan Antara Tingkat Stres Dengankemandirian Pada Orang Tualanjut Usia Di Desatombasian Atas Kecamatankawangkoan Barat. Jurnal Keperawatan, 3. Manurung. Karema. , & Maja. Gambaran fungsi kognitif pada lansia di Desa Koka Kecamatan Tombulu. E-CliniC, 4. Noor. , & Merijanti. Hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada Jurnal Biomedika Dan Kesehatan, 3. , 8Ae14. Ramli. , & Fadhillah. Faktor Mempengaruhi Fungsi Kognitif pada Lansia. Window of Nursing Journal, 22Ae Ratnawati, . Asuhan Keperawatan Gerontik. Pustaka