Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi e-ISSN: 2775-9822 Vol. No. November 2025. Page 1-11 PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA KREDIT TERHADAP PERMINTAAN KREDIT USAHA MIKRO PADA PT BANK MALUKU & MALUT KANTOR CABANG UTAMA DI KOTA AMBON) THE EFFECT OF CREDIT INTEREST RATE LEVEL ON DEMAND FOR MICRO BUSINESS CREDIT AT PT BANK MALUKU & MALUT MAIN BRANCH OFFICE IN AMBON CITY) Agustin MaitimuA*. Maryoni S Kainama2. Theodora F Tomasoa3 1,2,3Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pattimura Jalan Ir. Putuhena. Poka, 97233. Kecamatan Teluk Ambon. Maluku. Indonesia. *Email: agustingebby@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Tingkat Suku Bunga Kredit Terhadap Permintaan Kredit Usaha Mikro pada PT Bank Maluku & Malut Kantor Cabang Utama Kota Ambon. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dengan menggunakan data laporan keuangan khususnya laporan tingkat suku bunga kredit serta catatan atas laporan permintaan kredit usaha mikro pada PT Bank Maluku & Malut Kantor Cabang Pusat di Kota Ambon. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah regresi linear sederhana,uji asumsi klasik,serta uji hipotesis. Hasil penelitian ini diketahui variabel (X) atau Tingkat Suku Bunga Kredit berpengaruhsecara signifikan terhadap Permintaan Kredit Usaha Mikro Pada PT Bank Maluku & Malut Kantor Cabang Utama Di Kota Ambon karena nilai sig sebesar 0,002 lebih Kecil dari 0,05 dan t hitung -3,207 < t tabel 1,6710. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa apabila terjadi kenaikan pada variabel tingkat suku bunga kredit . sebesar 1% ,maka terjadi penurunan pada variabel permintaan kredit usaha mikro . ,begitupun juga sebaliknya. Kata kunci: Tingkat Suku Bunga Kredit. Permintaan Kredit Usaha Mikro Abstract This study aims to determine the effect of credit interest rates on the demand for micro-enterprise credit at PT Bank Maluku & Malut's main branch office in Ambon City. This research is a descriptive quantitative study. The data collection technique used is documentation, using financial report data, specifically credit interest rate reports and notes on microenterprise credit demand reports at PT Bank Maluku & Malut's main branch office in Ambon City. Data analysis techniques in this study include simple linear regression, classical assumption testing, and hypothesis testing. The results of this study indicate that variable (X) or credit interest rates have a significant effect on the demand for microenterprise credit at PT Bank Maluku & Malut's main branch office in Ambon City because the sig value of 0. 002 is smaller than 0. 05 and the calculated t-value is -3. 207 < t-table 1. Based on these results, it shows that if there is an increase in the credit interest rate variable . by 1%, there will be a decrease in the demand for micro-enterprise credit variable . , and vice versa. Keywords: Credit Interest Rates. Demand for Micro Business Credit Received 21th April 2025 Revised 15th September 2025 Accepted 21th October 2025 Published 15th November 2025 How to cite Maitimu. Kainama. , & Tomasoa. PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA KREDIT TERHADAP PERMINTAAN KREDIT USAHA MIKRO PADA PT. BANK MALUKU DAN MALUT KANTOR CABANG UTAMA DI KOTA AMBON. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi, 6. , 1-11. https://doi. org/10. 30598/kupna. DOI License Copyright This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License A2025 Author. Agustin Maitimu. Maryoni S Kainama. Theodora F Tomasoa Pendahuluan Ekonomi Indonesia merupakan salah satu ekonomi yang berkembang di dunia. Stabilitas ekonomi negara ini memungkinkan banyak usaha dan perusahaan untuk beroperasi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini berada dalam posisi stabil dari segi makroekonomi, fiskal-moneter, serta sektor keuangan secara keseluruhan. Perekonomian suatu negara digerakkan oleh sektor riil dan jasa, di mana untuk berkembang diperlukan suntikan dana berupa investasi atau modal kerja. Salah satu cara yang paling umum untuk memperoleh dana tersebut adalah melalui kredit perbankan. Menurut Kasmir . 6 : . menyatakan Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa Bank lainnya. Dalam dunia bisnis, ketersediaan modal usaha menjadi faktor utama dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis. Para pelaku usaha sering menghadapi tantangan dalam mendapatkan modal yang cukup untuk kebutuhan operasional dan ekspansi usaha mereka. Salah satu solusi yang sering digunakan adalah dengan mengajukan kredit modal usaha kepada lembaga keuangan seperti bank. Sebagai lembaga keuangan, bank memperoleh keuntungan dari selisih bunga yang diberikan kepada penabung dan bunga yang diterima dari peminjam. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), atau juga disebut sebagai usaha kecil dan menengah (UKM) adalah jenis perusahaan di Indonesia yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008. UMKM dapat berarti bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau badan usaha ukuran kecil. Perkembangan Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin lama semakin meningkat,terkhususnya di Kota Ambon. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran pelaku-pelaku usaha UMKM ketika berlangsungnya acara atau event-event besar dalam bentuk pameran pada waktu tertentu di Kota Ambon. "Jumlah UMKM terus berkembang setiap harinya. Data terakhir menunjukkan ada 14 ribu UMKM, namun saat ini masih banyak yang belum tercatat, dan jumlahnya sudah mencapai 60 ribu pelaku UMKM," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon. Marthin Keiluhu, pada Jumat, 29 Oktober 2022. Peningkatan UMKM ini juga merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan ekonomi di Kota Ambon. Namun UMKM sering kali menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan modal dan akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal. Oleh sebab itu untuk menjawab tantangan yang dihadapi , salah satu solusi untuk membantu mengatasi keterbatasan modal dan akses pembiayaan adalah dengan mengajukan kredit dalam hal ini jenis kredit yang dapat diajukan yaitu kredit uaha mikro. Kredit Mikro Utama Menurut Suwardjono . Kredit Mikro adalah : AuKredit Mikro adalah kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh bank untuk tujuan investasi dan/atau modal kerja kepada nasabah usaha mikro. Namun, dalam realisasinya, permintaan kredit usaha miro ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat suku bunga kredit. Suku bunga kredit, yang mencerminkan biaya pinjaman yang dibebankan kepada peminjam, menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan ekonomi, baik di kalangan masyarakat, pelaku usaha, maupun sektor perbankan. Besarnya suku bunga kredit ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan bank sentral, inflasi, risiko kredit, serta kondisi pasar dan perekonomian global. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Pengaruh Tingkat Suku Bunga Kredit a. Bagi lembaga perbankan, tingkat suku bunga kredit menjadi salah satu instrumen utama dalam menentukan strategi penyaluran pinjaman. Suku bunga kredit tidak hanya mencerminkan risiko dan keuntungan yang diharapkan oleh bank, tetapi juga mempengaruhi kemampuan bank dalam menarik simpanan masyarakat. Keseimbangan antara bunga kredit dan bunga simpanan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keuangan bank dan memperkuat peranannya sebagai perantara keuangan. Kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter, menjadi panduan utama bagi bank dalam menentukan suku bunga kredit. Perubahan tingkat suku bunga acuan (BI Rate atau BI7DRR) sering kali berpengaruh langsung pada bunga kredit yang ditawarkan oleh perbankan. Ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi, bunga kredit cenderung ikut naik, yang dapat memengaruhi permintaan kredit di sektor riil. Di Provinsi Maluku khususnya Kota Ambon, perbankan memainkan peranan yang penting dalam penyaluran kredit usaha. PT Bank Maluku Malut merupakan salah satu institusi keuangan yang beroperasi di Kota Ambon dan menyediakan berbagai produk kredit, termasuk kredit modal Namun, pengajuan kredit modal usaha tidak dapat dipisahkan dari pertimbangan tingkat suku bunga kredit yang ditawarkan oleh bank. Suku bunga kredit menjadi unsur krusial dalam pengajuan kredit modal usaha karena mempengaruhi biaya yang harus ditanggung oleh para pelaku usaha dalam mengambil kredit. Dalam konteks PT Bank Maluku Malut, tingkat suku bunga kredit yang diajukan oleh bank dapat menjadi faktor penentu dalam permintaan kredit modal usaha. Tingkat suku bunga kredit yang rendah akan memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dalam proses pelunasan kredit, sementara tingkat suku bunga yang tinggi dapat memberikan beban finansial yang berat, mempengaruhi keputusan para pelaku usaha untuk mengajukan kredit modal usaha. Hal ini bisa dilihat dari tingkat suku bunga pada PT Bank Mandiri (PERSERO)Tbk, yang dapat menjadi perbandingan dengan tingkat suku bunga kredit pada PT Bank Maluku & Malut Kantor Cabang Utama di Kota Ambon. Tabel 1. Tingkat Suku Bunga & Jumlah permintaan Kredit Mikro Pada PT Bank Mandiri (PERSERO)Tbk. Tahun 2019 Ae 2023 Tingkat Suku Bunga % JUMLAH PERMINTAAN TAHUN KREDIT Sumber: w. 17,5% 11,50% 11,25% 11,30% 11,30% 957,591,192 1,543,570,200 Berikut adalah data tingkat suku bunga kredit dan jumlah kredit PT. Bank Maluku & Malut Kantor Cabang Utama di Kota Ambon periode 5 tahun . sebagai berikut : Tabel 2. Tingkat Suku Bunga & Jumlah permintaan Kredit Mikro Pada PT Bank Maluku Malut KCU Ambon Tahun 2019 Ae 2023 Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Agustin Maitimu. Maryoni S Kainama. Theodora F Tomasoa Tingkat Suku Bunga % JUMLAH PERMINTAAN KREDIT 10,5% 9,5% 616,88 919,11 209,60 198,11 856,77 TAHUN Sumber: data primer diolah 2024 Dari dua tabel diatas menunjukan perkembangan jumlah permintaan kredit mikro antara Bank Mandiri dengan Bank Maluku, dimana pada Bank Mandiri di tahun 2020 & 2021 angka permintaan kredit mikro masih berkisar pada nominal 1 milyar lebih kemudia mengalami penurunan pada tahun 2022 dengan nominal 957,591,192, namun pada tahun berikutnya di tahun 2023 mengalami pertumbuhan dengan nominal yang sama pada tahun 2020 & 2021 berkisar 1 milyar lebih. Sedangkan pada Bank Maluku, hal yang sama juga mirip terjadi pada tahun 2022 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan namun pada tahun berikutnya terjadi penurunan permintaan kredit mikro dengan selisih yang sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya jumlah permintaan kredit dari kedua bank tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Pengaruh tingkat suku bunga terhadap permintaan kredit modal usaha menjadi topic penelitian yang menarik dalam bidang ekonomi dan keuangan. Beberapa penelitian sebelumnya telah mencatat adanya korelasi antara tingkat suku bunga kredit dengan permintaan kredit modal usaha. Beberapa penelitian terdahulu seperti,Eka Kartika Sari . pengaruh tingkat suku bunga kredit,jaminan kredit,dan jangka waktu pengembalian terhadap permintaan kur bank BNI Magelang menjelaskan bahwa tingkat suku bunga kredit,jaminan kredit,dan jangka waktu pengembalian secara simultan berpengaruh positif terhadap permintaan kredit usaha rakyat (KUR). Selanjutnya penelitian Janet Aprilia Siwi . ,analisis pengaruh tingkat suku bunga terhadap permintaan kredit pada bank umum di Indonesia tahun 2011-2017 menjelaskan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh negative dan signifikan terhadap permintaan kredit pada bank umu di Indonesia. Tinjauan Pustaka Teori Bank Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, bank adalah suatu badan usaha yang berfungsi untuk mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menurut Sigit Triandaru dan Totok Budisantoso . , fungsi utama bank adalah mengumpulkan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali untuk berbagai tujuan, yang berperan sebagai perantara keuangan . inancial Menurut Kasmir . jenis-jenis perbankan dapat dilihat dari segi fungsi dan Jenis bank dilihat dari segi fungsi terdiri dari bank perkreditan rakyat (BPR), bank sentral, bank umum. Jenis bank dilihat dari segi kepemilikan terdiri dari bank campuran, bank asing, bank pemerintah, bank swasta nasional, bank koperasi. Teori Tingkat Suku Bunga Bank Menurut Kasmir . , bunga bank dapat diartikan sebagai imbalan yang diberikan oleh bank kepada nasabah berdasarkan prinsip konvensional, yang berlaku pada nasabah yang membeli atau menjual produk bank. Bunga bank juga dapat dipahami sebagai biaya yang harus dibayar oleh nasabah yang memiliki simpanan kepada bank, serta biaya yang harus dibayar oleh nasabah yang menerima pinjaman dari bank. Suku bunga memiliki peran penting dalam perekonomian, karena mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen, investasi perusahaan. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Pengaruh Tingkat Suku Bunga Kredit a. dan kebijakan moneter. Suku bunga terdiri dari dua jenis yakni suku bunga simpanan dan Faktor-faktor yang mempengaruhi suku bunga kredit meliputi kebijakan pemerintah,laba yang diinginkan,jangka waktu,kualitas jaminan,hubungan baik,dan jaminan pihak Komponen dalam menentukan bunga kredit yaitu total biaya dana,biaya operasi,cadangan resiko kredit macet,laba yang diinginkan,dan pajak. Kemduian jenis-jenis pembebanan tingkat suku bunga kredit terdiri dari flate rate . unga merat. ,sliding rate . unga menuru. ,floating rate . unga Dalam kesimpulannya, suku bunga adalah tingkat bunga yang diterapkan pada pinjaman atau yang diperoleh dari simpanan atau investasi. Teori Kredit Usaha Mikro Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 14/22/PBI/2012 yang kemudian diperbarui dengan Peraturan Bank Indonesia No. 17/12/PBI/2015, kredit usaha mikro, atau yang biasa disebut kredit mikro, adalah pemberian pinjaman modal kepada pelaku usaha yang tergolong dalam kategori usaha mikro, kecil, atau menengah. Kredit mikro merupakan jenis pinjaman dengan jumlah yang relatif kecil, yang ditujukan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, khususnya mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap namun memiliki riwayat kredit yang baik. kredit mikro bertujuan untuk mendukung individu dalam berwirausaha dan memperoleh pendapatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Secara umum tujuan kredit ini pada dasarnya merupakan bentuk solidaritas terhadap sesama manusia yang membutuhkan, sehingga masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi dan pendidikan rendah tetap bisa mengembangkankemampuan dan keterampilannya dan mendapatkan kesejehteraan hidup yang lebih baik. Sasaran dari program kredit usaha mikro menurut Suwardjono . adalah kelompok masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan dan peningkatan kapasitas serta kemandirian melalui program-program Hal-hal penting dalam mengajukan kredit usaha mikro yaitu suku bunga, dokumen lengkap dan limit kredit. Hipotesis Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Suku Bunga Kredit dengan Permintaan Kredit Usaha Mikro. Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara Suku Bunga Kredit dengan Permintaan Kredit Usaha Mikro. Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakam dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. 1 Populasi Dan Sampel Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah data tingkat suku bunga kredit serta catatan atas laporan permintaan kredit usaha mikro pada PT. Bank Maluku & Malut Kantor Cabang Pusat Di Kota Ambon. Adapun sampel dari penelitian ini adalah data tingkat suku bunga kredit serta catatan atas laporan permintaan kredit usaha mikro untuk 5 tahun yaitu tahun 2019-2023 pada PT. Bank Maluku & Malut Kantor Cabang Pusat Di Kota Ambon. 2 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Agustin Maitimu. Maryoni S Kainama. Theodora F Tomasoa 3 Sumber Data Untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan penelitian ini maka dibutuhkan sumber data,maka dari itu peneliti menggunakan data sekunder. Data sekunder yang digunakan berupa data time series dan cross section yang merupakan data tahunan selama kurun waktu lima tahun ,yaitu tahun 2019 sampai dengan tahun 2023. mengenai laporan tingkat suku bunga dan jumlah permintaan kredit usaha mikro. 4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Menurut Sugiyono . defenisi operasional adalah penjelasan konkret tentang variabel yang digunakan dalam penelitian. Ini menggambarkan bagaimana variabel tersebut diukur atau diobservasi dalam konteks studi tertentu. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu Tingkat Suku Bunga Kredit (X) dan Permintaan Kredit Usaha Mikro(Y). Variabel penelitian ini terdiri dari suku bunga kredit diperoleh dari besarnya suku bunga bulanan selama 5 tahun terakhir yang diukur dengan satuan ukur persen (%),sedangkan permintaan kredit usaha mikro di peroleh dari besarnya kredit usaha mikro yang di minta oleh nasabah dan diukur dengan menggunakan satuan rupiah (R. 5 Teknik Analisis Data Rancangan analisis data adalah alat yang digunakan untuk menjawab permasalahan dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, rancangan analisis data yang akan digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel X . ingkat suku bunga kredi. terhadap variabel Y . ermintaan kredit usaha mikr. adalah Analisis Regresis Linear Sederhana. Uji Asumsi Klasik, dan Uji Hipotesis. Hasil dan Pembahasan 1 Uji Asumsi Klasik 1 Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi variabel terikat untuk setiap nilai variabel bebas tertentu berdistribusi normal atau tidak. Dasar pengambilan kesimpulan sebagaimana dikemukakan Ghozali . Jika data menyebar di sekitargaris diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi . Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Pengaruh Tingkat Suku Bunga Kredit a. Gambar . Gambar Grafik Histogram dan Normal P-P Plot Grafik histogram di kiri atas menunjukkan distribusi data yang berbentuk seperti lonceng, yang menandakan bahwa data tersebut terdistribusi normal. Sementara itu, pada gambar P-P Plots di kanan atas, pola grafik yang terbentuk menunjukkan bahwa regresi yang diperoleh sudah mengikuti distribusi normal, terlihat dari penyebaran titik yang berada cukup dekat dengan garis 2 Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas ialah bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan kepengamatan yang lain Metode yang digunakan untuk menguji heterokedastisitas dalam penelitian ini menggunakan grafik scatterplot. Analisis dari grafik tersebut adalah sebagai berikut: Jika terdapat pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur . ergelombang, melebar, kemudianmenyempi. , maka mengindikasikan telah terjadi . Jika tidak terdapat pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas. Gambar 2. Scatterplot Sumber: Data diolah SPSS, 2024 Hasil pengujian heteroskedastisitas menunjukkan tidak terdapat pola yang jelas dari titik-titik tersebut . ola tertentu yang teratur, seperti bergelombang, melebar, kemudian menyempi. dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa model regresi tidak memiliki gejala atau tidak terjadi heterokedastisitas, yang berarti bahwa tidak ada gangguan yang berarti dalam model regresi ini. 3 Uji Hipotesis 1 Uji t (Uji Koefisien Regresi Secara Parsia. Uji t dilakukan dengan membandingkan signifikansi t-hitung dan t tabel dengan menggunakan bantuan sofware SPSS 25 dengan ketentuan: Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Agustin Maitimu. Maryoni S Kainama. Theodora F Tomasoa . Apabila nilai t hitung Ou t tabel atau nilai signifikansi O . %) maka HCAditolak dan HCAditerima. Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat suku bunga kredit (X) terhadap permintaan kredit usaha mikro(Y). Apabila nilai t hitung O t tabel atau nilai signifikansi Ou . %) maka HCAditerima dan HCAditolak. Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat suku bunga kredit terhadap permintaan kredi tusaha mikro. Tabel 3. Hasil Uji t Coefficientsa Model (Constan. Tingkat SukuBunga Kredit (X) Dependent Variable: PermintaanKredit Usaha Mikro (Y) Sumber: Data diolah SPSS 25, 2024 Sig. Untuk menentukan t tabel digunakan statistika tabel t, batas signifikansi sebesar 0,05 dengan . n1 atau 60-1= 59. Sehingga diperoleh t tabel 1,6710. Maka: H0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat suku bunga kredit dengan permintaan kredit usaha mikro Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat suku bunga kredit dengan permintaan kredit usaha mikro Hasil uji t variabel tingkat suku bunga kredit (X) diperoleh nilai t hitung -3,207 < t tabel . ,6. , dengan tingkat signifikansi 0,002. Artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis dapat diterima. Arah koefisien regresi negative berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat suku bunga kredit dengan permintaan kredit usaha mikro. 2 Uji KoefisienDeterminasi (RA) Menurut Mudrajad . Uji Koefisien Determinasi adalah nilai besarnya persentase yang digunakan untuk mengukur besarnya sumbangsih sebuah variabel bebas (X) dalam menjelaskan perubahan variabel terikat (Y). Tabel 4. Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Square Model R Square Predictors: (Constan. Tingkat Suku Bunga Kredit (X) Dependent Variable: PermintaanKredit Usaha Mikro (Y) Sumber: Data diolah SPSS 25, 2024 Std. Error of the Estimate Berdasarkan tabel 4 hasil uji R2 dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (R Squar. yang diperoleh sebesar 0,389. Hal ini berarti 38,9% permintaan kredit usaha mikro dapat dijelaskan oleh tingkat suku bunga kredit. sisanya 61,1% permintaan kredit usaha mikro dipengaruhi oleh variabel- Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Pengaruh Tingkat Suku Bunga Kredit a. variabel lainnya diluar dalam penelitian ini. Seperti Jaminan kredit dan Jangka waktu pengembalian (Erika sari, 2. 3 Analisis Regresi Linear Sederhana Analisis ini untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variable independen mengalami kenaikan atau penurunan. Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model 1 (Constan. Tingkat SukuKredit Bunga(X) Dependent Variable: PermintaanKredit UsahaMikro (Y) Sumber: Data diolah SPSS, 2024 Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 4. 1 di atas maka diperoleh nilai konstanta . sebesar 3,256 dan nilai koefisien regresi . 174 sehingga dapat menghasilkan model persamaan regresi yang dapat dituliskan sebagai berikut: Y = 3. 256 (-3. 4 Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Suku Bunga Kredit (X) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Permintaan Kredit Usaha Mikro (Y). Dari analisis regresi sederhana diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -3. 174 dan bilangan konstantanya sebesar 3. Jadi persamaan regresinya Y = 3. 256 (-3. X 0,05. Nilai konstan untuk persamaan regresi adalah 3. 256 dengan parameter positif. Hal ini berarti apabila tingkat suku bunga (X)=0, maka permintaan kredit usaha mikro (Y) tetap atau konstan Hal ini juga dapat dijelaskan bahwa nilai konstanta . 256 adalah besarnya permintaan kredit usaha mikro tanpa memperhatikan tinggi rendahnya tingkat suku bunga atau pada saat tingkat suku bunga = 0 atau bersifat konstan. Kemudian Besar nilai koefisien regresi untuk variabel suku bunga kredit (X) adalah -3. 174 dengan parameter negatif. Koefisien regresi ini dapat dijelaskan bahwa jika terjadi kenaikan pada variabel suku bunga kredit (X) sebesar 1%, akan mengakibatkan terjadi penurunan pada variabel Permintaan Kredit Usaha Mikro (Y) sebesar -3. 174%, begitu juga sebaliknya jika terjadi penurunan pada variabel suku bunga kredit (X) sebesar1%, maka akan mengakibatkan terjadi kenaikan pada variabel permintaan kredit usaha mikro (Y) sebesar 3. 174 %. Hal ini menunjukan bahwa variabel tingkat suku bunga kredit . memiliki pengaruh terhadap variabel permintaan kredit usaha mikro . Apabila tingkat suku bunga kredit naik maka permintaan kredit usaha mikro mengalami penurunan, dan sebaliknya apabila tingkat suku bunga turun maka permintaan kredit usaha mikro mengalami kenaikan. Dari hasil uji hipotesis t tingkat suku bunga kredit memiliki pengaruh terhadap permintaan kredit usaha mikro. Dimana tingkat suku bunga kredit memiliki nilai t hitung yang diperoleh dari persamaan regresi yaitu -3,207 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,002. Selain itu hasil uji R2dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (R Squar. yang diperoleh sebesar 0,389. Hal ini berarti 38,9% permintaan kredit usaha mikro dapat dijelaskan oleh tingkat suku bunga kredit. sisanya 61,1% permintaan kredit usaha mikro dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya diluar Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi. Vol. No. November 2025 Agustin Maitimu. Maryoni S Kainama. Theodora F Tomasoa dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori ekonomi klasik yaitu kredit merupakan fungsi dari tingkat suku bunga kredit. Makin tinggi tingkat suku bunga kredit, maka keinginan untuk melakukan atau mengambil kredit usaha kecil semakin kecil. Hal ini sejalan dengan Boediono . Jika tingkat bunga rendah, permintaan pinjaman . cenderung meningkat karena lebih banyak investasi, modal kerja, dan konsumsi yang terjadi, dengan asumsi faktor lainnya tetap . eteris paribu. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian, maka kesimpulan yang dapat ditarik mengenai Pengaruh Tingkat Suku Bunga Kredit Terhadap Permintaan Kredit Usaha Mikro pada PT Bank Maluku & Malut KCU Ambon adalah Suku Bunga kredit mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Permintaan Kredit Usaha Mikro. Hal ini berarti jika terjadi kenaikan pada variabel suku bunga (X) sebesar satu satuan, akan mengakibatkan terjadi penurunan pada variabel Jumlah Kredit Usaha Mikro (Y). Tingkat suku bunga kredit memiliki nilai t hitung yang diperoleh dari persamaan regresi yaitu -3,207 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,002. Selain itu hasil uji R2dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (R Squar. yang diperoleh sebesar 0,389. Hal ini berarti 38,9% permintaan kredit usaha mikro dapat dijelaskan oleh tingkat suku bunga kredit. sisanya 61,1% permintaan kredit usaha mikro dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya diluar dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA