Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. September 2025, pp. Evolusi Topik dan Kolaborasi Penulis dalam Studi Tata Kelola Perusahaan Loso Judijanto IPOSS Jakarta Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi topik dan pola kolaborasi penulis dalam literatur tata kelola perusahaan . orporate governanc. menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diambil dari basis data Scopus dengan rentang waktu publikasi tahun 2000Ae 2025, dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil visualisasi menunjukkan bahwa topik-topik dalam studi tata kelola perusahaan telah berkembang dari isu-isu tradisional seperti struktur dewan dan kinerja keuangan menuju tema-tema kontemporer seperti tanggung jawab sosial perusahaan. ESG, dan transparansi. Selain itu, analisis co-authorship menunjukkan adanya jaringan kolaboratif yang kuat di antara penulis, institusi, dan negara-negara tertentu, dengan Amerika Serikat. Malaysia, dan Inggris sebagai simpul kolaborasi Temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai arah perkembangan keilmuan dan peluang kolaborasi riset lintas disiplin dan wilayah, sekaligus menjadi dasar bagi peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam memahami dinamika keilmuan di bidang corporate governance. Received September, 2025 Revised September, 2025 Accepted September, 2025 Kata Kunci: Bibliometrik. Corporate Governance. VOSviewer Keywords: Bibliometric. Corporate Governance. VOSviewer ABSTRACT This study aims to analyze the evolution of topics and patterns of author collaboration in the literature on corporate governance using a bibliometric approach. Data were collected from the Scopus database covering publications from 2000 to 2025 and analyzed using VOSviewer software. The visualization results show that the thematic focus in corporate governance research has shifted from traditional issues such as board structure and financial performance to more contemporary themes including corporate social responsibility. ESG, and transparency. Moreover, the co-authorship analysis reveals strong collaborative networks among authors, institutions, and countries, with the United States. Malaysia, and the United Kingdom emerging as central nodes in the global research landscape. These findings provide a comprehensive overview of the scientific development and highlight strategic opportunities for interdisciplinary and crossregional collaboration, offering valuable insights for researchers, practitioners, and policymakers engaged in corporate governance. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Selama beberapa dekade terakhir, tata kelola perusahaan . orporate governanc. telah menjadi salah satu isu sentral dalam praktik dan kajian manajemen bisnis modern (Andriana & Panggabean, 2. Konsep ini berperan penting dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan integritas perusahaan, yang pada akhirnya memengaruhi kepercayaan investor dan stabilitas pasar Skandal besar seperti Enron. WorldCom, hingga kasus Jiwasraya dan Asabri di Indonesia memperkuat urgensi reformasi tata kelola perusahaan dan menjadikannya topik kajian yang semakin relevan. Dari sinilah lahir berbagai regulasi seperti Sarbanes-Oxley Act di Amerika Serikat, serta Peraturan OJK di Indonesia yang menegaskan pentingnya prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) (Gherghina, 2. Seiring dengan meningkatnya perhatian global terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial, konsep tata kelola perusahaan telah berevolusi melampaui aspek kepatuhan . semata (Astika & Asalam, 2023. Wahyudin & Solikhah, 2. Isu-isu seperti keberagaman dewan direksi, keterbukaan informasi, manajemen risiko, peran pemegang saham minoritas, hingga integrasi ESG (Environmental. Social, and Governanc. menjadi bagian dari lanskap tata kelola modern (Bao et al. , 2. Perubahan ini juga tercermin dalam perkembangan literatur akademik yang semakin luas, kompleks, dan multidisipliner. Studi-studi tentang corporate governance kini melibatkan perspektif hukum, ekonomi, akuntansi, psikologi organisasi, dan bahkan teknologi (Lindsay & Martella, 2. Kemajuan teknologi informasi turut mendorong transformasi dalam cara akademisi berkolaborasi dan menghasilkan pengetahuan baru. Publikasi ilmiah tidak lagi terbatas secara geografis, melainkan melibatkan jejaring peneliti dari berbagai negara dan institusi. Fenomena kolaborasi ilmiah ini menjadi semakin penting dalam memahami arah evolusi riset tata kelola perusahaan, karena jaringan penulis dapat mencerminkan pusat-pusat keunggulan intelektual, pola diseminasi ide, dan pengaruh dari lembaga atau tokoh tertentu dalam mendorong tema-tema baru. Studi bibliometrik menjadi alat penting dalam memetakan kolaborasi ini secara sistematis dan Selain kolaborasi, dinamika topik dalam studi tata kelola perusahaan juga mengalami Topik-topik awal yang berfokus pada struktur dewan, kepemilikan saham, dan perlindungan investor kini berkembang ke arah yang lebih kompleks seperti digital governance, board diversity, sustainability governance, serta dampak teknologi terhadap pengambilan keputusan korporasi. Evolusi ini terjadi secara bertahap dan dipengaruhi oleh konteks sosial, ekonomi, dan politik di berbagai belahan dunia. Memahami evolusi topik ini penting untuk mengetahui tren riset ke depan, menghindari duplikasi penelitian, serta membuka peluang kajian lintas disiplin yang lebih kontekstual. Namun demikian, meskipun literatur mengenai tata kelola perusahaan telah berkembang pesat, belum banyak kajian yang secara eksplisit memetakan bagaimana topik-topik ini berubah dari waktu ke waktu dan bagaimana pola kolaborasi penulis membentuk peta keilmuan dalam bidang Analisis bibliometrik berbasis publikasi ilmiah dapat memberikan gambaran yang utuh tentang tren tersebut (Donthu et al. , 2021. Van Eck & Waltman, 2. Dengan menggunakan perangkat seperti VOSviewer dan basis data internasional, kita dapat menelusuri tema-tema yang paling banyak dikaji, pengaruh geografis terhadap arah penelitian, serta klaster kolaborasi ilmiah yang terbentuk secara alamiah. Meskipun tata kelola perusahaan merupakan bidang studi yang terus berkembang, terdapat keterbatasan pemahaman mengenai bagaimana topik-topik utama dalam Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A bidang ini berevolusi dan bagaimana jejaring kolaborasi penulis terbentuk dan berubah seiring Kurangnya kajian sistematis yang menggabungkan dimensi temporal . erubahan topi. dan dimensi sosial . olaborasi antar penelit. menyisakan ruang penting bagi eksplorasi ilmiah berbasis pendekatan bibliometrik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis evolusi topik dan pola kolaborasi penulis dalam literatur tata kelola perusahaan secara komprehensif menggunakan pendekatan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik untuk menganalisis perkembangan topik dan pola kolaborasi penulis dalam studi tata kelola perusahaan. Pendekatan ini dipilih karena mampu menyajikan gambaran kuantitatif dan visual tentang dinamika pengetahuan dalam suatu bidang keilmuan. Fokus utama dari metode bibliometrik dalam penelitian ini adalah dua aspek: cooccurrence analysis untuk mengeksplorasi evolusi topik melalui kata kunci yang sering muncul bersama, serta co-authorship analysis untuk memahami jejaring kolaborasi antar penulis yang berkontribusi dalam penelitian tata kelola perusahaan. Sumber data utama berasal dari database Scopus, yang dipilih karena cakupan multidisipliner dan rekognisinya secara internasional sebagai rujukan utama dalam publikasi ilmiah. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan kata kunci Aucorporate governanceAy pada bidang title, abstract, dan keywords, dengan batasan tahun publikasi antara 2000 hingga 2025. Hanya dokumen dalam bentuk artikel ilmiah . ournal article. yang diikutsertakan, sementara jenis dokumen seperti conference proceedings, reviews, dan book chapters dikeluarkan agar hasil analisis lebih terfokus. Data yang diperoleh diekspor dalam format RIS atau CSV, yang kemudian dibersihkan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer versi terbaru. Analisis dilakukan dalam dua tahap utama. Pertama, analisis cooccurrence dilakukan terhadap kata kunci . uthor keyword. untuk mengidentifikasi tren topik dan pergeseran tema dari waktu ke waktu. Kata kunci yang memenuhi ambang minimum kemunculan tertentu . isalnya Ou5 kal. divisualisasikan dalam bentuk density map dan overlay visualization untuk menunjukkan temporalitas topik. Kedua, analisis co-authorship dilakukan terhadap nama penulis, institusi, dan negara untuk memetakan pola kolaborasi, mengidentifikasi klaster kolaboratif, serta mendeteksi penulis atau lembaga yang berperan sebagai pusat jejaring. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Co-Occurrence Kata Kunci Gambar 1. Visualisasi Jaringan Sumber: Data Diolah Gambar 1 di atas menunjukkan peta keterkaitan kata kunci yang sering muncul dalam literatur mengenai tata kelola perusahaan . orporate governanc. Titik sentral dan terbesar dalam jaringan ini adalah Aucorporate governanceAy itu sendiri, yang menunjukkan bahwa istilah ini Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A merupakan titik temu utama dari berbagai tema dan subtema yang muncul dalam publikasi ilmiah. Ukuran lingkaran mencerminkan frekuensi kemunculan kata kunci, sementara garis-garis antar kata kunci menunjukkan tingkat keterkaitan atau co-occurrence antar konsep dalam artikel yang sama. Peta ini menunjukkan bahwa studi tata kelola perusahaan tidak hanya fokus pada satu aspek, tetapi telah berkembang menjadi jaringan tema yang luas dan multidimensi. Terdapat beberapa cluster yang teridentifikasi dengan warna berbeda, yang masing-masing mewakili fokus tematik tertentu. Misalnya, cluster merah mengelompokkan topik seperti earnings management, audit committee, board size, ownership structure, dan firm value. Ini menunjukkan bahwa salah satu arus utama dalam literatur corporate governance berfokus pada mekanisme internal perusahaan, struktur dewan, dan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan dan manipulasi Cluster ini mencerminkan pendekatan klasik dalam tata kelola perusahaan yang menitikberatkan pada hubungan antara struktur pengambilan keputusan dan hasil korporasi. Di sisi lain, cluster biru menekankan dimensi yang lebih strategis dan sosial, dengan kata kunci seperti corporate social responsibility, governance approach, corporate strategy, dan institutional theory. Ini menunjukkan bahwa literatur juga bergerak ke arah tata kelola yang lebih luas, termasuk dalam konteks tanggung jawab sosial, strategi perusahaan, dan landasan teoritik kelembagaan. Adanya kata kunci seperti investment dan financial crisis dalam cluster ini juga menunjukkan keterkaitan antara tata kelola dan stabilitas sistemik di tingkat makro. Cluster hijau lebih terfokus pada dimensi etika, keberlanjutan, dan hubungan dengan pemangku kepentingan. Kata-kata seperti ethics, accountability, stakeholders. ESG, dan innovation menggambarkan pergeseran perspektif dalam literatur dari orientasi shareholder menuju Ini juga mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap tata kelola berbasis nilai dan prinsip, terutama dalam konteks perubahan iklim, keberlanjutan bisnis, dan legitimasi sosial Dimensi ini menunjukkan bahwa corporate governance tidak hanya menjadi alat kontrol, tetapi juga instrumen untuk menciptakan kepercayaan publik dan keberlanjutan jangka Adapun cluster kuning tampaknya lebih fokus pada aspek manajerial dan operasional dengan kata kunci seperti industrial management, boards of directors, executive compensation, dan voluntary disclosure. Tema ini mengindikasikan hubungan erat antara praktik manajerial dengan sistem pengungkapan dan insentif yang diterapkan di perusahaan. Kombinasi kata kunci ini menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan juga dilihat dari sisi implementatif dan teknis di tingkat operasional sehari-hari. Secara keseluruhan, peta ini mencerminkan diversifikasi arah penelitian dalam corporate governance, dari pendekatan struktural dan keuangan hingga sosial dan strategis, menunjukkan bahwa kajian ini terus berkembang dan bersifat interdisipliner. Gambar 2. Visualisasi Overlay Sumber: Data Diolah Gambar 2 menunjukkan dinamika temporal evolusi topik dalam studi tata kelola perusahaan . orporate governanc. berdasarkan kemunculan kata kunci dalam literatur dari tahun 2014 hingga Warna biru ke ungu merepresentasikan topik yang lebih dominan pada periode awal . 4Ae Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A 2. , sementara warna kuning menandakan kata kunci yang lebih sering muncul pada tahun-tahun yang lebih baru . 8Ae2. Dari peta ini, terlihat bahwa istilah seperti industrial management, executive compensation, dan boards of directors mendominasi pada periode awal studi, mencerminkan fokus awal pada struktur organisasi dan mekanisme pengendalian internal Seiring berjalannya waktu, fokus penelitian tampaknya bergeser menuju isu-isu yang lebih strategis dan sosial, sebagaimana ditunjukkan oleh warna hijau ke kuning pada kata kunci seperti ownership structure, board characteristics, audit committee, hingga financial performance. Topiktopik ini mengindikasikan bahwa dalam periode terbaru, studi corporate governance banyak mengeksplorasi hubungan antara struktur pengambilan keputusan korporat dengan hasil keuangan dan akuntabilitas perusahaan. Kemunculan istilah seperti earnings management, board independence, dan voluntary disclosure sebagai topik yang lebih baru menunjukkan adanya perhatian terhadap transparansi dan integritas pelaporan keuangan dalam konteks tata kelola. Menariknya, kata kunci seperti ESG, stakeholders, dan ethics mulai muncul dengan warna kuning pucat, mengindikasikan bahwa dimensi keberlanjutan dan tata kelola berbasis nilai mulai mendapatkan perhatian lebih serius dalam penelitian terkini. Perpindahan ini menunjukkan bahwa arah literatur corporate governance mulai mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan, akuntabilitas sosial, dan peran stakeholder secara lebih luas. Hal ini konsisten dengan tren global yang mendorong perusahaan untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memenuhi ekspektasi sosial dan lingkungan dalam tata kelolanya. Gambar 3. Visualisasi Densitas Sumber: Data Diolah Gambar di atas merupakan density visualization. Warna kuning terang menunjukkan area dengan kepadatan tinggi, artinya kata kunci tersebut sering muncul dan memiliki keterhubungan kuat dengan istilah lain dalam literatur. Terlihat bahwa corporate governance menjadi pusat terpadat, menandakan posisi dominannya sebagai topik utama yang menjadi jantung pembahasan dalam berbagai penelitian. Di sekitarnya, kata kunci seperti performance, financial performance, ownership structure, dan corporate social responsibility juga menunjukkan intensitas yang cukup tinggi, merefleksikan fokus utama peneliti terhadap hubungan antara tata kelola dan hasil korporasi, baik secara finansial maupun sosial. Sementara itu, area dengan warna lebih gelap atau kebiruan menunjukkan kepadatan yang lebih rendah, meskipun tetap signifikan dalam jaringan literatur. Kata-kata seperti ESG, ethics, stakeholders, dan institutional theory berada di area ini, yang berarti topik-topik tersebut masih dalam tahap pengembangan atau menjadi fokus baru dalam literatur corporate governance. Peta ini menunjukkan bahwa meskipun tema utama masih berkutat pada aspek struktural dan kinerja keuangan, namun terdapat potensi pengembangan riset lebih lanjut ke arah keberlanjutan, etika, dan teori organisasi. Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Analisis Co-Authorship Gambar 4. Visualisasi Kepenulisan Sumber: Data Diolah Gambar di atas merupakan hasil visualisasi analisis kolaborasi penulis . o-authorshi. dalam penelitian tentang corporate governance. Setiap node mewakili seorang penulis, dan garis penghubung menunjukkan hubungan kolaboratif berdasarkan publikasi bersama. Terlihat bahwa Filatotchev Igor V. merupakan penulis yang sangat sentral, terhubung dengan banyak penulis lain seperti Wright Mike T. Aguilera Ruth, dan Cumming Douglas J. , yang menunjukkan posisinya sebagai tokoh utama dalam jaringan penelitian ini. Selain itu, terdapat beberapa cluster kolaboratif yang relatif terpisah, seperti kelompok yang dipimpin oleh Mallin Chris A. dan Deakin Simon di sisi kanan . luster mera. , serta Zattoni Alessandro dan Kumar Praveen di bagian atas . luster kunin. Gambar 5. Visualisasi Afiliasi Sumber: Data Diolah Gambar di atas merupakan hasil visualisasi analisis kolaborasi institusional . o-authorship by affiliatio. dalam bidang corporate governance. Setiap titik mewakili institusi atau universitas, dan garis penghubung menunjukkan adanya kolaborasi antar institusi berdasarkan publikasi bersama. Terlihat bahwa Universiti Teknologi MARA (UiTM). Shah Alam berperan sebagai salah satu pusat kolaborasi utama . luster mera. , dengan hubungan yang cukup luas ke berbagai institusi di Asia. Eropa, hingga Afrika, termasuk FSEG Sfax dan Queensland University of Technology. Selain itu, universitas seperti Florida International University. Universitas Diponegoro, dan Universidade de Syo Paulo juga tampil sebagai simpul penting dalam jaringan global ini. Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Gambar 6. Visualisasi Kenegaraan Sumber: Data Diolah Gambar di atas merupakan visualisasi kolaborasi antar negara . o-authorship by countr. dalam bidang penelitian corporate governance. Ukuran lingkaran menunjukkan jumlah publikasi atau kontribusi negara dalam bidang ini, sementara garis penghubung mencerminkan intensitas kolaborasi antarnegara. Terlihat bahwa United States menempati posisi paling sentral dan dominan dalam jaringan kolaboratif global, berkolaborasi aktif dengan negara-negara besar lainnya seperti United Kingdom. Germany. France. Malaysia, dan Italy. Negara-negara Asia seperti Malaysia. Japan. South Korea, dan China . idak tertulis tapi kemungkinan terwakili lewat kolaborator regional seperti Hong Kong dan Taiwa. juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam jaringan global ini, terutama dalam kolaborasi lintas regional. Keberadaan negara-negara dari Afrika. Timur Tengah, dan Amerika LatinAimeskipun kontribusinya lebih kecilAimenunjukkan bahwa isu tata kelola perusahaan telah menjadi perhatian global dan merata di berbagai konteks negara berkembang dan Implikasi Praktis Hasil studi ini memberikan beberapa implikasi praktis yang penting, khususnya bagi peneliti, regulator, dan praktisi bisnis. Bagi peneliti, pemetaan evolusi topik dan jaringan kolaborasi ilmiah dapat menjadi panduan dalam memilih tema riset yang relevan, terkini, dan memiliki potensi kontribusi tinggi. Peneliti dapat mengidentifikasi celah literatur . esearch gap. dan menghindari duplikasi penelitian, serta menjalin kolaborasi strategis dengan penulis atau institusi yang memiliki pengaruh signifikan di bidang tata kelola perusahaan. Bagi regulator dan pembuat kebijakan, identifikasi topik-topik yang berkembang seperti ESG, transparansi pengungkapan, dan stakeholder engagement dapat menjadi dasar penyusunan regulasi yang responsif terhadap tren global. Sementara itu, bagi pelaku bisnis dan pemangku kepentingan perusahaan, pemahaman atas fokus penelitian terbaru dalam tata kelola dapat menjadi acuan untuk menyelaraskan praktik perusahaan dengan standar internasional dan ekspektasi pasar. Kontribusi Teoritis Secara teoritis, studi ini memperkaya literatur mengenai tata kelola perusahaan dengan pendekatan bibliometrik yang mengintegrasikan analisis temporal . volusi topi. dan sosial . ejaring kolaboras. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola perusahaan bukanlah konsep statis, tetapi merupakan konstruksi ilmiah yang terus berkembang sesuai konteks global. Temuan bahwa topik seperti earnings management, board structure, dan corporate social responsibility berkembang menjadi klaster utama menunjukkan pergeseran fokus dari pendekatan agensi tradisional menuju pendekatan multi-teori seperti stakeholder theory dan institutional theory. Dengan demikian, penelitian ini memberikan landasan empirik bagi pengembangan model konseptual tata kelola yang lebih kontekstual, multidisipliner, dan dinamis. Selain itu, dengan memetakan aktor-aktor utama dalam jaringan ilmiah, studi ini juga berkontribusi dalam memahami Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A proses difusi ilmu pengetahuan dan pembentukan epistemic community dalam bidang corporate Limitasi Meskipun studi ini memberikan wawasan penting, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu Pertama, sumber data terbatas pada satu basis data bibliografis, yaitu Scopus, yang meskipun luas namun tetap dapat menyebabkan bias representasi, terutama terhadap publikasi non-Inggris atau jurnal lokal yang tidak terindeks. Kedua, pendekatan bibliometrik bersifat kuantitatif dan tidak menangkap kedalaman isi atau nuansa teoritis dari setiap artikel, sehingga tidak memberikan analisis kualitatif terhadap konten substansial publikasi. Ketiga, karena analisis ini berbasis kata kunci yang ditentukan oleh penulis, maka kemungkinan terjadi variasi atau ketidakkonsistenan dalam penggunaan terminologi yang dapat mempengaruhi hasil visualisasi. Oleh karena itu, hasil penelitian ini sebaiknya dipertimbangkan sebagai peta awal untuk eksplorasi literatur lebih lanjut, bukan sebagai kesimpulan mutlak atas perkembangan ilmu tata kelola KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis bibliometrik yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa studi tata kelola perusahaan telah mengalami evolusi signifikan baik dari segi topik maupun jaringan kolaborasi peneliti. Fokus penelitian yang awalnya berkutat pada struktur dewan dan kinerja keuangan kini mulai meluas ke isu-isu strategis seperti tanggung jawab sosial. ESG, dan transparansi pengungkapan. Selain itu, pola kolaborasi antar penulis, institusi, dan negara menunjukkan terbentuknya komunitas ilmiah global yang saling terhubung dan berperan dalam mendorong pengayaan literatur corporate governance secara multidisipliner. Pemetaan ini tidak hanya menggambarkan lanskap pengetahuan saat ini, tetapi juga memberikan arah strategis bagi pengembangan riset di masa depan serta kolaborasi lintas negara dan institusi. DAFTAR PUSTAKA