AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies P-ISSN: 2622-9897 E-ISSN: 2622-9838 Vol. No. 2, 2025, 527-546 DOI: https://doi. org/10. 58223/al-irfan. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique Fina Rahmah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia rahmahfina0@gmail. Mohammad NuAoman Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia Buya. numan@yahoo. Ely Mufidah MTsN 2 Sidoarjo. Indonesia Elfidah22@gmail. Abstract Keywords: Mimicry Memorization, speaking skills. Arabic language This study aims to describe the application of the Mimicry Memorization (Mim-Me. method with visual media pictorial PPT in learning Arabic language theme A( II OOIO EAfamily daily in class VII MTsN 2 Sidoarjo. The research used the method of classroom action research (PTK) model Kemmis and McTaggart with a qualitative approach combined with simple quantitative analysis. The research subjects totaled 32 students. Learning is carried out through several stages, starting from the introduction of vocabulary with pictures, repetitive sentence imitation exercises, simple questions and answers, to short dialogs in pairs. Visual media in the form of PPT slides helped students understand the context, while the Mim-Mem method trained them to imitate, memorize, and apply vocabulary and sentence This process is proven to increase students' activeness and courage to speak Arabic in front of the class. The results showed an increase in students' speaking skills in four aspects of assessment, namely pronunciation . , vocabulary accuracy . , fluency . , and courage . , with an overall average score of 3. This proves that the Mim-Mem method based on AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 visual media is effective for improving students' speaking skills in Arabic language learning. Abstrak Kata Kunci: Mimicry Memorization, berbicara, bahasa Arab Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode Mimicry Memorization (Mim-Me. dengan media visual bergambar PPT dalam pembelajaran bahasa Arab tema A( II OOIO EAkegiatan sehari-hari keluarg. di kelas VII MTsN 2 Sidoarjo. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan pendekatan kualitatif yang dipadukan analisis kuantitatif sederhana. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa. Pembelajaran dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengenalan kosakata dengan gambar, latihan menirukan kalimat secara berulang, tanya jawab sederhana, hingga dialog singkat secara berpasangan. Media visual berupa slide PPT membantu siswa memahami konteks, sedangkan metode Mim-Mem melatih mereka dalam menirukan, menghafal, dan mengaplikasikan kosakata serta struktur kalimat. Proses ini terbukti meningkatkan keaktifan dan keberanian siswa untuk berbicara bahasa Arab di depan kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa pada empat aspek penilaian, yaitu pelafalan . , ketepatan kosakata . , kelancaran . , dan keberanian . , dengan skor rata-rata keseluruhan 3,78. Hal ini membuktikan bahwa metode Mim-Mem berbasis media visual efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Received: 03-09-2025. Revised: 15-10-2025. Accepted: 16-10-2025 A Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah Pendahuluan Bahasa merupakan sarana komunikasi yang paling efektif bagi makhluk hidup terutama manusia untuk menyampaikan segala yang ada di dalam pikiran, bahasa juga sebagai sarana untuk menyampaikan ide, gagasan, maupun perasaan (Ponny, 2. Bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran inti di Madrasah Tsanawiyah (MT. di Indonesia (Rizkyana Wahyu Laras Pertiwi & Nuhla Tazkiyyatu Tsaqifa, 2. Selain menjadi bahasa yang digunakan dalam al-quran dan hadits, bahasa arab juga berperan sebagai kunci untuk memahami berbagai liteliteratur keislaman klasik maupun modern (Firdaus et al. , 2. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah dikategorikan menjadi empat keterampilan yang terdiri dari empat komponen 528 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 utama, yaitu menyimak . , berbicara . , membaca . , dan menulis . (Amrullah, 2. Keempat keterampilan ini saling berkaitan, namun keterampilan berbicara merupakan komponen paling utama karena menjadi alasan keberhasilan seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan Berbicara bukan hanya sekedar mengucapkan kata-kata, tetapi juga melibatkan penguasaan kosakata, struktur kalimat, intonasi, pengucapan, serta kelancaran dalam mengungkapkan apa saja yang ada di pikiran. Menurut Nunan . , berbicara adalah keterampilan produktif yang membutuhkan integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan berbicara memerlukan metode pembelajaran yang bukan hanya teoritis, melainkan juga harus ada latihan secara langsung dan Namun. Madrasah Tsanawiyah di Indonesia masih tergolong rendah (Fitriani et al. , 2. Hal ini dibuktikan dengan observasi awal pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, terdapat lebih dari 60% siswa kelas VII yang cenderung pasif ketika diminta untuk berbicara bahasa Arab. Mereka hanya mampu mengucapkan kalimat sederhana yang dihafalkan dari buku paket maupun LKS, dan masih kebingungan ketika diminta untuk mengembangkan kata-kata menjadi kalimat Factor penyebabnya sangat beragam, antara lain: siswa berasal dari alumni yang bermacam-macam, ada yang dari lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang di dalamnya terdapat mata pelajaran bahasa Arab ada juga yang berasal dari lulusan Sekolah Dasar (SD) yang di dalamnya tidak terdapat mata pelajaran bahasa Arab secara khusus melainkan menjadi satu dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), sehingga ketika mereka diberi mata pelajaran Bahasa Arab pada jenjang MTs akan merasa kesulitan, karena materi dasarnya terdapat pada jenjang MI. factor lainnya juga karena terbatasnya kosakata yang mereka hafal sehingga sulit untuk memperbanyak kosakata ketika ditugaskan untuk berbicara dengan teman sebangku menggunakan bahasa arab, kemudian factor lainnya juga siswa takut salah dalam melafalkan kalimat berbahasa arab, 529 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 dan kurangnya latihan berbicara dengan bahasa arab yang terstruktur, serta kurangnya motivasi siswa dalam mempelajari mata pelajaran bahasa arab disebabkan media pembelajaran yang kurang interaktif. Salah satu upaya untuk mengatasi kendala dalam pembelajaran bahasa arab yang terjadi di MTs Negeri 2 Sidoarjo adalah dengan menerapkan metode Mimicry Memorization. Metode ini dikembangkan dari pendekatan audiolingual . secara berulang (Santi, 2. Brooks . menjelaskan bahwa melalui proses menirukan ucapan yang benar dan diulang berkali-kali dapat membentuk kebiasaan berbahasa siswa secara alami dan cepat. Metode ini efektif untuk melatih pelafalan, intonasi, dan penguasaan ungkapan-ungkapan bahasa arab sederhana karena ungkapan sehari-hari dalam bahasa arab merupakan ungkapan yang singkat dan mudah dikembangkan terutama untuk siswa jenjang Madrasah Tsanawiyah. Dan untuk mengoptimalkan penerapan metode ini, dibutuhkan media pembelajaran yang mampu untuk memberikan stimulus visual dan audio secara bersamaan, sehingga media visual proyeksi merupakan media yang cocok digunakan dengan metode ini, karena untuk melatih ingatan siswa mereka juga butuh media visual seperti slide bergambar, video, atau animasi yang ditayangkan melalui proyektor, yang hal ini memiliki daya tarik untuk meningkatkan kekuatan daya ingat siswa. Menurut Mayer . , kolaborasi antara teks dan gambar dalam media pembelajaran dianggap mampu meningkatkan pemahaman dan memperjelas informasi karena melibatkan saluran visual dan verbal secara bersamaan. Berdasarkan mendeskripsikan hasil dari penerapan metode mimicry memorization berbasis media visual proyeksi dalam pembelajaran bahasa Arab pada siswa kelas VII MTs Negeri 2 Sidoarjo, serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas VII menggunakan bahasa Arab. peneitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan 530 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 efektif dalam mengembangkan maharah kalam pada jenjang Madrasah Tsanawiyah. Metode Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart. Model ini terdiri dari empat tahapan utama, yaitu: perencanaan . , pelaksanaan tindakan . , observasi . , dan refleksi . yang dilakukan secara berulang dalam bentuk siklus hingga diperoleh hasil yang Pemilihan PTK didasarkan pada tujuan penelitian, yaitu memperbaiki proses pembelajaran sekaligus meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa melalui penerapan metode Mimicry Memorization (Mim-Me. berbasis media visual bergambar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII C MTs Negeri 2 Sidoarjo tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 32 siswa, terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan sesuai dengan alokasi waktu mata pelajaran Bahasa Arab. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi: . lembar observasi, untuk mencatat jalannya proses pembelajaran, partisipasi, dan respon siswa. lembar kerja peserta didik (LKPD) sebagai sarana latihan dalam menirukan dan menghafalkan kosakata serta menyusun dialog sederhana. tes lisan keterampilan berbicara, yang menilai empat aspek, yaitu pelafalan, ketepatan kosakata, kelancaran, dan keberanian. dokumentasi, berupa foto dan catatan lapangan selama kegiatan berlangsung. Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama, perencanaan, yaitu menyusun perangkat pembelajaran berupa modul ajar. RPP. LKPD, serta bahan ajar sesuai tema AIIA A( OOIO EAkegiatan sehari-hari keluarg. Guru juga menyiapkan media visual bergambar dalam bentuk slide PowerPoint yang ditampilkan menggunakan Kedua, pelaksanaan tindakan, yaitu guru mengajar dengan menerapkan langkah-langkah metode Mim-Mem. Pada tahap ini siswa dilatih untuk menirukan . , mengulang, dan menghafalkan . 531 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 kosakata dan kalimat sederhana yang ditampilkan melalui media visual. Selanjutnya, siswa berlatih berdialog secara berpasangan atau kelompok, lalu beberapa kelompok diminta maju untuk mempraktikkan dialog di depan kelas. Ketiga, observasi, yaitu peneliti bersama observer mencatat keterlaksanaan pembelajaran, keaktifan siswa, serta hasil tes lisan. Keempat, refleksi, yaitu menganalisis data hasil observasi dan tes lisan, kemudian menentukan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya. Analisis data dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, analisis kualitatif, yaitu menganalisis data observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan metode Mim-Mem. Kedua, analisis kuantitatif, yaitu menganalisis hasil tes lisan siswa berdasarkan empat aspek penilaian. Skor yang diperoleh siswa dihitung rata-ratanya, kemudian dikategorikan dalam empat kriteria, yakni 3,51Ae4,00 . angat bai. , 2,51Ae3,50 . , 1,51Ae2,50 . , dan 1,00Ae1,50 . Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan pada dua aspek, yaitu: . rata-rata skor tes lisan keterampilan berbicara siswa mencapai kategori Ausangat baikAy (Ou 3,. , dan . minimal 75% siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran menirukan, menghafal, dan berdialog sederhana dengan bahasa Arab. Pembahasan dan Diskusi Metode Mimicry Memorization dalam Pembelajaran Kata mimicry berasal dari istilah Yunani yang berarti meniru atau tiruan, dan memorization berarti menghafal yang dalam bahasa arab disebut dengan Thariqatu Al-simaAo Wa Al Muhafadzah. (Nasrullah & Nurlaeni, 2. Metode Mimicry Memorization adalah salah satu metode yang bertujuan untuk memudahkan pemahaman dan penguasaan mufradat peserta didik terhadap materi pembelajaran bahasa Arab. metode ini sangat cocok digunakan dalam pelajaran bahasa, terlebih lagi bahasa asing. Karena dalam metode ini berfokus pada manirukan dam menghafalkan. (Istianah, 2. Metode ini sangat menarik untuk diterapkan karena untuk dapat mengungkapkan suatu kata manusia 532 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 butuh sesuatu yang mereka tiru dan hafal. Seperti halnya anak bayi, mereka selalu mendengarkan bahasa yang ada di lingkungan sekitarnya dimulai sejak dia berada dalam kandungan ibunya sampai dia memasuki fase anak-anak, secara tidak langsung dia diberi stimulus berbahasa hingga anak tersebut dapat melafalkan apa yang mereka dengar, mereka akan meniru ucapan-ucapan yang terbiasa mereka dengar karena sudah hafal, jika lingkungan sekitarnya menggunakan bahasa Indonesia, maka si anak tersebut akan berbicara Indonesia, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-harinya maka anak akan berbicara menggunakan bahasa Inggris juga, karena yang direkan dan dihafal di dalam memori anak akan diungkapkan melalui lisan mereka. Metode mimicry memorization adalah salah satu metode pembelajaran bahasa yang bertujuan untuk menguasai kosakata dengan cara menekankan pada kegiatan meniru, menghafal, dan mengingat kosakata. Metode Mim-Mem mengacu pada kegiatan mengasah kekuatan memori. Kemampuan mengingat seseorang dapat diukur dengan tiga cara. Pertama, didahului dengan recall yaitu mengingat-ingat kembali apa yang sudah dia ingat. Siswa diminta untuk mengungkapkan kembali apa saja yang sudah dia ingat. Kedua, recognition yaitu menyebutkan beberapa item terkait pelajaran yang telah lalu. Siswa diminta untuk menyebutkan apa saja yang dia ingat terkait materi yang telah lalu, seperti menyebutkan temanya, kosakatanya, maupun percakapan atau cerita yang ada di dalam materi yang telah lalu. Ketiga, relearning yaitu cara yang digunakan untuk mengetahui Apakah siswa dengan mudah mempelajari materi yang disampaikan oleh guru. (Fatati & Sutarjo, 2. Maka ketika siswa sudah bisa menyebutkan kembali apa yang telah dingatnya dan dia juga bisa menceritakan kembali dari beberapa item yang dia ingat kemudian siswa merasa mudah untuk mempelajari materi yang telah disampaikan oleh guru, dia dikategorikan memiliki daya ingat yang bagus, sehingga metode Mim-Mem ini cocok pembelajaran bahasa. 533 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 Dalam proses pembelajaran guru berperan sebagai drill master, yaitu guru menyebutkan beberapa kosa kata yang dilakukan secara berulang dan siswa mengikutinya. Metode Mim-Mem ini merujuk pada teori behavioristic, yang menekankan pada pentingnya latihan berulang dan penguatan dalam Dalam pendekatan ini, siswa diharapkan dapat memperkuat respons atau keterampilan berbicara mereka. (Berliani et al. , 2. Metode ini efektif diterapkan dalam pembelajaran bahasa, terutama pelajaran bahasa arab. dengan menggunakan metode ini siswa dapat belajar secara langsung bagaimana pelafalan yang tepat dalam melafalkan kata atau kalimat bahasa arab, sehingga meminimalisir adanya salah dalam pengucapan ketika mereka berdialog dengan menggunakan bahasa arab. Langkah-langkah metode mimicry memorization dapat disesuaikan dengan keterampilan yang ingin dicapai oleh guru guna mencapai tujuan (Marissa, 2. hal ini bisa dirancang oleh guru dengan matang ketika mulai membuat modul ajar, yang perlu diperhatikan adalah metode ini menekankan pada aspek meniru dan menghafal, yang mana guru bisa memberi materi kepada siswa dengan memulai mengucapkan kosakata atau kalimat dan siswa menirukan apa yang diucapkan oleh guru, dengan menggunakan teknik pengulangan sampai siswa hafal dengan apa yang telah mereka ulang. Setelah itu guru menugaskan siswa untuk menyebutkan kembali yang telah mereka Pelaksanaan Metode Mimicry Memorization berbasis Media Visual Dalam Pelaksanaan metode mimicry memorization pada pembelajaran bahasa arab di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Sidoarjo, peneliti melakukan beberapa tahapan dalam pembelajaran yang terbagi menjadi tiga tahapan, tahap yang pertama yaitu perencanaan yang mana peneliti membuat silabus berupa modul ajar yang di dalamnya sudah mencakup tahapan-tahapan pembelajaran dengan metode Mim-Mem yang dipadukan dengan media visual bergambar, materi ajar dan lembar kerja peserta didik (LKPD), tahap kedua yakni pelaksanaan yang mana peneliti mempraktikkan secara langsung dengan 534 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 mengajar di dalam kelas menggunakan metode Mim-Mem yang dipadukan dengan media visual bergambar yang ditampilkan menggunakan proyektor, dan yang terakhir adalah penutupan serta refleksi yang mana peneliti melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang sudah telaksana menggunakan metode Mim-Mem sehingga dapat diketahui keefektifan penerapan metode Mim-Mem yang dipadukan dengan media visual bergambar. Perencanaan penggunaan metode mimicry memorization Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam proses penelitian. Perangkat tersebut meliputi penyusunan silabus dan modul ajar yang dirancang secara sistematis sesuai dengan kompetensi dasar serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Modul ajar disusun dengan memperhatikan integrasi metode mimicry memorization (Mim-Me. yang dipadukan dengan penggunaan media visual bergambar. Hal ini bertujuan agar peserta didik lebih mudah dalam memahami materi AII OOIOA AEA, sekaligus terbantu dalam mengingat dan melafalkan kosakata bahasa Arab yang terdapat di dalam bab A II OOIO EAsecara tepat. Selain itu, peneliti juga menyiapkan materi ajar yang relevan dengan kebutuhan siswa dan sesuai dengan standar kurikulum. Materi tersebut disusun dalam bentuk yang sederhana, komunikatif, dan kontekstual agar dapat menunjang proses pembelajaran berbicara. Peneliti juga menyusun tahapan-tahapan pembelajaran dimulai dari pendahuluan, kegiatan inti dan penutup yang semuanya dibuat sesuai dengan metode mim-mem dalam waktu satu jam pelajaran yaitu empat puluh lima menit. Pembelajaran dengan Metode Mimicry Memorization (Mim-Me. berbasis media visual diawali dengan tahap pendahuluan yang berfungsi menyiapkan kesiapan mental dan motivasi belajar siswa. Pada tahap ini, guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan sapaan ramah kepada peserta didik untuk membangun suasana positif di kelas. Guru kemudian mengecek kehadiran, mengulas materi sebelumnya, serta mengaitkannya dengan topik yang akan dipelajari. Selain itu, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan 535 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 gambaran umum materi agar siswa memahami arah kegiatan yang akan Seluruh aktivitas pada tahap pendahuluan ini dirancang untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif dan membangun antusiasme siswa terhadap pembelajaran bahasa Arab. Tahap kegiatan inti menjadi pusat pelaksanaan Metode Mim-Mem berbasis media visual. Guru menampilkan media visual berupa gambar melalui PowerPoint sebagai stimulus bagi siswa untuk mengenal kosakata . yang berkaitan dengan tema pelajaran, seperti anggota keluarga. Melalui proses mendengar, menirukan, dan menghafal kosakata secara berulang, siswa dilatih untuk meniru pelafalan yang benar. Guru kemudian memperkuat kemampuan berbicara siswa dengan latihan dialog sederhana, kerja berpasangan, serta kegiatan drill menggunakan gambar acak untuk mempercepat respons verbal. Beberapa kelompok diberi kesempatan menampilkan percakapan singkat di depan kelas. Pembelajaran diakhiri dengan tahap penutup, di mana guru membimbing siswa menyimpulkan materi, melakukan refleksi melalui pertanyaan lisan, memberikan tugas mandiri melalui LKPD, serta menutup pelajaran dengan doa dan salam. Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan penerapan strategi pembelajaran aktif, komunikatif, dan berbasis pengalaman Untuk menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berfungsi sebagai sarana latihan individu maupun kelompok. LKPD ini dirancang untuk menguatkan hasil pembelajaran, sekaligus menjadi instrument pengukur ketercapaian kemampuan berbicara siswa. Yang mana materi dari LKPD bersumber dari buku paket dari kemenag yang dipilih dan disusun secara lebih ringkas dan dapat memahamkan siswa. Dengan demikian, tahap perencanaan ini menjadi landasan penting dalam pelaksanaan pembelajaran, karena seluruh perangkat yang disusun akan menjadi panduan bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara terarah dan terukur. 536 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 Pelaksanaan Pembelajaran Menggunakan Metode Mimicy Memorization berbasis Media Visual Bergambar Pada pelaksanaannya, peneliti membagi menjadi tiga tahapan sesuai dengan rancangan modul yang telah dibuat sebelumnya, yaitu . Tahap Pada tahap ini, guru membuka kelas dengan mengucapkan salam dan memimpin doa bersama agar kegiatan belajar mengajar memperoleh Setelah itu, guru menyapa seluruh siswa dengan ramah dan menanyakan kabar mereka untuk menciptakan suasana yang hangat erta membangun kedekatan. Selanjutnya, guru melakukan pengecekan kehadiran guna memastikan seluruh siswa hadir dan siap mengikuti pelajaran. Setelah kondisi siswa tertib, guru memberikan motivasi kepada siswa tentang pentingnya mempelajari bahasa arab, baik untuk memahami ilmu agama maupun sebagai bekal di masa depan. Guru kemudian menanyakan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya untuk menggali pengetahuan awal siswa sekaligus melatih daya ingat mereka. Dari hasil Tanya jawab tersebut guru mengaitkan materi minggu lalu dengan matetri baru yang akan dibahas hari ini, sehingga siswa dapat memahami kesinambungan antar Selanjutnya, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan jelas agar siswa mengetahui arah dan capaian yang diharapkan. dan terakhir guru memberikan gambaran umum mengenai materi yang akan dipelajari sehingga siswa memiliki bayangan awal dan lebih siap untuk mengikuti proses pembelajaran secara menyeluruh. Pada tahap pembukaan ini kurang lebih guru menghabiskan waktu lima menit pertama dari waktu pembelajaran. Kegiatan Inti. yaitu, guru terlebih dahulu mengajukan tema pembelajaran yang akan dipelajari hari itu, yaitu A( II OOIO EAsehari-hari dalam keluarg. Guru menuliskan judul tema di papan tulis dan ditampilkan juga di slide pertama PPT, kemudian guru merangsang pengetahuan awal siswa dengan bertanya: Ausiapa yang bisa menyebutkan kosakata dalam bahasa arab yang berhubungan dengan keluarga?Ay. Dan siswa yang menyetahui beberapa mufradat menyebutkannya secara lisan. Pada saat pertanyaan pemantik ini ditanyakan banyak sekali dari 537 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 siswa kelas VII yang bisa menjawab dengan benar, ini menunjukkan bahwa siswa sudah siap untuk menerima materi yang akan dipelajari. Namun, ketika guru meminta siswa untuk maju kedepan untuk berdialog sederhana tentang materi A II OOIO EAmereka masih malu-malu untuk maju disebabkan kurang percaya diri dan ada juga yang belum bisa membuat dialog sederhana, sebab materi tersebut masih baru akan dipelajari oleh siswa. Setelah memberikan pertanyaan pemantik, guru membentuk kelompok kecil dengan cara mengelompokkan siswa dengan teman sebangkunya. Tujuannya agar siswa dapat lebih mudah berlatih berpasangan dalam menirukan kosakata dan dialog yang akan dipelajari. Kemudian guru menampilkan gambar tentang kegiatan sehari-hari dalam keluarga satu persatu melalui slide PPT, seperti kalimat A a eC a aA A( E a eOaAsaya membaca kora. , pada slide kedua kalimat A( aa eE EAsaya menulis pelajara. , pada slide ketiga A( E EO EEOOAsaya duduk diatas kurs. , dan kalimatkalimat tentang kegiatan sehari-hari keluarga lainnya, siswa mendengarkan guru melafalkan kalimat-kalimat tersebut terlebih dahulu tanpa menirukanya. Berikut gambar slide PPT yang ditampilkan di proyektor. Gambar 1 Slide PowerPoint Media Visual Selanjutnya, guru meminta siswa untuk menirukan kalimat tersebut secara bersama-sama dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hal ini bertujuan agar siswa terbiasa dengan pelafalan yang benar. Setelah latihan bersama guru 538 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 menunjuk beberapa siswa untuk melafalkan kalimat sederhana tersebut secara Pada saat itu guru memberi umpan balik langsung dengan memperbaiki pelafalan siswa jika terdapat kesalahan. Langkah berikutnya, guru melafalkan kalimat tanya yang jawabannya ada di slide PPT. Misalnya, di slide A a eC a a E aa eOaAguru mengucapkan kalimat tanya A( I IE EIAapa yang kamu lakukan sekarang?). A( I CAapa yang kamu baca?). A( I AE AO Eapa yang kamu lakukan pada pagi hari?). guru mengucapkan kalimat tanya tersebut dan siswa menirukan apa yang diucapkan oleh guru, selanjutnya ketika mereka sudah lancar dan benar dalam melafalkan, guru melatih mereka untuk tanya jawab bersama-sama mengenai slide pertama yaitu slide A a eC a a E aa eOaAmenggunakan pertanyaan yang sudah diulang-ulang tadi, kemudian guru menunjuk beberapa siswa untuk diajak melakukan tanya jawab, dan dikoreksi oleh teman sekelas, guru juga memberikan pertanyaan lebih bervariasi dengan jawaban yang dikembangkan sendiri oleh siswa seperti pertanyaan A( IO C EOAkapan kamu membaca koran?), kemudian dijawab oleh siswa A( C EO AO Eaku membaca koran pada pagi har. , kemudian pertanyaan A( II OC EO Asiapa yang membaca koran?), siswa menjawab A( a eC a a E aa eOaAsaya membaca kora. Latihan tersebut diulang beberapa kali, setelah itu, siswa diberi waktu untuk latihan berdialog sederhana dengan kalimat-kalimat tersebut bersama teman kelompoknya secara Untuk meningkatkan keterampilan berbicara, guru meminta beberapa kelompok untuk maju ke depan kelas dan menampilkan dialog singkat dengan bantuan gambar di PPT, kemudian guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang berani maju dan tampil dengan baik di depan teman-teman sekelasnya, serta memberi koreksi apabila masih ada kesalahan dalam pelafalan maupun struktur kalimat. Dengan rangkaian kegiatan ini, siswa belajar melalui tahapan menirukan . mengulang dan menghafal . hingga mengaplikasikan dalam percakapan sederhana, dengan dukungan media visual bergambar berupa PPT yang ditampilkan melalui proyektor. Penutup. Setelah seluruh rangkaian kegiatan inti selesai, guru memandu siswa kelas VII 539 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 untuk menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari yaitu AII OOIO EA . ehari-hari dalam keluarg. Guru menanyakan kembali beberapa kosakata dan kalimat sederhana tentang kegiatan sehari-hari dalam keluarga, kemudian siswa menyebutkan secara bersama-sama. Dengan ini, siswa kelas VII lebih mudah memahami pokok materi yang dipelajari serta mengingat kembali apa yang telah Gambar 2 Slide PowerPoint untuk Mereview Materi Lalu Kemudian guru melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa Ausiapa yang mau maju untuk berdialog bersama teman kelompoknya?Ay banyak diatara siswa kelas VII yang antusias maju untuk berdialog dengan teman sekelompoknya dengan berani dan lancar berbicara dialog sederhana dalam bahasa arab. melalui kegiatran refleksi ini, guru dapat mengetahui sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran sekaligus melatih keberanian siswa untuk berbicara di depan kelas menggunakan bahasa arab guru juga memberikan tugas mandiri berupa mengerjakan soal latihan pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Soal tersebut berisi latihan pengenalan kosakata, melengkapi kalimat, dan menyusun dialog sederhana berdasarkan tema A( II OOIO EAsehari-hari dalam keluarg. Tugas ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa dan melatih keterampilan menulis serta Sebagai penutup, guru mengajak seluruh siswa untuk berdoa bersama 540 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 Selain menyampaikan motivasi agar siswa senantiasa berlatih berbicara bahasa arab dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam percakapan sederhana dengan teman maupun keluarga. Dengan demikian, pembelajaran berakhir dengan suasana positif, penuh semangat, dan memberi dorongan kepada siswa untuk terus meningkatkan keterampilan berbahasa arabnya. Penggunaan Metode Mimicry-Memorization Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas VII MTsN 2 Sidoarjo Berdasarkan observasi dan tindakan kelas yang telah dilakukan di kelas VII MTsN 2 Sidoarjo oleh peneliti dengan melaksanakan pembelajaran menggunakan metode mimicry memorization berbasis media visual bergambar yang mana terdapat tiga tahapan, dimulai dari merancang modul ajar. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Min-Mem dengan media visual bergambar yang ditampilkan pada proyektor, dan yang terakhir tahap Peneliti menarik kesimpulan, penggunaan metode mim-mem dalam pembelajaran bahasa arab yang berbasis media visual bergambar di kelas VII C MTsN 2 Sidoarjo sangat efektif digunakan sebagai metode pembelajaran, dibuktikan dengan tes lisan yang peneliti gunakan untuk mengetahui kemampuan penguasaan keterampilan berbicara bahasa arab menggunakan dialog sederhana. Berikut adalah tabel penilaian tes lisan yang telah dilakukan. Tabel 1 Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa dalam Tes Lisan Aspek penilaian Skor rata-rata Pelafalan 3,63 Ketepatan kosakata 3,72 Kelancaran 3,84 Keberanian Rata-rata 3,78 541 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 Dari tabel diatas kategori penilaian berdasarkan rentang skor: . 3,51 - 4,00 (Sangat Bai. , . 2,51 Ae 3,50 (Bai. , . 1,51 Ae 2,50 (Cuku. , . 1,00 Ae 1,50 (Kuran. Berdasarkan penilaian diatas diketahui bahwa siswa kelas VII C MTsN 2 Sidoarjo setelah melaksanakan pembelajaran dengan metode mim-mem berbasis media visual bergambar mengalami peningkatan baik dari segi pelafalan, ketepatan kosakata, kelancaran, dan keberanian. Hal ini menunjukkan bahwa metode mimmem berbasis media visual bergambar efektif di terapkan pada pembelajaran di kelas VII C MTsN 2 Sidoarjo. Kesimpulan Berdasarkan hasil penerapan Metode Mimicry Memorization (Mim-Me. berbasis media visual dalam pembelajaran bahasa Arab, dapat disimpulkan bahwa strategi ini efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta Proses pembelajaran yang menggabungkan pengulangan bunyi, peniruan model bahasa, serta dukungan gambar visual membantu siswa memahami makna kosakata dengan lebih cepat dan melatih pelafalan secara alami. Kombinasi antara pendengaran dan penglihatan memperkuat daya ingat serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Dengan demikian, metode ini terbukti relevan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan dalam konteks pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Arab. Temuan mengejutkan dari penelitian ini adalah tingginya tingkat antusiasme dan kepercayaan diri siswa ketika berlatih berbicara menggunakan media visual. Siswa yang sebelumnya pasif menjadi lebih berani menirukan kosakata dan menyusun kalimat sederhana. Visualisasi gambar membantu mereka mengaitkan makna dengan konteks nyata, sehingga proses imitasi tidak hanya mekanis tetapi juga bermakna. Selain itu, interaksi antar pasangan dan kelompok kecil memperkuat kemampuan komunikatif melalui latihan spontan dan alami. Namun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Penerapan metode Mim-Mem berbasis media visual membutuhkan waktu relatif 542 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 panjang untuk memastikan penguasaan pelafalan yang tepat. Selain itu, ketersediaan media visual yang relevan dan menarik menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas penerapan metode ini pada tema dan tingkat kemampuan yang berbeda, serta mengintegrasikannya dengan teknologi pembelajaran interaktif untuk hasil yang lebih maksimal. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan penelitian berjudul AuRedefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique. Ay Ucapan terima kasih disampaikan kepada dosen pembimbing dan rekan sejawat di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya atas bimbingan, masukan, dan motivasi yang diberikan selama proses Penghargaan yang tulus juga disampaikan kepada pihak MTsN 2 Sidoarjo yang telah memberikan izin dan kesempatan untuk melaksanakan penelitian, serta kepada seluruh peserta didik yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa dukungan moral, akademik, dan teknis dari berbagai pihak, penelitian ini tidak akan terselesaikan dengan baik. Pernyataan Kontribusi Penulis Artikel ini merupakan hasil kolaborasi antara tiga penulis dengan kontribusi yang proporsional. Fina Rahmah berperan utama dalam perancangan desain penelitian, pelaksanaan pembelajaran, dan penulisan naskah utama. Mohammad NuAoman berkontribusi dalam analisis data, peninjauan konseptual, serta penyusunan kerangka teoritis penelitian. Sementara Ely Mufidah berperan dalam implementasi metode di lapangan, pengumpulan data empiris, serta penyempurnaan hasil pembahasan. Ketiga penulis telah membaca dan menyetujui versi akhir artikel ini, serta menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan dalam publikasi penelitian ini. 543 | Fina Rahmah. Mohammad NuAoman. Ely Mufidah. Redefining Arabic Speaking Instruction through Visual-Based Mimicry Memorization Technique AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 527-546 References