ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 3 SEPTEMBER 2025 GEJALA DEPRESI PADA REMAJA SMK SATU BANGSA HARMONI BATAM Fitta Deskawaty1. Andi Asda Astiah2. Nurul Wahyudi Raharjo3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam Email: deska. fitta@gmail. com andiasda@univbatam. id, 61121027@univbatam. Abstract Background: One Nation Harmoni School is a formal educational institution under the auspices of the New Satubangsa Harmoni Foundation. The purpose of this study is to determine The correlations between bullying behavior with depression symptomps among Vocational High School in batam. Depression is a group of symptoms with the main picture of mood disorders that affect cognitive, psychomotor and psychosocial performance accompanied by difficulties in interpersonal relationships. Methods: The research strategy employed in this study was a cross-sectional descriptive analytical survey. Total sampling with a sample size of 47 individuals was used in the sample In order to gather this information, questionnaires were distributed. Chi-Square test for data analysis. Results: This research found that bullying behaviors were associated with depressive Of those who participated, it is known that 48. 1% were bullied whereas 51. were not. In the normal-mild group, 46. 8% exhibited depressive symptoms, in the moderate group, 29. and in the severe-very severe group, 23. A p-value of 0. 010 was produced by the statistical test known as the Chi-Square Test. Conclusion: There was a significant correlation between Bullying Behavior and Depressive Symptoms among Vocational High School in batam. Keywords: Bullying Behavior. Depression Symptoms. Adolescents ABSTRAK Latar Belakang: Sekolah Satu Bangsa Harmoni adalah Lembaga Pendidikan formal yang berada di bawah naungan Yayasan Satu Bangsa Harmoni Baru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku perundungan dengan gejala depresi pada remaja SMK Satu Bangsa Harmoni Batam. Depresi merupakan sekumpulan gejala dengan gambaran utama gangguan mood yang mempengaruhi penampilan kognitif, psikomotorik dan psikososial disertai kesulitan hubungan interpersonal. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Total sampling yang digunakan dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Uji chi-square untuk analisis statistik data. Hasil: Didapatkan Hubungan Perilaku Perundungan Dengan Gejala Depresi. Diketahui bukan korban perundungan sebanyak 51,1% dan 48,9% korban perundungan. Telah terdokumentasi dengan baik bahwa 46,6% memiliki gejala depresi normal hingga ringan, 29,8% mengalami gejala sedang, dan 23,4% mengalami gejala depresi berat hingga sangat berat. Nilai p sebesar 0,010 dihasilkan dengan menggunakan uji statistik chi-square. Kesimpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara Perilaku Perundungan dan Gejala Depresi Pada Remaja SMK Satu Bangsa Harmoni Batam. Kata kunci: Perilaku Perundungan. Gejala Depresi. Remaja. Universitas Batam Batam Batam Page 210 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 3 SEPTEMBER 2025 PENDAHULUAN Perilaku perundungan disekolah merupakan fenomena yang sering terjadi di seluruh dunia dan mempengaruhi sebagian besar anak-anak dan remaja. Data perundungan WHO yang baru saja merilis volume kedua studi Perilaku Kesehatan pada Anak Usia Sekolah (HBSC), yang berfokus pada pola perundungan dan kekerasan teman sebaya di kalangan remaja di 44 negara dan wilayah sebanyak 17% pernah mengalami perundungan. Adapun persentase perundungan terhadap orang lain di sekolah rata-rata 6% remaja melakukannya. Anak lakilaki lebih mungkin melakukan perilaku ini dibandingkan perempuan . % berbanding 5%). Setelah itu, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara laki-laki dan perempuan yang mengalami pelecehan, statistik mengungkapkan bahwa 11% remaja pernah menjadi korban bullying di sekolah (WHO, 2. Berdasarkan survei UNICEF Indonesia pada tahun 2020, sebanyak 41% anak berusia 15 tahun dilaporkan menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah. Penindasan saat ini merupakan salah satu bentuk pelecehan publik yang paling umum di Indonesia, menurut lembaga perlindungan anak dan federasi serikat Terdapat 2. 355 laporan mengenai permasalahan ini ke KPAI antara bulan Januari hingga Agustus 2023. Dari 861 total pengaduan di sektor pendidikan, 87 di antaranya merupakan perundungan. Jumlah ini mencakup sekitar 18,75% insiden intimidasi yang terjadi di tingkat sekolah menengah atas. Efek dari perundungan ini tidak hanya merugikan orang yang dirundung. Tetapi juga orang yang merundung itu sendiri, orang-orang disekitarnya, dan sekolah yang berjuang Kesejahteraan emosional dan fisik remaja mungkin terpukul ketika mereka dirundung. Perilaku kesehatan fisik dan kesejahteraan emotional anak-anak dan remaja. Dilaporkan, dampak fisik dari perundungan termasuk sakit perut, sakit kepala, serta kesulitan makan dan tidur. Mereka yang mengalami perundungan lebih mungkin mengalami kesulitan interpersonal, depresi, kesepian atau cemas, memiliki kepercayaan diri yang rendah, serta pemikiran bunuh diri atau percobaan bunuh diri dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami perundungan (UNESCO, 2. Universitas Batam Batam Batam Remaja merupakan bagian penting dari populasi nasional, terdata meliputi sekitar 20% dari total populasi di negara Nepal, yang terdiri dari 10,2% remaja laki-laki dan 9,8% remaja Studi terbaru menunjukkan tingginya prevalensi masalah kesehatan mental di kalangan remaja Nepal, dengan tingkat depresi berkisar antara 27% hingga 56,5%. Peningkatan pesat penggunaan telepon pintar, yang kini mencapai 73% dari populasi nasional, dan akses internet, yang telah meningkat hingga 37,8%, sebagaimana tercatat dalam sensus Nepal tahun 2021, telah khususnya di kalangan remaja perempuan. Studi menunjukkan remaja perempuan lebih dibandingkan dengan remaja laki-laki. Variabel biologis, hormonal, siklus hidup, dan psikologis semuanya berkontribusi pada tingkat depresi yang lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria. Hormon mengatur suasana hati dan emosi dengan mempengaruhi kimia otak, menurut penelitian. Timbulnya depresi pada seseorang dipengaruhi oleh faktor Menurut Marela . , tingkat keparahan depresi sebanding dengan tingkat stres psikososial. Berdasarkan hasil survei pendahuluan penelitian mengenai hubungan perilaku perundungan dengan gejala depresi, yang dilakukan di SMK Satu Bangsa Harmoni Batam tahun 2024, ditemukan bahwa 7 responden pada kelas X didapatkan pelajar yang berada dalam kategori bukan korban perundungan 4 remaja dan dalam kategori korban perundungan sebanyak 3 remaja. Kemudian pelajar remaja yang dalam kategori gejala depresi normal-ringan sebanyak 3 remaja sedangkan dalam kategori gejala depresi sedang sebanyak 3 pelajar, dan 1 remaja dalam kategori gejala depresi beratsangat berat. Peneliti mengukur tingkat depresi siswa dengan Patient Health Questionnaire (PHQ-. , dan mengukur perilaku perundungan dengan kuisioner The Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ). Melihat perundungan dan gejala depresi yang semakin meningkat khususnya di kalangan remaja, peneliti ingin mengetahui adakah hubungan antara perilaku perundungan terhadap gejala depresi pada Pada Remaja SMK Satu Bangsa Harmoni Batam Tahun 2024. Page 211 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 3 SEPTEMBER 2025 mengalami perundungan yang parah, sehingga membuat mereka merasa sedih (Effendi, 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Gejala Depresi METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain pendekatan cross sectional. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan data primer berupa kuisioner. Populasi penelitian adalah remaja SMK Satu Bangsa Harmoni Batam Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 47 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Gejala Depresi Gejala Frekuensi Persentase Depresi (%) Normal22 Ringan Sedang Berat-Sangat Berat Total HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Perilaku Perundungan Berdasarkan Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa dari 47 responden yang menjadi sampel penelitian didapatkan 22 responden . ,8%) berada dalam kategori normal-ringan, 14 responden . ,8%) berada dalam kategori sedang, dan sebanyak 11 responden . ,4%) berada dalam kategori berat-sangat berat. Hasil di atas serupa dengan yang dilakukan Kardiana dan Westa, yang menemukan bahwa siswa yang mengalamiperundungan ringan memiliki kemungkinan mengalami depresi sebesar 59,3% lebih besar dibandingkan siswa yang tidak mengalami perundungan, yaitu hanya 30,6% lebih besar kemungkinannya untuk mengalami depresi (Surya & Westa. Tanda-tanda seseorang mengalami depresi ada banyak, antara lain merasa sedih, kehilangan minat pada suatu hal, dan memiliki banyak energi sehingga membuat Anda cepat Tanda-tanda lainnya antara lain sulit berkonsentrasi, rendah diri, merasa tidak berguna, sulit tidur, kehilangan nafsu makan sehingga membuat berat badan turun, dan mempunyai pikiran negatif tentang masa depan membahayakan diri sendiri, bahkan hingga bunuh diri (Muslim, 2. Analisis Bivariat Hubungan antara Perilaku Perundungan dengan Gejala Depresi Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Perilaku Perundungan Perilaku Frekuensi Persentase Perundungan . (%) Bukan Korban Perundungan Korban Perundungan Total Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa dari 47 responden yang menjadi sampel penelitian didapatkan 24 responden . ,5%) berada dalam kategori Bukan korban perundungan dan 23 responden . ,9%) berada dalam kategori korban perundungan. Jika penelitian dilakukan dengan jumlah orang yang berbeda, metode yang berbeda, atau jumlah orang yang lebih banyak, hasil di atas mungkin akan berbeda. Banyak juga kasus perundungan yang terjadi pada anak-anak di Indonesia. Pada tahun 2019. Kementerian Sosial RI melakukan survei dan menemukan bahwa satu dari dua remaja laki-laki . ,45%) dan satu dari tiga remaja perempuan . ,05%) mengatakan bahwa mereka pernah mengalami Survei Kesehatan Siswa Berbasis Sekolah Global (GSHS, menemukan bahwa 41,5% remaja muda pernah Tabel 3 Hubungan antara Perilaku Perundungan dengan Gejala Depresi Gejala Depresi Perilaku Perundungan Bukan Korban Perundungan Korban Perundungan Universitas Batam Batam Batam Total BeratSangat Berat NormalRingan Sedang p-value 0,010 Page 212 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 3 SEPTEMBER 2025 Berdasarkan tabel 11 diatas hasil penelitian didapatkan bahwa dari 24 responden yang perundungan, terdapat 16 responden . ,7%) yang memiliki gejala depresi kategori normalringan, terdapat 6 responden . ,0%) yang memiliki gejala depresi kategori gejala depresi sedang, dan 2 responden . ,3%) yang memiliki gejala depresi kategori berat-sangat berat. Dari 23 responden yang berada pada kategori korban perundungan, terdapat 6 responden . ,1%) yang memiliki gejala depresi normalringan, terdapat 8 responden . ,8%) yang memiliki gejala depresi sedang, dan 9 responden . ,1%) yang memiliki gejala depresi berat-sangat berat. Analisis data dari dua variabel menunjukkan Hubungan Perilaku Perundungan dengan Gejala Depresi pada remaja SMK Satu Bangsa Harmoni Batam diperoleh nilai p value sebesar 0,010. Nilai p lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05 . < 0,. , sehingga Ho ditolak dan Ha Artinya ada keterkaitan hubungan antara perilaku perundungan dengan gejala depresi pada Remaja SMK Satu Bangsa Harmoni Batam Tahun 2024. Hasil penelitian ini sesuai dengan apa yang ditemukan Guo dalam penelitian sebelumnya terhadap remaja dimana 43,5% remaja yang pernah perundungan juga mengalami depresi . <0,0. Menurut Guo . , remaja yang menjadi korban perundungan memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar untuk mengalami depresi ringan hingga berat dibandingkan remaja yang tidak menjadi korban perundungan. Karena perundungan merupakan sesuatu yang terjadi berulang kali, maka mudah bagi korban untuk merasa stres, yang dapat mengakibatkan masalah mental, sosial, dan fisik yang dapat berlangsung dalam jangka waktu pendek atau panjang (Surya & Westa, 2. Temuan penelitian ini didukung oleh Wahyuningsih. Supriyatno, dkk. yang menemukan bahwa orang yang menjadi korban bullying seringkali merasa terluka secara fisik dan mental, sendirian, dan takut terhadap orang lain, sehingga dapat membuat mereka depresi bahkan ingin bunuh diri (Kaplan & Sadock, 2. Hasil data analisis bivariat menunjukan bahwa bukan korban perundungan dengan tingkat depresi normal-ringan sebanyak 16 responden . ,7%), artinya lebih dari setengah responden yang bukan korban perundungan tidak mengalami depresi s/d depresi ringan, hal Universitas Batam Batam Batam ini mungkin disebabkan karena para responden harus menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan yang tidak kondusif dan banyak terjadi perundungan, namun masih mendapat banyak dukungan dari keluarga serta tekad yang kuat untuk belajar sungguhsungguh sehingga sedikit mengalami depresi bahkan tidak mengalami depresi sama sekali (Pamungkas, 2. Hasil data analisis bivariat menunjukkan bahwa bukan korban perundungan dengan tingkat depresi sedang sebanyak 6 responden . ,0%). Selain dukungan yang berasal dari luar, faktor internal pada remaja sangat berpengaruh terhadap munculnya depresi. Meskipun responden mendapat dukungan penuh dari keluarga, namun mereka merasa terbebani dengan suasana yang tidak memungkinkan untuk bisa fokus belajar, bahkan responden merasa tidak aman dan berusaha menghindari masalah, bukan malah menghadapinya (Fridya, 2. Analisis bivariat menunjukkan hanya dua responden atau 8,3% yang tidak mengalami perundungan namun mengalami depresi berat hingga sangat berat. Artinya sangat sedikit responden yang tidak mengalami perundungan namun mengalami depresi berat hingga sangat Hal ini terjadi karena banyak hal, antara lain setelah dilakukan pendekatan persuasif diketahui bahwa responden adalah teman dekat responden yang pernah di-bully atau menjadi korban perundungan. Artinya, responden yang bukan korban perundungan mengalami depresi berat hingga sangat berat dari lingkungannya yang disebabkan oleh teman dekatnya yang dibully. Hal itu dikarenakan remaja seringkali mengalami masa-masa yang tidak stabil sehingga perasaan yang ditunjukkannya tidak selalu sesuai. Orang yang menjawab merasa lebih stres atas kekurangan atau kesalahannya sendiri dan menganggap dirinyalah yang harus disalahkan atas semua hal buruk yang menimpa mereka bersama (Dwi, 2. Dari 23 responden yang berada pada kategori korban perundungan, terdapat 6 responden . ,1%) yang memiliki gejala depresi normal-ringan. Berdasarkan interpresi dari Patient Health Questionnaire (PHQ-. , depresi normal-ringan memiliki skor 0-9. Depresi ringan bisa muncul dan hilang dengan sendirinya, ditandai dengan perasaan berat, kesedihan, kemurungan. Gejala depresi muncul selama dua minggu berturut-turut, dan gejala itu bukan karena pengaruh obatobatan ataupun Page 213 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 3 SEPTEMBER 2025 Remaja yang memiliki konsep diri yang baik akan tidak mudah menerima apa yang disampaikan oleh teman-temannya. Mereka tidak menjadikan masalah terhadap ejekan dari teman-temannya. Dengan memiliki konsep diri yang baik pada remaja tidak akan mudah menerima pengaruh negatif dari temantemannya termasuk perudungan. Dari 21 responden yang berada pada kategori korban perundungan, terdapat 8 responden . ,8%) yang memiliki gejala depresi sedang. Berdasarkan interpresi dari Patient Health Questionnaire (PHQ-. , depresi sedang memiliki skor 10-14. Pada depresi sedang seseorang mulai kesulitan menghadapi kenyataan dalam menjalankan aktivitas, kegiatan sosial dan melakukan pekerjaan. Pada depresi sedang biasanya seseorang menjadi kurang percaya diri dan atau harga diri sehingga mengakibatkan kurang termotivasi untuk melakukan sesuatu. Seringkali seseorang mulai khawatir tentang hal-hal yang tidak perlu, lebih sensitif dan rentan terhadap perasaan sakit hati atau tersinggung dalam hubungan pribadi. Kejadian depresi pada remaja dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan. Lingkungan dalam remaja dapat terdiri dari lingkungan keluarga dan pertemanan. Pada korban perudungan lingkungan pertemanan tentu berdampak negatif bagi diri mereka, namun lingkungan keluarga yang baik akan memberikan dukungan yang besar kepada Dukungan terbesar bagi remaja datang dari orang tua dan keluarga, karena keluarga adalah lingkungan utama dan pertama yang berperan dalam perkembangan remaja, baik dari segi fisik, kognitif, maupun sosial Hal ini didukung dengan hasil penelitian oleh Kasoema . yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara variable keakraban orangtua dan remaja dengan kejadian depresi. Diperoleh dari nilai p-value = 0,000 dan OR 10,308 dapat diartikan bahwa keakraban orangtua-remaja pada siswa berhubungan dengan kejadian depresi pada siswa SMA di Kota Bukit Tinggi. Siswa SMA yang kurang akrab dengan orangtuanya berpeluang 10,308 kali mengalami depresi dibandingkan dengan siswa yang akrab dengan Dari 21 responden yang berada pada kategori korban perundungan, terdapat 9 responden . ,1%) yang memiliki gejala depresi berat-sangat berat. Pada depresi ini Universitas Batam Batam Batam penderitaan yang berat seperti merasa kehilangan harga diri atau perasaan tidak berguna dan rasa bersalah serta ingin bunuh Seseorang yang terkena depresi berat tidak dapat mengelola emosinya sehingga mudah mengalami perasaan putus asa. Orang dengan episode depresi berat mungkin juga menderita delusi, halusinasi atau stupor depresif. Perudungan merupakan salah satu stressor psikososial bagi remaja. Remaja memiliki kebutuhan yang mendalam untuk diterima dan disukai oleh teman-teman sebaya atau Mereka akan merasa bahagia ketika diterima, tetapi bisa merasa sangat tertekan dan cemas jika dijauhi atau diremehkan oleh teman-temannya. Pengaruh negatif dari teman sebaya dapat berdampak pada perkembangan remaja, dengan penolakan dan pengabaian dari teman-teman berkaitan erat dengan masalah kesehatan mental yang dihadapi remaja. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Kasoema . yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara bullying dengan depresi pada siswa SMA di kota Bukit tinggi dengan p-value= 0,000 dengan nilai OR 3,445 yang berarti remaja yang mengalami bullying beresiko 3,445 kali mengalami depresi (Koesma, 2. Berbeda dengan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara perilaku perundungan dengan depresi, peneliti menemukan terdapat beberapa data hasil penelitian yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara Hubungan ditunjukkan pada perundungan jenis pencurian atau perusakan barang dengan gejala depresi berupa berniat bunuh diri . , menyusun rencana bunuh diri . , dan mencoba bunuh diri . , 0,. Hubungan yang tidak bermakna juga ditunjukkan pada hubungan antara perundungan di sekolah dengan menyusun rencana bunuh diri . , mencoba bunuh diri . , serta perundungan di internet dengan mencoba bunuh diri . (Gede, 2. Beberapa penulis, seperti Selligman mengatakan bahwa orang mengalami depresi karena tidak dapat mengatasi masalahnya dengan cara yang sehat atau dengan pengendalian diri. Di sisi lain, sebagian orang menganggap rendahnya harga diri juga bisa memicu depresi. Faktor biologis dan genetik Page 214 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 3 SEPTEMBER 2025 juga tercatat sebagai hal yang dapat menyebabkan kesedihan. Masih belum jelas faktor mana yang paling menyebabkan kesedihan, atau ada banyak faktor yang menyebabkan depresi. Salah satu faktornya adalah menjadi sasaran bullying (Asmika. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian. Dari 47 responden diketahui yang bukan korban perundungan sebanyak 24 responden . ,1%) dan 23 responden . ,9%) merupakan korban Sementara itu, yang memiliki gejala depresi kategori normal-ringan sebanyak 22 responden . ,8%). Gejala depresi kategori sedang sebanyak 14 orang . ,8%), dan 11 responden . ,4%) berada pada gejala depresi kategori berat-sangat berat. Terdapat hubungan bermakna antara Perilaku Perundungan Dengan Gejala Depresi Pada Remaja SMK Satu Bangsa Harmoni Batam Tahun 2024 dengan nilai pValue=0,010. Perundungan yang terjadi berulang kali maka mudah bagi korban untuk memiliki gejala depresi seperti merasa stres, yang dapat mengakibatkan masalah mental, sosial, dan fisik yang dapat berlangsung dalam jangka waktu pendek atau panjang. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menghaturkan terimakasih kepada penanggung jawab tempat penelitian yaitu Bapak Kepala Sekolah SMK Satu Bangsa Harmoni Batam yang telah mengizinkan peneliti mengambil data penelitian untuk menyelesaikan penelitian ini dan menjadikan tempat sebagai lokasi penelitian, serta seluruh guru guru yang telah membantu selama penelitian berlangsung. DAFTAR PUSTAKA