MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN EFEKTIVITAS MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENCEGAHAN KARIES SISWA KELAS 1 SDN 003 PALARAN Aulia Novi Artha a. Nydia Hanan b. Nisa MuthiAoah c Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Kedokteran Gigi. Klinik Rumah Sakit Umum Abdoel Wahab Sjahranie Email : auliaanovi3@gmail. Abstrak Masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya karies atau gigi berlubang merupakan penyakit yang dialami hampir dari setengah populasi penduduk dunia . ,58 milyar jiw. menurut The Global Burden of Disease Study 2016. Masyarakat khususnya anak-anak diberikan edukasi mengenai kesehatan gigi untuk meningkatkan perilaku kesehatan gigi dan mulut. Rendahnya angka menyikat gigi dengan benar terjadi karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh anak usia tersebut, sehingga pemberian informasi menggunakan berbagai media penting untuk dilakukan. Pengetahuan tentang pencegahan karies dapat ditingkatkan dengan memberikan promosi kesehatan yang mampu memberi pemahaman berupa video Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan pencegahan karies siswa kelas 1 SDN 003 Palaran. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, desain penelitian yang digunakan Pre-Experimental Design dengan model desain One-Group Pre-Test PostTest Design. Sampel penelitian adalah siswa kelas 1 SDN 003 Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Anaisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 13,72 dan nilai rata-rata post-test adalah 15,80. dengan nilai Sig. yaitu 0,000. Kata Kunci: Pengetahuan. Media Audiovisual. Abstract The Global Burden of Disease Study 2016 has reported that dental and oral health issues, specifically dental caries or tooth decay, impact nearly 50% of the worldwide population, which amounts to approximately 58 billion individuals. The provision of dental health education to children aims to enhance their dental and oral health behaviors. The lack of knowledge among young children regarding proper tooth brushing practices underscores the significance of employing diverse media for the dissemination of information. The implementation of health promotion strategies utilizing audiovisual aids can effectively improve individuals' comprehension of caries prevention techniques. The objective of this research is to find out the effectiveness of audiovisual media in enhancing the knowledge of first-grade students at SDN 003 Palaran with respect to the prevention of dental caries. The type of this research is experimental and it was conducted using Pre-Experimental Design with One-Group Pre-Test Post-Test Design. The sample for this research are the 1st grade students of SDN 003 Palaran District. Samarinda City. Sampling is done by using total sampling technique. Questionnaire was used as an instrument for this research. Data analysis is done by using the paired t test. The results showed that the pre-test average value was 13. 72 and the post-test average value was 15. with a Sig. value of 0. Keywords: Knowledge. Audiovisual Media MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 PENDAHULUAN tahun di Provinsi Kaltim mencapai angka Aspek kesehatan gigi dan mulut 52,86%. meliputi kemampuan untuk mengunyah. Sebagian masyarakat berpenghasilan rendah dan berbicara, tersenyum, dan berekspresi menengah tidak dengan percaya diri, tanpa rasa sakit, dan rasa tidak nyaman serta tanpa masalah kesehatan gigi serta mulut. Masalah kesehatan gigi dan mulut Kebersihan gigi dan mulut yang tidak disebabkan oleh faktor risiko termasuk baik dapat menyebabkan terjadinya gusi/gingiva. Masalah penggunaan alkohol kesehatan gigi dan mulut khususnya kebersihan mulut yang kurang baik. karies gigi merupakan penyakit yang Pada umur 6 tahun gigi molar permanen dialami hampir dari setengah populasi sudah mulai tumbuh sehingga lebih penduduk dunia . ,58 milyar jiw. rentan terkena karies dan umur 9 tahun menurut The Global Burden of Disease Study 2016. Berdasarkan data hasil Riset dengan jumlah gigi permanen dan gigi Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 sulung dalam rongga mulut hampir menunjukkan bahwa prevalensi masalah berlubang/rusak/sakit Salah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun masalah kesehatan gigi yaitu dengan 2018 yaitu sebesar 48,0%. Provinsi rutin membersihkan gigi. Metode yang Kalimantan Timur memiliki peringkat ke- umum digunakan dalam membersihkan 6 prevalensi masalah kesehatan gigi plak adalah menyikat gigi. Sikat gigi berlubang/rusak/sakit Indonesia (Kementerian Kesehatan permukaan bukal, lingual, dan oklusal. Republik Indonesia, 2. Samarinda memiliki persentase masalah kesehatan membersihkan bagian interproksimal. gigi dan mulut sebesar 61,73%. Masalah Berdasarkan kesehatan gigi yang dialami anak usia 5-9 menyikat gigi di Provinsi Kalimantan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Timur menurut Riset Kesehatan Dasar hygiene anak akan lebih baik. Peranan (Riskesdas, 2. perilaku menyikat gigi orang tua dalam membimbing dan mencapai 1,47%. Di kecamatan Palaran terdapat 21 sekolah dasar yang telah menyikat gigi secara baik dan benar. dijaring oleh puskesmas Palaran tahun Menurut Ariningrum, . ajaran 2022/2023, salah satunya adalah SDN 003 dengan jumlah siswa SD kesehatan gigi dan mulut salah satunya sebanyak 59 orang. Berdasarkan data melalui kemampuan menyikat gigi secara penjaringan kesehatan tingkat SD/MI baik dan benar. Media yang digunakan Palaran 2022/2023. SDN 003 merupakan Sekolah Dasar Negeri dengan jumlah siswa Menurut penelitian para ahli, yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke sebanyak 41 siswa. Sebanyak 63% dari dalam otak adalah indra penglihatan. Berdasarkan data penelitian Nubatonis mengalami karies. 6 Rendahnya angka dan Ayatulah . terdapat 75 % menyikat gigi dengan benar terjadi sampai 85 % dari pengetahuan manusia karena kurangnya pengetahuan yang diperoleh melalui indra penglihatan. dimiliki oleh anak usia tersebut, sehingga Sebanyak berbagai media penting untuk dilakukan. Media SDN Palaran Pengetahuan digunakan pada tingkat sekolah dasar harus diperkenalkan sejak dini kepada sekaligus yaitu pendengaran . dan pemeliharaan kesehatan gigi yang baik penglihatan . Menurut Paivio dan benar. Peran aktif orang tua dalam . dalam teorinya yaitu Teori Dual kebersihan gigi dan mulut anak sangat Coding, proses pembelajaran lebih baik Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut yang menggabungkan dua saluran, saluran baik, akan menjadi jaminan bahwa oral verbal . eks dan suar. dan saluran visual MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 rafik, gambar dan animas. Selanjutnya menurut teori working memory Baddeley untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut . , jika informasi verbal dan visual disajikan secara terpisah, maka akan Penelitian ini telah lulus uji masuk ke dalam ingatan jangka pendek kaji etik oleh Komisi Etik Penelitian seseorang, sedangkan jika informasi Kesehatan Fakultas Kedokteran verbal dan visual digabungkan pada saat Universitas Mulawarman. Penelitian yang sama, maka akan masuk ke dalam dilakukan pada 25 juli 2023 di SDN 003 ingatan jangka panjang seseorang. Palaran. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik METODE PENELITIAN total sampling. Jumlah responden pada Penelitian ini dilakukan dengan penelitian ini metode analitik menggunakan analisis Kriteria responden pada penelitian ini pre test-post test group design untuk adalah siswa kelas 1 SDN 003 Palaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Karakteristik Subjek Penelitian Karakteristik Jenis Kelamin: Laki Laki Perempuan Umur 6 Tahun 7 Tahun Tabel umur responden adalah sebanyak 60 bahwa karakteristik subjek penelitian ini . ,3%) siswa berumur 7 tahun dan adalah sebanyak 34 . ,3%) laki-laki dan sebanyak 5 . ,7%) siswa berumur 6 31 . ,8%) perempuan. Karakteristik Tabel 2 Tabel Rata-Rata Pengetahuan tentang Pencegahan Karies Sebelum dan Sesudah Penyuluhan dengan Media Audiovisual pada Siswa Kelas 1 SDN 003 Palaran. Pengetahuan tentang Pencegahan Karies Sebelum Sesudah Siswa Kelas 1 SDN 003 Palaran . Mean Std. Dev 13,72 0,30 15,80 0,25 MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Tabel bahwa pengetahuan siswa kelas 1 SDN Palaran pengetahuan tentang pencegahan karies diperoleh nilai mean 13,72 dengan 0,30 penyuluhan dengan media audiovisual dan diperoleh mean 15,80 dengan standar deviasi 0,25 setelah penyuluhan dengan media audiovisual. Tabel 3 Tabel Tingkat Pengetahuan tentang Pencegahan Karies Sebelum dan Sesudah Penyuluhan dengan Media Audiovisual pada Siswa Kelas 1 SDN 003 Palaran. Pre-test Post-test Pengetahuan tentang Pencegahan Karies Baik Cukup Kurang Berdasarkan tabel 3 didapatkan pengetahuan siswa kelas 1 SDN 003 Palaran pengetahuan dengan kategori rendah. Pada pertanyaan nomor 12 dan sebelum penyuluhan dengan media 15 yaitu tentang pergantian sikat gigi 3 audiovisual, yaitu sebanyak 17 siswa bulan sekali dan kekurangan vitamin memiliki pengetahuan dengan kategori dapat mempengaruhi gusi terdapat lebih banyak siswa yang menjawab salah pengetahuan dengan kategori cukup, sebelum dilakukan penyuluhan, setelah sebanyak 4 siswa memiliki pengetahuan dilakukan nya penyuluhan dengan media yang rendah. audiovisual maka terjadi peningkatan Berdasarkan dan tidak ada siswa yang memiliki Pada pengetahuan siswa kelas 1 SDN 003 pertanyaan 12 tentang pergantian sikat Palaran Anjum Ambrina audiovisual, yaitu sebanyak 23 siswa mengganti sikat gigi mereka dalam memiliki pengetahuan dengan kategori waktu 3 bulan menggunakan sikat gigi dengan bulu sedang dan lembut . asing- pengetahuan dengan kategori cukup, masing 44% dan 38%). Pembengkokan dan perpecahan bulu dipilih sebagai MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 indikator utama bahwa sikat gigi perlu dokter akan melakukan tes darah untuk Hal ini dihargai dengan baik mengukur kadar vitamin dan mineral dalam studi kami karena sikat gigi dalam darah. Tes darah yang umum dengan keausan bulu yang lebih besar dilakukan untuk mendiagnosis defisiensi diganti lebih sering dibandingkan dengan sikat gigi dengan bulu keras. lengkap (CBC), tes kadar zat besi, tes Studi ini menyimpulkan bahwa kadar vitamin B12, dan tes kadar asam sekitar dua pertiga partisipan mengganti Hasil tes darah akan membantu sikat gigi mereka setiap 3 bulan, yang dokter untuk menentukan apakah pasien merupakan praktik kebersihan mulut mengalami defisiensi nutrisi dan jenis Hasilnya defisiensi nutrisi yang dialami. Dokter variabel sosio- kemudian akan memberikan pengobatan demografi dan dental yang berbeda, yang sesuai untuk mengatasi defisiensi nutrisi tersebut. menunjukkan bahwa frekuensi menyikat gigi, jenis sikat gigi. Vitamin sangat penting untuk dan penggunaan alat pembersih mulut meningkatkan kesejahteraan fisik, dan lainnya, dapat mempengaruhi frekuensi tanpa diragukan lagi, kekurangan vitamin penggantian sikat gigi. dapat memiliki konsekuensi kesehatan Pada pertanyaan 15 yaitu tentang yang serius. Tinjauan ini menganalisis defisiensi atau kekurangan vitamin dapat beberapa data yang diterbitkan tentang mempengaruhi gusi. Pada defisiensi hubungan antara vitamin dan kesehatan vitamin dan mineral merupakan penyakit mulut untuk memahami potensi manfaat dengan frekuensi yang sering terjadi dan risiko suplementasi dengan vitamin pada dunia luas. Diagnosis defisiensi nutrisi atau vitamin dilakukan dengan Penggunaan suplemen dengan beberapa atau vitamin tertentu untuk orang pasien, seperti riwayat kesehatan, gejala dengan kondisi fisiologis atau patologis yang dialami, dan pola makan. Dokter yang meningkatkan risiko penyakit mulut juga akan melakukan pemeriksaan fisik, dan gigi dapat berkontribusi untuk termasuk memeriksa lidah, gusi, dan gigi. Jika ada kecurigaan defisiensi nutrisi. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Siswa sekolah dasar atau anak responden perlu ditumbuhkan sejak dini usia 6-12 tahun adalah usia efektif untuk agar tercipta perilaku menjaga kesehatan Pemaparan mengarah pada perkembangan kognitif penyuluhan pada siswa kelas 1 SDN 003 dan motorik anak, salah satunya tentang Palaran pendengaran dan penglihatan dapat menumbuhkan minat siswa sehingga Menurut Piaget perkembangan kognitif, siswa sekolah memudahkan proses pemahaman. dasar yang masuk ke dalam tahap Literatur pertama oleh Papilaya operasional konkret dan operasional . yang meneliti efektivitas media formal sudah dapat mengelompokkan audio visual terhadap perilaku kesehatan setiap informasi yang diterima dan dapat gigi dan mulut siswa sekolah dasar berpikir dengan logis. Perkembangan dengan media audio sebagai kelompok Hasil t-test perkembangan fisik anak. Pada usia menunjukkan nilai p=0,000 (<0,. untuk sekolah dasar kondisi fisik anak sedang media audiovisual yang berarti terdapat berkembang maka motoriknya pun ikut perbedaan dari hasil pre-test dan post- berkembang, sehingga sangat baik ketika Berdasarkan uji independent-test, didapatkan perbedaan bermakna dari DHE menggunakan media audiovisual Hayati . menyatakan bahwa selisih jumlah skor antara pemberian pengetahuan seseorang. Semakin tinggi kesehatan gigi dan mulut dengan nilai minat seseorang terhadap suatu hal, p=0. 004 (<0. Hal ini juga sejalan dengan Menurut Slameto penelitian sebelumnya oleh Hidayati et al . minat adalah suatu rasa lebih . bahwa terdapat 35 responden suka dan rasa ketertarikan pada suatu memiliki pengetahuan yang baik. Hal ini Minat responden mengetahui semua tentang MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 pencegahan karies gigi seperti cara pencegahan gigi berlubang, tindakan Ciri khas anak usia sekolah ini yang tepat dilakukan untuk mencegah adalah terdapat adanya aktivitas mental gigi berlubang serta waktu gosok gigi kejadian yang dialami atau dicontohkan kepribadian baik oleh orang lain. Ketika anak usia sekolah Perkembangan anak usia sekolah mendapatkan informasi, maka terdapat merupakan perkembangan murid untuk adanya kesadaran dalam berperilaku dimulai berpikir logis dan terarah oleh memelihara kesehatan gigi dan mulut. Tabel 4 Uji T Berpasangan pada Pengetahuan Pencegahan Karies Siswa Kelas 1 SDN 003 Palaran Rata-rata nilai Nilai Pre-test Pengetahuan 13,72 Sumber : Data Primer Hasil Uji Statistik . aired T-Tes. Post-test 15,80 Hasil penelitian pada siswa kelas 1 SDN 003 Palaran sebelum dan sesudah penyuluhan dengan media audiovisual -5,139 0,000 pencegahan karies siswa kelas 1 SDN 003 Palaran. mempunyai rata-rata nilai pengetahuan Pada promosi kesehatan dapat dari yang cukup menjadi baik yaitu 13,72 dilakukan dengan berbagai cara seperti Ae 15,80. Analisis memberikan kontribusi yang sangat pengetahuan pencegahan karies siswa kelas 1 SDN 003 Palaran yang diuji dengan Paired T-Test, diperoleh nilai Sig. bergerak bersama-sama dengan suara . -taile. , yaitu 0. 000 dimana P kurang dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha Penggunaan media secara efektif dapat meningkatkan proses pembelajaran yang bahwa ada perbedaan rata-rata antara nantinya dapat meningkatkan kualitas hasil pre-test dan post-test yang artinya hasil belajar dan nilai pengetahuan. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan Maka Media MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 proses daya serap dan daya ingat memperhatikan dan menerima informasi yang disajikan baik sehingga dapat menerima informasi dan memori siswa proses pembelajaran tersebut melalui berkaitan dengan kesehatan gigi dan pendengaran dan penglihatan (Daryanto, 2. Hasil tersebut dapat tercapai karena panca indra dapat diperoleh paling banyak menyalurkan SIMPULAN pengetahuan ke otak melalui mata . urang Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data, peneliti memperoleh sedangkan 13% hingga 25% pengetahuan kesimpulan yang dapat diambil dari diperoleh dari indra yang lainnya. penelitian mengenai efektivitas media Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2008, menjelaskan bahwa pengetahuan pencegahan karies siswa kelas 1 SDN 003 Palaran sebagai berikut: Tingkat menerima materi tersebut yang pada audiovisual pada kelas 1 SDN 003 ditangkap akan semakin meningkat. Hal Palaran ini mempengaruhi objek yang kita ingat pengetahuan yang cukup. sebesar 10% dari kita baca, 20% dari kita Tingkat dengar, 30% dari kita lihat, 50% dari kita lihat dan dengar, 80% dari kita ucapkan 90% dan dari kita ucapkan dan lakukan audiovisual pada kelas 1 SDN 003 (Wijayanti, 2. Palaran Penelitian ini sebanding dengan Jumriani . pengetahuan siswa juga disebabkan karena adanya kemampuan siswa dalam pengetahuan yang baik. DAFTAR PUSTAKA