Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Edukasi Dalam Meningkatkan Efesiensi Pembayaran Digital Dengan Metode Partisipatif Pada Kantin Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Heni Nurlara1*. Vioza Dwi Arisantika1. Erni Apriani1. Nonie Afrianty2. Yosy Arisandy1 Jurusan Ekonomi Islam. Prodi Perbankan Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Jurusan Manajemen. Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Email: heninurlara3@gmail. com, arisantikaviozadwi@gmail. com, ernierni110499@gmail. afrianty@mail. id, yosyarisandy@mail. Abstrak Edukasi ini mendampingi implementasi sistem pembayaran digital di kantin UINFAS Bengkulu melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pelaku usaha kantin, pengelola keuangan kampus, mahasiswa, dan staf untuk mengevaluasi kelayakan teknis serta strategi mitigasi risiko operasional. Hasil edukasi menunjukkan sistem pembayaran digital mampu meningkatkan efisiensi transaksi hingga 30% dan mengurangi kesalahan pencatatan keuangan akibat human error, namun implementasinya menghadapi hambatan berupa keterbatasan pemahaman teknologi pelaku usaha, ketergantungan konektivitas internet, dan potensi penyalahgunaan data Untuk mengatasi tantangan tersebut, dilakukan pendampingan melalui pelatihan digital, simulasi transaksi, dan penyusunan protokol keamanan dasar, sehingga edukasi ini merekomendasikan peningkatan literasi digital pengelola kantin dan pembentukan sistem pengawasan berbasis komunitas guna mendorong keberlangsungan dan efektivitas sistem pembayaran digital di lingkungan kampus. Kata Kunci: Pembayaran Digital. Efisiensi Transaksi. Risiko Sistem. Partisipatif. UMKM Kampus Abstract This education accompanies the implementation of a digital payment system in the UINFAS Bengkulu canteen through a participatory approach involving canteen business actors, campus financial managers, students, and staff to evaluate technical feasibility and operational risk mitigation strategies. The results of the education show that the digital payment system is able to increase transaction efficiency by up to 30% and reduce financial recording errors due to human error, but its implementation faces obstacles in the form of limited understanding of business actors' technology, dependence on internet connectivity, and potential misuse of user To overcome these challenges, assistance is provided through digital training, transaction simulations, and the preparation of basic security protocols, so that this education recommends increasing digital literacy of canteen managers and establishing a community-based monitoring system to encourage the sustainability and effectiveness of the digital payment system in the campus environment. Keywords:Digital Payment. Transaction Efficiency. System Risk. Participatory. Campus MSMEs Submit: Maretl 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 9 No. Mei 2025 antara lain adalah keterbatasan literasi digital para pelaku usaha, resistensi ketidakpastian terhadap keamanan sistem digital yang akan digunakan. Selain itu, masih terdapat keraguan mengenai konsistensi penggunaan teknologi ini oleh konsumen yang berasal dari berbagai latar belakang kemampuan ekonomi dan akses Faktor-faktor memperlihatkan bahwa keberhasilan adopsi sistem pembayaran digital tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kesiapan aktor yang terlibat. Dalam era digitalisasi ekonomi, sistem pembayaran non-tunai telah transformasi transaksi keuangan, termasuk di sektor usaha mikro yang beroperasi di lingkungan kampus. Kantin, sebagai salah satu bagian penting dari ekosistem kampus, memegang peran strategis dalam mendukung aktivitas sehari-hari Aktivitas konsumsi yang intensif di kantin menjadikannya sebagai titik sentral transaksi harian mahasiswa dan staf Namun, hingga kini efisiensi transaksi masih menjadi kendala, terutama akibat sistem pembayaran tunai yang dinilai kurang praktis, rawan kesalahan pencatatan, serta menyulitkan dalam proses pelaporan dan dokumentasi keuangan. Peningkatan kapasitas UMKM pembayaran digital (QRIS) di Pematangsiantar menunjukkan hasil yang signifikan. Edukasi oleh Muhammad Ade Kurnia Harahap . mencatat bahwa hanya 30% 000 pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi pembayaran digital pada tahun 2023. Dengan deskriptif-kualitatif, edukasi ini melibatkan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada 45 pelaku UMKM dari sektor perdagangan, kuliner, dan jasa. Hasilnya, menggunakan QRIS dalam transaksi sehari-hari, disertai peningkatan literasi keuangan digital dan efisiensi pencatatan transaksi. Fenomena dirasakan di Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu. Dalam pengamatan awal, mayoritas transaksi di kantin kampus masih bersifat konvensional, dengan dominasi uang tunai sebagai alat Hal transaksi, dan kurangnya transparansi antara konsumen dan pengelola Di tengah tuntutan digitalisasi yang semakin meluas, kondisi ini mendorong perlunya penerapan sistem pembayaran digital yang lebih efisien, layak secara teknis, dan memiliki sistem mitigasi risiko yang METODE PELAKSANAAN Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif dengan model action research yang peneliti dan partisipan dalam merancang solusi, implementasi, dan refleksi berkelanjutan, dipilih karena Namun teknologi digital di sektor informal seperti kantin kampus bukanlah tanpa Tantangan yang muncul Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) komunitas usaha kecil kantin kampus yang memerlukan pendekatan nonhierarkis dan adaptif terhadap kebutuhan lokal. Pendekatan ini memposisikan pelaku usaha bukan hanya sebagai objek kajian tetapi menciptakan proses belajar dua arah fasilitasi dan kerangka konseptual sementara pelaku usaha dan stakeholder kampus menyediakan Dengan demikian, proses perubahan seperti digitalisasi pembayaran menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan karena berdasarkan konsensus dan partisipasi aktif semua pihak, sehingga menghasilkan solusi yang tidak hanya secara teoritis tepat tetapi juga praktis dan dapat diterima oleh komunitas yang bersangkutan. Edukasi ini dilaksanakan di Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, tepatnya di area kantin kampus yang menjadi pusat kegiatan ekonomi mikro bagi mahasiswa dan tenaga Lokasi ini dipilih karena representatif sebagai ruang publik yang menggabungkan unsur pendidikan, kewirausahaan, dan Subjek edukasi terdiri atas tiga kelompok utama: pemilik dan pengelola kantin sebagai pelaku utama usaha, kasir sebagai operator sistem transaksi, dan mahasiswa Keterlibatan semua pihak ini pandangan yang holistik tentang efisiensi sistem pembayaran digital Vol. 9 No. Mei 2025 dari berbagai perspektif: pelaku, operator, dan pengguna. Edukasi ini menggunakan kombinasi teknik pengumpulan data yang sesuai dengan pendekatan langsung peneliti dalam kegiatan transaksi kantin untuk mengamati dinamika antara kasir, pemilik usaha, dan pembeli guna mengidentifikasi kebiasaan, hambatan, dan potensi perubahan yang tidak terungkap Teknik semi-terstruktur dilakukan terhadap pemilik usaha, kasir, dan mahasiswa untuk menggali persepsi, pengalaman, harapan, serta isu-isu spesifik yang muncul selama Selain itu, metode Focus Group Discussion (FGD) kebutuhan sistem secara bersama, mengevaluasi implementasi kolektif, memfasilitasi ide solutif, dan implementasi sistem digital, serta dilengkapi dengan dokumentasi berupa foto kegiatan, rekaman transaksi digital, dan transparansi proses pendampingan. Kombinasi teknik ini bertujuan memastikan kedalaman dan kekayaan data untuk transformasi digital pada sektor informal kampus secara menyeluruh. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan tematik, yang melibatkan penelusuran pola Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) atau tema utama dari hasil Proses dilakukan secara sistematis melalui penemuan tema inti seperti efektivitas transaksi, persepsi terhadap risiko, dan pengalaman pengguna dalam sistem pembayaran digital. Sebagai pelengkap, metode analisis reflektif diterapkan, yang melibatkan telaah mendalam terhadap data yang lapangan dan catatan refleksi peneliti. Dalam edukasi partisipatif, refleksi juga dilakukan oleh partisipan, dengan catatan dari pelaku usaha yang dikumpulkan melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) dan menangkap dinamika perubahan sikap dan pemahaman selama Vol. 9 No. Mei 2025 transformasional selama intervensi. Proses analisis bersifat iteratif, dengan evaluasi data setelah setiap langkah-langkah edukasi terhadap kebutuhan lokal. Dengan menggabungkan kedua pendekatan analisis, hasil edukasi ini tidak hanya memberikan gambaran deskriptif fenomena yang diamati, tetapi juga menyajikan kontribusi praktis dan teoretis yang bermanfaat digitalisasi UMKM berbasis kampus. Berdasarkan lapangan, sistem transaksi di kantin UINFAS Bengkulu masih didominasi oleh pembayaran tunai, yang lamanya waktu pelayanan, kesalahan penghitungan uang, dan minimnya Dikantin UINFAS dari - 20 pengelola kantin ada 7 pengelola yang sudah berhasil menggunakan sistem pembayaraan QRIS maupun Transfer. Hal ini menghambat pengelolaan keuangan dan transparansi, sehingga mendesak perlunya adopsi sistem pembayaran digital yang lebih efisien. Sebagian besar pelaku usaha kantin telah memiliki perangkat teknologi dan akses internet yang memadai, dan pelatihan untuk mencoba sistem pembayaran digital seperti QRIS dan e-wallet. Respons implementasi sistem baru cukup positif, dengan pengelola dan pelatihan dan kemudahan yang Namun, kendala teknis seperti gangguan jaringan dan kesalahan Gambar 1. Kegiatan Program Kerja Kombinasi teknik ini sesuai dengan karakteristik data kualitatif yang naratif dan kontekstual. Pendekatan berdasarkan pengalaman peserta. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pengoperasian aplikasi muncul, yang diatasi melalui pelatihan lanjutan dan Setelah sistem berjalan, efisiensi transaksi meningkat, waktu pelayanan lebih cepat, dan laporan mempermudah pengelolaan keuangan pelaku usaha. Sistem ini memiliki potensi untuk dikembangkan ke kantin lain di kampus, dengan beberapa pelaku usaha yang belum terlibat menunjukkan minat setelah melihat manfaatnya. Ini menunjukkan program ini berhasil dan dapat direplikasi sebagai model digitalisasi UMKM di sektor pendidikan. Hasil Edukasi ini menegaskan efektivitas pendekatan pendampingan partisipatif dalam mendukung adopsi teknologi oleh pelaku usaha kecil. Dengan melibatkan pelaku usaha dalam setiap tahap, dari identifikasi pendekatan ini meningkatkan rasa kepemilikan terhadap perubahan dan sejalan dengan prinsip action research yang menekankan kolaborasi dalam pemberdayaan komunitas. Penerapan sistem pembayaran digital sangat bergantung pada infrastruktur dan kesiapan pelaku usaha. Studi menunjukkan bahwa akses terhadap teknologi dasar dan pelatihan yang memadai memungkinkan proses transformasi digital berjalan efektif, menggarisbawahi pentingnya literasi digital dalam modernisasi UMKM, terutama dalam sistem keuangan. Dukungan mahasiswa yang mencari kemudahan dalam transaksi, juga berperan Respons positif dari kedua belah pihak mempercepat adaptasi teknologi dan meningkatkan Vol. 9 No. Mei 2025 kepercayaan terhadap sistem baru. Untuk mengatasi hambatan selama implementasi, strategi mitigasi risiko seperti pelatihan lanjutan, opsi pendampingan teknis terbukti efektif. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sosial dan strategi transisi yang inklusif. KESIMPULAN Penerapan sistem pembayaran digital di kantin UINFAS Bengkulu menunjukkan hasil signifikan dalam meningkatkan efisiensi transaksi dan transparansi pengelolaan keuangan. Sistem ini mengurangi waktu pelayanan, meminimalisir kesalahan penghitungan uang, dan mendukung pencatatan keuangan otomatis yang Pengguna layanan, seperti mahasiswa dan staf kampus, kenyamanan dalam bertransaksi nontunai. Keberhasilan ini didukung oleh partisipatif yang melibatkan pelaku usaha dalam seluruh proses, dari perencanaan hingga evaluasi sistem Keterlibatan ini memperkuat kesiapan mental dan teknis pelaku usaha dalam menghadapi perubahan serta menjadi strategi mitigasi risiko terhadap kendala yang muncul. Dengan pembayaran digital dinilai layak diterapkan secara luas dan memiliki potensi untuk direplikasi di unit usaha kecil lainnya di lingkungan kampus. Untuk keberlanjutan sistem pembayaran digital di kantin UINFAS Bengkulu, disarankan agar pihak kampus terus Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) fasilitasi infrastruktur teknologi dan pelatihan berkala bagi pelaku usaha. Ini penting untuk menjaga kualitas perkembangan teknologi. Selain itu, pemantauan dan evaluasi rutin untuk menangani permasalahan teknis secara adaptif. Pendekatan Edukasi dengan metode partisipatif yang terbukti efektif sebaiknya dijadikan model dalam program digitalisasi UMKM lainnya, baik di dalam maupun di luar kampus. Keterlibatan aktif pelaku usaha dalam setiap tahap transformasi digital meningkatkan rasa kepemilikan dan mempercepat adaptasi terhadap perubahan. Oleh karena itu, replikasi program serupa harus disertai dengan strategi partisipatif yang inklusif agar Vol. 9 No. Mei 2025 Participation and Numbers. IDS Working Paper 296. Ginting. AuDigitalisasi UMKM Lingkungan Kampus. Ay Jurnal Inovasi Teknologi dan Ekonomi, 8. Hasanah. AuManajemen Risiko Teknologi di UMKM. Ay Jurnal Manajemen Risiko dan Teknologi, 7. Kementerian Kominfo. Transformasi Digital Sektor Pendidikan. Kemmis. , & McTaggart. Participatory Action Research. In Denzin & Lincoln (Eds. Handbook of Qualitative Research. Lestari. AuPemberdayaan Berbasis Teknologi Kampus. Ay Jurnal Inovasi Sosial, 5. Nurcholis. AuPendekatan Partisipatif Pemberdayaan. Ay Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5. Rahman. , & Widodo. Efektivitas QRIS UMKM Saputra. AuKolaborasi Mahasiswa dan UMKM. Ay Jurnal Pengembangan Komunitas, 9. Sari. , & Prasetyo. AuAdopsi Sistem Pembayaran Digital Lingkungan Pendidikan: Studi Kasus Perguruan Tinggi Swasta. Ay Jurnal Ekonomi Teknologi, 10. , 45Ae59. Sari. , & Prasetyo. Transformasi Digital Kampus Swasta. Suharso. , & Dewi. AuRisiko Penggunaan UCAPAN TERIMA KASIH Tim penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak pengelola kantin Universitas islam Negeri fatmawati Sukarno Bengkulu yang telah ikut berpartisipasi dalam pengabdian ini. REFERENSI