Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 e-ISSN: 2656 - 677X Penyuluhan. Peragaan Pembuatan Pangan Fungsional Berbahan Kelor (Moringa oleifer. untuk Pencegahan Stunting di Kelurahan Kemirimuka. Kecamatan Beji. Depok Albert Jackson Yang1,3. Fri Rahmawati1,3*. Maria Bintang1,3, . Marina Silalahi2,3 Departemen Biokimia. Fakultas Kedokteran. Universitas Kristen Indonesia Prodi Pendidikan Biologi. Universitas Kristen Indonesia Pusat Studi Herbal Medik dan Biodiversitas. Universitas Kristen Indonesia *Corresponding author: fri. rahmawati@uki. Abstrak Stunting masih menjadi masalah gizi utama yang dihadapi masyarakat Indonesia. Dari hasil PKM terdahulu, di RW 17 Kemirimuka. Depok masih terdapat kasus 11 % dari balita yang hadir pada saat kegiatan tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menurunkan angka kejadian stunting adalah pemberian pangan fungsional seperti daun kelor (Moringa oleifer. Daun kelor memiliki kandungan vitamin C, kalsium, -karoten, potasium dan protein yang PkM ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan, peragaan pembuatan pangan fungsional dari daun kelor dan pengukuran antropometri dalam memantau status gizi balita di Posyandu Cempaka RW 17 Kelurahan Kemirimuka. Kecamatan Beji. Depok. Metode penyuluhan 4 tahapan yaitu ceramah, peragaan pembuatan puding berbahan kelor, pengisian kuissioner tentang organoleptik puding, dan pengukuran antropometri balita. Berdasarkan pengisian kuisioner diketahui bahwa pembuatan puding berbahan dasar daun kelor mudah dilakukan dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah diperoleh, memiliki cita rasa yang enak dan bentuk yang menarik sehingga disukai oleh balita. Hasil pengukuran antropometri diketahui sebagaian besar balita di Posyandu Cempaka RW 17 Kel. Kemirimuka Kec. Beji Kota Depok-Jawa Barat memiliki gizi baik . dan tidak ditemui responden balita yang memiliki gizi kurang/buruk serta tidak terdapat stunting. Kata Kunci: Kelor. Kelurahan Kemirimuka. Stunting Abstract Stunting is still a major nutritional problem faced by the Indonesian people. From the results of the previous PKM, in RW 17 Kemirimuka there were still cases of 11% of toddlers who attended the activity. One effort that can be made to reduce the incidence of stunting is to provide functional foods such as Moringa leaves (Moringa oleifer. Moringa leaves have high vitamin C, calcium, betacarotene, potassium and protein content, this PKM aims to provide counseling, demonstration of making functional food from Moringa leaves and anthropometric measurements in monitoring the nutritional status of toddlers at Posyandu Cempaka RW 17 Kemirimuka Village. Beji District. Depok. The 4-stage counseling method is a lecture, demonstration of making pudding from Moringa, filling out a questionnaire about the organoleptic of pudding, and measuring the anthropometry of toddlers. Based on filling out the questionnaire, it is known that making pudding from Moringa leaves is easy to do with simple and easily obtained ingredients, has a delicious taste and an attractive shape so that it is liked by The results of anthropometric measurements show that most toddlers at Posyandu Cempaka RW 17. Kemirimuka Village. Beji District. Depok City-West Java have good . nutrition and no toddler respondents were found to have poor/bad nutrition and there was no stunting. Keywords: Kemirimuka Village. Moringa. Stunting Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 PENDAHULUAN Pengabdian Masyarakat (LPPM) UKI. Kelurahan Kecamatan e-ISSN: 2656 - 677X Kemirimuka. UKI menyelenggarakan penelitian dengan berpenduduk sebanyak 32. 762 orang, keunggulan pada stunting dan penyakit terdiri dari laki-laki sebanyak 16. Salah satu implementasi dari dan perempuan sebanyak hasil penelitian dari PSHMB adalah melaksanankan kegiatan Pengabdian Kelurahan Kemirimuka adalah sekolah Kepada Masyarakat (PKM) berupa dasar (SD) sebanyak 3. 541 orang. Sekolah Menengah Pertama (SMP) pangan fungsional dan pengukuran 000 orang dan Sekolah antropometri untuk mengetahui status Menengah gizin balita dalam rangka mencegah Kota PSHMB Depok. Tingkat Beji. Visi Atas (SMA) Berdasarkan Kemirimuka tersebut terdapat 13. 920 orang warga Kelurahan Pangan fungsional mempunyai fungsi fisiologis tertentu, terbukti tidak diketahui tingkat pendidikannya (Dinas dukcapil Depok, 2. Berdasarkan hasil pengukuran antropometri yaitu fungsional sebagai investasi kesehatan berat badan dan tinggi badan balita manusia dikonsumsi oleh siapa saja, dalam rangkaian kegiatan PkM Pusat dengan harus memenuhi kriteria terkait Studi Herbal Medik dan Biodiversitas dasar . klaim kesehatan, takaran (PSHMB). UKI pada Sabtu, 18 Maret dan keamanan konsumsi serta bentuk 2023 di Posyandu Cempaka RW 17 penyajian yang harus berbeda dengan Kelurahan Kemirimuka. Kecamatan Konsumsi obat-obatan. Pangan Beji. Depok diketahui bahwa sebagian fungsional dapat memberikan efek besar balita bergizi normal dan bergizi fungsional saat dikonsumsi setelah lebih, namun masih terdapat balita dilakukan pengolahan maupun setelah yang mengalami stunting (Rahmawati et al 2. fungsional lainnya. Banyak bahan yang Pusat Studi Herbal Medik dan berasal dari alam yang selain dapat Biodiversitas (PSHMB) UKI merupakan digunakan sebagai pangan fungsional, salah satu pusat studi yang berada di salah satunya adalah pemanfatan daun Lembaga Penelitian Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 e-ISSN: 2656 - 677X (Handito et al 2. Kelor sering disebut sebagai tumbuhan AuajaibAy (The Miracle Tre. atau pohon ajaib karena terbukti secara alamiah merupakan sumber gizi berkhasiat obat (Marhaeni Rate et al 2. Silalahi . melaporkan bahwa M. oleifera memiliki berbagai efek terapi sebagai antiGambar 1. Tumbuhan kelor (Moringa oleifer. dengan daun majemuk mikroba, antikanker, hepatoprotektif, anti diabetes mellitus, dan antioksidan. Afrika menghambat menopause. Asia direkomendasikan sebagai suplemen Moyo et al . melaporkan yang kaya akan zat gizi untuk ibu dan bahwa daun kelor kaya akan mineral anak pada masa pertumbuhan. Semua seperti kalsium . ,65%), phoshorus bagian dari tanaman kelor memiliki nilai . ,3%), magnesium . ,5%), kalium gizi, berkhasiat untuk kesehatan dan . ,5%), natrium . ,164%), belerang manfaat di bidang industri. Konsumsi . ,63%), seng . ,03 mg/k. , tembaga daun kelor merupakan salah satu . ,25%), mangan . ,8 mg/k. , zat besi alternatif untuk mengatasi kasus gizi . mg/k. dan selenium . mg/k. buruk di Indonesia, salah satu upaya Daun kelor memiliki kandungan vitamin C, kalsium, beta-karoten, potasium dan penambahan bubuk daun kelor dalam protein yang tinggi. Selain itu daun formula makanan (Letlora et al 2. kelor yang dimasak akan menghasilkan Kelor zat besi yang dapat diserap oleh tubuh 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan sudah lama diperkenalkan di Indonesia daun kelor segar (Handito et al 2. (Gambar . Secara empirik terlihat. Asia Selatan, bahwa berbagai masyarakat lokal di Indnesia telah memanfaatkan daun kelor sebagai bahan sayur maupun olahan pangan lainya seperti kukis dan biskuit. Salah satu bentuk olahan daun kelor sebagai bahan pangan fungsional Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 puding/agar-agar e-ISSN: 2656 - 677X Demo/Peragaan Pembuatan biasanya banyak diminati oleh anak- Pangan Fungsional berbahan Kelor Kombinasi antara bahan puding Daun kelor dapat dimanfaatkan Kelor dalam berbagai bentuk makanan, salah menambah nilai nutrisi puding dan juga menjadi daya tarik anak anak untuk Pemilihan pembuatan Kelor menjadi mengkomsumsi karena memiliki warna bahan utama puding didasarkan pada yang menarik. selain bernilai gizi tinggi, daun kelor METODE Metode penyuluhan 4 tahapan juga mudah peroleh dan diolah, serta yaitu ceramah, peragaan pembuatan bahan dan cara pembuatan puding daun Kelor adalah sebagai berikut: Kelor, puding/agar-agar. harganya yang terjangkau. Bahan- kuesioner tentang organoleptik puding. Bahan- bahan dan pengukuran antropometri balita. Daun Kelor segar . Ceramah dan penyuluhan manfaat Susu cair tanpa perasa/ santan Kelor kekentalan sedang . Ceramah tentang kandungan nutrisi Gula pasir . Bubuk agar-agar 1 saset . dilakukan pada ibu-ibu yang masih Sari daun pandan dari 10 lembar memiliki anak balita. Pangan fungsional daun pandan . Air . penyuluhan dan bahan baku adalah Cara membuat puding Kelor daun Kelor. Penyuluhan dilakukan Daun kelor segar dipisahkan dari batang lalu cuci dan bersihkan (Gambar . dengan baik Daun kelor dimasukkan ke dalam susu/santan, air dan sari pandan lalu dihaluskan. Kemudian dimasukkan semua bahan yang telah dihaluskan dengan blender. Gambar 2. Ceramah dan Penyuluhan Kesehatan manfaat dan kandungan nutrisi dari daun kelor agar-agar dan gula pasir. Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 Campuran e-ISSN: 2656 - 677X Pengukuran Antropometri Balita menggunakan api kecil, sesekali Pengukuran dilkukan dengan berkkordinasi dengan petugas Puskesmas (Bida. dan kader Adonan puding yang telah panas- PKK. berat badan dalam satuan kilogram panasnya hilang dituangkan ke (K. menggunakan timbangan badan dalam cetakan, lalu didinginkan merek Camry, sedangkan tinggi badan Pengukuran yaitu pengukuran dinyatakan dalam meter . dengan Pembagian alat Microtoise Staturmeter Gea. mengetahui organoleptik dari puding Prosedur pengukuran tinggi badan Kelor dapat dilakukan menggunakan metode Puding yang dibuat dibagikan ke tua/wali langkah-langkah sebagai seberikut: makanan tambahan ASI (MPASI) dan Lepas alas kaki, topi, ikat rambut, dan aksesoris lainnya agar tidak meminta orang tua/wali balita untuk mempengaruhi pengukuran. mengisi kuisoner terkait pembuatan Berdiri tegak, pandangan lurus ke makanan fungsional berbahan kelor depan, membelakangi tembok atau alat vertikal yang lurus, dan tidak . uding Kelo. seperti Tabel 1. Tabel 1. Kuesioner puding Kelor No. Pernyataan Pembuatan puding Kelor mudah dilakukan Bahan-bahan pembuatan puding Kelor sederhana dan mudah diperoleh Puding Kelor memiliki rasa yang enak Puding Kelor memiliki bentuk yang menarik Puding Kelor disuka oleh balita yang sudah bisa Pastikan lantai datar dan keras. Pilihan Iya Tidak Pastikan bagian kepala, punggung, bokong dan tumit, menempel pada permukaan tembok atau alat, agar membantu anak berdiri dengan posisi tegak, dan pandangan lurus ke depan. Microtoise menyentuh kepala. Mencatat hasil pengukuran. Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 e-ISSN: 2656 - 677X Anak yang belum bisa berdiri HASIL DAN PEMBAHASAN diukur menggunakan papan ukur Karakteristik Proses Kegiatan yang memiliki skala ukuran. Kegiatan PkM PSHMB dilakukan Pengukuran berat badan dilakukan Kemirimuka dengan MoU berlangsung langkah-langkah Lepas Kegiatan PkM dilakukan di Posyandu Cempaka RW lainnya, agar tidak mempengaruhi 17 Kelurahan Kemirimuka. Kecamatan berat badan saat ditimbang Beji. Depok. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan kesehatan dengan topik AuPotensi Kelor (Moringa oleifera Tunggu sejenak, baru mencatat Lam. mencatat angka yang tertera di pembuatan dan pembagian puding bawah panah Kelor, pengukuran antropometri pada Sedangkan anak yang berusia balita serta pembagian pohon tanaman kurang dari 2 tahun atau belum Kelor kepada orang tua/wali balita di Posyandu Cempaka. Kegiatan PkM menggunakan timbangan bayi. Kelurahan Berdiri Kunjungan Mencegah StuntingAy, pengajar UKI dan dibantu oleh para kader Posyandu Cempaka, kegiatan bulan kegiatan berupa pengukuran juga dihadiri oleh ketua RW 17 dan antropometri dan diskusi dengan Kepala Posyandu tua/wali Kecamatan (Gambar . pangan fungsional pada balita yang Depok-JABAR menargetkan peserta sebanyak 50 orang balita. Kegiatan PkM diawali Analisa Data dengan kata sambutan dari ketua Analisa data dilakukukan secara Beji. Kemirimuka Kegiatan PkM yang dilakukan Posyandu Cempaka. Puskesmas PSMHB UKI, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Ketua RW 17 statiska deskriptif. Kel. Kemirimuka Kec. Beji Kota Depok. Kegiatan AuPotensi Kelor (M. Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 e-ISSN: 2656 - 677X oleifer. dalam mencegah stuntingAy pembuatan puding Kelor sederhana dan mudah diperoleh, kemudian puding Pembuatan dan pemberian puding kelor memiliki rasa yang enak dan Gambar bentuknya menarik sehingga puding kelor disukai oleh para balita yang Gambar 4 menunjukkan Kelor mengkonsumsinya (Gambar . Pengukuran antrometri yang meliputi (Gambar . Pemberian tanaman Kelor kepada orang tua/wali balita yang Gambar 4. Daun Kelor sebagai Bahan Baku Puding (Kir. dan Puding Siap Saji (Kana. datang ke posyandu, dengan tujuan pohon tersebut ditanam di lingkungan sekitar sehingga akses perolehannya semakin mudah (Gambar . Gambar 3. Tim PkM PSHMB UKI dengan Ketua RW 17. Kepala Puskesmas dan Kader Posyandu Cempaka RW 17. Kemirimuka Kecamatan Beji. Depok-JABAR Berdasarkan kuesioner terkait pengenalan puding Gambar 4. Anak Balita Sedang Memegang Puding Kelor yang Siap Dikomsumsi fungsional pencegah stunting yang diisi oleh para orang tua atau wali balita di Posyandu Cempaka Kel. Kemirimuka Kec. Beji Kota Depok diketahui bahwa pembuatan puding Kelor mudah dilakukan, bahan-bahan Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 Gambar 5. Ibu Memberi Puding Kelor pada Anak Balita e-ISSN: 2656 - 677X Status gizi anak balita ditentukan Gambar 7. Ibu yang Memiliki Anak Balita Diberi Bibit Kelor berdasarkan umur, berat badan (BB) Gambaran Antropometri Balita Sebanyak 61 orang balita yang dan tinggi badan (TB) atau panjang badan (PB). Variabel BB dan TB/PB anak balita disajikan dalam bentuk tiga dengan jumlah perempuan sebanyak indeks antropometri, yaitu BB/U. TB/U, dan BB/TB (Irawati A et al. Riskesda (Gambar . Berdasarkan rentang usia Pada kegiatan PkM pengukuran responden diketahui bahwa responden antropometri yang dilakukan meliputi memiliki rentang usia 1 bulan sampai 60 bulan. Rentang usia responden pengkuran tinggi badan balita (Gambar . dikelompokkan dalam 2 batas umur yaitu 2 tahun . -24 bula. dan di Posyandu laki-laki Cepamka atas 2 tahun . -60 bula. seperti yang terlihat pada Gambar 9. Gambar 6. Pengukuran Tinggi Badan . dan Berat Badan Balita . Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 e-ISSN: 2656 - 677X Posyandu Cempaka dapat dilihat pada Gambar 10. Gambar 8 Diagram Persentase Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Gambar 10 Diagram Status Gizi Respoden Berdasarkan Berat Badan Menurut Panjang / Tinggi Badan Penentuan sebagaian besar responden memiliki status gizi baik . yaitu sebanyak Gambar 9 Diagram Persentase Rentang Usia Responden 56 orang . 8%). Sedangkan pada Berdasarkan Gambar 9 diketahui rentang usia 25-60 bulan merupakan Posyandu Cempaka juga terdapat balita dengan responden balita yang paling banyak di beresiko gizi lebih dan gisi lebih yaitu Posyandu Cempaka yaitu sebesar masing-masing 69%, sedangkan balita dengan rentang . 6%) dan 1 orang . 6%). Pada balita usia 1-24 bulan hanya terdapat sebesar di Posyandu Cempaka RW 17 Kel. Kemirimuka Kec. Beji Kota depok tidak Pemeriksaan fisik utama pada ditemukan balita yang meiliki status gizi buruk maupun gizi kurang. antropometrik, salah satunya adalah Indeks standar antropometri anak pengukuran Berat Badan dibandingkan dengan parameter pengukuran Berat Tinggi Badan (BB/TB). Status gizi Badan (BB)/Umur (U) digunakan untuk responden berdasarkan pengukuran menilai anak dengan berat badan Berat Badan Tinggi . Badan (BB/TB) di Posyandu Cempaka kurang . everely underweigh. , tetapi dapat dikelompokkan menjadi 3 kriteria yaitu gizi baik, beresiko gizi lebih dan mengklasifikasikan anak gemuk atau gizi lebih. Hasil status gizi responden di (Peraturan Menkes Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 e-ISSN: 2656 - 677X Tahun 2. Pengukuran BB/U pada pengukuran pada balita di Posyandu Posyandu Cempaka RW 17 Kel. Kemirimuka Kec. Cempaka RW 17 Kel. Kemirimuka Kec. Beji Kota Depok menunjukkan bahwa Beji Kota Depok dapat dilihat pada semua balita memiliki tinggi atau Gambar 11. panjang badan normal, dan tidak ada SIMPULAN Berdasarkan pengisian kuisioner diketahui bahwa pembuatan puding berbahan dasar daun kelor mudah Gambar 11 Diagram Status Gizi Respoden Berdasarkan Berat Badan / Umur Berdasarkan dilakukan dengan bahan-bahan yang Gambar memiliki cita rasa yang enak dan responden memiliki berat badan normal bentuk yang menarik sehingga disukai yaitu sebanyak 55 orang . 16%), oleh balita. Sementara data dari hasil namun juga ditemukan responden yang sebagaian besar balita di Posyandu sebanyak 6 orang . 84%). Pada Cempaka RW 17 Kel. Kemirimuka Kec. Beji Kota Depok-JABAR memiliki gizi ditemukan responden yang memiliki berat badan kurang dan sangat kurang. responden balita yang memiliki gizi Pengukuran status gizi berdasarkan kurang/ buruk serta tidak terdapat Tinggi badan (TB) atau panjang badan (PB) per umur (PB/U atau TB/U) UCAPAN TERIMA KASIH sampaikan kepada semua pihak yang Pengukuran telah membantu terlaksananya dengan tersebut dapat mengidentifikasi anak- baik kegiatan PkM PSHMB UKI yang anak yang pendek . atau bekerjasama dengan Puskesmas dan sangat pendek . everely stunte. , yang Kelurahan disebabkan oleh gizi kurang dalam Beji. Depok-JABAR. Ucapan . waktu lama atau sering sakit. Hasil Kemirimuka Kecamatan Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 99 - 109 e-ISSN: 2656 - 677X REFERENSI