Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Peningkatan Kemandirian Masyarakat Desa Walikukun Kecamatan Carenang Kabupaten Serang Melalui Optimasi Lahan Pertanian Berbasis Ecological Economics Ade Sumiardi1. Rustam Effendi2. Sev Rahmiyanti3 1Program Studi Teknik Lingkungan. Fakultas Teknik Universitas Banten Jaya 2Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Banten Jaya 3Program Studi Kewirusahaan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Banten Jaya Korespondensi : adesumiardi@unbaja. ABSTRAK Ecological Economics memiliki banyak manfaat berkaitan dengan hak hidup organisme, faktor cost and benefit, serta faktor estetika bagi manusia. Nilai ecological economics adalah sebagai pelindung keseimbangan siklus hidrologi dan tata air, penjaga kesuburan tanah melalui pasokan unsur hara dari serasah hutan, pencegah erosi, abrasi dan pengendali iklim mikro. Tujuan kegiatan peningkatan kemandirian masyarakat melalui optimasi lahan pertanian berbasis ecological economics adalah ingin mewujudkan peran aktif masyarakat dalam peningkatan produksi pangan, memelihara kelestarian lingkungan berbasis ecological economics sehingga menambah nilai guna . se valu. , ada keselarasan antara aspek penggunaan dan pemeliharaan, peningkatan aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta membentuk jiwa wirausaha. Need Assesment melalui pendekatan metode survei, sosialisasi, pendampingan . orkshop, penyuluhan dan pelatiha. , partisipasi aktif, monitoring dan diakhiri dengan evaluasi program diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat terhadap pentingnya optimasi lahan berbasis ecological economics. Program-program utama yang dilaksanakan meliputi pemberdayaan masyarakat, peningkatan produksi, manajemen organisasi, manajemen pemasaran, sarana dan prasarana serta sosial budaya. Hasil yang diperoleh adalah bahwa masyarakat secara berkala melakukan monitoring lahan pertanian berbasis aplikasi teknologi, penerapan pola tanam berbasis polikultur untuk menjaga keseimbangan kesuburan tanah serta aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. Kata kunci: Ecological economics, kemandirian, optimasi lahan ABSTRACT Ecological Economics has many benefits related to the right to life of organisms, cost and benefit factors, and aesthetic factors for humans. The value of ecological economics is as a protector of the balance of the hydrological cycle and water management, a guardian of soil fertility through the supply of nutrients from forest litter, preventing erosion, abrasion and controlling microclimates. The purpose of activities to increase community independence through optimization of agricultural land based on ecological economics is to realize the active role of the community in increasing food production, maintaining environmental sustainability based on ecological economics so as to increase use value, there is harmony between aspects of use and maintenance, improving aspects of health and community welfare and forming an entrepreneurial spirit. Need Assessment through a survey method approach, socialization, mentoring . orkshops, counseling and trainin. , active participation, monitoring and ending with program evaluation is expected to be able to increase community independence regarding the importance of land optimization based on ecological The main programs implemented include community empowerment, increasing production, organizational management, marketing management, facilities and infrastructure and socio-culture. The results obtained are that the community periodically monitors agricultural land based on technology applications, the application of polyculture-based planting patterns to maintain the balance of soil fertility and is active in environmental conservation efforts. Keywords: : Ecological economics, independence, land optimization SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Desa Walikukun. Kecamatan Carenang. Kabupaten Serang merupakan daerah dataran rendah dengan lokasi 45 M diatas permukaan laut, mempunyai iklim sedang sehingga berpengaruh langsung terhadap aktifitas pertanian dan pola Jumlah keseluruhan sebanyak 4891 jiwa dengan luas area sebesar 48. 500 M2. Secara demografi. Desa Walikukun berada disebelah timur berbatasan dengan Desa Mandaya, disebelah barat dengan Desa Purwadadi, disebelah utara dengan Desa Ragas dan disebelah selatan dengan Desa Teras. Warga Desa Walikukun sebagian besar berprofesi sebagai petani karena masyarakatnya memiliki lahan pertanian Pada musim kemarau, masyarakat Desa Walikukun mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Keteresediaan sumber daya alam hayati dan luasnya lahan pertanian menjadi modal untuk mencari alternatif menambah nilai ekonomi tetapi pemulihan kesuburan lahan tetap terjaga secara berkelanjutan dan berpotensi menjadi desa Oleh karena itu, optimasi lahan pertanian berbasis ecological economics dalam rangka meningkatkan kemandirian masyarakat desa sangat penting untuk diterapkan sebagai solusi alternatif. Ecological economics merupakan menghubungkan ilmu pengetahuan alam dan sosial secara luas, khususnya ekologi dan ekonomi. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pemahaman ilmiah yang lebih mendalam tentang hubungan yang kompleks antara manusia dan interaksinya dengan lingkungan. Konsep ecological economics dapat dikembangkan menjadi kebijakan yang akan mengarah pada pengembangan yang berkelanjutan secara ekologis, memiliki distribusi sumber daya yang adil dan mengalokasikan sumber daya yang langka secara efisien termasuk modal "alam" dan "sosial". Hal ini memerlukan pendekatan baru yang multiskala, pluralistik dan evolusioner (Costanza, 2. Ecological economics mengacu pada analisis alokasi sumber daya yang efisien dan fokus pada pemahaman hubungan antara pembangunan ekonomi dan eksploitasi sumber daya alam dalam sistem ekologi yang lebih besar. Ecological menghitung sistem ekonomi berbasis ekologi, membuat model pada berbagai skala, dan mengembangkan perangkat inovatif untuk pengelolaan lingkungan (Neo, 2. Analisis khususnya untuk ekonomi survival, aspek-aspek lingkungan yang mendalam. Ecological antisipasi ancaman yang ditimbulkan oleh kontemporer terhadap stabilitas ekosistem global, yang secara langsung menyiratkan (Batalhyo & Alexandre, 2. Ecological perpaduan pemahaman ilmiah tentang hubungan antara sistem ekonomi, manusia dan alam serta bagaimana memanfaatkan konsep tersebut untuk mengembangkan kebijakan yang efektif yang dapat mengarah pada distribusi sumber daya yang merata dan sistem ekologi yang Paradigma economics menawarkan perspektif yang menyegarkan dan tepat tentang hubungan antara ekonomi dan ekologi bagi kaum berkelanjutan untuk pola pertumbuhan ekonomi dan degradasi lingkungan saat Singkatnya, konsep utama ecological economics adalah keberlanjutan, dan ini dapat didekati secara kualitatif dan empiris (Kola-Olusanya & Gabriel, 2. Martynez-Alier dan Muradian . dan fokusnya terhadap keberlanjutan masa depan meliputi : Layanan ekosistem, keanekaragaman hayati dan tata kelola ekosistem, serta instrumen terkait dalam bauran kebijakan termasuk instrumen seperti Pembiayaan untuk Layanan Ekosistem (PES) (Ring & Barton, 2. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Interaksi permintaan energi dan perubahan . ebutuhan Konflik sosial-lingkungan (BerbysBlyzquez, pengelolaan . sumber daya Ekonomi eksperimental dan perilaku . isalnya (Vatn, 2. Banyak terjadi penurunan kualitas lahan pertanian disebabkan oleh manusia. Oleh karena itu untuk menemukan solusi, faktor-faktor mempengaruhi tingkah laku. Ecological pengetahuan yang bernilai kedalam masalah pertanian (Groom, et al. , 2. Ecological economics dapat berkontribusi terhadap peningkatan taraf ekonomi dan kemandirian seperti membangun kearifan lokal untuk diberdayakan dan diversifikasi mata pencaharian. Ecological economics lingkungan yang lebih baik seperti food safety, kesehatan, pengurangan resiko rumahtangga yang berpotensi menjadi Ecological economics berperan penting dalam upaya berkelanjutan transformasi kebijakan dan teori ekonomi kedalam pengetahuan ekologi sehingga tingkahlaku dan paradigma pragmatis juga berubah kearah sustainable attitude (Gowdy & Erickson, 2. Ecological economics memiliki nilai penggunaan sumber daya alam. Nilai guna tersebut terdiri dari : . Direct Use Value : penggunaan sumber daya alam yang sifatnya konsumtif seperti konversi padi menjadi beras dari pesawahan, ekstraksi kayu-kayuan dari hutan, ikan dari laut dan yang sifatnya non konsumtif seperti apresiasi terhadap pemandangan alam. Indirect Use Value : berhubungan dengan pelayanan lingkungan untuk manusia berdasarkan fungsinya seperti hutan sebagai penyedia unsur karbon, pohon sebagai penstabil tanah, lahan basah sebagai reservoir air. Itulah mengapa indirect use value dikatakan sebagai Ecosystem Services. Option Value : merupakan nilai yang ditempatkan pada aset-aset lingkungan oleh manusia yang ingin mengamankan kegunaan barang atau materi SDA dikemudian hari. Non Use Value : berhubungan dengan keuntungan yang tidak berimplikasi langsung antara konsumen dan barang. Bequest value : merupakan nilai yang diterima dari pengetahuan atau pengalaman bahwa manusia akan dapat mewariskan sesuatu pada generasi yang akan datang. Berdasarkan sejumlah komponen tersebut, baik itu nilai yang berguna ataupun nilai yang tidak berimplikasi langsung, dikenal dengan sebutan TEV (Total Economic Valu. (Jones, 2. Dalam rangka menjaga fungsi lingkungan hidup agar tetap normal sehingga daya dukung kelangsungan hidup manusia di bumi tetap lestari dan kesehatan masyarakat tetap terjamin, perlu ditumbuhkan strategi baru yakni bahwa setiap aktivitas harus . didasarkan atas kebutuhan hidup manusia. ditujukan direncanakan oleh semua pihak yang . didasarkan atas prinsip-prinsip ilmiah dan . dilaksanakan secara manusiawi (Slamet, 2. Berdasarkan lingkungan akan terjaga keseimbangannya dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat apabila masyarakat itu sendiri memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap proses interaksi di dalam lingkungan tersebut. Apabila intensitas kegiatan ini tidak diperhatikan untuk menunjang kualitas lingkungan, akan terjadi peningkatan taraf pencemaran METODE PELAKSANAAN Tahapan pengabdian Peningkatan Kemandirian Masyarakat Desa Walikukun Kecamatan Carenang Kabupaten Serang Melalui Optimasi Lahan Pertanian Berbasis Ecological Economics dapat dilihat pada Gambar 1. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 1. Proses hilirisasi yang diharapkan terlaksana pada Mitra Sasaran Berdasarkan Gambar Fase sosialisasi program merupakan starting point dalam membangun kapabilitas stakeholders melalui kepesertaan dalam PMM. Fase pengetahuan, kepedulian dan keterampilan sehingga memiliki rasa sense of belonging terhadap sumber daya alam yang dimiliki Fase mengembangkan produk-produk pangan yang lebih bernilai dan punya daya jual Fase pendampingan dan evaluasi diharapkan masyarakat memiliki rasa percaya diri dan kemandirian dari setiap pertanian berbasis ecological economics. Fase keberlanjutan program diharapkan masyarakat memiliki visi dan misi untuk berkesinambungan tanpa harus ada lagi proses pendampingan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Pelaksanaan Program Kerja PMM Desa Walikukun. Kecamatan Carenang. Kabupaten Serang Pembahasan Manajemen Usaha Manajemen usaha adalah proses mengatur dan mengelola seluruh aspek dalam suatu usaha mulai dari perencanaan sampai pengendalian agar tujuan usaha tercapai secara efektif dan efisien. Manajemen usaha mencakup pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, bahan baku, pemasaran dan semua kegiatan operasional lainnya. Manajemen usaha adalah sebuah sistem pengelolaan semua aktivitas dalam suatu usaha mencakup SDM, pendanaan, bahan baku, peralatan sampai pemasaran. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang masuk kategori Manajemen Usaha yang sudah dilaksanakan meliputi Penguatan Mitra Kelompok Sadar Petani Mandiri. Penguatan Mitra Kelompok Sadar Lingkungan. Pengelolaan SDA Hayati secara mandiri dan Karakteristik Desa Mandiri serta Pentingnya SDM Kreatif. Semua kegiatan PMM ini dilaksanakan menyelaraskan Tujuan, memanfaakan Sumber Daya terbaik, meminimalisir biaya, meningkatkan efisiensi, bertahan menangani kompetisi penting untuk kesejahtraan masyarakat sebagaimana Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 yang disampaikan oleh Herawati, . bahwa manajemen suatu usaha adalah merencanakan, mengatur, mengarahkan dan mengendalikan kegiatan usaha untuk mencapai tujuan dengan cara yang efektif dan efisien dalam lingkungan yang selalu Gambar 1. Foto bersama jelang Pelatihan Penguatan Mitra Kelompok Sadar Petani Mandiri dan Mitra Kelompok Sadar Lingkungan Bersama Mahasiswa. Warga dan Aparat Desa Gambar 2. Suasana pelaksanaan Pelatihan Karakteristik Desa Mandiri dan Pentingnya SDM Kreatif Bersama Mahasiswa dan Warga Peningkatan Produksi Peningkatan pada upaya untuk menghasilkan lebih banyak barang atau jasa, baik secara kuantitas maupun kualitas, dengan menggunakan sumber daya yang ada atau bahkan dengan menambah sumber daya yang ada. Peningkatan Kuantitas maksudnya menghasilkan lebih banyak produk atau jasa dalam periode waktu Peningkatan Kualitas maksudnya memperbaiki mutu produk atau jasa yang dihasilkan, baik dalam hal keawetan, fungsi, maupun estetika. Peningkatan produksi mengacu pada peningkatan jumlah output barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu usaha dalam periode tertentu melalui berbagai cara, seperti meningkatkan jumlah input produksi, atau meningkatkan efisiensi dan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang masuk kategori Peningkatan Produksi yang sudah parameter kimia, fisika dan biologi yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen, pelatihan ecological economics dan peran ecological economics, pelatihan cost workshop teknik optimasi lahan pertanian, workshop pengenalan dan penerapan teknologi Farming Monitoring System (FMS). Terkait dengan aplikasi teknologi FMS, sebagai pengguna, dapat mengakses seluruh data baik berupa data numerik, grafik maupun gambar atau foto melalui website yang telah dibangun. Dengan sistem ini, data kondisi lingkungan antara lain curah hujan, suhu, kelembaban dan penyinaran matahari di lapangan dapat dimonitor secara kontinyu setiap harinya (Nugroho & Aliwarga, 2. Semua PMM dilaksanakan dalam rangka memberikan Efisiensi Biaya . eningkatan produktivitas berarti lebih banyak output dapat dihasilkan dengan input yang sama atau lebih sedikit. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 sehingga mengurangi biaya per unit produk dan meningkatkan profitabilita. Daya Saing . saha yang lebih produktif dapat menawarkan produk dengan harga lebih kompetitif dan kualitas yang lebih baik, meningkatkan daya saing di pasar globa. Pertumbuhan Ekonomi . eningkatan produktivitas berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan kapasitas produksi keseluruhan tanpa perlu meningkatkan jumlah input secara proporsiona. Kesejahteraan Pekerja . roduktivitas yang tinggi dapat meningkatkan upah dan kondisi kerja yang lebih baik, karena suatu usaha dapat membagi keuntungan lebih besar dengan pekerj. Inovasi teknologi . roduktivitas yang tinggi mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk penelitian dan pengembangan, memicu inovasi teknologi lebih lanju. Oleh karena itu, peran teknologi, kualitas sumber daya manusia, proses dan organisasi, infrastruktur dan lingkungan Gambar 3. Suasana Pelatihan Entrepreneur dan Entrepreneurship Bersama Mahasiswa dan Warga Gambar 4. Suasana Pelatihan Ecological Economics Pentingnya Ecological Economics Bersama Mahasiswa dan Warga Partisipasi Masyarakat Partisipasi adalah keterlibatan aktif warga dalam pelaksanaan, dan evaluasi program atau kebijakan yang mempengaruhi kehidupan Ini melibatkan kontribusi baik secara mental maupun fisik, serta kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. Partisipasi masyarakat mencakup berbagai bentuk keterlibatan, meliputi . Identifikasi . asyarakat mengenali permasalahan yang ada serta potensi yang bisa dimanfaatkan untuk Pengambilan keputusan . artisipasi dalam memastikan bahwa kebijakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi Pelaksanaan . asyarakat terlibat langsung dalam pelaksanaan program atau kegiatan yang telah direncanakan baik secara sukarela ataupun Semua partisipasi masyarakat Desa Walikukun. Pendekatannya berbasis komunitas dalam berkelanjutan (Sumiardi, dkk. , 2. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang masuk kategori Partisipasi Masyarakat dan Sosial Budaya Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 yang sudah dilaksanakan meliputi gotong royong pembuatan biopori, perbaikan Desa Walikukun, pembuatan kerajinan tangan dan kerja bhakti bersih Desa Walikukun. Semua kegiatan PMM ini dilaksanakan dalam rangka . Peningkatan efektivitas program . eterlibatan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal sehingga lebih efektif dan Pemberdayaan masyarakat ( keterlibatan masyarakat kesadaran, kemandirian dan kemampuan untuk mengelola sumber daya alam serta mengatasi maslah yang ad. Penguatan . artisipasi merupakan salah satu pilar penting dalam mengokohkan suasana keakraban, karena keterlibatannya dalam dalam proses pengambilan keputusa. Peningkatan . elalui masyarakat dapat lebih muda mengakses layanan publik, memanfaatkan sumber daya alam yang ada dan meningkatkan taraf hidup masyaraka. Gambar 5. Suasana Kerja Bhakti Bersama mahasiswa dan Warga Gambar 6. Suasana Gerakan Sadar Lingkungan Bersama Mahasiswa dan Warga KESIMPULAN Kegiatan Hibah Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Walikukun Kecamatan Carenang Kabupaten Serang melalui Optimasi Lahan Pertanian Berbasis Ecological Economics dapat disimpulkan : Pada aspek Manajemen Usaha, ada Mitra Kelompok Sadar Petani Mandiri. Penguatan Mitra Kelompok Sadar Lingkungan. Pengelolaan SDA Hayati secara mandiri dan Karakteristik Desa Mandiri dan Pentingnya SDM Kreatif. Pada aspek Peningkatan Produksi, ada peningkatan wawasan dan pemahaman setelah dilaksanakan penyuluhan parameter kimia, fisika dan biologi yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen, pelatihan Ecological Economics dan Ecological Economics. Pelatihan Cost and Benefit Analysis. Entrepreneur Entrepreneurship. Workshop Teknik Optimasi Lahan Pertanian. Workshop Farming Monitoring System (FMS). Pada aspek partisipasi masyarakat dan sosial budaya, ada rasa sense of Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 belonging dan sense of responsibility setelah melakukan gotong royong pembuatan biopori, perbaikan posko Desa Walikukun, pembuatan kerajinan tangan, kerja bhakti bersih Desa Walikukun. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Masyarakat Desa Walikukun. Kecamatan Carenang. Kabupaten Serang partisipasi dan fasilitas yang diberikan. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Kementrian Pendidikan Tinggi. Sains dan Teknologi atas dukungan Dana melalui Hibah Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 2025. DAFTAR PUSTAKA