P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 124-132 Linggau Jurnal Language education and literature Upaya Meningkatkan Kemampuan Menentukan Struktur dan Kebahasaan Teks Eksposisi Melalui Strategi KWL(Know. Want To Know. Learne. di kelas Vi SMP Methodist-5 Pagar Alam Muhammad Kolbin Salim SMP Methodist-5 Pagar Alam Email: kolbinwiwin@gmail. ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menentukan struktur dan kebahasaan teks eksposisi di SMP Methodist-5 Pagar Alam melalui penggunaan strategi KWL . now, want to know, learne. Metode Penelitian yang digunakan adalah PTK dilaksanakan dalam dua siklus yang pada tiap siklusnya terdiri atas empat komponen, yaitu perencanaan . , pelaksaan . , pengamatan . , dan refleksi . Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes uraian, angket, catatan lapangan, dokumentasi serta wawancara. Teknik analisis data menggunakan data kulitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi pratindakan sebesar 40,00 . ,00%), siklus I menjadi 60,00 . ,00%), dan pada siklus II menjadi 90,00 . ,00%). Jadi, kemampuan menentukan struktur dan kebahsan teks eksposisi peserta didik dari pretes sampai akhir siklus I meningkat sebesar 30 . %), pada siklus II peningkatan sebesar 20,00 . ,00%). Berdasarkan hasil penelitian, simpulan dari pratindakan hingga sesudah tindakan, nilai menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi peserta didik telah mengalami peningkatan sebesar 30,00 . ,00%) yaitu dari skor 40,00 . ,00%) menjadi 70,00 . ,00%). Perubahan yang terlihat dalam penelitian tindakan kelas adalah perubahan perilaku positif siswadibandingkan siklus sebelumnya. Pada siklus II, kegaiatn pembelajaran dapat dikendalikan dengan baik dan lebih kondusif. Peserta didik yang kurang termotivasi tampak semakin bersemangat, lebih percaya diri dan berperan aktif. Kata kunci : Eskposisi. KWL . now, want to know, learne. ABSTRACT The aim of this research is to improve the ability to determine the structure and language of exposition texts at SMP Methodist-5 Pagar Alam through the use of the KWL . now, want to know, learne. The research method used is PTK carried out in two cycles, each cycle consisting of four components, namely planning, acting, observing, and Data collection techniques include observation, essay tests, questionnaires, field notes, documentation and interviews. Data analysis techniques use qualitative and quantitative data. The results showed that the average score determining the structure and language of the pre-action exposition text was 40. 00%), cycle I became 60. 00%), and cycle II became 90. , 00%). So, the ability to determine the structure Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 124-132 and language of students' exposition text from the pretest to the end of cycle I increased by 30 . %), in cycle II it increased by 20. 00%). Based on the results of the study, the conclusions from pre-action to after action, the value determines the structure and language of students' exposition texts have increased by 30. 00%), from a score of 00 . 00%) to 70. 00 ( 70. 00%). The changes seen in the classroom action research are changes in students' positive behavior compared to the previous cycle. In cycle II, learning activities can be controlled properly and are more conducive. Students who are less motivated seem more enthusiastic, more confident and play an active role. Keywords: Exposition. KWL . now, want to know, learne. PENDAHULUAN Satuan pendidikan dan ruang kelas adalah komunitas para peserta didik, diarahkan bersama untuk mengeksporasi dunia dan menempuh ilmu bagaimana mengarahkan para peserta didik untuk menghasilkan suatu produk. Dengan kata lain, produktif serta efektifnya kegiatan pembelajaran terletak pada satuan pendidikan dan kelas. Segala kegiatan di kelas merupakan salah satu faktor utama yang berperan dalam keberhasilan pembelajaran dikelas. Pendidikan merupakan suatu tindakan dalam mencerdaskan kehidupan suatu bangsa untuk menjadi manusia yang berjiwa Pancasila. Berdasarkan UndangUndang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional berbunyi sebagai berikut:AuPendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Di sisi lain, pendidikan juga merupakan suatu wadah yang sangat efektif dan efisien dalam meningkatkan sumber daya manusia untuk mencapai suatu dinamika yang diharapkan. Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 124-132 Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespons situasi lokal, regional, nasional, dan global. Dengan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan: peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri. guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar. guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya. orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah. sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia. serta daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional. Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. Setelah dilakukan ulangan harian pada peserta didik kelas Vi SMP Methodist-5 Pagar Alam. Kota Pagar Alam, didapatkan hasil untuk materi menentukan struktur dan kebahasaan teks eksposisi peserta didik masih di bawah KKM yaitu 70. Masih belum maksimalnya hasil belajar peserta didik terhadap materi menentukan struktur dan kebahasaan teks eksposisi adalah sebagai berikut: Pengetahuan siswa terhadap pemahaman materi struktur dan kebahsaan teks eksposisi masih rendah. Kegaiatan belajar yang dilakukan di kelas cenderung masih monoton dan membuat peserta didik menjadi bosan dalam kegiatan Peserta didik kurang termotivasi dan aktif ketika pembelajaran saya berupa materi yang bersifat hafalan dan membaca dari buku teks saja. Strategi pembelajaran yang digunakan belum maksimal. Dalam kegiatan pembelajaran jika hanya menggunakan metode menghafal maka informasi yang diserap akan mudah terlupakan dan daya ingatnya hanya tinggal beberapa persen saja setelah senjang waktu yang lama. Fenomena ini merupakan sebuah tantangan untuk pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap daya serap dan daya ingat peserta didik. Pendidik sebagai seorang guru harus mempunyai cara yang kreatif dalam Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 124-132 menyelessaikan maslah yang terjadi terhadap peserta didik yang di ajarnya di dalam kelas. Peserta didik harus mampu berfikir kreatif dan mengembangkan kegiatan pembelajaran di kelas. Pendidik harus mempunyai inovasi yang baru dalam mengajar, contohnya dengan menggunakan model pembelajaran yang akan dipilih dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Manajemen yang baik oleh seorang pendidik akan membawa dampak yang positif pada kegitan belajar mengajar di Kesiapan-kesiapan itu itu untuk mencapai tujuan dan indikator yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Satu dari alternatif model pembelajaran di kelas ypada materi menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi adalah Strategi pembelajaran KWL (Know. Want to know. Learne. hal ini disebabkan peserta didik menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran baik secara individu maupun kelompok yang nantinya akan meningkatkan hasil kegiatan pembelajaran di kelas. Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. menerapkan metode mengajar dengan membagikan teks, lembar soal dan jawaban yang disertai dengan alternatif jawaban yang tersedia. Peserta didik diharapkan mampu mencari jawaban dari alternatif yang sudah disiapkan. Berdasarkan penjabaran di atas, peneliti memandang perlu adanya tindakan untuk mengatasi masalah yang terjadi di kelas dalam proses pembelajaran. Maka, dalam upaya peningkatan hasil belajar pada materi menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi terhadap peserta didik dilakukan penelitian tindakan kelas dengan judul Berdasarkan uraian di atas, maka sebagai peneliti merasa penting melakukan penelitian terhadap masalah di atas. Oleh karena itu, upaya meningkatkan hasil belajar Materi struktur dan kebahsaan teks eksposisi siswa dilakukan penelitian Tindakan Kelas dengan judul: AuPeningkatan Hasil Belajar Melalui Strategi KWL (Know. Want To Know. Learne. Pada Kelas Vi Mata Pelajaran Bahasa Inodnesia Tentang Struktur Dan Kebahsaan Teks Eksposisi Di Smp Methodist-5 Pagar Alam Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021-2022Au. METODE Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada hakekatnya PTK merupakan suatu proses dimana melalui proses ini pendidik menginginkan adanya perbaikan, peningkatan, dan perubahan pembelajaran lebih baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan kelas, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart . , yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian dapat dilihat pada gambar berikut: P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 124-132 Objek Penelitian ini adalah peserta didik Kelas Vi SMP Methodist-5 Pagar Alam. Kota Pagar Alam. Provinsi Sumetra Selatan sebanyak 10 Peserta didik, dengan rincian 5 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam PTK ini yaitu : Observasi dilakukan oleh guru yang bersangkutan dan seorang kolaborator untuk merekam perilaku, aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan lembar observasi. Tes hasil belajar untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Teknik Analisa Data, data hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara Deskriptif, seperti berikut ini : Data tes hasil hasil belajar digunakan untuk mengetahui ketuntasan Belajar siswa atau tingkat keberhasilan belajar pada Materi menentukan struktur dan kebahasaan teks eksposisi dengan menggunakan pembelajaran Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) secara individual jika peserta didik tersebut mampu memperolehi nilai 70. Ketuntasan klasikal jika peserta didik yang mendapat nilai 70 ini jumlahnya sekitar 85% dari seluruh jumlah peserta didik dan semuanya akan di hitung dengan rumus, menurut Arikunto . 2: . sebagai P = F x 100 % Dimana : P = Prosentase F = frekuensi tiap aktivitas N = Jumlah seluruh aktivitas HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Keaktivan peserta didik Kelas Vi SMP Methodist-5 Pagar Alam pada kondisi awal dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari hasil belajar peserta didik sebelum diberikan strategi KWL pada kondisi Hasil belajar siswa pada kondisi awal tidak dengan penerapan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. dengan jumlah 10 peserta didik terdapat 4 peserta didik yang tuntas atau 40 % yang tuntas sedangkan peserta didik yang belum tuntas berjumlah 6 Siswa atau 60%, dengan nilai rata-rata sebesar 70,00. Berdasarkan data rata-rata tersebut bahwa kemampuan menentukan struktur dan kebahasaan tesk eksposisi peserta didik masih dibawah ketuntasan secaa klasikal yatu rata-rata 85. Skor maksimal peserta didik juga masih banyak yang di bawah Krieteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 124-132 Peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi setelah diterapkan strategi belajar KWL ( (Know. Want to know. Learne. Keaktifan peserta didik Vi SMP Methodist- 5 Pagar Alam terdapat peningkatan yang cukup signifikan pada kegiatan pembelajaran pada siklus 1 setelah dilakukan penerapan pembelajaran dengan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. Hal tersebut bisa dilihat berdasrkan hasil belajar dan respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran walaupun masih terdapat sebagain kecil masalah yang muncul pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan masalah yang terdapat pada siklus I, maka pendidik bersama pengamat merefleksikan masalah tersebut untuk mampu diperbaiki pada siklus II dengan harapan semua peserta didik mampu meningkatkan hasil belajarnya. Partisipasi peserta didik Kelas Vi SMP Methodist- 5 Pagar Alam dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia sudah cukup meningkat dengan strategi KWL. Hal ini terlihat dari hasilbelajar siswa pada siklus I. Hasil belajar siswa pada siklus I dengan penerapan model pembelajaran menggunakan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. dengan jumlah peserta didik 10 orang, terdapat 7 siswa atau 70% yang tuntas dan yang belum tuntas sebanyak 3 Siswa atau 30 % yang belum tuntas. Pada siklus 1 terdapat kekurangan pemahaman siswa pada materi menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi. Berdasarkan observasi, ada beberapa poin yang menyebabkan hal ini terjadi. Pertama, siswa tidak fokus pada pengisian LKPD sehingga ada bagian tertentu dari isi LKPD yang tidak terisi dengan sempurna. Kedua, peserta didik banyak melakukan aktivitas di luar konteks pembelajaran, seperti bercanda dengan teman sekolompoknya. Ketiga, anggota satu atau dua kelompok tidak mampu menjawab dengan baik pertanyaan yang diberikan pendidik pada saat evaluasi di akhir pelajaran. Partisipasi peserta didik Kelas Vi SMP Methodist- 5 Pagar Alam terdapat peningkatan dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II setelah dilakukan penerapan model pembelajaran Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar dan partisipasi peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran meskipun masih ada sebagain kecil masalah yang muncul pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Partisipasi peserta didik Kelas Vi SMP Methodist- 5 Pagar Alam dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Hal ini tergambar dari hasil belajar peserta didik pada siklus II. Hasil belajar siswa pada siklus II dengan penerapan model pembelajaran Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. dengan jumlah 10 peserta didik, terdapat 9 peserta didik atau 9 0 % yang tuntas dan yang tidak tuntas ada 1 peserta didik atau 10% yang tidak tuntas dan nilai ratarata sebesar 90,00. Data dapat dilihat pada tabel 5. Berdasarkan temuan kekurangan pada siklus I maka peneliti membuat strategi baru untuk meminimalisir faktor kekuangan pemahaman peserta didik yang sudah dijelaskan di atas, selanjutnya akan diterapkan pada siklus II. Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 124-132 Berdasarkan masalah yang pertama peneliti menugaskan semua anggota kelompok menuliskan hasil diskusinya pada lembar kerja LKPD agar hasilnya lebih bervariasi dan terisi dengan baik. Dengan cara itu maka data yang terkumpul menjadi lebih baik dan sempurna sehingga peserta didik lebih memahami materi menentukan struktur dan kebahsaan tesk eksposisi, dengan tujuan mengurangi peserta didik yang saling bermain dengan temannya. Sedangkan masalah yang ketiga, peneliti memberikan penjelasan lebih terperinci denagn contoh-contoh baru tentang materi menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi terkhusus pada pertanyaan yang dianggap sulit atau belum mampu dijawab oleh kelompok dalam diskusi. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa hasil belajar kondisi awalpeserta didik Kelas Vi SMP Methodist-5 Pagar Alam untuk materi menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi dengan pembelajaran mengunakan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. diperoleh nilai rata Ae rata kondisi awal sebesar 40, dengan nilai tertinggi adalah 80 terdapat 1 peserta didik dan nilai terendah adalah 50 terdapat 2 peserta didik dengan ketentusan belajar 40 % dan yang tidak tuntas 60%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa Kelas Vi SMP Methodist-5 Pagar Alam pada siklus 1 untuk menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi dengan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. diperoleh nilai rata Ae rata siklus 1 sebesar 70,00 dengan nilai tertinggi adalah 90 terdapat 1 orang dan nilai terendah adalah 60 terdapat 7 peserta didik dengan ketentusan belajar 70% dan yang belum tuntas 30 Berdasarkan siklus II untuk materi menentukan struktur dan kebahasaan teks eksposisi diperoleh nilai rata Ae rata siklus II sebesar 90,0 dengan nilai tertinggi adalah 100 terdapat 1 peserta didik dan nilai terendah adalah 65 terdapat 1 peserta didik dengan ketuntasan belajar 90% dan yang tidak tuntas 10%. Peserta didik yang belum tuntas berdasarkan pada siklus I dan pada siklus II adalah peserta didik yang sama, hal ini dikarenakan peserta didik tersebut minat belajarnya masih rendah dan sering tidak masuk sekolah. Berdasarkan data hasil belajar peserta didik dari siklus I dan siklus II dapat dilihat adanya peningkatan hasil belajar pe se rta di dik di Kelas Vi SMP Methodist-5 Pagar Alam tahun pelajaran 2021/2022 mengalami peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi menentukan struktur dan kebahsaan teks Hal ini disebabkan pada siklus I dan siklus II menunjukan peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi yang sama yaitu menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi. Hal ini disebabkan pada siklus I dan siklus II Sudah menggunakan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. Aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung yang menerapkan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. pada materi menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi menurut penilaian pengamat termasuk kategori baik semua aspek aktivitas siswa. Peserta didik mendengar dan Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 124-132 memperhatikan penjelasan pendidik, kerja sama dalam kelommpok, bekerja dengan menggunakan alat peraga, keaktifan siswa dalam diskusi, memperesentasikan hasil diskusi, menyimpulkan materi, dan kemampuan siswa menjawab pertanyaan dari guru. Pembelajaran Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. Kemampuan pendidik dalam pengelolaan model pembelajaran Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. menurut hasil penilaian pengamat termasuk kategori baik untuk semua aspek. Berarti secara keseluruhan pendidik telah memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. pada menentukan struktur dan kebahsaan teks eksposisi . Hal ini sesuai dengan pendapat Ibrahim . alam Sukri, 2015: . , bahwa guru berperan penting dalam mengelola kegiatan mengajar, yang berarti guru harus kreatif dan inovatif dalam merancang suatu kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga minat dan motivasi siswa dalam belajar dapat ditingkatkan. Pendapat lain yang mendukung adalah piter . alam dalam Sukri, 2015:. Kemampuan seorang pendidik sangat penting dalam pengelolaan pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efisien. Respons siswa Terhadap pembelajaran menggunakan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. Berdasarkan hasil angket respons siswa terhadap Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. yang diterapkan oleh peneliti menunjukan bahwa siswa merasa senang terhadap materi pelajaran. LKPD, suasana belajar dan cara penyajian materi oleh pendidik. Menurut peserta didik, dengan model pembelajaran Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. peserta didik lebih mudah memahami materi pelajaran interaksi antara pendidik dengan peserta didik dan interaksi antar peserta didik tercipta semakin baik dengan adanya diskusi, sedangkan ketidak senanganpeserta didik teerhadap Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. disebabkan suasana belajar dikelas yang sedikit kurang kondusif karena masih terdapat peserta didik yang ribut. Seluruh peserta didik . %) berpendapat mendapat pengalaman baru dalam pembelajaran menggunakan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. Peserta didik merasa senang menggunakan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. , dan peserta didik merasa bahwa model pembelajaran Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. bermanfaat bagi mereka, karena mereka dapat saling bertukar pendapat dan materi pelajaraan menjadi mudah diingat. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian menggunakan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. , maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Menggunakan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. dapat meningkatkan hasil belajar materi menentukan struktur dan kebahasaan teks eksposisi pada peserta didik Kelas Vi SMP Methodist-5 Pagar Alam. Pendidik yang mengalami kesulitan dalam memilih strategi pembelajaran dapat menerapkan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. sebagai Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Linggau Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Desember 2022 Page: 124-132 alternatif dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Pendidik yang ingin menggunakan Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. diharapkan untuk membuat Strategi KWL (Know. Want to know. Learne. yang lebih bervariasi dan kreatif. DAFTAR PUSTAKA