Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Oktober 2025 Copyright A 2025 pada penulis PENINGKATAN KEWIRAUSAHAAN PEREMPUAN TANI MELALUI PENGEMBANGAN SDM DAN TEKNOLOGI INFORMASI STUDI KASUS PADA KWT KIRAI EMAS 12. DEPOK Denok Sunarsi1*. Dede Supiyan2. Retno Japanis Permatasari3 Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia denoksunarsi@umpam. ABSTRAK Pemberdayaan perempuan tani di Indonesia, terutama di perkotaan, menghadapi berbagai tantangan dalam hal keterbatasan lahan, pengetahuan budidaya, serta pemasaran produk. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui pengembangan kapasitas kewirausahaan yang melibatkan penerapan teknologi informasi dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini berfokus pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kirai Emas 12 di Depok. Jawa Barat, yang mengelola usaha pertanian markisa. Melalui program pengabdian masyarakat yang melibatkan pelatihan budidaya hidroponik, pemasaran digital, dan manajemen usaha berbasis teknologi, anggota KWT Kirai Emas 12 berhasil meningkatkan kapasitas kewirausahaan mereka. Pelatihan teknik hidroponik memungkinkan mereka untuk mengelola tanaman markisa meskipun dengan lahan terbatas, sementara pelatihan pemasaran digital membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar produk mereka. Selain itu, pengembangan keterampilan manajerial membantu anggota dalam mengelola usaha secara lebih terstruktur dan profesional. Program ini menunjukkan dampak yang signifikan baik secara sosial maupun ekonomi, dengan meningkatkan kesejahteraan anggota, memperkuat ekonomi lokal, dan memberikan peluang pasar yang lebih luas. Keberlanjutan program ini terjaga dengan adanya pelatihan lanjutan dan pembentukan kader lokal untuk melanjutkan pengembangan usaha. Secara keseluruhan, program ini menjadi model pemberdayaan perempuan tani yang dapat diterapkan pada kelompok tani lainnya di Indonesia. Kata kunci : pemberdayaan perempuan, kewirausahaan tani, teknologi informasi Abstract Empowering female farmers in Indonesia, especially in urban areas, faces various challenges such as limited land, agricultural knowledge, and product marketing. One approach to address these issues is through the development of entrepreneurial capacity involving the application of information technology and human resource (HR) management. This study focuses on the Kirai Emas 12 Women's Farmers Group (KWT) in Depok. West Java, which manages a passion fruit farming business. Through a community service program that includes training in hydroponic cultivation, digital marketing, and technology-based business management, the members of KWT Kirai Emas 12 have successfully enhanced their entrepreneurial capacities. Hydroponic techniques training allows them to manage passion fruit cultivation even with limited land, while digital marketing training opens up opportunities to expand their product https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2828-1349 market reach. In addition, developing managerial skills helps members to manage their businesses in a more structured and professional manner. This program demonstrates significant social and economic impacts, improving members' wellbeing, strengthening the local economy, and providing broader market opportunities. The sustainability of this program is ensured through continued training and the formation of local cadres to continue the business development. Overall, this program serves as a model for the empowerment of female farmers that can be applied to other farming groups in Indonesia. Keywords: female empowerment, agricultural entrepreneurship, information PENDAHULUAN Sektor pertanian di Indonesia merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam perekonomian, tidak hanya untuk ketahanan pangan tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di Di tengah tantangan modernisasi dan urbanisasi, pemberdayaan perempuan dalam sektor pertanian menjadi isu yang semakin mendesak. Salah satu upaya penting untuk meningkatkan peran serta perempuan dalam sektor ini adalah melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan mereka. Program pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada pemberdayaan perempuan tani, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam pengelolaan usaha pertanian, diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga dan komunitas. Pemberdayaan perempuan tani di Indonesia memiliki tantangan tersendiri, mengingat seringkali keterbatasan akses terhadap pelatihan, teknologi, serta sumber daya lainnya yang diperlukan untuk mengelola usaha pertanian secara efisien. Kelompok Wanita Tani (KWT) Kirai Emas 12 yang berlokasi di Kota Depok. Jawa Barat, merupakan salah satu kelompok perempuan tani yang menghadapi tantangan Kelompok yang beranggotakan 16 orang perempuan tani ini, sebagian besar mengelola usaha pertanian dengan komoditas utama buah markisa. Meskipun memiliki potensi besar. KWT Kirai Emas 12 menghadapi kendala dalam hal pengetahuan budidaya tanaman yang efisien, pengelolaan usaha, serta pemasaran produk mereka. Keterbatasan ini menghambat kemampuan mereka untuk mengoptimalkan hasil produksi dan memperluas jangkauan pasar produk mereka. Dalam konteks ini, program pemberdayaan yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi sangat Teknologi tepat guna, khususnya dalam budidaya pertanian yang efisien seperti hidroponik, serta pemasaran digital, diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan lahan dan masalah pemasaran yang dihadapi oleh KWT Kirai Emas 12. Implementasi teknologi hidroponik dalam budidaya markisa diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman secara signifikan meskipun dengan lahan Selain itu, penggunaan teknologi informasi melalui platform digital untuk pemasaran produk akan membuka akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional, sehingga meningkatkan daya saing produk mereka. Program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. , khususnya dalam hal pengurangan kemiskinan (SDG . , kesetaraan gender (SDG . Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2828-1349 dan pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi (SDG . Melalui pemberdayaan perempuan tani, program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga mendorong perkembangan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dalam hal ini, pemberdayaan perempuan dalam pertanian dapat memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi yang lebih merata. Seiring dengan pemanfaatan teknologi dalam produksi dan pemasaran, program ini juga mengedepankan pentingnya peningkatan kapasitas manajerial. Banyak kelompok tani, termasuk KWT Kirai Emas 12, yang masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan usaha secara profesional, seperti dalam hal perencanaan produksi, pencatatan keuangan, dan pengelolaan sumber daya secara efisien. Oleh karena itu, pelatihan manajemen usaha yang lebih terstruktur juga menjadi bagian integral dari program pemberdayaan ini. Dengan meningkatkan keterampilan manajerial, anggota KWT Kirai Emas 12 diharapkan dapat mengelola usaha mereka dengan lebih efektif, yang pada gilirannya akan memperkuat keberlanjutan usaha mereka. Melalui pendekatan yang holistik ini, yang mencakup pengembangan SDM, penerapan teknologi tepat guna, serta pelatihan manajerial, program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kewirausahaan perempuan tani, khususnya di KWT Kirai Emas 12, dan memberikan dampak yang lebih luas terhadap ekonomi lokal. Pemberdayaan perempuan dalam sektor pertanian ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan mereka secara langsung, tetapi juga berkontribusi pada perubahan sosial yang lebih inklusif, di mana perempuan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi di tingkat keluarga dan komunitas. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan program ini, dirancang dengan pendekatan yang menyeluruh dan berbasis pada analisis kebutuhan yang mendalam. Sebagai tahap awal, dilakukan identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh anggota kelompok, yang mencakup kesulitan dalam teknik budidaya yang efisien dan terbatasnya kemampuan dalam pemasaran produk pertanian. Berdasarkan analisis tersebut, program pengabdian ini menyusun beberapa langkah strategis yang mencakup pelatihan teknis dan manajerial, serta penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan usaha. Pelatihan yang diberikan kepada anggota KWT Kirai Emas 12 fokus pada dua bidang utama: peningkatan efisiensi produksi dan pemasaran produk. Untuk aspek produksi, pelatihan difokuskan pada budidaya markisa menggunakan metode Metode ini dipilih karena sesuai dengan keterbatasan lahan di perkotaan dan ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada penggunaan pestisida dan pupuk kimia. Pelatihan ini mencakup teori dan praktik dalam pemilihan bibit unggul, pengelolaan tanaman yang baik, serta teknik pemeliharaan yang efisien dan Dengan pendekatan ini, anggota KWT diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi markisa yang lebih optimal. Sementara itu, tantangan terbesar yang dihadapi oleh anggota KWT adalah pemasaran produk yang terbatas. Untuk itu, program ini juga memberikan pelatihan pemasaran digital. Para anggota diajarkan cara memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk memasarkan produk mereka, mulai dari pembuatan akun toko online hingga pengelolaan promosi digital. Pemasaran digital diyakini dapat membuka akses pasar yang lebih luas, baik lokal maupun internasional, yang https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2828-1349 sebelumnya sulit dijangkau oleh anggota KWT. Selain itu, pelatihan juga mencakup pembuatan branding yang menarik dan pengemasan yang dapat meningkatkan daya tarik produk markisa di pasar. Pengelolaan usaha yang efisien juga menjadi fokus utama dalam program ini. Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas manajerial, anggota KWT diberikan pelatihan dalam menggunakan aplikasi berbasis digital untuk pencatatan keuangan, manajemen stok, serta perencanaan produksi yang lebih terstruktur. Penggunaan teknologi dalam manajemen usaha ini bertujuan untuk mempermudah proses administrasi dan memaksimalkan aliran kas, yang pada akhirnya meningkatkan keberlanjutan usaha mereka. Secara keseluruhan, program ini mengedepankan pemberdayaan berbasis teknologi yang dapat membantu anggota KWT Kirai Emas 12 mengatasi kendala produksi dan pemasaran secara lebih mandiri dan efisien. Selain itu, pendekatan berbasis teknologi ini diharapkan dapat membangun rasa percaya diri dan kemandirian dalam menjalankan usaha, serta menciptakan peluang ekonomi baru yang dapat memperkuat kesejahteraan mereka. Dengan pelatihan yang komprehensif ini. KWT Kirai Emas 12 diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan perempuan tani yang dapat diadopsi oleh kelompok tani lainnya di daerah tersebut. Program ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi lokal dan pemberdayaan perempuan melalui sektor pertanian yang berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Kelompok Wanita Tani (KWT) Kirai Emas 12 di Depok. Jawa Barat, telah membawa dampak yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan perempuan tani. Melalui pendekatan yang menyeluruh, kegiatan ini mengedepankan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran produk pertanian, khususnya markisa, yang menjadi komoditas utama kelompok ini. Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Budidaya Pertanian Salah satu pencapaian utama dalam program ini adalah peningkatan pengetahuan anggota KWT Kirai Emas 12 mengenai teknik budidaya markisa yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan adanya pelatihan intensif mengenai teknik hidroponik, anggota KWT diajarkan cara menanam markisa tanpa memerlukan lahan yang luas, memungkinkan mereka untuk memanfaatkan ruang terbatas seperti pekarangan rumah. Hidroponik, sebagai metode pertanian yang lebih ramah lingkungan, juga mengurangi ketergantungan pada penggunaan pestisida dan pupuk kimia, serta lebih hemat dalam penggunaan air . Metode hidroponik yang diperkenalkan dalam pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian markisa. Selain itu, pelatihan ini juga mencakup pemilihan bibit unggul, perawatan tanaman, serta pengelolaan lahan yang lebih baik, yang semuanya bertujuan untuk mengoptimalkan hasil produksi. Dengan pengetahuan ini, anggota KWT tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas mereka, tetapi juga mengelola usaha pertanian mereka dengan lebih efisien, memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan keluarga . Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2828-1349 Foto 1: Pelatihan Budidaya Hidroponik Peningkatan Kapasitas Pemasaran melalui Teknologi Digital Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh anggota KWT Kirai Emas 12 adalah keterbatasan dalam memasarkan produk mereka. Pemasaran produk secara tradisional terbukti kurang efektif dalam menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Untuk itu, pelatihan pemasaran digital menjadi salah satu fokus utama dalam program ini. Melalui pelatihan ini, anggota KWT diajarkan cara memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan produk mereka. Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee untuk menjangkau pasar yang lebih luas . Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang teknik pemasaran digital, termasuk cara membuat konten menarik, strategi branding yang efektif, serta pentingnya kemasan produk yang menarik. Dengan keterampilan ini, anggota KWT Kirai Emas 12 kini dapat memasarkan produk markisa mereka tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga membuka peluang untuk menjual ke pasar internasional. Hasilnya, produk markisa yang dihasilkan kini memiliki daya saing yang lebih baik, yang memungkinkan mereka untuk mengakses pasar yang lebih luas . [Foto 2: Pelatihan Pemasaran Digita. Peningkatan Manajerial Usaha dan Keberlanjutan Program Dalam hal pengelolaan usaha, anggota KWT Kirai Emas 12 juga mendapatkan pelatihan mengenai manajemen usaha yang lebih terstruktur. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah pengelolaan keuangan dan distribusi produk yang kurang efisien. Oleh karena itu, anggota KWT diberikan pemahaman tentang pentingnya pencatatan keuangan yang rapi, pengelolaan stok bahan baku, serta penyusunan strategi bisnis yang lebih terencana . Penerapan sistem manajerial yang lebih baik telah membantu anggota KWT Kirai Emas 12 untuk memantau perkembangan usaha mereka dengan lebih efektif. Sistem berbasis digital, seperti penggunaan aplikasi Google Sheets untuk pencatatan https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2828-1349 keuangan dan pemantauan produksi, telah memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih berbasis data, yang penting dalam perencanaan jangka panjang Selain itu, penguatan jaringan pemasaran dan keberlanjutan usaha juga menjadi fokus penting dalam program ini. Program ini tidak hanya memberikan dampak langsung, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diteruskan kepada anggota baru atau kelompok tani lainnya di masa Foto 3: Pelatihan Manajemen Usaha Dampak Sosial dan Ekonomi Dampak sosial dan ekonomi dari program ini sangat signifikan. Secara sosial, program ini telah memberdayakan perempuan dalam mengelola usaha pertanian mereka dengan lebih mandiri dan profesional. Sebagai hasilnya, anggota KWT Kirai Emas 12 kini lebih percaya diri dalam menjalankan usaha mereka dan lebih aktif dalam pengambilan keputusan ekonomi di tingkat keluarga dan komunitas . Program ini juga mengubah pola pikir masyarakat terhadap peran perempuan dalam pengembangan ekonomi, di mana perempuan kini dilihat sebagai motor penggerak ekonomi, tidak hanya di tingkat rumah tangga, tetapi juga dalam komunitas . Secara ekonomi, peningkatan kapasitas kewirausahaan anggota KWT Kirai Emas 12 telah membuka peluang pasar baru yang lebih luas, meningkatkan volume penjualan, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan mereka. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok, tetapi juga memberikan efek positif bagi ekonomi lokal di Depok . Program ini juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi berbasis pertanian yang lebih berkelanjutan dan membuka peluang kerja baru di sektor pertanian dan distribusi produk. Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2828-1349 Foto 4: Kegiatan Pemasaran Produk Program pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil meningkatkan kapasitas kewirausahaan perempuan tani di KWT Kirai Emas 12, melalui pengembangan SDM dan pemanfaatan teknologi informasi. Peningkatan keterampilan dalam budidaya markisa, pemasaran digital, dan manajemen usaha telah memungkinkan anggota KWT untuk mengelola usaha mereka dengan lebih profesional dan mandiri. Dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi anggota KWT, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal di Depok. Keberlanjutan program ini dijamin dengan pelatihan lanjutan dan pembentukan tim kader lokal yang akan terus mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan pada kelompok tani lainnya di Indonesia, dengan membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan KESIMPULAN Program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan perempuan tani di Kelompok Wanita Tani (KWT) Kirai Emas 12. Depok, memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan mereka. Pemberdayaan ini terutama melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan teknologi informasi, yang mencakup teknik budidaya markisa secara efisien, pemasaran produk menggunakan platform digital, serta peningkatan kapasitas manajerial usaha. Proses pelatihan ini mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada, sehingga memungkinkan anggota kelompok untuk mengelola usaha pertanian mereka dengan lebih profesional dan mandiri. Peningkatan pengetahuan tentang budidaya markisa dengan metode hidroponik menjadi salah satu pencapaian utama dalam program ini. Hidroponik terbukti efektif mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan, memungkinkan anggota KWT memanfaatkan ruang terbatas, seperti pekarangan rumah, untuk bercocok https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2828-1349 Teknik ini juga ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada pestisida dan pupuk kimia, serta lebih hemat dalam penggunaan air. Dengan pengetahuan ini, anggota KWT berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi markisa mereka, yang pada gilirannya turut berdampak pada peningkatan pendapatan Pemasaran digital juga menjadi fokus penting dalam pelatihan ini. Sebagian besar anggota KWT mengalami kesulitan dalam memasarkan produk mereka secara Program ini memberikan keterampilan untuk memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce seperti Instagram. Facebook. Tokopedia, dan Shopee, untuk mempromosikan produk mereka secara lebih luas. Hal ini memungkinkan anggota KWT Kirai Emas 12 untuk memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga membuka peluang pasar internasional. Dengan keterampilan pemasaran digital yang mereka peroleh, produk markisa mereka kini memiliki daya saing yang lebih tinggi, yang turut meningkatkan volume penjualan. Selain itu, pelatihan manajerial yang lebih terstruktur juga berperan dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha. Anggota KWT dilatih untuk menggunakan aplikasi berbasis digital dalam pencatatan keuangan, manajemen stok, dan perencanaan produksi. Ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih berbasis data dan meningkatkan keberlanjutan usaha mereka. Penerapan sistem manajerial yang lebih baik ini memberikan dampak positif dalam perencanaan jangka panjang dan mempermudah pengelolaan usaha secara lebih profesional. Dampak sosial dan ekonomi dari program ini sangat signifikan. Secara sosial, pemberdayaan ini berhasil meningkatkan rasa percaya diri anggota KWT dalam mengelola usaha mereka, serta memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi di tingkat keluarga dan komunitas. Secara ekonomi, keberhasilan program ini membuka peluang pasar baru dan meningkatkan pendapatan anggota, yang juga berdampak pada perekonomian lokal di Depok. Program ini berkontribusi pada pengembangan ekonomi berbasis pertanian yang lebih berkelanjutan, serta membuka peluang kerja baru di sektor pertanian dan distribusi produk. Secara keseluruhan, program pengabdian ini telah berhasil meningkatkan kapasitas kewirausahaan perempuan tani, memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan mereka dan memperkuat ekonomi lokal. Keberlanjutan program ini juga dijamin dengan adanya pelatihan lanjutan dan pembentukan tim kader lokal yang akan terus mengembangkan serta menyebarkan pengetahuan yang Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat diadopsi oleh kelompok tani lainnya di Indonesia, dengan tujuan untuk menciptakan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA