Jurnal Bimbingan Dan Konseling Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2622-6057 (Media ceta. e-ISSN 2657070X (Media onlin. Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Interaksi Sosial Siswa Madrasah Tsanawiyah Al-Fathiyah Amanda Raisa. Candra Prasiska R. Mulyadi Salim Universitas Indraprasta PGRI Abstrak Penggunaan smartphone di kalangan remaja telah menjadi fenomena yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk interaksi sosial. Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat membawa dampak positif dalam mempermudah akses informasi, namun juga berpotensi mengurangi kualitas interaksi tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial siswa Madrasah Tsanawiyah Al-Fathiyah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian survei dan menggunakan desain cross-sectional. Populasi 77 peserta didik. Karena sampel dibawah 100 maka sampel yang digunakan Adalah seluruh populasi. Teknik pengambilan sampel non-probability sampling. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji inferensial untuk melihat hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan tingkat interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penggunaan smartphone (X) berada pada tiga kategori dominan, yaitu 16,18% siswa pada kategori kejenuhan rendah, 36,36% pada kategori kejenuhan tinggi, dan 46,75% pada kategori kejenuhan sangat tinggi. Sementara itu, variabel interaksi sosial (Y) memperlihatkan 38,96% siswa berada pada kategori kejenuhan rendah, 36,36% pada kategori kejenuhan tinggi, 15,58% pada kategori kejenuhan sangat rendah, dan 0,09% pada kategori kejenuhan sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan tingkat interaksi sosial, di mana penggunaan smartphone yang berlebihan cenderung berkorelasi dengan rendahnya kualitas interaksi sosial siswa. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah dan orang tua untuk mengatur penggunaan smartphone secara proporsional agar keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan interaksi sosial tetap terjaga. Kata kunci: penggunaan smartphone, interaksi sosial, peserta didik Abstract Smartphone use among teenagers has become a phenomenon that affects various aspects of life, including social interaction. The rapid development of communication technology has a positive impact in facilitating access to information, but also has the potential to reduce the quality of face-to-face interactions. This study aims to determine the extent of the influence of smartphone use on the social interactions of students at Madrasah Tsanawiyah Al-Fathiyah. This study uses a quantitative method, survey research type and uses a cross-sectional design. The population is 77 students. Because the sample is less than 100, the sample used is the entire The sampling technique is non-probability sampling. Data collection techniques through questionnaires, observation and documentation, then analyzed using inferential tests to see the relationship between the intensity of smartphone use and the level of social interaction. The results show that the smartphone use variable (X) is in three dominant categories, namely 16. 18% of students in the low saturation category, 36. 36% in the high saturation category, and 46. 75% in the very high saturation category. Meanwhile, the social interaction variable (Y) shows that 38. 96% of students are in the low saturation category, 36. 36% in the high saturation category, 15. 58% in the very low saturation category, and 0. 09% in the very high saturation category. This finding indicates a tendency for a relationship between the intensity of smartphone use and the level of social interaction, where excessive smartphone use tends to reduce the quality of students' social interactions. Thus, the results of this study can be a consideration for schools and parents to regulate smartphone use proportionally so that the balance between technology use and social interaction is Keywords: smartphone use, social interaction, students Jurnal Bimbingan Dan Konseling Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2622-6057 (Media ceta. e-ISSN 2657070X (Media onlin. PENDAHULUAN Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi telah memicu perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam komunikasi dan interaksi sosial. Globalisasi, yang secara etimologis berasal dari kata global berarti dunia, telah mempersempit batas-batas antarnegara melalui ketergantungan pada perdagangan, budaya populer, teknologi, dan berbagai bentuk interaksi Salah satu dampak nyata dari globalisasi adalah meningkatnya kompleksitas komunikasi yang mempengaruhi cara individu berinteraksi dalam kehidupan sosial (Rustantono & Fatimatuzzahro, 2. Kemajuan teknologi informasi, khususnya penggunaan smartphone, menjadi salah satu wujud nyata dari perubahan ini. Smartphone sebagai alat komunikasi modern memberikan kemudahan akses informasi, hiburan, dan sarana berinteraksi jarak jauh. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi menurunkan kualitas interaksi langsung, terutama pada kalangan remaja yang masih berada dalam tahap perkembangan sosial dan emosional. Interaksi sosial merupakan proses timbal balik antara individu maupun kelompok yang saling mempengaruhi melalui komunikasi (Febriyani et al. , 2. menyatakan bahwa hubungan sosial menjadi dasar pembentukan perilaku dan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Remaja, sebagai kelompok usia yang sedang mengalami proses pembentukan jati diri, sangat membutuhkan lingkungan sosial yang mendukung perkembangan nilai-nilai moral dan emosional mereka. Tingginya intensitas penggunaan smartphone dapat menimbulkan ketergantungan, kecenderungan perilaku pasif, serta penurunan kemampuan komunikasi tatap muka. Beberapa penelitian terdahulu mengidentifikasi pengaruh negatif penggunaan smartphone terhadap perilaku siswa. (Nurhayati, 2. menyebutkan bahwa siswa cenderung mengalami gangguan fokus, kecanduan, dan mengabaikan interaksi sosial langsung. Hal serupa ditemukan oleh (Sukriyah et al. , 2. , yang menunjukkan bahwa kualitas hubungan antar siswa maupun dengan guru menurun akibat penggunaan teknologi secara berlebihan. Smartphone yang awalnya bertujuan mempermudah komunikasi justru dapat menjadi penghambat dalam menjalin interaksi sosial yang sehat. Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia 2022 menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengguna internet di Indonesia, dengan remaja sebagai kelompok pengguna terbanyak. Dampak penggunaan smartphone tidak hanya terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup dimensi sosial dan Remaja cenderung lebih memilih berinteraksi melalui layar ketimbang komunikasi tatap muka, yang dapat memicu sikap cuek, egoisme, bahkan kecenderungan perilaku antisosial (Putri et al. , 2. Dalam konteks pendidikan, kondisi ini menjadi tantangan serius karena dapat menghambat perkembangan karakter dan nilai sosial siswa. (Takwim, 2. menjelaskan bahwa bentuk interaksi sosial dapat dibedakan menjadi proses asosiatif, proses disosiatif, bentuk interaksi menurut jumlah pelaku, dan bentuk interaksi berdasarkan proses terjadinya. Sementara itu, (Khairunnisa, 2. menyatakan bahwa terdapat empat faktor yang memengaruhi interaksi sosial, yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Penelitian (Musdalifah & Indriani, 2. menunjukkan bahwa intensitas penggunaan smartphone berkontribusi sebesar 13,3% terhadap penurunan interaksi sosial mahasiswa, sehingga diperlukan pengawasan dan pengendalian teknologi di lingkungan pendidikan. (ALFI, 2. merekomendasikan pengendalian preventif dan regresif sebagai upaya mengurangi intensitas penggunaan smartphone, seperti pembatasan aturan penggunaan dan penegakan sanksi. Urgensi penelitian ini terletak pada kenyataan bahwa penurunan interaksi sosial siswa akibat tingginya intensitas penggunaan smartphone semakin terlihat nyata di lingkungan sekolah. Dampak tersebut tidak hanya mempengaruhi komunikasi tatap muka, tetapi juga pembentukan karakter, sikap, dan nilai moral remaja. Mengingat remaja berada pada tahap perkembangan yang krusial, penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi strategis agar penggunaan teknologi dapat berjalan seiring dengan pembinaan karakter sosial yang positif. Penelitian terdahulu telah banyak membahas pengaruh penggunaan smartphone secara umum, namun masih terdapat kesenjangan penelitian karena belum banyak yang mengkaji secara khusus pada siswa SMP/MTs, terutama di sekolah berbasis Islam seperti SMP/MTs Al-Fathiyah. Selain itu, belum ada penelitian yang menekankan hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dan pola komunikasi dalam konteks pendidikan karakter Islami, serta minimnya kajian yang menggabungkan perspektif faktor-faktor interaksi sosial seperti imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati dengan isu penggunaan teknologi. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2622-6057 (Media ceta. e-ISSN 2657070X (Media onlin. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap siswa SMP/MTs berbasis Islam yang memiliki karakteristik interaksi sosial dan nilai moral berbeda dengan sekolah umum. Penelitian ini juga menggabungkan analisis intensitas penggunaan smartphone dengan faktor-faktor pembentuk interaksi sosial, serta memberikan rekomendasi praktis berbasis pengendalian preventif dan represif yang dapat diterapkan pihak sekolah untuk menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan pembinaan karakter. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berlandaskan pada analisis data numerik untuk menguji hipotesis secara objektif (Sari et al. , 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai hubungan antara penggunaan smartphone dan interaksi sosial siswa. Desain penelitian yang dipilih adalah cross-sectional, di mana data dikumpulkan pada satu waktu tertentu tanpa adanya perlakuan atau intervensi terhadap subjek Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII. Vi, dan IX di sebuah SMP/MTs yang berjumlah 77 reponden. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik ini digunakan karena jumlah populasi tergolong kecil, yaitu kurang dari 100 siswa, sehingga memungkinkan peneliti untuk mengamati seluruh populasi secara Sebelum digunakan, instrumen penelitian berupa kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan bahwa setiap butir pertanyaan mampu mengukur variabel penelitian secara tepat dan Uji validitas dilakukan menggunakan korelasi product moment Pearson, sedangkan uji reliabilitas menggunakan koefisien CronbachAos Alpha. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket yang disusun berdasarkan indikator variabel penggunaan smartphone dan interaksi Setiap butir pernyataan disusun dalam bentuk skala Likert, yang digunakan untuk mengukur sikap, persepsi, dan frekuensi perilaku responden. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan bantuan perangkat lunak statistik. Analisis meliputi perhitungan statistik deskriptif untuk menggambarkan data, serta uji inferensial untuk menguji hubungan antara variabel penggunaan smartphone dan interaksi HASIL Analisis Deskriptif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan smartphone oleh siswa berada pada frekuensi yang sangat tinggi. Berdasarkan analisis variabel pertama, yaitu penggunaan smartphone, yang diukur melalui subvariabel, indikator, dan butir instrumen penelitian, ditemukan bahwa sebagian besar siswa menggunakan smartphone setiap hari dengan durasi penggunaan yang panjang. Aktivitas yang paling dominan meliputi komunikasi melalui media sosial, menonton video, bermain gim daring, dan mengakses informasi melalui internet. Data tersebut mengindikasikan bahwa smartphone telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari siswa. Sementara itu, hasil pada variabel kedua, yaitu interaksi sosial, menunjukkan bahwa intensitas interaksi sosial siswa berada pada kategori tinggi. Hal ini tercermin dari kemampuan siswa untuk berkomunikasi, berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, serta menjaga hubungan baik dengan teman sebaya dan lingkungan sekitar. Meskipun penggunaan smartphone tinggi, interaksi sosial mereka tetap terjaga dengan baik. Temuan ini mengisyaratkan bahwa, dalam konteks penelitian ini, tingginya penggunaan smartphone tidak selalu berdampak negatif terhadap interaksi sosial, selama penggunaannya berada dalam kendali yang seimbang. Tabel 1. Distribusi penggunaan smartphone dari berdasarkan pengolahan frekuensi dan persentase Interval skor Kategori Frekuensi Persentase % Sangat rendah Rendah Tinggi Sangat tinggi Total Jurnal Bimbingan Dan Konseling Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2622-6057 (Media ceta. e-ISSN 2657070X (Media onlin. Dari hasil data data pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa seluruh siswa rata-rata berada pada kategori penggunaan smartphone yang tinggi hingga sangat tinggi, yaitu sebanyak 36 siswa . berada dalam kategori Sangat Tinggi, dan 28 siswa . ,36%) berada dalam kategori Tinggi, dan kategori rendah sebanyak 13 siswa atau 16. sementara itu, tidak ada siswa yang berada pada kategori rendah dalam penggunaan smartphone. Tabel 2. Deskripsi rata-rata dan frekuensi interaksi sosial Rentang Skor Kategori Frekuensi . Persentase (%) Sangat rendah Rendah Tinggi Sangat tinggi Total Dari tabel tersebut diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat interaksi sosial yang berada pada kategori rendah, yaitu sebanyak 30 siswa atau 38,96% dari total 77 responden. Sementara itu, sebanyak 28 siswa . ,36%) termasuk dalam kategori tinggi, 12 siswa . ,58%) dalam kategori sangat rendah, dan hanya 7 siswa . ,09%) yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Uji Prasyarat Uji Normalitas Tabel 3. Uji Normalitas Penggunaan Smartphone (X) dan Interaksi Sosial (Y) Variabel Statistik Keterangan Statistic Kolmogorov Asymp. Sig Smartphone Interaksi sosial Normal Normal Dari tabel diatas tersebut menjelaskan bahwa nilai sig untuk variabel pengaruh smartphone (X) dan variabel interaksi sosial (Y) adalah sebesar 200 yang berarti bahwa nilai sig > 0,05 yang artinya data berdistribusi normal . > 0,. Sedangkan dengan hasil analisis dari variabel interaksi sosial adalah 093, yang dimana data tersebut lebih besar dari 0. 05 yang dimana dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut berdistribusi secara normal Menurut (Kuncoro, 2. Uji Linearitas Tabel 4. Uji linearitas Penggunaan Smartphone (X) dan INteraksi Sosial (Y) Variable Deviation from Linearity Signifikansi (Sig. ) Keterangan Penggunaan smartphone Linear Dapat Interaksi sosial Linear bahwa nilai signifikansi dari linearitas diatas 0. 370 yang dimana nilai tersebut lebih dari 0. 05 yang dimana dapat dijelaskan bahwa variabel X . engaruh smartphon. dan variabel Y . nteraksi sosia. menunjukan taraf signifikansi sebesar <. 001 (< 0. yang dimana dapat dijelaskan bahwa variabel X . engaruh smartphon. dan variabel Y . nteraksi sosia. linear secara signifikan. Uji Korelasi Product Moment Tabel 5. Uji Korelasi Product Moment Penggunaan Smartphone (X) dan INteraksi Sosial (Y) Pearson Sig. -taile. Keterangan Correlation Penggunaan Korelasi Smartphone (X) Interaksi Sosial Korelasi (Y) Jurnal Bimbingan Dan Konseling Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2622-6057 (Media ceta. e-ISSN 2657070X (Media onlin. Pada tabel correlation, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0. 476 dengan < 0. 001, karena nilai signifikan <0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengaruh smartphone (X) dengan interaksi sosial (Y). Uji determinasi Modd Tabel 6. Uji Koefisien Determinasi R Square Adjusted Square Std. error of the Estimate Berdasarkan hasil analisis regresi yang ditunjukan dalam tabel diatas, diperoleh data nilai koefisien determinasi (R squar. Dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0. 467 yang dimana data tersebut menunjukan bahwa adanya hubungan positif yang sedang . ukup kua. antara penggunaan smartphone dan interaksi sosial. Uji Koefisien Determihnasi Tabel 7. Uji Koefisien Determinasi Modd R Square Adjusted Square Std. error of the Estimate Berdasarkan hasil analisis regresi yang ditunjukan dalam table diatas, diperoleh data nilai koefisien determinasi (R squar. Dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0. 467 yang dimana data tersebut menunjukan bahwa adanya hubungan positif yang sedang . ukup kua. antara penggunaan smartphone dan interaksi sosial. Uji Regresi Linear Sederhana Tabel 8. Uji Regresi Linear Sederhana Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Pengguna Smartphone Dependent Variable: Interaksi Sosial Standardized Coefficients Beta Sig. Nilai signifikansi sebesar < 0,001 menunjukkan bahwa koefisien regresi bermakna secara statistik pada taraf signifikansi 5%. Artinya, setiap peningkatan pada variabel X akan diikuti peningkatan nilai pada variabel Y sebesar 0,295 satuan. Selain itu, nilai standardized beta sebesar 0,467 menunjukkan bahwa kontribusi variabel X terhadap variabel Y adalah sebesar 46,7%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Total X penggunaan smartphone memiliki pengaruh yang cukup kuat dan signifikan terhadap Total Y interaksi sosial. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial siswa SMP/MTs Al-Fathiyah. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, tingkat penggunaan smartphone berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 60,76% dari skor ideal. Indikator tertinggi terlihat pada aspek kecanduan teknologi dan dampaknya terhadap mental, serta tingginya frekuensi penggunaan aplikasi dan respon terhadap notifikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa sangat aktif menggunakan smartphone, yang sejalan dengan hasil penelitian (Damayanti et al. , 2. bahwa remaja Jurnal Bimbingan Dan Konseling Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2622-6057 (Media ceta. e-ISSN 2657070X (Media onlin. dengan intensitas penggunaan smartphone yang tinggi cenderung memiliki perubahan signifikan dalam perilaku sosialnya. Tingkat interaksi sosial siswa juga berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 41,2 dari skor ideal 60 atau 68,6%. Siswa menunjukkan kecenderungan positif pada aspek altruisme dan kerja sama, meskipun tetap menjaga identitas diri dalam kelompok. Hal ini memperkuat temuan (Seftiani et al. , 2. yang mengungkap bahwa interaksi sosial dapat tetap tinggi pada siswa, bahkan ketika penggunaan smartphone berada pada tingkat sedang hingga tinggi. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara penggunaan smartphone dan interaksi sosial, dengan nilai T hitung . > T tabel . dan signifikansi < 0,001. Koefisien determinasi (RA) sebesar 0,218 mengindikasikan bahwa 21,8% variasi interaksi sosial dipengaruhi oleh penggunaan smartphone, sementara sisanya 78,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Wahyuliarmy & Sari, 2. yang menunjukkan adanya korelasi signifikan antara intensitas penggunaan gadget dan penurunan kualitas interaksi sosial. Meskipun demikian, hasil penelitian ini berbeda dengan studi (Retalia et al. , 2. yang menemukan pengaruh sangat kecil, yaitu hanya 0,7%, antara penggunaan smartphone dan interaksi sosial. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh variasi populasi, konteks lingkungan, dan kebiasaan penggunaan smartphone di masing-masing lokasi penelitian. Faktor-faktor tersebut berpotensi mempengaruhi tingkat ketergantungan dan dampaknya terhadap interaksi sosial siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan smartphone memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas interaksi sosial siswa. Namun, pengaruh tersebut tidak mutlak, karena interaksi sosial juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti lingkungan keluarga, budaya sekolah, dan keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Oleh karena itu, penting bagi pendidik dan orang tua untuk mengarahkan penggunaan smartphone agar tetap seimbang dengan interaksi tatap muka. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai AuPengaruh Penggunaan Smartphone terhadap Siswa SMP/MTs Al-FathiyahAy, dapat diambil tiga kesimpulan sebagai berikut. Pertama, penggunaan smartphone memberikan pengaruh signifikan terhadap interaksi sosial siswa. Mayoritas siswa menggunakan smartphone dengan intensitas tinggi, baik untuk kepentingan pribadi maupun sosial, sehingga berdampak pada menurunnya frekuensi interaksi langsung antar sesama meskipun tingkat interaksi sosial berada pada kategori sedang. Kedua, hasil uji statistik menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,476 dengan nilai signifikansi < 0,001 . < 0,. , sehingga HCA ditolak dan HCA diterima. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan smartphone (X) dengan interaksi sosial (Y) siswa SMP/MTs Al-Fathiyah. Ketiga, meskipun penggunaan smartphone tidak sepenuhnya berdampak negatif, pengaturan penggunaan yang tepat sangat diperlukan agar kualitas hubungan sosial langsung tetap SARAN Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran diri dalam menggunakan smartphone secara seimbang, membatasi penggunaannya pada waktu yang tidak mengganggu aktivitas akademik dan sosial, serta mengarahkannya untuk mendukung komunikasi yang sehat dan produktif. Sekolah sebaiknya menetapkan kebijakan penggunaan smartphone yang jelas di lingkungan belajar. Guru BK dapat mengadakan konseling kelompok atau kampanye literasi digital untuk membentuk perilaku penggunaan smartphone yang sehat dan bertanggung jawab. Perlu memberikan bimbingan dan pengawasan terhadap penggunaan smartphone di rumah, menciptakan waktu khusus untuk interaksi keluarga, dan menanamkan kebiasaan digital yang Disarankan memperluas populasi penelitian, menggunakan pendekatan mixed method, serta menambahkan variabel lain seperti tingkat kecanduan, jenis aplikasi yang digunakan, atau dukungan sosial sebagai variabel antara. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan smartphone memiliki pengaruh signifikan terhadap interaksi sosial siswa. Oleh karena itu, peran pendidikan, bimbingan, dan lingkungan sosial sangat penting dalam menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan interaksi sosial yang sehat. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Vol. No. Oktober 2025 ISSN 2622-6057 (Media ceta. e-ISSN 2657070X (Media onlin. DAFTAR PUSTAKA