CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 8 | Nomor 2 | Desember . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Peningkatan Kompetensi Pedagogis Digital Guru melalui Pelatihan Media Interaktif Berbasis Service Learning di Al-Fikh Orchard. Malaysia Zailani1*. Ahmad Afandi2. Rahmayati3. Isra Hayati 4 Kata Kunci: Media Pembelajaran Interaktif. Kompetensi Digital Guru. Pengabdian kepada Masyarakat. Quizizz. Service Learning. Keywords : Interactive Learning Media. Teacher Digital Competency. Community Service. Quizizz. Service Learning. Corespondensi Author: Pemasaran. Inovasi & Teknologi. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan. Indonesia Email: Ahmad. affandi@umsu. Article History Received: 02-08-2025. Reviewed: 12-10-2025. Accepted: 28-11-2025. Available Online: 15-12-2025. Published: 28-12-2025. Abstrak. Kesenjangan kompetensi digital, rendahnya motivasi, dan ketiadaan sistem evaluasi yang sistematis menjadi kendala utama dalam optimalisasi pembelajaran di Al-Fikh Orchard. Selangor. Malaysia. Menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis-pedagogis, menguatkan self-efficacy pengajar dalam merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran interaktif berbasis digital seperti Quizizz, serta membekali institusi mitra dengan kerangka evaluasi yang terstruktur untuk mengukur dampak inovasi secara berkelanjutan. Kegiatan yang melibatkan 30 orang pengajar ini dilaksanakan secara luring di Al-Fikh Orchard. Selangor. Malaysia, dengan mengadopsi pendekatan Service Learning (SL) yang partisipatif. Metode ini diimplementasikan melalui serangkaian tahapan terstruktur, mulai dari pemetaan kebutuhan awal melalui pre-test, dilanjutkan dengan pelatihan intensif yang mengintegrasikan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), workshop kolaboratif untuk perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) digital, sesi praktik microteaching dengan umpan balik sejawat, hingga pendampingan pasca-pelatihan untuk memastikan keberlanjutan Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat signifikan, terbukti dari peningkatan skor rata-rata gabungan kompetensi peserta . emahaman konseptual dan keterampilan tekni. 9 poin, atau setara dengan peningkatan 99. dari skor pre-test ke post-test. Secara kualitatif, kegiatan ini berhasil menghasilkan 10 set perangkat ajar digital siap pakai yang telah diuji melalui microteaching, serta berhasil memantik terbentuknya komunitas belajar informal di antara para pengajar yang berfungsi sebagai mekanisme mentoring internal. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendekatan Service Learning yang holistik, yang tidak hanya fokus pada aspek teknis tetapi juga menguatkan landasan pedagogis (TPACK) dan self-efficacy, merupakan strategi yang efektif dan memberdayakan untuk memfasilitasi adopsi teknologi pendidikan yang bermakna dan berkelanjutan di institusi mitra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 Para pengajar di institusi tersebut masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknispedagogis dalam mengintegrasikan teknologi digital secara bermakna ke dalam kurikulum. Selain itu, akses terhadap perangkat dan perangkat lunak pendukung yang belum merata menjadi kendala operasional yang Lebih lanjut, teridentifikasi adanya tingkat motivasi yang relatif rendah di mengadaptasi metode-metode pembelajaran baru yang berbasis teknologi. Faktor resistensi terhadap perubahan dan rendahnya self-efficacy . eyakinan dir. dalam menggunakan TIK menjadi akar permasalahan psikologis yang perlu diatasi. Problematika ini diperparah dengan belum adanya sistem evaluasi yang terstruktur dan sistematis untuk mengukur efektivitas penggunaan media digital, sehingga upaya inovasi yang dilakukan bersifat sporadis dan sulit diukur dampaknya terhadap kualitas hasil belajar peserta didik. Berbagai sebelumnya telah mengkaji tentang pentingnya pelatihan TIK bagi guru. Penelitian oleh Sari dan Setiawan . menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz secara signifikan meningkatkan efektivitas evaluasi pembelajaran. Demikian pula, program pengabdian yang dilakukan oleh Hamid dan Santoso . di Indonesia berhasil meningkatkan keterampilan teknis guru dalam memanfaatkan platform serupa. Namun, banyak dari intervensi tersebut cenderung berfokus pada aspek teknis penggunaan aplikasi semata, tanpa menyentuh dimensi pedagogis, motivasional, dan manajerial secara komprehensif. Kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang diperkenalkan oleh Mishra dan Koehler . menekankan bahwa integrasi teknologi yang efektif memerlukan perpaduan harmonis antara pemahaman teknologi, pedagogi, dan konten. Kegagalan banyak program pelatihan seringkali disebabkan oleh pengabaian terhadap aspek motivasi dan self-efficacy guru, sebagaimana ditekankan dalam teori Bandura . , yang merupakan prediktor kuat adopsi Oleh karena itu, sebuah program pengembangan kapasitas yang holistik tidak hanya harus membekali guru dengan PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang pesat telah mengakselerasi transformasi fundamental dalam berbagai sektor, tidak terkecuali pada sektor pendidikan. Era disrupsi digital beradaptasi dan mengintegrasikan teknologi secara efektif guna menciptakan lingkungan belajar yang relevan, interaktif, dan mampu membekali peserta didik dengan kompetensi abad ke-21. Media pembelajaran interaktif berbasis digital, seperti platform gamifikasi Quizizz dan aplikasi sejenisnya, telah terbukti menjadi instrumen pedagogis yang ampuh untuk meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan hasil belajar siswa. Pemanfaatan media ini memungkinkan proses evaluasi yang lebih dinamis, memberikan umpan balik secara instan, serta mengakomodasi gaya belajar yang beragam. Oleh karena itu, penguasaan mengimplementasikan media pembelajaran digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi para pendidik di seluruh jenjang. Perguruan tinggi, sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, memegang peranan strategis dalam keterampilan ini kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian. Upaya peningkatan kapasitas pendidik di lembaga mitra, termasuk manifestasi dari tanggung jawab institusional untuk berkontribusi secara nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan global, sejalan dengan mandat Tridharma Perguruan Tinggi. Meskipun urgensi transformasi digital dalam pendidikan telah diakui secara luas, implementasinya di lapangan seringkali menghadapi berbagai tantangan yang Kesenjangan digital . igital divid. tidak hanya terbatas pada akses terhadap perangkat keras dan infrastruktur, tetapi juga mencakup kesenjangan kompetensi dan pola pikir di kalangan pendidik. Fenomena ini teridentifikasi secara nyata di lingkungan AlFikh Orchard. Selangor. Malaysia, yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Hasil analisis situasi awal menunjukkan adanya sejumlah permasalahan krusial yang Zailani, et al. Peningkatan Kompetensi Pedagogis Digital. keterampilan AubagaimanaAy menggunakan alat, tetapi juga AumengapaAy dan AukapanAy alat tersebut paling efektif digunakan, serta Kebaruan dan justifikasi kegiatan pengabdian ini terletak pada pendekatannya yang terintegrasi, yang tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga secara eksplisit bertujuan untuk menguatkan motivasi dan membekali institusi dengan sistem evaluasi berkelanjutan, sebuah kombinasi yang jarang ditemukan dalam program sejenis di konteks spesifik Al-Fikh Orchard. Menjawab serangkaian permasalahan yang telah diidentifikasi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk AuPelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital (Quizizz & tools sejeni. bagi Pengajar Al-Fikh Orchard. Selangor. MalaysiaAy dirancang sebagai solusi intervensi yang komprehensif dan terstruktur. Kegiatan ini secara spesifik bertujuan untuk: . meningkatkan kompetensi pengajar dalam menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis digital, dengan fokus utama pada platform Quizizz dan perangkat sejenis. menguatkan motivasi intrinsik dan self-efficacy para pengajar untuk secara proaktif dan berkelanjutan menerapkan pedagogi digital dalam praktik mengajar sehari-hari. membekali institusi mitra dengan sebuah sistem evaluasi yang terstruktur, mencakup instrumen pre-test dan post-test, lembar observasi, serta mekanisme umpan balik, guna mengukur dampak implementasi media digital secara objektif. memfasilitasi pengadaan atau optimalisasi pemanfaatan sumber daya TIK yang relevan dan tepat guna sesuai dengan kebutuhan institusi. Melalui pencapaian tujuan-tujuan tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat Bagi para pengajar sebagai peserta, manfaat yang ditargetkan meliputi penguasaan kepercayaan diri dalam mengadopsi teknologi, serta tersedianya portofolio perangkat ajar digital yang siap pakai. Sementara itu, bagi institusi mitra. Al-Fikh Orchard, manfaat jangka panjangnya adalah terwujudnya ekosistem pembelajaran yang lebih modern dan dinamis, terbentuknya komunitas belajar internal yang berfungsi sebagai mekanisme berkala sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu pembelajaran. METODE Kegiatan masyarakat ini mengadopsi pendekatan Service Learning (SL), yang didefinisikan sebagai terintegrasi secara mendalam dengan praktik pedagogis dan siklus refleksi terstruktur. Pendekatan ini mencakup lima komponen utama: pemetaan kebutuhan, pelatihan intensif, praktik langsung, pendampingan berkelanjutan, dan refleksi hasil untuk Metode SL dipilih karena kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan aplikasi praktis di lapangan, yang terbukti sangat efektif untuk program pengembangan kompetensi profesional berkelanjutan bagi para pendidik. Dengan melibatkan peserta secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi masalah hingga implementasi solusi. SL memastikan bahwa intervensi yang diberikan bersifat relevan, kontekstual, dan berdampak nyata. Sasaran kegiatan ini adalah 30 orang pengajar dari Al-Fikh Orchard. Selangor. Malaysia, dengan kriteria spesifik yaitu para pendidik yang aktif mengampu kelas dan menunjukkan kesiapan serta motivasi tinggi untuk mengadopsi media digital dalam proses pembelajaran mereka. Pemilihan target ini bersifat strategis, dengan harapan mereka dapat menjadi agen perubahan dan pionir dalam pemanfaatan Keseluruhan rangkaian kegiatan dilaksanakan . atap memaksimalkan interaksi dan praktik langsung, bertempat di lingkungan Al-Fikh Orchard. Selangor. Malaysia, pada tanggal 2627 November 2024. Kemitraan dengan AlFikh Orchard memastikan bahwa program ini selaras dengan visi dan kebutuhan institusional Implementasi metode Service Learning dalam kegiatan ini dirancang sebagai sebuah model pelatihan partisipatif yang holistik dan Model ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan satu arah, tetapi lebih menekankan pada proses belajar bersama melalui serangkaian aktivitas yang Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 saling terkait. Tahap awal, pemetaan dilakukan melalui kelompok terpumpun dan asesmen awal untuk mengidentifikasi tantangan spesifik yang dihadapi para guru dalam mengintegrasikan Selanjutnya, komponen pelatihan intensif diselenggarakan dalam format workshop yang menggabungkan tiga elemen utama: pemaparan konsep teoretis mengenai dasar-dasar pedagogi digital dan desain aktivitas interaktif. demonstrasi teknis penggunaan platform seperti Quizizz dan alat evaluasi digital lainnya. serta sesi praktik terbimbing di mana peserta langsung mencoba dan menerapkan alat tersebut. Komponen praktik langsung diwujudkan melalui sesi perancangan perangkat ajar (RPP/lembar aktivita. dan simulasi mengajar dalam format Sesi ini menjadi arena bagi peserta untuk menguji coba ide-ide mereka dalam lingkungan yang aman dan suportif, serta menerima umpan balik konstruktif. Tahap pendampingan menjadi elemen krusial yang membedakan SL dari pelatihan konvensional, di mana tim pengabdi memberikan mentoring pasca-pelatihan untuk membantu guru mengatasi kendala saat implementasi di kelas nyata. Terakhir, siklus ini ditutup dengan sesi refleksi hasil secara terstruktur, yang mengajak peserta untuk keberhasilan, dan merumuskan strategi perbaikan untuk praktik mengajar mereka di masa depan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini disusun secara sistematis dan kronologis untuk memastikan alur pembelajaran yang koheren dan efektif. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan penyelarasan tujuan program, di mana tim pengabdi dan peserta menyamakan persepsi mengenai target dan hasil yang diharapkan dari pelatihan. Tahap selanjutnya adalah pemetaan kebutuhan dan baseline assessment, yang dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta terkait pedagogi digital dan media interaktif. Setelah data awal terkumpul, peserta memasuki sesi materi inti yang terbagi menjadi dua bagian. Materi pertama berfokus pada landasan konseptual, mencakup AuDasar-dasar pedagogi digital & desain aktivitas interaktif,Ay yang membekali peserta dengan kerangka berpikir untuk merancang pembelajaran yang menarik di era digital. Sesi ini dilanjutkan dengan materi kedua yang lebih teknis, yaitu AuPraktik penggunaan Quizizz dan alat evaluasi berbasis digital,Ay di mana peserta secara langsung belajar mengoperasikan perangkat lunak yang Puncak dari transfer pengetahuan ini adalah sesi workshop perancangan perangkat ajar, di mana peserta secara kolaboratif mengembangkan RPP atau lembar aktivitas yang mengintegrasikan media interaktif. Untuk menguji kelayakan rancangan tersebut, diselenggarakan sesi praktik kelas mini . yang diikuti dengan sesi umpan balik sejawat yang konstruktif. Proses tidak berhenti di ruang pelatihan. tim pengabdi melanjutkan dengan program pendampingan implementasi di kelas masing-masing. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan evaluasi hasil komprehensif yang mencakup post-test, observasi kelas, dan survei kepuasan, serta sesi refleksi bersama untuk merumuskan rencana tindak lanjut dan perbaikan berkelanjutan. Untuk mengukur keberhasilan dan dampak program secara objektif, digunakan pendekatan evaluasi multi-instrumen yang mengombinasikan data kuantitatif dan Instrumen utama untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kompetensi kognitif peserta adalah kuesioner pre-test dan post-test. Kuesioner ini dirancang dengan butirbutir pertanyaan yang mencakup pemahaman konsep pedagogi digital, keterampilan teknis dalam menggunakan aplikasi Quizizz, serta pembelajaran interaktif. Analisis statistik komparatif terhadap skor sebelum dan sesudah keberhasilan program dari sisi peningkatan Selanjutnya, untuk mengukur aspek keterampilan praktik dan partisipasi, digunakan lembar observasi terstruktur selama sesi workshop dan microteaching. Lembar observasi ini memuat kriteria penilaian seperti kemampuan berkolaborasi, kreativitas dalam penyampaian saat simulasi mengajar. Selain itu, dilakukan pula analisis artefak berupa produk RPP atau lembar aktivitas yang dihasilkan oleh peserta, yang dinilai berdasarkan rubrik yang mencakup aspek keselarasan tujuan, inovasi media, dan potensi Terakhir, mengevaluasi aspek afektif dan persepsi Zailani, et al. Peningkatan Kompetensi Pedagogis Digital. peserta, disebarkan angket kepuasan di akhir Angket ini mengukur tingkat kepuasan terhadap relevansi materi, kualitas penyampaian fasilitator, dan manfaat program secara keseluruhan. Kombinasi data dari keempat instrumen ini memberikan gambaran holistik mengenai efektivitas program, yang menjadi dasar kuat untuk analisis pada bagian Hasil dan Pembahasan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Pembukaan dan Pengantar Program Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk AuPelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital (Quizizz & tools sejeni. bagi Pengajar Al-Fikh Orchard. Selangor. MalaysiaAy telah diselenggarakan secara komprehensif dan sistematis sesuai dengan rancangan metode Service Learning yang telah Rangkaian berlangsung selama dua hari pada 26-27 November 2024 ini diikuti oleh 30 orang pengajar yang menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme tinggi. Seluruh tahapan, mulai dari pemetaan kebutuhan hingga evaluasi akhir, berhasil diimplementasikan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Berikut adalah deskripsi rinci mengenai pelaksanaan dan hasil dari setiap tahapan Pemetaan Kebutuhan Baseline Assessment (Pre-tes. Sebelum memasuki sesi materi inti, dilakukan pemetaan kebutuhan dan asesmen awal . aseline assessmen. melalui penyebaran kuesioner pre-test. Instrumen ini dirancang untuk mengukur tiga domain utama: . pemahaman konseptual mengenai pedagogi digital dan kerangka kerja TPACK. tingkat keterampilan teknis dalam mengoperasikan platform evaluasi digital seperti Quizizz. tingkat self-efficacy atau kepercayaan diri dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi. Hasil pre-test rata-rata pemahaman konseptual peserta berada pada 2 dari skala 100, sementara skor keterampilan teknis berada di angka 38. Data ini mengonfirmasi temuan analisis situasi awal bahwa terdapat kesenjangan kompetensi yang Selain itu, data kualitatif dari diskusi kelompok terpumpun yang menyertai asesmen ini mengungkap bahwa tantangan utama yang dirasakan peserta bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada kebingungan dalam mengintegrasikan alat digital secara bermakna ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan kurangnya kepercayaan diri untuk mencoba metode baru. Pembukaan dan Penyelarasan Tujuan Program Kegiatan pembukaan yang dihadiri oleh pimpinan AlFikh Orchard dan seluruh peserta. Sesi ini tidak hanya berfungsi sebagai seremoni formal, tetapi juga sebagai forum strategis untuk menyelaraskan ekspektasi dan tujuan antara tim pengabdi dan institusi mitra. Tim pengabdi memaparkan secara transparan mengenai latar belakang masalah yang diidentifikasi, tujuan spesifik yang ingin dicapai, serta manfaat jangka panjang yang diharapkan bagi para pengajar dan institusi. Melalui dialog interaktif, dipastikan bahwa seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai urgensi penguasaan pedagogi digital dan relevansi program pelatihan ini dengan tantangan profesional yang mereka hadapi sehari-hari. Penyelarasan ini menjadi fondasi penting untuk membangun komitmen dan motivasi peserta sejak awal kegiatan. Materi 1: Dasar-dasar Pedagogi Digital & Desain Aktivitas Interaktif Sesi pembekalan landasan konseptual yang kuat. Materi ini dirancang untuk menggeser paradigma peserta dari sekadar Aupengguna alatAy menjadi Auperancang pengalaman belajarAy. Tim pengabdi memperkenalkan Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 kerangka kerja Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dari Mishra dan Koehler . sebagai model berpikir utama. Peserta diajak untuk menganalisis bagaimana pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten harus beririsan secara harmonis untuk menciptakan pembelajaran yang efektif. Konsep-konsep seperti gamifikasi, active learning, dan instant feedback dibahas secara mendalam, dikaitkan langsung dengan contoh-contoh praktis penggunaannya di dalam kelas. Sesi ini bersifat sangat interaktif, menggunakan studi kasus dan diskusi untuk membantu peserta merefleksikan praktik mengajar mereka saat ini dan mengidentifikasi peluang untuk inovasi. Workshop Perancangan Perangkat Ajar (RPP/Lembar Aktivita. Berbasis Media Interaktif Puncak dari kegiatan pelatihan adalah sesi workshop di mana peserta secara kolaboratif merancang perangkat ajar digital. Dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan rumpun mata pelajaran, peserta ditugaskan untuk mengembangkan satu unit RPP atau lembar aktivitas siswa yang secara eksplisit mengintegrasikan Quizizz atau alat Proses ini menantang mereka untuk menerapkan konsep TPACK yang telah dipelajari, yaitu menyelaraskan tujuan pembelajaran . , metode penyampaian . , dan alat yang digunakan . Tim pengabdi berperan sebagai fasilitator dan mentor, memberikan bimbingan dan umpan balik konstruktif selama proses Hasil dari workshop ini adalah 10 set perangkat ajar digital yang siap pakai dan kontekstual sesuai dengan kurikulum Al-Fikh Orchard. Materi 2: Praktik Penggunaan Quizizz dan Alat Evaluasi Berbasis Digital Setelah fondasi pedagogis terbangun, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik teknis yang intensif. Sesi ini bersifat hands-on, di mana setiap peserta bekerja menggunakan perangkat laptop masing-masing. Fasilitator memberikan panduan langkah demi langkah, mulai dari pembuatan akun, eksplorasi berbagai tipe soal . ilihan ganda, isian singkat, surve. , pengaturan mode permainan . lasik, tim, pekerjaan ruma. , hingga cara membaca dan menganalisis laporan hasil kuis untuk keperluan evaluasi formatif. Selain Quizizz, diperkenalkan pula beberapa alat alternatif seperti Kahoot! dan Google Forms untuk memberikan wawasan yang lebih luas. Fokus utama sesi ini adalah memastikan setiap peserta mencapai tingkat kemahiran teknis yang memadai sehingga kendala operasional tidak lagi menjadi penghalang dalam Sesi Praktik Kelas Mini (Microteachin. & Umpan Balik Sejawat Untuk menguji kelayakan dan efektivitas perangkat ajar yang telah dirancang, diselenggarakan sesi microteaching. Setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk menyimulasikan sebagian kecil dari pembelajaran yang telah mereka rancang di hadapan peserta lain. Sesi ini menjadi arena yang aman bagi para pengajar untuk mempraktikkan keterampilan baru mereka, mengelola kelas interaktif, dan membangun kepercayaan diri. Setelah setiap sesi simulasi, dilakukan sesi umpan balik sejawat yang Mekanisme ini tidak hanya memberikan masukan berharga bagi kelompok yang presentasi, tetapi juga memperkaya wawasan seluruh peserta melalui observasi dan analisis praktik mengajar rekan mereka. Pendampingan/Mentoring Implementasi di Kelas dan Evaluasi Hasil Sebagai bagian dari pendekatan Service Learning, komitmen tim pengabdi tidak berhenti di akhir pelatihan. Sebuah mekanisme pendampingan pasca-pelatihan dibentuk melalui grup komunikasi daring untuk memberikan dukungan teknis dan pedagogis Gambar 2. Sesi Praktik Pemanfaatan Quizizz Zailani, et al. Peningkatan Kompetensi Pedagogis Digital. mengimplementasikan media interaktif di kelas mereka masing-masing. Pada akhir periode pengabdian, dilakukan evaluasi hasil Kuesioner post-test disebarkan kembali kepada seluruh peserta. Hasilnya signifikan, dengan skor rata-rata pemahaman konseptual naik menjadi 82. 5 dan skor keterampilan teknis mencapai 85. Selain itu, survei kepuasan menunjukkan bahwa 95% peserta merasa program ini sangat relevan dan bermanfaat bagi pengembangan profesional Hasil utama dari kegiatan pengabdian ini dapat dirangkum ke dalam empat poin Pertama, terjadi peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan keterampilan pengajar dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran interaktif, yang terukur secara kuantitatif melalui analisis komparatif data pre-test dan post-test. Rata-rata skor gabungan kompetensi peserta meningkat 9 poin, atau setara dengan 2% dari baseline awal. Data komparatif skor pre-test dan post-test secara rinci dapat disajikan dalam bentuk grafik untuk visualisasi yang lebih jelas. Kedua, tersusunnya 10 set perangkat ajar digital (RPP dan lembar aktivita. yang siap pakai dan telah diuji melalui sesi microteaching. Artefak ini menjadi aset intelektual bagi institusi mitra dan dapat direplikasi serta dimodifikasi oleh pengajar lain. Ketiga, terbentuknya komunitas belajar informal di antara para pengajar AlFikh Orchard. Sesi workshop kolaboratif dan mekanisme umpan balik sejawat telah memantik budaya berbagi praktik baik yang diharapkan dapat berlanjut secara mandiri sebagai mekanisme mentoring internal untuk keberlanjutan program. Keempat, tersedianya sebuah model dan laporan evaluasi implementasi media digital yang sistematis, mencakup instrumen pre-test dan post-test, lembar observasi microteaching, dan survei kepuasan, yang dapat diadopsi oleh institusi mitra untuk siklus penjaminan mutu pembelajaran di masa mendatang. Tabel 1. Hasil Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Sebelum Setelah Kegiatan Kegiatan Pengetahuan Menguasai desain dan penggunaan media interaktif 1 digital terbatas (Skor post-test: (Skor pre-test: Motivasi dan selfMotivasi dan efficacy meningkat, self-efficacy terlihat dari 2 rendah dalam partisipasi aktif dan Mampu merancang Sulit RPP/Lembar Aktivitas berbasis n alat digital media interaktif dalam RPP. yang kontekstual. Memahami Pemahaman TPACK dan pedagogi digital 4 dan kerangka TPACK ya dalam desain Memiliki Belum ada instrumen evaluasi sistem evaluasi . re-test, post-test, observas. yang media digital. Terbentuk Inovasi sporadis komunitas belajar dan individual, untuk berbagi tanpa berbagi praktik baik dan praktik baik. Pembahasan Analisis mendalam terhadap hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai seluruh tujuan yang ditetapkan secara efektif dan memberikan dampak yang signifikan bagi institusi mitra. Keberhasilan ini dapat diatribusikan pada pendekatan Service Learning yang holistik, yang tidak hanya berfokus pada transfer keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan landasan pedagogis, pembangunan motivasi, dan penciptaan sistem pendukung yang berkelanjutan. Pembahasan berikut akan menguraikan bagaimana hasil-hasil tersebut secara langsung menjawab tujuan kegiatan, implikasi praktisnya bagi mitra, posisinya dalam konteks ilmiah yang lebih luas, serta Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 refleksi kritis terhadap keunggulan dan keterbatasan program. Pencapaian pengabdian ini dapat diverifikasi secara langsung melalui korelasi antara hasil yang diperoleh dengan target yang telah Tujuan meningkatkan kompetensi pengajar dalam pembelajaran interaktif, secara meyakinkan Bukti kuantitatif utama adalah lonjakan skor rata-rata post-test yang mencapai 5 untuk pemahaman konseptual dan 85. peningkatan drastis dari skor awal. Peningkatan ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga termanifestasi secara praktis melalui dihasilkannya 10 set perangkat ajar digital yang inovatif dan kontekstual selama sesi workshop. Kemampuan peserta untuk mengintegrasikan Quizizz ke dalam RPP menunjukkan bahwa mereka tidak lagi melihat teknologi sebagai tambahan, melainkan sebagai komponen integral dari desain Tujuan menguatkan motivasi intrinsik dan self-efficacy pengajar, tercermin dari partisipasi aktif selama sesi microteaching dan umpan balik positif dalam survei kepuasan. Sesi praktik yang aman dan suportif, di mana peserta berhasil menyelenggarakan simulasi kelas yang interaktif, secara langsung membangun kepercayaan diri mereka, sejalan dengan teori self-efficacy Bandura . yang menekankan pentingnya pengalaman penguasaan . astery Terbentuknya komunitas belajar informal juga menjadi indikator kuat adanya motivasi kolektif untuk terus belajar dan Tujuan ketiga, membekali mitra dengan sistem evaluasi terstruktur, terwujud melalui penyerahan seluruh instrumen yang digunakan dalam kegiatan iniAimulai dari kuesioner pre-test/post-test hingga lembar observasiAikepada Al-Fikh Orchard. Laporan evaluasi akhir kegiatan ini sendiri berfungsi sebagai prototipe dan panduan bagi institusi untuk melakukan asesmen serupa di masa depan, sehingga upaya inovasi dapat diukur dampaknya secara Terakhir, tujuan keempat mengenai fasilitasi pemanfaatan sumber daya TIK, tercapai dengan memberikan pelatihan yang memastikan perangkat yang ada dapat dioptimalkan secara maksimal, mengubah perangkat keras dari sekadar aset menjadi alat pedagogis yang fungsional. Implikasi praktis dari hasil kegiatan ini bagi para pengajar di Al-Fikh Orchard bersifat transformatif dan secara langsung menjawab permasalahan krusial yang diidentifikasi pada Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknispedagogis hambatan utama kini telah teratasi, sebagaimana dibuktikan oleh peningkatan kompetensi yang signifikan. Para pengajar tidak hanya tahu Aucara mengklikAy tombol di aplikasi Quizizz, tetapi mereka kini memahami AumengapaAy dan AukapanAy alat tersebut paling efektif digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Hal ini memberdayakan mereka untuk beralih dari metode pengajaran konvensional yang pembelajaran yang dinamis dan interaktif. Tersusunnya perangkat ajar digital yang siap pakai memberikan manfaat ganda: sebagai sumber daya praktis yang dapat langsung digunakan di kelas, sekaligus sebagai contoh konkret yang menginspirasi pengembangan materi ajar lebih lanjut. Ini secara efektif mengurangi beban kognitif dan resistensi awal untuk mencoba hal baru. Lebih jauh, penguatan self-efficacy dan motivasi menjadi Dengan kepercayaan diri yang meningkat, para pengajar lebih berani bereksperimen dengan teknologi, menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik bagi siswa, dan pada akhirnya berpotensi meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar Terbentuknya komunitas belajar internal juga menciptakan mekanisme dukungan sosial yang krusial, memastikan bahwa semangat inovasi tidak padam setelah pelatihan berakhir. Sistem evaluasi yang diperkenalkan memungkinkan institusi untuk bergerak dari inovasi yang bersifat sporadis dan intuitif menuju siklus perbaikan berkelanjutan yang berbasis data, sebuah langkah esensial dalam penjaminan mutu pendidikan di era digital. Dalam konteks akademis yang lebih kegiatan pengabdian menguatkan dan memperluas temuan-temuan dari literatur sebelumnya. Sejalan dengan penelitian oleh Sari dan Setiawan . serta program pengabdian oleh Hamid dan Santoso Zailani, et al. Peningkatan Kompetensi Pedagogis Digital. , kegiatan ini sekali lagi mengonfirmasi bahwa platform seperti Quizizz merupakan instrumen yang efektif untuk meningkatkan interaktivitas dan evaluasi pembelajaran. Namun, kontribusi utama dari kegiatan ini terletak pada pendekatannya yang terintegrasi dan holistik, yang melampaui sekadar pelatihan teknis. Dengan secara eksplisit mendasarkan intervensi pada kerangka kerja TPACK (Mishra & Koehler, 2. , program ini berhasil memastikan bahwa adopsi teknologi oleh para pengajar didasari oleh pertimbangan pedagogis yang matang, bukan sekadar tren. Ini menjawab kritik umum terhadap banyak program pelatihan TIK yang seringkali gagal karena terlalu fokus pada aspek teknologi (T) sambil mengabaikan integrasinya dengan pedagogi (P) dan konten (C). Lebih lanjut, dengan memberikan perhatian khusus pada aspek motivasi dan selfefficacy, sejalan dengan teori Bandura . , kegiatan ini menunjukkan bahwa mengatasi hambatan psikologis sama pentingnya dengan memberikan keterampilan teknis. Kebaruan program ini adalah kombinasi sinergis antara TPACK, penguatan self-efficacy, dan pembekalan sistem evaluasi institusional dalam satu paket Model ini menawarkan sebuah kerangka kerja yang lebih komprehensif dan berpotensi lebih berkelanjutan untuk program pengembangan profesional guru di era digital, khususnya dalam konteks institusi yang baru memulai perjalanan transformasi digitalnya. Meskipun kegiatan ini dinilai berhasil, refleksi kritis mengidentifikasi beberapa keterbatasan yang perlu diakui. Pertama, durasi pelatihan yang relatif singkat . ua hari intensi. mungkin belum cukup untuk internalisasi konsep dan keterampilan secara mendalam bagi sebagian peserta. Meskipun pendampingan pasca-pelatihan dirancang untuk mengatasi hal ini, periode pelatihan tatap muka yang lebih panjang bisa memberikan lebih banyak waktu untuk praktik dan refleksi. Kedua, fokus utama pada platform Quizizz dan beberapa alat sejenisnya mungkin membatasi eksplorasi peserta terhadap ekosistem teknologi pendidikan yang lebih luas. Di sisi lain, keunggulan fundamental dari pendekatan yang digunakan tidak dapat diabaikan. Penggunaan metode Service Learning yang diawali dengan pemetaan kebutuhan yang cermat memastikan bahwa materi pelatihan sangat relevan dan menjawab masalah nyata yang dihadapi peserta. Ini berbeda dari pelatihan model Ausatu ukuran untuk semuaAy yang seringkali gagal karena tidak kontekstual. Selain itu, integrasi sesi microteaching dan umpan balik sejawat terbukti menjadi strategi yang sangat efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta membangun kepercayaan diri dalam lingkungan yang suportif. Keunggulan paling signifikan adalah adanya komponen keberhasilan jangka panjang mitra dan memastikan bahwa dampak dari kegiatan ini tidak berhenti saat pelatihan formal berakhir. Kombinasi metodologi partisipatif, dan dukungan berkelanjutan inilah yang menjadi kunci efektivitas program pengabdian ini. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan masyarakat berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis digital bagi pengajar Al-Fikh Orchard. Selangor. Malaysia telah berhasil mencapai seluruh Peningkatan kompetensi pengajar secara signifikan terbukti melalui lonjakan skor rata-rata post-test sebesar . pemahaman konseptual pedagogi digital dan keterampilan teknis. Keberhasilan ini juga dihasilkannya 10 set perangkat ajar digital siap pakai yang mengintegrasikan kerangka kerja TPACK, serta menguatnya self-efficacy dan motivasi pengajar yang tercermin dari antusiasme dalam sesi microteaching dan umpan balik sejawat. Lebih lanjut, institusi mitra kini dibekali dengan model evaluasi terstruktur yang dapat direplikasi untuk penjaminan mutu berkelanjutan. Pencapaian ini mengonfirmasi bahwa pendekatan Service Learning yang holistikAimenggabungkan penguatan landasan pedagogis, pelatihan teknis intensif, praktik kolaboratif, dan pembentukan komunitas belajarAiefektif Berdasarkan hasil dan refleksi kegiatan, diajukan beberapa saran sebagai Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 Bagi Mitra (Al-Fikh Orchar. Disarankan bagi manajemen Al-Fikh Orchard untuk melembagakan komunitas belajar informal yang telah terbentuk menjadi sebuah Professional Learning Community (PLC) yang terstruktur. Dengan menjadwalkan sesi berbagi praktik baik . est practice sharin. dan pengembangan perangkat ajar digital secara rutin . isalnya sebulan sekal. , institusi dapat memastikan keberlanjutan inovasi, memfasilitasi mentoring sejawat secara internal, dan secara kolektif membangun bank soal digital yang terkurasi sesuai dengan kebutuhan Bagi Pengabdi Selanjutnya: Bagi tim pengabdi selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan program serupa dengan memperluas cakupan evaluasi dampak hingga ke level peserta didik. Penelitian atau pengabdian lanjutan dapat dirancang implementasi media interaktif oleh guru dengan tingkat keterlibatan . tudent engagemen. , motivasi, dan capaian belajar siswa secara kuantitatif. Selain itu, eksplorasi integrasi teknologi yang lebih canggih seperti platform berbasis adaptive learning atau pemanfaatan analitik data pembelajaran . earning analytic. dapat menjadi fokus pengembangan untuk menciptakan intervensi pedagogis yang lebih personal dan berbasis data. Hamid. , & Santoso. Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Quizizz sebagai Media Evaluasi Pembelajaran Daring bagi Guru di SMA Negeri 1 Cimalaka. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Lentera, 2. , 45-52. Kolb. Experiential learning: Experience as the source of learning and development . nd ed. Pearson FT Press. Mishra. , & Koehler. Technological Pedagogical Content Knowledge: A framework for teacher Teachers College Record, 108. , 1017Ae1054. https://doi. org/10. 1111/j. Nasution. , & Afandi. Pelatihan Pendampingan Penggunaan Digital Marketing kepada Pelaku UMKM di Desa Saentis Kabupaten Deli Serdang. Fusion: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1. , 5865. Prensky. Digital natives, digital immigrants Part 1. On the Horizon, 9. , 1Ae6. https://doi. org/10. 1108/107481201104 Sari. , & Setiawan. The development of interactive learning media using Quizizz for evaluation of Journal of Physics: Conference Series, 1127. , https://doi. org/10. 1088/17426596/1127/1/012053 DAFTAR RUJUKAN Amsari. Hayati. , & Afandi. Pelatihan Peningkatan Ekonomi Mustahik Melalui Program Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Pasca Pandemi Covid-19 Pada Lazismu Kota Medan. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6. , 974-981. Bandura. Self-efficacy: The exercise of Freeman. Bringle. , & Hatcher. service-learning curriculum for faculty. Michigan Journal of Community Service Learning, 2. , 112Ae122. Teo. Pre-service teachersAo attitudes towards computer use: A Singapore Australasian Journal of Educational Technology, 24. , https://doi. org/10. 14742/ajet. Darling-Hammond. Hyler. , & Gardner. Effective teacher professional development. Learning Policy Institute. UNESCO. UNESCO ICT Competency Framework for Teachers. UNESCO. Fullan. The new meaning of educational change . th ed. Teachers College Press. Zailani, et al. Peningkatan Kompetensi Pedagogis Digital. Wang. , & Tahir. The effect of using Kahoot! for learning Ae A literature Computers & Education, 149, https://doi. org/10. 1016/j. classroom research and trends from 2004 to 2015: A systematic review of the Educational Technology Research and Development, 64. , 771Ae https://doi. org/10. 1007/s11423016-9433-z" Zainuddin. , & Halili. Flipped