e-ISSN: 2722 Ae 290X Vol. 1 No. 1 (Mei 2. Page: 23 Ae 34 Sistem Pakar Juru Pemantau Jiwa (Jumanj. Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining Muhammad Adil 1. Henny Leidiyana 2,* * Korespondensi: e-mail: henny. hnl@bsi. Program Studi Teknik Informatika. STMIK Nusa Mandiri. Jl. Kramat Raya No. RT. 5/RW. Kwitang. Kec. Senen. Kota Jakarta Pusat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10420. Telp . 31908575, e-mail: adil_86@yahoo. Program Studi Sistem Informasi. Universitas Bina Sarana Informatika. Jl. Kamal Raya No. RT. 6/RW. Cengkareng Bar Kecamatan Cengkareng. Kota Jakarta Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730 , e-mail: henny. hnl@bsi. Submitted: 6 Maret 2020 Revised: 27 Maret 2020 Accepted: 17 April 2020 Published: 20 Mei 2020 Abstract Through the mass media news is often found about how a family or community handles family members who have mental disorders by mounting, isolating, and even throwing them away. This shows that one of the things that causes the family to handle the problem inappropriately is the lack of information about diagnoses of mental disorders so that they take actions that could make the sufferer worse. The expert system designed by the writer here aims to produce an expert system that can be used by the general public. The system is made in such a way that it can be used easily to provide knowledge to the public about mental disorders and how to deal with it. With this expert system, families and even the surrounding community can take appropriate action if there are people with mental disorders in the vicinity. This expert system uses a method that is quite popular, namely Forward Chaining which is implemented in the form of a web-based application program. Application is made using the PHP programming language then testing based on the Black Box method Keywords: Expert system. Mental disorder. Forward Chaining. Abstrak Melalui media massa sering dijumpai berita tentang bagaimana sebuah keluarga atau masyarakat menangani anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa dengan cara memasung, mengucilkan, bahkan Ini menunjukkan bahwa salah satu hal yang menyebabkan keluarga kurang tepat dalam menangani permasalahan tersebut adalah kurangnya informasi tentang diagnosa gangguan jiwa sehingga mereka melakukan tindakan yang bisa jadi membuat penderita semakin parah. Sistem pakar yang dirancang penulis di sini bertujuan untuk menghasilkan sistem pakar yang dapat digunakan oleh masyarakat secara umum. Sistem yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat digunakan secara mudah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang gangguan jiwa dan cara menanganinya. Dengan adanya sistem pakar ini, keluarga bahkan masyarakat di sekitarnya dapat melakukan tindakan yang tepat jika ada penderita gangguan jiwa di sekitarnya. Sistem pakar juru pemantau jiwa ini menggunakan metode yang cukup populer yaitu forward Chaining yang diimplementasikan ke dalam bentuk program aplikasi berbasis web. Aplikasi dibuat menggunakan bahasa pemograman PHP kemudian dilakukan pengujian berdasarkan dengan metode Black Box. Kata Kunci: Sistem pakar, gangguan jiwa. Forward Chaining. Pendahuluan Penerapan ilmu komputer dalam berbagai bidang saat ini sudah sangat luas. Mulai dari kalangan perusahaan sampai masyarakat tanpa disadari telah menyandarkan aktifitasnya pada peralatan yang berbasis aplikasi komputer. Bidang medis adalah salah satu dari sekian banyak bidang yang menjadikan computer sebagai bagian penting dalam kegiatan medis. Dalam KBBI, makna medis adalah termasuk atau berhubungan dengan bidang kedokteran. Bidang kedokteran yang menangani masalah penyakit bukan saja penyakit fisik tetapi juga jiwa. Di Indonesia khususnya, penderita gangguan jiwa menurut Konsultan Health Policy Unit. Setjen Kementerian Kesehatan. Available Online at http://ejurnal. id/index. php/JSRCS Muhammad Adil. Henny Leidiyana Trihono, pada Southeast Asia Mental Health Forum 2018 di Jakarta. Kamis . , sebanyak 15,8 persen keluarga memiliki penderita gangguan jiwa berat yang diobati dan tidak diobati. Untuk menangani hal ini terjadi, maka dibutuhkan psikolog untuk mendiagnosa apa yang terjadi dan berkonsultasi dengan psikolog membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam setiap konsultasi sehingga keluarga bisanya menangani sendiri keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Permasalahan-permasalahan tersebut salah satunya dapat diatasi dengan cara membangun aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit kejiwaan. Sistem pakar ini sifafnya sama seperti seorang psikolog, yang berisi tentang pengetahuanpengetahuan didalam bidang psikologi yang diubah kedalam bentuk sebuah web. Sistem pakar untuk juru pemantau jiwa ini dapat membantu penderita yang mengalami gangguan kejiwaan ataupun masyarakat yang mengalami gejala-gejala penyakit kejiwaan. Dengan memahami cara kerja sistem pakar yang meniru cara manusia dalam memecahkan suatu masalah spesifik, atas dasar pemikiran tersebut timbul suatu ide untuk membuat suatu sistem pakar yang diharapkan membantu memecahkan masalah dan mencari langkah yang tepat dalam mendiagnosa kejiwaan serta memberikan pengetahuan kepada orang lain tentang kondisi kejiwaan, sehinga diperoleh data untuk penanganan yang lebih cepat dan tepat. Metode Penelitian Algoritma Sistem Pakar Setelah menyusun perancangan sistem pakar untuk juru pemantau jiwa seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dilanjutkan pada implementasi program. Hal ini dimaksudkan untuk menerapkan dan memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah dalam menjalankan program yang dibuat. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar1. Algoritma Sistem Pakar Jurnal JSRCS 1 . : 23 - 34 (Mei 2. Sistem Pakar Juru Pemantau Jiwa (Jumanj. Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining Basis Pengetahuan Dalam pengembangan sistem pakar ini, penulis menggunakan tabel yang dikembangkan oleh pakar dalam mengambil kesimpulannya. Dimana fakta-fakta dari variabel yang menjadi parameter pakar dalam merangkum kesimpulan yang diambil sehingga menghasilkan kesimpulan yang objektif. Tabel Pakar Tabel pakar merupakan fakta-fakta yang diperoleh dari pakar, ilmu pengetahuan, penelitian dan pengalaman-pengalaman mereka dalam mengidentifikasi gejala penyakit kejiwaan. Dibawah ini terdapat beberapa tabel dasar pengetahuan dari program sistem pakar juru pemantau jiwa yang disertai dengan kode penyakitnya, serta tabel gejala yang ada pada sistem pakar ini. Tabel 1 . Tabel Penyakit Gangguan Jiwa Kode Penyakit Nama Gangguan Demensia Amnesia Gangguan akibat alkohol dan zat Skizofrenia Skizofrenia paranoid Skizofrenia katatonik Skizofrenia terdisorganisasi Skizofrenia residual Skizotipal P10 Gangguan waham menetap P11 Gangguan waham induksi P12 Depresi P13 Siklotimia P14 Distimia P15 Gangguan Panik P16 Gangguan Cemas menyeluruh P17 Gangguan Neurosis Depresi P18 Gangguan campuran ansietas dan depresi P19 Gangguan obsesi-kompulsi P20 Reaksi stress berat P21 Gangguan penyesuaian P22 Gangguan disosiatif P23 Gangguan somatoform P24 Gangguan Kepribadian khas P25 Gangguan Kepribadian paranoid P26 Gangguan kepribadian emosional tak stabil tipe impulsive P27 Gangguan kepribadian anti social P28 Gangguan kepribadian schizoid P29 Gangguan kepribadian anankastis P30 Gangguan kepribadian histrionic P31 Gangguan kepribadian dependen P32 Gangguan kepribadian narsisistik P33 Gangguan kepribadian menghindar P34 Sumber: Hasil Penelitian . Penyakit tidak ditemukan Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 23 - 34 (Mei 2. Muhammad Adil. Henny Leidiyana Pada Tabel 1 menjelaskan tentang kode gejala dan nama penyakit gangguan jiwa, terdiri dari 34 kode jenis penyakit gangguan jiwa. Kode Gejala G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 G21 G22 G23 G24 Tabel 2. Tabel Gejala Gangguan Jiwa Nama Gejala Daya ingat jangka pendek terganggu Orientasi memburuk Gangguan persepsi Intelektual menurun Perubahan afek dan tingkah laku Kurang perduli terhadap akibat tingkah laku Pasien tampak iritabel dan eksplosif Ketidakmampuan mempelajari hal baru Orientasi orang tidak terganggu Daya ingat jangka panjang tidak terganggu Daya ingat segera masih baik Perubahan kepribadian Apatis Kurang inisiatif Kebingungan penggunaan zat/alkohol sudah mempengaruhi beraktifitas mencari zat Mengalami sakau Isi pikiran diri sendiri yang berulang, walaupun isinya sama tapi kualitasnya berbeda Terbuka tentang isi pikirannya halusinasi yang dikendalikan oleh pemikiran yang bersifat mistik atau mukjizat halusinasi suara yang berkomentar . alusinasi halusinasi menetap yang menurut budaya sekitar tidak wajar halusinasi menetap dari panca indera apa saja yang mengambang disertai ide-ide berlebihan yang Sumber: Hasil Penelitian . Pada Tabel 2 menjelaskan tentang kode gejala dan nama gejala gangguan jiwa, terdiri dari 24 kode jenis gejala gangguan jiwa. Sedangkan Tabel 3 menjelaskan tentang table solusi gangguan jiwa terdiri 3 solusi gangguan jiwa untuk 3 kode penyakit. Tabel 3. Tabel Solusi Gangguan Jiwa Kode Penyakit Solusi Secara umum, terapi pada demensia adalah perawatan medis yang mendukung,memberi dukungan emosional pada pasien dan keluarganya, serta farmakoterapi untuk gejala yang Terapi sistomanik meliputi diet, latihan fisik yang sesuai, terapi rekreasional dan aktivitas, serta penanganan terhadap masalah-masalah lain. Sebagai farmakoterapi, benzodiazepine diberikan untuk ansietas dan insomnia,antidepresan untuk depresi, serta antipsikotik untuk gejala waham dan halusinasi. Terutama yang mendasarinya. Pendekatan bersifat suportif yang berkaitan dengan waktu dan tempat akan sangat membantu pasien dan mengurangi rasa cemasnya. Setelah psikoterapi . ognitif, psikodinamik, atau suporti. mungkin dapat membantu pasien. Pendekatan pengobatan untuk penyalahgunaan zat bervariasi penyalahgunaan, tersedianya sistem pendukung dan ciri individual pasien. Tujuan utama pengobatan adalah abstinensi zat serta Pendekatan pengobatan awal dapat dilakukan dengan rawat inap atau rawat Pengobatan rawat inap diindikasikan pada adanya gejal medis atau psikiatri yang parah, suatu riwayat gagalnya pengobatan rawat jalan, tidak adanya dukungan psikososial, atau riwayat penggunaan zat yang parah atau berlangsung lama. Sumber: Hasil Penelitian . Jurnal JSRCS 1 . : 23 - 34 (Mei 2. Sistem Pakar Juru Pemantau Jiwa (Jumanj. Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining Rule Pakar Untuk mempresentasikan pengetahuan kedalam sistem digunakan metode kaidah produksi yang biasanya dituliskan dalam bentuk Jika-maka . f-the. Kaidah dapat dikatakan sebagai hubungan implikasi dua bagian yaitu premis . dan bagian konklusi . Apabila syarat premis terpenuhi maka bagian konklusi juga bernilai benar. Sebuah kaidah terdiri dari klausa-klausa, sebuah klausa mirip kalimat subjek, kata kerja dan objek yang menyatakan suatu fakta. Ada klausa premis dan klausa konklusi pada sebuah kaidah. Suatu kaidah juga dapat terdiri dari beberapa premis dan beberapa konklusi. Tabel 4. Tabel Solusi Gangguan Jiwa Rule G1. G2. G3. G4. G5. G6. G1. G2. G8. G9. G10. G11. G12. G13. G14,G15 G16. G17. G18. G81 G19. G20. G21. G22. G23. G24. G25. G26. G27. G28. G29 G22. G30. G31. G32 G33. G34. G35. G36 G37. G38. G39 G30. G31. G40 G41. G41. G43. G44. G45. G46. G47. G48. G49 G50 G51. G52. G53 G1. G54. G55. G56. G7. G58 . G59. G60 G64. G65 G54. G66. G67 G68. G69. G70. G71. G72. G73. G74. G75. G76. G77. G78. G79. G80 G82. G83. G84. G85 G56. G58. G86. G87. G88. G89. G90. G91,G92 G54. G82 G93. G94. G95. G96 G97. G98 G28. G54. G82. G97. G99 ,G100. G101. G102 G103 G104 G42. G105. G107 G108. G109. G110. G111. G112. G113. G114. G115 G116. G117. G118 G102. G119. G120. G121. G122. G123. G124 G28. G125. G126. G127. G128. G129 G130. G131. G132. G133. G134. G135. G136 G9. G137, 138. G139. G140. G141 G91. G142. G143. G144. G145. G146. G147. G148. G149 G150. G151. G152. G153 G154. G155. G156. G157. G158. G159 Sumber: Hasil Penelitian . Then P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 P22 P23 P24 P25 P26 P27 P28 P29 P30 P31 P32 P33 Pada Tabel 4 menjelaskan tentang 33 rule. If dan then dari solusi gangguan jiwa. Hasil dan Pembahasan Pada tahap ini akan dilakukan analisis terhadap kebutuhan Ae kebutuhan sistem dan perangkat keras terhadap aplikasi juru pemantau jiwa. Tahap Pertama. Analisis Kebutuhan Input yaitu Masukan dari aplikasi juru pemantau jiwa ini adalah sebagai berikut: . Data - data gejala dan . Data Ae data penyakit. Tahap Kedua. Analisis Kebutuhan Output, yaitu Keluaran dari aplikasi juru pemantau jiwa ini terbagi dua: . Pengunjung. Berupa tampilan halaman utama, konsultasi, hasil . Admin. Berupa halaman untuk mengelola data gejala, penyakit, aturan, dan laporan. Tahap Ketiga. Analisis Kebutuhan Proses. Proses yang dirancang yaitu menyediakan halaman utama bagi pengunjung, kemudian pengunjung dapat melakukan konsultasi dan melihat hasilnya. Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 23 - 34 (Mei 2. Muhammad Adil. Henny Leidiyana Admin dapat melakukan pengubahan atau penghapusan data gejala, penyakit, dan aturan. Admin juga dapat melakukan pengelolaan tehadap konsultasi yang masuk. Tahap Keempat. Analisis Kebutuhan Perangkat Keras. Spesifikasi komponen perangkat keras yang digunakan untuk pembuatan aplikasi ini adalah sebagai berikut: PC/Laptop dengan Prosesor core 2 duo. RAM 1 GB. VGA dengan memori 256 MB. Keyboard dan mouse sebagai piranti input. Monitor sebagai piranti output dan Harddisk. Tahap Kelima. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak. Perangkat lunak yang dibutuhkan pada pembangunan aplikasi adalah sebagai berikut: . Sistem operasi Windows 7. Xampp, dan . Macromedia Dreamweaver. Tampilan dari aplikasi sistem ini dijelaskan sebagai berikut: Tampilan Halaman Utama Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 1. Tampilan Halaman Utama Tampilan halaman utama pada Gambar 1 adalah halaman utama dan pertama bagi pengunjung web. Jika pengunjung ingin melakukan konsultasi maka pilih Konsultasi pada menu bar. Tampilan Halaman Konsultasi Jurnal JSRCS 1 . : 23 - 34 (Mei 2. Sistem Pakar Juru Pemantau Jiwa (Jumanj. Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 2. Tampilan Halaman Konsultasi Gambar 2 adalah halaman konsultasi yang tampil setelah pengunjung memilih menu Di sini pengunjung mengisi gejala dengan cara mencentang pada bagian kiri gejala yang telah disediakan. Tampilan Halaman Hasil Konsultasi Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 3. Tampilan Halaman Hasil Konsultasi Setelah pengunjung mengisi gejala lalu melakukan submit maka hasil akan tampil seperti pada Gambar 3. Pada tampilan hasil, gejala yang telah diisi dan kesimpulan gangguan yang diderita akan Tampilan Halaman Login Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 23 - 34 (Mei 2. Muhammad Adil. Henny Leidiyana Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 4. Tampilan Halaman Login Gambar 4. adalah halama login admin. Yang bisa login adalah admin yang telah terdaftar. halaman ini admin memasukkan username dan password. Tampilan Halaman Gejala (Admi. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 5. Tampilan Halaman Gejala (Admi. Admin dapat melakukan perubahan gejala apabila diperlukan. Pada Gambar 5 terlihat bagian kanan ada menu untuk mengubah atau menghapus gejala. Tampilan Halaman Penyakit (Admi. Sumber: Hasil Penelitian . Jurnal JSRCS 1 . : 23 - 34 (Mei 2. Sistem Pakar Juru Pemantau Jiwa (Jumanj. Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining Gambar 6. Tampilan Halaman Penyakit (Admi. Admin juga dapat melakukan perubahan penyakit seperti pada Gambar 6. Tampilannya hampir sama dengan halaman gejala. Tampilan Halaman Aturan (Admi. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 7. Tampilan Halaman Aturan (Admi. Kemudian admin dapat melakukan pengelolaan aturan seperti pada Gambar 7. Tampilan Halaman Konsultasi (Admi. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 8. Tampilan Halaman Konsultasi (Admi. Hasil konsultasi yang masuk ke dalam basis data dapat dikelola oleh admin seperti pada Gambar 8. Tampilan Halaman Laporan (Admi. Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 23 - 34 (Mei 2. Muhammad Adil. Henny Leidiyana Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 9. Tampilan Halaman Laporan (Admi. Tampilan terakhir yaitu halaman laporan dimana admin dapat melihat dalam periode tertentu konsultasi pengunjung yang pernah dilakukan. Desain Sistem Use Case Diagram Pada Gambar 12 dijelaskan use case diagram admin, sebagai berikut: satu admin dan enam use case terdiri dari use case gejala, use case penyakit, use case aturan, use case konsultasi, usecase laporan konsultasi, dan use case admin. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 12. Use Case Diagram Admin Jurnal JSRCS 1 . : 23 - 34 (Mei 2. Sistem Pakar Juru Pemantau Jiwa (Jumanj. Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining Sedangkan Gambar 13 menjelaskan use case diagram user dimana terdapat satu actor dan dua use case terdiri dari use case home dan use case konsultasi. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 13. Use Case Diagram User Activity Diagram Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 14. Activity Diagram Konsultasi Pada Gambar 14 menjelaskan tentang Activity Diagram Konsultasi, dimulai dari Pakar memilih menu konsultasi, kemudian sistem menampilkan form konsultasi dilanjutkan dengan Pakar memilih data, dan sistem menampilkan data konsultasi. Sequence Diagram Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 15. Sequence Diagram Admin Membuat Aturan Pada Gambar 15 menjelaskan tentang Sequence Diagram admin membuat aturan, terdiri dari admin, form login, form home admin, form gejala, form penyakit, dan form aturan. Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 23 - 34 (Mei 2. Muhammad Adil. Henny Leidiyana Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 16. Sequence Diagram User Melakukan konsultasi Pada Gambar 16 menjelaskan tentang sequence Diagram use melakukan konsultasi, terdiri dari user, form konsultasi dan form hasil. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka penulis dapat memberikan kesimpulan dengan adanya aplikasi sistem pakar ini sebagai sarana yang tepat dan praktis untuk berkonsultasi dengan pakar kejiwaan tanpa harus bertemu langsung dengan psikolog, menganalisa kondisi kejiwaan yang dialami pasien, sehingga dapat memilihalternatif langkah kerja dan mendapatkan solusi, mendapatkan edukasi tentang penyakit yang berhubungan dengan masalah Daftar Pustaka