1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI KELAS V Sahida H. T Dulumina*1. Munirah2. Dewi Darmiyani Napu3 1,2,3 Program Studi PGMI IAIN Sultan Amai Gorontalo *1sahidahtdulumina@gmail. 2munirah@iaingorontalo. 3dewinapu@iaingorontalo. Abstract This research discusses the factors that influence student activity in science learning in class V of SDN 8 Limboto. Gorontalo district. The aim of this research is to determine the factors that influence students' activeness in learning science in class V at SDN 8 Limboto. Gorontalo Regency. This research method uses a descriptive qualitative research type. Where the data collected was obtained through primary and secondary data, with data collection techniques, namely using observation and interview techniques as well as in-depth documentation of This data management and analysis technique uses data reduction, data display or presentation and drawing conclusions. Testing the validity of the data in this research uses source triangulation and technical triangulation. The results of this research are the factors that influence students' activeness in learning science in class V of SDN 8 Limboto. Gorontalo Regency, namely there are internal factors and external factors. Internal factors are divided into physiological factors and psychological factors which include attention, response, memory, interest and motivation. Furthermore, external factors are divided into social factors which include family, teachers and peers and non-social factors including classrooms, learning facilities and learning media and methods. Keywords: Student Creativity Factors in Science Learning. Abstrak Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto kabupaten Gorontalo. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode Penelitian ini menggunakan Jenis Penelitian Kualitatif Deskriptif. Dimana data yang dikumpulkan diperoleh melalui data primer dan sekunder, dengan teknik penggumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi dan wawancara serta dokumentasi secara mendalam terhadap informan. Teknik pengelolaan dan analisis data ini menggunakan reduksi data, display data atau penyajian serta mengambil kesimpulan. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi tehnik. Hasil Penelitian ini ialah faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto Kabupaten Gorontalo yaitu terdapat faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terbagi menjadi faktor fisiologi dan faktor psikologi yang meliputi perhatian, tanggapan, ingatan, minat serta motivasi. Selanjutnya faktor eksternal terbagi menjadi faktor sosial yang meliputi keluarga, guru serta teman sebaya dan faktor non-sosial meliputi ruangan kelas, fasilitas belajar serta media dan metode pembelajaran. Kata Kunci: Faktor Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran IPA. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. PENDAHULUAN Pendidikan menjadi salah satu yang mendapatkan perhatian tersendiri oleh seluruh negara yang ada di dunia. Pendidikan sangatlah berperan penting bagi kehidupan sehari-hari. Dengan pendidikan dijadikan sebagai salah satu bidang kehidupan yang menunjang tercapainya generasi yang lebih baik, berpengetahuan yang luas, memiliki keterampilan, serta memiliki karakter yang baik pula. Melalui pendidikan juga seseorang dapat mengembangkan potensipotensi yang ada pada diri masing-masing. Pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara sadar oleh tenaga pendidik atau yang sering dikenal dengan sebutan Guru dalam proses kegitan belajar mengajar untuk mengarahkan dan membina siswa-siswinya ke arah yang lebih dewasa. Dewasa yang dimaksudkan adalah dapat bertanggung jawab terhadap khususnya diri sendiri, dan masyarakat luas serta negara pada umumnya. Pendidikan adalah proses yang bertujuan untuk mentransfer nilai-nilai, pandangan hidup, visi, misi, kepercayaan, budaya, serta berbagai simbol yang berfungsi sebagai sarana ekspresi pengetahuan dan teknologi, kepada generasi muda (Syarifuddin & Harahap, 2. Melalui proses ini, diharapkan terjalin komunikasi sosial yang efektif antara generasi yang lebih tua dan generasi penerus (Harahap & Harahap, 2. Dalam hal tersebut menjelaskan bahwasannya sebuah pendidikan itu membutukan adanya proses kegitan belajar mengajar. Dalam berlangsungnya kegiatan belajar mengajar ini dihadiri oleh seorang guru sebagai pengajar atau pendidik untuk memberikan ilmu pengetahuan dan siswa sebagai peserta didik untuk menerima ilmu dari seorang guru. (Martini Jamaris. Pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh guru untuk mendukung siswa dalam proses memperoleh pengetahuan dan membentuk sikap. Hal ini berarti bahwa pembelajaran bertujuan membantu siswa menjalankan kegiatan belajarnya secara optimal, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Pencapaian tersebut dapat diraih apabila proses pembelajaran diterapkan melalui metode pembelajaran aktif (Harahap & Kahpi, 2. Pembelajaran aktif adalah metode di mana setiap siswa terlibat secara langsung dalam setiap kegiatan pembelajaran (Harahap, 2. Tujuan dari pembelajaran aktif adalah untuk memungkinkan semua siswa mencapai potensi maksimal mereka, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Dalam proses ini, guru memiliki peran penting, sehingga kompetensi guru sangat dibutuhkan untuk menciptakan pembelajaran yang mendorong Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. partisipasi aktif siswa. Setiap guru perlu memahami kepribadian masing-masing siswa dan faktor-faktor yang dapat memotivasi mereka. Pemahaman ini membantu guru menyusun rencana pembelajaran yang efektif dan dapat melibatkan seluruh siswa. (Peraninganing, 2023:. Keaktifan siswa dapat di lihat dalam hal berikut ini yaitu. Au. turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya, . terlibat dalam pemecahan masalah, . bertanya pada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya, . berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah, . melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru, . menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya, . melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang sejenis, . kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang diperoleh dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya. Ay (Mela Harjita, 2022:. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa dituntut harus aktif yang dimaksudkan aktif disini adalah bukan siswa yang selalu duduk berkelompok kemudian diam megikuti temantemannya yang ramai atau siswa yang selalu mengganggu temanya pada saat penbelajaran berlangsung tetapi siswa yang harus aktif disini adalah siswa tersebut mampu berpartisipasi, selalu bertanya kepada seorang guru dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh seorang guru serta bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan (Harahap & Wahyuni, 2. Dengan belajar siswa mampu mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya. Selain itu seorang guru juga harus mampu memilih metode dan media pembelajaran yang tepat yang sehingganya mampu membangun motivasi dan juga mengaktifkan susasana belajar siswa didalam kelas agar siswa tidak terkesan cepat merasa jenuh dalam belajar atau menerima materi yang diberikan oleh guru (Muhammadiyah & Selatan, 2. Hal ini sejalan dengan pandangan Rachmawati dan Daryanto, yang menyatakan bahwa baik guru maupun siswa memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Belajar didefinisikan sebagai perubahan perilaku yang terjadi akibat interaksi antara stimulus dan Dalam hal ini, guru berperan sebagai pemberi stimulus, sementara siswa memberikan respons terhadap stimulus tersebut. Guru berfungsi sebagai pembimbing yang membantu siswa memperoleh pengetahuan baru, yang kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. (Rachmawati, 2. Keberhasilan pembelajaran di sekolah dapat diukur dari tingkat keaktifan peserta didik Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. di dalam kelas. Ketika pembelajaran berlangsung, peserta didik yang aktif biasanya menunjukkan pemahaman terhadap materi, berani mengajukan pertanyaan kepada guru, serta antusias dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Pada jenjang pendidikan sekolah dasar, pembagian kelas terdiri dari enam tingkat: kelas I. II, dan i dikenal sebagai kelas rendah . elas awa. , sedangkan kelas IV. V, dan VI disebut kelas tinggi. Metode pembelajaran, tingkat kemandirian, dan keaktifan belajar berbeda antara kelas rendah dan kelas tinggi, menyesuaikan dengan karakteristik siswa. Siswa di kelas tinggi umumnya dianggap lebih mampu untuk belajar secara mandiri, aktif berpartisipasi, dan berpikir (Mardona, 2016:. Berdasarkan permasalahan yang didapat saat melakukan pengamatan pada tanggal 28 Agustus 2023 disekolah khususnya pada pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto kabupaten Gorontalo itu masih ada siswa yang kurang aktif dalam proses belajar megajar berlangsung itu salah satunya disebabkan kurangnya metode bervariasi yang dipakai pada saat proses belajar mengajar. Selain kurannya metode bervariasi itu kurangnya media yang diberikan oleh guru sehingganya siswa kurang tertarik dalam belajar yang memyebabkan peserta didik cepat merasa jenuh dan tidak konsentrasi dalam menerima materi dari guru. Ketidak aktifan siswa salah satunya dapat dilihat dari sedikit siswa yang mengajukan pertanyaan disaat guru mempersilahkan untuk bertanya mengenai materi yang sudah diberikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, yang bertujuan untuk mengelaborasi temuan-temuan empiris yang diperoleh peneliti di lapangan. Metodologi ini diharapkan dapat menghasilkan representasi komprehensif melalui data yang tervalidasi, baik yang bersumber dari literatur maupun dari objek penelitian langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan Siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto kabupaten Gorontalo. Penelitian ini bertempat di SDN 8 Limboto, yang beralamat di jalan Kasmat Lahay. Kelurahan Tenilo. Kecamatan Limboto. Kabupaten Gorontalo. Provinsi Gorontalo. Pemilihan Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. lokasi tersebut dikarenakan lokasi sekolah strategis dan sangat terjangkau baik dari segi biaya maupun tempat tinggal peneliti. Waktu penelitian dimulai dari awal pengajuan proposal bulan Agustus 2023 sampai dengan selesai. Metodologi pengumpulan data merupakan komponen krusial dalam proses investigasi ilmiah, mengingat akuisisi data yang valid dan reliabel merupakan tujuan fundamental Dalam konteks studi ini, strategi pengumpulan data diimplementasikan melalui pendekatan immersif, di mana peneliti melakukan integrasi langsung ke dalam setting penelitian untuk memperoleh informasi yang komprehensif dan kontekstual. Peneliti dalam hal ini menggunakan tiga instrument, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi Dalam konteks penelitian ini, peneliti mengadopsi posisi sebagai pengamat nonpartisipan, di mana tidak terlibat langsung dalam aktivitas yang diamati, melainkan berfungsi sebagai observer independen. Fokus observasi diarahkan pada dinamika pembelajaran di ruang kelas dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam proses belajar-mengajar di kelas V SDN 8 Limboto. Data yang diperoleh melalui metode ini digunakan untuk memperkaya pemahaman terhadap fenomena yang diteliti. Wawancara Penelitian ini mengimplementasikan teknik wawancara bebas terpimpin, yang memungkinkan responden memberikan jawaban secara fleksibel namun tetap dalam koridor topik yang diteliti. Pendekatan ini bertujuan untuk memperoleh data yang lebih komprehensif dan mendalam. Proses wawancara melibatkan pengajuan serangkaian pertanyaan kepada responden untuk mengakuisisi informasi verbal terkait partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas V SDN 8 Limboto. Responden yang dipilih merupakan informan kunci dari SDN 8 Limboto yang dianggap memiliki pengetahuan relevan dengan fokus penelitian. Dalam studi ini, wawancara akan dilaksanakan dengan guru yang bertanggung jawab atas kelas V SDN 8 Limboto, mengingat peran sentral mereka dalam dinamika pembelajaran yang menjadi objek penelitian. Dokumentasi Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. Metode Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang berfokus pada akuisisi informasi dari artefak historis. Proses ini melibatkan penelusuran dan analisis berbagai bentuk dokumen yang merekam peristiwa masa lalu. Sumber-sumber dokumentasi dapat mencakup materi tertulis, visual, atau karya monumental. Dokumen yang relevan dapat berupa catatan tekstual seperti jurnal harian, riwayat hidup, narasi, biografi, regulasi, atau kebijakan. Materi visual meliputi fotografi, film, atau sketsa. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada pembelajaran IPA di SDN 8 Limboto Kabupaten Gorontalo mempunyai proses belajar yang cukup aktif. Aktivitas yang dilakukan setiap proses pembelajaran IPA yaitu mencatat, menengarkan, bertanya, berpendapat, dan memperhatikan. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sardiman tentang aktivitas siswa yang dilakukan dalam proses pembelajaran berlangsung dikelas, yaitu : Visual Activities, seperti memperhatikan teman berpendapat, memperhatikan guru menerangkan, membaca, dan menyelesaikan percobaan. Oral Activities, seperti memberi pendapat, bertanya pada guru dan teman, dan melakukan diskusi. Listening Activities, seperti berpidato, berdiskusi, mendengar penjelasan guru, melakukan percakapan. Writing Activities, seperti menulis materi, soal, karangan, cerita. Drawing Activities seperti menggambar peta, membuat grafik, diagram. Motor Activities seperti melakukan percobaan, bermain, membuat kontruksi, berkebun. Mental Activities seperti menanggapi pendapat, memecahkan soal, mengambil keputusan, melihat hubungan, mengingat, menganalisis. Emotional Activities seperti menaruh minat, merasa bosan, berani, tenang, sembira, bersemangat, dan gugup. Hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto yaitu terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang diketahuai dari hasil wawancara responden dan juga pembagian angket. Faktor internal terbagi menjadi . Faktor Fisiologis dan . Faktor Psikologis mencakup perhatian, tanggapan, ingatan, minat, motivasi. Berikut ini penjabaran dari setiap faktor-faktor. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. Faktor fisiologi dalam hal ini terdiri dari bentuk fisik dan keadaan jasmani yang sehat. Bentuk fisik yang lengkap dan keadaan jsmani yang sehat menciptakan kelas yang aktif dan Apabila keadaan tubuh yang sehat dapat membuat siswa tetap semangat dalam belajar dan di dukung dengan bentuk fisik yang lengkap dan berfungsi sesuai dengan fungsinya masing-masing akan terlaksananya proses pembelajaran yang baik. Hal ini ini dapat dilihat dari berlangsunya proses pembelajaran di dalam kelas V SDN 8 Limboto. Siswa kelas V memiliki kelengkapan fisik hanya ada salah satu siswa yang memiliki sedikit kelainan dalam cara melihatnya beda dari siswa yang lainnya tetapi tidak menjadi pengaruh bagi dirinya untuk tetap mengikuti pembelajaran IPA hal ini dapat dilihat dari membacanya yang normal karena fungsi matanya masih bekerja dengan normal seperti siswa yang lainnya dan tidak ada penggunaan alat bantu kacamata. Oleh karena itu bentuk fisik yang lengkap serta berfungsi dengan baik dan jasmani yang sehat merupakan faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Sumadi yaitu keadaan fungsi fisiologis tertentu terutama fungsi-fungsi pancaindera merupakan salah satu faktor dalam belajar, dimana pancaindera yang berfungsi dengan baik merupakan syarat dapatnya belajar itu berlangsung dengan baik. Kemudian selain bentuk fisik yang lengkap, jasmani yang sehat juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keaktifan siswa kelas V dalam pembelajaran IPA. Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Andi Setiawan mengatakan bahwa kesehatan kondisi kesehatan siswa akan sangat berpengaruh terhadap belajar, bila dengan kondisi tubuh yang sehat siswa mampu dan sanggup mengikuti proses pembelajaran dengan baik, berbeda dengan siswa yang dalam keadaan tidak sehat. Oleh karena itu, tubuh siswa yang kurang sehat . dapat membuat siswa kurang aktif atau menghambat keaktifan dalam proses berlangsungnya pembelajaran IPA dikelas V. Kebalikannya apabila tubuh siswa yang bugar dapat mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran IPA. Faktor internal selanjutnya psikologis. Psikologis terdiri dari perhatian, tanggapan, ingatan, minat serta motivasi. Pisikologis yang pertama yang berpengaruh dalam keaktifan siswa dalam pembelajaran dapat dilihat dari hasil observasi didalam kelas pada saat proses pembelajaran IPA berlangsung hampir seluruh siswa kelas V memeperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi IPA selain mempehatikan guru hampir semua siswa di kelas V memperhatikan pemutaran vidio penjelasan materi IPA yang ditampilkan di layar. Terlihat ada dua orang siswa yang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mereka saling bertanya tetapi Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. pertanyaanya bukan mengenai materi yang di jelaskan oleh guru dan tidak terlalu konsentrasi dengan penjelasan guru. Biasanya guru selalu memberikan tepuk fokus untuk mengembalikan konsentari dari siswa. Apabila masih kurang fokus guru selalu menegur dan memberikan Selain itu guru memberikan ice breaking agar siswa kembali bersemangat dan Hasil penelitian ini sesuai dengan yang di katakan oleh Slameto bahwa untuk dapat menjalin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga Ia tidak suka lagi belajar. Jadi, perhatian siswa dalam pembelajaran IPA menjadi faktor yang dapat mempengaruhi keaktifan di dalam kelas. Faktor psikologis kedua yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran yaitu Siswa kelas V SDN 8 Limboto memiliki tanggapan yang cukup baik. Hal tersebut dapat di lihat pada saat pembelajaran berlangsung siswa mampu menyampaikan pendapatnya pada saat sedang diskusi, siswa mampu menjawab pertanyaan guru, adanya keinginan siswa untuk menjawab pertanyaan dari siswa yang lain. Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Sumardi Suryabrata bahwa tanggapan harus di kembangkan dan dikontrol dengan sebaik-baiknya karena tanggapan memainkan peranan yang penting dalam belajar atau berkembangnya peserta didik. Jadi tanggapan termasuk hal yang penting dalam pembelajaran karena tanggapan dapat menjadikan pembelajaran siswa dalam kelas terlihat aktif. Faktor psikologis ketiga yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran yaitu Siswa kelas V SDN 8 Limboto memiliki ingatan yang bagus dan baik. Hal ini dapat dilihat pada saat pembeajaran guru selalu mengingatkan siswa untuk terus mengulangi kata kunci atau inti dari materi yang telah dipelajari, guru memberikan quis mengenai materi yang telah di pelajari pada saat pembelajaran sedang berlangsung, biasanya di awal pembelajaran itu guru menanyakan kembali materi kemarin yang telah mereka pelajari. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Thursan Hakim bahwa daya ingat sebagai daya jiwa untuk memasukkan, menyimpan, dan meninggalkan suatu kesan dalam pikiran diri seseorang. Daya ingat sebagai salah satu hal yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Adanya daya ingatan yang bagus dan baik dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran IPA dikelas. Faktor psikologi keempat yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran yaitu minat. Minat siswa pada pembelajaran IPA dikelas V dapat dikatakan baik. Dapat dilihat pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa selalu mengikuti pembelajaran dengan penuh Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. Siswa menyukai pembelajaran IPA karena menurut mereka pembelajaran IPA sangat menarik-menarik materinya, kemudian mudah untuk mereka hapal, selain itu materinya bagus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Slameto pada Ardi Saputra bahwa minat memiliki pengaruh yang besar terhadap pembelajaran, karena jika bahan pelajaran yang dipelajarinya tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, demikian pula sebaliknya jika bahan pelajaran yang dipelajarinya sesuai dengan minat siswa, siswa akan belajar dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu semakin siswa menyukai atau berminat dengan pelajaran IPA maka semakin ada keinginan siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Jadi minat menjadi faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA. Faktor psikologis kelima yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah motivasi. Motivasi siswa pada pembelajaran IPA dapat dikatakan sangat baik. Siswa terdorong mengikuti pembelajaran dengan semangat. Menurut mereka pembelajaran IPA sangat menantang dan seru kemudian mereka tidak mudah bosan di karenakan pembelajaran terbantu dengan media yang disediakan oleh guru yang membuat mereka tidak mudah bosan dan selalu bersemangat dalam belajar. Hasil penelitian ini senada dengan yang dikemukakan oleh Baharudin dan Esa Nurwahyuni bahwa Motivasi menjadi dorongan untuk siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan motivasi yang dimiliki oleh siswa maka menjadikan siswa untuk terlibat aktif di dalam kelas pada saat pembelajaran IPA berlangsung. Faktor Eksternal terbagi menjadi . Faktor Sosial yang mencakup keluarga, guru, dan teman sebaya, . Faktor Non-sosial mencakup ruangan kelas, fasilitas belajar, serta media dan metode pembelajaran. Di bawah ini adalah uraian dari faktor-faktor. Faktor Sosial meliputi keluarga, guru, dan teman sebaya. Faktor sosial pertama yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran yaitu keluarga. Dengan adanya dorongan dari keluarga siswa mempunyai semangat unuk mengikuti pembelajaran disekolah. Aktivitas siswa lebih banyak berada dirumah. Dirumah siswa biasanya belajar bersama dengan ayah, ibu, kakak, nenek, kakek. Pemberian semangat dan belajar bersama inilah yang membuat siswa lebih rajin belajar. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Thursan Hakim bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan keberhasilan anak dalam belajar. Adanya hubungan yang harmonis diantara sesama anggota keluarga, tersedianya Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. tempat dan peralatan belajar yang memadai, keadaan ekonomi keluarga yang cukup, pengertian dari orang tua, suasana lingkungan rumah yang cukup tenang, adanya perhatian yang besar dari orang tua terhadap perkembangan proses belajar dan pendidikan anak-anaknya adalah hal-hal yang menentukan keberhasilan anak dalam belajar. Dengan adanya dukungan dan pemberian motivasi dari keluarga menjadikan siswa ikut serta aktif dalam proses pembelajaran IPA. Faktor sosial kedua yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran yaitu Guru berperan dengan baik dalam proses pemebelajaran. Guru mampu membuat siswa terlihat aktif dalam proses pembelajaran dengan memberikan media dan juga metode yang bervariasi dan menciptakan kelas yang menarik, guru mampu mengembalikan konsentrasi siswa, guru sangat berperan penting dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Wina Sanjaya bahwa guru yang mempunyai kemampuan yang tinggi akan berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan suasana belajar yang dapat merangsang siswanya untuk terlibat aktif di dalam pembelajaran. Guru juga akan terus mencoba dan terus mencoba menerapkan berbagai penemuan baru yang dianggapnya lebih baik dalam membelajarkan siswanya. Oleh karena itu menjadi guru harus mempunyai jiwa kreativitas yang tinggi untuk mampu membuat pembelajaran didalam lebih menyenangkan yang dapat membuat siswa aktif dalam belajar IPA. Faktor sosial ketiga yang memengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran yaitu teman Teman sebaya juga dapat berpengaruh pada keaktifan pembelajaran entah dapat menghambat atau mendorong keaktifan pembelajaran di dalam kelas. Aktifitas diskusi didalam kelas pada saat pembelajaran IPA teman sebaya dapat saling membantu memecahkan masalah tugas yang diberikan oleh guru pada saat kerja kelompok. Biasanya juga teman mengajak bercerita pada saat pembelajaran berlangsung membuat siswa kehilangan konsentrasi terhadap Hasil penelitian sesuai dengan yang disampaikan oleh Dalyono bahwa dengan adanya teman sebaya menjadi faktor yang dapat berpengaruh terhadap proses pembelajaran, siswa yang mempunyai teman belajar yang pintar dan rajin akan membuat siswa mengikuti temannya, sebaliknya siswa yang mempunyai teman belajar yang malas maka siswa akan mengikuti temannya. Jadi teman sebaya berpengaruh terhadap lingkungan belajar siswa apabila teman yang Ia punya giat belajar maka siswa tersebut akan mengikuti seperti temannya dan pembelajaran didalam kelas yang menjadikan suasana belajar aktif. Faktor non-sosial terdiri dari ruangan kelas, fasilitas belajar, serta media dan metode Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. Faktor non-sosial yang pertama adalah ruangan kelas. Ruangan kelas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada saat observasi disekolah yaitu ruangan kelas yang dimiliki siswa kelas V itu tempatnya berada pada posisi yang tidak berdekatan langsung dengan jalan raya meskipun posisi sekolah disamping jalan tetapi masih ada kelas lain yang berdekatan langsung dengan jalan, yang sehingganya menurut siswa kelas V mereka merasa lebih tenang didalam kelas dan jauh dari suara Selain itu di dalam kelas memiliki posisi tempat duduk yang menurut mereka lebih mudah berinteraksi dengan teman sebayanya karena posisi tempat duduk membentuk kelompok sehingga belajar mereka terasa lebih baik. Hasil penelitian ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Sumadi Suryabrata bahwa letak tempat belajar harus sesuai dengan syarat seperti tidak terlalu dekat dengan keributan atau jalan yang ramai agar proses pembelajaran berjalan dengan Jadi ruangan kelas menjadi faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA ketika ruangan kelas memenuhi syarat yang nyaman dalam belajar siswa maka akan membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Faktor non-sosial kedua yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran yaitu fasilitas belajar. Dalam belajar mengajar fasilitas juga sangat dibutuhkan untuk membantu proses pembelajaran. Fasilitas belajar yang ada pada kelas V yaitu, perangkat pembelajaran, buku paket. LCD, layar infokus yang di pakai sebagai alat untuk menampilkan media vidio pembelajaran IPA, alat peraga yang kurang lengkap tetapi masih bisa guru menggunakan media vidio sebagai alternatif lain untuk menunjukkan gambar dari alat peraga tersebut, papan tulis, spidol, penghapus, alat tulis menulis pribadi siswa. Dengan tersedianya fasilitas belajar tersebut sangat membantu dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Slameto bahwa dengan adanya alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan dapat memperlancar penerimaan bahan ajar yang diberikan kepada siswa. Maka dengan lengkapnya fasilitas disekolah dapat membantu proses pembelajaran dengan baik dan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam belajar. Faktor non-sosial ketiga yang mempengaruhi keaektifan siswa dalam pembelajaran yaitu media dan metode pembelajaran. Media dan metode menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa. Media yang dipakai berupa media audio-visual untuk lebih meningkatkan ketertarikan siswa dalam belajar. Metode yang di pakai berupa metode, cerama, diskusi, games, inkuiri, demonstrasi, eksperimen. Metode yang dipakai guru selalu bervariasi Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. agar siswa tidak mudah jenuh di dalam kelas. Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Sapriyah bahwa media pembelajaran dapat membantu siswa dan guru dalam pembelajaran siswa tidak cepat merasa bosan dalam mengikuti pelajaran, siswa lebih mudah memahami materi, belajar lebih efektif dan efisien, dan tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai dengan yang di harapkan. Kemudian yang berkaitan dengan metode pembelajaran senada dengan yang dikatakan oleh Slameto menyebutkan metode pembelajaran itu berpengaruh terhadap belajar Dengan demikian media dan metode pembelajaran harus disiapkan oleh guru dengan sebaik mungkin sebelum pembelajaran. Karena media yang menarik dan metode yang bervariasi dapat membuat siswa lebih senang dan aktif dalam belajar IPA. KESIMPULAN Setelah melakukan penelitian mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 8 Limboto dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor yaitu faktor inernal dan faktor eksternal. Faktor internal terbagi menjadi . Faktor Fisiologis, dan . Faktor Psikologis terdiri dari perhatian, tanggapan, ingatan, minat serta motivasi. Selanjutnya faktor eksternal terbagi menjadi . Faktor Sosial terdiri dari keluarga, guru dan teman sebaya. Faktor Non-sosial terdiri dari ruangan kelas, fasilitas belajar, dan media dan metode pembelajaran. Dari fator-faktor tersebut dapat mendorong serta mendukung proses pembelajaran IPA pada kelas V berjalan dengan baik serta dapat mencapai tujuan pembelajaran IPA yang diharapkan. SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, peneliti dapat memberikan saran bahwa : Sekolah hendaknya melengkapi fasilitas belajar seperti menyediakan ruangan khusus Laboratorium IPA agar supaya alat peraga yang dapat mendukung pembelajaran tidak mudah hilang. Untuk guru selalu membuat ide-ide yang kreatif agar proses pembelajaran didalam kelas siswa tidak mudah bosan dan tetap semangat agar dapat menciptakan suasana pembelajaran IPA yang aktif. Bagi peneliti jangan pernah berhenti mengebangkan dirimu dengan cara memperluas pengetahuan dan selalu mencari tau faktor-faktor yang mempengaruhi siswa dalam Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Faktor-Faktor yang. Sahida H. T Dulumina, dkk. REFERENSI