PROGRESIF. Vol 6. No. 2, 2026: 163 Ae 172 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta https://journal. org/index. php/progresif Implementasi Simulasi ERP Odoo sebagai Upaya Membangun Job-ready skills pada Siswa Kompetensi Keahlian Akuntansi kelas XII SMK PGRI 3 Bogor Amelia Oktrivina1* . Yetty Murni2. Salis Musta AoAni3. Shanti Lysandra4. Sailendra5. Agung Terminanto6. Amanda Putri Alisha7. Putri Rizki Samsumantri8 1234578Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pancasila. Jakarta. Indonesia 6Fakultas Teknik. Universitas Pancasila. Jakarta. Indonesia *Email korespondensi: ameliaoktrivina@univpancasila. ABSTRACT The increasing adoption of digital technology in industry requires vocational graduates to possess competencies in integrated information systems, including Enterprise Resource Planning (ERP). However, accounting students generally have limited exposure to ERP applications during the learning process. This community service program aimed to improve the job-ready skills of twelfth-grade Accounting students at SMK PGRI 3 Bogor through ERP Odoo simulation. The program involved 31 students and was conducted using participatory training consisting of lectures, demonstrations, hands-on practice, discussions, and evaluations through pre-test and post-test. The training covered ERP concepts, business process integration, and the use of the accounting module in ERP Odoo. The evaluation results indicated an improvement in students' understanding of ERP concepts, supported by higher post-test scores and positive participant responses toward the training. The program demonstrates that ERP Odoo simulation is an effective practicebased learning approach to strengthen students' digital competencies and work readiness in line with industry needs. Keywords: ERP Odoo. Job-ready skills. ABSTRAK Penerapan teknologi digital di dunia usaha dan industri menuntut lulusan SMK memiliki kompetensi dalam penggunaan sistem informasi terintegrasi, termasuk Enterprise Resource Planning (ERP). Namun, siswa akuntansi masih memiliki keterbatasan pengalaman dalam menggunakan aplikasi ERP selama proses pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan job-ready skills siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK PGRI 3 Bogor melalui simulasi ERP Odoo. Kegiatan diikuti oleh 31 siswa dengan metode pelatihan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup konsep ERP, integrasi proses bisnis, dan penggunaan modul akuntansi pada ERP Odoo. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep ERP yang ditunjukkan oleh meningkatnya hasil post-test, serta respons positif peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, simulasi ERP Odoo dapat menjadi alternatif pembelajaran berbasis praktik untuk meningkatkan kompetensi digital dan kesiapan kerja siswa sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Kata Kunci: ERP Odoo. Kesiapan Kerja. Received: 6/30/2026/ Accepted: 7/23/2026 / Online: 7/28/2026 DOI https://doi. org/10. 36406/progresif. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi pada era Revolusi Industri 4. 0 dan Society 5. 0 telah mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja di berbagai sektor, termasuk bidang akuntansi dan keuangan. Dunia usaha dan dunia industri (DUDI) tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja yang mampu melakukan pencatatan transaksi secara manual, tetapi juga memiliki kompetensi dalam mengoperasikan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi, menganalisis data, serta memanfaatkan teknologi digital dalam proses bisnis (Romadhoni & Pratama, 2. Kondisi tersebut menuntut institusi pendidikan vokasi, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan industri. Namun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan dunia kerja, terutama dalam penguasaan teknologi digital dan sistem informasi terintegrasi (Agustiana et al. , 2. Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga merupakan salah satu bidang yang mengalami transformasi signifikan akibat digitalisasi proses bisnis. Saat ini perusahaan telah banyak mengimplementasikan Enterprise Resource Planning (ERP) sebagai sistem yang mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis, seperti pembelian, penjualan, persediaan, keuangan, hingga pelaporan dalam satu basis data yang sama sehingga proses bisnis menjadi lebih efektif dan efisien (Al-Amin et al. , 2. Penguasaan ERP menjadi salah satu kompetensi yang mulai dipersyaratkan dalam rekrutmen tenaga kerja bidang akuntansi karena mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data (Weli, 2. Salah satu perangkat lunak ERP yang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran adalah Odoo, yaitu ERP berbasis open source yang menyediakan berbagai modul bisnis terintegrasi, seperti Accounting. Sales. Purchase. Inventory, dan Customer Relationship Management (CRM). Karakteristik Odoo yang fleksibel, mudah dikembangkan, serta memiliki lisensi terbuka menjadikannya sesuai digunakan sebagai media pembelajaran di institusi pendidikan vokasi untuk mensimulasikan proses bisnis secara nyata (Ganesh et al. , 2. Melalui simulasi tersebut, peserta didik tidak hanya mempelajari pencatatan akuntansi, tetapi juga memahami keterkaitan antarbagian dalam suatu organisasi. SMK PGRI 3 Bogor merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang memiliki Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga dengan komitmen menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan pihak sekolah, proses pembelajaran akuntansi masih didominasi penggunaan aplikasi yang bersifat standalone serta praktik pencatatan manual, sehingga siswa belum memperoleh pengalaman menggunakan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi sebagaimana diterapkan di dunia industri. Kondisi tersebut menyebabkan pemahaman siswa mengenai alur proses bisnis lintas fungsi, integrasi data, serta otomasi transaksi masih terbatas. Apabila kondisi ini tidak segera diatasi, lulusan berpotensi mengalami kesenjangan kompetensi sehingga daya saing mereka di pasar kerja menjadi kurang optimal (Agustiana et al. , 2. Berdasarkan kondisi tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan program implementasi simulasi ERP Odoo bagi siswa kelas XII Kompetensi Keahlian Akuntansi SMK PGRI 3 Bogor. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang mendekati praktik industri melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. , sehingga siswa dapat memahami siklus bisnis secara terintegrasi sekaligus meningkatkan kompetensi digital yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Amelia Oktrivina et al. ERP Odoo. Job-Ready Skills. Masalah yang ingin dipecahkan Hasil observasi awal dan diskusi bersama pihak SMK PGRI 3 Bogor menunjukkan bahwa pembelajaran pada Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga masih didominasi oleh penggunaan aplikasi akuntansi yang bersifat standalone serta praktik pencatatan manual. Kondisi tersebut menyebabkan siswa belum memperoleh pengalaman dalam menggunakan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi sebagaimana diterapkan di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Akibatnya, pemahaman siswa mengenai keterkaitan antarproses bisnis, integrasi data, dan otomatisasi transaksi masih terbatas, sehingga kompetensi digital yang dimiliki belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri. Padahal, transformasi digital telah menjadikan penguasaan teknologi Enterprise Resource Planning (ERP) sebagai salah satu kompetensi penting yang diharapkan dimiliki oleh lulusan bidang akuntansi dan keuangan (Romadhoni & Pratama, 2024. Weli, 2. Selain keterbatasan penggunaan teknologi pembelajaran, sekolah juga belum memiliki media praktik yang mampu mensimulasikan proses bisnis secara menyeluruh, mulai dari transaksi penjualan, pembelian, pengelolaan persediaan, hingga penyusunan laporan keuangan dalam satu sistem terintegrasi. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa kurang memahami alur bisnis yang sebenarnya dan belum memiliki pengalaman menggunakan perangkat lunak ERP sebelum memasuki dunia kerja. Apabila kondisi ini terus berlangsung, maka kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri akan semakin besar sehingga dapat memengaruhi kesiapan kerja . ob-ready skill. lulusan (Agustiana et al. , 2. Solusi dan Target Untuk mengimplementasikan pembelajaran berbasis simulasi menggunakan ERP Odoo yang dipadukan dengan pendekatan project-based learning. Odoo dipilih karena merupakan perangkat lunak ERP berbasis open source yang menyediakan modul bisnis terintegrasi, sehingga mampu mensimulasikan proses bisnis secara nyata dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran vokasi (Ganesh et al. , 2. Program diawali dengan penyusunan modul pembelajaran dan studi kasus bisnis yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Selanjutnya dilakukan instalasi dan konfigurasi sistem ERP Odoo, pelatihan penggunaan aplikasi kepada guru dan siswa, serta pendampingan selama pelaksanaan simulasi agar peserta mampu memahami konsep sekaligus mengoperasikan sistem secara mandiri. Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada praktik penyelesaian siklus akuntansi secara terintegrasi menggunakan modul-modul Odoo, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendekati kondisi kerja di dunia industri. Efektivitas kegiatan dievaluasi melalui pemberian pretest dan post-test, observasi selama pelaksanaan, serta penyebaran kuesioner kepada peserta. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep Enterprise Resource Planning (ERP), peningkatan kemampuan mengoperasikan ERP Odoo dalam menyelesaikan siklus akuntansi secara terintegrasi, berkembangnya kemampuan analisis dan pemecahan masalah berbasis sistem informasi akuntansi, serta meningkatnya kesiapan kerja . ob-ready skill. siswa sebagai bekal memasuki dunia usaha dan dunia industri (Al-Amin et al. , 2023. Ganesh et al. , 2. DOI https://doi. org/10. 36406/progresif. MATERI DAN METODE Lokasi dan waktu Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2026 di Laboratorium Komputer SMK PGRI 3 Bogor. Kota Bogor. Jawa Barat. Kegiatan berlangsung selama satu hari, mulai pukul 09. 00Ae12. WIB. Laboratorium komputer dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena telah dilengkapi dengan perangkat komputer yang mendukung implementasi aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo sebagai media praktik pembelajaran. Khalayak sasaran Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK PGRI 3 Bogor. Peserta dipilih karena telah memperoleh mata pelajaran dasar akuntansi dan komputer akuntansi sehingga memiliki pengetahuan awal yang diperlukan untuk mengikuti pelatihan penggunaan sistem ERP. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital siswa, khususnya dalam memahami proses bisnis yang terintegrasi dan penerapan sistem ERP pada bidang akuntansi sebagai bekal memasuki dunia usaha dan dunia industri. Metode / pendekatan Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif . articipatory trainin. yang dipadukan dengan simulasi berbasis proyek . roject-based simulatio. Pendekatan ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep ERP secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang menyerupai proses bisnis di dunia industri. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, pendampingan, dan Tahap persiapan diawali dengan koordinasi bersama pihak SMK PGRI 3 Bogor untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, kesiapan laboratorium komputer, serta tingkat penguasaan siswa terhadap aplikasi komputer akuntansi. Selanjutnya tim menyusun modul pelatihan, menyiapkan studi kasus transaksi perusahaan dagang, melakukan instalasi dan konfigurasi ERP Odoo pada komputer laboratorium, serta melakukan uji coba sistem untuk memastikan seluruh perangkat dapat digunakan selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep Enterprise Resource Planning (ERP), perkembangan digitalisasi proses bisnis, serta pengenalan antarmuka dan modul akuntansi pada ERP Odoo. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik langsung menggunakan studi kasus yang telah disiapkan. Pada sesi praktik, siswa melakukan simulasi pengelolaan data perusahaan, pencatatan transaksi pembelian dan penjualan, pengelolaan persediaan, hingga penyusunan laporan keuangan menggunakan modul-modul yang tersedia pada ERP Odoo. Selama praktik berlangsung, tim pengabdian memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta untuk membantu penyelesaian kendala teknis maupun konseptual dalam penggunaan Pendampingan dilakukan secara interaktif melalui diskusi, demonstrasi, dan bimbingan individual sehingga setiap peserta dapat menyelesaikan seluruh tahapan simulasi secara mandiri. Metode evaluasi dan Indikator keberhasilan Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Instrumen evaluasi berupa soal pilihan ganda mengenai konsep Enterprise Resource Planning (ERP), fungsi modul akuntansi pada Amelia Oktrivina et al. ERP Odoo. Job-Ready Skills. Odoo, serta penerapan proses bisnis terintegrasi. Selain itu, observasi dilakukan selama kegiatan praktik untuk menilai kemampuan peserta dalam mengoperasikan ERP Odoo sesuai dengan skenario yang diberikan. Pada akhir kegiatan, peserta juga mengisi kuesioner sebagai bentuk umpan balik terhadap materi, metode pelatihan, dan pelaksanaan kegiatan. Keberhasilan program ditentukan berdasarkan beberapa indikator, yaitu meningkatnya skor posttest dibandingkan pre-test, kemampuan peserta menyelesaikan simulasi transaksi menggunakan ERP Odoo sesuai prosedur, tingginya partisipasi peserta selama sesi praktik dan diskusi, serta diperolehnya respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan. Indikator tersebut digunakan untuk menilai efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa terhadap penerapan ERP pada bidang akuntansi. REALISASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan/Realisasi Kegiatan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada 11 Februari 2026 di Laboratorium Komputer Akuntansi SMK PGRI 3 Bogor yang berlokasi di Jalan P dan K No. Kedunghalang. Bogor Utara. Kegiatan diikuti oleh 31 siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Sebelum kegiatan dimulai, tim pengabdian bersama pihak sekolah memastikan kesiapan laboratorium komputer serta perangkat lunak ERP Odoo yang telah terinstal pada setiap komputer peserta sehingga proses pelatihan dapat berlangsung dengan baik. Sumber: Dokumentasi Tim Pelaksana . Gambar 1. Tim PKM Universitas Pancasila bersama siswa kelas XII SMK PGRI 3 Bogor. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman awal peserta mengenai konsep Enterprise Resource Planning (ERP), sistem informasi akuntansi, dan aplikasi ERP Odoo. Hasil pre-test menjadi dasar dalam menentukan penekanan materi yang akan diberikan selama pelatihan. Sesi penyampaian materi dibawakan oleh Dr. Ir. Agung Terminanto. IPM. CEA. CEL. Fakultas Teknik Universitas Pancasila sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar Enterprise Resource Planning (ERP), perkembangan digitalisasi proses bisnis, manfaat implementasi ERP dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, serta pengenalan ERP Odoo sebagai salah satu perangkat lunak ERP berbasis open source. Narasumber DOI https://doi. org/10. 36406/progresif. juga menjelaskan integrasi antarmodul dalam ERP Odoo, khususnya modul akuntansi, pembelian, penjualan, dan persediaan, yang banyak digunakan dalam praktik bisnis modern. Penyampaian materi dilengkapi dengan demonstrasi penggunaan aplikasi sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai penerapan ERP dalam pengelolaan proses bisnis secara terintegrasi. Sumber: Dokumentasi Tim Pelaksana . Gambar 2. Penyampaian materi mengenai ERP Odoo. Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti praktik penggunaan ERP Odoo melalui simulasi studi kasus perusahaan dagang dengan pendampingan tim pengabdian yang terdiri atas dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta mahasiswa Universitas Pancasila. Pada tahap ini, siswa mempraktikkan pengelolaan data perusahaan, pencatatan transaksi pembelian dan penjualan, pengelolaan persediaan, hingga penyusunan laporan keuangan menggunakan modul akuntansi Odoo. Pendampingan dilakukan secara intensif untuk membantu peserta memahami alur penggunaan sistem serta menyelesaikan kendala teknis yang muncul selama praktik. Sumber: Dokumentasi Tim Pelaksana . Gambar 3. Praktik penggunaan ERP Odoo oleh peserta. Amelia Oktrivina et al. ERP Odoo. Job-Ready Skills. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti setiap tahapan simulasi dan berdiskusi mengenai penerapan ERP dalam dunia kerja. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab, pelaksanaan post-test, serta pengisian kuesioner kepuasan peserta sebagai bagian dari evaluasi program. Pembahasan dan evaluasi Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengukur efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa mengenai penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) menggunakan aplikasi Odoo. Evaluasi dilaksanakan melalui pre-test, post-test, observasi selama praktik, serta survei kepuasan peserta. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai peningkatan kompetensi peserta baik dari aspek pengetahuan maupun keterampilan selama mengikuti pelatihan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan dasar mengenai akuntansi, namun masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai konsep Enterprise Resource Planning (ERP) dan penerapannya dalam sistem informasi akuntansi. Kondisi ini sejalan dengan hasil identifikasi kebutuhan yang dilakukan sebelum kegiatan, yaitu belum adanya pengalaman siswa dalam menggunakan perangkat lunak ERP sebagai media pembelajaran. Setelah mengikuti pelatihan dan praktik menggunakan ERP Odoo, hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta. Ringkasan hasil pre-test dan post-test disajikan pada Tabel Tabel 1. Ringkasan Hasil Pre-test dan Post-test Indikator Pre-test Post-test Jumlah peserta Rentang nilai 7Ae9 8Ae10 Sumber: Data diolah oleh Tim PkM . Peningkatan hasil post-test menunjukkan bahwa penyampaian materi yang dipadukan dengan praktik langsung menggunakan ERP Odoo mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep ERP, fungsi modul akuntansi, dan alur proses bisnis yang terintegrasi. Simulasi yang dilakukan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga peserta dapat memahami hubungan antarproses bisnis secara lebih komprehensif dibandingkan pembelajaran berbasis teori semata. Temuan ini sejalan dengan Ganesh et al. , yang menyatakan bahwa implementasi ERP dalam pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap proses bisnis secara menyeluruh, serta Weli . yang menegaskan bahwa pembelajaran ERP berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi digital calon tenaga kerja di bidang akuntansi. Selain peningkatan hasil tes, observasi selama kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti setiap tahapan simulasi dengan baik. Setelah memperoleh demonstrasi penggunaan sistem, sebagian besar siswa dapat mengoperasikan modul akuntansi Odoo secara mandiri, mulai dari pengelolaan data perusahaan, pencatatan transaksi, hingga menghasilkan laporan keuangan Pendampingan yang diberikan oleh tim pelaksana membantu peserta mengatasi kendala teknis yang muncul selama praktik sehingga seluruh rangkaian simulasi dapat diselesaikan sesuai skenario pembelajaran. DOI https://doi. org/10. 36406/progresif. Antusiasme peserta juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang diajukan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga mengenai implementasi ERP di perusahaan dan peluang penerapannya pada bidang akuntansi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya meningkatkan aspek pengetahuan, tetapi juga membangun motivasi belajar serta kesiapan peserta untuk mengenal teknologi yang digunakan di dunia kerja. Selain mengukur peningkatan kompetensi, evaluasi juga dilakukan melalui survei kepuasan terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil survei menunjukkan bahwa peserta memberikan respons yang sangat positif terhadap materi, metode penyampaian, maupun pelaksanaan pelatihan sebagaimana disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Survei Kepuasan Peserta No. Indikator Persentase Kegiatan menambah pengetahuan komputer akuntansi Kegiatan meningkatkan pengetahuan mengenai ERP Materi sesuai dengan kebutuhan peserta Penyampaian materi jelas dan komunikatif Materi mudah dipahami Mengharapkan kegiatan serupa dilaksanakan kembali Sumber: Data diolah oleh Tim PkM . Persentase kepuasan yang tinggi menunjukkan bahwa materi pelatihan dinilai relevan dengan kebutuhan peserta. Respon positif terhadap penyampaian materi dan pelaksanaan praktik mengindikasikan bahwa metode pelatihan berbasis simulasi dapat diterima dengan baik oleh siswa SMK. Tingginya harapan peserta agar kegiatan serupa dilaksanakan kembali juga menunjukkan bahwa pelatihan ERP masih menjadi kebutuhan dalam mendukung pembelajaran akuntansi berbasis digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi simulasi ERP Odoo memberikan kontribusi terhadap peningkatan job-ready skills siswa, khususnya pada aspek literasi digital, pemahaman proses bisnis terintegrasi, dan kemampuan menggunakan perangkat lunak ERP sebagai sistem informasi akuntansi. Kompetensi tersebut menjadi semakin penting mengingat transformasi digital telah mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis melalui sistem ERP (Al-Amin et al. , 2. Meskipun kegiatan berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan, pelaksanaan program masih terbatas pada pengenalan dasar ERP Odoo dalam satu kali pertemuan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dikembangkan melalui pelatihan lanjutan, penyusunan modul pembelajaran berbasis ERP, serta peningkatan kompetensi guru melalui program training of trainers sehingga implementasi ERP dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam pembelajaran Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Dengan demikian, kompetensi lulusan SMK diharapkan semakin selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri serta mampu meningkatkan daya saing lulusan pada era transformasi digital. Amelia Oktrivina et al. ERP Odoo. Job-Ready Skills. SIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui implementasi simulasi Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo di SMK PGRI 3 Bogor berhasil meningkatkan pemahaman dan kompetensi dasar siswa mengenai sistem informasi akuntansi berbasis ERP. Hal tersebut ditunjukkan oleh adanya peningkatan hasil post-test dibandingkan pre-test, kemampuan siswa dalam menyelesaikan simulasi proses bisnis menggunakan ERP Odoo, serta tingginya tingkat partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Selain itu, hasil survei kepuasan menunjukkan bahwa mayoritas peserta menilai materi pelatihan relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan mendukung peningkatan kompetensi digital yang dibutuhkan di dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, implementasi simulasi ERP Odoo dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran berbasis praktik yang efektif untuk memperkuat job-ready skills siswa pada Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Saran Keberlanjutan program perlu didukung melalui integrasi pembelajaran ERP ke dalam kegiatan praktikum Akuntansi dan Keuangan Lembaga sehingga siswa memperoleh kesempatan berlatih secara berkesinambungan. Selain itu, sekolah disarankan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis ERP Odoo dan meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan lanjutan . raining of trainer. agar implementasi ERP dapat dilakukan secara mandiri dalam proses Bagi tim pengabdian, kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan cakupan materi yang lebih luas, seperti integrasi modul penjualan, pembelian, persediaan, dan pelaporan keuangan, serta melibatkan lebih banyak peserta dan sekolah mitra. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan SMK dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi digital dan kesiapan kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia UCAPAN TERIMA KASIH Tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pancasila mengucapkan terima kasih kepada SMK PGRI 3 Bogor atas kesempatan, dukungan, dan kerja sama yang telah diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh siswa kelas XII Kompetensi Keahlian Akuntansi yang telah berpartisipasi aktif dan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi siswa serta menjadi awal dari terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan antara Universitas Pancasila dan SMK PGRI 3 Bogor dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi. REFERENSI Agustian. Amartha. , & Wardoyo. Tantangan pendidikan vokasional dalam meningkatkan penyerapan lulusan SMK di dunia industri. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 7. , 1373Ae1382. Al-Amin. Hossain. Islam. , & Biwas. History, features, challenges, and critical success factors of enterprise resource planning (ERP) in the era of industry 4. European Scientific Journal. ESJ, 19. , 31. https://doi. org/10. 19044/esj. DOI https://doi. org/10. 36406/progresif. Ganesh. Mohapatra. Anbuudayasankar. , & Sivakumar. Enterprise resource planning: Fundamentals of design and implementation. Springer. Romadhoni. , & Pratama. , . Analisis kesenjangan kompetensi mahasiswa akuntansi Universitas Negeri Surabaya terhadap kebutuhan kompetensi industri 4. Jurnal Media Akademik, 2. Weli. Enterprise resource planning implementation in accounting education to improve graduate competencies. International Journal of Innovation. Creativity and Change, 9. , 1Ae13. DECLARATIONS