Pemanfaatan Biomassa Limbah Pala sebagai Energi Alternatif untuk Kesejahteraan Petani di Desa Kaasar Jumriadi*A. Roni KoneriA. Hesky Stevy KolibuA. Sitti Nur IsnianA AProgram Studi Fisika FMIPA Universitas Sam Ratulangi AProgram Studi Biologi FMIPA Universitas Sam Ratulangi 3Jurusan Penyuluh Pertanian Universitas Halu Oleo Email: jumriadi@unsrat. ronicaniago@unsrat. heskykolibu@unsrat. isnian@uho. ABSTRACT The energy crisis, which is characterized by the depletion of fossil energy sources, requires all parties involved to be aware of this condition. This community service aims to educate and provide awareness, knowledge, attitudes, and skills of nutmeg farmers in Kaasar Village. Kauditan District, about the use of nutmeg agricultural waste as an environmentally friendly alternative energy . io briquette. and can be used to increase family income in improving their livelihoods. This service uses three methods, namely counseling, demonstration, and training. The result of this service is the formation of farmers' awareness to care about renewable energy, taking a stance to process waste into bio briquettes that will be used for household fuel while seeing opportunities to be marketed, and farmers are able to make bio briquettes. It is hoped that this activity can play a role in solving the energy crisis and improving community welfare. Keywords: Biobriquettes. Renewable Energy. Nutmeg Waste. Welfare ABSTRAK Krisis energi yang ditandai dengan menipisnya sumber energi fosil mengharuskan semua pihak yang terlibat untuk mewaspadai kondisi ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan kesadaran, pengetahuan, sikap dan keterampilan petani pala di Desa Kaasar. Kecamatan Kauditan, tentang pemanfaatan limbah pertanian pala sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan . dan dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan keluarga dalam meningkatkan mata pencaharian mereka. Pengabdian ini menggunakan tiga metode, yaitu penyuluhan, demonstrasi, dan pelatihan. Hasil dari pengabdian tersebut adalah terbentuknya kesadaran petani untuk peduli terhadap energi terbarukan, mengambil sikap untuk mengolah limbah menjadi bio briket yang akan digunakan untuk bahan bakar rumah tangga sambil melihat peluang untuk dipasarkan, dan petani mampu membuat bio briket. Diharapkan kegiatan ini dapat berperan dalam menyelesaikan krisis energi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Biobriket. Energi Terbarukan. Limbah Pala. Kesejahteraan PENDAHULUAN Kebutuhan energi yang terus pasokan sumber daya fosil yang semakin menipis nilai lingkungan yang terus mengalami penurunan dan krisis energi (Ali et al. , 2. terbarukan (Tshikovhi & Motaung, 2. , yang salah satunya diperoleh melalui pemanfaatan biomasa limbah pertanian cangkang biji pala yang diolah menjadi briket arang biomassa (Abdullah et al. , 2. Pengolahan ini turut (Bashutska, 2019. Kpalo et al. , 2. Kabupaten Minahasa Utara merupakan sentra produksi pala di Provinsi Sulawesi Utara, provinsi dengan produksi pala ke-lima terbesar di Indonesia (Siagian, 2. Seyogyanya potensi ini dapat memberikan (Abdullah et al. , 2. Sayangnya rendahnya keterampilan petani pala akan pemanfaatan limbah pala membuang kesempatan untuk sekaligus berpotensi sumber pendapatan bagi petani jika diolah menjadi produk bernilai Program pengabdian (PKM) ini hadir untuk mengurai permasalahan melalui: Pelatihan kepada petani untuk memanfaatkan biomassa limbah pertanian pala sebagai sumber energi terbarukan untuk peningkatan kesejahteraan petani. Berikut alur kegiatan yang ditunjukan pada Tabel 1. ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 64 Koordinasi Persiapan Materi Persiapan Melakukan pertemuan awal dengan kepala desa dan mitra Mengidentifikasi petani pala yang akan dilibatkan Penyusunan Menyiapkan global dan Pengadaan . Tabel 1. Tahapan Kegiatan Tahapan Pelaksanaan Evaluasi Penyuluhan Pelatihan Pengukuran Kesimpulan Hasil Tindak Lanjut Sesi 1: Langkah 1: - Evaluasi Diskusi Pengenalan Demonstrasi pemahaman kesesuaian krisis energi global dan dengan tujuan melalui kuis Rekomendasi (Jumriadi, atau tanya tindak lanjut . Sesi 2: Peran Langkah 2: petani dan Praktek - Penilaian oleh petani. energi (Sitti Nur Isnian. Langkah 3: SP. ,M. Sc. Diskusi dan Sesi 3: sesi tanya Manfaat proses dan cangkang biji tantangan pala sebagai (Jumriadi, . Dokumentasi dan Publikasi Penyusunan artikel untuk publikasi di Publikasi kegiatan di media cetak dan elektronik Dokumentasi visual kegiatan sebagai bahan promosi lebih METODE Kegiatan dilakukan dengan tiga metode yaitu penyuluhan, demonstrasi cara, dan pelatihan yang menyasar tiga domain perubahan yakni psikomotorik/keterampilan menerapkan partisipasi aktif petani. Untuk efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan, pelaksanaannya dibagi menjadi dua jenis yaitu penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan menargetkan domain kognitif dan afektif. Metode pelatihan menargetkan domain psikomotorik/keterampilan (Isnian et al. Penyuluhan pengetahuan dengan mengenalkan krisis energi global dan potensi energi terbarukan, menumbuhkan sikap untuk peduli dan memberikan pemahaman akan peran penting petani dan memberikan kemampuan awal melalui pemahaman akan manfaat biobriket yang dapat mendukung dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dari pemanfaatan limbah pala. Selanjutnya pada demonstrasi cara cara-cara mengolah cangkang menjadi biobriket. Point ini sebagai pembekalan pengetahuan dan menunjukkan cara kerjanya dan terakhir petani terlibat langsung untuk praktek pada pelatihan pembuatan briket arang. ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 65 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengabdian kepada masyarakat ini diukur melalui tiga ranah, yakni pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ditunjukkan pada Tabel 2 Tabel 2. Pengetahuan. Sikap. Ketrampilan Petani pada Pembuatan Biobriket cangkan biji pala Pengetahuan Sikap Keterampilan Petani mengetahui tentang 1. Petani Dapat krisis energi yang terjadi hari mencari solusi baru dalam karbonisasi/pengarangan ini dan faktor penyebab menghadapi krisis energi yang baik sehingga biobriket diataranya ketergantungan akibat penggunaan bahan terhadap sumber energi fosil bakar fosil standar (SNI) Petani ikut berpartisipasi Dapat mengulang melakukan diperbaharui dan memiliki mengolah limbah pertanian pembuatan biobriket dampak negative terhadap untuk diolah menjadi energi Petani mengetahui tentang alternative biobriket. limbah biomassa yang bisa 3. Mengajak anggota keluarga dimanfaatkan menjadi energi alternative seperti sekam pegolahan limbah biomass cangkang pal. alternative biobriket Petani mengetahui berbagai 4. Mengajak Kelompok Tani lain biomassa menjadi energi biomassa menjadi energi alternative yang memiliki karbonisasi, pirolisis dan nilai ekonomi lebih baik Untuk produk akhir berbentuk padatan bisa menggunakan biomassa dan perekat kemudian dicetak biobriket yang lebih mudah Biomassa juga dapat diolah menjadi biochar dengan teknologi pirolisis. Petani mengetahui standar kualitas produk bahan bakar seperti biobriket Petani ekonomi dari limbah biomass ajika dikelola dengan baik pendapatan tambahan bagi Tabel pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani yang merupakan dampak dari kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Indikator kegiatan yang berdampak pada klien bisa dinilai dari peningkatan pengetahuan, munculnya minat, kemauan, dan sikap terhadap materi serta mempraktikkannya (Isnian et al. , 2. Penyuluhan Pada tahap ini, petani diberikan materi dengan metode ceramah tentang krisis energi yang dialami oleh dunia saat ini dan penyebab ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil yang terbatas dan memiliki dampak negative terhadap lingkungan serta peran serta petani dalam memanfaatkan limbah biomassa tanaman pala sebagai sumber energi alternative sebagaima ditinjukkan pada ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Gambar 1. Proses penyuluhan Pemilihan Bahan Pada tahapan ini petani diberikan penjelasan tentang jenis-jenis biomassa yang dapat diolah menjadi biobriket dintaranya cangkan biji pala termasuk kadar air minimum sebelum bahan dilakukan proses karbonisasi sebagaimana gambar 2. Halaman 66 Gambar 2. Pemilihan bahan Penjelasan Desain Alat Cetak Desain memodifikasi alat penggiling daging dan membuat alat cetak dengan bentuk persegi dengan ukuran 3 x 3 cm dan alat cetak berbentuk silinder dari pipa paralon diameter 1 inchi. Alat cetak briket sebagaimana Gambar 4. Proses pencampuran bubuk arang dengan tepung tapioka Review Tahap akhir dari pelaksanaan kegiatan pengabdian, produk biobriket yang dihasilkan dilakukan uji nilai kalor dan mebandingkannya dengan briket yang menjadi standar SNI. Produk biobriket pelatihan sebagaimana disajikan pada gambar 5. Gambar 5. Produk Pelatihan Gambar 3. Mesin cetak briket Pengolahan Bahan Cangkang pala setelah dilakukan proses karbonisasi dan menjadi arang kemudian dihancurkan menjadi serbuk, diacak dengan saringan 40 mesh kemudian diaduk secara merata dengan perekat yang terbuat dari tepung tapioca dengan perbandingan 80 % serbuk arang dan 20% perekat. Serbuk arang yang telah diaduk dengan perekat dimasukkan kedalam alat cetak briket yang telah didesain. Briket yang telah dicetak dilakukan proses pengeringan selama 2 hari sampai kadar air yang terkandung di dalam biobriket menjadi 10 %. Proses pembuatan seperti yang terlihat pada gambar 4. Pendampingan Pada tahapan pendampingan sekaligus evaluasi, tim melakukan pendampingan baik turun langsung ke lapangan atau melalui komunikasi yang intens dengan ketua kelompok tani tentang pengolahan limbah biomasa pertanian pala menjadi biobriket yang telah dilakukan oleh peserta pasca mengikuti Gambar 6. Foto bersama petani Desa Kaasar ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 67 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dan capaian kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menyentuh tiga bidang perubahan pada petani, yaitu . kognisi melalui adanya pengetahuan baru tentang energi terbarukan dan pengolahannya, serta membuka peluang baru dalam meningkatkan pendapatan, . afektif melalui terbentuknya kesadaran dan kepedulian terhadap potensi limbah pala yang mereka miliki dan kemauan untuk mengolahnya menjadi energi terbarukan dan membuatnya dan . keterampilan melalui kemampuan mengelola limbah pala menjadi arang biomassa. Saran Kepada pemangku kepentingan terkait. Kepala Desa. Penyuluh Pertanian, pemerintah, dan petani, untuk mengembangkan pengelolaan cangkang berkelanjutan dengan universitas. Pemangku kepentingan terkait, terutama sumber pendanaan, harus melanjutkan kegiatan ini di desa lain dan mendukung penuh membuka peluang inovasi yang dihasilkan untuk dipasarkan UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sam Ratulangi atas dukungan finansial yang diberikan dalam pelaksanaan pengabdian ini melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) klaster 2. Bantuan yang diberikan sangat mendukung keberhasilan program pengabdian masyarakat ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan membantu agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Hasil dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang paling signifikan bagi masyarakat dan dunia akademik. ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat DAFTAR PUSTAKA