Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 PEMBELAJARAN IPS DENGAN MEDIA KOMIK STRIP DI KELAS 4 Ayok Ariyanto Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Ponorogo ayokariyanto@gmail. Sigit Dwi Laksana Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Ponorogo sigitciovi@gmail. ABSTRACT The use of comics as a learning media is very rare to find, the tendency of teachers lazy to use because it must first draw a strong reason teachers do not use this media. Comics as a learning medium is very powerful and can evoke students' understanding of the material because of the interesting storyline and the existence of images that are favored by children, researchers want to try to cultivate and introduce to the public and educators that the comic media can be an alternative learning meda, especially the comic strips which are the simplest and easiest types of comics. This introduction is done through an experimental study conducted in SDMT Ponorogo which incidentally as an elementary school favorite and excel in the field of academic and applied in class 4 with class considerations that have unique It is expected that the results of this Research will be of great benefit to educators and learners in all classes in general. Keyword : Comic Strip. Learning IPS. Achievement Tgl. Submit: 20 -10- 2017 Tgl. Diterima: 25 -10-2017 Tgl. Terbit: 22 -12-2017 PENDAHULUAN Komik merupakan salah satu jenis media komunikasi yang sangat diminati oleh semua lapisan masyarakat baik itu anak-anak, remaja, dewasa, maupun tua. Komik yang mulai memasuki kehidupan manusia selalu menawarkan daya tarik tersendiri. Alur cerita serta tokoh yang selalu dinantikan oleh setiap penggemarnya. Komik-komik Jepang maupun Amerika sangat tumbuh subur di Indonesia, tema yang diberikannya pun sangat beragam, mulai dari petualangan, aksi, humor, detektif, percintaan sampai bertema horor pun ada. Kebudayaan membaca komik M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. menjadi sanga erat dan tidak dapat dipisahkan lagi, dalam dunia pendidikan sendiri komik mulai diperkenalkan sekitar 5 tahun terakhir ini. Komik yang digunakan dalam proses pembelajaran lazim disebut sebagai komik pendidikan. Permasalahn yang sering dialami disini adalah kurangnya kreatifitas dari pendidik untuk berinovasi dengan media pembelajaran, dalam hal ini terbatasnya kemampuan menggambar maupun waktu menyebabkan pendidik enggan menggunakan jenis media ini. Padahal pendidik sebenarnya tidak perlu ragu untuk hal tersebut karena kita banyak menemukan komik pendidikan di internet, dan kita tidak perlu untuk Komik pendidikan sejatinya merupakan media yang inovatif jika kita lebih bijak dan cermat dalam memanfaatkannya. Kekuatan pesan yang dimunculkan oleh media komik tidak dapat diragukan lagi. Asnawir dan M. Basyiruddin Usman mendefinisikan komik pendidikan secara singkat, yaitu komik merupakan media yang mempunyai sifat sederhana, jelas mudah 1 Sebenarnya, komik telah lama digunakan dalam dunia pendidikan sebagai media Para pendidik di Amerika juga menciptakan komik yang mendukung kurikulum Banyak sekali kelebihan dari komik seperti penelitian yang dilakukan oleh Thorndike, diketahui bahwa anak yang membaca komik lebih banyak misalnya dalam sebulan minimal satu buah buku komik, maka sama dengan membaca buku-buku pelajaran dalam setiap tahunnya, hal ini berdampak pada kemampuan membaca siswa dan penguasaan kosa kata jauh lebih banyak dari siswa yang tidak menyukai komik. Beberapa penjelasan diatas menguatkan peneliti untuk mencoba untuk lebih memperdayakan media komik untuk menjadi salah satu media alternatif sebagai penyampai materi pelajaran, oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian yang terkait dengan Asnawir dan M. Basyarudin Usman. Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Pers, 2. hal 53 Daryanto. Media Pembelajaran, ( Yogyakarta : Gava Media, 2. hal 128 M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. keampuhan dari media komik. Peneliti sengaja melakukan penelitian yang bersifat eksperimen agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Studi eksperimen yang digunakan yaitu dengan melakukan perlakuan kepada objek penelitian dalam hal ini adalah SDMT Ponorogo kelas 4A dan 4B dengan melakukan perlakuan yang berbeda yaitu 4A diajar dengan menggunakan media komik sedang 4B dengan konvensional saja. Kemudian dilakukan roling media. Hal ini dimaksudkan agar hasil dari perlakuan ini dapat diamati METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif atau analisis data statistik. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang menitikberatkan pada penyajian data yang berbentuk angka atau kuantitatif yang diangkakan . dengan menggunakan statistik. 3 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group design. dengan pola sebagai berikut: Keterangan: : Kelompok Eksperimen : Kelompok Kontrol : Pre-test Kelompok Eksperimen : Post-test Kelompok Eksperimen : Pre-test Kelompok Kontrol : Post-test Kelompok Kontrol : Pembelajaran dengan Media komik strip : Metode Pembelajaran Konvesnional/Ceramah Ahmad Tanzeh dan Suyitno. Dasar-Dasar Penelitian, ( Surabaya: Lembaga Kajian Agama dan Filsafat . lKAF), 2. , hal 45 M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. Peneliti menganalisis pengaruh yang terjadi antara variabel bebas dan variabel terikat berdasarkan perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen yang menggunakan media komik dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional . Eksperimen merupakan kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh peneliti untuk mengumpulkan bukti-bukti yang berhubungan dengan hipotesis yang diajukan, meneliti adanya akibat setelah subjek dikenai perlakuan pada variabel bebasnya. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4A dan 4B yang ada di SDMT Ponorogo. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Sampling Jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai 4 Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4A dan 4B SDMT Ponorogo. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah teknik observasi partisipan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas guru maupun peserta didik selama proses pembelajaran. Disamping mengunakan observasi peneliti juga menggunakan teknik tes. Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. 5 tes dalam penelitian ini munggunakan Pre-test dan Post-test. Digunakan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dan untuk mengetahui nilai belajar IPS peserta didik. Soal Pre-test dan Post-test menggunakan/ berbentuk multiple choice dengan alternatif jawaban 4 item. setiap skor mendapat poin 1 jika betul dan 0 jika Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R&D), ( Bandung: alfabeta, 2. , 124 Suharsimi Arikunto dan Cepi Saifuddin Andul Jabar. Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoritis Praktis Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , hal 18 M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. Teknik yang terakhir digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang pengelolaan madrasah, dalam bentuk dokumen tertulis berupa arsip, data-data sekolah yang terkait dengan data yang dibutuhkan oleh Untuk mengukur validitas isi soal Pre-test dan Post-test maka diperlukan Uji Validitas. Untuk menguji validitas isi perlu memperhatikan 2 hal yaitu sejauh mana tes tersebut telah mampu mengukur materi pelajaran dan sejauh mana tes tersebut dapat mengukur sampel dari perubahan-perubahan tingkah laku yang diharapkan terjadi pada diri peserta didik setelah melalui proses pembelajaran tertentu. validitas ini menggunakan rumus korelasi product moment, rumus yang digunakan ialah: Tes hasil belajar disebut memiliki validitas yang tinggi, bila tes tersebut sudah dapat mengukur sampel yang representatif dari materi pelajaran yang diberikan, dan perubahan perilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan media komik di kelas eksperimen pada mata pelajaran IPS Kelas 4 Penelitian ini menggunakan subjek eksperimen kelas 4 di SDMT Ponorogo, yaitu melihat aktifitas pembelajaran antara di kelas kontrol dan kelas eksperiment, dimana di kelas kontrol menggunakan metode konvensional . , sedangkan dikelas eksperimen M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 menggunakan media yang didesain oleh peneliti yaitu berupa media komik strip yang membahas materiyang sama. Pada kelas eksperimen guru memulai pembelajaran dengan menjelaskan terlebih dahulu Kompetensi Dasar serta Tujuan dari pembelajarn, kemudian guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok setiap kelompok diberi materi dalam bentuk komik strip, setiap kelompok diminta untuk memahami isi komik serta menugaskan beberapa anggota kelompok untuk menjelaskan keanggota kekelompok sendiri. Hal ini dapat melatih kemampuan kognitif anak sekaligus melatih anak untuk berfikir secara kritis sehingga mampu menyelesaikan persoalan yang ada. Perbedaan pengaruh antar penggunaan media komik strip dengan metode konvensional terhadap hasil belajar peserta didik kelas 4 pada mata pelajaran IPS Analisis Data Awal (Pre-tes. Analisis data test awal digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kemampuan yang sama atau berbeda sebelum dilakukan perlakuan dengan media yang berbeda. Kelompok esksperimen dengan penggunaan Media Komik Strip sedangkan kelompok kontrol metode Konvensional/ Data hasil tes awal tersebut maka dilakukan uji normalitas dan uji t. Hasil Uji Normalitas Data Data dari hasil penelitian terlebih dahulu diadakan uji prasyarat data sebelum data Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang terkumpul memenuhi syarat untuk dianalisis atau tidak. Uji prasyarat analisis yang digunakan adalah uji normalitas. Hasil uji normalitas data awal kedua variabel dapat dilihat pada tabel berikut ini. M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Tabel Hasil Uji Normalitas Data Variabel Nilai Chi Nilai kritik chi Kriteria Kelompok Kontrol 5,86 7,81 Berdistribusi normal Kelompok eksperimen 1,41 7,81 Berdistribusi normal Rangkuman hasil analisis chi square hasil belajar kelompok kontrol diperoleh NA sebesar 5,86, karena nilai NA hitung lebih kecil dari NA tabel . ,86 < 7,. maka data kelompok kontrol berdistribusi normal. Data pada kelompok eksperimen tersebut menunjukkan bahwa hasil perhitungan NA sebesar 1,41, karena nilai NA hitung lebih kecil dari NA tabel . ,41 < 7,. maka data kelompok eksperimen berdistribusi normal. Tahapan Perlakuan dan Pembelajaran pada Kelas Eksperimen dan Kontrol Pree-test pada Kelas Eksperimen dan Kontrol Pemberian pre-test digunakan untuk menguji normalitas. Komponen tersebut dibutuhkan untuk memastikan bahwa kedua kelas tersebut berangkat dari kondisi awal yang sama. Selain itu pemberian pree-test juga berfungsi untuk pembagian kelompok pada kelas eksperimen. Perbandingan rata-rata nilai pre-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel Perbandingan Rata-rata Nilai Pree-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol. Kelompok Jumlah Eksperimen 2772 Kontrol Mean 61,60 61,76 M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Pengamatan Kelas Eksperimen Tabel Pengamatan Kelas Eksperimen No. Aspek yang diamati Kelompok Eksperimen Kategori Cukup baik Baik Baik Baik Baik Baik Kesiapan dalam pembelajaran Ketrampilan berpikir dan bekerjasama dalam Melakukan aktifitas bertanya Menjawab pertanyaan untuk menemukan solusi Interaksi antar kelompok Saling membantu antar siswa dalam kelompok Adanya pembagian tugas dalam kelompok Baik Penuh perhatian dalam belajar aktif Baik Perhatian siswa selama proses pembelajaran Baik Kehadiran siswa dalam proses pembelajaran Baik Perbedaan hasil belajar antara penerapan pembelajaran media komik strip dengan metode konvensional pada mata pelajaran IPS kelas 4 Uji t (Uji Hipotesi. Setelah pembelajaran dilakukan dengan metode yang berbeda antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pada akhir pembelajaran dilakukan test akhir. Tes akhir siswa ini digunakan untuk mencari perbedaan hasil belajar antara pembelajaran menggunakan media komik strip dan menggunakan metode konvensional. Kelompok konvesional/ceramah sedangkan kelompok eksperimen dengan penggunaan media komik Dari hasil test akhir diuji dengan t test yang dapat dirangkum sebagai berikut. M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Tabel Hasil t-test data test Akhir Variabel Rata-rata Kelompok Kontrol t hitung t tabel Kriteria 4,955 1,66 ada Perbedaan 70,93 Kelompok eksperimen 78,73 Dari hasil perhitungan dengan uji t diperoleh thitung = 4,955 sedangkan ttabel yaitu t. ,05. = 1,66. Karena thitung > ttabel yaitu 4,955 > 1,66 maka kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil tersebut adalah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kemampuan berbeda. Kelompok eksperimen memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan kelompok kontrol. Karena hasil dari rata-rata untuk kelompok eksperimen menggunakan media komik strip diperoleh rata-rata nilai sebesar 78,73 sedangkan pada kelompok control dengan metode konvensional/ceramah diperoleh hasil rata-rata sebesar 70,93. Dari hasil perhitungan dengan uji t diperoleh thitung = 4,955 sedangkan ttabel yaitu t. ,05. = 1,66. Karena thitung > ttabel yaitu 4,955 > 1,66, maka secara statistik hipotesis penelitian yang berbunyi AuAda perbedaan hasil belajar antara menggunakan media komik strip dengan metode pembelajaran konvensionalAy diterima. KESIMPULAN Pada kelas eksperimen guru memulai pembelajaran dengan menjelaskan terlebih dahulu Kompetensi Dasar serta Tujuan dari pembelajarn, kemudian guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok setiap kelompok diberi materi dalam bentuk komik strip, setiap kelompok diminta untuk memahami isi komik serta menugaskan beberapa anggota kelompok untuk menjelaskan keanggota kekelompok sendiri. Hal ini dapat melatih kemampuan M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. kognitif anak sekaligus melatih anak untuk berfikir secara kritis sehingga mampu menyelesaikan persoalan yang ada. Hasil analisis chi square hasil belajar kelompok kontrol diperoleh NA sebesar 5,86, karena nilai NA hitung lebih kecil dari NA tabel . ,86 < 7,. maka data kelompok kontrol berdistribusi Data pada kelompok eksperimen tersebut menunjukkan bahwa hasil perhitungan NA sebesar 1,41, karena nilai NA hitung lebih kecil dari NA tabel . ,41 < 7,. maka data kelompok eksperimen berdistribusi normal. DAFTAR RUJUKAN Acmhad. Arief. AuPengertian IPSAy dalam http:// re-searchengines. akses 28 maret 2011 Arikunto dan Cepi Saifuddin Andul Jabar. Suharsimi. Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoritis Praktis Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2007 Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Daryanto. Media Pembelajaran. Yogyakarta : Gava Media, 2010 Dwi Laksana. Sigit. Jurnal TaAoallum: Jurnal Pendidikan Islam. Vol 03. Nomor 02 november 2015. ISSN 2337-1891 Hasan dan Yusman Basri. Petunjuk Guru Ilmu Pengetahuan Sosial 2. Jakarta : Balai Pustaka, 1998 Basyarudin Usman. Asnawir. Media Pembelajaran. Jakarta : Ciputat Pers, 2002 Nursid. Syafruddinn. Model Pembelajaran yang Memperhatikan Keragaman Individu Siswa Dalam Kurikulim Berbasis Kompetensi. Ciputata : Quantum teachimg, 2005 Pusat Perbukuan. Standar Penilaian Buku Pelajaran Pengetahuan Social SD Ae SMP. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional, 2003 Rohani. Ahmad. Media Instruksional Edukatif. Jakarta : Rineka cipta, 1997 SU. Ischak. Buku Materi Pokok Pendidikan IPS di SD. Jakarta: Universitas Terbuka,1997 Sugiono. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta, 2007 M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ayok Ariyanto. Pembelajaran IPS dengan Media. Sugiono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R&D). Bandung: alfabeta, 2011 Sumaatmadja. Nursid. Metodologi : Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Bandung : Alumni, 1980 Sutrisno Hadi. Statistik. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM, 1981 Tanzeh dan Suyitno. Ahmad. Dasar-Dasar Penelitian. Surabaya: Lembaga Kajian Agama dan Filsafat, elKAF, 2006 M U A D D I B: Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 07 No. 02 Juli-Desember 2017