Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Akreditasi No. 158/E/KPT/2021 DOI: 10. 24034/j25485024. p-ISSN 2548 Ae 298X e-ISSN 2548 Ae 5024 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN INVESTASI CRYPTOCURRENCY PADA KAUM MILENIAL I Gusti Ayu Diah Perayunda perayunda@gmail. Luh Putu Mahyuni Universitas Pendidikan Nasional ABSTRACT This study aims to comprehensively examine the factors that influence cryptocurrency investment decisions for millennials in the city of Denpasar. The data was collected using a google form web-based questionnaire instrument involving 100 millennial investor respondents who actively invest in buying and selling cryptocurrencies in the city of Denpasar. The data is processed and analyzed using the SmartPLS3 software The results show that financial experience and overconfidence have no effect on cryptocurrency investment decisions. Only risk tolerance affects cryptocurrency investment decisions. Other findings also show that overconfidence and risk tolerance are not able to mediate the relationship between financial experience and cryptocurrency investment decisions. The existence of this research has implications for the level of insight and awareness of the level of investment risk owned by investors, so that the decisions taken can be more effective, considering that cryptocurrency is a high risk investment. This study offers an empirical model that explains the factors that influence cryptocurrency investment decisions for millennials by using a research model that combines psychological and demographic factors that use two mediating variables on cryptocurrency investment, so this research is important to do in order to add to the contribution to the literature review. Key words: financial experience, overconfidence, risk tolerance, cryptocurrency investment decisions, millenials ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara komperhensif faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan investasi cryptocurrency pada kaum milenial di kota Denpasar. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuisioner berbasis web google form yang melibatkan 100 responden investor milenial yang aktif berinvestasi jual beli cryptocurrency di kota Denpasar. Data diolah dan dianalisis menggunakan aplikasi software SmartPLS3. Hasil penelitian menunjukkan financial experience dan overconfidence tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi cryptocurrency. Hanya risk tolerance yang berpengaruh terhadap keputusan investasi cryptocurrency. Temuan lain juga menunjukkan bahwa overconfidence dan risk tolerance tidak mampu memediasi hubungan antara financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency. Adanya penelitian ini berimplikasi pada tingkat wawasan dan kesadaran akan tingkat risiko investasi yang dimiliki oleh investor, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih efektif, mengingat cryptocurrency merupakan investasi yang bersifat high risk. Penelitian ini menawarkan model empiris yang menjelaskan faktor yang mempengaruhi keputusan investasi cryptocurrency pada kaum milenial dengan menggunakan model penelitian yang menggabungkan faktor psikologis dan demografis yang menggunakan dua variabel mediasi pada investasi cryptocurrency, sehingga penelitian ini penting dilakukan guna menambah kontribusi pada kajian Kata kunci: financial experience, overconfidence, risk tolerance, cryptocurrency investment decisions. Indonesia tampaknya semakin aware tentang pentingnya berinvestasi. Seiring dengan perkembangan ekonomi dan teknologi, jenis PENDAHULUAN Di era kemajuan teknologi dan perkembangan informasi saat ini masyarakat di Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Ae Volume 6. Nomor 3. September 2022 : 351 Ae 372 investasi yang ditawarkan pun semakin beragam, seperti contoh. emas, properti, tabungan deposito, saham, obligasi, reksadana, dan yang belakangan sedang tren saat ini yaitu cryptocurrency. Investasi cryptocurrency merupakan bentuk investasi koin digital yang menggunakan sistem teknologi blockchain sebagai pencatatan buku besar atau ledger yang memanfaatkan jaringan peer to peer. Investasi cryptocurrency belakangan sangat digemari di Indonesia, dimana seperti yang dilansir dari data Bappebti jumlah investor aset mata uang kripto per akhir Februari 2021 telah mencapai angka 4,2 juta bahkan jumlahnya hampir setara dengan jumlah investor di pasar modal yaitu 4,5 juta. Menurut data BEI yang dilansir dari Katadata . menunjukkan adanya penurunan drastis terhadap kegiatan investasi pasar modal di sepanjang tanggal 19-23 April 2021. Nilai transaksi rata-rata saham mengalami penurunan sebanyak 11,3%, kemudian dari rata-rata volume transaksi turun sebanyak 5. 95% bila dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian pun mengalami penurunan sebesar 12,44%. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI. Laksono W Widodo memperkirakan bahwa penurunan kegiatan pasar modal salah satunya disebabkan oleh adanya indikasi kemungkinan para investor retail beralih ke investasi cryptocurrency Katadata . Criptocurrency telah di akui di Indonesia sebagai instrument investasi yang dapat dimasukkan sebagai komuditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka sesuai surat Menko Perekonomian Nomor S-302/ EKON/09/2018. Cryptocurrency yaitu salah satunya Bitcoin beberapa kali pernah mencapai nilai tertinggi seperti diawal tahun 2014 Bitcoin pencapai angka U$700 perkeping, disusul di awal tahun 2015 mengalami penurunan yaitu nilainya U$200 perkeping, kemudian mengalami kenaikan yang tipis awal tahun 2016 mencapai U$450 perkeping, awal tahun 2017 awal mencapai U$970, kemudian di awal tahun 2018 Bitcoin mencapai U$13. Pada awal tahun 2019 harga bitcoin mengalami penurunan menjadi U$3. Pada awal tahun 2020 harga bitcoin kembali meroket menjadi U$8. Dan puncaknya diawal tahun 2021 harga bitcoin meroket naik kembali dengan pencapaian harga U$30. Dilansir dari Beritasatu tercatat mayoritas investor aset kripto sebesar 40% didominasi oleh usia 25-34 tahun dimana rentan usia itu termasuk dalam generasi milenial. Penelitian terdahulu telah banyak melakukan kajian tentang investasi cryptocurrency. Zhao dan Zhang . melakukan penelitian tentang pengaruh investment experience dan financial literacy pada investor individual cryptocurrency di US. Hasil temuan menunjukkan bahwa investment experience berpengaruh terhadap keputusan investasi pada asset berisiko khususnya pada cryptocurrency. Kemudian Huang . melakukan penelitian tentang behavioral finance khususnya pada bias overconfidence pada investasi cryptocurrency pada investor di Cina. Hasil temuan menunjukkan bahwa overconfidence berpengaruh terhadap keputusan investasi cryptocurrency yang dimana investor yang terlalu percaya diri tidak mampu mengendalikan emosinya dan nekat untuk berinvestasi pada aset kripto yang menyebabkan pasar menjadi tidak efisien sehingga berdampak pada tingkat volatilitas yang tinggi pada pasar kripto. Xi et al. melakukan penelitian tentang investment behavior yaitu risk tolerance pada investasi cryptocurrency yang dilakukan pada investor Cina dan Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat toleransi risiko investor akan semakin tinggi ketika mereka memiliki pendapatan yang tinggi maka mereka akan cenderung tertarik berinvetasi pada asset yang berisiko seperti cryptocurrency. Tetapi dari hasil penelitian terdahulu yang mengkaji tentang investasi cryptocurrency sebatas pengetahuan peneliti masih sedikit yang mempertimbangkan penggunaan variabel overconfidence dan risk tolerance sebagai variabel mediasi. Overconfidence dan risk tolerance merupakan faktor psikologis dan merupakan bagian dari pikiran irrasional yang menjadi alternative investor saat Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Investasi . Ae Perayunda. Mahyuni mengambil keputusan investasi. Maka ketika investor yang memiliki financial experience yang di mediasi oleh faktor psikologis seperti overconfidence dan risk tolerance akan berpengaruh pada keputusan investasi cryptocurrency. Kemudian penelitian terdahulu lebih banyak mengkaji tentang investasi cryptocurrency yang hanya membahas pada salah satu faktor seperti faktor psikologis investor, namun pada penelitian ini peneliti menggabungkan faktor demografis yaitu financial experience dengan faktor psikologis yaitu overconfidence dan risk tolerance. Penelitian ini dilakukan pada kaum milenial karena sifat dari milenial yang sangat mudah beradaptasi dan tertarik tentang keterbaruan tren atau teknologi, sehingga dari hal tersebut menarik untuk digali yang tentunya memberikan kontribusi baik bagi investor milenial ataupun generasi berikutnya untuk lebih membuka wawasan dan peluang mereka terhadap perkembangan dalam bidang fintech salah satunya investasi cryptocurrency serta dalam hal meningkatkan kesadaran dan kesiapan tingkat risiko investasi mereka sebelum mengambil keputusan investasi yang berisiko seperti cryptocurrency. Selain itu dari sisi teoritis penelitian ini penting untuk dilakukan karena menawarkan model penelitian yang baru dengan menambahkan dua variabel mediasi dan menggabungkan faktor psikologis yaitu overconfidence dan risk tolerance dan demografis yaitu financial experience pada keputusan investasi cryptocurrency, yang dimana sebatas pengetahuan penulis belum ada penelitian sebelumnya yang menggabungkan dan menggunakan model penelitian tersebut. Kemudian untuk kontribusi bagi penelitian selanjutnya adalah dapat digunakan sebagai referensi dan landasan hipotesis terkait dengan keputusan investasi cryptocurrency, dengan demikian penelitian ini penting dilakukan untuk menguji secara komperhensif faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan investasi cryptocurrency pada kaum milenial. Penelitian ini bertujuan untuk. Menganalisis pengaruh financial experience terhadap overconfidence pada kaum milenial, . Menganalisis pengaruh overconfidence terhadap keputusan investasi cryptocurrency pada kaum milenial, . Menganalisis pengaruh financial experience terhadap risk tolerance pada kaum milenial, . Menganalisis pengaruh risk tolerance terhadap keputusan investasi cryptocurrency pada kaum milenial, . Menganalisis pengaruh financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency pada kaum milenial, . Menganalisis pengaruh financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency pada kaum milenial melalui overconvidence, . Menganalisis pengaruh financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency pada kaum milenial melalui risk tolerance TINJAUAN TEORETIS Teori Behavioral Finance Teori behavioral finance dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai teori perilaku keuangan merupakan teori yang pertama kali dikembangkan Robert J. Shiller dan Richard H. Thaler di tahun 1991 (Sadalia dan Butar, 2. Saat itu, teori behavioral finance pertama kali muncul karena adanya penolakan terhadap teori pasar efisien dimana teori pasar efisien ini berasumsi setiap orang dalam pasar modal berperilaku secara rasional, logis dan terduga, namun saat itu Shiller dan Thaler menentang teori tersebut dan menemukan adanya faktor psikologis investor yang membuat kondisi pasar menjadi tidak efisien (Sadalia dan Butar, 2. Adanya faktor psikologis yang mempengaruhi investor menyebabkan investor gagal mengolah informasi dengan tepat, sehingga menghasilkan keputusan yang bias (Pranyoto et , 2. Teori behavioral finance mencoba untuk membuktikan bahwa pola pikir investor dalam mengambil keputusan investasi menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan mengingat investor tidak terlepas dari aspek psikologis dan emosional (Nurbarani dan Soepriyanto, 2. Behavioral finance merupakan suatu ilmu yang menjelaskan tentang bagaimana peran penting dari faktor psikologis dalam mempengaruhi Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Ae Volume 6. Nomor 3. September 2022 : 351 Ae 372 tindakan investor ketika mengambil suatu keputusan investasi, bisa dikatakan bahwa faktor psikologis ini bagian dari pilihan alternatif investor saat mereka tidak dapat berfikir secara rasional. Berikut penjabaran dari beberapa faktor psikologis yang mempengaruhi keputusan investasi. Overconfidence Overconfidence merupakan sikap mental yang umumnya bertentangan dengan konsep keuangan dimana investor akan mengabaikan risiko tinggi yang mungkin akan ditemui karena merasa bahwa kemampuan yang dimilikinya lebih baik dibandingkan yang lain dalam memprediksi perkembangan sekuritas yang akan diambil, sehingga biasanya mereka tidak mendiversifikasikan portofolio (Khalid et al. , 2. Overconfidence dapat menimbulkan dampak pada psikologis investor ketika investasi yang diambil mengalami kerugian besar, akibat terlalu percaya diri dan nekat membeli investasi yang berisiko (Addinpujoartanto dan Darmawan, 2. Investor yang memiliki sikap overconfidence cenderung memberikan penilaian underestimate pada informasi yang tersedia di publik dan mengambil keputusan nekat untuk percaya pada penilaian atau asumsi sendiri sehingga akan menyebabkan hasil yang bias pada keputusan investasi (Salvatore dan Esra, 2. Munculnya bias overconfidence pada investor menyebabkan meningkatnya frekuensi investasi aset kripto sehingga berdampak pada tingkat volatilitas yang tinggi pada pasar kripto (Huang, 2. Jadi dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa overconfidence merupakan sikap bias yang dimiliki oleh investor ketika mereka merasa terlalu percaya diri terhadap kemampuan dan ilmu yang dimiliki dan menilai secara underestimate pada informasi publik yang ada, sehingga mengabaikan risiko tinggi yang mungkin akan ditemui yang tentunya dapat memberikan tekanan psikologis saat investasi mereka mengalami kegagalan. Risk Tolerance Risk tolerance merupakan tingkat kemampuan investor dalam menerima risiko yang berbeda-beda dimana hal ini tergantung pada usia, status, karir, pendapatan, kekayaan dan jangka waktu prospek pendapatan, dan tingkat risk tolerance pada masingmasing investor dikelompokkan menjadi 3 yaitu risk seeker, risk neutral dan risk averse (Wulandari dan Iramani, 2. Tingkat risk tolerance yang dimiliki seseorang berbedabeda yang dimana hal ini bergantung pada kondisi pasar, sehingga hal ini berdampak pada niat investor untuk berinvestasi (Rahies et al. , 2. Berikut penjelasan dari tingkat risk tolerance investor: . Risk Seeker adalah investor yang suka berinvestasi pada aset yang memiliki risiko tinggi dan cenderung bersi-fat agresif dan spekulatif saat mengambil keputusan investasi karena mereka paham bahwa hubungan return dan risiko itu positif. Risk Neutral adalah investor yang memilih bersifat netral dalam artian mereka akan memilih aset yang memiliki kenaikan return dan resiko yang sama atau seimbang, biasanya mereka adalah tipe investor yang sangat berhati-hati dalam berinvestasi. Risk Averse adalah investor yang memilih untuk menghindari risiko atau meminimalisir risiko dan cenderung bersikap konservatif yang menginginkan investasi yang aman minim risiko dengan tingkat return yang stabil. Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa risk tolerance merupakan tingkat kesediaan investor dalam menerima risiko yan membuat investor bersikap toleransi dan berdamai dengan risiko dan membantu mereka dalam menyesuaikan dengan objek investasi yang akan dipilih. Selain itu, dalam penelitian ini juga menambahkan financial experience sebagai faktor demografi yang juga turut menjadi andil dalam proses pengambilan keputusan investasi. Berikut penjelasan dari financial experience. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Investasi . Ae Perayunda. Mahyuni Financial Experience Pengalaman keuangan merupakan kejadian atas tindakan masa lalu yang telah dilakukan dalam hal investasi keuangan (Asfira et al. , 2. Adanya pengalaman keuangan dapat menjadi pegangan dan pertimbangan bagi individu dalam mengambil tindakan ataupun keputusan keuangan di masa sekarang (Mandagie et al. , 2. Pengalaman menjadi suatu dasar bagi investor saat akan memutuskan berinvestasi dan dalam membentuk portofolio (Kartika dan Iramani. Manusia memiliki ingatan akan kejadian buruk maupun baik saat berinvestasi, hal inilah yang menyebabkan manusia mampu mengambil keputusan yang berbeda saat berinvetasi. Ketika pengalaman tersebut adalah hal yang memberikan keuntungan saat berinvestasi, maka investor cenderung akan berani mengambil risiko dan bersikap percaya diri, namun sebaliknya jika pengalaman tersebut berdampak kerugian maka investor cenderung tidak percaya diri dalam mengolah informasi yang didapat secara pribadi, justru mereka akan mengikuti informasi dari investor lain . , maka dapat dikatakan bahwa pengalaman berdampak pada pengambilan keputusan investasi pada investor (Sabir et al. , 2. Financial experience investor akan tercermin dari tipe aset yang dimiliki pada portofolio mereka, dimana hal ini sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki saat berinvestasi (Zhao dan Zhang, 2. Maka dapat disimpulkan bahwa pengalaman merupakan suatu hal yang penting sebagai pedoman investor dalam pengambilan keputusan investasi. Keputusan Investasi Keputusan investasi merupakan sebuah tindakan yang dipilih untuk menyimpan sebagian pendapatan yang dimiliki saat ini dengan harapan akan memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai aset di masa yang akan datang (Novianggie dan Asandimitra. Keputusan investasi memiliki tujuan untuk dapat memperoleh peningkatan nilai aset di masa depan (Addinpujoartanto dan Darmawan, 2. Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif dengan cara memilih investasi yang sesuai dengan tujuan investor, tingkat return, jangka waktu dan risiko yang ada (Ainia dan Lutfi, 2. Menurut Putra et al. , . dalam proses pengambilan keputusan investasi, ada dua sikap yang mempengaruhi keputusan investasi investor, yaitu sikap rasional dan sikap Sikap rasional adalah sikap yang ditunjukkan dengan sikap investor yang didasarkan atas pola pikir yang menggunakan akal sehat, dimana dalam hal ini investor mengambil keputusan investasi didasari literasi keuangan, sedangkan sikap irrasional adalah sikap yang ditunjukkan investor yang didasari dengan beberapa faktor psikologis dan demografi. Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan definisi dari keputusan investasi adalah suatu tindakan yang diambil oleh individu untuk mengalokasikan sebagian pendapatan yang dimilikinya ke sebuah pilihan investasi tertentu dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai aset yang dapat mensejahtera-kan kehidupannya di masa yang akan datang. Cryptocurrency Cryptocurrency berasal dari perpaduan dua kata yaitu. AucryptographyAy yang artinya kode rahasia dan AucurrencyAy yang artinya mata uang, sehingga cryptocurrency merupakan mata uang yang berfungsi sebagai alat tukar virtual yang digunakan dalam sebuah transaksi serta memiliki keunggulan yaitu bebas biaya jasa (Huda dan Hambali, 2. Cryptocurrency menggunakan pembukan yang dikenal dengan nama sistem blockchain (Andrianto, 2. Blockchain merupakan teknologi pembukuan terdistribusi yang dimana setiap peserta yang tergabung dalam jaringan terdistribusi memiliki hak akses terhadap pembukuan tersebut (Noorsanti et , 2. Cryptocurrency juga memiliki keunikan sendiri yaitu bersifat desentralisasi yang berarti tidak ada campur tangan pihak ketiga didalamnya dalam hal ini pemerintah (Dixon Jr, 2. Awalnya cryptocurrency diciptakan sebagai alternatif dari mata uang tradisional karena dianggap bertransaksi Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Ae Volume 6. Nomor 3. September 2022 : 351 Ae 372 dengan cryptocurrency memakan biaya yang jauh lebih murah dan cepat bila dibandingkan dengan mata uang tradisonal, namun kini cryptocurrency sudah berkembang sebagai instrumen investasi baru dalam dunia investasi (Rejeb et al. , 2. Cryptocurrency termasuk dalam investasi berisiko yang memiliki tingkat volatilitas tinggi, hal ini disebabkan oleh hukum kebutuhan pasar dan penawaran dimana jika koin yang beredar sedikit maka semakin banyak penawaran tentu akan berdampak pada kenaikan harga, begitu pula sebaliknya (Ausop dan Aulia, 2. Menurut Ausop dan Aulia . mengartikan cryptocurrency sebagai sistem pembayaran yang dirancang peer-topeer electronic cash system, yang dimana transaksinya selalu tercatat dan disebarkan secara terbuka, terverifikasi melalui jaringan computer menggunakan kriptografi, terhubung secara peer-to-peer kemudian disalurkan ke seluruh jaringan luas computer pemilik di seluruh dunia. Dari pemaparan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa cryptocurrency merupakan suatu mata uang digital yang dirancang peer-to-peer electronic system dan menggunakan sistem blockchain dalam sistem pencatatan transaksi. Kaum Milenial Kaum milenial dikenal dengan generasi Y yang lahir pada rentan tahun 1980-2000 dimana generasi ini dianggap generasi yang paling mudah beradaptasi dan menerima dengan terbuka teknologi baru yang juga aktif menggunakan media sosial (Rahadi dan Stevanus, 2. Generasi milenial sangat akrab dengan berbagai macam teknologi digital, internet, saluran televisi dan berbagai video game, maka tidak heran jika generasi milenial dijuluki sebagai Audigital nativeAy (Hati dan Harefa, 2. Kaum milenial mencoba mencari cara yang lebih akrab dengan karakter mereka yaitu dengan mengeksplore keahlian mereka dalam teknologi, dan ini dibuktikan dengan meningkatnya harga Bitcoin di tahun 2017 sebesar 1400% yang didorong oleh pengguna milenial saat itu (Martin, 2. Dari pema- paran diatas dapat ditarik kesimpulan definisi dari kaum milenial adalah generasi yang lahir pada rentan tahun 1980-2000 yang memiliki sikap terbuka dan memiliki ketertarikan terhadap kebaruan teknologi. Pengaruh Financial Experience terhadap Overconfidence Financial experience merupakan kejadian investasi yang pernah dilakukan oleh investor, sehingga hal tersebut dapat menjadi acuan untuk mengambil tindakan atau keputusan investasi berikutnya. Semakin tingginya financial experience maka meningkatkan overconfidence pada investor, karena investor yang berpengalaman tentu sudah memiliki kemampuan dalam menghadapi risiko yang membuatnya memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih bila dibandingkan dengan investor pemula (Kartini dan Setiawan, 2. Seorang trader yang profesional memiliki tingkat overconfidence yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pelajar dalam hal ini yaitu kemampuan analisis dan memprediksi pergerakan saham (Mishra dan Metilda, 2. Investor yang berpengalaman memiliki kecendrungan overconfidence karena beberapa hal yang telah dikuasai sebelumnya seperti kemampuan dalam memprediksi adanya peluang perubahan harga instrumen investasi, pengetahuan dalam memilih instrument investasi yang tepat dan keterampilan dalam mengelola informasi yang beredar (Beatrice et al. H 1 : Semakin tinggi financial experience maka semakin tinggi overconfidence Pengaruh Overconfidence terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency Overconfidence menyebabkan investor bertindak nekat dalam mengambil keputusan investasi karena terlalu percaya diri terhadap kemampuan penilaian mereka pada suatu investasi, tentu hal ini berdampak pada psikologis mereka jika investasi tersebut gagal (Addinpujoartanto dan Darmawan, 2. Biasanya investor yang bersikap overconfidence akan lebih agresif Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Investasi . Ae Perayunda. Mahyuni dalam bertindak mengambil keputusan dan tidak ada atau cenderung sedikit diversivikasi pada portofolio mereka (Khalid et al. Overconfidence menyebabkan investor menjadi overestimate terhadap kemampuan mereka tanpa memikirkan besarnya risiko yang akan didapat (Pradikasari dan Isbanah. Investor yang overconfidence cenderung menyukai investasi yang beresiko, seperti investasi cryptocurrency karena mereka tergiur dengan return tinggi yang didapat dari investasi tersebut dan percaya akan kemampuan mereka (Hidajat, 2. H 2 : Semakin tinggi tingkat overconfidence investor maka akan semakin tinggi keputusan investasi cryptocurrency Pengaruh Financial Experience terhadap Risk Tolerance Financial experience merupakan acuan yang digunakan investor dalam langkah pengambilan keputusan investasi berikutnya. Adanya pengalaman membuat investor memahami risiko yang akan dihadapi dengan return yang akan didapat, sehingga investor yang berpengalaman juga cenderung lebih memilih investasi yang berisiko tinggi karena return yang didapat juga akan tinggi (Asfira et al. , 2. Pengalaman memberikan dampak pada penilaian investor terhadap risiko, dimana investasi sebelumnya akan mencerminkan bagaimana sikap investor dalam menerima risiko (Awais et al. Investor yang sudah berpengalaman lebih memahami fitur investasi dan mampu mengelola risiko dengan teknik yang digunakan pada investasi sebelumnya, sehingga dengan kata lain investor yang berpengalaman lebih menyadari dan menerima risiko dalam berinvestasi (Subramaniam dan Athiyaman, 2. H 3 : Semakin tinggi financial experience maka akan semakin tinggi risk tolerance Pengaruh Risk Tolerance Keputusan Investasi Cryptocurrency Risk tolerance merupakan tingkat toleransi investor dalam menerima risiko saat mengambil keputusan investasi. Risk toleran- ce dapat membantu investor untuk dapat menerima dan memahami keberadaan risiko saat berinvestasi juga dapat mencocokkan tingkat penerimaan risiko mereka dengan jenis investasi yang akan diambil, sehingga mereka akan menerima besarnya return sesuai dengan tingkat penerimaan mereka terhadap risiko (Asfira et al. , 2. Dalam konteks investasi cryptocurrency pastinya memiliki ketidakpastian yang lebih, sehingga investor yang memiliki risk tolerance yang tinggi akan menyukai jenis investasi ini, karena mereka menyukai investasi yang beriko tinggi disamping return yang akan didapat juga tinggi (Gazali et al. , 2. H 4 : Semakin tinggi risk tolerance maka semakin tinggi keputusan investasi Pengaruh Financial Experience terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency Financial experience berperan penting dalam pengambilan keputusan karena investor yang berpengalaman memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menentukan pilihan alternative untuk mengevaluasi sejumlah saham alternative (Putri dan Isbaniah, 2. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki investor, maka semakin baik kemampuan investor dalam mempertimbangkan risiko yang akan dihadapi (Asfira et al. , 2. Pengalaman investasi juga merefleksikan pada pengetahuan investor akan investasi yang berarti semakin banyak pengalaman investor dapat merefleksikan pengetahuan investor yang juga mengenai investasi dan tentu akan semakin tinggi keputusan investor untuk berinvestasi (Awais et al. Investor yang berpengalaman juga cenderung memutuskan untuk berinvestasi pada produk investasi yang berisiko seperti cryptocurrency (Zhao dan Zhang, 2. H 5 : semakin tinggi financial experience maka semakin tinggi keputusan investasi Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Ae Volume 6. Nomor 3. September 2022 : 351 Ae 372 Pengaruh Financial Experience terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency melalui Mediasi Overconfidence Investor yang berpengalaman cenderung memiliki sikap yang overconfidence dan mengambil keputusan investasi yang berisiko tinggi (Mishra dan Metilda, 2. Pengalaman investasi masa lalu akan mempengaruhi overconfidence investor dalam mengambil keputusan, dan investor yang berpengalaman cenderung risk seeker yang berarti mereka suka mengambil keputusan investasi yang berisiko (Kartini dan Setiawan, 2. Investor yang memiliki banyak pengalaman akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi karena merasa memiliki pengetahuan yang lebih akan investasi sehingga mereka memilih instrument investasi yang tepat (Beatrice et al. , 2. Pengalaman yang semakin banyak akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri yang berlebih sehingga investor berani mengambil keputusan investasi dengan menggunakan pengetahuan, kemampuan dan informasi yang dimiliki (Hala et al. H 6 : semakin tinggi financial experience maka tingkat overconfidence semakin tinggi, tentu keputusan untuk berinvestasi cryptocurrency semakin tinggi Pengaruh Financial Experience terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency melalui Mediasi Risk Tolerance Karakteristik demografi seperti financial experience merupakan hal mendasar yang berpengaruh terhadap penerimaan risiko pada investor karena ketika mereka memiliki pengalaman investasi yang menyenangkan, hal tersebut akan memberikan dorongan pada mereka untuk kembali memutuskan berinvestasi pada investasi yang berisiko (Awais et al. , 2. Ketika investor memiliki pengalaman tentu mereka sudah dibekali pengetahuan maka pengelolaan keuangannya di masa depan juga akan semakin baik, sehingga mereka akan dapat menerima risiko keuangan yang akan dihadapi (Asfira et al. , 2. Pengalaman investasi berdampak besar pada pemahaman risiko dan peng- ambilan keputusan investasi selanjutnya, hal ini dikarenakan seorang investor yang berpengalaman mengambil keputusan yang tepat dengan menggunakan pengalaman mereka dalam mengelola risiko. Sehingga pengalaman investasi merupakan kunci yang mempengaruhi risk tolerance dan keputusan investasi (Kanagasabai dan Aggarwal, 2. H 7 : Semakin tinggi financial experience maka tingkat risk tolerance semakin tinggi tentu keputusan untuk berinvestasi cryptocurrency semakin tinggi. Berdasarkan pada teori dan penelitian terdahulu, maka dapat dibentuk model penelitian seperti terlihat pada gambar 1. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner berupa kuisioner online berbasis web google form https://forms. gle/C7FoNzh9GfiTS wbp7 yang disebarkan di berbagai grup komunitas investasi cryptocurrency di telegram dan facebook. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Bali yaitu tepatnya di kota Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah investor cryptocurrency yang aktif berinvestasi cryptocurrency di Denpasar. Sampel dalam penelitian ini adalah investor milenial yang aktif berinvestasi cryptocurrency di kota Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang dimana sampel ditentukan dari mereka yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah responden yang berusia rentan 21-41 tahun yang aktif melakukan investasi jual beli cryptocurrency di kota Denpasar. Tabel 1 menunjukkan kriteria penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Investasi . Ae Perayunda. Mahyuni H 1 : FE -> Oc H 2 : Oc -> KI H 3 : FE -> RT H 4 : RT -> KI Sumber: Data diolah 2021 H 5 : FE -> KI H 6 : FE-> Oc -> KI H 7 : FE -> RT -> KI Gambar 1 Rerangka Konseptual Tabel 1 Kriteria Penentuan Sampel Kriteria Milenial yang aktif berinvestasi cryptocurrency di Kota Denpasar rentan usia 21-41 tahun Total Jumlah Sampel Sumber: Data diolah 2021 Dikarenakan jumlah populasi tidak diketahui, maka jumlah sampel ditentukan berdasarkan pada perhitungan dengan menggunakan rumus Lemeshow (Nurfadila dan Rustam, 2. Jika populasi tidak diketahui maka untuk mencari jumlah sampel dapat digunakan rumus sebagai berikut: ycsycs 2 ycuycu ycyycy. Oeycyyc. yccycc 2 Keterangan : n = Jumlah sampel Z = nilai Z pada kepercayaan 95% . P = maksimal estimasi . D = alpha . atau sampling error = 10% Dari perhitungan tersebut didapatkan hasil yang didapat adalah 96. 04, jadi dibulatkan menjadi 100. Maka dalam penelitian ini sampel yang digunakan berjumlah 100 Kusioner disebarkan dalam bentuk Jumlah investor Cryptocurrency google form kepada 100 investor cryptocurrency di Kota Denpasar yang dimana seluruh kuisioner berhasil diisi dan terkumpul dikarenakan menggunakan google form yang memudahkan dalam proses pengisian dan pengumpulan data. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang berasal dari sumber pertama. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner digital berbasis web Google form yang diisi langsung oleh responden yang berinvestasi pada cryptocurrency. Definisi dan indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Financial experience dalam penelitian ini adalah pengalaman investasi yang dimiliki Indikator yang digunakan untuk mengukur variabel financial experience diadopsi dari penelitian sebelumnya yang dila- Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Ae Volume 6. Nomor 3. September 2022 : 351 Ae 372 kukan oleh Rorlen et al. Menyusun perencanaan investasi sebelum melakukan investasi. Melakukan analisis investasi sebelum melakukan investasi. Mengumpulkan informasi sebelum melakukan . Membuat portofolio investasi. Overconfidence dalam penelitian ini adalah rasa percaya diri berlebihan tentang kemampuan menilai yang dimiliki investor. Indikator yang digunakan untuk mengukur variabel overconfidence diadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Huda dan Hambali . Yakin dengan kemampuan diri lebih baik dibandingkan orang lain dalam memilih aset investasi. Dapat sepenuhnya mengontrol hasil keputusan investasi. Keberhasilan investasi di masa lalu adalah karena keunikan dari kemampuan yang dimiliki. Yakin terhadap kinerja investasi yang dilakukan. Risk tolerance dalam penelitian ini adalah toleransi atau penerimaan akan risiko investasi yang dimiliki oleh investor. Indikator yang digunakan untuk mengukur variabel risk tolerance diadopsi dari penelitian yang dilakukan Puspitasari . Kesediaan untuk membeli investasi berisiko ting- gi untuk mendapatkan keuntungan tinggi. Kesediaan membeli investasi dengan pendapatan. Kesediaan menerima risiko yang mengarah pada kerugian. Keputusan Investasi dalam penelitian ini adalah keputusan investor untuk berinvestasi cryptocurrency. Indikator yang digunakan untuk mengukur variabel keputusan investasi diadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Wulandari dan Iramani . Penggunaan pendapatan untuk investasi yang berisiko. Investasi tanpa . Investasi tanpa jaminan. Investasi berdasarkan intuisi atau perasaan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini akan diuji dengan menggunakan Teknik multivariat PLS-SEM. PLS-SEM adalah Teknik analisis yang berbasis component dan variance yang merupakan Teknik analisis multivariat yang menganalisis secara simultan beberapa variabel sekaligus (Ketchen. Alasan penggunaan Teknik multivariat PLS-SEM adalah karena teknik ini dapat menguji hubungan kausalitas antar variabel independent terhadap variabel dependen, serta mampu menguji validitas dan reliabilitas pada indikator terhadap variabel latennya. Tabel 2 Hasil Uji Analisis Validitas Konvergen Variabel Financial Experience (X) Keputusan Investasi (Y) Over Confidence (Z. Risk Tolerance (Z. Sumber: Data diolah 2021 Indikator FE1 FE2 FE3 FE4 KI1 KI2 KI3 KI4 OC1 OC2 OC3 OC4 RT1 RT2 RT3 Outer Loading 0,689 0,876 0,769 0,837 0,805 0,718 0,788 0,553 0,644 0,885 0,631 0,819 0,792 0,749 0,779 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Investasi . Ae Perayunda. Mahyuni Tabel 3 Hasil Uji Validitas Diskriminan Indikator FE2 FE3 FE4 KI1 KI2 KI3 KI4 OC1 OC2 OC3 OC4 RT1 RT2 RT3 Financial Experience (X) 0,689 0,876 0,769 0,837 0,180 -0,206 -0,095 -0,235 0,223 0,523 0,133 0,389 0,178 0,167 Sumber: Data diolah 2021 Variabel Keputusan Investasi (Y) -0,052 -0,028 -0,032 -0,012 0,805 0,718 0,788 0,553 0,143 0,163 0,206 0,111 0,385 0,365 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan empat variabel yaitu financial experience, overconfidence, risk tolerance dan keputusan investasi Dalam analisis berbasis PLSSEM ada dua tahapan yang harus dilakukan yaitu yang uji inner model dan uji outer model. Berikut merupakan hasil dari pengujian inner dan outer model. Hasil Uji Outer Model Hasil Uji Validitas Konvergen Berikut merupakan tabel hasil uji menggunakan aplikasi SmartPLS 3. konvergen yang sudah diolah. Tabel 2 menunjukan bahwa masingmasing indikator penelitian memiliki nilai outer loading > 0,5. Sesuai dengan kriteria maka seluruh indikator dinyatakan layak atau valid, sehingga seluruh indikator dapat dianalisis lebih lanjut. Hasil Uji Validitas Diskriminan Berikut merupakan tabel hasil uji validitas yang sudah diolah menggunakan aplikasi SmartPls3. Over Confidence (Z. 0,206 0,366 0,374 0,488 0,232 0,014 0,190 0,061 0,644 0,885 0,631 0,819 0,330 0,334 Risk Tolerance (Z. 0,109 0,242 0,157 0,224 0,512 0,132 0,321 0,017 0,259 0,400 0,222 0,431 0,792 0,749 Tabel 3 menunjukkan bahwa pada tabel cross loading terlihat bahwa masing-masing indikator di suatu konstruk dalam penelitian ini memiliki nilai yang berbeda dengan indikator di konstruk lainnya dan mengumpul pada kostruk yang dimaksud. Selain cross loading, validitas diskriminan juga bisa ditentukan melalui nilai AVE yang ditentukan bahwa nilai AVE> 0,5 (Ghozali dan Latan. Berikut merupakan tabel hasil uji nilai AVE. Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa nilai AVE pada masing-masing variabel telah memenuhi syarat yaitu >0,5, maka dapat dikatakan bahwa setiap variabel memiliki validitas diskriminan yang cukup Tabel 4 Hasil Uji AVE Variabel Financial Experience (X) Keputusan Investasi (Y) Over Confidence (Z. Risk Tolerance (Z. Sumber: Data diolah 2021 Ave 0,634 0,523 0,567 0,598 Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Ae Volume 6. Nomor 3. September 2022 : 351 Ae 372 Hasil Uji Composite Reability Berikut merupakan hasil uji composite reliability menggunakan aplikasi SmartPLS3. Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat bahwa nilai composite reliability pada semua variabel penelitian ini memiliki nilai >0,7, maka dapat disimpulkan semua variabel memiliki composite reliability yang tinggi. Tabel 5 Hasil Uji Composite Reliability VARIABEL Financial Experience (Y) Over Confidence (Z. Risk Tolerance (Z. Keputusan Investasi (Y) Sumber: Data diolah 2021 COMPOSITE RELIABILITY 0,873 0,837 0,817 0,811 Tabel 6 Hasil Uji Cronbach Alpha Variabel Financial Experience (X) Keputusan Investasi (Y) Over Confidence (Z. Risk Tolerance (Z. Sumber: Data diolah 2021 Cronbach Alpha 0,811 0,726 0,757 0,667 Hasil Uji Cronbach Alpha Selain uji composite reliability, untuk memperkuat reliabilitas suatu konstruk maka dapat dilihat dari nilai cronbach alpha. Berikut merupakan hasil pengujian cronbach alpha dari aplikasi SmartPls3. Dari tabel 6 terlihat bahwa nilai cronbach alpha pada variabel Financial Experience (X). Keputusan Investasi (Y) dan Over confidence (Z. memiliki nilai >0,7, namun pada variabel risk tolerance memiliki nilai 0,667. Menurut Ketchen . nilai 0,6 masih dapat diterima sehingga, dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Hasil Uji Inner Model Setelah melakukan pengujian validitas dan reliabilitas selanjutnya, adalah pengu- jian inner model/pengujian model structural. Hal ini dilakukan guna mengetahu ketepatan model penelitian secara keseluruhan yang terbentuk dari beberapa variabel dan R-Square Evaluasi dilakukan dengan melihat nilai R-square. Berikut model penelitian struktural penelitain ini. R-square digunakan untuk mengukur pengaruh yang diberikan dari variabel dependen terhadap variabel independent. Rsquare juga menunjukkan seberapa kuatlemahnya suatu model penelitian yang dimana nilai R-square sebesar 0,67 tergolong kuat, 0,33 tergolong moderat dan 0,19 tergolong lemah (Ghozali dan Latan, 2. Berikut hasil evalusi dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel 7. Table 7 Hasil Evaluasi Model Struktural Inner Variabel Keputusan Investasi (Y) Overconfidence (Z. Risk Tolerance (Z. Sumber: Data diolah 2022 Nilai R-Square 0,217 0,226 0,058 Berdasarkan dari tabel 7 dapat dilihat bahwa variabel keputusan investasi (Y) memiliki nilai R-Square sebesar 0,217 dimana nilai ini termasuk lemah. Perolehan nilai RSquare 0,217 diartikan bahwa besarnya persentase keputusan investasi dapat dipengaruhi oleh overconfidence, risk tolerance dan financial experience sebesar 21,7%. Kemudian pada variabel overconfidence (Z. terlihat memiliki R-square sebesar 0,226, dimana nilai ini juga termasuk lemah. Perolehan nilai Rsquare 0,226 diartikan bahwa besarnya persentase overconfidence dapat dipengaruhi oleh Financial experience sebesar 22,6%. Selanjutnya pada variabel risk tolerance terlihat memiliki R-Square sebesar 0,058 yang dimana variabel ini termasuk yang memiliki R-square paling lemah. Perolehan R-square 0,058 diartikan bahwa besarnya persentase risk toleran- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Investasi . Ae Perayunda. Mahyuni ce dapat dipengaruhi oleh financial experience hanya sebesar 5,8%. Selain dari tabel nilai R-square juga bisa dilihat dari gambar 2, diagram path outer Sumber: Data diolah 2022 Pembahasan Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel 8 yaitu tabel hasil uji path Berikut ini pembahasan masingmasing hipotesis berdasarkan pada tabel 8. Gambar 2 Diagram Path Outer Loading Tabel 8 Hasil Uji Path Coefficient Hipotesis Pengaruh Pengaruh Financial Experience (X) -> Overconfidence (Z. Pengaruh Overconfidence (Z. -> Keputusan Investasi cryptocurrency Pengaruh Financial Experience (X) -> Risk tolerance (Z. Risk Tolerance (Z. -> Keputusan investasi Financial Experience (X) -> Keputusan investasi cryptocurrency Financial Experience (X) -> Overconfidence (Z. -> Keputusan investasi cryptocurrency (Y) Financial Experience (X) -> Risk Tolerance (Z. -> Keputusan Investasi cryptocurrency (Y) Sumber: Data diolah 2021 Original tP- Keterangan Sample Statistic Value 0,476 5,630 0,000 Signifikan 0,071 0,528 0,241 1,982 0,598 Tidak 0,048 Signifikan 0,450 2,851 0,005 Signifikan -0,176 1,037 0,034 0,502 0,300 Tidak 0,616 Tidak 0,034 1,429 0,154 Tidak Signifikan Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Ae Volume 6. Nomor 3. September 2022 : 351 Ae 372 Pengaruh Financial experience terhadap Overconfidence Pengaruh financial experience terhadap overconfidence dengan nilai original sample sebesar 0,476 . , nilai t-statistic sebesar 5,630 dan nilai p-value sebesar 0,000. Dari hasil tersebut tersebut dapat disimpulkan bahwa financial experience berpengaruh positif signifikan terhadap overconfidence, sehingga H1 dalam penelitian ini diterima. Hal ini menunjukkan bahwa financial experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap Maka demikian H1 diterima. Penyebab financial experience berpengaruh terhadap overconfidence dikarenakan investor milenial cenderung lebih terbuka dan memahami teknologi sehingga mereka merasa memiliki informasi dan kemampuan yang lebih dibandingkan dengan investor lainnya. Mereka juga merasa telah memiliki pengalaman yang cukup dalam memutuskan berinvestasi pada aset yang berisiko seperti Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Beatrice et al. yang mengatakan bahwa investor yang berpengalaman memiliki kecendrungan overconfidence karena beberapa hal yang telah dikuasai sebelumnya seperti kemampuan dalam memprediksi adanya peluang perubahan harga instrument investasi, pengetahuan dalam memilih instrument investasi yang tepat dan keterampilan dalam mengelola informasi yang beredar Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Mishra dan Metilda . dan Beatrice et al. yang menemukan bahwa financial experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengaruh Overconfidence terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency Pengaruh overconfidence terhadap keputusan investasi dengan nilai original sample sebesar 0,071 . , nilai t-statistic sebesar 0,528 dan nilai p-value sebesar 0,598. Dari hasil tersebut tersebut dapat disimpulkan bahwa overconfidence tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi cryptocurrency, sehingga H2 dalam penelitian ini ditolak. Penyebab overconfidence tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi karena investor milenial di Denpasar yang menjadi sampel dalam penelitian ini meskipun mereka merasa memiliki sifat overconfidence dalam menilai dan memprediksi informasi yang mereka miliki hal tersebut ternyata tidak ada kaitannya dengan kualitas keputusan investasi yang dibuat. Mereka menganggap sifat overconfidence yang mereka miliki bukanlah dasar untuk memperoleh keuntungan dalam berinvestasi, justru saat mengambil keputusan mereka cenderung lebih mendengarkan saran dan pendapat dari teman sejawat yang dianggap memiliki pengalaman investasi cryptocurrency yang lebih baik dari mereka. Sehingga, dalam kasus ini hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori behavioral finance yang mengatakan bahwa salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi tingkah laku investor dalam mengambil keputusan investasi adalah Kemudian, pandangan lain dari Agustin dan Lysion . juga mengatakan bahwa dalam mengambil keputusan investasi investor cenderung lebih percaya pada penilaian investor lain dan menganggap hal tersebut dapat memberikan keuntungan yang lebih maksimal dibandingkan dengan mengandalkan kemampuan diri. Hasil ini sejalan penelitian yang dilakukan Agustin dan Lysion . Parveen dan Siddiqui . serta Candy dan Vincent . yang menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat overconfidence terhadap keputusan investasi. Jika dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan Huang (Huang, 2. pada investor cryptocurrency di Cina menemukan temuan bahwa overconfidence berpengaruh terhadap keputusan investasi cryptocurrency. Hal ini berarti, investor Cina memiliki karakter risk taker dan memiliki persaingan gaya hidup yang keras sehingga mereka cenderung nekat dalam mengambil keputusan keuangan dengan harapan akan menambah Selain itu Cina memiliki budaya membaca yang belih baik. Berbeda dengan milenial di Kota Denpasar yang memiliki Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Investasi . Ae Perayunda. Mahyuni gaya hidup yang lebih santai dan budaya membaca yang kurang membuat investor di kota Denpasar kurang memiliki minat untuk mengupgrade pengetahuan keuangan dan lebih suka mendengar informasi dari investor lain yang dianggap lebih berpengalaman. Sehingga hasil temuan penelitian ini tidak dapat di generalisasi dengan negara lain seperti di Cina akibat adanya perbedaan budaya dan gaya hidup. Pengaruh Financial Experience terhadap Risk Tolerance Pengaruh financial experience terhadap risk tolerance dengan nilai original sample sebesar 0,241 . , nilai t-statistic sebesar 1,982 dan nilai p-value sebesar 0,048. Dari hasil tersebut tersebut dapat disimpulkan bahwa financial experience berpengaruh positif signifikan terhadap risk tolerance, sehingga H3 dalam penelitian ini diterima. Penyebab financial experience berpengaruh terhadap risk tolerance dikarenakan investor milenial di kota Denpasar merasa memiliki pengalaman yang cukup dalam berinvestasi sehingga mereka berani untuk berinvestasi pada jenis investasi yang berisiko dalam hal ini Adanya pengalaman dalam berinvestasi juga membuat mereka cukup menerima dan memahami adanya risiko dalam berinvestasi. Pandangan lain dari Asfira et al. juga menjelaskan bahwa pengalaman membuat investor memahami risiko yang akan dihadapi dengan return yang akan didapat, sehingga investor yang berpengalaman juga cenderung lebih memilih investasi yang berisiko tinggi karena return yang didapat juga akan tinggi. Investor yang sudah berpengalaman lebih memahami fitur investasi dan mampu mengelola risiko dengan teknik yang digunakan pada investasi sebelumnya, sehingga dengan kata lain investor yang berpengalaman lebih menyadari dan menerima risiko dalam berinvestasi (Subramaniam dan Athiyaman, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan Subramaniam dan Athiyaman . yang menemukan bahwa semakin tinggi financial experience investor maka akan berdampak pada tingkat risk tolerance yang juga semakin tinggi. Pengaruh Risk Tolerance terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency Pengaruh risk tolerance terhadap keputusan investasi dengan nilai original sample sebesar 0,450 . , nilai t-statistic sebesar 1,037 dan nilai p-value sebesar 0,005. Dari hasil tersebut tersebut dapat disimpulkan bahwa financial experience berpengaruh signifikan terhadap risk tolerance, sehingga H4 dalam penelitian ini diterima. Penyebab risk tolerance berpengaruh terhadap keputusan investasi cryptocurrency dikarenakan investor milenial di Kota Denpasar cenderung lebih cepat menerima informasi dari lingkungan sekitarnya yang membuat mereka aktif dalam mencari tahu hal baru salah satunya investasi. Maka adanya sikap keterbukaan ini membuat mereka menerima dan mengerti bahwa ketika mereka memutuskan berinvestasi maka pasti akan menemui Hal ini tentu mendukung teori behavioral finance yang menjelaskan bahwa risk tolerance merupakan salah satu sikap psikologis investor yang mempengaruhi pengambilan keputusan invetasi. Pernyataan ini juga didukung dari pandangan menurut Ainia dan Lutfi . yang menjelaskan bahwa adanya risk tolerance dapat membantu investor untuk dapat menerima dan memahami keberadaan risiko mencocokkan risiko mereka dengan jenis investasi yang akan diambil, sehingga mereka akan menerima besarnya return sesuai dengan tingkat penerimaan mereka terhadap risiko Dalam konteks investasi cryptocurrency pastinya memiliki ketidakpastian yang lebih, sehingga investor yang memiliki risk tolerance yang tinggi akan menyukai jenis investasi ini, karena mereka menyukai investasi yang beriko tinggi disamping return yang akan didapat juga tinggi (Gazali et al. , 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Nuryassin . dan Mandagie et al. yang menemukan bahwa semakin tinggi tingkat risk tolerance investor maka akan berdampak pada keputusan investasi yang Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Ae Volume 6. Nomor 3. September 2022 : 351 Ae 372 semakin tinggi. Jika dikaitkan dengan penelitian yang dilakukan Xi et al. pada investor cryptocurrency di Australia menemukan temuan bahwa investor Australia memiliki toleransi risiko yang semakin tinggi ketika mereka berusia milenial atau berusia muda dan memiliki income yang tinggi terhadap investasi berisiko seperti Hal ini dikarenakan Australia termasuk negara maju sehingga investor disana cenderung memiliki literasi keuangan dan pola pikir maju terhadap kesadaran akan kemajuan teknologi yang membuat mereka memahami akan setiap risiko yang Sehingga dari segi risk tolerance investor di Kota Denpasar dan Australia dapat dikatakan sama-sama memiliki toleransi risiko yang baik terhadap investasi Pengaruh Financial Experience terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency Pengaruh financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency dengan nilai original sample sebesar -0,176 nilai tstatistic sebesar 1,037dan nilai p-value sebesar 0,300. Dari hasil tersebut tersebut dapat disimpulkan bahwa financial experience tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi cryptocurrency, sehingga H5 dalam penelitian ini ditolak. Penyebab financial experience tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi karena investor milenial dalam penelitian ini belum memiliki pengalaman yang cukup untuk bisa menanggung risiko yang tinggi pada investasi cryptocurrency, sehingga mereka cenderung mengikuti saran atau rekomendasi dari investor lain yang dianggap lebih berpengalaman, kemudian kurangnya literasi dan wawasan mengenai cara investasi yang baik dan benar, sehingga para investor milenial sering terjebak dengan investasi bodong yang mengatas namakan crypocurrency . Pandangan lain dari Fachrudin dan Fachrudin . juga menjelaskan bahwa meskipun investor memiliki tingkat financial experience yang tinggi, namun tetap ada beberapa faktor lain yang dipertimbangkan dalam berinvestasi untuk meminimalisir adanya kerugian. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Putri dan Isbaniah . dan Fachrudin dan Fachrudin . yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh financial experience terhadap keputusan Jika dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan Zhao dan Zhang . pada investor di US hasil temuannya menunjukkan financial experience berpengaruh terhadap keputusan investasi cryptocurrency. Hal ini berarti adanya perbedaan pada tingkat literasi keuangan yang dimiliki oleh investor cryptocurrency di US yang lebih baik dibandingkan dengan investor di Denpasar. Selain dari sisi literasi keuangan, jika dikaitkan dengan sejarah perkembangan kripto tentu negara maju seperti US sudah lebih dahulu mengenal investasi tersebut, sehingga hasil temuan penelitian ini tidak dapat digeneralisasi dengan negara US. Pengaruh Financial Experience terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency melalui Mediasi Overconfidence Pengaruh financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency melalui overconfidence dengan nilai original sample sebesar 0,034 . , nilai t-statistic sebesar 0,052 dan nilai p-value sebesar 0,616. Dari hasil tersebut tersebut dapat disimpulkan bahwa overconfidence tidak mampu memediasi pengaruh antara financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency, sehingga H6 dalam penelitian ini ditolak. Penyebab overconfidence tidak mampu memediasi financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency karena meskipun investor milenial merasa memiliki pengalaman sebelumnya dalam berinvestasi, namun dalam mengambil keputusan investasi yang memiliki risiko tinggi seperti cryptocurrency mereka lebih memilih untuk mendengarkan saran atau rekomendasi dari teman sejawat yang dianggap lebih berpengalaman dibandingkan dengan menggunakan atau mengandalkan kemampuan diri dalam memutuskan untuk berinvestasi. Hal ini dikarenakan mereka beranggapan akan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Investasi . Ae Perayunda. Mahyuni dapat return yang lebih tinggi jika mereka mengikuti saran atau rekomendasi dari investor lain. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan pernyataan yang dijelaskan oleh Hala et al. yang mengatakan bahwa pengalaman yang semakin banyak akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri yang berlebih sehingga investor berani mengambil keputusan investasi dengan menggunakan pengetahuan, kemampuan dan informasi yang dimiliki. Pengaruh Financial Experience terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency melalui Mediasi Risk Tolerance Pengaruh financial experience terhadap keputusan investasi melalui risk tolerance dengan nilai original sample sebesar 0,034 . , nilai t-statistic sebesar 1,429 dan nilai p-value sebesar 0,154. Dari hasil tersebut tersebut dapat disimpulkan bahwa risk tolerance tidak mampu memediasi pengaruh antara financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency, sehingga H7 dalam penelitian ini ditolak. Penyebab risk tolerance tidak mampu memediasi pengaruh financial experience terhadap keputusan investasi dikarenakan meskipun investor milenial merasa memiliki financial experience yang cukup, namun ketika memutuskan untuk berinvestasi pada investasi yang berisiko seperti cryptocurrency mereka belum sepenuhnya mampu mengelola risiko tersebut dengan benar sehingga terkadang masih mengabaikan risiko dan tidak mendiversifikasikan portofolio mereka dengan baik. SIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara komperhensif faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan investasi pada kaum milenial dengan menambahkan 2 variabel mediasi yaitu risk tolerance dan Hasil menunjukkan bahwa. Pertama, financial experience memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap overconfidence. Maka semakin tinggi financial experience investor maka tingkat overconfidence yang dimilikinya juga semakin meningkat. Kemudian yang kedua, overconfidence tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan investasi cryptocurrency. Hal ini dikarenakan investor milenial dalam berinvestasi pada aset yang berisiko seperti cryptocurrency masih cenderung mengikuti saran atau rekomendasi dari teman sejawat yang dinilai memiliki kemampuan yang Ketiga, financial experience memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap risk tolerance. Hal ini dikarenakan investor milenial di kota Denpasar merasa memiliki pengalaman yang cukup dalam berinvestasi sehingga mereka berani untuk berinvestasi pada jenis investasi yang berisiko dalam hal ini cryptocurrency. Keempat. Risk tolerance memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap keputusan investasi cryptocurrency. Hal ini dikarenakan investor milenial cenderung lebih cepat menerima informasi dari lingkungan sekitarnya yang membuat mereka aktif dalam mencari tahu hal baru salah satunya Maka adanya sikap keterbukaan ini membuat mereka menerima dan mengerti bahwa ketika mereka memutuskan berinvestasi maka pasti akan menemui risiko. Kelima, financial experience tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan investasi cryptocurrency Penyebab financial experience tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi karena investor milenial dalam penelitian ini belum memiliki pengalaman yang cukup atau pengalaman mereka kurang dari 10 tahun, sehingga mereka cenderung mengikuti saran atau rekomendasi dari investor lain yang dianggap lebih berpengalaman, kemudian kurangnya literasi dan wawasan mengenai cara investasi yang baik dan benar, sehingga para investor milenial sering terjebak dengan investasi bodong yang mengatas namakan crypocurrency . Keenam, overconfidence tidak mampu memediasi hubungan antara financial experience terhadap keputusan investasi Penyebab overconfidence tidak mampu memediasi financial experience Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Ae Volume 6. Nomor 3. September 2022 : 351 Ae 372 terhadap keputusan investasi cryptocurrency karena meskipun investor milenial merasa memiliki pengalaman sebelumnya dalam berinvestasi, namun dalam mengambil keputusan investasi yang memiliki risiko tinggi seperti cryptocurrency mereka lebih memilih untuk mendengarkan saran atau rekomendasi dari teman sejawat yang dianggap lebih berpengalaman dibandingkan dengan menggunakan atau mengandalkan kemampuan diri dalam memutuskan untuk berinvestasi. Hal ini dikarenakan mereka beranggapan akan dapat return yang lebih tinggi jika mereka mengikuti saran atau rekomendasi dari investor lain. Kemudian yang terakhir. Risk tolerance tidak mampu memediasi hubungan antara financial experience terhadap keputusan investasi cryprocurrency. Penyebab risk tolerance tidak mampu memediasi pengaruh financial experience terhadap keputusan investasi dikarenakan meskipun investor milenial merasa memiliki financial experience yang cukup, namun ketika memutuskan untuk berinvestasi pada investasi yang berisiko seperti cryptocurrency mereka belum sepenuhnya mampu mengelola risiko tersebut dengan benar sehingga terkadang masih mengabaikan risiko dan tidak mendiversifikasikan portofolio mereka dengan baik. Implikasi bagi praktisi atau masyarakat adalah dalam penelitian ini terjadi kontradiksi antara teori behavioral finance dengan temuan penelitian yang dimana menurut teori behavioral finance, overconfidence merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keputusan investasi kripto. Investor merasa overconfidence saat mengambil keputusan investasi berisiko seperti cryptocurrency yang dianggap dapat memberikan return yang besar, investor akan tergiur untuk berinvestasi dengan jumlah besar dan cenderung merasa overconfidence serta sulit mengelola emosinya dengan baik. Sedangkan temuan yang terjadi di lapangan investor milenial di Denpasar yang menjadi sampel dalam penelitian ini meskipun mereka merasa memiliki sifat overconfidence dalam menilai dan memprediksi informasi yang mereka miliki hal tersebut ternyata tidak ada kaitannya dengan kualitas keputusan investasi yang dibuat. Mereka menganggap sifat overconfidence yang mereka miliki bukanlah dasar untuk memperoleh keuntungan dalam berinvestasi, justru saat mengambil keputusan mereka cenderung lebih mendengarkan saran dan pendapat dari teman sejawat yang dianggap memiliki pengalaman investasi cryptocurrency yang lebih baik dari mereka. Sehingga dapat dikatan investor milenial cenderung FOMO (Fear of Missing Ou. dan mengikuti tren tanpa memiliki analisis yang baik saat memutuskan berinvesatsi pada kripto yang dimana walaupun harga kripto yang dibeli sudah berada di level tinggi. Kemudian implikasi penelitian ini bagi teoritis yaitu: . masih sedikit yang mempertimbangkan penggunaan variabel overconfidence dan risk tolerance sebagai variabel Overconfidence dan risk tolerance merupakan faktor psikologis dan merupakan bagian dari pikiran irrasional yang menjadi alternative investor saat mengambil keputusan investasi. maka ketika investor yang memiliki financial experience yang di mediasi oleh faktor psikologis seperti overconfidence dan risk tolerance akan berpengaruh pada keputusan investasi cryptocurrency, . penelitian terdahulu lebih banyak mengkaji tentang investasi cryptocurrency yang hanya membahas pada salah satu faktor seperti faktor psikologis investor, namun pada penelitian ini peneliti menggabungkan faktor demografis yaitu financial experience dengan faktor psikologis yaitu overconfidence dan risk tolerance, . Penelitian ini berhasil menunjukkan temuan bahwa meskipun investasi cryptocurrency bersifat high risk dan volatilitas yang tinggi namun investor milenial di Kota Denpasar memutuskan untuk berinvestasi cryptocurrency karena memiliki risk tolerance yang tinggi sehingga merasa mampu untuk menanggung risiko tinggi yang mungkin dialami saat berinvestasi. Diharapkan dengan adanya penelitian ini para investor milenial dapat lebih Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Investasi . Ae Perayunda. Mahyuni menggali wawasan dan informasi mengenai jenis investasi yang akan dipilih sebelum memutuskan untuk berinvestasi, sehingga tidak menyesal dan mengalami ketakutan saat memutuskan untuk berinvestasi pada aset yang berisiko seperti cryptocurrency. Kemudian saran bagi penelitian selanjutnya adalah model penelitian ini memiliki nilai Rsquare sebesar 0,217 yang dimana ini menandakan bahwa masih ada peluang yang besar bagi penelitian selanjutnya untuk menggali lebih jauh dan menambahkan faktor lain yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan investasi cryptocurrency pada kaum milenial. Penelitian selanjutnya dapat menambah jumlah sampel dan menggali beberapa faktor dari segi psikologis lainnya seperti herd, experienced regret, loss aversion, mental accounting, dan menambahkan variabel moderasi untuk meningkatkan hasil penelitian berikutnya. Variabel yang dimasukkan ke dalam penelitian ini sudah cukup komperhensif dan reponden ditentukan secara hati-hati, namun tetap ada keterbatasan dari penelitian ini yang dimana jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya 100 orang yang mana masih termasuk dalam skala kecil, kemudian variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini hanya satu, sehingga hasil yang didapat kurang kompleks dalam menguji faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan investasi cryptocurrency. DAFTAR PUSTAKA