Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklamsia di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2024 The Relationship between Pregnant Women's Body Mass Index (BMI) and the Incidence of Preeclampsia at the Sukorame Health Center. Mojoroto District. Kediri City in 2024 Raras Sucma Ambar Pamula1*. Khofidhotur Rofiah2. Erike Yunicha Viridula3 Mahasiswa Program Studi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri Dosen Program Studi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri *Corresponding: rarassucmaambarpamula34@gmail. ABSTRAK Indeks Massa Tubuh (IMT) didefinisikan sebagai berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter . g/m. Preeklamsia merupakan kehamilan yang ditandai dengan tingginya tekanan darah, kadar protein urine, serta odema. Menurut data survey Dinas Kesehatan Kota Kediri tahun 2023 kasus preeklamsia sebanyak 83 kasus . ,87%). Salah satu faktor yang dapat mendukung terjadinya preeklamsia yaitu obesitas. Wanita dengan status gizi berlebih memiliki resiko tinggi seperti keguguran, preeklamsia, dan kematian prenatal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2024. Desain penelitian menggunakan korelasional, metode penelitian menggunakan data sekunder, populasi 200 ibu hamil dengann teknik probability sampling dengan teknik simpel random sampling, besar sampel 133 ibu hamil. Instrument penelitian menggunakan lembar pengumpul data, teknik data menggunakan uji spearmanAos rank (Rh. Hasil analisis menunjukkan dari 133 responden sebagian besar memiliki indeks massa tubuh normal . ,4%), hampir seluruhnya tidak mengalami preeklamsia . ,2%). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji korelasi spearmanAos rank diperoleh nilai A = 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95 % . = 0,. dapat dikatakan A < c H0 ditolak dan H1 diterima, maka ada hubungan antara indeks massa tubuh ibu hamil dengan kejadian preeklamsia. Koefisien korelasi sebesar 0,424. Berarti tingkat hubungan antara indeks massa tubuh ibu hamil dengan kejadian preeklamsia dalam kategori sedang dengan arah hubungan positif ( ) artinya terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) ibu hamil dengan kejadian preeklamsia. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi mengenai pencegahan terhadap kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Kata Kunci : Ibu Hamil. Indeks Massa Tubuh (IMT). Kejadian Preeklamsia. ABSTRACT Body Mass Index (BMI) is defined as body weight in kilograms divided by height in meters . g/m. Preeclampsia is a pregnancy characterized by high blood pressure, urine protein levels, and According to survey data from the Kediri City Health Office in 2023, there were 83 cases of preeclampsia . 87%). One of the factors that can support the occurrence of preeclampsia is obesity. Women with malnutrition have a high risk of miscarriage, preeclampsia, and prenatal death. The purpose of the study was to determine the relationship between the body mass index (BMI) of pregnant women and the incidence of preeclampsia at the Sukorame Health Center. Mojoroto District. Kediri City in 2024. Article History: Received: August 25 ,2024. Revised: September 10, 2024. Accepted: October 1, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 The research design uses correlation, the research method uses secondary data, a population of 200 pregnant women with a probability sampling technique with a simple random sampling technique, a sample size of 133 pregnant women. The research instrument used a data collection sheet, the data technique used the spearman's rank (Rh. The results of the analysis showed that of the 133 respondents, most had a normal body mass index . 4%), almost all of them did not have preeclampsia . 2%). Based on the results of the statistical test using the spearman rank correlation test, a value of A = 0. 000 was obtained with a confidence level of 95% . = 0. , it can be said that A < c H0 was rejected and H1 was accepted, then there was a relationship between the body mass index of pregnant women and the incidence of The correlation coefficient is 0. This means that the level of relationship between the body mass index of pregnant women and the incidence of preeclampsia in the medium category with a positive ( ) relationship direction means that there is a relationship between the body mass index (BMI) of pregnant women and the incidence of preeclampsia. It is hoped that health workers can provide education about the prevention of preeclampsia in pregnant women. Keywords : Pregnant Women. Body Mass Index (BMI). Preeklampsia Incidence. PENDAHULUAN Angka kematian ibu (AKI) hingga saat ini masih menjadi permasalahan di Indonesia yang salah satunya disebabkan karena Preeklamsia merupakan sekumpulan gejala pada ibu hamil yang meliputi hipertensi, protein pada urine, dan odema yang muncul setelah minggu ke 20 masa kehamilan hingga minggu ke 6 setelah melahirkan (Utami dan Siwi 2. Tingginya angka kematian ibu akibat perkembangan preeklamsia yang tidak terkendali berkontribusi besar terhadap tingginya angka kematian (Dewi, 2. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 menyatakan bahwa angka kematian ibu (AKI) akibat preeklamsia sangat tinggi, setiap harinya mencapai 810 wanita yang meninggal dunia karena komplikasi kehamilan dan persalinan sekitar 295. 000 wanita meninggal dunia setelah persalinan atau dalam masa Data yang disampaikan WHO di negara maju mengalami AKI sebesar 11/100. kelahiran hidup dengan angka kejadian preeklamsia berkisar 6-7% dan eklamsia 0,10,7% (Abik, et al, 2. Insiden preeklamsia di Indonesia adalah 128. 273/tahun atau sekitar 5,3% dan merupakan penyebab kematian tertinggi ke dua setelah perdarahan dari semua perdarahan yang terjadi pada kehamilan (Eka, et al, 2. Prevalensi preeklamsia di Jawa Timur mengalami peningkatan setiap tahunnya dari tahun Pada tahun 2018 prevalensi preeklamsia sebanyak 24,44% dari 711 kematian per 000 kelahiran hidup, pada tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi 26,34% dari 619 kematian per 100. 000 kelahiran hidup (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2. Profil Kesehatan Kota Kediri bahwa Angka Kematian Ibu dan Anak di Kota Kediri termasuk tinggi. Pada tahun 2018 tercatat AKI sebanyak 52 kasus . ,1%), turun menjadi 39 kasus . ,84%) pada tahun 2019, turun lagi menjadi 32 kasus . %) pada tahun 2020, kemudian angkanya naik lagi di tahun 2021 menjadi 49 kasus . ,1%). Menurut data dari survey Dinas Kesehatan Kota Kediri pada tahun 2023 kasus preeklamsia yaitu sebanyak 83 kasus . ,87%), dikarenakan masih tingginya angka kejadian preeklamsia di Kota Kediri dan didapatkan data ibu hamil yang mengalami preeklamsia di Puskesmas Mrican sebanyak 8 ibu hamil, di Puskesmas Campurejo sebanyak 8 . ,3%) ibu hamil, di Puskesmas Sukorame sebanyak 11 . ,4%) ibu hamil, di Puskesmas Balowerti sebanyak 9 . ,3%) ibu hamil, di Puskesmas Kota Utara Article History: Received: August 25 ,2024. Revised: September 10, 2024. Accepted: October 1, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 sebanyak 9 . ,3%) ibu hamil, di Puskesmas Kota Selatan sebanyak 10 . ,4%) ibu hamil, di Puskesmas Pesantren I sebanyak 9 . ,3%) ibu hamil, di Puskesmas Pesantren II sebanyak 10 ibu hamil, dan di Puskesmas Ngletih 9 . ,3%) ibu hamil. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa kasus preeklamsia terbanyak ada di Puskesmas Sukorame yaitu sebanyak 11 ibu hamil (Dinas Kesehatan Kota Kediri, 2. Berdasarkan sumber data di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri di dapatkan data ibu hamil yang menderita preeklamsia tahun 2020-2023 seperti tabel di bawah ini : Tabel 1. 1 Data preeklamsia Puskesmas Sukorame tahun 2020-2023 Tahu Jumlah Ibu Hamil Jumlah Preeklamsia Presentase 0,11% 0,23% 1,3% 1,4% Tabel 1. 1 Data preeklamsia Sukorame tahun 2020-2023 Puskesmas Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada Bulan Maret Tahun 2024 didapatkan 10 ibu hamil, yang tidak menderita preeklamsia berjumlah 4 . %) dan yang mengalami preeklamsia berjumlah 6 . %) ibu hamil. Dengan penyebab obesitas 3 . %), riwayat hipertensi 2 . %), usia terlalu tua 1 . %). Penyebab preeklamsia belum diketahui secara pasti, namun banyak faktor yang menyebabkan preeklamsia. Faktor resiko preeklamsia berhubungan dengan usia, paritas, riwayat kehamilan sebelumnya, riwayat hipertensi, obesitas, pekerjaan ibu (Manuaba, 2. Salah satu faktor yang dapat mendukung terjadinya preeklamsia yaitu obesitas (Robert, et al, 2. Selain masalah gizi berlebih atau obesitas, juga ditemukan adanya keterkaitan antara kejadian preeklamsia dengan gizi buruk. Wanita dengan status gizi rendah memiliki efek negatif bagi kehamilannya seperti berat bayi lahir rendah atau kelahiran preterm. Sedangkan wanita yang memiliki gizi berlebih atau obesitas juga memiliki resiko tinggi terhadap kehamilannya seperti keguguran, preeklamsia, kematian perinatal, dan makrosomnia (Sujiyatini 2. Dampak preeklamsia dapat mengakibatkan kematian ibu, terjadinya prematuritas, serta dapat menyebabkan Intra Uterin Growth Retardation (IUGR) dan kelahiran mati (Benson. Preeklamsia secara bertahap dapat berkembang menjadi eklamsia, yaitu gejala preeklamsia ditambah dengan kejang dan koma (Maryunani, 2. Oleh karena itu, setelah mengetahui dampakdampak yang akan ditimbulkan akibat preeklamsia dan untuk mencegah terjadinya komplikasi preeklamsia yang lebih parah, maka para Ibu perlu mengetahui upaya dan cara apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi yang tidak diinginkan. Pencegahan antenatal care yang dilakukan secara rutin untuk mendeteksi awal faktor-faktor risiko, lalu preeklamsia yaitu dengan meningkatkan mengandung antioksidan, dan melakukan diet seimbang kaya protein (Sarma N. Lumbanraja. Kemudian, jika terjadi preeklamsia berat kepada Ibu hamil maka harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik mengambil judul AuHubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklamsi di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2024Ay. BAHAN DAN METODE Berdasarkan ada tidaknya perlakuan termasuk Berdasarkan pengumpulan data termasuk jenis survey. Berdasarkan tujuan penelitian termasuk jenis analitik korelasi. Populasipenelitian ini adalah Article History: Received: August 25 ,2024. Revised: September 10, 2024. Accepted: October 1, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 semua ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Sukorame pada bulan Februari Maret tahun 2024 yaitu sebanyak 200 ibu Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 133 ibu hamil. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Indeks Masa Tubuh (IMT). Variable dependen dalam penelitian ini adalah kejadian Preeklamsia. Data diuji menggunakan uji sperman rho. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024. HASIL Data Umum Karakteristik Responden Berdasarkan Paritas Paritas Frekuensi Persentase (%) Primipara Multipara Grandemultip 1 Total (Sumber : Data Sekunder 2. Berdasarkan tabel 5. 1 dari 133 responden sebagian besar ibu hamil sudah pernah melahirkan . yaitu sebanyak 79 ibu hamil . ,4%). Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuen Persentase (%) <20 Tahun 20 Ae 35 Tahun 108 >35 Tahun Total (Sumber : Data Sekunder 2. Berdasarkan tabel 5. 2 dari 133 responden hampir seluruh ibu hamil berusia 20 Ae 35 Tahun yaitu sebanyak 108 ibu hamil . ,2%). Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Frekuensi Persentase (%) IRT PNS Swasta Total (Sumber : Data Sekunder 2. Berdasarkan tabel 5. 3 dari 133 responden sebagian besar bekerja sebagai IRT yaitu sebanyak 85 ibu hamil . ,9%). Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Frekuensi Persentase (%) SD/SMP SMA Perguruan Tinggi Total (Sumber : Data Sekunder 2. Berdasarkan berpendidikan SMA yaitu sebanyak 83 ibu hamil . ,7%). Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Kehamilan Usia Frekuensi Persentase (%) Kehamilan TM I TM II TM i Total (Sumber : Data Sekunder 2. Berdasarkan tabel 5. 5 menunjukkan bahwa dari 133 responden ibu hamil sebagian besar memasuki trimester II yaitu sebanyak 75 ibu hamil . ,4%). Data Khusus Karakteristik Responden Berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT) Indeks Masa Frekuensi Persentase (%) Tubuh Overweight Obesitas Total (Sumber : Data Sekunder 2. Berdasarkan tabel 5. 6 menunjukkan bahwa dari 133 responden ibu hamil sebagian besar memiliki indeks massa tubuh overweight yaitu sebanyak 83 ibu hamil . ,4%). Article History: Received: August 25 ,2024. Revised: September 10, 2024. Accepted: October 1, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Karakteristik Responden Berdasarkan Kejadian Preeklamsia Kejadian Frekuensi Persentase (%) Preeklamsia Preeklamsia Tidak Preeklamsia Total (Sumber : Data Sekunder 2. Berdasarkan tabel 5. 7 dari 133 responden hampir seluruhnya tidak mengalami preeklamsia yaitu sebanyak 120 ibu hamil . ,2%). Hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian preeklamsia di Puskesmas Sukorame Tahun 2024 IMT Overweight Obesitas Total P-Value Preeklamsia Tidak Preeklamsia Preeklams 0,000 <0,05 Total (Sumber : Data Sekunder 2. Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan dalam tabulasi silang pada tabel 5. 8 didapatkan bahwa dari total 133 responden sebagian besar . ,2%) 83 responden memiliki indeks massa tubuh overweight dan tidak mengalami Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi spearmanAos Rank diperoleh nilai A = 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95 % . = 0,. dapat dikatakan A < c H0 ditolak dan H1 diterima, maka ada hubungan antara indeks massa tubuh ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojororto Kota Kediri Tahun 2024. Kekuatan korelasi dinyatakan oleh koefisien korelasi sebesar 0,424 yang berarti tingkat hubungan antara indeks massa tubuh ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2024 dalam kategori sedang dengan arah hubungan positif ( ) artinya semakin tinggi indeks massa tubuh maka akan semakin meningkat kejadian preeklamsia. PEMBAHASAN Indeks Massa Tubuh (IMT) Ibu Hamil di Puskesmas Sukorame Tahun 2024 Berdasarkan tabel 5. 6 menunjukkan bahwa dari 133 responden ibu hamil sebagian besar memiliki indeks massa tubuh overweight . ,4%). Indeks massa tubuh digunakan untuk mengukur status gizi seseorang termasuk status gizi ibu hamil. Indeks massa tubuh . ody mass inde. yaitu membagi berat badan . alam kilogra. dengan tinggi badan . alam mete. g/m. (Cunningham, 2. Indeks massa tubuh menentukan jumlah jaringan adiposa berdasarkan hubungan antara tinggi badan dengan berat badan dan digunakan untuk menentukan tingkat berat badan yang sesuai dengan tubuh wanita (Sinclair, 2. Pertambahan berat badan ibu hamil bervariasi tergantung pada tinggi badan dan berat badan sebelum hamil, ukuran bayi dan plasenta, serta kualitas makanan yang dikonsumsi sebelum dan selama hamil. Menghitung BMI juga dapat menilai risiko penyakit jantung, diabetes dan penyakit lainnya secara umum (Suririnah, 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Pardedek P. , dkk . menunjukkan bahwa terdapat hubunga yang signifikan antara IMT dengan kejadian RSUD DR. PIRNGADI, berdasarkan uji FisherAos Exact Test diperoleh nilai p=0,002 . <0,. yang menunjukkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh terhadap kejadian preeklamsia dan eklamsia. Menghitung berapa nilai IMT-nya agar tahu status gizi tubuhnya normal atau tidak adalah cara termudah untuk mengetahui apakah seseorang berisiko mengalami suatu penyakit kronis atau tidak. Meskipun begitu nilai IMT ini tidak bisa digunakan untuk mengukur kadar lemak tubuh yang juga penting untuk diketahui. Article History: Received: August 25 ,2024. Revised: September 10, 2024. Accepted: October 1, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Kejadian Preeklamsia Sukorame Tahun 2024 Puskesmas Berdasarkan tabel 5. 7 dari 133 responden hampir seluruhnya tidak mengalami preeklamsia yaitu sebanyak 120 ibu hamil . ,2%). Preeklamsia kelainan yang ditandai dengan tanda-tanda hipertensi, odema, dan proteinuria akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah kelahiran (Dewi, 2. Preeklamsia adalah adanya hipertensi spesifik kehamilan, disertai penyakit lain pada sistem organ selama kehamilan 20 minggu atau lebih. Secara historis, preeklamsia selalu didefinisikan dengan adanya hipertensi baru dan proteinuria selama kehamilan . ipertensi dengan proteinuria bar. Meskipun kedua kriteria ini tetap menjadi definisi klasik preeklamsia, terdapat wanita lain yang hipertensinya disertai disfungsi multiorgan lainnya menunjukkan preeklamsia berat, bahkan jika pasien menunjukkan tanda-tanda Edema sangat umum terjadi pada wanita dengan kehamilan normal sehingga tidak lagi digunakan sebagai kriteria diagnostik (POGI, 2. Etiologi preeklamsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Banyak teoriteori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya, oleh karena itu disebut Aupenyakit teoriAy. belum ada yang memberikan jawaban yang Teori sekarang yang dipakai sebagai penyebab preeklampsia adalah teori Auiskemia plasentaAy. Namun teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan penyakit ini (Rustam, 1. Peneliti berasumsi selain Indeks Massa Tubuh (IMT), kejadian preeklamsia disebabkan oleh beberapa faktor seperti paritas dan usia. Berdasarkan tabel 5. 1 dari 133 responden sebagian besar ibu hamil sudah pernah melahirkan . yaitu sebanyak 79 ibu hamil . ,4%). Menurut Djannah . Kasus preeklamsia/eklamsia terbanyak terjadi pada bayi baru lahir yaitu atau 69,5%. Mayoritas ibu melahirkan multipara memiliki 55,5% risiko terjadinya komplikasi kehamilan. Berdasarkan 2 dari 133 responden hampir seluruh ibu hamil berusia 20 Ae 35 Tahun yaitu sebanyak 108 ibu hamil . ,2%). Menurut Rozikhan . Usia 20-30 tahun merupakan usia paling aman untuk hamil/melahirkan. Wanita di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun berisiko terkena Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Aini F. , dkk . dengan hasil analisis data dengan menggunakan rumus Chi- Square didapatkan p-value 0,041 . value <0,. sehingga ada hubungan signifikan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Mengetahui preeklamsia sejak dini dapat mengurangi risiko yang membahayakan bagi ibu dan janin. Preeklamsia biasanya muncul pada usia kandungan lebih dari 20 minggu. Penting bagi pemeriksaan kehamilan secara rutin. Tujuannya agar dapat terus memonitor kondisi kesehatan diri dan bayi sehingga gangguan kehamilan seperti preeklamsia dapat diatasi sejak dini. Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Preeklamsia Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan dalam tabulasi silang pada 8 didapatkan bahwa dari total 133 responden sebagian besar . ,9%) 81 responden memiliki indeks massa tubuh overweight dan tidak mengalami preeklamsia. Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupakan alat atau cara sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan atau kelebihan berat badan (Supariasa, 2. Indeks Massa Tubuh (IMT) didefinisikan sebagai berat badan seseorang dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter . g/m. (Irianto, 2. Penggunaan rumus ini hanya dapat diterapkan pada seeorang dengan usia 18-70 tahun, dengan struktur belakang normal, bukan atlet atau binaragawan. Preeklamsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan tingginya tekanan darah, tingginya kadar protein dalam urine, serta odema (Indriani et al. , 2. Preeklamsia yaitu penyakit yang terjadi dalam Article History: Received: August 25 ,2024. Revised: September 10, 2024. Accepted: October 1, 2024 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 6 NOMOR 1 | OKTOBER 2024 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 kehamilan dan muncul setelah usia kehamilan 20 minggu yang ditandai dengan gejala hipertensi, odema, protein urine (Wahyu. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi spearmanAos Rank diperoleh nilai A = 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95% . = 0,. dapat dikatakan A < c H0 ditolak dan H1 diterima, maka ada hubungan antara indeks massa tubuh ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2024. Kekuatan korelasi dinyatakan oleh koefisien korelasi sebesar 0,424 yang berarti tingkat hubungan antara indeks massa tubuh ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di Puskesmas Sukorame Kecamtan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2024 dalam kategori sedang dengan arah hubungan positif ( ) artinya semakin tinggi indeks massa tubuh maka akan semakin meningkat kejadian preeklamsia. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Pramesti M. , dkk . menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian preeklampsia di RSUD Kota Mataram, dengan nilai p-value masing-masing adalah 0,000, dan 0,034 . -value<0,. Hasil ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman faktorfaktor risiko preeklampsia pada populasi ibu hamil di RSUD Kota Mataram. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Wahyuni S. , dkk . Hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,045 (P>0. yang berarti bahwa ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian preeklamsia di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Dari penelitian yang dilakukan Ningsih , dkk . didapatkan hasil analisis data menunjukkan bahwa dari 8 . ,6%) responden dengan IMT overweight dengan kejadian preeklampsia, sedangkan 51 . ,4%) reponden IMT obesitas dengan kejadian preeklampsia. Setelah dianalisis dengan menggunakan uji chisquare ternyata ditetapkan nilai p-value =0. (P<0,. Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan kejadian preeklampsia di RSUD SUNGAI BAHAR. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan Octavia H. , dkk . dengan hasil uji chi-square diperoleh p = 0,027 dengan OR 6, 182, maka dapat disimpulkan bahwa hasil membuktikan adanya hubungan indeks massa tubuh >29 terhadap kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Ibu hamil yang memiliki berat badan yang berlebih dapat beresiko mengalami Pada umumnya orang dengan IMT berlebih/obesitas memiliki pola makan dengan rendah serat, tinggi kalori, dan lemak. Selain itu, obesitas disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor genetik, gangguan metabolik, serta gaya hidup yang tidak sehat. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan data yang terkumpul, dapat disimpulkan bahwa: Indeks Massa Tubuh (IMT) ibu hamil di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2024 sebagian besar overweight. Kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2024 hampir seluruhnya tidak mengalami preeklamsia. Ada hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) ibu Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojororto Kota Kediri Tahun 2024. Disarankan dapat memberi masukan informasi bagi layanan kesehatan khususnya di tempat penelitian dalam upaya mencegah terjadinya preeklamsia pada kehamilan. DAFTAR PUSTAKA