PASTORALIA STIPAS Keuskupan Agung Kupang Jurnal Penelitian Dosen P-ISSN: 2579-9355 E-ISSN: 2797-2216 Volume 2 Nomor2. Edisi Desembar 2021 MENINGKATKAN PARTISIPASI KAUM BAPAK DALAM KOOR LITURGI DI KUB SANTO YOHANES PAULUS II PAROKI ST. MATIAS RASUL TOFA. KUPANG Petrus tamelab STIPAS Keuskupan Agung Kupang petrustamelab@gmail. Abstrak Konsili Vatikan II membuka tabir kegelapan dalam gereja Katolik. Lahirnya Konsili Vatikan II menjadi moment tepat bagi Gereja Katolik untuk membuka diri terhadap sesama yang lain yang berbeda agama, suku dan ras. Salah satu hal yang dialami dalam Gereja Katolik adalah mengharuskan umat untuk mengambil bagian secara aktif dalam ekaristi keselamatan. Berkaitan dengan hal demikian, maka semua orang beriman sedapat mungkin melibatkan diri dalam berbagai kegiatan Gereja di KUB, secara khusus latihan koor liturgi. Studi kali ini saya memfokuskan perhatian pada fenomena yang terjadi di KUB santu Yohanes Paulus II Oebufu yakni minimnya partisipasi kaum bapak-bapak dalam koor liturgi. Ketika ditelusuri dari para informan yang memberikan informasi ditemukan bahwa ada beragam alasan. Ada yang mengatakan bahwa sikap ego yang dominan, sementara yang lain mengatakan bahwa mental kesadaran sebagai orang Katolik masih minim. Perlu disadaribahwa kaum bapak hendaknya menjadi contoh, teladan dalam kehidupan iman keluarga. Jadi ketika bapak terlibat dalam berbagai kegiatanGereja maka, sudah menjadi pasti bahwa anggota keluarga akan mencontohi sikap demikian. Namun bila terjadi sebaliknya bahwa para bapakpasif dalam kegiatandi KUB, maka anggota keluargaterlebihanak- anak akan mencontohi sikap ayah mereka. Pepatah Latin mengatakan: :qui bene cantat bis oratAy . ang bernyanyi baik ia berdoa dua kal. Maksud dari pepatah demikian bahwa dengan bernyanyi baik sebenarnya mau mengungkapkan niat dan syukur kepada Allah. Kata Kunci Partisipasi, kaum bapak, koor, liturgi Abstract The Second Vatican Council opened the veil of darkness in the Catholic church. The birth of the Second Vatican Council was the right moment for the Catholic Church to open itself to others of different religions, ethnicities and races. One of the things experienced in the Catholic Church is that it requires people to take active part in the eucharist of salvation. this regard, all believers involve themselves as much as possible in various Church activities at KUB, in particular liturgical choir training. In this study. I focus my attention on the phenomenon that occurred at KUB Santu Yohanes Paul II Oebufu, namely the minimal participation of fathers in the liturgical choir. When investigated by the informants who provided information, it was found that there were various reasons. Some say that ego is dominant, while others say that mental awareness as Catholics is still minimal. It is necessary to realize that fathers should be role models in the family's faith life. So when the father is involved in various Church activities, it is certain that family members will emulate that However, if the opposite happens, that the fathers are passive in activities at KUB, then family members, especially children, will imitate their father's attitude. The Latin proverb says: "qui bene cantat bis orat" . ho sings well he prays twic. The meaning of this proverb is that by singing well you are actually expressing your intentions and gratitude to God. Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Keywords : Participation, fathers, choir, liturgy PENDAHULUAN Lahirnya konsili Vatikan II sebenarnya memberikan angin segar bagi Gereja katolik dalam mengamalkan kasih dan menghayati imannya sesuai dengan tuntutan jaman. Kelahiran Konsili Vatikan II semestinya membuka tabir kegelapan yang sebelumnya berada dalam lilitan sistem hirarki yang terkesan Alhasil Bapa-bapa Gereja melahirkan sebuah paradigma baru bahwa Gereja mesti membuka diri bagi Gereja mesti berjiwa besar tanpa tedeng aleng untuk membaca tanda-tanda jaman. Konsep ini telah dihidupi para pemimpin gereja dan seluruh anggotanya di seantero jagat. Gereja adalah umat Allah yang dipilih dan dipersatukan dalam Kristus. Itu berarti antara pemimpin dan anggotanya, antara kaum klerus dan kaum awam memiliki satu hubungan erat sebagaimana hubungan mistik Kristus. Gereja dituntut sebuah peralihan. Gereja diwajibkan terlibat. Gereja katolik sejak dahulu sudah melibatkan umat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan di Gereja, sejak seseorang menerima sakramen baptisan mereka sudah menjadi bagian anggota Gereja dan mendapatkan tritugas yaitu Imam. Nabi dan Raja. Kita melihat bagaimana Kristus datang menjadi pemenuhan dari semua yang dikatakan oleh para nabi di Perjanjian Lama. Kristus datang ke dunia ini dengan tiga misi utama, yaitu sebagai Nabi. Imam dan Raja. Yesus datang ke dunia untuk menjadi nabi, yang mewartakan kebenaran, karena Dia sendiri adalah kebenaran (Yoh 14:. Yesus juga datang ke dunia, sebagai imam yang menyediakan Diri-Nya sendiri sebagai Korban dan sekaligus Imam Agung dengan kematian-Nya di kayu salib. Yesus juga sebagai raja di dunia ini, namun sebagai Raja di setiap hari umat manusia dan juga menjadi Raja di dalam Kerajaan Surga Sebagai nabi. Gereja harus terus mewartakan kebenaran Kristus. Tugas pewartaan ini yaitu evangelisasi, katekese, dll. Tugas sebagai imam yaitu umat Allah diajak untuk terus berpartisipasi dalam kehidupan Sakramen dan liturgi, terutama Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat. Dan umat Allah juga dapat turut serta dalam tugasnya sebagai imam dengan hidup kudus yaitu mengasihi Allah. Dan yang terakhir sebagai raja, umat Allah diajak dalam tugas pelayanan dan terus melayani umat dan mengatur Gereja, yang mempunyai dimensi hirarki dan institusional. Dengan melihat tiga tugas ini umat katolik harus berperan aktif dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan di Gereja maupun terlibat sebagai petugas liturgi. Sejak usia dini umat katolik sudah terlibat dalam kegiatan sekami dan omk baik di kub, wilayah maupun di paroki begitu juga dengan petugas liturgi ada berbagai macam petugas liturgi yang bisa di ikuti oleh awam yaitu petugas Lektor, pemazmur. Misdinar dan aktif dalam nyanyian liturgi. Bertolak dari konsep di atas, maka pada era ini Gereja mesti terlibat secara aktif sebagai suatu persekutuan yang mistik. Dalam kaitannya dengan keterlibatan salah satu persoalan yang urgen di setiap paroki adalah minimnya keterlibatan kaum bapak dalam nyanyian liturgi . setiap tanggungan di paroki. Hal ini tentu menjadi keprihatinan setiap pemimpin gereja. Gereja yang adalah tanggung jawab setiap orang beriman ternyata yang aktif hanya segelintir orang yakni kaum ibu-ibu dan anak-anak. Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Di zaman sekarang ini berbicara mengenai nyanyian liturgi sebagian besar umat belum memahami secara benar akan hal ini. Ketika setiap KUB/ lingkungan mendapat tanggungan koor di paroki setiap hari Minggu, umat yang aktif lebih didominasi oleh ibu-ibu. Sedangkan bapak-bapak yang hadir hanya 1-2 orang Kehadiran seperti ini tentu mempengaruhi kekompakan sebuah kelompok koor yang baik. Karena koor yang baik terdiri dari kelompok sopran, alto, tenor dan bass. sementara yang terjadi ketika saat latihan koor, lebih didominasi oleh suara sopran dan alto. Situasi ini menjadi keprihatinan para pengurus KUB/ Lingkungan bahkan pemimpin umat. Pertanyaannya, di mana keberadaan bapak-bapak atau kaum laki-laki di KUB St. Yohanes Paulus II untuk berpartisipasi dalam koor liturgi? Kaum bapak-bapak lebih banyak menyibukan diri dengan urusan pribadi, pekerjaan atau dengan dalih bahwa bosan dengan latihan koor karena lagu-lagunya sangat sopan, tidak variasi dan monoton. Lebih dari itu, alasan yang paling mendasar yang menjadi alasan umum adalah tidak tahu baca Ketua KUB atau pengurus KUB kesulitan untuk mencari anggota tenor dan bass dalam melengkapi koor dalam tanggungan di Gereja. Karena itu, pengurus KUB berupaya mencari kelompok suara tenor dan bass agar melengkapi sebuah koor yang baik saat bernyanyi sehingga kedengarannya merdu. Sebuah pepatah klasik Latin berbunyi: Auqui bene cantat bis oratAy. Artinya siapa yang bernyanyi baik, berdoa dua kali. Ungkapan klasik ini tentu menjadi sebuah motivasi setiap orang Katolik untuk terlibat aktif dalam kegiatan latihan koor. Akan tetapi bila ungkapan tersebut dibandingkan dengan situasi yang terjadi di KUB Santo Yohanes Paulus II sama sekali tidak sesuai dengan harapan dimaksud. Kesadaran umat untuk terlibat dalam latihan koor masih minim. Bertolak dari kenyataan demikian, maka penulis merasa bahwa fenomena demikian mesti dikaji untuk diketahui alasannya. Kaum bapak-bapak/ laki-laki acuh tak acuh untuk terlibat dalam latihan koor di KUB. Kaum lelaki lebih mementingkan urusan pribadi yakni berupa kesenangan pribadi dibandingkan aktif dalam kegiatan rohani, latihan koor di KUB. Hal demikian menjadi keprihatinan para pemimpin umat saat Oleh karena itu, penulis mengemas tema ini dalam judul AuMeningkatkan Partisipasi Bapak-bapak Dalam Koor Liturgi Di KUB Santo Yohanes Paulus II. Paroki Santu Matias Rasul TofaAy. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah naturalistik deskriptif. Metode naturalistik merupakan dari metode kualitatif, disebut naturalistik karena penelitian dilakukan pada kondisi yang alamiah, sedangkan deskriptif dipakai untuk menunjukan tingkat ekplanasi atau proses untuk menjelaskan sesuatu (Sugiyono, 2009: . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empirisrasional, mengutamakan analisis data dari observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dandokumentasi. Teknik analisa data pada penelitian ini mencakupi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis data wawancara Berdasarkan hasil wawancara dengan para informan, ditemukan bahwa ada yang tidak mampu membaca not lagu. Karena itu mereka menyarankan pelatih yang profesional yang mampu mengerti kondisi Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 anggota KUB yang memiliki kemampuan yang terbatas. Selanjutnya ditemukan bahwa ada pribadi- pribadi tertentu yang memang tidak memiliki kesadaran dalam hidup menggereja. Ketika ada kegiatan rohani di KUB, bapak-bapak lebih banyak menyibukan diri dengan urusan pribadi. Karena itu, mereka menyarankan perlu ada tindakan tegas dari paroki agar memberikan edukasi yang bersifat positif. Partisipasi Kaum Bapak dalam Nyanyian Liturgi Konsili Suci Vatikan II menyapa dan mengajak semua umat beriman untuk memainkan peranannya dalam seluruh tugas perutusan Gereja. Secara khusus kaum awam katolik dipanggil untuk merasul dan memberi kesaksian tentang kebenaran Kristus. Kelompok Kerasulan Awam sesugguhnya bukanlah sesuatu yang baru di dalam gereja. Sejak Gereja para rasul, kelompok awam sudah tampil untuk mewartakan Kristus. ihat Kis 11:19-21. 18:26. Rom 16:1-16. Fip 4:. Apalagi diperhadapkan dengan perkembangan zaman yang semakin maju, kaum awam semakin dituntut untuk menunjukan identitasnya. Kemajuan teknologi, penyebaran penduduk, relasi dan interaksi serta komunikasi virtual tidak hanya membuat segalanya menjadi lebih mudah tetapi juga meninggalkan segudang masalah. Penyimpangan kesusilaan dari tata agama, degradasi moral sosial manusia saat ini mendesak dan menggugat awam-awam katolik untuk terlibat secara aktif menjadi agen perubahan . gent of chang. (Pareira, 2005: . Bertolak dari kenyataan tersebut, kaum awam katolik secara khusus bapak-bapak mesti melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan di KUB maupun paroki. Kaum bapak katolik hendaknya menunjukkan semangatnya dalam berbagai kegiatan-kegiatan liturgi. Dalam kaitan dengan tugas di paroki dalam tanggungan koor, bapak-bapak menjadi contoh atau teladan sebagaimana dalam keluarga, para bapak menjadi kepala Pembina iman. Hal ini bila dicermati dan diterapkan secara sungguh-sungguh, maka kekompakan dan keharmonisan dalam keluarga semakin terjamin dengan baik. Kaum bapak mesti menyadari tugas mulia ini dalam keluarga, dengan demikian segala kegiatan yang ada di KUB akan berjalan dengan Faktor-Faktor Yang Mendorong dan Menghambat Partisipasi kaum Bapak Berbicara tentang partisipasi kaum bapak tentu sudah tidak asing lagi. Karena problem ini telah menjadi keprihatinan para gembala umat dewasa ini. Sebagaimana yang terjadi pada KUB santu Yohanes Paulus II Oebufu, ketika dalam nyanyian liturgy gereja, kehadiran bapak-bapak atau kaum laki-laki sangat minim. Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat, yakni: Lemahnya kesadaran untuk terlibat. Kesadaran kaum bapak untuk terlibat aktif dalam nyanyian liturgy memang masih lemah. Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan seperti: tidak ada kemauan dari dalam diri, kentalnya budaya malas tahu, egoisme yang ekstrim. Kesibukan Pribadi. Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan bahwa ketika saatnya latihan koor, ada sebagian bapak-bapak yang tidak aktif karena kesibukan Pengertian Nyanyian Liturgi Musica Liturgia . usic liturg. adalah satu ungkapan baru yang jarang di pakai sebelum abad ini. Ungkapan ini baru muncul di tahun 1960an sebagai term spesifik untuk keseluruan musik yang dipakai dalam liturgi sesuai dengan pembaharuan Konsili Vatikan II. Musica religioson . usic rohan. merupakan Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 ungkapan baru yang dipakai untuk setiap music yang langsung atau tidak langsung bertema religious bagi semua agama. Music sacra . usic suc. adalah istilah yang dikehendaki dan dipakai dalam dokumendokumen umum gerejani dan yang di pakai bagi music yang dikarang secara khusus demi perayaan kebaktian ilahi (Tinenti, 2018:. Karena itu nyanyian liturgy adalah nyanyian yang diubah secara khusus untuk perayan liturgi. Ia memiliki bentuk yang mempunyai bobot kudus. Nyanyian adalah salah satu unsur pembentuk yang mendasar dari ibadat Kristen hal ini sesuai dengan hakekat ibadat Kristen yang adalah pemakluman AuMirabilia DeiAy atas kabar gembira keselamatan, syukur dan pujian dan terima kasih atas kebebasan orang beriman karena kebangkitan kristus. Ibadat Kristen merupakan himne kemuliaan kepada Allah Bapa (Why 19:. (Tinenti, 2018:. Menurut H. Pandopo istilah musik paduan suara adalah musik yang dinyanyikan oleh paduan suara atau koor (Beland. , yang berasal dari bahasa Yunani Choros . i bahasa Inggris disebut sebagai Choi. , yang berarti gabungan sejumlah penyanyi di mana mereka mengombinasikan berbagai suara ke dalam suatu harmoni (Pandopo, 1984:. Paduan suara atau koor . ari bahasa Belanda, koo. merupakan istilah yang merujuk kepada ensembel musik yang terdiri atas penyanyi-penyanyi maupun musik yang dibawakan oleh ensembel tersebut. Umumnya suatu kelompok paduan suara yang membawakan musik paduan suara terdiri atas beberapa bagian suara. Bentuk paduan suara secara umum adalah kelompok penyanyi baik sejenis maupun campuran . Sejenis artinya terdiri dari wanita atau pria saja . , atau campuran pria dan wanita . dengan kelompok usia yang dikehendaki, atau kelompok anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. Hampir semua paduan suara kini menyajikan lagu-lagu mereka di dalam suatu harmoni yang terdiri atas empat bagian, yaitu Sopran . uara tinggi wanit. Alto . uara rendah wanit. Tenor . uara tinggi pri. , dan Bass . uara rendah pri. Namun demikian, karya-karya musik paduan suara dapat pula ditulis atau diaransir di dalam lebih dari empat bagian suara. Sebagian besar karya-karya musisi terkemuka ditulis untuk paduan suara dengan iringan instrumen dan sebagian lagi merupakan karya musik paduan suara tanpa iringan instrumen, biasanya disebut acapella. Fungsi Nyanyian dan Musik Dalam Liturgi Nyanyian dan music liturgi merupakan bagian integral dari liturgy (KL . Sebagai baian intergral, nyanyian liturgi dapat merupakan salah satu acara atau ritus tersendiri yang mengikuti rius lainya, tapi juga mengiringi satu ritus . dan idealnya harus berlangsung selama kegiatan itu berlangsung. Ia dapat pula diintegrasi ke dalam ritus . eperti prefas. (Tinenti, 2018:. Secara konkrit nyanyian liturgi dapat berfungsi sebagai berikut: . Sarana pewartaan sabda, yang menyampaikan pesan keselamatan kepada peserta persekutuan litugis, seperti pada lagu masmur tanggapan . Sarana renungan membantu para peserta persekutuan untuk merenungkan amanat Tuhan dan meresapkan ke dalam hati, seperti mazmur tanggapan . Sarana syukur yang dapat membina rasa syukur dalam hati, seperti Gloria . Sarana permohonan, yang bisa berupa belas kasihan Tuhan seperti kyie dan Agnus Dei. Sarana pengungkapan iman. Musik Liturgi Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Ada begitu banyak pemahaman dan penjelasan mengenai musik liturgi. Menurut Konstitusi Liturgi 122, dikatakan bahwa: AAymusik liturgi ialah musik yang diciptakan kusus untuk liturgi, untuk main peranan tertentu dalam liturgi. Sebagai lagu pembukaan, permohonan (Tuhan kasihanilah kami. Anak Domba Alla. , syukur . emuliaan,kudu. , persiapan persembahan dan sebagainya. Selain itu, musik liturgi juga berarti music dimana umat ikut serta pula . artisipasi akti. karena liturgi adalah perayaan seluruh umatAy (Martasudjita, 1999:. Konsili Vatikan II memandang musik liturgi bukan sekedar sebagai salingan tambahan atau dekorasi demi kemeriahan liturgi melainkan sebagai bagian liturgi meriah yang penting atau integral (SC. Dengan kata lain, musik liturgi termasuk liturgi itu sendiri. Pada hakekatnya, musik liturgi bersifat simbolis (Martasudjita, 1999:. Artinya, musik liturgi dapat digunakan untuk mengungkapkan peran serta aktif umat untuk membangkitkan suasana bagi tumbuhnya daya tangkap jiwa terhadap sabda dan karunia Allah dalam Liturgi. Musik liturgi juga berfungsi memperjelas misteri Kristus, menumbuhkan kesadaran kebersamaan (Martasudjita,1999:. Konsili Vatikan II juga menggaris bawahi fungsi musik dalam liturgi, yakni diciptakan untuk melayani liturgi. Itu berarti musik liturgi dibuat dan diciptakan untuk melayani dan mengabdi liturgi dan bukan sebaliknya. Dari beberapa penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa musik liturgi hendaknya di olah dan dipersiapkan sebaik mungkin secara teknis agar sungguh terdengar merdu dan Tetapi perlu juga diusahkan agar musik dalam liturgi sungguh menjadi bagian dari perayaan liturgi itu sendiri (Martasudjita, 1999:. Faktor-Faktor Penentu Dalam Nyanyian Liturgi Pelatih/Dirigen Sebagaimana yang dikutip oleh Groenen telah menyampaikan bahwa tugas seorang dirigen dapat dianalogikan dengan tugas dan tanggungjawab seorang panglima di medan perang. Hanya bedanya bila tugas utama seorang panglima perang adalah mengatur strategi yang jitu untuk memenangkan suatu pertempuran, sebaliknya seorang dirigen bertugas untuk mewujudkan suatu keindahan musical melalui kelompok paduan suara yang dipimpinnya. Karena itu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberhasilan suatu kelompok paduan suara dalam mewujudkan keindahan musikal tersebut sepenuhnya tidak terlepas dari kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh seorang dirigen, misalnya pengetahuan tentang teknik dirigen, teknik vokal, teori musik, ilmu bentuk analisa, sejarah musik, dan keluasan wawasan tentang repertoir lagu paduan suara. Pemilihan Lagu-lagu Dalam nyanyian liturgi mesti dibedakan dengan nyanyian rohani lainnya. Nyanyian liturgi hendaknya sesuai dengan tema perayaan. Karena itu lagu-lagu yang dipilih hendaknya memiliki kekuatan peran dari lagu itu. Dengan demikian dalam pemilihan lagu hendaknya memperhatikan kriteria-kriteria di bawah ini: . Nyanyian yang dipilih hendaknya sesuai dengan peran nyanyian itu. Apakah untuk pembukaan, untuk persembahan ataukah untuk lagu komuni. Masing-masing mempunyai karakternya sendiri. Nyanyian hendaknya sesuai dengan masa dan tema liturgi (Adven. Natal. Paskah. Prapaskah. Pantekosta atau tema Pertobatan. Panggilan dls. Nyanyian hendaknya mengungkapkan iman akan misteri Kristus. Apakah lagu itu membawa umat pada pengalaman iman akan Kristus dan kepada perjumpaan dengan Kristus. Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Bahwa Kristus hadir dalam liturgi harus terungkap dalam nyanyian liturgi itu. Itulah sebabnya isi syair dan melodi nyanyian liturgi harus benar-benar sesuai dengan citarasa umat dan dapat diterima oleh umat sebagai nyanyian liturgi. Nyanyian liturgi melayani seluruh umat beriman Nyanyian liturgi merupakan bagian penting dari liturgi. Berhubung liturgi sendiri merupakan perayaan bersama, maka nyanyian itu harus melayani kebutuhan semua umat beriman yang sedang berliturgi. Yang harus dihindari adalah memilih lagu yang hanya berdasarkan selera pribadi atau kelompok. Kriteria lagu terletak pada apa yang dapat menjawab harapan dan kebutuhan umat agar perayaan liturgi sungguh menjadi perayaan bersama. Kekompakan Sebuah koor akan berhasil dalam menyanyikan lagu-lagu liturgi secara baik apabila saling kompak dalam menyeimbangkan warna suara. Kekompakan menjadi aspek penting dalam bernyanyi bersama. Oleh karena itu setiap kelompok suara hendaknya saling kompak dengan dirigen. Kekompakan yang terjalin di dalam paduan suara menjadi suatu kewajiban. Terlebih ketika sedang menyanyikan lagulagu liturgi maupun lagu rohani yang merupakan ungkapan rasa syukur. Lewat nyanyian kita ungkapkan rasa syukur kita kepada Allah sebagai penyelenggara kehidupan. Rasa Percaya Diri Salah satu penentuan dalam koor nyanyian liturgi adalah rasa percaya diri. Rasa percaya diri yang baik dan mantap hendaknya dimiliki oleh setiap anggota Karena jika tidak memiliki rasa percaya diri yang baik maka segala persiapan akan menjadi rusak ketika sudah tampil dalam bernyanyi. Bernyanyi adalah Hakikat Gereja Dengan prinsip ini, kita melihat bahwa segala sesuatu yang bersangkutan dengan Musik Gereja mempunyai peran dan fungsi hakiki sebagai pemampu yang memampukan Umat / Jemaat bernyanyi. Dalam bernyanyi bersama sebenarnya umat sedang mengaplikasikan persekutuan ilahi tetapi juga bersifat sosial (Duka, 2015: . Jadi jika Paduan Suara atau pemimpin koor bernyanyi maka peran dan fungsi hakikinya adalah memampukan umat bernyanyi, dan bukan berarti bahwa setelah Paduan Suara/ Koor itu bernyanyi maka umat harus menyanyikan lagu yang sama tetapi yang dimaksud adalah bahwa tugas Paduan Suara / Koor bukanlah sekedar menghibur umat melainkan memberi contoh, dan dorongan kepada umat untuk dapat bernyanyi dengan baik. Kelemahan pertama adalah bahwa Umat/ Jemaat kurang memahami sifat sebuah nyanyian liturgi, padahal tiap nyanyian mempunyai karakter, pesan, dan makna yang berbeda. Banyak orang mengira bahwa semua nyanyian Gereja adalah Pujian padahal tidak semua nyanyian Gereja merupakan pujian. Pengertian Kaum Bapak Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bapak adalah orang tua laki-laki yang disebuh ayah. Selanjutnya dijelaskan bahwa orang yang dipandang sebagai orang tua, atau dituakan, dihormati karena memiliki peran penting sebagai pelindung, pengayom dan penasihat. Dengan demikian, panggilan bapak selain memiliki kaitan dengan ayah kandung laki-laki, namun dari sisi gender, bapak diartikan dalam kaitan dengan peran atau status sosial secara umum. Jadi, tergantung hubungannya dengan sang anak, seorang AuayahAy dapat merupakan ayah kandung . yah secara biologi. atau ayah angkat. Panggilan AuayahAy juga diberikan kepad seorang yang secara defacto bertanggung jawab memelihara seorang anak meskipun antar keduanya tidak terdapat hubungan resmi (Moeliono, 1990:. Definisi Peran Ayah Guna mendapatkan pengertian peran ayah . , maka harus mengetahui pengertian dari peran orang tua Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 . atau bisa diartikan sebagai peran pengasuhan. Parenting merupakan tugas orang tua untuk mengarahkan anak menjadi mandiri di masa dewasanya, baik secara fisik dan biologis. Parenting merupakan suatu perilaku yang menunjukkan suatu kehangatan, sensitif, penuh penerimaan, bersifat resiprokal, saling pengertian, dan respon terhadap apa yang dibutuhkan oleh anak (Yuniardi, 2009:. Faktor Yang Memepengaruhi Peran Kaum Bapak Berikut ini merupakan uraian faktor-faktor yang memepengaruhi pola asuh orang tua, yang di dalamnya juga terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi peran ayah: . Faktor Personal orangtua . Karakteristik Anak . Status ekonomi dan sosial . Pendidikan . Kesukuan dan Budaya Kaum Bapak Katolik. Kelompok Kerasulan Awam Konsili Suci Vatikan II menyapa dan mengajak semua umat beriman untuk memainkan peranannya dalam seluruh tugas perutusan Gereja. Secara khusus kaum awam katolik dipanggil untuk merasul dan memberi kesaksian tentang kebenaran Kristus. Kelompok Kerasulan Awam sesugguhnya bukanlah sesuatu yang baru di dalam gereja. Sejak Gereja para rasul, kelompok awam sudah tampil untuk mewartakan Kristus. (Kis 11:19-21. 18:26. Rom 16:1-16. Fip 4:. Kemajuan teknologi, penyebaran penduduk, relasi dan interakasi serta komunikasi virtual tidak hanya membuat segalanya menjadi lebih mudah tetapi juga meninggalkan segudang masalah. Penyimpangan kesusilaan dari tata agama, degradasi moral sosial manusia saat ini mendesak dan menggugat awam-awam katolik untuk terlibat secara aktif menjadi agen perubahan . gent of chang. (AA. ) Asas dan Spiritualitas Kaum Bapak Katolik Asas atau landasan kaum bapak Katolik dan juga seluruh kerasulan awam lainnya dalam melaksanakan tugas dan haknya untuk merasul berdasarkan pada persatuan dengan Kristus sebagai Melalui baptisan setiap orang telah disaturagakan dengan Tubuh Mistik Kristus, melalui penguatan setiap orang diteguhkan oleh Roh Kudus, dengan demikian oleh Tuhan sendiri KBK telah ditetapkan untuk Asas atau landasan ini patut untuk disadari bahwa sesungguhnya KBK telah mendapatkan mandat langsung dari kristus untuk menjadi perpanjangan tangan-Nya. KBK telah ditakdirkan menjadi imamat rajawi dan bangsa yang kudus . 1Ptr 2:4-. , untuk melalui segala kegiatan KBK mempersembahkan korban rohani, dan di mana pun juga memberi kesaksian akan Kristus. Melalui sakramensakramen, terutama ekaristi suci, disalurkan dan dipupuklah cinta kasih, yakni bagaikan jiwa seluruh kerasulan. (AC. Kristus adalah sumber dan asal dari seluruh kerasulan Gereja. Karena itu kemajuan kesuksesan kaum awam atau KBK tergantung dari persatuan dengan Kristus. Yesus bersabda AuBarang siapa tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia, ia menghasilkan buah banyak, sebab tanpa Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apaAy (Yoh 15:. Kehidupan dalam persatuan mesra dengan Kristus itu dalam Gereja dipupuk dengan bantuanbantuan rohani, yang diperuntukkan bagi semua orang beriman, terutama dengan keikut-sertaan aktif dalam liturgi Hidup seperti itu menuntut perwujudan iman, harapan dan cinta kasih, yang tiada hentinya. Tujuan Kaum Bapak Katolik Kerasulan Gereja serta semua anggotanya pertama-tama ditujukan untuk memaparkan warta tentang Kristus kepada dunia dengan kata-kata maupun perbuatan, dan untuk menyalurkan rahmatNya. Itu terutama terjadi melalui pelayanan sabda dan sakramen-sakramen yang secara khas diserahkan kepada para imam. Dalam pelayanan itu kaum awam pun herus memainkan perannya yang sangat penting, yakni sebagai Aurekan pekerja demi kebenaranAy . Yoh . Terutama di bidang itu kerasulan awam dan Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 pelayanan pastoral saling melengkapi. (AC. Konsili suci juga mengatakan bahwa Gereja bukan hanya diutus untuk menyampaikan warta tentang Kristus dan menyalurkan rahmat-Nya kepada umat manusia, melainkan juga untuk merasuki dan menyempurnakan tata dunia dengan semangat Injil. Jadi dalam melaksanakan perutusan Gereja itu kaum awam. KBK menunaikan kerasulan mereka baik dalam bidang rohani maupun di bidang duniawi. KESIMPULAN Kehadiran kaum Bapak di tengah- tengah keluarga dan masyarakat sangatlah penting, tanpa bapak sepertinya kurang lengkap keluarga itu. Hal ini telah berlangsung sejak zaman dahulu kala hingga masa Peranan mereka tentu membawa berkat bagi dirinya sendiri dan keluarga yang diberikan oleh Allah. Selain sebagai kepala keluarga . tetapi seorang Bapak menjadi bahagian dari keluarga itu sendiri. Pertama-tama dimulai dari diri sendiri baru kepada oranglain. Ayah . aum Bapa. harus menjadi pembawa berkat bagi keluarga dan menjaditeladan AurulemodelAydalamkeluarga. Jika itu yang terjadi akan membawa pertumbuhan bagi keluarga, umat dan masyarakat. Dengan demikian kehadiran kaum bapak dalam nyanyian liturgi akan menghasilkan sebuah harmoni yang baik dan menggembirakan. Sebuah koor yang sukses karenaperpaduanyangkompakantara kelompok suara sopran, alto, tenor dan bass. Dengan demikian, partisipasi kaum bapak- bapak dalam nyanyian liturgi menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari kaum ibu- ibu. DAFTAR PUSTAKA