Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Kemampuan Menulis Surat Resmi Siswa Kelas VII MTSN 1 Padang Menggunakan Teknik Pemodelan 1,2,3 Selvia Anggria Nengsih1*. Dwi Muthia Chan2. Susanti Marisya3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Ekasakti-Aai Padang. Indonesia *Email: selviaanggria@gmail. Received 25/07/2025 . Revised 10/08/2025 . Accepted 22/08/2025 . Published 25/08/2025 Abstrak Penelitian ini didasari oleh keterlibatan guru dalam mengajar belum menggunakan teknik pemodelan. Peserta didik belum memahami surat resmi karena sumber kurang memadai. Peserta didik kesulitan dengan menuangkan ide-idenya Secara tertulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan keterampilan menulis surat resmi siswa kelas VII MTsN 1 Padang menggunakan teknik pemodelan. Jenis penelitian ini adalah kuntitatif deskriptif dengan populasi berjumlah 351 peserta didik kelas VII MTsN | Padang. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu 31 siswa kelas VILI. Instrumen utama berupa tes unjuk kerja. Dengan Kata Kunci: dengan langkah . Peneliti memberikan pembelajaran tentang menulis surat resmi menggunkan teknik pemodelan yang berkaitan Keterampilan Menulis dengan penulisan surat resmi dan . Peneliti memberikan tes unjuk Surat Resmi, | kerja kepada sampel penelitian. peneliti menjelaskan tes unjuk Menggunakan Teknik kerja yang telah bagikan. Menyeleksi hasil tes unjuk kerja. Pemodelan Hasil tulisan peserta didik dikumpulkan dan diberikan skor sesuai penanda penilaian yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan siswa per indikator: siswa mampu mencapai hasil baik (B) dalam kepala Kata Kunci: Kemampuan menulis, teks eksposisi, berbasis discover learning Abstract This research is based on the fact that many students have difficulty in writing exposition texts, especially in determining the main idea, formulating problems, and choosing appropriate words and language to compose the thesis, arguments, and reaffirmation sections. The purpose of this study is to describe and explain the ability to write exposition texts based on the discovery learning model in phase X students at SMA Negeri 8 Padang. This study uses a quantitative descriptive approach. Data were obtained through performance tests and documentation, then analyzed by assessing students' writing results, giving scores, converting scores into grades, calculating averages, discussing, and drawing conclusions. The results showed that the ability to write exposition texts with the discovery learning model was in the very good category, with an average value of 86. 72, which was in the range of 86-95 on a scale of 10. This proves that the discovery learning model is effective in improving students' text writing, especially in the aspects of developing theses, arguments, and reaffirmation. Keywords: writing ability, expository text, discovery learning PENDAHULUAN Kemampuan menulis surat resmi pada peserta didik kelas VII masih sering bermasalah pada ketepatan format, kelengkapan unsur, dan ketelitian ejaan, sehingga produk tulisan tidak memenuhi konvensi surat resmi secara konsisten. Pola ini tampak pada studi kelas yang melaporkan kemampuan awal menulis surat resmi berada pada kategori rendah sebelum pembelajaran diberi struktur yang jelas. misalnya nilai prasiklus 46,4 pada tugas menulis surat resmi sebelum penerapan pemodelan, lalu meningkat setelah intervensi dilakukan (Fitri. Temuan serupa juga terlihat pada konteks lain ketika kemampuan awal menulis surat resmi berada pada kategori Aukurang baikAy sebelum perlakuan, kemudian meningkat setelah This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 340 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ strategi pembelajaran berbasis bantuan terarah diterapkan (Waruwu & Lubis, 2024. Harahap. Sejumlah penelitian 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa pembelajaran menulis yang menampilkan contoh teks yang dianalisis bersama, langkah kerja yang dituntun, dan latihan bertahap cenderung menghasilkan peningkatan yang lebih stabil. Pada pembelajaran surat resmi, teknik pemodelan dilaporkan mampu menaikkan capaian dari prasiklus ke siklus berikutnya hingga mencapai kategori baik, karena siswa memiliki acuan konkret untuk menata bagian surat, memilih bahasa yang sesuai, dan memperbaiki ejaan (Fitri, 2. Dalam literatur pembelajaran menulis yang lebih luas, pengajaran menulis eksplisit menekankan modeling dan scaffolding sebagai mekanisme utama untuk membuat strategi menulis dapat diamati lalu diinternalisasi (Falardeau et al. , 2. , sejalan dengan bukti review bahwa pendekatan berbasis genre memanfaatkan tahap pemodelan/dekonstruksi teks sebagai pengungkit perbaikan performa menulis (Aulia, 2. Studi lain memperkuat bahwa perbaikan kemampuan menulis surat resmi muncul ketika pembelajaran tidak berhenti pada ceramah, tetapi memberi ruang praktik dengan umpan balik. Revisi teman sebaya . eer editin. pada siswa kelas VII dilaporkan meningkatkan rata-rata skor secara tajam dari sebelum ke sesudah perlakuan (Waruwu & Lubis, 2. , dan penggabungan latihan menulis terstruktur dengan kerja berbantuan teman sebaya juga dibahas sebagai tambahan bernilai dalam program pengajaran menulis eksplisit (De Smedt et , 2. Pada konteks berbeda, model berbasis proyek dan pembelajaran kontekstual juga dilaporkan meningkatkan keterampilan menulis surat resmi karena siswa berlatih dengan contoh, tugas autentik, dan refleksi bertahap (Simanjuntak & Sitepu, 2023. Pintubatu et al. Walaupun bukti manfaat strategi terstruktur cukup kuat, peta riset masih menyisakan celah untuk konteks kelas VII MTs, khususnya pada pemetaan rinci bagian surat resmi yang paling lemah setelah pembelajaran teknik pemodelan diterapkan. Banyak studi berfokus pada jenjang/kelas lain . isalnya kelas Vi SMP atau SMA) atau menggunakan strategi selain pemodelan murni, sehingga bukti yang spesifik untuk kelas VII MTsN pada konteks lokal Padang masih terbatas (Fitri, 2016. Harahap, 2021. Waruwu & Lubis, 2. Berdasarkan gap tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis surat resmi siswa kelas VII MTsN 1 Padang melalui penerapan teknik pemodelan, sekaligus memetakan capaian siswa pada indikator kunci . ormat dan unsur surat, ketepatan pilihan kata/kalimat, serta ketelitian ejaa. agar terlihat area yang sudah kuat dan area yang masih memerlukan penguatan. Kebaruan penelitian terletak pada penyajian profil kemampuan menulis surat resmi pada konteks kelas VII MTsN 1 Padang berbasis indikator setelah pembelajaran teknik pemodelan, sehingga rekomendasi perbaikan pembelajaran dapat diarahkan secara presisi pada komponen surat yang paling rentan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk menggambarkan kemampuan menulis surat resmi siswa kelas VII MTsN 1 Padang setelah pembelajaran dengan teknik pemodelan. Objek penelitian adalah produk tulisan surat resmi siswa, dengan ruang lingkup penilaian meliputi ketepatan format dan kelengkapan unsur surat, ketepatan bahasa . ilihan kata dan kalimat efekti. , serta ketelitian ejaan dan tanda baca. Bahan utama berupa teks model surat resmi, lembar kerja, rubrik penilaian, dan pedoman penskoran, sedangkan alat yang digunakan meliputi perangkat pembelajaran, lembar jawaban, dan alat tulis. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 341 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja menulis surat resmi dan dokumentasi naskah tulisan siswa. Variabel bebas adalah penerapan teknik pemodelan, sedangkan variabel terikat adalah kemampuan menulis surat resmi siswa yang diukur melalui skor rubrik. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan langkah penskoran berdasarkan indikator, konversi nilai menjadi skala 0Ae100, perhitungan rata-rata kelas dan rata-rata per indikator, serta penyajian persentase kategori kemampuan untuk memetakan bagian surat yang paling kuat dan paling lemah. HASIL DAN PEMBAHASAN Keterampilan Menulis Surat Resmi Siswa Tingkat VII MTsN 1 Padang Menggunakan Teknik Pemodelan Secara Keseluruhan Data keterampilan menulis surat resmi dikumpulkan melalui tes unjuk kerja, lalu dinilai berdasarkan 10 indikator, yaitu . kepala/kop surat, . tanggal surat resmi, . nomor surat resmi, . lampiran surat resmi, . hal/perihal surat resmi, . tujuan surat resmi, . salam pembuka, . isi surat resmi, . salam penutup, dan . pengirim surat resmi. Setiap indikator diberi skor 1Ae3. Hasil penilaian menunjukkan skor tertinggi 25 . ilai 83,. dan skor terendah 16 . ilai 53,. Rentang nilai tersebut menggambarkan bahwa kualitas tulisan sudah tampak terbentuk pada sebagian siswa, tetapi konsistensi pemenuhan unsur dan ketepatan format antarbagian surat masih bervariasi. Variasi ini sejalan dengan temuan riset bahwa menulis berkembang lebih stabil ketika strategi, contoh, dan kriteria kualitas diajarkan secara eksplisit melalui pemodelan dan scaffolding, bukan hanya melalui penugasan produk akhir (Falardeau et al. , 2. Secara teoretik, teknik pemodelan bekerja sebagai bentuk explicit writing instruction: siswa melihat contoh utuh, mendekonstruksi bagian-bagian teks, lalu menulis dengan bimbingan menuju mandiri. Pola ini konsisten dengan sintesis riset yang menegaskan bahwa intervensi menulis yang menggabungkan strategi eksplisit, pemodelan, scaffolding, dan regulasi diri cenderung meningkatkan kualitas tulisan dan mengurangi kesalahan pada struktur teks (Kokkali & Antoniou, 2024. Fernandez & Guilbert, 2. Keterampilan Menulis Surat Resmi Siswa Tingkat VII MTsN 1 Padang Menggunakan Teknik Pemodelan Dilihat dari Indikator Kepala Surat atau Kop Surat Pada indikator kepala/kop surat, sebagian siswa telah mencapai skor tinggi, yaitu skor 3 sebanyak 8 orang . ,67%) dan skor 2 sebanyak 11 orang . ,67%). Pola ini menunjukkan bahwa unsur yang bersifat visual dan tetap . dentitas instansi, format ko. relatif lebih mudah direplikasi ketika model ditampilkan dengan jelas. Hal ini sejalan dengan kajian pembelajaran berbasis genre yang menempatkan tahap modeling/deconstructing sebagai kunci agar siswa menangkap konvensi format dan organisasi teks sebelum menulis mandiri (Aulia, 2. Tanggal Surat Resmi Pada indikator tanggal surat resmi, siswa yang memperoleh skor 3 berjumlah 18 orang . ,00%). Dominasi capaian tinggi pada indikator ini dapat dijelaskan karena tanggal termasuk komponen sederhana, beraturan, dan mudah diidentifikasi pada surat model, sehingga beban kognitifnya lebih rendah dibanding komponen yang menuntut ketepatan konvensi Temuan seperti ini selaras dengan literatur explicit instruction yang menekankan bahwa komponen yang jelas kriterianya dan segera terlihat pada contoh cenderung lebih cepat dikuasai melalui pemodelan dan latihan terbimbing (Falardeau et al. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 342 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Nomor Surat Resmi Pada indikator nomor surat resmi, siswa yang memperoleh skor 3 berjumlah 9 orang . ,00%), skor 2 berjumlah 4 orang . ,33%), dan skor 1 berjumlah 6 orang . ,00%). Variasi ini menunjukkan bahwa nomor surat adalah bagian yang lebih rentan karena menuntut ketepatan pola penomoran, penempatan, serta konsistensi format administratif yang tidak selalu intuitif bagi siswa. Pola indikator administratif lebih sulit juga tampak pada penelitianpenelitian menulis surat dinas/surat resmi yang menunjukkan peningkatan hasil ketika pembelajaran dibuat sangat terstruktur dan disertai contoh serta latihan bertahap, baik melalui model kalimat terpandu, circuit learning berbantuan media, maupun project-based learning (Muliati & Sugiarti, 2024. Istikomah et al. , 2024. Ritonga & Izar, 2. Lampiran Surat Resmi Hasil penilaian menunjukkan tidak ada siswa yang memperoleh skor 3 . %). diperoleh 2 siswa . ,67%). dan skor 1 diperoleh 15 siswa . ,00%). Pola ini menandakan bahwa lampiran merupakan komponen yang paling sering tidak terpenuhi secara tepat. Secara teoretik, komponen lampiran bersifat kondisional dan prosedural: siswa harus memahami kapan lampiran diperlukan, bagaimana menuliskannya, dan bagaimana konsistensinya dengan isi surat. Kesulitan pada komponen prosedural seperti ini lazim muncul bila pembelajaran menulis hanya menekankan produk, bukan pengambilan keputusan berbasis aturan genre. karena itu, pemodelan yang efektif perlu menampilkan contoh dan aturan pemilihan melalui pengajaran eksplisit dan scaffolding (Aulia, 2024. Falardeau et al. Penguatan melalui daftar periksa dan latihan bertahap juga sejalan dengan temuan bahwa intervensi menulis yang eksplisit lebih mampu menekan kesalahan format-konvensi dibanding latihan bebas tanpa panduan (Kokkali & Antoniou, 2. Hal atau Perihal Surat Resmi Pada indikator perihal, siswa yang memperoleh skor 3 berjumlah 17 orang . ,67%), sedangkan skor 2 dan skor 1 masing-masing tercatat 0 orang . %). Capaian ini menunjukkan komponen perihal relatif lebih mudah dipenuhi dibanding komponen administratif lain. Perihal umumnya berbentuk frasa ringkas dan sangat dekat dengan pola yang dapat ditiru dari surat model, sehingga pemodelan bekerja kuat pada bagian yang formulaik. Pada pembelajaran berbasis genre, bagian formulaik sering menjadi pintu masuk karena cirinya stabil dan mudah didekonstruksi saat tahap modeling/deconstructing (Aulia, 2. Temuan ini konsisten dengan literatur pengajaran menulis eksplisit yang menekankan bahwa ketika kriteria kualitas tampak jelas pada contoh dan dipraktikkan dalam latihan terbimbing, akurasi komponen meningkat lebih cepat (Falardeau et al. , 2. Tujuan Surat Resmi Pada indikator tujuan surat resmi, tidak ada siswa yang memperoleh skor 3 . %). 2 diperoleh 14 siswa . ,67%). dan skor 1 diperoleh 2 siswa . ,67%). Data ini menunjukkan tujuan surat cenderung belum ditulis dengan ketepatan maksimal. Tujuan surat menuntut ketepatan pragmatik . iapa penerima, maksud, dan tindakan yang diharapka. , sehingga tidak cukup hanya meniru bentuk. siswa harus memahami fungsi komunikatifnya. Literatur intervensi menulis menjelaskan bahwa kualitas bagian yang bersifat fungsi retoris meningkat ketika pembelajaran menekankan strategi eksplisit, contoh tandingan . ontoh baik vs kurang tepa. , dan konstruksi bersama sebelum mandiri (Falardeau et al. , 2024. De Smedt et al. Dengan kata lain, pemodelan yang hanya menunjukkan bentuk tanpa mendiskusikan alasan pemilihan kata/kalimat tujuan akan menghasilkan capaian yang berhenti pada kategori AucukupAy (Aulia, 2. Salam Pembuka This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 343 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pada indikator salam pembuka, skor 3 diperoleh 3 siswa . ,00%), skor 2 diperoleh 10 siswa . ,33%), dan skor 1 tercatat 0 siswa . %). Secara umum, salam pembuka sudah relatif terbentuk, meskipun proporsi skor tertinggi masih rendah. Salam pembuka merupakan konvensi kesantunan yang memiliki bentuk baku, sehingga pemodelan membantu siswa menangkap pola dengan cepat, tetapi variasi konteks penerima dapat membuat ketepatan tingkat formalitas belum stabil. Pengajaran menulis eksplisit yang menyoroti pilihan register . agam bahas. dan memberi umpan balik spesifik terbukti membantu perbaikan aspek kebahasaan yang berhubungan dengan kesesuaian konteks (Falardeau et al. , 2. Praktik revisi terstruktur dan umpan balik sejawat juga sering meningkatkan ketepatan bagian-bagian formulaik karena kesalahan mudah dikenali dan cepat diperbaiki (De Smedt et al. , 2. Isi Surat Resmi Pada indikator isi surat resmi, skor 3 diperoleh 16 siswa . ,33%), skor 2 diperoleh 2 siswa . ,67%), dan skor 1 diperoleh 1 siswa . ,33%). Capaian ini menunjukkan lebih dari separuh siswa telah mampu menulis isi surat dengan kualitas baik menurut rubrik. Isi surat menuntut koherensi gagasan, ketepatan informasi, dan kejelasan tujuan, sehingga capaian skor 3 mengindikasikan pemodelan berhasil memandu struktur isi dan arah komunikasi. Hal ini selaras dengan kajian bahwa pendekatan eksplisit yang memodelkan struktur teks, memberi latihan terbimbing, lalu memindahkan tanggung jawab ke siswa . radual releas. efektif meningkatkan kualitas organisasi dan kejelasan tulisan (Falardeau et al. , 2024. Kokkali & Antoniou, 2. Meski demikian, keberadaan skor 1Ae2 menunjukkan sebagian siswa masih memerlukan dukungan pada pengembangan detail dan ketepatan kalimat, yang secara konsisten dilaporkan lebih responsif terhadap strategi menulis terstruktur dan revisi berbantuan (De Smedt et al. , 2. Salam Penutup Pada indikator salam penutup, tidak ada siswa yang memperoleh skor 3 . %). diperoleh 7 siswa . ,33%). dan skor 1 diperoleh 11 siswa . ,67%). Dibanding salam pembuka, salam penutup terlihat lebih bermasalah dan belum mencapai kategori terbaik. Salam penutup tidak hanya mengakhiri surat, tetapi juga menuntut konsistensi dengan isi, tingkat formalitas, dan kelengkapan unsur penutup. Literatur genre menempatkan bagian penutup sebagai konvensi yang perlu diajarkan melalui pemodelan dan dekonstruksi yang eksplisit karena siswa sering menganggapnya sekadar formalitas, bukan bagian yang memiliki aturan (Aulia, 2. Selain itu, studi intervensi menulis menegaskan bahwa akurasi komponen yang berhubungan dengan kesesuaian konteks dan pilihan bahasa meningkat ketika umpan balik diarahkan pada kesalahan spesifik dan siswa diberi kesempatan revisi terstruktur (Falardeau et al. , 2024. De Smedt et al. , 2. Pengirim Surat Resmi Hasil penilaian pada indikator pengirim surat resmi menunjukkan tidak ada siswa yang memperoleh skor 3 . %). Sebanyak 12 siswa . ,00%) memperoleh skor 2 dan 5 siswa . ,67%) memperoleh skor 1. Pola ini mengindikasikan bahwa bagian pengirim . ama/identitas, jabatan bila diperlukan, tata letak/penempata. belum ditulis konsisten sesuai konvensi surat resmi. Kelemahan pada komponen yang menuntut ketelitian format dan konsistensi konvensi umumnya lebih mudah ditekan bila pengajaran menulis dilakukan secara eksplisit melalui pemodelan, scaffolding, dan latihan revisi terarah (Falardeau et al. De Smedt et al. , 2. Secara keseluruhan, penelitian ini melaporkan rata-rata 65,79 . ategori cukup/C) pada skala 10, dengan profil indikator yang tidak merata: tinggi pada komponen yang cenderung This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 344 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ tetap dan mudah ditiru seperti tanggal . , isi surat . , hal/perihal . , serta kop surat . , tetapi rendah pada komponen yang bersifat kondisional dan berlapis aturan seperti lampiran . , salam penutup . , dan komponen yang memerlukan ketepatan pragmatik-format seperti tujuan surat . , salam pembuka . , dan pengirim . Ketimpangan ini konsisten dengan teori pembelajaran berbasis genre dan explicit writing instruction: pemodelan efektif untuk bagian-bagian formulaik, tetapi bagian yang menuntut keputusan kontekstual dan konsistensi format memerlukan dekonstruksi aturan, contoh kontras . enarAekelir. , dan latihan bertahap dari konstruksi bersama menuju mandiri (Aulia. Thongchalerm & Jarunthawatchai, 2020. Falardeau et al. , 2. Dari sisi proses kognitif, komponen seperti lampiran, salam penutup, dan pengirim memiliki interaktivitas unsur lebih tinggi . arus selaras dengan isi, tujuan, dan tata leta. , sehingga beban pemrosesan meningkat ketika aturan tidak dieksplisitkan. Prinsip worked examples menjelaskan bahwa contoh langkah demi langkah membantu mengurangi beban kognitif dan meningkatkan ketepatan penerapan prosedur. dalam konteks surat resmi, ini berarti model surat perlu disertai aturan pemilihan . apan lampiran ada/tida. , checklist penutupAepengirim, serta sesi revisi yang menargetkan kesalahan konvensi (Lange et al. , 2021. Kokkali & Antoniou, 2. Penguatan melalui latihan revisi dan/atau praktik kolaboratif terstruktur juga relevan karena memberi kesempatan siswa memeriksa konsistensi formatkonvensi secara berulang (De Smedt et al. , 2. KESIMPULAN Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis surat resmi siswa kelas VII MTsN 1 Padang melalui teknik pemodelan berada pada kategori cukup, dengan nilai rata-rata 65,79. Rentang capaian individu berada antara 53,33 . sampai 83,33 . , yang menandakan variasi penguasaan antar siswa masih terlihat meskipun pembelajaran telah diarahkan menggunakan contoh/model. Dilihat per indikator, penguasaan tertinggi terdapat pada komponen yang formatnya relatif tetap dan mudah ditiru dari model, yaitu tanggal surat . , isi surat . , hal/perihal . , dan kop surat . Sebaliknya, penguasaan terendah muncul pada komponen yang bersifat kondisional dan menuntut konsistensi konvensi administratif serta ketepatan pragmatik-format, terutama lampiran . dan salam penutup . , disusul tujuan surat . , salam pembuka . , dan pengirim surat . Temuan ini menegaskan bahwa teknik pemodelan paling kuat membentuk akurasi pada bagian-bagian formulaik, sementara bagian yang memerlukan keputusan konteks dan ketelitian aturan surat masih menjadi titik lemah utama. DAFTAR PUSTAKA