Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 2 September 2021 | pp. 174 Ae 182 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Efek Pemberian Acupressure Dan Counter Pressure Pada Nyeri Kala I Fase Aktif Ibu Primipara Di RS Aura Syifa Kabupaten Kediri Siti Asiyah*. Rossilawati. Ira Titisari Poltekkes Kemenkes Malang. Indonesia Corresponding author: Siti Asiyah . iti_asiyah@poltekkes-malang. Received: June 17 2021. Accepted: July 23 2021. Published: September 1 2021 ABSTRAK Nyeri adalah bagian integral dari persalinan dan melahirkan. Nyeri selama kala 1 fase aktif persalinan diakibatkan oleh dilatasi serviks dan segmen bawah uterus dan korpus uteri. Salah satu upaya untuk menurunkan nyeri persalinan yaitu dengan metode non farmakologi dengan teknik acupressure dan counter pressure. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 ibu bersalin primipara yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok yang diberikan acupressure sebanyak 25 responden, dan kelompok yang diberikan counter pressure sebanyak 25 Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan observasi, kemudian data dianalisis menggunakan Wilcoxon Match Pairs Test dengan p O 0,05. Hasil penelitian ini diketahui bahwa nyeri selama persalinan kala 1 fase aktif diakibatkan karena bebrapa faktor antara lain umurdan persepsi ibu terhadap nyeri. Acupressure dapat menurunkan nyeri karena teknik acupressure titik pada tangan dapat bermanfaat untuk pelepasan endorphin, memblok reseptor nyeri ke otak, sehingga nyeri dapat berkurang. Pada teknik counter pressure juga dapat menurunkan skala nyeri dikarenakan tekanan kuat pada counter pressure dapat mengatasi nyeri tajam dan memberikan sensasi menyenangkan yang melawan rasa tidak nyaman pada saat Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan perlakuan acupressure dan counter pressure terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala 1 fase aktif Kata Kunci: Acupressure. Kala 1 Fase Aktif. Counter Pressure. Skala Nyeri This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Nyeri pada saat persalinan memiliki derajat nyeri yang sangat tinggi dibandingkan dengan nyeri yang lain misalnya patah tulang atau sakit gigi. Sehingga banyak wanita yang belum siap memiliki anak karena membayangkan rasa sakit yang akan dialaminya saat melahirkan (Judha. Sudarti, & Fauziah, 2. Pada setiap wanita, akan memiliki pengalaman melahirkan yang unik termasuk pengalaman nyeri selama persalinan dan cara mengatasinya. Pengalaman nyeri ini sangat bervariasi baik dari aspek fisik, psikologis serta respon masing masing individu. (Setyowati, 2. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Efek Pemberian Acupressure Dan Counter Pressure PadaA. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa ada perbedaan nyeri pada persalinan ibu primipara dan multipara. Berdasarkan penelitian Kusnita. Mudayati, & Susmini, 2017didapatkan hasil bahwa nyeri persalinan fase aktif kala 1 pada ibu primipara mempunyai tingkat nyeri yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat nyeri pada ibu multipara. Sejalan dengan penelitian Kusnita. Magfuroh, 2012 juga mengungkapkan bahwa tingkat nyeri pada ibu primipara lebih tinggi daripada ibu multipara hal ini dikarenakan ibu primipara belum mendapatkan pengalaman melahirkan sebelumnya. Penelitian Rahmawati. Hartati, & Sumami tahun 2016 merinci bahwa 63,2% ibu primipara mengalami nyeri sedang saat persalinan. Sisanya adalah nyeri berat 27,9% dan sebanyak 8,8% mengalami nyeri ringan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap persalinan akan disertai nyeri dengan tingkatan yang berbeda beda. Respon nyeri yang berbeda beda pada setiap ibu disebabkan oleh berbagai factor antara lain dikarenakan tidak adanya pengalaman melahirkan pada ibu primipara (Rahmawati. Hartati, & Sumami, 2. Pengalaman ibu terhadap nyeri sebelumnya dan tingkat kecemasannya juga mempengaruhi kemampuannya untuk mengelola nyeri sat ini dan saat yang akan datang. Begitu juga dengan lingkungan asing dan peristiwa-peristiwa yang belum dikenalinya atau belum terbiasa juga dapat meningkatkan kecemasan. Perhatian maupun distraksi juga mempengaruhi persepsi nyeri. Jika sensasi nyeri menjadi fokus perhatiannya, maka intensitas nyeri yang dirasakan juga akan semakin besar (Maryuni, 2. Rasa nyeri dapat menimbulkan dampak psikologi pada ibu yaitu kegelisahan dan kecemasan, hal tersebut sering dikaitkan dengan rasa nyeri walau sebenarnya belum tentu berkaitan langsung. Selain itu rasa nyeri juga akan berdampak pada aktivitas harian ibu, sulit tidur, tidak nafsu makan, dan sulit konsentrasi. Biasanya respon ibu terhadap rasa nyeri dapat berupa tangisan, rintihan, mengepal atau menarik diri, bahkan berteriak (Judha. Sudarti, & Fauziah, 2. Dan jika ibu sudah tidak dapat mengendalikan rasa sakitnya dengan pengaturan nafas maka ibu akan menangis dan berteriak bahkan mungkin akan meluapkan kemarahannya kepada orang-orang terdekatnya atau keluarga (Sulistyawati & Nugraheny, 2. Sehingga kondisi nyeri yang dialami oleh ibu bersalin perlu mendapatkan upaya upaya untuk Upaya untuk mengurangi rasa nyeri pada persalinan dapat dilakukan dengan metode farmakologi melalui penggunaan analgesia dan anastesia. Namun penggunaan obat ini biasanya memiliki efek samping dan terkadang obat tidak mempunyai kekuatan efek yang Metode yang lain adalah metode non farmakologi seperti: TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulatio. , aromatherapi, musik, hidroterapi, posisi, hypno birthing, dan massage . termasuk di dalamnya adalah dengan Acupressure dan Counter Pressure (Judha. Sudarti, & Fauziah, 2. Teknik Acupressure ini dapat menyebabkan pelepasan endorfin, memblokir reseptor nyeri, dan menyebabkan dilatasi serviks, serta meningkatkan efektifitas kontraksi uterus. Begitu juga dengan Counter Pressure, teknik ini memerlukan energi yang cukup besar dan sangat cocok dilakukan pada akhir kala 1 persalinan dengan melakukan penekanan di daerah sakrum untuk meredakan nyeri saat kontraksi (Yuliatun. Dalam Penelitian Suroso & Mulati, 2014 tentang AuPenerapan Teknik Acupressure Titik Pada Tangan Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala 1Ay didapatkan Acupressure dapat menurunkan tingkat nyeri pada ibu bersalin kala 1. Sedang pada penelitian Satria 2017, tentang AuPengaruh Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Pijat Punggung dengan Teknik Counter Pressure Terhadap Pengurangan Rasa Nyeri Ibu Bersalin Kala 1 Fase AktifAy didapatkan hasil bahwa Counter Pressure juga dapat menurunkan nyeri pada ibu bersalin kala 1 (Satria, 2. Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian bahwa teknik Acupressure dan Counter Pressure dapat menurunkan tingkat nyeri pada ibu bersalin kala 1, namun sejauh ini masih belum ada yang meneliti tentang manakah yang lebih efektif untuk menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif?Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Journal for Quality in Women's Health Efek Pemberian Acupressure Dan Counter Pressure PadaA. efek pemberian acupressure dan counter pressure pada nyeri kala i fase aktif ibu primipara di RS Aura Syifa Kabupaten Kediri. METODE Desain yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperiment . penelitian ini menggunakan dua kelompok, yaitu satu kelompo diberikan massage Acupressure dan kelompok ke dua diberikan massage Counter pressure. Pengukuran skala nyeri dilakukan 2 kali yaitu saat pre-test dan post-test untuk mengetahui perbedaan Acupressure dan Counter Pressure terhadap penurunan nyeri kala 1 fase aktif pada ibu primipara. Tabel 1. Rancangan penelitian perbedaan tingkat nyeri kala 1 fase aktif ibu primipara dengan pemberian Acupressure dan Counter Pressure Pretest Perlakuan Postest Kelompok 1 Ox1 Kelompok 2 Ox2 Keterangan: Ox1 : Skala nyeri sebelum diberikan Acupressure Ox2 : Skala nyeri sebelum diberikan Counter Pressure : Skala nyeri setelah diberikan Acupressure : Skala nyeri setelah diberikan Counter Pressure : Perlakuan berupa Acupressure : Perlakuan berupa Counter Pressure Variabel penelitian ini terdiri atas variabel independent. yaitu Massage Acupressure dan Massage Counter Pressure sedangkan Variabel Dependent. nya adalah Nyeri persalinan kala I fase aktif 4-7 cm. Populasi penelitiannya adalah seluruh ibu primipara yang bersalin normal di ruang bersalin RS Aura Syifa Kabupaten Kediri selama satu bulan. Sampel diambil dengan simple random sampling sebanyak 49 responden. Teknik ini dilakukan diakhir pengambilan data. Responden yang datang pertama akan diberi pijatan acupressure dan responden yang datang kedua akan diberikan pijatan counter pressure begitu seterusnya secara bergantian selama pengambilan data, kemudian responden yang telah diberikan perlakuan tersebut akan diambil 49 dari jumlah populasi untuk dilakukan pengundian dan dilakukan pengelompokan yaitu kelompok 1 ibu yang diberi pijat acupressure dan kelompok 2 yang diberi pijat counter pressure. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : Lembar observasi skala nyeri antara lain berisi data demografi berupa nama, paritas, dan riwayat persalinan serta skala intensitas nyeri yang beruapa numeric rating scale (NRS) untuk menilai tingkat nyeri yang dialami oleh responden sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. SOP MassageAcupressure dan SOP Massage Counter Pressure. Penelitian ini menggunakan uji statistik non parametrik yaitu Mann Whitney U test. HASIL Perubahan nyeri pada pemberian Acupressure Tabel 2. Perubahan nyeri sebelum dan sesudah diberikan Acupressure Kelompok Kriteria Pretest Posttest Acupressure Tidak Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Journal for Quality in Women's Health Efek Pemberian Acupressure Dan Counter Pressure PadaA. Nyeri Sangat 1 Berat Jumlah Berdasarkan tabel 1 di atas, maka dapat diketahui bahawa sebelum diberikan Acupressure. Sebagian besar . %) responden mengalami nyeri sedang, sedangkan setelah diberikan acupressure Sebagian beras berada pa kategori nyeri ringan. 15 orang yang awalnya yeri sedang menjadi berkurang tinggal menjadi 8 orang saja stelah di berikan Acupressure. Sebelum Acupressure, ada 9 orang yang mengeluhkan nyeri berat, hanya tinggal 2 orang saja setelah Acupressure. Sedangkan 1 orang yang mengeluhkan mengalami nyeri sangat berat, setelah diberikan Acupressure, berada pada kategori nyeri yang lebih ringan. Perubahan nyeri pada pemberian Counter pressure Tabel 3. Perubahan nyeri sebelum dan sesudah diberikan Counter pressure Kelompok Kriteria Pretest Posttest Tidak Nyeri 0 Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat 7 Nyeri Sangat Berat Jumlah Berdasarkan tabel 2 di atas, maka dapat diketahui bahawa sebelum diberikan Counter pressure. Sebagian besar . %) responden mengalami nyeri sedang, sedangkan setelah diberikan acupressure sebagian besar berada pada kategori nyeri ringan . %). 17 orang yang awalnya nyeri sedang berkurang menjadi 7 orang saja setelah di berikan Counter pressure. Sebelum counter pressure, ada 7 orang yang mengeluhkan nyeri berat, hanya tinggal 1 orang saja setelah counter pressure. Sedangkan 1 orang yang mengeluhkan mengalami nyeri sangat berat, setelah diberikan Acupressure, berada pada kategori nyeri yang lebih ringan. Perubahan nyeri pada acupressure dan counter pressure Tabel 4. Perubahan nyeri setelah acupressure dan setelah counter pressure Kategori Nyeri Post Acupressure Post Counter Pressure Jumlah Persen Jumlah Persen Tidak Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Nyeri Sangat 0 Berat Jumlah Berdasarkan tabel 3 diatas, maka dapat dilihat bahwa semua responden yang telah diberikan Tindakan Acupressure maupun counter pressure tidak ada yang berada pada kategori nyeri sangat berat. Untuk yang masih mengalami nyeri berat, jumlahnya juga sangat sedikit dibndingkan pada kelompok nyeri yang lain. Pada kedua kelompok intervensi, prosentase Journal for Quality in Women's Health Efek Pemberian Acupressure Dan Counter Pressure PadaA. terbesar ada pada kelompok nyeri ringan. Untuk memastikan apakah benar kedua intervensi tersebut efektif maka dapat dicermati pada hasil uji berikut ini Tabel 5. Hasil Uji statistic menggunakan Mann Whitney U Test Test Statisticsa Hasil intervensi Mann-Whitney U Wilcoxon W Asymp. Sig. -taile. Grouping Variable: pijatan Dari tabel di atas , hasil analisis didapatkan nilai mann-whitney u sebesar 270,5 dengan . >0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pemberian Acupressure dengan counter pressure, dengan kata lain bahwa kedua metode adalah efektif untuk menurunkan nyeri persalinan pada kala I fase aktif. Ranks Pijatan Hasil intervensi Acupressure Counter pressure Total Mean Rank Sum of Ranks Dari output terlihat bahwa mean rangking kelompok yang diberikan acupressure . lebih tinggi dibanding mean rangking kelompok yang diberikan counter pressure . Dengan demikian, metode acupressure lebih efektif untuk menurunkan nyeri di banding counter PEMBAHASAN Perubahan nyeri pada pemberian Acupressure Pada penelitian ini, berdasarkan tabel 2 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi acupressure memberikan perbedaan yang signifikan terhadap skala nyeri ibu bersalin primipara. Pada saat sebelum pemberian acupressure, responden dapat merasakan nyeri pada kategori nyeri sedang hingga nyeri sangat berat. Setelah pemberian intervensi, yaitu diberikan acupressure, maka skala nyeri yang dirasakan oleh responden menurun menjadi skala nyeri berat hingga ringan. Tidak ditemukan responden dengan kategori nyeri sangat berat. Beberapa pernyataan dari responden setelah pemberian intervensi sebagai respon terhadap perubahan nyeri yang dirasakan, diungkapkan antara lain responden merasa tidak terlalu fokus lagi pada nyeri kontraksinya, responden merasa lebih rileks, dan nyeri yang dirasakan lebih berkurang dari sebelumnya. Acupressure berasal dari kata accus dan pressure yang berarti jarum dan menekan. Acupressure adalah teknik penekanan dengan jari pada titik akupunktur sebagai pengganti penusukan jarum pada sistem penyembuhan akupunktur. Tujuan penekanan pada titik Acupressure yaitu untuk melancarkan berbagai sistem pada seluruh bagian tubuh (Kementrian Kesehatan RI, 2. Metode Acupressure merupakan tindakan yang mudah dilakukan, metode ini memberi kekuatan pada wanita saat melahirkan sekaligus mendorong keterlibatan pasangan lebih dekat dalam proses persalinan dan pendidikan antenatal (Yuliatun, 2. Journal for Quality in Women's Health Efek Pemberian Acupressure Dan Counter Pressure PadaA. Acupressure dapat merangsang pengeluaran endogenous opiates, yang dapat menyebabkan peningkatan endorphin. Endorphin dapat mempengaruhi transmisi impuls yang diinterpretasikan sebagai nyeri. Endorphin kemungkinan bertindak sebagai neurotransmitter maupun neuromodulator yang menghambat transmisi dari pesan nyeri. Jadi, dengan adanya endorphin pada sinaps sel-sel saraf menyebabkan status penurunan dalam sensasi nyeri. (Maryunani, 2. Oleh karena nyeri dapat ditoleransi oleh tubuh, maka akan memberikan dampak meningkatkan kebugaran, melancarkan peredaran darah, mengurangi stress atau menenangkan pikiran . ementrian kesehatan RI, 2. Perubahan nyeri pada pemberian Counter pressure Berdasarkan data yang didapat dan penelitian yang sebelumnya, ibu primipara setalah dilakukan counter pressure mengalami nyeri berat hinggan ringan. Responden yang awalnya mengalami nyeri sampai kategori sangat berat, dengan pemberian counter pressure mengalami perbaikan ke arah yang lebih ringan tingkatannya. Salah satu upaya yang dapat menrunkan nyeri adalah dengan pijatancounter pressureyaitu pijatan yang dilakukan dengan memberikan tekanan yang terus-menerus pada bagian sakrum selama kontraksi dengan menggunakan pangkal atau kepalan salah satu telapak tangan, tekanan tersebut dapat diberikan dalam gerakan lurus atau lingkaran kecil (Danuatmaja, 2. Teknik counter pressure ini bertujuan untuk melepaskan ketegangan, kegelisahan, mempercepat proses persalinan, serta menurunkan nyeri (Yuliatun, 2. Counter Pressure ini dapat mengaktifkan senyawa endorphin yang berada di sinaps sel-sel saraf tulang belakang dan otak, sehingga transmisi dari pesan nyeri terhambat dan menyebabkan penurunan sensasi nyeri (Nastiti, 2. Penurunan nyeri tersebut merupakan aplikasi dari teori gate control yang menyatakan bahwa impuls nyeri dapat diatur atau dihambat oleh mekanisme pertahanan di sepanang sistem saraf pusat. Teori ini mengatakan bahwa impuls nyeri dihantarkan saat sebuah pertahanan dibuka dan impuls dihambat saat sebuah pertahanan tertutup. Upaya menutup pertahanan tersebut merupakan dasar teori menghilangkan nyeri. Perubahan nyeri pada acupressure dan counter pressure Dari analisis data yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa teknik acupressure dan teknik counter pressure sama sama efektif sebagai metode untuk menurunkan nyeri pada persalinan kala I fase aktif . Telah banyak penelitian yang mengkaji penggunaan teknik acupressure dalam menurunkan nyeri. Antara lain adalah penelitian Nanur & Masruroh . yang meneliti tentang pengaruh pemberian teknik acupressure terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif . , mereka menyatakan bahwa teknik acupressure berpengaruh dan efektif terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Kemampuan acupressure dalam menurunkan nyeri persalinan juga telah disimpulkan oleh Ozgoli,dkk dalam jurnal penelitiannya yang berjudul Effect Of Right Hand Hagu acupressure On Pain Intensiti Of Primiparous Women . yang juga menyimpulkan bahwa acupressure sangat efektif dalam menurunkan skala nyeri persalinan. Counter pressure sebagai Teknik penurun nyeri pada persalinan juga telah banyak dibuktikan melalui kajian kajian penelitian, antara lain: Pada penelitian MaAorifah. yang berjudul Efektifitas Teknik Counter Pressure dan EndorphinMassage terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 pada Ibu Bersalin didapatkan bahwa teknik counter pressureberpengaruh dalam mengatasi nyeri punggung selama persalinan dibandingkan teknik endorphin Sependapat dengan penelitian santiasari,dkk . dalam jurnalnya yang berjudul Effectiveness Of Efflurage And Counter Pressure Massage In Reducing Labor Pain yang menyatakan bahwa efflurage dan counter pressure sama-sama efektif dalam menurunkan nyeri Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa teknik counter Journal for Quality in Women's Health Efek Pemberian Acupressure Dan Counter Pressure PadaA. presusreberpengaruh dalam penurunan nyeri persalinan. Hal ini dikarenakan counter pressure dapat mengatasi nyeri tajam dan memberikan sensasi menyenangkan yang melawan rasa tidak nyaman pada saat kontraksi. Counter pressure dapat dikategorikan sebagai intervensi yang aman dan cukup efektif untuk mengurangi nyeri persalinan. Counter pressure dilakukan dengan memberikan tekanan pada saat kontraksi pada tulang sakrum pasien dengan pangkal atau bisa juga dengan kepalan salah satu telapak tangan (Andarmoyo, 2. Counter pressure juga bekerja berdasarkan teori opiateendogenous, yang mengatakan bahwa reseptor opiate yang berada pada otak dan spinal cord bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengaktifkan endorphin dan enkephaline apabila nyeri timbul. Selain itu, counter pressure juga dapat merangsang pengeluaran opiate reseptor yang berbeda pada ujung saraf sensori perifer melalui tekanan dan pijatan. Dengan pijatan dan tekanan yang kuat dapat mengeblok dan mengaktifkan endorphin yang dapat membuat relaksasi otot sehingga nyeri pun berkurang (Pratiwi&Narullita, 2. Dari penjelasan diatas diketahui bahwa teknik counter pressure berpengaruh dalam penurunan nyeri pada ibu bersalin yang mengalami nyeri punggung. KESIMPULAN Teknik acupressure dan teknik counter pressure terbukti dapat menurunkan nyeri persalianan kala I fase aktif Teknik acupressure terbukti lebih efektif sebagai teknik untuk menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif DAFTAR PUSTAKA