Vol. 6 No. Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar ISSN: 2722-5224 (Onlin. 2721-3935 (Prin. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/edukasi Analisis Kepraktisan Pengembangan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Pencegahan Bullying Siswa SD di Bali I Nyoman Sudiana1. Ida Ayu Made Darmayanti 2. I Putu Mas Dewantara3. I Made Hendra Sukmayasa4A. Ni Nyoman Kurnia Wati5 1,2,3,4 Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia 5 STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Indonesia Abstrak Pendidikan Indonesia mengalami permasalahan literasi dan Bullying, yakni literasi siswa sekolah dasar yang masih rendah, dan masih maraknya peristiwa Bullying di kalangan Permasalahan ini sangat penting dipecahkan untuk mencapai Visi Indonesia Emas Kemampuan literasi siswa harus ditingkatkan dan perilaku Bullying yang bisa memberikan efek negatif terhadap perkembangan mental dan emosional siswa wajib Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepraktisan pengembangan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis THK untuk meningkatkan kemampuan literasi dan pencegahan Bullying siswa SD di Bali. Metode penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan desain ADDIE (Analysis. Design. Development. Implement, and Evaluat. Penelitian ini akan dilakukan pada 9 lokasi yang tersebar di 9 kabupaten/kota yang ada di Bali. Penelitian dilakukan melalui 3 tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, observasi, dan metode kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data deskriptif kuantitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa kepraktisan penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dan pencegahan Bullying siswa SD di Bali berada pada katagori sangat praktis . ,74%). Secara umum E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis Tri Hita Karana sudah sangat baik, menarik dan mampu meningkatkan semangat siswa dalam mempelajari materi Bahasa Indonesia. Kata Kunci: kepraktisan. E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif. Tri Hita Karana. kemampuan literasi. pencegahan bullying Abstract Indonesian education is experiencing literacy and bullying problems, namely elementary school students' literacy is still low, and bullying incidents are still rampant among students. It is very important to solve this problem to achieve the Golden Indonesia Vision 2045. Students' literacy skills must be improved and bullying behavior which can have a negative effect on students' mental and emotional development must be minimized. The aim of this research is to determine the practicality of developing THK-based Interactive Indonesian Language E-LKPD to improve literacy skills and prevent bullying of elementary school students in Bali. This research method uses the development method with the ADDIE design (Analysis. Design. Development. Implement, and Evaluat. This research will be carried out at 9 locations spread across 9 districts/cities in Bali. The research was carried out in 3 stages, namely: preparation stage, implementation stage, and final research stage. The data collection methods used are test methods, observation and questionnaire methods. The data analysis Edukasi : Jurnal Pendidikan Dasar, 6 . 2025 | 101 method used is a quantitative descriptive data analysis method. Based on the research that has been conducted, it is concluded that the practicality of using Interactive Indonesian Language E-LKPD based on Tri Hita Karana in an effort to improve literacy skills and prevent bullying of elementary school students in Bali is in the very practical category . 74%). In general, the Interactive Indonesian Language E-LKPD based on Tri Hita Karana is very good, interesting and able to increase students' enthusiasm in studying Indonesian language material. Keywords: practicality. Interactive Indonesian E-LKPD. Tri Hita Karana, literacy skills, bullying Copyright . 2025 Yona This is an open access article under the CCAeBY-SA license A Corresponding author: I Made Hendra Sukmayasa Email Address : mahendra_pemo@yahoo. Received 15 July 2025. Accepted 3 September 2025. Published 12 September 2024 DOI: https://doi. org/10. 55115/edukasi. Publisher: Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter, dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta kehidupan Pendidikan di Indonesia merupakan upaya yang sistematis dan terstruktur untuk mengembangkan potensi individu melalui pembelajaran, baik di tingkat formal, nonformal, maupun informal. Sistem pendidikan formal di Indonesia mencakup jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Namun, realita di dunia pendidikan Indonesia saat ini menunjukkan masih banyak terjadi permasalahan yang menjadi perhatian utama pemerintah pusat maupun daerah. Permasalahan tersebut adalah rendahnya kemampuan literasi siswa, dan masih tingginya perilaku Bullying di sekolah. Literasi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak. Kemampuan membaca yang baik tidak hanya berdampak pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk keterampilan kritis dan emosional anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Di era globalisasi yang semakin berkembang pesat, kemampuan literasi menjadi landasan penting dalam kehidupan, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Literasi yang baik dapat membantu individu memahami informasi secara lebih mendalam dan memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam kehidupan seharihari. Menurut data Programme for International Students Assessment (PISA) anak dan remaja di Indonesia mengalami 15% intimidasi, 19% dikucilkan, 22% dihina, 14% diancam, 18% didorong sampai dipukul teman, dan 20% digosipkan kabar buruk. Selain itu. UNICEF juga mencatat bahwa Indonesia memiliki posisi yang lebih tinggi terkait tingkat kekerasan anak, apabila dibandingkan negara Asia lainnya seperti Vietnam. Nepal maupun Kamboja (Oktaviani, 2023. Almizri, 2022. Elmahera,2. Di sisi lain. Bullying atau perundungan telah menjadi salah satu masalah serius yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Perundungan dapat berbentuk fisik, verbal, maupun digital . yberBullyin. , yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik korban. Penelitian menunjukkan bahwa perundungan tidak hanya mempengaruhi korban secara langsung, tetapi juga memengaruhi iklim sosial di sekolah, membuat lingkungan belajar menjadi tidak nyaman dan tidak aman. Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ditemukan bahwa sebanyak 861 kekerasan pada anak terjadi di lingkungan satuan 102 | Edukasi : Jurnal Pendidikan Dasar, 6 . 2025 pendidikan (RRI,2. Perilaku Bullying pada jenjang pendidikan pun juga terjadi di Bali. Berdasarkan data dari Polresta Denpasar Bali, ditemukan bahwa terdapat 23 kasus Bullying yang dilaporkan sepanjang bulan Januari-September 2023 (Polresta Denpasar, 2. Kasus Bullying ini harus diberikan perhatian yang khusus semenjak dini. Hal itu dikarenakan perilaku Bullying dapat mengganggu perkembangan mental dan emosional siswa (Sukmawati, 2022. Zulqurnain, 2022. Khairunisa, 2. Salah satu faktor penyebab tingginya kasus Bullying adalah kurangnya literasi dikalangan pelajar (Ibnu,2023. Djamzuri, 2. Pada tahun 2023 kompetensi literasi siswa sekolah dasar di Indonesia yakni sebesar 61,53% (Kompas, 2023. Ashari, 2023. Alamsyah. Rendahnya kemampuan literasi siswa sekolah dasar juga ditemukan dalam beberapa Pada penelitian tersebut dinyatakan bahwa rata-rata persentase kemampuan literasi yang dikuasai siswa sekolah dasar masih di bawah 60% (Anggraeni, 2023. Harahap. Literasi siswa sekolah dasar mengacu pada kemampuan dasar anak-anak dalam membaca, menulis, memahami, dan menggunakan informasi secara efektif. Di usia sekolah dasar, literasi tidak hanya mencakup kemampuan teknis membaca huruf dan kata, tetapi juga keterampilan dalam memahami teks, berpikir kritis, dan menganalisis informasi. Pada tahap ini, literasi berperan penting dalam membentuk fondasi pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk perkembangan akademik dan sosial anak ke depannya. Rendahnya kemampuan literasi siswa sekolah dasar juga terjadi di provinsi Bali. Berdasarkan data yang diperoleh dari website Satu Data Indonesia Provinsi Bali ditemukan bahwa rata-rata kemampuan literasi siswa sekolah dasar di Bali sebesar 56,34% (Satu Data Indonesia Provinsi Bali, 2. Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan literasi siswa sekolah dasar di Bali lebih rendah daripada rata-rata kemampuan literasi siswa sekolah dasar di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan ini berbagai upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengadakan berbagai pelatihan kepada guru sekolah dasar guna meningkatkan kemampuan literasi siswa (Sudiana, 2021. Sukmayasa, 2. Berdasarkan pemaparan di atas, kemampuan literasi dan perilaku Bullying siswa sekolah dasar, khususnya di Bali, harus diberikan perhatian yang serius semenjak dini. Maka dari itu, pada penelitian ini akan mengambil judul tentang pengembangan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK untuk meningkatkan kemampuan literasi dan pencegahan Bullying siswa SD di Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengembangkan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana (THK). Filosofi THK mengajarkan keharmonisan berkehidupan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan lingkungan. Filosofi ini sangatlah cocok digunakan untuk memberikan wawasan kepada siswa untuk selalu menjaga keharmonisan antar sesama sehingga perilaku Bullying dapat dicegah sejak dini. Pada E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis THK akan berisikan tugas-tugas siswa untuk membaca berbagai narasi cerita berupa tulisan maupun video yang berhubungan dengan bahayanya perilaku Bullying. Selain itu, pada E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis THK akan disediakan berbagai soal-soal menantang yang dikreasikan dengan menggunakan berbagai macam permainan. Dengan pemecahan masalah seperti ini, diharapkan siswa lebih bersemangat dalam meningkatkan kemampuan literasi dan memahami bahwa perilaku Bullying tidak baik untuk dilakukan. METODE Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan desain ADDIE (Analysis. Design. Development. Implement, and Evaluat. Penelitian ini akan dilakukan di 9 lokasi yang Edukasi : Jurnal Pendidikan Dasar, 6 . 2025 | 103 tersebar di 9 kabupaten/kota yang ada di Bali. Tahapan penelitian meliputi 3 tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir penelitian. Diagram alir penelitian ini adalah sebagai berikut. Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Secara garis besar, pengembangan produk E-LKPD interaktif dapat disajikan dalam bagan alur kegiatan penelitian sebagai berikut. Tahap persiapan penelitian Pada tahap persiapan dilakukan observasi terhadap permasalahan yang terjadi, kemudian mengkaji dengan teori dan studi literatur, dan melakukan permohonan ijin penelitian pada sekolah yang dituju. Tahap pelaksanaan penelitian Pada tahap pelaksanaan penelitian dilakukan langkah-langkah pengembangan ADDIE Analysis (Analisi. Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan, menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) dan Acuan Tujuan Pembelajaran (ATP), dan menyusun petunjuk E-LKPD. 104 | Edukasi : Jurnal Pendidikan Dasar, 6 . 2025 b. Design (Perencanaa. Pada tahap ini dilakukan konsep produk, merancang tampilan, memilih tema, dan membuat kuis ataupun penilaian yang interaktif. Development (Pengembanga. Pada tahap ini dilakukan tahap pengembangan produk dan tahap validasi produk. Implement (Implementas. Pada tahap ini dilakukan uji ahli dengan 9 orang judges, yaitu 3 orang ahli isi, 3 orang ahli media, dan 3 orang bahasa, validasi produk, uji coba kelompok kecil, validasi produk, uji lapangan, dan uji efektivitas. Evaluate (Evaluas. Pada tahap ini dilakukan evaluasi, penyempurnaan produk, dan penyebarluasan Tahap akhir penelitian Tahap akhir penelitian dilakukan dengan menyusun laporan hasil penelitian, menyusun laporan pertanggungjawaban, menyusun luaran penelitian yang ditargetkan pada penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, observasi, dan metode Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data deskriptif Indikator pencapaian yang ditargetkan pada penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan literasi dan pemahaman dampak dari perilaku bullying siswa, sehingga perilaku bullying siswa sekolah dasar di Bali dapat diminimalkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . Hasil Pengujian Kepraktisan Secara Terbatas/Kelompok Kecil Hasil Pengujian kepraktisan secara terbatas/kelompok kecil penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana (THK) dilakukan di tiga sekolah di Kabupaten Buleleng yaitu: . SDN 1 Baktiseraga, . SDN 2 Liligundi, dan . SDN 4 Banyuasri. Adapun hasil pengujiannya adalah sebagai berikut. Tabel 01. Hasil Penilaian Kepraktisan Produk Secara Terbatas/Kelompok Kecil Penilai Pernyataan Total Materi pada E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK mudah dipahami guru Penyajian materi pada E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dapat dipelajari secara 5 Uraian materi. LKPD dan latihan yang ada pada E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis 4 THK jelas dan sederhana E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK praktis dikerjakan siswa Edukasi : Jurnal Pendidikan Dasar, 6 . 2025 | 105 E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK mudah digunakan guru Tampilan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK menarik perhatian siswa untuk 4 mendalami materi Isi materi dalam E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dilengkapi dengan ilustrasi, gambar, dan video yang sesuai dengan Ukuran huruf pada E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK terbaca dengan jelas Kombinasi warna yang akan dipergunakan pada E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis 5 THK menarik Penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dalam pembelajaran efisien dan 4 dapat menghemat waktu E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dapat membantu penyampaian materi 4 pembelajaran sesuai tingkat perkembangan siswa E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dapat menunjang kegiatan pembelajaran 5 dalam memenuhi tuntutan kurikulum merdeka E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dapat digunakan secara fleksibel E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK kemampuan literasi dan pencegahan bullying E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK cocok diterapkan pada materi pembelajaran 5 Bahasa Indonesia Total Rata-rata 14,27 Rata-rata persentase 95,11% Kategori Sangat Praktis Berdasarkan Tabel 01 di atas, menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana (THK) secara terbatas/kelompok kecil mendapatkan rata-rata persentase sebesar 95,11% sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana (THK) berada pada kategori sangat praktis. 106 | Edukasi : Jurnal Pendidikan Dasar, 6 . Hasil Pengujian Kepraktisan Uji Lapangan/Kelompok Besar Pengujian kepraktisan lapangan/uji kelompok besar penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana dilakukan di sembilan sekolah yang tersebar di 9 Kabupaten yang ada di Bali yaitu: . SDN 1 Blahkiuh (Kabupaten Badun. , . SDN Bayung Cerik (Kabupaten Bangl. , . SDN 2 Petandakan (Kabupaten Bulelen. , . SDN 3 Renon (Kodya Denpasa. , . SDN 1 Buahan (Kabupaten Gianya. , . SDN 2 Tianyar Tengah (Kabupaten Karangase. , . SDN 2 Takmung (Kabupaten Klungkun. , . SDN 4 Batuagung (Kabupaten Negar. , dan . SDN 4 Babahan (Kabupaten Tabana. Adapun hasil pengujiannya adalah sebagai berikut. Tabel 02. Hasil Penilaian Kepraktisan Produk Pada Uji Lapangan/Kelompok Besar Penilai Pernyataan Total Materi E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dipahami guru Penyajian materi pada ELKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK 4 dapat dipelajari secara Uraian materi. LKPD dan latihan yang ada pada ELKPD Bahasa Indonesia 4 Interaktif Berbasis THK jelas dan sederhana E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK 4 praktis dikerjakan siswa E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK 4 mudah digunakan guru Tampilan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK menarik 4 perhatian siswa untuk mendalami materi Isi materi dalam E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dilengkapi dengan ilustrasi, gambar, dan video yang sesuai dengan materi. Ukuran huruf pada E- 4 LKPD Bahasa Indonesia Edukasi : Jurnal Pendidikan Dasar, 6 . 2025 | 107 Interaktif Berbasis terbaca dengan jelas THK Kombinasi warna yang akan dipergunakan pada ELKPD Bahasa Indonesia 4 Interaktif Berbasis THK Penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK pembelajaran efisien dan dapat menghemat waktu E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dapat menunjang kegiatan kurikulum merdeka E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dapat digunakan secara E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK kemampuan literasi dan pencegahan bullying siswa. E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK cocok diterapkan pada 4 Bahasa Indonesia Total Rata-rata 41,73 Rata-rata persentase 92,74 Kategori Sangat Praktis 108 | Edukasi : Jurnal Pendidikan Dasar, 6 . 2025 Berdasarkan Tabel 02 di atas, menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana (THK) pada pengujian kelapangan/kelompok besar mendapatkan rata-rata persentase sebesar 92,74% sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana (THK) berada pada kategori sangat praktis. Pembahasan Produk yang dihasilkan adalah lembar kerja peserta didik (LKPD) elektronik yang interaktif berbasis Tri Hita Karana pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV sekolah E-LKPD interaktif ini terdiri dari 4 bab dengan masing-masing babnya terdiri dari 4 Adapun rancang bangun dari produk E-LKPD interaktif berbasis Tri Hita Karana pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar. Langkah penelitian pengembangan ini mulai dari rancangan produk, validitas, uji kepraktisan, dan efektivitas Salah satu uji yang menjadi penentu kualitas produk E-LKPD interaktif berbasis Tri Hita Karana adalah uji kepraktisan. Uji kepraktisan produk LKPD (Lembar Kerja Peserta Didi. sangat penting untuk memastikan bahwa LKPD dapat digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran. Uji kepraktisan membantu menilai LKPD mudah atau tidaknya digunakan oleh siswa dan guru. LKPD yang dirancang harus sesusi dengan instruksi yang jelas, format yang mudah dipahami, dan aktivitas yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Melalui uji kepraktisan, pengembang LKPD dapat mengidentifikasi kelemahan-kelemahan teknis seperti tata letak, struktur soal, atau media interaktif yang mungkin tidak berjalan dengan baik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa LKPD dapat digunakan tanpa hambatan teknis selama proses Pengujian tingkat kepraktisan E-LKPD interaktif berbasis Tri Hita Karana ini dilakukan dua jenis yaitu secara terbatas/kelompok kecil dan uji lapangan/kelompok besar. Pengujian kepraktisan secara terbatas/kelompok kecil penggunaan E-LKPD dilakukan di tiga sekolah di Kabupaten Buleleng yaitu: . SDN 1 Baktiseraga, . SDN 2 Liligundi, dan . SDN 4 Banyuasri. Hasil dari kepraktisan uji terbatas menunjukkan produk sangat praktis dengan rata-rata 95,11%. Beberapa input yang diberikan guru terkait dengan penggunaan E-LKPD interaktif berbasis Tri Hita Karana ini dapat diuraikan sebagai berikut. E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK mudah digunakan guru. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan ELKPD dapat dilakukan tanpa banyak pertanyaan dari guru dan juga siswa. Tampilan ELKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK menarik perhatian siswa untuk mendalami Materi yang disampaikan dikemas dalam video dan cerita serta diselingi dengan soalsoal interaktif yang sangat menarik bagi siswa. Isi materi dalam E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK dilengkapi dengan ilustrasi, gambar, dan video yang sesuai dengan Video dan cerita membantu memvisualisasikan konsep yang sulit dipahami, terutama bagi siswa yang memiliki gaya belajar visual dan auditori. Melalui narasi cerita dan ilustrasi visual, siswa lebih mudah memahami materi pelajaran. Video atau cerita dapat diselingi dengan diskusi interaktif atau kegiatan berbasis cerita, yang membantu siswa untuk lebih aktif terlibat dan berpikir kritis. Ukuran huruf pada E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK terbaca dengan jelas. Kombinasi warna yang dipergunakan pada E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK menarik. Warna yang cenderung cerah dan kontras menyebabkan LKPD mudah dibaca dan menarik bagi siswa. Beberapa kekurangan yang disampaikan guru pada uji terbatas ini terhadap E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana adalah masih ada beberapa kalimat yang Edukasi : Jurnal Pendidikan Dasar, 6 . 2025 | 109 salah ketik, penggunaan awalan ada yang masih salah ketik terutama pada penulisan Namun, semua itu bukan hal yang prinsip dan dapat diperbaiki pada langkah Harapan guru-guru bahwa dengan adanya E-LKPD ini akan dapat merangsang siswa untuk lebih senang membaca dan juga memahami nilai-nilai kearifan lokal khususnya Tri Hita Karana. Tri Hita Karana sangat baik diterapkan dalam pembelajaran karena tidak hanya memberikan pemahaman tentang bullying namun juga dapat memberikan pemahaman pada siswa tentang adanya keharmonisan dengan Tuhan/pencipta dan juga lingkungan. Jika pembiasaan dengan nilai THK ini dapat dilakukan setiap hari baik dalam proses pembelajaran ataupun diluar kelas maka akan muncul siswa-siswa yang berkarakter. Setelah diperbaiki sesuai masukan pada uji terbatas, maka selanjutnya dilakukan uji lapangan/kelompok besar. Pengujian kepraktisan lapangan/uji kelompok besar penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana dilakukan di sembilan sekolah yang tersebar di 9 Kabupaten yang ada di Bali yaitu: . SDN 1 Blahkiuh (Kabupaten Badun. , . SDN Bayung Cerik (Kabupaten Bangl. , . SDN 2 Petandakan (Kabupaten Bulelen. , . SDN 3 Renon (Kodya Denpasa. , . SDN 1 Buahan (Kabupaten Gianya. , . SDN 2 Tianyar Tengah (Kabupaten Karangase. , . SDN 2 Takmung (Kabupaten Klungkun. , . SDN 4 Batuagung (Kabupaten Negar. , dan . SDN 4 Babahan (Kabupaten Tabana. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa tingkat kepraktisan pada uji lapangan/kelompok besar penggunaan ELKPD sangat praktis dengan rata-rata 92,74%. Secara umum. E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis Tri Hita Karana yang telah dirancang sudah sangat baik dan disukai oleh anak-anak. Karena tampilan dan materinya sangat mudah dipahami, dan anak-anak senang dalam menjawab soal latihan yang ada pada E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis Tri Hita Karana. Adapun beberapa saran yang diberikan oleh guru terhadap produk yang telah diujicobakan adalah: . Perlu adanya perbaikan pada Teka Teki Silang karena angka pada Teka Teki Silang angka/penomoran soalnya terlalu kecil dan kurang jelas, dan . beberapa ukuran huruf yang ada di E-LKPD hendaknya diperbesar, agar siswa yang menggunakan Handphone dalam membukanya lebih jelas terlihat hurufnya. Saran yang diberikan guru-guru adalah sebaiknya dalam penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis Tri Hita Karana guru-guru diberikan pelatihan terlebih dahulu. Hal ini disebabkan karena guru-guru belum semua mampu mengoperasikan teknologi dengan baik. Tingkat kepraktisan sebuah produk LKPD juga telah dilakukan oleh beberapa penelitian sebelumnya. LKPD dinyatakan praktis untuk digunakan dalam melatihkan keterampilan penyelesaian masalah (Sukorini & Purnomo, 2. Kepraktisan didapatkan berdasarkan aktivitas peserta didik pada kegiatan daur ulang limbah organik dengan ratarata 90,83%. Tingkat kepraktisan penggunaan LKPD pada daur ulang limbah anorganik rataratanya sebesar 95,83%. Hasil ini menunjukkan bahwa ketercapaian indikator penyelesaian masalah berdasarkan hasil pekerjaan LKPD berbasis PBL praktis dengan rata-rata sebesar 85,3. Sejalan dengan itu. LKPD juga sangat praktis digunakan dalam literasi sains (Sholihah & Indana, 2. Rata-rata yang diperoleh sebesar 86,9% dengan hasil respon siswa sebesar 96,7%. Hasil ini diperoleh dari observasi aktivitas siswa selama pembelajaran dan respon Penelitian lain tentang kepraktisan LKPD juga mendapatkan hasil sangat praktis digunakan dalam pembelajaran asam basa (Irsalina & Dwiningsih, 2. Hasil menunjukkan aktivitas online siswa 97,03 dan aktivitas offline peserta didik sebesar 98,33%. Hasil angket respon peserta didik terhadap penggunaan LKPD juga mencapai rata-rata sebesar 93,33% yang dapat dikatakan sangat praktis. Berdasarkan hasil kepraktisan dan beberapa penelitian yang relevan dapat disimpulkan bahwa tingkat kepraktisan LKPD sangat praktis digunakan dalam membantu proses pembelajaran. Kepraktisan LKPD berhubungan dengan kemudahan, efisiensi, dan 110 | Edukasi : Jurnal Pendidikan Dasar, 6 . 2025 keterpahaman dalam penggunaannya oleh siswa. Kepraktisan LKPD membantu siswa lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajari. LKPD yang praktis akan menyajikan informasi dan tugas dengan cara yang sederhana dan terstruktur, sehingga memfasilitasi siswa dalam menyerap konsep-konsep yang diajarkan. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kepraktisan penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif berbasis Tri Hita Karana dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dan pencegahan bullying siswa SD di Bali berada pada katagori sangat praktis . ,74%). Secara umum E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis Tri Hita Karana sudah sangat baik, menarik dan mampu meningkatkan semangat siswa dalam mempelajari materi Bahasa Indonesia. Namun, sebaiknya dalam penggunaan E-LKPD Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis Tri Hita Karana guru-guru diberikan pelatihan terlebih dahulu, dikarenakan di sekolah-sekolah belum seluruh guru mampu mengoperasikan teknologi dengan baik. DAFTAR PUSTAKA