Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 2, 2025 pp. ISSN: 2338-1132 E-ISSN : 2656-9515 Open Access: https://jurnal. id/JBA DAMPAK PERTUMBUHAN PENDAPATAN. KERAGAMAN GENDER. ESG RISK RATING DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DALAM INDEKS IDX ESGL TAHUN 2020-2023 Angel Deviany Novita1*. Hendro Lukman2 angeldeviany@gmail. Universitas Tarumanagara. Indonesia hendrol@fe. Universitas Tarumanagara. Indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Pengajuan : 23/04/2025 Revisi : 29/04/2025 Penerimaan : 02/05/2025 Kata Kunci: Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Rik Rating. Ukuran Perusahaan. Kinerja Keuangan Keywords: Revenue Growth. Board Gender Diversity. ESG Risk Rating. Company Size. Financial Performance ABSTRAK Sebagai suatu entitas. Perusahaan dinilai berdasarkan kinerja keuangan yang Kinerja keuangan memiliki berbagai metrik salah satunya profitabilitas. Kinerja keuangan perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini menguji pengaruh pertumbuhan pendapatan, keragaman gender dewan. ESG risk rating, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang tergabung dalam indeks IDX ESG Leaders selama 2020Ae2023. Objek penelitian ini adalah perusahaan publik yang terdaftar dalam indeks ESGL periode 2020 Ae 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan purposive sampling, yang dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan pendapatan dan keragaman gender dewan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sedangkan variabel ESG Risk Rating berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dan variabel ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Hasil ini memberikan masukan bagi manajemen perusahaan untuk lebih fokus pada pengelolaan biaya, kualitas dewan, risiko ESG, dan efisiensi operasional. ABSTRACT As an entity, a company is evaluated based on its financial performance. Financial performance comprises various metrics, one of which is profitability. A companyAos DOI: financial performance is influenced by several factors. This study examines the effect 52859/jba. of revenue growth, board gender diversity. ESG risk rating, and company size on the financial performance of companies included in the IDX ESG Leaders index during the period 2020Ae2023. The object of this research is publicly listed companies registered in the ESGL index for the 2020Ae2023 period. The research method used is descriptive quantitative with purposive sampling, analyzed using multiple linear regression. The results show that revenue growth and board gender diversity have no significant effect on financial performance. Meanwhile. ESG Risk Rating has a positive effect on financial performance, while company size has a negative effect. These findings provide input for company management to focus more on cost management, board quality. ESG risk, and operational efficiency. Pendahuluan Di tahun 2024 PT Astra Internasional Tbk (ASII) dinobatkan sebagai peringkat ke-435 dari 1000 WorldAos Best Companies dengan nilai sebesar 87,54. Penilaian ini ditentukan dari faktor kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, dan transparansi ESG (Tiara, 2. Meskipun ASII mendapatkan predikat tersebut, perusahaan ini tidak lepas dari fase sulit. Misalnya saat dimana harga saham perusahaan anjlok 2,24% karena kinerja keuangan yang buruk di masa pandemi. Hal ini terjadi karena penurunan laba bersih perusahaan yang terjadi secara global. Pendapatan perusahaan ASII turun 26% dari Rp237,17 triliun menjadi Rp175 triliun. Hal ini menyebabkan laba bersih perusahaan membukukan penurunan sebesar 26%. Presiden Direktur ASII. Djony Bunarto Tjondro menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena pandemi dan perusahaan sedang di masa ketidakpastian dan menantang contohnya disebabkan karena penjualan mobil menurun 50% dan motor menurun 41%. Namun penurunan ini tercatat tidak membawa dampak bagi neraca keuangan dan pendanaan perusahaan yang masih dalam kondisi kuat (Dwi, 2. * Penulis Korespondensi: Angel Deviany Novita / angeldeviany@gmail. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Di tahun yang sama. Bursa Efek Indonesia menerbitkan indeks saham baru yaitu IDX ESG Leaders bekerjasama dengan lembaga Morningstar Sustainalytics. Indeks ini menilai kinerja saham dengan pengukuran risiko ESG dan penanganan risiko tersebut. Indeks ini melakukan 2 jenis evaluasi yaitu minor dan mayor. Namun evaluasi yang lebih menyeluruh adalah evaluasi mayor yang diadakan setiap awal Maret dan September minimal diisi 15 perusahaan dan maksimal 30 perusahaan. Jika tidak memenuhi kriteria atau ada perusahaan lain yang lebih baik dalam memenuhi kriteria maka perusahaan tersebut akan dikeluarkan dalam indeks. Dengan kondisi ketidakpastian dan pencatatan laba yang menurun, perusahaan ASII justru masuk ke dalam daftar indeks IDXESGL tersebut di awal peluncurannya dengan periode evaluasi mayor 14 Desember 2020-16 Maret 2020. Kondisi ini masih berlanjut sampai periode kedua saja karena pada periode ketiga dan seterusnya perusahaan sudah tidak lagi berada pada daftar indeks. Kondisi ini masih berlanjut hingga evaluasi mayor terakhir yaitu 18 Desember 2024-18 Maret 2025 meskipun perusahaan telah mencatat perbaikan kinerja keuangan. Misalnya tahun 2022 perusahaan mencatat pertumbuhan laba hampir sebesar 50%. Pertumbuhan laba ini juga ada turut andil pertumbuhan penjualan motor hingga 2% dan mobil hingga 17% (Suryahadi, 2. Tahun 2023 perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 5% dan nilai aset bersih per saham sebesar 3% (Hidayah, 2. serta pertumbuhan laba mencapai 16,91% (Rahmana, 2. Pencapaian ini tak lain juga menjadi hasil dari kontribusi beberapa perempuan dalam jajaran dewan (Harr, 2. ASII adalah perusahaan yang tidak segan untuk melibatkan perempuan dalam organ Contohnya wewenang dari komisaris dan komisaris independen yang diwakili oleh Gita Tiffani Boer dan Ratna Wardani. Kedudukan dewan direksi juga diisi oleh perempuan hebat bernama Sri Harjati. Dewan perempuan ini termasuk pemimpin yang loyal karena tergabung dalam perusahaan dalam waktu yang lama dan berhasil memberikan kontribusi atas pencapaian grup Astra saat ini. Kondisi berbeda dialami oleh PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) yang justru menggantikan posisi ASII sebagai member indeks INDXESGL sejak 2024. AUTO mencatat pertumbuhan laba sama seperti ASII pada AUTO mencatat pertumbuhan laba 38,88% dan pendapatan sebesar 0,37% di tahun 2022 (Rahmana, 2. Sedangkan tahun 2023 AUTO membukukan pertumbuhan laba 38,9%. PT Astra Otoparts Tbk masuk sebagai konstituen IDXESGL pada 20 Maret 2024-17 September 2024. Konstituen yang tergantikan oleh perusahaan lain tidak mengartikan bahwa perusahaan memiliki kinerja keuangan yang buruk melainkan karena adanya kriteria yang digantikan oleh perusahaan lain. Pendapat ini diberikan oleh Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas. Cheril Tanuwijaya (Soenarso, 2. Fenomena ini menarik perhatian dengan melihat variabel keterkaitan antara variabel pertumbuhan pendapatan, keragaman gender dewan. ESG Risk Rating, dan ukuran perusahaan dengan kinerja Penelitian yang telah dilakukan menarik perhatian karena menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda. Berdasarkan fenomena ASII pertumbuhan pendapatan sering diikuti dengan pertumbuhan laba yang merupakan indikator kinerja perusahaan. Menurut penelitian Yuliani . Pakpahan dan Muliyani . dan Mursidah. Yunina, dan Rahmi . pertumbuhan pendapatan memiliki pengaruh positif pada kinerja keuangan. Sebaliknya, menurut Zanetty . dan Purwaningsih dan Kurniawati . pertumbuhan pendapatan tidak memberikan pengaruh yang positif. Dalam meningkatkan kinerja perusahaan ASII ada peran beberapa dewan perempuan yang menjadi cermin keragaman gender dewan. Menurut Anggarini . dan Fambudi dan Fitriani . keragaman dewan memberikan pengaruh signifikan pada kinerja keuangan. Sedangkan menurut Lubis. Syahyunan & Azhmy . dan Dapinga dan Romli . menunjukkan bahwa keragaman gender dewan tidak mempengaruhi kinerja keuangan. Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Pada Evaluasi Mayor peluncuran indeks baru IDX ESGL. ASII masuk sebagai konstituen. Namun pada Evaluasi Mayor ketiga perusahaan justru dikeluarkan dari daftar indeks dan tidak berselang lama digantikan oleh perusahaan AUTO. Hal ini menunjukkan bahwa ada kriteria yang berkaitan dengan faktor risiko ESG yang membuat kedudukan perusahaan ASII tergeser dan digantikan. Berdasarkan penelitian dari Antonius. , dan Ida. Variabel ESG memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Sedangkan menurut Vlaviorine dan Widianingsih . Ardiansyah dan Hersugondo . , dan Nita dan Mazelfi . variabel ESG tidak mempengaruhi kinerja keuangan. ASII diketahui adalah perusahaan konglomerasi terkemuka dengan lapangan usaha yang beragam misalnya otomotif, alat berat, pertambangan, infrastruktur dan logistik, properti, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan perusahaan memiliki ukuran yang besar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sutrisno . , dan Ningsih dan Wuryani . variabel ukuran perusahaan mempengaruhi kinerja keuangan. Namun ada juga kesimpulan yang mengatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan yaitu penelitian oleh Lutfiana dan Hermanto . Saragih dan Sihombing . Penelitian yang dilakukan memberikan hasil yang berbeda karena memiliki periode waktu yang berbeda dan subjek penelitian yang berbeda. Selain itu, beberapa studi masih menguji variabel-variabel ini secara terpisah, belum banyak yang secara simultan meneliti keempat variabel ini dalam konteks perusahaan indeks IDX ESG Leaders pada periode mulai diterbitkannya indeks tersebut. Maka dari itu, penelitian ini dibuat untuk melihat pengaruh dari variabel pertumbuhan pendapatan, keragaman gender dewan. ESG Risk Rating, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan dengan periode dan subjek penelitian yang berbeda. Periode yang digunakan adalah 2020-2023 dan dilakukan pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders. Telaah Literatur Agency Theory Meningkatkan nilai perusahaan melibatkan komitmen antara prinsipal dan agen. Dua pihak tersebut dijelaskan dalam teori agensi oleh Jensen dan Meckling . Agensi teori menjelaskan bahwa prinsipal akan memberikan agen wewenang untuk mengambil keputusan. Agen diwakili oleh manajemen perusahaan sedangkan prinsipal diwakili oleh pemegang saham. Dalam teori ini ada kepercayaan yang diteruskan dari prinsipal kepada agen sehingga diharapkan bahwa usaha yang dilakukan agen untuk perusahaan adalah sejalan dengan kepentingan prinsipal. Menurut Anggarini dan AS . pada dasarnya manusia akan bertindak sesuai dengan kepentingan pribadinya, yang mana hal ini berawal dari gagasan Adam Smith. Gagasan ini juga yang menjadi dasar adanya penyimpangan kepercayaan prinsipal karena agen yang bertindak demi kepentingannya sendiri. Hal ini dinamakan agency conflict. Misalnya ketika prinsipal ingin modal yang diinvestasikan mendapatkan pengembalian sedangkan agen mengharapkan adanya bonus atas pencapaiannya (Luthfianan & Dewi, 2. Ketika terjadi konflik maka perusahaan akan mengeluarkan sejumlah biaya atau agency cost. Timbulnya biaya ini akan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Kinerja Keuangan Kegiatan operasional perusahaan saat ini akan menjadi dasar evaluasi kinerja untuk perbaikan Penilaian kinerja dibedakan menjadi dua yaitu kinerja keuangan dan nonkeuangan. Kinerja keuangan akan menilai tingkat efektivitas dan efisiensi perusahaan (Lubis, 2. Kinerja keuangan akan memberikan suatu kesimpulan keberhasilan perusahaan dalam melakukan kegiatan operasional usahanya untuk mencapai tujuan perusahaan. Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan salah satunya dengan analisis rasio profitabilitas. Rasio ini akan memberikan kesimpulan mengenai seberapa mampu perusahaan menghasilkan laba secara efektif dan efisien (Rahmanto, 2. Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return on Asset (ROA). ROA digunakan karena peneliti ingin melihat kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasionalnya menggunakan sumber daya yang langsung terlibat dalam operasional, bukan berdasarkan modal. Pengaruh Pertumbuhan Pendapatan terhadap Kinerja Keuangan Pendapatan adalah salah satu faktor penting dalam kelangsungan hidup perusahaan (Zanetty, 2. Ketika pendapatan bertumbuh maka perusahaan dapat mengestimasi pertumbuhan perusahaan berikutnya (Pakpahan & Muliyani, 2. Perusahaan bisa memperkirakan besarnya perolehan laba melalui informasi pertumbuhan pendapatannya (Sesa. Lamba & Patma, 2. Perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan artinya berhasil dalam melakukan penjualan produk. Penambahan volume penjualan akan meningkatkan pangsa pasar karena mampu menarik konsumen lebih banyak dari kompetitor. Jika komitmen perusahaan terhadap pelanggan tetap terjaga maka pelanggan akan melakukan pembelian ulang bahkan menjadi sarana pemasaran perusahaan yang akan meningkatkan pendapatan perusahaan. Pertumbuhan pendapatan perusahaan akan mendorong perusahaan untuk melakukan ekspansi sehingga pertumbuhan ini akan diikuti oleh peningkatan pendanaan. Namun perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat dan lebih baik cenderung mudah dalam mencari sumber pendanaan (Pakpahan & Muliyani, 2. Hal ini karena perusahaan dianggap memiliki cash flow yang cepat dan relatif stabil (Zanetty, 2. sehingga dianggap aman dalam menanggung biaya tetap. Yang perlu diingat adalah bahwa pertumbuhan pendapatan yang lebih besar juga berkemungkinan untuk memerlukan dana eksternal yang lebih besar pula. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa variabel pertumbuhan pendapatan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Kesimpulan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliani . Mursidah. Yunina dan Rahmi . , serta Cahyana dan Suhendah . H1: Pertumbuhan pendapatan berkaitan positif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Keragaman Gender Dewan terhadap Kinerja Keuangan Sistem dewan di Indonesia memisahkan antara fungsi pengawasan dan eksekutif. Hal ini menyebabkan perusahaan di Indonesia memiliki dewan direksi dan dewan komisaris. Dewan komisaris berperan sebagai pengawas dan pemberi nasihat kepada dewan direksi. Sedangkan dewan direksi bertugas untuk mengurus perusahaan sesuai dengan tujuan dan maksud perusahaan. Jumlah kedua anggota dewan ini bervariasi tergantung dari kompleksitas perusahaan. Komposisi perusahaan yang berbeda-beda membawa perusahaan kepada keragaman dan yang paling mendasar adalah keragaman gender. Gender berbeda dengan sex (Rahmanto, 2. Sex berkaitan dengan biologis perempuan dan laki-laki sedangkan gender berkaitan dengan aspek sosial, budaya, dan nonbiologis lainnya. Stereotype tertentu terhadap gender menjadi perhatian bagi Direktur Eksekutif Indonesian Business Coalition for Woman Empowerment (IBCWE) bahwa keberagaman gender bukan sekedar angka perbandingan antara perempuan dan laki-laki melainkan keseimbangan kesempatan bagi perempuan untuk menempati posisi penting dalam perusahan. Menurut perusahaan riset pemasaran independen Jakarta. BOI Research menentukan bahwa komposisi seimbang gender adalah 30% atau lebih merupakan perempuan. Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Dengan dewan yang beragam maka perusahaan akan memperoleh akses wawasan dan ide yang lebih luas. Perempuan dan laki-laki yang memiliki pola pikir yang berbeda akan membantu perusahaan untuk menambah referensinya. Alhasil, perusahaan dapat mengidentifikasi risiko dan solusi yang lebih Perusahaan dengan dewan yang beragam jelas akan mendapatkan akses karyawan dan pengetahuan preferensi konsumen yang beragam. Preferensi konsumen yang paling sederhana yang menjadi pertimbangan perusahaan adalah dengan melihat preferensi berdasarkan gender. Ketika komposisi keragaman seimbang maka perusahaan bisa mendapatkan preferensi konsumen dari dua sudut pandang yaitu laki-laki dan perempuan. Selain itu, dengan dewan yang beragam perusahaan akan memiliki penyeimbang antara dewan laki-laki yang lebih risk taker dengan kehadiran dewan perempuan yang risk avoidance. Dengan demikian, perusahaan tidak memiliki manajemen yang terlalu agresif atau terlalu defensif dalam menghadapi risiko. Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik sebuah hipotesis bahwa variabel keragaman gender dewan akan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Hal serupa disampaikan oleh Widiatmoko dan Harijanto . Safitri. Ardiyani dan Ilmani . , dan Anggraini. Annisa dan Zefriyanii . H2: Keragaman gender dewan berkaitan positif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh ESG Risk Rating terhadap Kinerja Keuangan Tahun 2020 BEI mengeluarkan indeks saham baru yaitu indeks ESG Leaders. Indeks ini dibangun dengan kerjasama dengan Morningstar Sustainalytics. Rating ini menggambarkan pengungkapan risiko ESG perusahaan dan manajemen risiko tersebut sehingga dalam rating ini akan dipengaruhi oleh dua dimensi yaitu eksposur risiko dan manajemen. Kesimpulan dari rating ini adalah sebagai berikut: Jika skor keseluruhan 0 Ae 9,99 . egligible ris. maka perusahaan dinilai memiliki risiko yang dapat Jika skor keseluruhan 10 Ae 19,99 . ow ris. maka perusahaan memiliki risiko rendah. Jika skor keseluruhan 20 Ae 29,99 . edium ris. maka perusahaan memiliki risiko menengah. Jika skor keseluruhan 30 Ae 30,99 . igh ris. maka perusahaan memiliki risiko yang tinggi. Jika skor keseluruhan > 40 . evere ris. maka perusahaan memiliki risiko yang parah. Risiko tersebut akan dinilai terhadap dampak keuangan material oleh faktor ESG. Morningstar Sustainalytics memiliki prosedur perhitungan tersendiri dalam pemeringkatan ini. Penilaian akan dinilai terhadap beberapa Material ESG Issues (MEI). Untuk memahami penilaian ini maka penting untuk mengetahui risiko yang tidak dikelola . nmanaged ris. , risiko yang dikelola . anaged ris. , risiko yang tidak dapat dikelola . nmanageable ris. , dan risiko yang dapat dikelola . anageable ris. ESG Risk Rating merupakan besar risiko MEI yang tidak dikelola perusahaan . nmanaged ris. Unmanaged risk dihitung dengan mengurangi eksposur dengan risiko yang dikelola . anaged ris. atau dengan menjumlahkan risiko yang tidak dapat dikelola . nmanageable ris. dengan management gap . isiko yang dapat dikelola namun tidak dikelola oleh perusahaa. Berikut adalah dekomposisi risiko yang akan membantu pemahaman terkait ESG Risk Rating: Gambar 1. Risk Decomposition Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Berdasarkan uraian di atas dijelaskan bahwa semakin rendah skor ESG risk maka semakin baik manajemen perusahaan dalam mengelola risiko ESG yang berdampak material secara keuangan Hal ini juga sejalan dengan kriteria skor yang ditetapkan lembaga, semakin tinggi skor justru menunjukkan bahwa perusahaan memiliki risiko yang parah. Hal ini menunjukkan bahwa variabel ESG Risk Rating berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Kesimpulan serupa dimiliki oleh peneliti Vlaviorine dan Widianingsih . , serta Nita dan Mazelfi . H3: ESG Risk Rating berkaitan negatif terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Ukuran perusahaan menurut Sutrisno dan Riduwan . dibedakan menjadi besar dan kecil. Sedangkan menurut Lutfiana dan Hermanto . ukuran perusahaan dibedakan menjadi tiga yaitu kecil, menengah, dan besar. Berdasarkan keputusan ketua Bapepam No. Kep. 11/PM/1997 perusahaan kecil dan menengah menunjukkan jumlah aset yang kurang dari seratus milyar sedangkan perusahaan besar menunjukkan jumlah aset lebih dari seratus milyar. Berbeda dengan UU No. 20 Tahun 2008 yang menilai ukuran perusahaan dari nilai kekayaan bersih atau penjualan tahunan dan dibagi menjadi empat kategori yaitu usaha mikro, kecil, menengah, dan besar. Banyak ukuran yang digunakan untuk menilai ukuran perusahaan misalnya dari total aset, nilai pasar saham, penjualan, dan sebagainya. Besar kecilnya ukuran perusahaan akan menentukan bagaimana perusahaan menanggung risiko. Perusahaan besar akan memiliki pengendalian baik terhadap situasi pasar (Amalia & Khuzaini, 2. Perusahaan yang besar menunjukkan bahwa perusahaan sudah dalam kondisi mature dan stabil sehingga ada kepercayaan investor ketika berinvestasi dalam perusahaan besar (Risna & Putra, 2. Alasan inilah yang mendasari mengapa perusahaan besar lebih mudah mendapatkan pendanaan (Amalia & Khuzaini, 2. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Kesimpulan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dapinga dan Romli . Ningsih dan Wuryani . , serta Nugroho dan Nicholas . H4: Ukuran perusahaan berkaitan positif terhadap kinerja keuangan. Metode Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menguji variabel menggunakan angka dan dianalisis dengan metode statistik untuk melihat kebenaran teori pengaruh terhadap variabel (Ali. Hariyati. Pratiwi & Afifah, 2. Pendekatan deskriptif diambil untuk menjelaskan topik permasalahan dengan fakta yang ada (Syahrizal & Jailani, 2. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel yang merupakan gabungan dari data cross section dan time series. Penelitian dilakukan pada periode 2020-2023 per semester dan pada 17 perusahaan yang telah memenuhi kriteria penelitian. Penelitian ini berhasil mengumpulkan data sebanyak 43 sampel yang telah memenuhi kriteria sebagai berikut: Perusahaan yang terdaftar dalam Evaluasi Mayor indeks IDX ESG Leaders bulan Maret dan September secara konsisten mulai dari awal peluncuran indeks . sampai tahun 2023. Perusahaan terbuka dalam indeks IDX ESG Leaders yang memiliki akses laporan keuangan tahunan yang diaudit periode bulan Desember dan laporan interim yang belum diaudit untuk periode bulan Juni. Variabel penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data historis BEI yang diakses melalui w. Variabel dependen yang akan dianalisis pada penelitian ini adalah variabel kinerja keuangan yang diukur dengan rasio ROA. Rasio ini diperoleh dari data perolehan laba dan aset Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. yang tercantum dalam laporan keuangan tahunan konsolidasian yang telah diaudit per Desember dan laporan interim yang belum diaudit per bulan Juni. Begitu juga untuk variabel independen ukuran perusahaan yang diambil dari sumber yang sama. Variabel keragaman gender dewan didata melalui laporan tahunan perusahaan yang telah diaudit per Desember dengan penyesuaian-penyesuaian tertentu apabila ada perubahan komposisi dewan dalam catatan laporan tahunan. Variabel ESG Risk Rating didata dari dokumen yang diterbitkan oleh BEI berjudul Pengumuman Evaluasi Mayor Indeks IDX ESG Leaders yang dilakukan tiap awal Maret dan September. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS. Namun sebelum melakukan proses regresi sampel penelitian harus lulus uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, dan uji Uji analisis regresi berganda dilakukan untuk melihat pengaruh dari variabel pertumbuhan pendapatan, keragaman gender dewan. ESG Risk Rating, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan baik secara parsial maupun secara simultan. Definisi Operasional Variabel Penelitian Kinerja Keuangan (ROA) Penelitian ini menggunakan Return on Asset sebagai indikator kinerja keuangan. ROA adalah rasio profitabilitas yang mempertimbangkan efisiensi perusahaan dalam mengelola aset untuk menghasilkan laba (Harijanto & Widiatmoko, 2. Semakin besar nilainya maka semakin baik perusahaan memanfaatkan aset yang dimiliki untuk operasional usahanya. Variabel ini merupakan skala rasio dan dihitung dengan rumus: ycIycCya = Pertumbuhan Pendapatan yaycaycayca ycayceycycycnEa ycNycuycycayco ycaycyceyc Pertumbuhan pendapatan adalah persentase kenaikan atau penurunan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari periode sebelumnya. Setiap perusahaan pasti merencanakan pertumbuhan pendapatan setiap tahunnya. Variabel ini termasuk ke dalam kategori skala pengukuran rasio dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: ycEyceycycycycoycaycEaycaycu ycEyceycuyccycaycyycaycycaycu = ycEyceycuyccycaycyycaycycaycuyc Oe ycEyceycuyccycaycyycaycycaycuycOe1 ycEyceycuyccycaycyycaycycaycuycOe1 Keterangan t adalah periode sekarang sedangkan t-1 adalah periode sebelumnya. Keragaman Gender Dewan Keragaman gender dewan dilakukan dengan menghitung proporsi dewan perempuan baik dewan komisaris maupun dewan direksi terhadap total keseluruhan jumlah dewan. Semakin besar nilainya maka semakin besar pula perhatian perusahaan untuk memberikan kesempatan bagi perempuan untuk menduduki posisi penting perusahaan. Variabel ini termasuk dalam skala pengukuran rasio dan dihitung dengan cara: Keragaman Gender Dewan = yayceycycaycu yaycnycyceycoycycn ycyyceycyceycoycyycycaycu yayceycycaycu yaycuycoycnycycaycycnyc ycyyceycyceycoycyycycaycu yayceycycaycu yaycnycyceycoycycn yayceycycaycu yaycuycoycnycycaycycnyc ESG Risk Rating Variabel ESG Risk Rating menunjukkan tingkat eksposur risiko ESG perusahaan dan manajemennya. Variabel ini termasuk ke dalam kategori skala rasio. Perhitungan variabel tidak dilakukan karena peneliti mengambil data yang tersedia dalam dokumen Pengumuman Evaluasi Mayor Indeks IDX ESG Leaders yang dilakukan tiap awal bulan Maret dan September. Perhitungan telah dilakukan oleh lembaga Morningstar Analytics. Dokumen tersebut dalam diakses melalui laman BEI. Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan didefinisikan sebagai besar kecilnya perusahaan. Variabel ini merupakan skala pengukuran rasio dan dapat dihitung dengan berbagai indikator. Namun dalam penelitian ini digunakan indikator total aset untuk menghitung ukuran perusahaan. Rumus yang digunakan untuk variabel ini ycOycoycycycaycu ycEyceycycycycaEaycaycaycu = yaycu . cNycuycycayco yaycycey. Logaritma natural digunakan untuk menghindari fluktuasi data berlebihan sehingga lebih sederhana tanpa mengganti proporsi sebenarnya. Hasil dan Pembahasan Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean 0,0000000 Std. Deviation 0,02787480 Most Extreme Differences Absolute 0,082 Positive 0,076 Negative -0,082 Test Statistic 0,082 Asymp. Sig. -taile. 0,200c,d Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Data diolah peneliti . Berdasarkan hasil uji One-Sample Kolmogorov Smirnov disimpulkan bahwa nilai Asymp. sig yang mewakili nilai signifikansi penelitian menghasilkan nilai 0,200. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya bahwa ketika nilai signifikansi menunjukkan > 0,05 maka disimpulkan bahwa data penelitian telah berdistribusi normal. Tabel memperlihatkan hasil nilai signifikan 0,200 > 0,05 sehingga data penelitian yang berjumlah 43 data berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas Tabel 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Model Summaryb Std. Error of the Estimate 0,679a 0,461 0,219 0,00110 Predictors: (Constan. X3_X4. X1_X2. X1_2. X4_2. X2_X4. X1_X4. X2_2. X1_X3. X2_X3. X3_2. X1. X2. X3. X4 Dependent Variable: RES2 Sumber: Data diolah peneliti . Model R Square Adjusted R Square Berdasarkan hasil pengujian Uji White nilai R square penelitian adalah 0,461. Apabila dikalikan dengan jumlah data maka hasilnya 19,82. Angka tersebut mewakili chi square hitung Ketika chi-square hitung < chi-square tabel maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Chi-square tabel penelitian tersebut adalah Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. 23,85. Dari hasil penelitian maka disimpulkan bahwa chi-square hitung < chi-square sehingga data penelitian tidak menunjukkan gejala heteroskedastisitas. Uji Multikolinieritas Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. 0,664 Standardized Coefficients Std. Error 0,169 Beta 0,043 0,057 0,001 0,005 0,149 -0,251 0,328 -0,559 0,047 -0,096 0,002 -0,021 Dependent Variable: Y Sig. 3,934 0,000 1,093 -1,687 2,254 -3,824 0,281 0,100 0,030 0,000 Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,970 0,809 0,847 0,840 1,030 1,237 1,180 1,191 Sumber: Data diolah peneliti . Uji multikolinieritas di atas menghasilkan nilai VIF < 10 untuk seluruh variabel dan nilai tolerance Ou 0,1. Hasil ini menunjukkan bahwa data penelitian tidak mengalami gejala multikolinieritas. Dengan demikian disimpulkan bahwa dalam penelitian tidak ada pengaruh antara variabel independennya. Uji Autokorelasi Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model Durbin-Watson 2,186a Predictors: (Constan. X4. X1. X3. X2 Dependent Variable: Y Sumber: Data diolah peneliti . Uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji Durbin-Watson. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai Durbin-Watson yang didapat adalah 2,186. Model regresi yang baik adalah jika du < d < 4du. Nilai du penelitian ini adalah 1,66319 sedangkan nilai 4 - du adalah 2,33681. Hasil ini memberikan kesimpulan bahwa du < d < 4-du sehingga model penelitian tidak mengalami gejala autokorelasi. Uji Regresi Linier Berganda Persamaan Regresi Linier Berganda Tabel 6. Persamaan Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. Dependent Variable: Y 0,664 0,047 -0,096 0,002 -0,021 Std. Error 0,169 0,043 0,057 0,001 0,005 Standardized Coefficients Sig. 3,934 1,093 -1,687 2,254 -3,824 0,000 0,281 0,100 0,030 0,000 Beta 0,149 -0,251 0,328 -0,559 Sumber: Data diolah peneliti . Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi penelitian ini adalah ycU = 0,664 0,047ycU1 Oe 0,096ycU2 0,002ycU3 Oe 0,021ycU4 yce Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Nilai 0,664 menjelaskan bahwa variabel kinerja keuangan akan menghasilkan nilai tersebut jika variabel independen nilainya tetap atau nilainya nol. Koefisien 0,047 memberikan kesimpulan bahwa setiap peningkatan variabel pertumbuhan pendapatan sebesar satu satuan . ariabel independen yang lain nilainya teta. akan menghasilkan peningkatan nilai variabel kinerja keuangan sebesar 0,047 satuan. Begitu juga sebaliknya. Koefisien -0,096 memberikan kesimpulan bahwa ketika variabel keragaman gender dewan mengalami peningkatan sebesar satu satuan . ariabel independen yang lain nilainya teta. akan menghasilkan penurunan kinerja keuangan sebesar 0,096 satuan. Begitupun sebaliknya. Koefisien 0,002 memberikan kesimpulan bahwa jika variabel ESG Risk Rating mengalami peningkatan sebesar satu satuan . ariabel independen yang lain nilainya teta. maka variabel kinerja keuangan akan mengalami peningkatan sebesar 0,002 satuan. Begitupun sebaliknya. Koefisien -0,021 menunjukkan bahwa setiap peningkatan variabel ukuran perusahaan sebesar satu satuan . ariabel independen yang lainnya teta. maka variabel kinerja keuangan akan mengalami penurunan sebesar 0,021 satuan. Begitupun sebaliknya. Uji F Tabel 7. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 0,015 0,004 Residual 0,033 0,001 Total 0,048 Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X4. X1. X3. X2 Sumber: Data diolah peneliti . 4,437 Sig. 0,005b Kesimpulan pada Uji F atau Uji Anova dapat dilihat pada nilai signifikansinya. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka model penelitian dapat dilanjutkan ke uji yang lain. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai signifikansi 0,005 < 0,05 sehingga dikatakan lolos Uji F. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi sudah fit karena menyimpulkan bahwa setidaknya ada satu variabel independen dalam model penelitian yang akan mempengaruhi variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square 0,564a 0,318 0,247 Predictors: (Constan. X4. X1. X3. X2 Dependent Variable: Y Sumber: Data diolah peneliti . Std. Error of the Estimate 0,02931 Hasil uji koefisien determinasi akan disimpulkan dari nilai Adjusted R Square. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 24,7%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan maupun penurunan kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh variabel independen pertumbuhan pendapatan, keragaman gender dewan. ESG Risk Rating, dan ukuran perusahaan sebesar 24,7%. Sisanya yaitu 75,3% dijelaskan oleh variabel yang lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Uji Parsial t Tabel 9. Hasil Uji Parsial t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. Dependent Variable: Y 0,664 0,047 -0,096 0,002 -0,021 Std. Error 0,169 0,043 0,057 0,001 0,005 Standardized Coefficients Sig. 3,934 1,093 -1,687 2,254 -3,824 0,000 0,281 0,100 0,030 0,000 Beta 0,149 -0,251 0,328 -0,559 Sumber: Data diolah peneliti . Pengujian ini dilakukan untuk melihat pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel Jika nilai signifikansi > 0,05 maka variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Jika tingkat signifikansi < 0,05 maka variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil pengujian disimpulkan bahwa variabel X1 . ertumbuhan pendapata. tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan karena memiliki tingkat signifikansi 0,281 > 0,05. Hal serupa juga terjadi pada variabel X2 . eragaman gender dewa. yang memiliki nilai signifikansi 0,100 > 0,05 sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja keuangan. Namun kesimpulan berbeda dimiliki oleh variabel X3 (ESG Risk Ratin. dan variabel X4 . kuran perusahaa. Variabel ESG Risk Rating memberikan pengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. Itu artinya ketika variabel ini mengalami kenaikan maka variabel kinerja keuangan juga akan mengalami kenaikan. Variabel ukuran perusahaan memberikan pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Jika variabel ukuran perusahaan mengalami kenaikan maka variabel kinerja keuangan akan mengalami penurunan. Seberapa besar pengaruh yang diberikan oleh variabel ESG Risk Rating dan ukuran perusahaan sesuai dengan koefisien persamaan regresi yang Pengaruh tersebut juga sudah dijelaskan dalam pembahasan persamaan regresi linier. Pembahasan Pengaruh Pertumbuhan Pendapatan terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil pengujian disimpulkan bahwa variabel pertumbuhan pendapatan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zanetty . Purwaningsih dan Kurniawati . , serta Vidyasari . Pertumbuhan pendapatan dikatakan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan karena beberapa alasan. Laporan keuangan terdiri dari 2 sisi yaitu pendapatan dan biaya. Keduanya sama-sama mempengaruhi perolehan laba perusahaan. Karena keduanya sama pentingnya maka perusahaan harus mempertimbangkan kedua hal ini dalam melakukan analisis kinerja keuangan. Laba perusahaan mengalami peningkatan bisa disebabkan karena pendapatan meningkat atau biaya yang menurun. Namun dalam banyak kasus, peningkatan laba perusahaan disebabkan karena andil kedua faktor ini sehingga ketika perusahaan mengalami peningkatan pendapatan tidak selalu menghasilkan kinerja keuangan yang baik. Baiknya peningkatan laba perusahaan diiringi dengan andil pendapatan dan biaya. Alasan berikutnya adalah berkaitan dengan rasio Return on Asset (ROA) yang digunakan sebagai indikator kinerja keuangan dalam penelitian ini. Rasio ini mengukur keefektifan perusahaan dalam menghasilkan laba menggunakan aset yang dimilikinya. Perusahaan yang memperoleh laba dengan peningkatan pendapatan tidak selamanya diiringi dengan efektivitas Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. penggunaan aset. Hal inilah yang menyebabkan perusahaan mampu menghasilkan laba dengan meningkatkan penjualan namun tidak disimpulkan langsung memiliki kinerja keuangan yang baik. Terkait dengan aset yang dimiliki perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan bisa memiliki kebijakan pengeluaran modal yang besar untuk investasi aset perusahaan. Keputusan ini berdampak pada kebutuhan pendanaan perusahaan yang akan menghasilkan beban Kebutuhan pengeluaran modal yang besar akan menyebabkan perusahaan memiliki biaya bunga yang meningkat sehingga bisa mengurangi laba meskipun mencapai peningkatan pendapatan. Ketika menganalisis kinerja keuangan perusahaan melalui perolehan laba maka perlu memperhatikan laporan keuangan yang terdiri dari segmen operasional dan non operasional. Meskipun perusahaan bisa meningkatkan pendapatan operasionalnya, namun perusahaan juga memiliki pendapatan dan biaya dari kegiatan non operasional yang juga ikut menentukan perolehan laba perusahaan. Maka dari itu, dalam melakukan analisis perolehan laba perlu menelusuri lebih lanjut dari mana asal pencapaian laba apakah dari kegiatan operasional atau kegiatan non operasional dan dari kegiatan operasional apakah karena keberhasilan pemasaran atau efektivitas biaya. Pengaruh Keragaman Gender Dewan terhadap Kinerja Keuangan Uji Parsial menunjukkan bahwa variabel keragaman gender dewan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini memiliki kesimpulan yang sama dengan beberapa peneliti yaitu penelitian Dapingga dan Romli . serta Lubis. Syahyunan & Azhmy . Kesimpulan tersebut membuktikan bahwa keragaman gender adalah hal yang tidak seharusnya dipertimbangkan dalam menentukan pengaruh kinerja keuangan. Hal ini terjadi karena gender adalah suatu pandangan dalam aspek sosial, budaya, dan nonbiologis yang tidak perlu diperhatikan dalam melihat kinerja dewan. Yang terpenting adalah bagaimana kualitas keputusan dewan tersebut tanpa perlu memperhatikan komposisi gendernya. Ketika perusahaan terlalu menitikberatkan pada keragaman gender justru ditakutkan bahwa hal ini dijadikan sebagai formalitas belaka yang tidak efektif untuk meningkatkan kinerja keuangan. Formalitas tersebut diusahakan oleh perusahaan hanya untuk memenuhi regulasi atau meningkatkan reputasi tanpa benar-benar mempertimbangkan kualitas kepengurusan dewan. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah perspektif jangka panjang keragaman gender Keragaman gender dewan mungkin akan memiliki dampak yang dirasakan dan dicapai dalam jangka panjang sedangkan indikator kinerja keuangan yang dipilih dalam penelitian ini adalah dari perspektif jangka pendek. Dampak atau perubahan dari keragaman gender dewan tidak bisa dirasakan secara langsung. Proses pergantian kepengurusan dalam dewan juga tidak sering dilakukan, tidak seperti kinerja keuangan yang nilainya terus mengalami perubahan. Satu anggota dewan bisa memiliki jabatan beberapa tahun dan anggaplah perusahaan mempertahankan komposisi dewan yang sama setiap tahunnya maka akan tetap menghasilkan kinerja keuangan yang berfluktuasi. Dengan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa keragaman gender dewan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Pengaruh ESG Risk Rating terhadap Kinerja Keuangan Hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa ESG Risk Rating memiliki pengaruh positif terhadap kinerja Kesimpulan ini sama dengan beberapa penelitian yaitu penelitian yang dilakukan oleh Antonius. , dan Ida. ESG Risk berkaitan dengan profil risiko perusahaan, apakah perusahaan risk taker atau risk averse. Perusahaan dengan profil risk taker akan memiliki kebijakan yang lebih berani. Hal ini menyebabkan perusahaan terpapar risiko ESG yang lebih rentan. Perusahaan yang berani mengambil risiko lebih tinggi percaya bahwa mereka akan mendapatkan pengembalian yang tinggi pula. Dengan kondisi tersebut, perusahaan harus menerima konsekuensi bahwa mereka memiliki eksposur risiko ESG Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. yang lebih besar karena mengharapkan tingkat keberhasilan yang lebih besar pula. Kesimpulan pengaruh positif ESG Risk Rating juga berhubungan dengan siklus bisnis perusahaan. Ketika perusahaan sedang dalam masa pertumbuhan, perusahaan tidak segan untuk meningkatkan pemasaran dengan kebijakan yang lebih berisiko. Tekad perusahaan untuk menjadi pemimpin pasar dengan merebut pangsa pasar kompetitor akan membuat perusahaan menjalankan strategi yang berani dan rentan terpapar risiko ESG yang tinggi. Namun dengan manajemen yang baik, perusahaan yang sedang dalam masa pertumbuhan akan berpeluang untuk memiliki kinerja keuangan yang baik meskipun mengorbankan strategi berisiko. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil uji regresi linier disimpulkan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal ini sejalan dengan pendapatan dari penelitian yang dilakukan oleh Sutrisno . Ningsih dan Wuryani . Perusahaan besar memiliki tingkat kompleksitas dalam lingkup operasional maupun dalam hirarkinya. Hal ini menyebabkan perusahaan memiliki struktur yang kompleks, proses produksi yang panjang, cabang yang banyak, dan sebagainya. Dengan kompleksitas ini, perusahaan akan menghabiskan biaya yang besar. Dengan ukuran yang besar, perusahaan bisa kesulitan dalam memantau aspek bisnisnya. Jika hal ini terjadi maka perusahaan akan mengalami ketidakefisiensian, pemborosan sumber daya, dan lain-lain. Mempertahankan posisi perusahaan juga tidak mudah. Perusahaan besar harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk berinovasi dalam industri. Hal ini memunculkan biaya riset dan pengembangan, inovasi teknologi, dan sebagainya. Kegiatan tersebut membutuhkan dana yang signifikan dan memiliki pengembalian yang cukup Belum lagi kebutuhan pembiayaan untuk inovasi produk yang akan menyebabkan tingginya jumlah utang perusahaan. Pinjaman ini akan menghasilkan beban bunga dan meningkatkan risiko finansial perusahaan. Selain itu, perusahaan besar dengan jumlah aset yang besar memiliki kemungkinan mengalami idle asset. Aset perusahaan menganggur dan kurang produktif dan justru memunculkan biaya pemeliharaan. Akibat dari kompleksitas, pembengkakan biaya, beban finansial dari pinjaman, dan Inefisiensi aset berpotensi menurunkan kinerja keuangan perusahaan. Simpulan Penelitian menyimpulkan bahwa variabel pertumbuhan pendapatan tidak berpengaruh terhadap kinerja Ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu meneliti lebih jauh sumber perolehan laba sebagai indikator kinerja keuangan karena perolehan laba perusahaan harus dianalisis dari dua sisi yaitu pendapatan dan biaya. Peningkatan pendapatan tidak semata-mata menyimpulkan kinerja keuangan yang baik. Penelitian juga menyimpulkan bahwa keragaman gender dewan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan karena perusahaan tetap harus mengedepankan kualitas keputusan dewan, tidak selalu soal keragaman gender. Penelitian juga menyimpulkan bahwa ESG Risk Rating berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian pada ESG mulai mengalami peningkatan sehingga risiko ESG yang muncul sebagai hasil pelaksanaan manajerial juga menjadi perhatian. Perusahaan dengan kecenderungan berani mengambil risiko akan terpapar risiko ESG yang tinggi. Namun dengan tekad dan manajemen yang baik, perusahaan akan tetap mampu merasakan keberhasilan keuangan. Dengan demikian, perusahaan harus mempertimbangkan strategi dengan matang dan memiliki mitigasi risiko lebih lanjut. Variabel ukuran perusahaan disimpulkan memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja Variabel ini bagai pisau bermata dua. Perusahaan tentu menginginkan usahanya menjadi besar dan masif namun, ada konsekuensi dari keputusan itu. Semakin besar perusahaan, semakin Angel Deviany Novita & Hendro Lukman . - Dampak Pertumbuhan Pendapatan. Keragaman Gender Dewan. ESG Risk Rating, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dalam Indeks IDX ESGL Tahun 2020-2023 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. kompleks aspek bisnis, manajemen, dan sebagainya. Ketika hal ini tidak diantisipasi dengan baik maka akan berdampak buruk bagi kinerja keuangan. Maka dari itu, perusahaan harus memiliki manajemen yang baik dan sebisa mungkin menghindari munculnya biaya keagenan akibat kompleksitas perusahaan. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, misalnya adalah keterbatasan data peringkat ESG dan perbedaan periode pemeringkatan ESG dengan laporan keuangan. Kedepannya diharapkan supaya dipertimbangkan lembaga pemeringkatan ESG yang lain yang lebih sejalan dengan periode laporan Saran lain yang dapat dipertimbangkan adalah dengan menambah variabel independen seperti kinerja lingkungan, pengungkapan CSR, dan sebagainya untuk menambah variasi penelitian. Hal lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah penambahan periode yang lebih panjang dan bervariasi. Dengan demikian, perusahaan yang tergabung dalam indeks ESGL perlu menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan strategi mitigasi risiko dan efisiensi manajemen aset untuk menciptakan kinerja keuangan yang baik. Referensi