Journal Physical Health Recreation (JPHR) Volume 4 Nomor 2 Bulan Mei https://jurnal. id/index. php/JP e-ISSN : 2747- 013X Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Pendidikan Jasmani : Literatur Review Application Of The Independent Learning Curriculum In Physical Education: Literature Review Muhammad Akbar Syafruddin1. Agus Sutriawan2. Muhammad Ivan Miftahul Aziz3 . syafruddin@unm. id1, agus. sutriawan@unm. id2, muhammad. ivan@unm. Universitas Negeri Makassar. Jl. Pettarani. Tidung. Kec. Rappocini. Kota Makassar. Sulawesi Selatan 902221. Universitas Negeri Makassar. Jl. Pettarani. Tidung. Kec. Rappocini. Kota Makassar. Sulawesi Selatan 9022212. Universitas Negeri Makassar. Jl. Pettarani. Tidung. Kec. Rappocini. Kota Makassar. Sulawesi Selatan 9022213 Abstrak. Menyusul penunjukan bapak Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi, sejumlah kebijakan dan proyek terpuji telah dilaksanakan terkait dengan pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka Belajar adalah salah satu item dengan kualitas terbaik yang tersedia. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang menganalisis dan menyelidiki literatur yang berkaitan dengan dampak Kurikulum Merdeka terhadap prestasi akademik siswa. Memanfaatkan pendekatan PRISMA untuk pengumpulan data. Kurikulum yang diterapkan saat ini adalah Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk memudahkan proses transisi dari kurikulum nasional dan memperbaiki pendidikan yang sebelumnya kurang optimal akibat pandemi Covid-19. Kurikulum Merdeka dirancang untuk mengoptimalkan pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya. Kurikulum dan sistem pembelajaran yang menarik menumbuhkan rasa nyaman di kalangan siswa, sehingga meningkatkan kinerja siswa. Dibalik segala manfaatnya, penerapan kurikulum merdeka belajar masih perlu perbaikan demi pencapaian tujuan pendidikan. Kata Kuncis: Kurikulum. Merdeka Belajar. Pendidikan Jasmani 1 Pendahuluan Pendidikan mempunyai peran penting dan mendasar dalam upaya mewujudkan masyarakat yang berkualitas (Syafruddin et al. , 2. Pendidikan adalah katalis untuk mengubah negara miskin menjadi negara maju. Pendidikan lanjutan merupakan faktor kunci dalam pembangunan suatu negara, karena memainkan peran penting dalam kemajuan negaranegara maju. Meningkatkan kualitas masyarakat merupakan tujuan mendasar pendidikan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, khususnya Pasal 3, tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan berupaya untuk menumbuhkan kualitas intelektual dan moral masyarakat yang kompeten, dengan tujuan membina individu yang bertaqwa, berbudi luhur, sehat secara fisik, berpengetahuan, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab terhadap tanggung jawab mereka. Kurikulum merupakan bagian integral dari pendidikan dan tidak dapat dilepaskan (Nasution et al. , 2. kurikulum adalah kumpulan kegiatan pendidikan yang terpadu dan terkoordinasi yang dirancang untuk memenuhi tujuan pendidikan tertentu. Sistem pendidikan Indonesia telah mengalami 11 kali revisi kurikulum, dimulai pada tahun 1947 dengan kurikulum yang belum sempurna dan berpuncak pada kurikulum terbaru tahun 2013. Meskipun demikian, modifikasi berkala terhadap kurikulum merupakan sarana untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya. Setiap modifikasi kurikulum merupakan arahan dari otoritas pendidikan di Indonesia yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menyusul penunjukan Nadiem Makarim pada tanggal 23 Oktober 2019 sebagai Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi, beliau telah menerapkan berbagai kebijakan dan memperkenalkan beberapa program inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Nadiem Makarim memperkenalkan Kurikulum Merdeka Belajar, sebuah produk berkualitas yang akhir-akhir ini diadopsi di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. AuMerdeka BelajarAy merupakan usulan yang bertujuan untuk menata ulang sistem pendidikan nasional, memperbaiki sistem sekolah untuk merangkul kemajuan masyarakat dan mendorong kemampuan beradaptasi terhadap keadaan yang terus berkembang. Pada dasarnya, tujuannya adalah untuk mengembalikan tujuan sejati pendidikan, yaitu untuk menumbuhkan kemanusiaan individu dan mendorong pembebasan mereka. Menurut (Umam et al. , 2. Mendikbud mengartikan pembelajaran mandiri sebagai penerapan kurikulum dengan cara yang menyenangkan dan mengedepankan pemikiran inovatif. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap positif di kalangan siswa terhadap Sesuai salinan surat edaran Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (No. 56/M/2. tanggal 11 Februari 2022 yang diterbitkan pada 11 Februari 2022, memberikan pedoman penerapan kurikulum untuk memfasilitasi pemulihan pembelajaran. Pada tahun ajaran 2022/2023, lembaga pendidikan akan menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar dalam proses pendidikannya. Melihat permasalahan ini, para pendidik di berbagai daerah mendorong mereka untuk segera menyelaraskan pengajarannya dengan Kurikulum Merdeka Belajar yang relevan. Menurut (Rosarina et al. , 2. , pencapaian hasil belajar mengacu pada pencapaian hasil optimal yang selaras dengan kemampuan anak pada tahapan tertentu dalam kegiatan Lebih lanjut (Putri et al. , 2. berpendapat bahwa prestasi belajar siswa merupakan cerminan kemampuan yang diperoleh siswa melalui penilaian proses belajarnya dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan utama peneliti melaksanakan Program Kampus Mengajar Angkatan 3 ada dua. Pertama, bertujuan untuk mendukung para pendidik dalam memulihkan proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama hampir dua tahun. Kedua, bertujuan untuk memfasilitasi integrasi teknologi ke dalam institusi, sekaligus meningkatkan kesadaran dan pemahaman Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah-sekolah di wilayah penerapannya. Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar memiliki sifat yang tidak paralel, karena tetap mempertahankan kebijakan yang memberikan otonomi kepada sekolah untuk mengadopsi dan melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menilai kesiapan sekolah dalam menerapkan Implementasi Kurikulum Mandiri (IKM). Dari asesmen tersebut diketahui bahwa cukup banyak sekolah negeri dan swasta yang berjumlah 334 sekolah yang telah mendaftar dan siap melaksanakan IKM kategori mandiri belajar. Selain itu, terdapat 59. 429 sekolah yang berkategori mandiri. Selanjutnya, pada tahun ajaran 2022/2023 direncanakan akan dimulai penerapan IKM pada kategori mandiri sebanyak 3. sekolah yang mencakup jenjang PAUD. SD. SMP. SMA/SMK (Rahmadayanti & Hartoyo. Beberapa penelitian masih mengkaji Kurikulum Merdeka di sekolah, sebagian besar penelitian berfokus pada Kurikulum Merdeka pada jenjang pendidikan tinggi. Berdasarkan informasi yang diberikan, penulis ingin melakukan penelitian tentang bagaimana implementasi kurikulum merdeka belajar khususnya dalam pembelajaran pendidikan jasmani. 2 Metode Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk menyelidiki dan merestrukturisasi berbagai ide yang saling berhubungan dari temuan tertulis yang ada. Teknik ini melibatkan proses pemeriksaan, analisis, dan evaluasi literatur secara komprehensif yang relevan langsung dengan implementasi kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Menurut (Taufik & Rusmana, 2. , tujuan literartur review adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isi utama yang diperoleh dari informasi yang Pengumpulan data untuk tinjauan pustaka dilakukan dengan menggunakan mesin pencari database sebagai bagian dari proses pencarian sumber literatur. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kata kunci implementasi, kurikulum, merdeka belajar, dan pendidikan jasmani. Penelitian dilakukan dengan cara mengevaluasi jurnal ilmiah dan selanjutnya menghasilkan ringkasan yang relevan dengan pertanyaan dan tujuan penelitian Pendekatan pencarian literatur diperoleh dari database penyedia jurnal nasional dan Berbagai website menyediakan akses ke database penyedia jurnal nasional dan Pencarian jurnal memanfaatkan database dari Google Scholar. ScienceDirect, dan Open Knowledge Maps. Basis data ini ditanyakan dengan menggunakan istilah pencarian Aupenerapan kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran pendidikan jasmaniAy. 3 Hasil Berdasarkan hasil penelusuran literatur, penulis memperoleh sebanyak 20 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan penulis lakukan. Literatur jurnal yang digunakan sebagai bahan kajian adalah sebagai berikut: No. Penulis Realdy. Tahun Judul IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA HASIL PEMBELAJARAN PJOK DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN Kesimpulan Guru masih sulit dalam menanamkan 6 karakter Profil Pelajar Pancasila, guru belum bisa keluar dari zona nyaman mereka dalam mengajar, masih mi-nimnya kemampuan pem-belajaran, dan guru SAMBAS. IKIP PGRI PONTIANAK Aji. Purnamaningsih. , & Dimyati. ANALISIS HASIL PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PJOK DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI SMKN 1 JAYAKERTA. Riyadhoh: Jurnal Pendidikan Olahraga, 6. , 109Ae117 Alhumary. Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMA Negeri 4 Binjai. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 6. , 1013Ae1019. Bekti. , & Junaidi. Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar dalam Dimensi Analisis Kurikulum Secara Praksis. NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Keolahragaan, 1. , 197Ae205. Hanif. , & Rahayu. Efektifitas Sport Education Model Dalam Kurikulum hanya memberikan tugas untuk siswa (Realdy. Dampak positif dari sebagian peserta didik Kurikulum Mer-deka ini, pemanfataan ditemukan pada kategori AoTinggiAo 32,00%. Membuktikan yang diberikan oleh untuk diimplementasikan pada kehidupan seharihari. (Aji et al. , 2. Implementasi kuriku-lum merdeka belajar dapat dinilai baik dalam hal sejumlah bidang terkait pembelajaran, termasuk penge-tahuan gerak, pemanfaatan dan pengem-bangan terkait gerak, dan diskusi terkait implement-tasi (Alhumary, 2. Masih terdapat ken-dala yang menjadikan guru penjas kurang maksimal kuriku-lum Kurikulum Merdeka Bela-jar. Seperti kendala sarana prasarana yang sehingga pembela-jaran kurang maksimal (Bekti & Junaidi, 2. Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Sepak Bola Terhadap Minat Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 5. , 4330Ae4334. Efektifitas Project Based Learning Model Dalam Kurikulum Merdeka Terhadap Kedisiplinan Siswa Pada Pembelajaran Bola Voli. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 5. , 5482Ae5486. Pangestu. , & Rahayu. Pratiwi. Marlina. , & Kurniawan. Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani pada Siswa SMK Texar Karawang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9. , 525Ae Priyambudi. Afrinaldi. , & Fahrudin. PUJIARTI. Persepsi Guru Pendidikan Jasmani dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Tingkat SMK SeKabupaten Karawang. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6. , 789Ae792. IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA meningkatkan minat belajar pembela-jaran Pendidikan Jasmani (Hanif & Rahayu, 2. Berdasarkan hasil uii Ngain skor menunjukkan nilai sebesar menandakan tingkat efektifitas learning pada tingkat pembelajaran perma-inan digunakan pada proses pembelajaran di tingkat SMP. (Pangestu Rahayu, 2. Keterlaksanaan belajar dapat dikatakan baik pada beberapa aspek pembela-jaran gerak, aspek pengetahuan pengem-bangan atau pun dari aspek (Pratiwi et al. Persepsi Guru Pendidikan Jasmani Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Ting-kat SMK Kabupaten Karawang adalah Baik. (Priyambudi et al. , 2. Penerapan Kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran PJOK di SOPIANI. Sudrajat. Muhtar. , & Susilawati. SUKMA. Sumitra. BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANIDI SMA NEGERI 8 PONTIANAK. IKIP PGRI PONTIANAK. Evaluasi Penerapan Model Kurikulum Merdeka Di Smk Negeri 1 Tasikmalaya Pada Mata Pelajaran Pjok (Studi Deskriptif Kualitatif di SMK Negeri 1 Tasikmalaya Tahun Ajaran 2022/2. Universitas Siliwangi. Evaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. , 7. , 771Ae Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam penilaian hasil belajar siswa mata pelajaran pjok pada tingkat satuan pendidikan tingkat atas kelas x kabupaten sintang. IKIP PGRI PONTIANAK. Implementasi Kurikulum Belajar Mandiri Mata Pelajaran PJOK Di Sekolah Dasar Kabupaten Beringin. tingkat SMA Negeri 8 Pontianak berada dalam kategori sangat tinggi. (PUJIARTI, 2. Indikator struktur kurikulum kompetensi guru PJOK, peserta didik, dan bahan ajar sudah terpenuhi dan berjalan dengan sarana prasa-rana masih keberlang-sungan PJOK. (SOPIANI, 2. Hasil dari penelitian ini terdapat kendala yang dihadapi oleh sekolah baik dari komponen guru, sarana prasarana, sumber daya pendukung dan siswa tentunya. (Sudrajat et al. , 2. Siswa lebih senang dan ka-rena menggunakan fasilitas olahraga di sekolah bakatnya masing-masing. (SUKMA, 2. Berdasarkan hasil penelitian penerapan kurikulum pembelajaran mata pelajaran PJOK Suriyanto. Yulianto. , & Iwandana. Astari. Boleng. , & Louk. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial. Ekonomi. Budaya. Teknologi. Dan Pendidikan, 2. , 2085Ae2090. Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMA Negeri 1 Jakenan. Seminar Nasional Keindonesiaan (FPIPSKR), 8. Analisis Pembelajaran PJOK Pasca Pandemi Covid-19 Di Tinjau Dari Kurikulum Merdeka Belajar Kelas X Di SMA Pangudiluhur Sedayu. E-SPORT: Jurnal Pendidikan Jasmani. Kesehatan Dan Rekreasi, 3. , 45Ae49. Pengembangan Buku Teks dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Madako Elementary School, 1. , 163Ae175. Merdeka Belajar PJOK dengan Model Pembelajaran Berbasis Proyek. PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN OLAHRAGA. IPTEK \& INOVASI, 1. , 1Ae Kecamatan Beringin berjalan baik. (Sumitra, 2. Pelaksanaan mandiri pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan dilaksanakan di lingkungan sekolah sudah berja-lan dengan (Suriyanto, 2. Perlu dilakukan upaya PJOK dengan kurikulum merdeka bela-jar. (Yulianto & Iwandana. Temuan dalam penelitian ini adalah distribusi Hasil Belajar pada buku teks Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar belum (Astari, 2. Pembelajaran belajar yang dilakukan siswa secara sukarela sehingga tidak dibebani dengan mata pelajaran yang begitu banyak selama ini dilakukan pada aspek kognitif, melainkan aspek-aspek lainnya dalam hard dan soft skill bisa terben-tuk dengan kuat. Febriati. Atmaja. Susilawati. , & Mutaqin. Yudaparmita. Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Mata Pelajaran Pjok Di Smp Se-Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Seminar Nasional Keindonesiaan (FPIPSKR). PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KEGIATAN PEMEBELAJARAN MERDEKA BELAJAR DI LINGKUNGAN PRODI PENDIDIKAN JASMANI STKIP MELAWI. Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi (Penjaskesre. , 9. , 94Ae102. KETERAMPILAN GERAK DASAR ANAK USIA DINI DALAM PENDIDIKAN JASMANI BERDASARKAN SUDUT PANDANG MERDEKA BELAJAR. Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3. , 21Ae30. (Boleng & Louk, 2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar guru dan siswa bahwa penerapan kurikulum merdeka belajar mata pelajaran PJOK seKecamatan Gayamsari sudah berjalan dengan (Febriati, 2. Hasil sebagian besar mahasiswa telah memahami kebgiatan MBKM serta manfaat dan tantangan serta kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan diri. (Atmaja et al. Pembelajaran pendidikan jasmani materi gerak dasar saat ini mulai memberikan kontribusi mer-deka belajar. (Yudaparmita, 2. 4 Pembahasan (Lazwardi, 2. mendefinisikan kurikulum sebagai kerangka komprehensif yang mencakup isi, materi pembelajaran, dan metode pengajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Memperluas topik tersebut, (Mesra & Salem, 2. berpendapat bahwa kurikulum bukanlah konstruksi konseptual atau teoretis, melainkan produk dari keprihatinan yang nyata dan spesifik. Ini melibatkan membandingkan setiap variasi dengan pengalaman dan keadaan lainnya. Kurikulum harus selaras dengan pemahaman bersama tentang istilah-istilah pendidikan yang sering digunakan oleh para pendidik. Kurikulum harus praktis bagi pendidik dalam merumuskan rencana pembelajaran. Sedangkan sebagaimana dikemukakan oleh (Lazwardi, 2. , kurikulum mencakup kumpulan rencana dan peraturan yang berkaitan dengan substansi dan sumber daya pendidikan, serta metodologi yang digunakan untuk memfasilitasi upaya pengajaran dan pembelajaran. Untuk meningkatkan standar pendidikan di Indonesia, kurikulum yang ada dirancang untuk berkembang dan memenuhi kebutuhan dan sumber daya spesifik lembaga pendidikan dan daerah. Selain itu, penting untuk menilai efektivitas implementasi kurikulum melalui evaluasi. Perbaikan kurikulum dianggap efektif bila hasilnya sesuai dengan harapan dan persyaratan, menunjukkan relevansi, menawarkan fleksibilitas, menjamin kesinambungan, menunjukkan pragmatisme, dan mencapai efektivitas. Oleh karena itu, penting bagi penciptaan kurikulum untuk berlandaskan dan dipandu oleh prinsip-prinsip untuk memfasilitasi pencapaian tujuan Dalam analisis yang lebih rinci, (Taali et al. , 2. berpendapat bahwa transformasi pendidikan dapat dipicu oleh banyak faktor, termasuk metodologi pengajaran, hasil yang terkait dengan sumber daya, peningkatan keterlibatan, dukungan keuangan, keterlibatan pemangku kepentingan, peningkatan kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan, pengembangan profesional bagi guru, promosi pemasaran pendidikan, menjaga hak-hak orang tua dan keterlibatan dalam pendidikan anak-anak mereka, langkah-langkah akuntabilitas, mendorong pengembangan keterampilan kognitif tingkat lanjut, dan menerapkan literasi dan teknologi baru dalam proses belajar mengajar. Kemandirian Sebagaimana dikemukakan Kemendikbudristek . , kurikulum dirancang untuk menggabungkan serangkaian kegiatan pembelajaran intrakurikuler (Nurjamil et al. , 2. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan materi agar siswa mempunyai waktu yang cukup untuk mempelajari mata pelajaran dan meningkatkan kompetensi mereka. Guru memiliki otonomi untuk memilih beragam sumber daya pendidikan untuk menyesuaikan pengalaman belajar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pembelajaran unik siswanya. Penerapan kurikulum merdeka belajar ini menawarkan beberapa manfaat khususnya dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani. Hal ini menumbuhkan minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajarsn pendidikan jasmani (Hanif & Rahayu, 2. Materi yang disampaikan kepada siswa dapat mereka implementasikan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari (Aji et al. Sementara itu, (Alhumary, 2. dan (Pratiwi et al. , 2. berpendapat bahwa implementasi kurikulum merdeka belajar dapat dinilai baik dalam hal sejumlah bidang terkait pembelajaran, termasuk kemampuan gerak, pengetahuan terkait gerak, pemanfaatan dan pengembangan terkait gerak. Pendekatan ini menekankan pentingnya membina bakat dan minat alami siswa, daripada memaksa mereka memperoleh pengetahuan di bidang yang tidak berhubungan dengan hobi dan kemampuan mereka. Tujuan utamanya adalah agar setiap siswa mengembangkan portofolio yang selaras dengan minat masing-masing (SUKMA, 2. Kebijakan kurikulum otonom didorong oleh dua tujuan utama. Awalnya, pemerintah yakni Kemendikbudristek bertujuan untuk menegaskan bahwa sekolah mempunyai kewenangan dan kewajiban merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan kondisi khusus masing-masing lembaga (FAIZAL, 2. menegaskan bahwa hasil belajar merupakan hasil kompetensi individu setelah selesainya suatu proses pembelajaran. Prestasi belajar individu ditentukan oleh tingkat keberhasilan dalam memahami dan menguasai materi pembelajaran, dibuktikan dengan nilai yang diperoleh setelah menyelesaikan proses pembelajaran. Secara garis besar implementasi kurikulum merdeka belajar telah berjalan baik dalam pelaksanaan proses pembelajaran pendidikan jasmani (Priyambudi et al. , 2. , (PUJIARTI, , (SOPIANI, 2. , (Sumitra, 2. , dan (Suriyanto, 2. Lebih lanjut pembelajaran dalam kurikulum merdeka belajar yang dilakukan siswa secara sukarela sehingga tidak dibebani dengan mata pelajaran yang begitu banyak selama ini dilakukan dengan menekankan pada aspek kognitif, melainkan aspek-aspek lainnya dalam hard dan soft skill bisa terbentuk dengan kuat (Boleng & Louk, 2. Dibalik segala manfaat yang diberikan kurikulum merdeka belajar, tetapi juga memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan khususnya dalam pelaksanaannya. Berbagai kendala tersebut mengindikasikan perlu dilakukan upaya pemahaman terhadap siswa dan guru bagaimana penerapan PJOK dengan kurikulum merdeka belajar (Yulianto & Iwandana, 2. Guru masih sulit dalam menanamkan 6 karakter Profil Pelajar Pancasila, guru belum bisa keluar dari zona nyaman mereka dalam mengajar, masih minimnya kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran, dan guru mengajar kebanyakan hanya memberikan tugas untuk siswa (Realdy, 2. Masih terdapat kendala yang menjadikan guru penjas kurang maksimal dalam me-nerapkan kurikulum penjas tersebut dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Seperti kendala sarana prasarana yang sudah menjadi permasalahan klasik sehingga pembelajaran kurang maksimal (Bekti & Junaidi, 2. Menurut (Sudrajat et al. , 2. terdapat kendala yang dihadapi oleh sekolah baik dari komponen guru, sarana prasarana, sumber daya pendukung dan siswa tentunya. 5 Kesimpulan Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran pendidikan jasmani secara garis besar telah berjalan dengan cukup baik dan memberikan kontribusi pada diri siswa. Peningkatan pemahaman dan perkembangan motorik siswa serta meningkatnya minat siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani merupakan bentuk kontribusi positif kurikulum merdeka belajar dalam pencapaian hasil belajar siswa. Akan tetapi, dibalik segala manfaat ersebut masih diperlukan berbagai upaya perbaikan demi pencapaian tujuan pendidikan secara menyeluruh, khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru atau tenaga pendidik. Daftar Pustaka