LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN PEMBIASAAN LITERASI MEMBACA PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI DI KELAS VI SD Denis Rahmazunita 1,*. Sariban 2. Sutardi 3 *1-3Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 denisrahmazaenuri@gmail. 2sariban@unisda. 3sutardi@unisda. ARTICLE INFO Article history Received: 02-01-2025 Revised: 20-01-2025 Accepted: 02-02-2025 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pembiasaan literasi membaca dalam pembelajaran menulis teks deskripsi di kelas VI sekolah dasar. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran berbasis proyek, peserta didik dapat memahami materi yang diajarkan dalam bentuk nyata yaitu melalui pembuatan proyek yang berkaitan dengan materi yang diajarkan sehingga pembelajaran lebih bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik memberikan deskripsi tekstual yang kompleks melalui observasi, angket, dan tes hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 1 Kedungbanjar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan literasi membaca memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan setelah penerapan model pembelajaran tersebut. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pembiasaan literasi membaca dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VI di sekolah Kata kunci : Project Based Learning. Literasi Membaca. Menulis Teks Deskripsi. ABSTRACT This study aims to analyze the application of the Project Based Learning (PjBL) learning model with reading literacy habituation in learning to write description text in grade VI elementary school. The Project Based Learning (PjBL) learning model is a project-based learning model, students can understand the material taught in real form, namely through making projects related to the material taught so that learning is more meaningful. The research method used is a qualitative method with the technique of providing complex textual descriptions through observations, questionnaires, and student learning outcomes tests. The subjects of this study were 6th grade students of SD Negeri 1 Kedungbanjar. The results of this study show that the application of the Project Based Learning (PjBL) learning model combined with reading literacy has a positive influence on students' ability to write description text. This is evidenced by the significant increase in student learning outcomes after the application of the learning model. Thus, the use of the Project Based Learning (PjBL) learning model with reading literacy habituation can be an effective strategy in improving students' writing skills in elementary schools. Kata Kunci: Project Based Learning. Reading Literacy. Writing Descriptive Text. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Pendahuluan Keterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik di sekolah dasar (Mustofa & Ihsan, 2. Di antara berbagai jenis teks yang diajarkan, teks deskripsi memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa (Rahmadani et al. , 2. Namun, berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas VI Sekolah Dasar, ditemukan bahwa keterampilan menulis teks deskripsi siswa masih rendah. Hasil observasi menunjukkan bahwa dari 13 siswa setelah dilakukan pretest nilai rata-rata siswa hanya 64, sedangkan setelah melakukan post tes terdapat peningkatan nilai yang baik yaitu rata-rata nilai 86. Permasalahan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Guru cenderung menggunakan menggunakan metode ceramah dan tugas individu dalam mengajarkan keterampilan menulis. Akhirnya, siswa kurang mendapatkan pengalaman langsung dalam mengeksplorasi dan mengembangkan ide mereka secara kreatif. Selain itu juga kurangnya pembiasaan literasi membaca juga menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya kemampuan menulis Pembelajaran PjBL merupakan sebuah pembelajaran inovatif yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks (Khulel, 2. Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) merupakan suatu pembelajaran yang didesain untuk persoalan yang kompleks yang mana siswa melakukan investigasi untuk memahaminya, menekankan pembelajaran dengan aktivitas yang lama, tugas yang diberikan pada siswa bersifat multi disiplin, berorientasi pada produk (Rusmana Egi Neri & Akbar Aulia, 2. Ciri masyarakat yang literat yakni adanya kemauan dan kemampuan untuk membaca. Literasi menyangkut aspek yang lebih luas dari sekadar membaca, menulis, dan berkomunikasi. Literasi merupakan keterampilan yang perlu dikembangkan pada setiap bidang ilmu. Dengan demikian, siswa mampu memiliki kemampuan literasi dalam berbagai bidang ilmu guna diPenerapankan dalam kehidupan sehari-hari. Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca(Dantes & Handayani, 2. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya (Umamah, 2. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap ilmu pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi kehidupannya. Membaca memberikan pengaruh budaya yang kuat terhadap perkembangan literasi peserta didik (Khobatsaniyah et al. , 2. Kebijakan pendidikan berupaya untuk menekankan perlunya literasi sebagai bagian dari agenda sekolah secara menyeluruh. Proses literasi pada Kurikulum Merdeka mencakup beberapa keterampilan berbahasa yang terdapat dalam capaian pembelajaran setiap fase. Muatan capaian pembelajaran pada keterampilan menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan serta menulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Deskripsi merupakan jabaran dari proses literasi yang diharapkan dicapai oleh siswa. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Ketut Budi Dharma . , dengan judul penelitian Penerapan Gerakan Literassi Sekolah dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai program gerakan literasi sekolah dalam menumbuhkan minat baca siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Teknik pengumpulan data mengunakan teknik menyimak dan mencatat. Teknik validasi data mengunakan Triangulasi sumber data. Analisis data menggunakan redukasi data, display data dan gambaran kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan Penerapan gerakan literasi sekolah dalam menumbuhkan minat baca siswa dengan bentuk-bentuk Penerapan gerakan literasi sekolah meliputi menambah buku yang menarik, kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran, membuat jurnal membaca, membuat pojok baca dan membuat lingkungan yang kaya akan teks, melaksanakan berbagai perlombaan yang mendukung kegiatan literasi dan membuat perpustakaan yang menarik perhatian siswa. Dalam Penelitian oleh (Marzuqi et al. , 2. Pengaruh Penerapan Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Kemampuan Literasi Siswa MI Islamiyah Lebo 01. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Desain Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dengan Pembiasaan Literasi Membaca pada Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi di Kelas VI SD Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. penelitian yang digunakan adalah one group time series design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model PjBL terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan nilai taraf signifikan. Dari kedua peneliti diatas persamaannya yaitu membahas tentang literasi membaca, dan model pembelajaran Project Based Learning. Namun dalam penelitian ini mengintergrasikan model ini dengan pembiasaan literasi membaca dalam konteks menulis teks deskripsi di Sekolah Dasar. Penelitian ini mengembangkan tentang pendekatan pembelajaran dengan mengombinasikan PjBL dan literasi membaca secara sistematis untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa. Selain itu, penelitian ini akan memberikan data empiris mengenai efektivitas pendekatan ini dalam meningkatkan kualitas tulisan siswa, yang belum banyak diteliti secara mendalam di tingkat Sekolah Dasar. Metode Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun kekuatan penelitian kualitatif adalah memberikan deskripsi tekstual yang kompleks. Creswell . menjelaskan bahwa pendekatan kualitatif menekankan pada pengumpulan data yang bersifat analisis, interpretasi, dan penulisan laporan. Pendapat lain juga dijelaskan oleh (Denzin & Lincoln, 2018:. yang menjelaskan bahwa penelitian kualitatif juga efektif dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang tidak berwujud, seperti norma sosial, status sosial ekonomi, peran gender, etnis, dan agama, yang berperan dalam penelitian. Penelitian kualitatif bertujuan untuk memperoleh wawasan terkait konstruksi realitas yang terjadi untuk ditafsirkan (Cropley, 2019: . Model Pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini yakni studi kasus. Studi kasus ialah penyelidikan secara empiris terhadap fenomena konteks kehidupan nyata Yin . 3: . Studi kasus dipilih dengan pertimbangan fokus penelitian pada kasus terpancang ganda. Artinya studi kasus tersebut menggunakan beberapa atau banyak unit analisis yang memfokuskan penelitian pada maksud dan tujuan. Pada Model Pembelajaran ini, peneliti mengumpulkan data selengkap-lengkapnya dari kasus yang diteliti dengan tujuan mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di masalah yang diteliti. Yin . 3: . mengungkapkan bahwa studi kasus merupakan proses inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena di dalam kehidupan yang sesungguhnya. Oleh sebab itu. Model Pembelajaran studi kasus lebih tepat digunakan dalam penelitian yang berkenaan dengan proses yang dapat dijawab dengan kata AubagaimanaAy dan AumengapaAy. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah observasi atau pengamatan, wawancara, serta dokumentasi. Observasi dilakukan terhadap aktivitas guru dan siswa dan hasil belajar siswa, di mana pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks deskripsi yang di dalamnya terdapat aktivitas literasi membaca. Sedangkan untuk keabsahan data atau Teknik validitas menggunakan triangulasi. Data penelitian ini divalidasi dengan menggunakan dua cara yakni triangulasi sumber data dan metode pengumpulan data. Terkait dengan hal tersebut, peneliti melakukan pengecekan dari dua informan penelitian yakni guru dan siswa. Selanjutnya, informasi yang didapatkan dicek silang guna kesahihan data. Triangulasi ini dilakukan untuk mengetahui proses Penerapan literasi membaca pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis teks deskripsi dari sisi guru dan siswa. Hasil dan Pembahasan Dunia pendidikan yang semakin meningkat kualitas sumber daya manusia dan teknologi yang semakin maju di era global, serta perubahan kurikulum yang terus berkembang di mana kegiatan pembelajaran menuntut dikuranginya metode ceramah dalam proses pembelajaran dan di butuhkan pembaharuan model pembelajaran yang interaktif dan kegiatan pembelajaran saat ini menekankan pada keterampilan proses dan aktif learning. Selain pembelajaran diusahakan agar pengalaman peserta didik menjadi kongkret serta pesan yang disampaikan benar-benar dapat tercapai sasaran dan tujuannya. Bukanlah hal yang mudah memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik, tidak hanya dari segi perencanaan maupun waktu yang dapat menjadi kendala melainkan ada beberapa pengalaman yang tidak mungkin dipelajari secara langsung oleh pembelajar. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dengan Pembiasaan Literasi Membaca pada Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi di Kelas VI SD Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Pengaruh penggunaan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam pendidikan memudahkan proses belajar mengajar peserta didik dan pengajar, dimana dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, dikarenakan bahan ajar dengan menggunakan model pembelajaran yang variatif akan lebih menarik perhatian peserta didik. Bahan ajar dapat membantu proses belajar mengajar peserta didik dan pengajar dengan sangat efektif. Selain itu juga kita dapat menggunakan fasilitas di sekolahan dengan baik yaitu perpustakaan yang mempunyai koleksi buku yang sederhana namun cukup memadai untuk mendukung Sebelum penerapan PjBL, kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi cenderung kurang memuaskan. Berdasarkan hasil pretest yang dilakukan sebelum penerapan PjBL, hanya 25% siswa yang mencapai nilai di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. Siswa menunjukkan kesulitan dalam mengorganisir ide, menggunakan diksi yang tepat, dan mengembangkan paragraf deskripsi yang menarik. Namun setelah dilakukannya observasi terhadap penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pembiasaan literasi membaca pada pembelajaran menulis teks deskripsi menunjukkan perubahan yang baik, mulai dari aktivitas siswa, aktivitas guru, respon siswa dan hasil belajar. Pembahasan Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menerapkan metode pembelajaran Project Based Learning dinyatakan dengan deskriptif persentase. Pengamatan terhadap aktivitas siswa menggunakan instrumen yang berupa lembar observasi yang dilakukan oleh satu orang pengamat. Aktivitas siswa diamati oleh teman sejawat yang berasal guru di SD Negeri 1 Kedungbanjar Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan. Berdasarkan hasil aktivitas siswa dalam menulis puisi berantai di atas dapat diambil kesimpulan bahwa aktivitas siswa dalam menulis puisi berantai termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini berdasarkan hasil rata- rata yang diperoleh yaitu 88. Sementara itu berdasarkan perincian tiap aspek aktivitas siswa sebagai berikut: aktivitas siswa pada Auperhatian siswa ketika menerima materiAy diperoleh kategori baik atau sebanyak 11 siswa, pada kategori cukup sebanyak 2 siswa, dan ketegori kurang sebanyak 0 siswa, aktivitas siswa pada Auantusias siswa dalam bertanyaAy diperoleh kategori baik sebanyak 6 siswa, pada kategori cukup sebanyak 8 siswa, dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, aktivitas siswa pada Ausecara aktif berbagi dalam kelompok berpasanganAy diperoleh kategori baik atau sebanyak 10 siswa, pada kategori cukup sebanyak 3 siswa, dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, aktivitas siswa pada secara berpasangan siswa berdiskusi membuat teks deskripsi kategori baik atau sebanyak 11 siswa, pada kategori cukup sebanyak 2 siswa, dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, aktivitas siswa pada Audalam kelompok siswa aktif memberikan sumbangsih ide judul dalam menulis teks deskripsiAy diperoleh sebanyak 8 siswa, pada kategori cukup sebanyak 5 siswa dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, aktivitas siswa pada Aumemperhatikan jumlah baris dalam menulis teks deskripsiAydiperoleh sebanyak 7 siswa, pada kategori cukup diperoleh sebanyak 6 siswa dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, aktivitas siswa pada Aumemperhatikan dalam menulis teks deskripsiAy diperoleh sebanyak 11 siswa, pada kategori cukup sebanyak 10 siswa dan pada kategori kurang sebanyak 0 siswa, , aktivitas siswa pada Ausecara berpasangan siswa mendiskusikan hasil menulis teks deskripi apakah ada yang salah atau tidakAy diperoleh sebanyak 4 siswa, pada kategori cukup diperoleh sebanyak 7 siswa dan pada kategori kurang diperoleh sebanyak 2 siswa, dan 0 aktivitas siswa pada Ausecara bergantian siswa mempresentasikan hasil menulis teks deskripsiAy diperoleh sebanyak 9 siswa, pada kategori cukup diperoleh sebanyak 5 siswa dan pada kategori kurang diperoleh sebanyak 0 siswa. Berdasarkan aktivitas siswa di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dengan hasil tertinggi pada kategori baik terdapat pada aktivitas siswa AuPerhatian siswa ketika menerima materiAy yakni sebanyak 12 siswa memperhatikan guru dengan baik, sedangkan hasil dengan skor terendah pada kategori baik diperoleh pada aktivitas AuMemperhatikan isi dalam menulis teks deskripsiAy yakni sebanyak 4 siswa. Sementara itu hasil tertinggi pada kategori cukup terdapat pada aktivitas siswa AuAntusias siswa dalam bertanyaAy yakni sebanyak 8 siswa, sedangkan hasil dengan skor terendah pada kategori cukup Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dengan Pembiasaan Literasi Membaca pada Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi di Kelas VI SD Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. diperoleh pada aktivitas AuPerhatian siswa ketika menerima materiAy yakni sebanyak 1 siswa. Sementara itu hasil tertinggi pada kategori kurang terdapat pada aktivitas siswa AuMemperhatikan isi dalam menulis teks deskripsiAy yakni sebanyak 2 siswa. Berdasarkan hasil aktivitas guru dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menerapkan metode pembelajaran project based dapat diambil simpulan bahwa aktivitas guru dalam menulis teks deskripsi termasuk dalam kategori Sangat Baik. Hal ini berdasarkan hasil rata-rata yang diperoleh yaitu 93. Sementara itu perincian tiap aspek aktivitas guru dalam penerapan pembelajaran menulis puisi berantai adalah sebagai berikut: aktivitas guru pada Aumenyampaikan tujuan dan memotivasi siswaAy diperoleh kategori baik, aktivitas guru pada Aumemberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan guru Au diperoleh kategori baik, aktivitas guru Aumembagi dalam kelompok berpasangan Audiperoleh kategori cukup, aktivitas guru pada Aumemerintahkan siswa secara berpasangan untuk mendiskusikan hasil menulis teks deskripsiAy diperoleh kategori baik, aktivitas guru pada Aumengintruksi siswa dalam membuat judul puisiAy diperoleh kategori baik, aktivitas guru AuMengintruksi siswa dalam menyusun paragrap teks deskripsi Au diperoleh kategori cukup Aktivitas guru pada Aumengintruksi siswa dalam menyusun isi teks deskripsiAu diperoleh kategori baik, aktivitas guru AuMengintruksi siswa untuk memperhatikan gambar atau vidioa dalam menulis teks deskripsiAy diperoleh kategori cukup, aktivitas guru pada Aumemerintahkan siswa supaya bergantian saat mempresentasikan hasil menulis teks deskripsiAydiperoleh kategori baik, dan aktivitas guru pada Aumelakukan evaluasi/penilaian terhadap pembelajaran menulis teks deskripsiAy diperoleh kategori baik. Hasil data respon siswa terhadap penerapan pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menggunakan Project Based Learning selama proses pembelajaran berlangsung dapat dilihat sebagai berikut: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa respon siswa kelas VI SD Negeri 1 Kedungbanjar Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan terhadap pembelajaran menulis teks deskripsi dengan problem based leraning berantai termasuk dalam kriteria penilaian yang Sangat Baik. Hal ini berdasarkan skor rata- rata yang diperoleh yaitu 90. Sementara itu berdasarkan data respons siswa tentang pembelajaran menulis puisi dengan teknik tulis berantai, hasil respon siswa sebagai berikut: pada respons siswa AuApakah belajar menulis teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan pembelajaran project based learning lebih menyenangkan?Ay diperoleh hasil sebanyak 12 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 1 siswa pada jawaban Tidak, pada respons siswa AuApakah belajar menulis teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan pembelajaran project based learning dapat menumbuhkan minat belajar Anda?Ay diperoleh hasil sebanyak 11 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 2 siswa pada jawaban Tidak, pada respons siswa AuApakah belajar menulis teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan pembelajaran project based learning lebih mempermudah dalam menulis teks deskripsi?Aydapat menumbuhkan minat belajar Anda?Ay diperoleh hasil sebanyak 9 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 4 siswa pada jawaban Tidak, pada respons siswa AuApakah pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan pembelajaran project based learning mempermudah dalam membuat judul puisi?Ay diperoleh hasil sebanyak 9 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 4 siswa pada jawaban Tidak. pada respons siswa AuApakah Anda mudah dalam menyusun struktur kalimat teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan pembelajaran project based learning?Ay diperoleh hasil sebanyak 9 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 4 siswa pada jawaban Tidak, pada respons siswa AuApakah kamu mudah dalam menyusun unsur teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan pembelajaran project based learning?Aydiperoleh hasil sebanyak 10 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 3 siswa pada jawaban Tidak, dan pada respons siswaAuApakah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran project based learning kamu dapat membuat teks deskripsi dengan memperhatikan syarat dan ketentuan yang ada?Ay diperoleh hasil sebanyak 8 siswa yang merespons dengan jawaban Ya, sedangkan diperoleh sebanyak 5 siswa pada jawaban Tidak. Berdasarkan respons siswa di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil respons dengan nilai tertinggi pada skor baik atau Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dengan Pembiasaan Literasi Membaca pada Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi di Kelas VI SD Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. jawaban AuYaAy terdapat pada AuApakah belajar menulis teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan pembelajaran project based learning lebih menyenangkan?Ay yakni sebanyak 12 siswa, sedangkan hasil respons dengan nilai terendah terdapat pada AuApakah dengan menggunakan pembelajaran problem based leraning kamu dapat membuat teks deskripsi dengan memperhatikan syarat dan ketentuan yang ada?Ay yakni sebanyak 1 siswa. Data Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Kedungbanjar Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan Terhadap Penerapan Pembelajaran Project based learning (PBL) pada Materi Menulis Teks Deskripsi. Penilaian dilaksanakan untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan terhadap siswa. Penilaian ini dilakukan sebelum . dan sesudah . pembelajaran menulis teks deskripsi menggunakan pendekatan pembelajaran Problem Based Learning (PJBL). Hal itu dilakukan untuk mengetahui hasil dalam pembelajaran menulis teks deskripsi menggunakan Project Based Learning (PJBL). Hasil tes diketahui melalui lembar tes yang dikerjakan siswa. Berdasarkan hasil tes penilaian terhadap siswa, dapat terlihat bahwa terdapat perbedaan yang jauh skor rata-rata hasil pretes . dan skor rata-rata hasil posttest . Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis teks deskripsi menggunakan metode Project Based learning berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 1 Kedungbanjar Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan terutama dalam menulis teks deskripsi meningkat. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan mengenai pembiasaan literasi model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran Bahasa Indonesia Materi Menulis Teks Deskripsi di kelas VI SD Negeri 1 Kedungbanjar Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Penerapan Project Based Learning (PjBL) terbukti efektif dalam meningkatkan pembiasaan literasi membaca siswa kelas VI. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata siswa dari hasil pretest dan posttest yang dilakukan selama penelitian. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan dalam aspek-aspek menulis seperti penggunaan diksi, pengorganisasian paragraf, dan kreativitas dalam menulis teks deskripsi. Project Based Learning (PjBL) juga berhasil meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Siswa lebih aktif terlibat dalam diskusi kelompok, lebih antusias dalam menyelesaikan tugas, dan lebih percaya diri dalam mempresentasikan hasil kerjanya. Hal ini menunjukkan bahwa Project Based Learning (PjBL) mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam penerapan Project Based Learning (PjBL). Guru membantu siswa dalam proses identifikasi masalah, memberikan bimbingan selama proses penyelidikan, dan mendukung siswa dalam menyusun solusi. Dukungan dan arahan yang diberikan oleh guru membantu siswa memahami materi dengan lebih baik dan mengembangkan keterampilan menulis mereka. Daftar Pustaka