Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmac. : 68 Ae 72 ISSN : 2442-8744 . http://jurnal. id/jurnal/index. php/Galenika/index DOI : 10. 22487/j24428744. Pemberian Citicoline pada Tikus Cedera Saraf Mentalis: Ekspresi Gen SIRT1 Ganglion Trigeminal (The Administration of Citicoline on Rat Model with Mental Nerve Crush Injury: Gene Expression of Trigeminal Ganglion SIRT. David Pakaya. InicheTinta. Elfiana Ibrahim. Imtihanah Amri Fakultas Kedokteran. Universitas Tadulako. Palu. Indonesia, 94118 Article Info: Received: 12 Desember 2017 in revised form: 12 Januari 2018 Accepted: 30 Maret 2018 Available Online: 30 Maret 2018 Keywords: Citicoline. SIRT1. Peripheral nerves injury, nerve regeneration Corresponding Author: David Pakaya Fakultas Kedokteran. Universitas Tadulako Palu, 94118 Indonesia Mobile : 081356377422 Email: davidpakaya@ymail. ABSTRACT Peripheral nerve injuries lead to a decrease in the number of neurons in the sensory ganglion. Citicoline administration has been reported to be able to improve the functional motoric conditions and prevent neuropathy in model of peripheral nerve injury. In sensory ganglion, the increasing of regeneration is associated with SIRT1 which promotes neuronal survival. This study aimed to examine the hypothesis that citicoline administration induces SIRT1 gene expression in acute phase of rat model of mental nerve After anesthetized, right mental nerve is crushed with non-serated clamp for 30 seconds. The rats were divided into 3 groups, sham-operated, control saline and citicoline group. Citicoline is given on i. 50 mg/kg BW/day for 7 days. The rats are saccrified at day 1, 3 and 7 after injury. rats per grou. , the right trigeminal ganglion were disected out and undergo RNA extraction, reverse transcriptasePCR and qPCR for SIRT1 gene expression. The results showed there was increase level of SIRT1 7 days after a mental nerve injury given daily doses of citicoline i. p therapy. conclusion, citicolin administration immediately after injury increased SIRT1 level 7 days after injury. Copyright A 2017 JFG-UNTAD This open access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY-NC-SA) 4. 0 International license. How to cite (APA 6th Styl. Pakaya. et al . Pemberian Citicoline pada Tikus Cedera Saraf Mentalis: Ekspresi Gen SIRT1 Ganglion Trigeminal. Jurnal Farmasi Galenika : Galenika Journal of Pharmacy, 4. , 68-72. doi:10. 22487/j24428744. Pakaya et al. /Jurnal Farmasi Galenika (Galenica Journal of Pharmac. : 68-72 ABSTRAK Cedera saraf perifer menyebabkan jumlah neuron menurun di ganglion sensorik, sehingga regenerasinya tidak baik. Pemberian Citicoline telah dilaporkan dapat memperbaiki kondisi fungsi motorik dan mencegah nyeri neuropati pada model tikus cedera saraf perifer. Pada ganglion sensorik, peningkatan regenerasi terkait dengan SIRT1 yang mendorong kelangsungan hidup neuron. Penelitian ini bertujuam untuk menguji hipotesis bahwa pemberian citicoline meningkatkan ekspresi gen SIRT1 fase akut pada model tikus cedera saraf mentalis. Setelah dianestesi, saraf mentalis kanan dijepit dengan klem tanpa gerigi selama 30 detik. Tikus-tikus dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok operasi sham, kelompok cedera dan kelompok citicoline. Citicoline diberikan secara i. 50 mg/kg BB/hari selama 7 hari. Tikus dinekropsi pada hari ke-1, 3 dan 7 setelah cedera. Pada hari ke-1,3,7 . tikus per kelompo. , ganglion trigeminal kanan dipotong dan diekstraksi RNA, reverse transcriptase PCR dan qPCR untuk melihat ekspresi gen SIRT1. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ekspresi SIRT1 hari ke-7 setelah cedera saraf mentalis tikus yang diberikan terapi citicoline i. Sebagai kesimpulan, pemberian citicolin segera setelah cedera saraf mentalis meningkatkan ekspresi SIRT1 pada hari ke-7. Kata Kunci : Citicoline. SIRT1, cedera saraf perifer, regenerasi saraf system saraf pusat seperti stroke iskemik, gangguan kognitif dan glaukoma (Levin & Peeples, 2008. Milani, 2. Pada model tikus cedera saraf perifer, pemberian citicoline telah terbukti memiliki potensi dalam meningkatkan fungsi motorik (Ozay et al. Aslan et al. , 2. serta mencegah nyeri neuropatik pascacedera (Emril et al, 2. dengan dosis yang sesuai (Kaplan et al, 2. Namun, apakah citicoline berpengaruh dalam mendorong ekspresi SIRT1 untuk mencegah kematian neuron di ganglion sensorik belum diketahui. PENDAHULUAN Neuron yang mengalami cedera dalam system saraf perifer, mampu secara spontan beregenerasi (Lu et al, 2. Namun, setelah cedera saraf perifer, sekitar 10-30% neuron di ganglion sensorik cenderung mengalami apoptosis. Proporsi kematian neuronal bervariasi pada model cedera yang berbeda dan dalam jangka waktu yang berbeda (Groves et al, 1999. Tandrup et al, 2000. McKay Hart et al, 2002. Burland et al. , 2014. Sirtuin1 (SIRT1. silent information regulator . merupakan enzim histondeacetilase (HDAC) kelas i yang berperan dalam deasetilasi substrat. Deasetilasi oleh SIRT1 ini akan mengaktifkan gen-gen antiapoptosis. Penghambatan apoptosis ini berefek penting dalam neuroproteksi, sehingga dapat meningkatkan survival neuron dan fungsi motoris (Hurtado et al, 2. Neuron sensorik membutuhkan faktor neurotropik seperti nerve growth factor (NGF), untuk kelangsungan hidup (Atlasi et al, 2009. Xiao, 2. Setelah mengalami cedera saraf perifer, terjadi peningkatan factor neurotropik tapi dengan respon lambat (Wan et al, 2010. Saleh et al, 2013. Xuet al, 2. mulai hari ke-7 setelah cedera (Grumbles et al. Ziv-Polat et al, 2. Cytidine-5'-diphosphocholine Pemberian cytidine-5'diphosphocholine yang berasal dari luar, . dilaporkan dapat menginduksi sintesis fosfolipid dan menjaga integritas membran (Parisi, 2. Pada praktek klinis, citicoline digunakan untuk menginduksi regenerasi saraf di berbagai gangguan METODE Hewan model Penelitian ini menggunakan tikus Wistar jantan Berat badan (BB) A 250-300 gram, berusia 12 Tikus dianestesi dengan campuran ketaminHCL dan ml Xylazin dalam 1 ml saline, secara Daerah sub mandibular kanan dan saraf mentalis kanan dibersihkan dengan etanol70%, dilakukan insisi, saraf mentalis kanan dikeluarkan dari foramen mandibularis, saraf mentalis dijepit dengan menggunakan klem tanpa gerigi berukuran 4 mm selama 30 detik. Tikus dibagi menjadi kelompok operasi sham, kelompok cedera dan kelompok citicoline (Dexa Medic. 50 mg/100 gr BB secara i. setiap hari. Tikus-tikus di nekropsi pada hari hari ke1,3 dan 7 setelah cedera . tikus per kelompo. Analisis ekspresi gen SIRT1 Tikus dinekropsi pada hari ke-1, 3 dan 7 yang sebelumnya dianestesi dengan ketamin i. Ganglion trigeminal kanan diambil untuk ekstraksi Pakaya et al. /Jurnal Farmasi Galenika (Galenica Journal of Pharmac. : 68-72 RNA menggunakan RN easy minikit (Qiagen. Konsentrasi RNA menggunakan spektrophotometri dan integritas RNA diperiksa menggunakan gel agarosa 2%. Sintesis cDNA dilakukan dengan menggunakan 2g sampel RNA dan Transcriptor First Strand cDNA sintesis (Roche, 04379012. Mesin PCR diatur pada suhu 25AC selama 10 menit. 55AC selama 30 menit. selama 5 menit. cDNA disimpan dalam -20AC atau langsung digunakan untuk analisis ekspresi gen. Primer untuk qPCR dirancang menggunakan Primer Blast NCBI ttp://w. gov/tools/primer-blast/), pada panjang basa 100-250 dan surpass esexon mencakup intron untuk mencegah amplifikasi DNA yang tidak spesifik. Ekspresi gen SIRT1 dianalisis menggunakan cDNA Template 3 AAl. Light Cycler FS DNA Master PLUS SYBR Green (Roche, 03515869. di Light Cycler Carousel (Roch. pada suhu 95AC selama 10 detik. 60A C selama 5 72AC selama 5 detik dilakukan dalam 45 Data diperoleh sebagai nilai Crossing point (C. Ekspresi gen relatif dianalisis dengan menggunakan referensi gen (GAPDH) berdasarkan 2 Ae Cp target gene OeCp reference gene , dan dianalisis secara kualitatif Setelah terjadi cedera saraf, sel saraf berespon dengan menghasilkan sinyal cedera berupa MAPK dan Sirtuin1 (SIRT. (Abe dan Cavalli. Penghambatan jalur SIRT1 ini akan meningkatkan caspase 3 pada jalur apoptosis. Sirtinol merupakan inhibitor SIRT1 yang spesifik, sehingga fungsi deasetilasi yang dapat mengaktifkan gen-gen anti apoptosis terhambat. Pemberian citicoline membantu menghambat peran sirtinol tersebut. Citicoline mampu meningkatkan ekspresi SIRT1 dan sel-sel mononuclear pada model tikus stroke (Hurtado et al, 2. Cedera kompresi pada akson saraf mentalis akan menyebabkan kerusakan selubung myelin yang didasari oleh proses degenerasi Wallerian pada bagian distal dari segmen cedera, demielinisasi segmental dan degenerasi aksonal yang menyebabkan disintegritas membrane saraf (Osbourne, 2007. Truini et al, 2. Mekanisme tersebut dapat menginduksi apoptosis neuron ganglion (Truini et al, 2. Proses Wallerian membutuhkan komponen protein dan lipid termasuk kolin dan kolesterol. Pemberian citicoline ini akan membantu proses regenerasi tersebut. Metabolit kolin dan sitidin yang berasal dari citicoline, merupakan substrat yang penting untuk sintesis fosfatidilkolin yang membantu perbaikan membrane dan perbaikan Kolin diperlukan utamanya dalam pertumbuhan neurit distal. Citicoline membantu mencegah terjadinya apoptosis akson pascacedera. Selain itu, dapat mencegah terjadinya destruksi akson dan myelin melalui peningkatan fosfolipid serta mencegah respon peradangan (Emril et al, 2. Efeknya dapat mencegah terjadinya nyeri neuropati dan perbaikan fungsi motorik setelah cedera. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian citicolin secara i. segera setelah terjadi cedera saraf mentalis menghasilkan adanya peningkatan ekspresi SIRT1 . pada hari ke-7. KESIMPULAN Pemberian citicolin segera setelah cedera saraf mentalis dapat meningkatkan ekspresi SIRT1 pada hari ke-7. Hari 1 Hari 3 Hari 7 UCAPAN TERIMA KASIH