Kualitas Tidur dan Hubungannya dengan Kelelahan Kerja (Fatigu. pada Pengemudi Dump Truk di Pertambangan Arie Anggara*1. Hala Haidir2 1Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Fakultas Teknik. Universitas Indo Global Mandiri 2Perencanaan Wilayah dan Kota. Fakultas Teknik. Universitas Indo Global Mandiri Author's Email Correspondence (*): arie_anggara@uigm. ( 62852-1166-2. ABSTRAK Industri Pertambangan di Indonesia penyumbang terjadinya kecelakaan kerja sebesar 2,6%, salah satunya disebabkan oleh faktor kelelahan kerja. Kelelahan kerja merupakan kondisi tidur sesaat atau hilangnya kecepatan bereaksi dalam menampilkan keselamatan pada pekerja yang berdampak terjadinya kecelakaan pada pengemudi dump truk di pertambangan. Tujuan penelitian ini untuk menelaah penelitian sebelumnya mengenai keterkaitan kualitas tidur dengan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di Pertambangan. Artikel ini ditulis dengan metode kajian literatur . iterature revie. dan pendekatan PRISMA. Pencarian literature dengan database elektronik: Google Scholar dari tahun 2019-2023. Pemilihan artikel yang di review merupakan studi penting terkait kejadian kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di pertambangan. Dari hasil kajian literatur disimpulkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara kualitas tidur dan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di Pertambangan. Pengemudi dengan kualitas tidur yang buruk cenderung untuk mengalami kelelahan kerja di Pertambangan. Tingkat kelelahan kerja pada pengemudi dump truk mengalami peningkatan pada waktu sesaat sebelum jam istirahat . Pekerja sering mengalami sulit tidur lebih kurang 30 menit, secara kuantitas tidur kurang dari 7 jam. Pengusaha disarankan untuk melakukan pengelolaan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di pertambangan. Kata Kunci: Kualitas Tidur. Kelelahan kerja. Pengemudi Dump Truk. Pertambangan Published by: Article history : Tadulako University Received : 13 06 2024 Address: Received in revised form : 26 11 2024 Jl. Soekarno Hatta KM 9. Kota Palu. Sulawesi Tengah. Accepted : 11 12 2024 Indonesia. Available online : 31 12 2024 Phone: 6282290859075 licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Email: preventifjournal. fkm@gmail. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 ABSTRACT The mining industry in Indonesia contributes to 2. 6% of work accidents, one of which was caused by work Work fatigue is a condition of momentary sleep or loss of reaction speed in providing safety to workers, which results in accidents for dump truck drivers in mining. The aim of this research is to review previous research regarding the relationship between sleep quality and work fatigue among dump truck drivers in mining. This article was written using the literature review method and the PRISMA approach. Literature search with electronic databases: Google Scholar from 2019-2023. The selection of articles reviewed was an important study related to the incidence of work fatigue among dump truck drivers in mining. From the results of the literature review, it was concluded that there is a significant correlation between sleep quality and work fatigue among dump truck drivers in mining. Drivers with poor sleep quality tend to experience work fatigue in mining. The level of work fatigue among dump truck drivers increases immediately before break time . Workers often have difficulty sleeping for more than 30 minutes, with the quantity of sleep being less than 7 hours. Employers are advised to manage work fatigue among dump truck drivers in mining. Keywords : Sleep Quality. Work Fatigue. Dump Truck Drivers. Mining PENDAHULUAN Sektor pekerjaan yang paling berbahaya dengan tingginya risiko kecelakaan setiap tahunnya diantaranya adalah sektor pertambangan . Data Minerba tahun 2013 hingga 2021 terkait kecelakaan di sektor tambang menunjukan terdapat sebanyak 195 kasus kecelakaan dari 881 kejadian kecelakaan yang menyebabkan kematian . Berdasarkan penelitian Irfandi . di PT Semen Indonesia (Perser. , pada tahun 2015 hingga 2021 terdapat 14 kejadian kecelakaan yang berkaitan dengan kelelahan kerja di pertambangan . Selain itu pada tahun 2018, terdapat satu kejadian kecelakaan property damage yang disebabkan oleh kelelahan kerja . Diantara kejadian kecelakaan yang terjadi di pertambangan ini disebabkan oleh kelelahan kerja yang berkaitan dengan kualitas tidur seseorang . Berdasarkan data NSC (National Safety Counci. , sebanyak 90% perusahaan di Amerika memiliki dampak negatif dari kelelahan kerja, 43% diantaranya merasakan kondisi sangat lelah untuk dapat bekerja dengan aman . Kelelahan kerja menyebabkan menurunnya daya konsentrasi, tidur PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 , hilangnya kecepatan bereaksi, kejenuhan dan penurunan perhatian . Kesalahan fatal dalam bekerja seperti ini berpotensi untuk meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan kerja. Pengemudi Dump truk merupakan aktivitas utama pekerjaan di pertambangan yang memiliki potensi risiko kecelakaan yang tinggi berujung kematian . Dalam kegiatan produksi di pertambangan, dump truk digunakan untuk keperluan transportasi yang dikemudikan oleh pengemudi dengan sistem kerja shift selama 12 jam. Pengemudi dump truk merupakan pekerjaan berisiko mengalami kelelahan kerja dikarenakan beban kerja yang cukup tinggi . Aktivitas mengemudi dump truk menuntut untuk duduk dengan statis dalam waktu yang lama, posisi condong ke depan, ke belakang, memutar, dan miring yang berdampak pada kelelahan kerja . Berdasarkan penelitian terdahulu, tingkat kelelahan kerja pada pengemudi dump truk sebanyak 83 responden . ,3%) . Dan terdapat sebanyak 35,6% pengemudi dump truk mengalami kelelahan kerja pada tingkat berat . Data National Safety Counscil (NSC) menunjukan sebanyak 97% pekerja memiliki satu faktor risiko kelelahan di tempat kerja, dan lebih dari 80% menghadapi dua atau lebih faktor risiko . Faktor risiko tersebut diantaranya adalah faktor lingkungan kerja dan faktor individu yang berkaitan dengan kualitas tidur seseorang . Risiko rutinitas yang dialami pengemudi dump truk ini berpotensi menimbulkan kelelahan kerja dan kecelakaan kerja sehingga berdampak pada pekerjaan dan produktifitas kerja di pertambanagan . Dengan demikian kelelahan kerja berdampak besar terhadap keuangan perusahaan yang diakibatkan ketidakhadiran kerja, turunya produktivitas kerja, pembiayaan kesehatan dan kecelakaan yang diakibatkan kelelahan kerja di pertambangan . Dengan tingginya kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di pertambangan yang berdampak pada kecelakaan kerja, maka diperlukan kajian literatur terkait korelasi PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 kualitas tidur dengan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di pertambangan. Tujuan kajian literatur ini yaitu menelaah hasil penelitian terdahulu mengenai kualitas tidur dan hubungannya dengan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di pertambangan. METODE Metode penelitian ini menggunakan Literatur Review (Tinjauan literatu. dengan menggunakan metode PRISMA melalui Google Scholar pada tahun 2019 hingga tahun 2023 dengan tahapan Identifikasi Artikel. Penyaringan. Kelayakan Artikel dan Penyertaan Artikel dalam tinjauan akhir. Pencarian literatur dilakukan dengan Google Scholar dikarenakan memiliki akses luas ke berbagai sumber ilmiah, terintegrasi dengan alat manajemen referensi, serta memudahkan peneliti dalam melacak sitasi dan mengakses literatur relevan terkait kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di pertambangan. Bagan penelusuran literatur yang dilakukan dengan metode PRISMA pada Gambar 1. Kriteria eksklusi dan Inklusi dilakukan untuk memilih relevansi sebuah artikel yang akan Kriteria inklusi yaitu. Artikel pencarian dari Google Scholar dengan kata kunci kualitas tidur, kelelahan kerja . , pengemudi dump truk, dan pertambangan. Artikel merupakan diterbitkan pada tahun 2019 hingga tahun 2023. Artikel penelitian terkait variabel yang diperlukan dalam tinjauan literatur yang dapat diakses secara terbuka dan bereputasi. Kelayakan artikel berdasarkan judul dan abstrak dinilai secara langsung oleh penulis. Terdapat sebanyak 214 artikel yang telah didapatkan melalui penelusuran Google Scholar, dilanjutkan dengan melihat relevansi artikel berdasarkan judul sebanyak 31 artikel. Selanjutnya artikel diskrining berdasarkan abstrak sebanyak 19 artikel. Artikel yang telah diskrining dilanjutkan dengan melakukan skrining secara penuh sebanyak 12 artikel. Setelah dilakukan skrining secara penuh, didapatkan sebanyak 5 artikel yang terpilih yang telah memenuhi kriteria yang diteliti terkait kualitas tidur dan hubungannya dengan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di pertambangan. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 Google Schooler . = . Identifikasi total arcticle . = . Eksklusi . = . Di skrining berdasarkan abstrak . = . Eksklusi . = . Full text arcticle yang di skrining . = . Eksklusi . = . Arcticle yang diikutsertakan . = . Gambar 1. Bagan penelusuran literatur dengan Metode PRISMA HASIL Setelah melakukan penelusuran artikel terkait kualitas tidur, kelelahan kerja . , pengemudi dump truk, dan pertambangan, penulis menemukan 214 artikel yang berasal dari Google Scholar. Setelah ditelusuri dengan kata kunci yang telah ditentukan, didapatkan 5 artikel yang telah diseleksi serta sesuai korelasinya dengan penelitian terkait. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 Tabel 1. Review Jurnal Penelitian Peneliti Lestari et , . Judul Metode Sampel Hasil Faktor Penyebab Desain studi Tingkat Kelelahan crossKerja pada Pekerja sectional Tambang Pengolahan Bijih Emas Terdapat 1 responden . ,4%) dengan keadaan kelelahan yang dialami kondisi berat. Ada korelasi bermakna antara tingkat kelelahan dengan kualitas tidur. Setiawan et al. Tingkat Kelelahan Desain studi Kerja pada crossPengemudi Dump sectional Truk. Terdapat sebanyak 74,1% responden mengalami lelah ringan. Nurahma et al. Hubungan Beban Desain studi Kerja dan Kualitas crossTidur dengan sectional Kelelahan Kerja pada Pengemudi Dump Truk di Tambang Batubara Sebanyak 61,8% mengalami kualitas tidur yang rendah dengan waktu tidur <7 jam. Ada relasi bermakna antara kelelahan kerja dengan kualitas tidur pada pengemudi dump truk di tambang batubara . value=0,. Sunuh Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Karakteristik Pengemudi truk di Tambang Alindau Penelitian Sebanyak 18 informan mengalami tingkat kelelahan sedang dengan usia < 44 tahun. RofiAoi . Faktor Risiko Desain studi Kelelahan kerja tidak crossTerkait Pekerjaan sectional pada Pengemudi Dump Truk PT Y. Ada korelasi waktu tidur terhadap kelelahan kerja yang diukur dengan 3 pengukuran kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di pertambangan (IFRC . -value=0,. FAS . -value=0,. dan SOFI . -value=0,. Sumber: Artikel penelitian terdahulu yang direview PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 PEMBAHASAN Occupational Health and Safety (OHS) atau K3 merupakan hal yang sangat penting dibutuhkan di setiap alur proses industri pertambangan dalam mencegah terjadinya kecelakaan, penyakit dan kerugian akibat kerja di pertambangan. Fatigue atau kelelahan kerja merupakan sebagian penyebab dari kecelakaan kerja di pertambangan . Kelelahan kerja adalah reaksi terhadap stres psikososial selama periode waktu tertentu yang menyebabkan menurunnya motivasi pekerja sebagai dampak kelelahan kerja . Berdasarkan penelitian di PT. X Cirebon, terdapat sebanyak 33 responden . ,5%) mengalami kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di Pertambangan . Faktor risiko kelelahan kerja ini di antaranya adalah waktu tidur yang berdampak pada kualitas tidur . Kuantitas tidur memiliki koefisien korelasi negatif yang menunjukkan semakin rendah kuantitas tidur seseorang maka tingkat kelelahan kerja semakin tinggi . Pengemudi dump truk mengalami peningkatan kelelahan kerja yang memuncak pada waktu sebelum jam istirahat . am 12 sian. Pengemudi sering mengalami kesulitan untuk tidur selama 30 menit, sehingga secara kuantitas tidur kurang dari 7 jam. Kesulitan tidur pada pengemudi diantaranya disebabkan oleh adanya aktivitas lain yang dilakukan teman sekamar dan lingkungan kamar yang tidak nyaman . Selain itu, saat malam hari pengemudi mengalami waktu tidur yang terganggu yang mana seharusnya beristirahat untuk pemulihan energi, tetapi diharuskan tidak tidur karena bekerja . Dengan tingginya beban kerja pada pengemudi dump truk di pertambanagan maka diperlukan pengelolahan kelelahan kerja dengan baik diantaranya melakukan safety talk selama 5 menit untuk mengedukasi terkait kelelahan kerja, pentingnya menjaga kualitas tidur dan menanyakan kondisi kesiapan sebelum bekerja . Selain itu pengemudi diharapkan melakukan peregangan dan istirahat 30 menit setiap 4 jam setelah berkendara dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di pertambangan . PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 Berdasarkan Peraturan Kep Dirjen Minerba 185 tahun 2019, pengelolaan kelelahan kerja atau fatigue di pertambangan sebagai berikut . Mengidentifikasi. Mengevaluasi dan Mengendalikan faktor pemicu kelelahan pada Upaya ini mengacu pada prinsip-prinsip hirarki pengendalian bahaya di tempat kerja. Mengadakan training serta penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dalam mencegah kelelahan kerja pada pekerja di tambang. Yang mana kegiatan dilakukan sesuai faktor risiko kelelahan pada pekerja. Pengaturan pola gilir kerja (Shif. pada pekerja. Pola pergiliran pada pekerja dilakukan dengan mempertimbangkan kebijakan, ketentuan perundang-undangan, kepastian dalam bekerja, beban kerja, dan kondisi lingkungan kerja. Menilai dan mengelola tingkat kelelahan kerja saat sebelum kerja dan pekerjaan Dari hasil penilaian kemudian ditindaklanjuti untuk mengatur dan mengelola kelelahan kerja di pertambangan. KESIMPULAN DAN SARAN Dari kajian literatur disimpulkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara kualitas tidur dan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di Pertambangan. Semakin buruk kualitas tidur pada pengemudi maka akan berpengaruh terhadap kelelahan kerja, sehingga berisiko terjadinya kecelakaan kerja di pertambangan. Tingkat kelelahan pada pengemudi meningkat pada waktu sebelum jam 12 siang. Pekerja sering mengalami sulit tidur lebih kurang 30 menit sebelum tidur dengan kuantitas tidur kurang dari 7 jam. Pengusaha disarankan untuk melakukan pengelolaan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di pertambangan dengan cara: . Mengidentifikasi. Mengevaluasi dan mengendalikan faktor pemicu kelelahan kerja dengan prinsip hirarki pengendalian bahaya. Mengadakan training dan penyuluhan. Pengaturan pola gilir kerja (Shif. pada pekerja. Menilai dan mengelola tingkat kelelahan kerja saat sebelum dan pekerjaan berlangsung. Selain itu. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 3 melakukan safety talk untuk menanyakan kondisi kesehatan dan kesiapan pengemudi dump truk sebelum bekerja. DAFTAR PUSTAKA