Volume 1 No. 1 2024, 1 - 12 DOI : xx. Journal of Education & Managementand Innovation https://journal. E-ISSN x-x TANTANGAN DAN PROBLEMATIKA PSIKOLOGI PESERTA DIDIK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4. 0: PERSPEKTIF PENDIDIKAN MASA KINI Jefri Nanang Setyawan Universitas Negeri Malang. Indonesia, jefrinanang1@gmail. INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Received : 4/10/2024 Revised : 29/11/2024 Accepted 25/12/2024 Keywords: Psychology. Students. Revolution 4. Kata Kunci: Psikologi. Peserta Didik. Revolusi 4. How to cite : ABSTRACT The purpose of writing this article is to find out the problems that occur in the psychology of students in the industrial revolution 4. This problem is raised as a problem material that needs to be studied by educators in carrying out the learning process by studying and understanding how the psychology of students in the industrial revolution 4. 0 is. In writing this article, it uses a literature review study method, namely by examining various theories that are relevant to the main problems raised in this article. Based on the results of the literature review, it was obtained that the problems in the psychology of students in the industrial 0 are relevant problems to be studied in the interest of achieving learning objectives. ABSTRAK Tujuan penulisan artikel ini adalah ingin mengetahui problematika yang terjadi pada psikologi peserta didik pada revolusi industri 4. Problematika ini diangkat sebagai bahan permasalahan yang perlu dikaji oleh tenaga pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan mempelajari dan memahami bagaimana psikologi peserta didik pada revolusi industri 4. 0 ini. Pada penulisan artikel ini menggunakan metode studi kajian literatur yaitu dengan mengkaji berbagai teori-teori yang relevan dengan pokok permasalahan yang diangkat pada artikel ini. Berdasarkan hasil kajian literatur diperoleh bahwa problematika pada psikologi peserta didik pada revolusi industri 4. 0 merupakan permasalahan yang relevan untuk dikaji dalam kepentingan tercapainya tujuan pembelajaran. Setyawan. Challenges and Problems of Student Psychology in the Industrial Revolution 4. 0 Era: Current Educational Perspectives: Tantangan Dan Problematika Psikologi Peserta Didik Di Era Revolusi Industri 4. 0: Perspektif Pendidikan Masa Kini. JEMINOV (Journal of Education Management and Innovatio. , 1. , 65Ae72. LATAR BELAKANG Pada era revolusi industri 4. 0, perubahan teknologi dan transformasi digital memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Peserta didik di era revolusi 4. 0 memiliki pengalaman dan tantangan yang unik. Perkembangan teknologi membawa perubahan dalam cara peserta didik belajar dan berinteraksi dengan informasi (Bhat, 2. Peserta didik di era revolusi 4. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 01 - 12 dituntut untuk memiliki kemampuan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan yang terjadi (Rusdiana, 2. Dalam konteks psikologi, peserta didik di era revolusi 4. 0 memiliki pola pikir dan sikap yang berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap teknologi dan memiliki akses yang lebih besar ke informasi. Psikologi peserta didik di era revolusi 4. 0 juga mencakup aspek-aspek seperti: . Perkembangan Kognitif. Peserta didik di era revolusi 4. 0 menghadapi tuntutan untuk memiliki kemampuan kognitif yang lebih kompleks, seperti kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif, . Emosi dan Kesejahteraan: Peserta didik di era revolusi 4. 0 juga menghadapi tekanan yang lebih tinggi dalam hal kompetisi dan ekspektasi yang tinggi. Mereka perlu mengatasi stres akademik, kecemasan sosial, dan tekanan untuk mencapai kesukses dalam lingkungan yang kompetitif, dan . Pengembangan Identitas dan Nilai: Peserta didik di era revolusi 4. 0 juga mengalami tantangan dalam proses pengembangan identitas dan nilai-nilai mereka (Rahman et al. , 2. Sebelum melakukan proses pembelajaran, tenaga pendidik perlu menyiapkan rancangan pembelajaran sebagai acuan atau pedoman dalam memudahkan kelancaran proses pembelajaran. Rancangan pembelajaran selain dari kurikulum yang dibuat, tenaga pendidik perlu meramal atau memprediksi kegiatan yang akan dilakukan didalam kelas atau dengan membuat sebuah semulasi kecil sebagai pandangan jika terjadi beberapa hal yang tidak dapat mendukung tujuan dari pembelajaran. Hal yang perlu diprediksi salah satunya yaitu bagaimana karakter dari berbagai macam peserta didik atau bisa di sebut sebagai psikologi peserta didik. Psikologi pada peserta didik tetap menjadi sebuah polemik yang masih penting untuk dibahas. Mengapa demikian? karena lingkungan dan keadaan yang mempengaruhi, salah satunya yaitu pola asuh, didikan, dan model peran pendidik dalam memberikan kemanfaatan bagi peserta didik untuk menjadi generasi yang berbakti bagi negara, bangsa dan agama. Dalam menciptakan generasi kompeten dengan nilai afektif, kognitif, dan psikomotorik yaitu guru perlu menunjukkan bahwa program pendidikan yang diterapkan didalam sekolah dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan karena guru merupakan pelaku utama dalam pendidikan (Pujiono, 2. Peran tenaga pendidik merupakan tugas dalam mencerdaskan bangsa sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam melaksanakan peranan sebagai tenaga pendidik, perlu memahami pola asuh, didikan, model peran pendidik yang menjadi pengaruh terhadap psikologi peserta didik. Dalam setiap masa, psikologi peserta didik berbeda disebabkan perkembangan zaman sehingga pola-pola pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik dalam menjalankan juga berbeda. Oleh sebab itu, perubahan mental yang dialami oleh peserta didik berbeda pada setiap masanya sehingga kekuatan mental peserta didik tidak sama dan menyebabkan pola pembelajaran juga berbeda. Masa yang dialami sekarang yaitu revolusi industri 4. dimana mayoritas institusi melakukan sebuah perubahan dengan menyesuaikan perkembangan teknologi. Pada saat menjelang pemilu presiden Tahun 2014 calon presiden Ir. Joko Widodo di kutip dalam (Suwardana, 2. menyampaikan bahwa perubahan pada revolusi industri 4. 0 ini bukan hanya pada institusi saja, namun revolusi mental manusia juga perlu mengalami perubahan menjadi lebih baik. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 01 - 12 Pada penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui problematik yang terjadi pada revolusi industri 4. 0 tentang bagaimana peran tenaga pendidik dalam membentuk psikologi yang baik bagi peserta didik. Karakteristik pada peserta didik pada setiap perkembangan industri berbeda sehingga juga mempengaruhi terhadap cara tenaga pendidik dalam menyesuaikan peran dalam menjadi model keteladanan bagi peserta didik serta dalam mengasuh dan mendidik yang tentunya juga berbeda strategi. Oleh sebab itu, penulis mengangkat tema ini sebagai pandangan bahwa terdapat permasalahan yang terkandung dalam psikologi peserta didik pada revolusi industri 4. METODE PENELITIAN Dalam artikel ini menggunakan metode studi kajian literatur. Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan mengkaji berbagai teori yang sesuai dengen permasalahannya dengan menggunakan sumber buku, literatur, catatan, serta berbagai macam laporan (Dito & Pujiastuti, 2. Hal ini dilakukan untuk mengkaji permasalahan-permasalahan yang terkandung dalam pokok tema artikel ini sehingga menemukan fokus permasalahan yang dapat dijadikan acuan bagi penulis lain menemukan solusi terkait permasalahan tersebut. Fokus permasalahan diambil dengan teori-teori yang relevan sehingga prolematika ini menjadi kedudukan pembahasan penting untuk dilanjutkan pencarian solusinya. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil kajian literatur dengan mengkaji teori-teori yang relevan dengan psikologi peserta didik pada revolusi industri 4. 0 menunjukkan bahwa problematika psikologi peserta didik dalam belajar menjadi salah satu kedudukan masalah yang perlu Permasalahan yang terkandung dalam psikologi peserta didik pada setiap revolusi sangat berbeda. Pada setiap revolusi menunjukkan perubahan perkembangan zaman, tentunya perubahan kesesuaian peserta didik juga ditentukan oleh perubahan revolusi tersebut. Revolusi industri 4. 0 menunjukkan perkembangan zaman yang terhubung dengan cara kerja manusia yang sudah tidak dilakukan secara manual, namun dilakukan secara otomatis atau berbasis digital. Oleh karena itu, kesesuaian revolusi mentalitas dengan revolusi industri 4. 0 menjadi sumber persoalan untuk didudukkan sehingga menjadi problematika yang efektif untuk dilakukan penelitian oleh peneliti Sesuai dengan pernyataan Suwardana . bahwa pada revolusi industri 4. perubahan dalam bentuk pola pikir dan mentalitas menjadi persoalan yang tidak mudah. Oleh karena itu dalam membentuk pemikiran yang kompetitif serta mentalitas yang sesuai dengan perubahan revolusi ini, tenaga pendidik tetap menjadi garda terdepan untuk membangun psikologi peserta didik dengan mendidik karakter dan etika peserta didik yang sesuai dengan budaya serta nilai luhur yang baik (Lubis et al. , 2. Revolusi Industri 4. Revolusi industri merupakan perubahan yang terjadi pada sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar kebutuhan pokok dengan keinginan. Perjalanan perubahan dalam revolusi yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu. Dikutip dalam Suwardana JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 01 - 12 AuRevolusi Industri" merupakan istilah diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui pada abad pertengahan ke-19. Perjalanan revolusi industri ini berjalan dari masa ke masa, dan pada tahun ini sampai pada masa revolusi Tentunya pada revolusi industri ini berpengaruh terhadap pendidikan Dikutip dalam Lase . bahwa revolusi industri 4. 0 dikenalkan oleh Profesor Klaus Schwab asal jerman dengan penggagas bukunya yang berjudul AuThe Fourth Industrial RevolutionAy yang menjelaskan bahwa revolusi industri 4. 0 merupakan revolusi yang fundamental dalam merubah cara hidup, bekerja, dan hubungan satu dengan yang lain. Menurut Lase . pendidikan pada revolusi industri 4. merupakan keselarasan manusia dengan teknologi dalam menciptakan peluangpeluang baru yang inovatif dan kreatif. Hal ini merupakan lonjakan bagi tenaga kependidikan dan peserta didik itu sendiri untuk membiasakan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman ini. Pada pendidikan 4. 0 menjadi fenomena yang cukup fundamental, dimana tenaga pendidik dan peserta didik diselerasakan dengan mesin untuk dapat memperoleh solusi dan memecahkan masalah serta menemukan inovasi baru dalam memanfaatkan perbaikan kehidupan manusia modern. Pada pendidikan 4. 0 menjadi potensi manfaat sangat besar dan juga memiliki tantangan yang sangat besar pula. Dimana digital memudahkan dalam pembelajaran serta meningkatkan kekreatifitas dan inovatif tenaga pendidik dalam proses Namun, pendidikan 4. 0 menjadikan tantang bagi pendidik dalam menerapkan pendidikan karakter peserta didik dengan baik, dimana semua hal yang dilakukan dengan otomatisasi, tetapi pada pendidikan karakter tidak bisa dilakukan dengan otomatis. Sesuai dengan pernyataan Pratama . yang menyatakan bahwa pada revolusi industri pendidikan 4. 0 peran pendidik dalam meningkatkan dalam spritualitas untuk mengantarkan pendidikan karakter yang baik menjadi tantangan dalam menciptakan psikologi peserta didik juga terbangun dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa peranan pendidik dalam mencerdakan kehidupan bangsa tidak dapat digantikan oleh teknologi. Psikologi Peserta didik Peserta didik merupakan objek perlakuan tenaga pendidik didalam pendidikan. Pendidik melaksanakan peran sebagai seorang yang mengajar, mendidik, serta menjadi peran model bagi peserta didik didalam sekolah. Tercapainya tujuan pendidikan didalam sekolah, yaitu diukur dari hasil belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaku utama yaitu pendidik perlu menanamkan psikologi yang baik bagi peserta didik. Psikologi peserta didik merupakan mentalitas peserta didik yang meliputi bentuknya karakter dengan pola asuh pendidik serta didikan dan juga peran model orang tua yang digantikan oleh guru pada saat berada didalam lingkungan sekolah. Hal-hal yang meliputi perubahan mental adalah memori, penalaran, imanjinasi, persepsi, emosi serta sikap sosial yang lama . berganti dengan sikap sosial yang baru . Peranan utama dalam membentuk psikologi peserta didik ialah tenaga pendidik. Tenaga pendidik sangat diharapkan menguasai dan memahami tentang psikologi pendidikan, dimana pada pendidikan terdapat psikologi secara spesifiknya. Peranan JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 01 - 12 pendidik dalam membangun psikologi peserta didik yang baik terdapat pada pemahaman psikologi pendidikan pendidik. Hal ini ingin menunjukkan bahwa dengan memahami psikologi peserta didik dapat memudahkakan pendidik dalam mengasuh, mendidik, dan menjadi peran teladan bagi peserta didik. Fi Ismi et al. mengemukakan bahwa pentingnya pendidik penting memahami psikologi peserta didik untuk menunjang kebutuhan pada saat proses belajar mengajar yang berfungsi antara lain: . Dalam proses perkembangan peserta didik, . dalam mengarahkan cara belajar peserta didik, . dalam penghubung antara mengajar dan belajar, dan . dalam pengambilan keputusan pada pengelolaan proses mengajar Pemahamana pendidik dalam kebutuhan peserta didik dengan memahami psikologi peserta didik menjadi bukti bahwa akan terbentuknya perubahan revolusi mental peserta didik. Revolusi mental peserta didik merupakan perubahan struktur mentalitas manusia dalam membangun mental yang baik (Suwardana, 2. Hal ini menjadi penting pendidik dalam mencetak perubahan mental peserta didik menjadi manusia yang kompetitif dan penting pada revolusi industri 4. Dimana revolusi yang perlu dilakukan oleh peserta didik mendukung perubahan pola berpikir dan sesuatu yang diyakini atau hal yang berkaitan dengan internalitas peserta didik. Revolusi Mental pada Psikologi Peserta Didik Menurut Sholekhah . menyatakan bahwa terdapat lima bagian revolusi mentalitas yang berdampak pada psikologi peserta didik antara lain: Cara Berpikir . ola piki. Pola pikir merupakan bentuk pemikiran peserta didik dalam menyaring informasi dalam menentukan suatu keputusan yang terbaik dan tidak bagi peserta didik. Kegiatan ini dilakukan dengan latihan dalam mengasah cara berpikir peserta didik dalam memecahkan permasalah, sehingga peserta didik terbiasa dalam pola pikir yang kritis dalam menyelesaikan permasalahan. Hal ini menjadi tugas pendidik dalam membimbing peserta didik dalam memecahkan masalah yang sesuai dengan kurikulum 2013, pendidik hanya menfasilitasi dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, pola pikir peserta didik semakin tajam sehingga sangat mudah dalam memecahkan permasalahan. Cara meyakini . piritual-hat. Spiritual adalah ketenangan diri dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Nilai-nilai spiritual dibangun dari sebuah kepercayaan, dimana roh dan jiwa menyambung kepada sang pencipta sehingga ketika diaplikasikan dikehidupan sehari-hari dapat membangun terbentuknya karakter dalam meyakini Tuhan Yang Maha Esa. Hal yang penting dalam nilai spiritual yaitu pembentukan karakter pada peserta didik sehingga keyakinan peserta didik terhadap sang penciptanya maka akan semakin baik pula kepribadian peserta didik itu sendiri. Cara bersikap dan berprilaku . opan santun dan budi pekert. Sopan santun merupakan prilaku peserta didik yang ditanamkan oleh pendidik, dimana menjunjung tinggi dalam berprilaku menghormati, menghargai serta tidak merendahkan orang lain. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 01 - 12 Sedangkan budi pekerti adalah nilai etika yang terdapat didalamnya seperti baik buruk prilaku peserta didik sesuai dengan norma agama, hukum, budaya/adat istiadat, tata krama. Dalam mencetak generasi tidak perlu hanya dengan kemampuan kognitif saja, namun perlu memananakna akhlaq mulia dan etika sehingga menciptakan peserta didik yang kompeten dan berbudi luhur yang . Jujur dengan bertanggung jawab Jujur merupakan perilaku yang dilakukan dengan sebenar-benarnya kenyataan sehingga tindakan dan perkataannya dapat dipercaya oleh orang lain. Perilaku jujur menanamkan bahwa suatu hal yang dilakukan tidak akan berdampak negatif Sedangkan tanggung jawab ialah penanaman karakter dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Ketika mempunyai jiwa tanggung jawab, maka akan snaggup mempertanggung jawabkan perbuatan yang ditelah dilakukan. Kedua hal ini perlu diaplikasikan oleh pendidik terhadap peserta didik sehingga mentalitas peserta didik tertanam hal-hal positif. Kerja keras Kerja keras merupakan sifat kemandirian peserta didik yang harus ditanamkan sehingga peserta didik menjadi pribadi yang kuat mental dan tidak ketergantungan terhadap orang lain. Hal ini dapat diterapkan oleh pendidik pada saat proses pembelajaran dengan mengerjakan latihan, dimana peserta didik diberikan permasalahan individu sehingga menanamkan motivasi belajar dan keingintahuan yang lebih besar pada peserta didik. Tantangan dan Problematika Psikologi Peserta didik di Era Revolusi Industri 4. Pada revolusi industri 4. 0 menjadi tantangan bagi pendidikan dalam mengadaptasikan diri dengan digitalisasi. Hal ini menjadi gampang diselaraskan dengan pendidikan yang ada dikota, namun berbeda dengan pendidikan yang berada di pedesaan. Menjadi hal yang fundamental ketika kehidupan dapat diatur oleh teknologi secara otomatis sehingga pola hidup, kerja, dan hubungan dengan orang lain juga berubah. Hal menjadi tantangan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran dalam mencetak generasi bangsa yang kompetitif. Sesuai dengan potongan Undang- Undang Dasar 1945 yang mengatakan Aumencerdaskan bangsaAy. Revolusi Industri 4. 0 adalah era dimana teknologi digital mulai menjadi faktor utama dalam transformasi industri (Al Munawaroh & Dewi, 2. Di Era Revolusi Industri 4. 0, psikologi peserta didik menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Peserta didik di Era Revolusi 4. 0 menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang signifikan dalam bidang Pendidikan (AsAoad, 2. Mereka perlu mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi, seperti kemampuan pemecahan masalah, kreativitas, inovasi, komunikasi, dan Kerjasama (Rusdiana, 2. Dalam era Revolusi Industri 4. 0, psikologi peserta didik menjadi kunci dalam mempersiapkan mereka menghadapi perubahan dan tantangan tersebut. Peserta didik perlu memiliki sikap yang lebih percaya diri dan siap menghadapi perubahan. Dalam Revolusi Industri 4. 0, peserta didik perlu memiliki kemampuan untuk berpikir secara kritis, kreatif, dan inovatif. Mereka juga JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 01 - 12 perlu mampu berkomunikasi dengan baik dan bekerjasama dengan orang lain, baik secara fisik maupun secara virtual (Kurniahtunnisa et al. , 2. Dalam era Revolusi Industri 4. 0, peserta didik juga dihadapkan pada lingkungan pembelajaran yang berbeda. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas dengan guru sebagai sumber pengetahuan utama, tetapi juga memiliki akses kepada berbagai sumber informasi yang luas melalui internet. Dalam lingkungan pembelajaran ini, peserta didik memiliki kebebasan dalam menentukan atau memodifikasi proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka sendiri. Peran pendidik pada revolusi industri 4. 0 bukan hanya bertantangan dengan perkembangan digitalisasi, namun perlu melakukan revolusi mentalitas dari psikologi peserta didik dengan menanamkan pendidikan karakter untuk tetap menyelaraskan dengan perkembangan zaman teknologi saat ini (Pratidhina, 2. Pentingnya nilai-nilai karakter pada diri peserta didik untuk membentuk aset yang baik bagi dirinya dan bangsa (Pratama, 2. Berdasarkan ini menunjukkan bahwa peran pendidik dalam menerapkan pola asuh, didik, dan peran model pendidik dalam menentukan psikologi peserta didik khususnya pada revolusi industri 4. PENUTUP / KESIMPULAN Berdasarkan uraian diatas, disimpulkan bahwa problematika yang terkandung dalam artikel ini ialah bagaimana psikologi peserta didik dalam era revolusi industri 4. Dimana dari setiap revolusi industri berbeda dalam membangun psikologi peserta didik yang dilakukan pelaku utama pendidikan yaitu pendidik. Oleh Karena itu, bagaimana peranan pendidik dalam mencetak generasi yang mempunyai mentalitas yang baik sehingga pada masa ini, peserta didik mampu berevolusi mental untuk mengadaptasikan dengan perkembangan industri ini. DAFTAR PUSTAKA