ATEISME: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 Armand Barus* Abstract: The recent rise in atheism necessitates appropriate theological explanations and responses. This article presents Psalm 14 as a theological rebuttal to atheism. The analysis of Psalm 14 as a rebuttal to atheism employs the poetic-affective criticism method. The poetic-affective criticism has features of lament, feeling and affection. God, change of textual mood in exploring the central theme of Psalm 14. The poetic-affective criticism reveals that atheism in Psalm 14 delineates two human states: humans who believe there in no YHWH and humans without belief inAoilshym. Psalm 14 emphasizes the strong connection between belief and action. Contemporary atheism, conversely, dismisses the relationship between theology and ethics. Keywords: Lament Psalm. Psalm 14. poetic-affective criticism. Abstrak: Angka tren ateisme yang cenderung meningkat akhirakhir ini memerlukan penjelasan dan respons teologis yang Artikel ini mengusulkan Mazmur 14 sebagai salah satu respons teologis terhadap ateisme. Telaah terhadap Mazmur 14 sebagai respons terhadap ateisme menggunakan metode penelitian puitis-afektif. Metode penelitian puitisafektif memiliki fitur-fitur keluhan, perasaan. Allah, dan * Penulis adalah Guru Besar di bidang Teologi dan merupakan dosen STT Amanat Agung. Penulis armand_barus@sttaa. Jurnal Amanat Agung perubahan suasana teks . dalam penggalian tema sentral Mazmur 14. Penelitian puitis-afektif memperlihatkan ateisme yang terdapat dalam Mazmur 14 menggambarkan dua keadaan manusia, yaitu manusia yang percaya tidak ada YHWH dan manusia tanpa kepercayaan kepada Aoilshym. Mazmur 14 menegaskan keterkaitan erat apa yang dipercayai dan apa yang Ateisme modern sebaliknya menolak kaitan teologi dan etika. Kata-kata kunci: Mazmur Ratapan. Mazmur 14. puitis-afektif. Pendahuluan Akhir-akhir ini ateisme menunjukkan tren kenaikan yang menarik perhatian untuk ditelaah. Pada saat ini diperkirakan bahwa antara 500 juta hingga 750 juta manusia tidak percaya kepada Tuhan. Pengamatan Phil Zuckerman terhadap Australia. New Zealand. Kanada dan Amerika. Amerika latin. Eropa. Rusia, dan negara-negara bekas Soviet. Asia. Afrika. Timur Tengah, dan West Indies, menyingkapkan AuWhat is clear is that whilemost people continue to maintain a firm belief in deities . specially in the most populous countrie. in certain societies, nonbelief in God is definitely increasing. Ay2 Meski tren ateisme meningkat3 perlu disadari bahwa ateisme bukan hanya masalah Phil Zuckerman, "Atheism: Contemporary Numbers and Patterns," dalam The Cambridge Companion to Atheism, ed. Michael Martin (Cambridge: Cambridge University Press, 2. , 61. Zuckerman, "Atheism," 59. Tentang ateisme baru (New Atheis. lihat Alister McGrath. Why God WonAot Go Away: Engaging with the New Atheism (London: SPCK, 2. McGrath menilai "The ironic fact is that New Atheism anger at the Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 masyarakat modern. 4 Dalam tulisan Plato . 429Ae347 Seb. M), pertama sekali muncul istilah Yunani atheos, yang awalnya digunakan dalam arti Augodless, without gods, godforsaken,Ay merujuk kaum intelektual yang menolak dewa-dewi pelindung kota atau dewa-dewi bentuk apa pun. Bangsa Yunani menciptakan terminologi atheos, yang diambil alih oleh bangsa Romawi sebagai atheus, yang kemudian melahirkan istilahistilah AuatheistAy dan AuatheismAy pada masa modern awal. 6 Filsuf Yunani Epicurus . -271seb. M) dan Democritus . 460-370 seb. M) serta penyair Romawi Lucretius . 95-55 seb. M) sering dipandang sebagai penulis ateisme pertama di zaman kuno. 7 Masyarakat modern merumuskan ateisme dalam dua arus konsep, yaitu ateisme positif dan ateisme negatif. 8 Ateisme positif adalah Auone who believes that there is no God or godsAy, sedang ateisme negatif Ausomeone without a belief in GodAy. persistence of faith has inadvertently stirred huge interest in the whole God " McGrath. Why God WonAot Go Away, 98. Lihat Gavin Hyman, "Atheism in Modern History," dalam The Cambridge Companion to Atheism, ed. Michael Martin (Cambridge: Cambridge University Press, 2. , 27-46. Jan N. Bremmer, "Atheism in Antiquity," dalam The Cambridge Companion to Atheism, ed. Michael Martin (Cambridge: Cambridge University Press, 2. , 19. Bremmer, "Atheism in Antiquity," 22. Dan T. Lioy, "From Dignity to Disgrace: A Comparative Analysis of Psalms 8 and 14," Conspectus 15 . : 223. Tentang ateisme positif dan ateisme negatif lihat Michael Martin. Atheism: A Philosophical Justification (Philadelphia: Temple University Press, 1. , 29-460, 463-76. Michael Martin. The Cambridge Companion to Atheism, ed. Michael Martin (Cambridge: Cambridge University Press, 2. , 1. Hyman, "Atheism in Modern History," 28. Jurnal Amanat Agung Studi tentang ateisme telah mendapat soroton antara lain dari perspektif historis, psikologis, dan sosiologis. 10 Telaah biblika diperlukan untuk melengkapi telaah, misalnya, sosiologis, psikologis, dan historis yang telah dilakukan sebelumnya. Namun keterbatasan ruang yang tersedia menyebabkan telaah awal ateisme dalam perspektif biblika dilakukan secara terbatas dengan fokus pada Kitab Mazmur. Sejak dahulu kala ateisme sudah menampakkan wujudnya dalam kehidupan Mazmur 14 menggambarkan ateisme tidak hanya sebagai pikiran yang merusak diri sendiri, tetapi juga orang lain. Penolakan kehadiran Allah dalam hidup manusia menjadi akar lahirnya beragam kejahatan manusia. Manusia menciptakan jerat kehancuran bagi dirinya sendiri ketika menolak keberadaan Allah. Sebelum kita menegaskan bahwa tema sentral Mazmur 14 adalah tentang ateisme, baik sekali pada momen ini kita terlebih dahulu melakukan survei penafsiran terhadap Mazmur 14. Meski Mazmur 14 belum mendapat perhatian seharusnya dari para ahli, sejarah penafsiran Mazmur 14 telah memperlihatkan beberapa arti penafsiran. Artikel-artikel dalam Martin. The Cambridge Companion to Atheism, 11-317. Steve Kettell, "Whatever happened to new atheism? The rise and fall of the U. atheist movement," Politics and Religion 18, no. : 258-278. Perry C. Hendriks, "Pointless atheism," Religious Studies 61, 3 . : 590-597. Katja M. Guenther, "Being Godless: Ethnographies of Atheism and Non-Religion," Journal of Contemporary Religion 33, no. : 354-355. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 Krisis ekonomi Beberapa penafsir memahami Mazmur 14 sebagai suatu mazmur ratapan tentang krisis ekonomi. Sekelompok masyarakat kaya menindas secara ekonomis kelompok masyarakat lainnya khususnya orang miskin. 11 Erhard Gerstenberger menyimpulkan bahwa intensi Mazmur 14 adalah perlawanan terhadap Authe rich Jewish upper class, which makes big profits under the protection of a foreign Ay12 Brueggeman dan Bellinger menambahkan bahwa Mazmur 14 Aureflects a socioeconomic crisis in which some in the community suffer at the hands of others who have become cynically Ay13 Penghukuman Dan Lioy dalam artikel berjudul From Dignity to Disgrace meneliti pesan sentral Mazmur 14 dan Mazmur 8 dengan menggunakan Aua text-centred, inner-canonical, hermeneuticAy. 14 Perbandingan Mazmur 8 dan 14 dalam konteks literer, historis dan teologis menghasilkan pesan sentral Mazmur 14 bahwa Bandingkan Robert Davidson. The Vitality of Worship: A Commentary on the Book of Psalms (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 55. Artur Weiser. The Psalms: A Commentary. The Old Testament Library (Philadelphia: Westminster, 1. , 164, 166. Erhard S. Gerstenberger. Psalms, vol. The Forms of the Old Testament Literature (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 220. Weiser. Psalms. Walter Brueggemann dan William H. Bellinger. Jr. Psalms (New York: Cambridge University Press, 2. , 81. Lioy, "From Dignity to Disgrace," 207. Jurnal Amanat Agung seharusnya manusia merespons pemberian martabat . dari Allah pencipta dengan ucapan syukur yang tak putus-putusnya. Namun manusia menolak keberadaan Allah di dunia sehingga Allah akan menghukum manusia bebal seperti diperlihatkan Mazmur 14 sebagai Austrong counterpoint toAy Mazmur 8. Ateisme William Dembski dalam artikel berjudul How to Debate an Atheist menunjuk Mazmur 14 sebagai mazmur yang membahas 16 Dalam penilaian Dembski Mazmur 14 merupakan teks Alkitab yang Aumost penetrating insight into human corruption and wickednessAy. 17 Penilaian itu dilakukan Dembski dalam kaitan pembacaan dengan surat Roma 3:10-12. Meski Dembski melihat Mazmur 14 membahas ateisme, tetapi perhatian Dembski tidak ditujukan untuk eksegesis Mazmur 14, melainkan kepada bagaimana apologetika terhadap ateisme. Menurut Dembski, ateisme menantang teisme Kristen dalam empat area: sains, sejarah, kejahatan, dan kehadiran ilahi. 18 Dalam rangka merespons tantangan ateisme. Dembski menganjurkan. Auwe must learn as much as we can about the challenges atheists raise against Christian theism and learn what are the best apologetic arguments in reply. Ay19 Meski demikian, kita sepenuhnya Lioy, "From Dignity to Disgrace," 209, 212, 230, 231. Wiliam A. Dembski, "How to Debate an Atheist - If You Must," Southwestern Journal of Theology 54, no. : 55. Dembski, "How to Debate an Atheist - If You Must," 55. Dembski, "How to Debate an Atheist - If You Must," 65. Dembski, "How to Debate an Atheist - If You Must," 69-70. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 setuju dengan Dembski ketika menunjuk Mazmur 14 adalah tentang Survei penafsiran di atas, meski ringkas, memperlihatkan bahwa para ahli belum mencapai konsensus terhadap pesan sentral Mazmur 14. Dengan demikian masih terbuka ruang untuk mendiskusikan Mazmur 14. Artikel ini dengan menggunakan penelitian puitis-afektif mengusulkan bahwa pesan sentral Mazmur 14 adalah Metode Penelitian Mazmur 14 ditelaah dengan prosedur penelitian yang saling terkait satu dengan lainnya. Prosedur penelitian itu mencakup: penentuan konteks sosial (Sitz im Lebe. , penetapan struktur komposisi, dan penerapan metode penafsiran puitis-afektif terhadap Mazmur 14. Tentang penelitian puitis-afektif lihat Armand Barus, "Keadilan: Analisis Puitis-Afektif terhadap Mazmur 7," Jurnal Amanat Agung 20, no. : 219-264. Armand Barus, "Universal Justice: Poetic-affective criticism of Psalm 28," Verbum et Ecclesia 44, no. : 1-10. Armand Barus, "God is my inheritance: The voice of the woman in Psalm 16," Verbum et Ecclesia 44, no. : 1-8. Armand Barus, "Allah adalah Perisai: Studi Penelitian Puitis-afektif Mazmur 3," Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 8, no. 1 (Oktober 2. : 196-217. Armand Barus, "Menghadapi Kebohongan: Penelitian Puitis Mazmur 4," Amanat Agung 14, no. 1 (Juni 2. : 1-24. Armand Barus, "Pemurnian Integritas: Penelitian Puitis Mazmur 26," Jurnal Amanat Agung 14, no. 2 (Desember 2. : 207-231. Armand Barus, "Sembuhkanlah Aku: Penelitian Puitis Mazmur 6," Amanat Agung 12, 2 (Desember 2. : 175-206. Armand Barus, "Mazmur Ratapan (Bagian . : Studi Mazmur 13," Reformed Indonesia 5, no. 1 (Januari 2. : 14-20. Armand Barus, "Mazmur Ratapan (Bagian . : Studi Mazmur 12," Reformed Indonesia 4, no. 2 (Juli 2. : 106-114. Armand Barus. Mengenal Tuhan Melalui Penderitaan (Jakarta: Scripture Union Indonesia, 2. , 17-152. Jurnal Amanat Agung Mazmur 14 adalah mazmur ratapan. 21 Tepatnya. Mazmur 14 adalah Aua prophetic lament liturgy with elements from wisdom literatureAy22 dan bukan suatu Aupoem of instructionAy. 23 Sebagai mazmur ratapan Mazmur 14 memiliki kesamaan dengan Mazmur 53. Ungkapan Auuntuk pemimpin biduanAy pada awal kedua mazmur memberi indikasi bahwa konteks sosial (Sitz im Lebe. adalah ibadah di sinagoge dan juga di Bait Allah24 dan berasal dari periode pra pembuangan. 25 Namun perbedaan paling mendasar terlihat Mazmur 53 adalah mazmur instruksi terhadap komunitas26 bukan mazmur ratapan. Lagi. Mazmur 14 menggunakan sapaan Yahweh, sedang Mazmur 53 memakai Elohim sebagai sebutan untuk Allah. 27 Perbedaan keduanya terlihat jelas, tetapi Gerstenberger menjelaskan. AuBoth texts could be variants in their own right, transmitted in different circles of liturgistsAy28 dan bukan Audue to Armand Barus. Mengenal Kitab Puisi dan Hikmat (Jakarta: Scripture Union Indonesia, 2. , 25. Mitchell Dahood. Psalms I: 1-50: Introduction. Translation, and Notes. The Anchor Yale Bible 16 (New Haven: Yale University Press, 1. , 80. Stuart A. Irvine, "Critical Notes on Psalm 14:4," Journal of Biblical Literature 114, no. : 463. Nancy L. deClaissy-Walford. Rolf A. Jacobson, dan Beth Laneel Tanner. The Book of Psalms. The New International Commentary on the Old Testament (Grand Rapids: Eerdmans, 2. , 164. Gerstenberger. Psalms, 220. Peter C. Craigie. Psalms 1-50. Word Biblical Commentary 19 (Dallas: Word Books, 1. , 147. Gerstenberger. Psalms, 220. Brueggemann dan Bellinger. Jr. Psalms, 80. Craigie. Psalms 1-50, 146. Lioy, "From Dignity to Disgrace," 222. deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 164. Gerstenberger. Psalms, 218. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 accidents of scribal transmissionAy. 29 Oleh karena itu, kita hanya memperhatikan Mazmur 14, tanpa perlu membandingkannya dengan Mazmur 5330, dalam upaya menguak pesan sentralnya dengan menggunakan metode penelitian puitis-afektif. Mazmur 14 dapat disusun dalam konstruksi ratapan-pujian sebagai berikut: Ayat 1-4 ratapan Ayat 5-6 pujian Ayat 7 ratapan Pemazmur karakteristik orang bebal. Orang bebal adalah manusia yang berkata dalam hatinya: AuTidak ada AllahAy . Pikiran itu menampakkan wujudnya dalam bentuk perbuatan atau tindakan yang merusak. Pemazmur merumuskan perbuatan orang bebal sebagai Aubusuk dan keji perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baikAy . Pembahasan Penelitian Puitis-afektif (Poetic-affective criticis. Penelitian puitis-afektif menelaah teks mazmur ratapan dengan memperhatikan unsur-unsur keluhan pemazmur, perasaan Charles C. Torrey, "The Archetype of Psalms 15 and 53," Journal of Biblical Literature 46 . : 186. Juga deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 164. Jurnal Amanat Agung pemazmur, pengenalan Allah dan perubahan suasana teks . Keluhan pemazmur menimbulkan perasaan dalam diri pemazmur. pengenalannya akan Allah. Perjalanan pergumulan itu terefleksi melalui perubahan suasana teks. Keluhan pemazmur Orang Bebal . Pemazmur menghadapi kehadiran orang bebal dalam Kehadiran yang menimbulkan keluhannya. Kebebalan orang itu diperlihatkan melalui perkataan dan perbuatan. Orang bebal berkata dalam hatinya bahwa tidak ada Allah- AauioyA c AAo Ae AaoAyn Aoilshym . di mana ungkapan dalam hati menggambarkan Auit deeply characterizes the personAy. 31 Perkataan orang bebal itu menimbulkan beragam masalah baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Orang bebal menolak keberadaan Allah dalam hidupnya. Penolakan dalam hati itu diperlihatkan orang bebal melalui perbuatan yang menghancurkan bahkan Authreatens the life of the righteousAy. 32 Dalam pengamatan pemazmur, perbuatan orang bebal dipandang sebagai: busuk // keji // tidak berbuat baik . Orang bebal berkata AuioyA c AAo Ae Aao aAyn Aoilshym . Menarik untuk diperhatikan bahwa pemazmur tidak menggunakan YHWH John Goldingay. Psalms 1-41, vol. Baker Commentary on the Old Testament Wisdom and Psalms (Grand Rapids: Baker Academic, 2. Craigie. Psalms 1-50, 147. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 melainkan Aoilshym. Istilah Aoilshym sering digunakan sebagai rujukan kepada allah-allah bangsa-bangsa (Kel. 12:12. 20:3. Yos. 24:15. Mzm. 96:5. Yer. 2:28. , sedang YHWH adalah penyataan Allah kepada Musa (Kel. 3:14-15. 33 Penyingkapan nama Allah secara pribadi kepada Musa merupakan proklamasi keunikan dan keesaan Allah. Dalam pengertian demikian, terungkaplah bahwa ketika orang bebal mengatakan Aoyn Aoilshym, sesungguhnya tanpa disadarinya secara ironi34 mereka menerima keunikan dan keesaan YHWH. Dengan demikian tersingkaplah hakikat kebebalan orang bebal ketika mereka menyatakan Aoyn Aoilshym. Di lain pihak, orang bebal bukanlah manusia yang menolak campur tangan Allah dalam hidupnya atau memandang kehadiran Allah tidak penting dalam hidupnya. Goldingay menulis bahwa Aoyn Aoilshym merupakan Aua declaration that God can be discounted from everyday lifeAy. 35 Tidak jauh berbeda Craigie merumuskan orang bebal adalah Auone whose life is lived without the direction or acknowledgment of GodAy. 36 Pengertian dan rumusan orang bebal seperti itu kurang luas cakupannya. Diskusi lihat Robin Routledge. Old Testament Theology: A Thematic Approach (Downers Grove: IVP Academic, 2. , 82-85. Juga Armand Barus, "Monoteisme Reflektif," dalam Berteologi dalam Anugerah. Bone. Paul Hidayat, dan Anwar Tjen (Cipanas: STT Cipanas, 1. , 2748. Tentang ironi lihat R. Alan Culpepper. Anatomy of the Fourth Gospel: A Study in Literary Design (Philadelphia: Fortress, 1. , 165-180. Goldingay. Psalms 1-41, 1: 213. Craigie. Psalms 1-50, 147. Jurnal Amanat Agung Orang bebal bukan rujukan kepada semua manusia yang berada di bawah kuasa dosa. Beberapa penafsir37 memahami orang bebal dalam terang pembacaan Roma 3:10-12 sebagai rujukan kepada semua manusia yang berada di bawah kuasa dosa. Dengan perkataan lain, orang bebal menggambarkan universalitas manusia yang berdosa. Namun pembacaan itu tidak memberikan kesempatan kepada Mazmur 14 untuk sendiri berbicara tentang maknanya. Artikel ini berpendapat bahwa pernyataan teologis Aoyn Aoilshym merujuk kepada dua keadaan manusia, yaitu manusia yang percaya tidak ada YHWH dan manusia tanpa kepercayaan kepada Aoilshym. Perkataan dalam hati orang bebal Aoyn Aoilshym diekspresikan secara konkret ke dalam perbuatan busuk dan keji serta perbuatan tidak baik . Perkataan orang bebal adalah suatu pernyataan teologis dengan konsekuensi etis. Kata kerja busuk . hAua. menunjuk kepada perjalanan manusia menuju kepada kematian kekal (Mzm. 16:10. Orang bebal tak ubahnya seperti mayat berjalan di ruang publik. Sesungguhnya tidak ada yang menarik dalam diri orang bebal. Namun umat Allah terpaut hatinya kepada hidup orang bebal yang kelihatannya lebih baik. Craigie. Psalms 1-50, 148. Namun Davidson menambahkan "This may be true, but it is hardly what the psalm says". Davidson. Vitality of Worship, 55. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 Kata . Aa. menimbulkan murka (Mzm. Menurut Goldingay, kata kerja keji . Aa. merupakan kategori moral seperti digambarkan kitab Amsal . :16-19. di mana Aupride, lying, murder, perjury, and dishonesty are loathsome to YhwhAy. 38 Perbuatan orang bebal menimbulkan kejijikan bagi Allah. Perbuatan orang bebal busuk dan keji menggambarkan kehidupan menjijikkan bagi Allah dan kehidupan itu sedang menuju kepada hukuman kekal. Orang bebal juga tidak berbuat baik . ueh-yI). Apa artinya? Pernyataan sueh-yI muncul kembali dalam ayat 3. Kesejajaran pada ayat 3 yang diperlihatkan gambar 1 terungkap bahwa orang bebal tidak berbuat baik // telah menyeleweng // telah bejat. Mereka semua telah menyeleweng, telah bejat. tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak. Gambar 1. Kesejajaran ayat 3 Kata kerja menyeleweng . berarti berada jauh dari hukum dan ketetapan Allah (Mzm. 18:23. Manusia bebal adalah mereka yang melangkah menjauhi hukum dan ketetapan Allah di mana kehidupannya diatur oleh kehendak diri sendiri yang berpusat pada diri sendiri. Goldingay. Psalms 1-41, 1: 213. Jurnal Amanat Agung Kata kerja bejat (AoAla. menunjuk kepada orang menghirup kecurangan seperti air (Ayb. Meminum air adalah tindakan normal dan biasa yang harus dilakukan untuk kelangsungan hidup sebagai manusia. Orang bebal melakukan kecurangan sebagai hal biasa dan normal. Orang bebal tidak berbuat baik menggambarkan manusia yang dalam relasi dengan Allah tidak melakukan perintah-Nya dan dalam relasi dengan sesama manusia penuh dengan kecurangan. Orang bebal itu selanjutnya juga disebut sebagai orang yang melakukan kejahatan . Terjemahan ayat 4 menurut Irvine adalah AuDo they not reason, all the evildoers who eat up my people as they eat bread, that they do not encounter Yahweh?Ay. 39 (Artinya: Tidakkah mereka berpikir, semua orang yang berbuat jahat yang memakan umat-Ku seperti mereka memakan roti, bahwa mereka tidak akan bertemu Yahweh?) Terjemahan ayat 4 itu didasarkan Irvine pada penggunaan kata kerja oA( o eiAyAa. sebagai Auconsider, reasonAy Auto understandingAy dan kata kerja A( aiAqArAAo. sebagai Aumeet, encounter, confrontAy ketimbang Aucall uponAy. 40 Orang yang melakukan kejahatan (A) Auo uaiA pada ayat 4 berpikir bahwa mereka tidak akan bertemu Allah ketika memakan umat Allah seperti memakan roti. Pertanyaan retoris di awal kalimat ayat 4 menyingkapkan kebodohan para pelaku kejahatan yang berpikir Irvine, "Critical Notes on Psalm 14:4," 465. Irvine, "Critical Notes on Psalm 14:4," 464. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 bahwa mereka dapat menindas umat Tuhan tanpa perlu khawatir akan hukuman Allah. 41 Orang bebal itu berpandangan tidak akan bertemu dengan Allah sehingga tanpa ragu sedikit pun mereka memakan umat Allah. Mereka berkata dalam hatinya bahwa Allah tidak hadir dalam kehidupan manusia. Namun orang bebal gagal untuk melihat kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya. Kegagalan yang menyebabkan orang bebal ditimpa kegentaran . Orang bebal memakan umat Allah sembari berpikir bahwa Allah absen dalam hidup manusia, tetapi justru di saat itulah mereka ditimpa kegentaran. Kata kegentaran (A)c eA menunjuk kepada Aufear and terror at the acts of YahwehAy. 42 Di saat mereka memakan umat Allah seperti mereka memakan roti, di saat itulah Allah menjumpai mereka dengan hukuman. Ungkapan Auseperti mereka memakan rotiAy adalah bahasa . Bahasa Aumemakan berulang-ulang rotiAy merupakan kebutuhan untuk kelangsungan hidup manusia. Klausa memakan habis umat-Ku menunjuk kepada Auoppression and exploitation of the lower classesAy43 dan istilah semua orang . merujuk kepada Aupeople in powerAy44 atau Aupriests because sacrifices Irvine, "Critical Notes on Psalm 14:4," 465. Wanke, "IO," Theological Dictionary of the New Testament, 9 (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 204. Gerstenberger. Psalms, 1: 220. Goldingay. Psalms 1-41, 1: 212. Jurnal Amanat Agung can be described as the bread of GodAy. 45 Namun kita tidak perlu membatasinya hanya pada masyarakat kelas bawah saja dan para pemimpin masyarakat. Istilah umat-Ku dan semua orang menunjuk kepada masyarakat pada umumnya baik masyarakat kelas atas maupun kelas bawah bukan kepada Auhighly intelligent personAy. Universalitas ayat 2 dan 3 memperlihatkan, seperti dijelaskan juga di bagian Allah, bahwa orang bebal menunjuk kepada semua manusia yang menolak Allah dalam hidupnya. Orang bebal memakan habis umat Allah. Itu kejahatan. Kejahatan orang bebal itu menjadikan umat Allah tidak lagi berseru kepada Allah. Pernyataan Autidak lagi berseruAy memperlihatkan bahwa umat Allah telah meninggalkan ibadah kepada Allah. Kejahatan apa yang diperbuat orang bebal sehingga umat Allah tidak lagi beribadah kepada Allah? Menurut Craigie, kejahatan yang dimaksud merujuk kepada kehidupan orang bebal tanpa kasih karunia . oving kindnes. yang merupakan prinsip fundamental hidup 47 Mereka hidup tanpa kasih karunia dan itu adalah Menurut deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner yang merumuskan kejahatan dalam terang pembacaan kitab Mikha 3 merujuk Authe behavior of political and religious leaders who publish glad tidings even though the poor have nothing to eat (Mi. or to Anderson. The Book of Psalms: Psalms 1-72, vol. New Century Bible Commentary (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 134. Craigie. Psalms 1-50, 147. Craigie. Psalms 1-50, 147, 148. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 who fail to establish justice for the lowly (Mi. Ay. 48 Kemiskinan dan ketidakadilan menjadi penyebab manusia termasuk umat Allah meninggalkan ibadah menyembah Aoilshym atau YHWH. Di tengah perbuatan jahat orang bebal terhadap umat Allah, mereka ditimpa kegentaran. Kegentaran akan kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya. Orang bebal selanjutnya dinyatakan sebagai orang yang meremehkan rencana orang tertindas . Menurut Goldingay, orang tertindas adalah Aupeople who have no alternative but to make Yhwh their refugeAy. 49 Menurut deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner, orang tertindas adalah orang miskin, yaitu AuGodAos suffering peopleAy. 50 Weiser berpendapat bahwa orang tertindas adalah orang 51 Kraus menambahkan orang miskin adalah Authose who are persecuted, slandered, and falsely accused, who are not able to defend themselves against the superior power of their foesAy. 52 Dari perspektif berbeda. Brueggemann dan Bellinger mengusulkan bahwa orang tertindas adalah umat Allah yang miskin yang mendapat penindasan dari bangsa asing (Babe. 53 Tafsiran itu didasarkan pada pengertian pemulihan Allah terjadi setelah kembalinya bangsa Israel deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 167. Goldingay. Psalms 1-41, 316. deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 168. Weiser. Psalms, 164, 166. Juga Brueggemann dan Bellinger. Jr. Psalms, 79. Hans-Joachim Kraus. Theology of the Psalms (Minneapolis: Fontes Press, 1. , 151. Brueggemann dan Bellinger. Jr. Psalms, 80. Jurnal Amanat Agung dari pembuangan Babel. Tampaknya, para penafsir memahami orang tertindas sebagai rujukan kepada orang miskin yang tidak ada pilihan kecuali berlindung pada Allah. Artikel ini mengusulkan bahwa orang tertindas adalah umat Allah yang menerima tekanan dari orang bebal untuk tidak beribadah kepada Allah bahkan menolak YHWH. Apa buktinya? Tekanan yang diterima umat Allah untuk tidak lagi beribadah kepada Allah dinyatakan secara eksplisit melalui pernyataan orang bebal memakan habis umat Allah sehingga mereka tidak lagi berseru kepada Allah . Tekanan itu semakin kuat karena kemiskinan dan ketidakadilan yang dihadapi sebagian umat Allah sehingga mereka akhirnya berkata juga dalam hatinya Aoyn Aoilshym. Orang bebal berkata dalam hati. Aoyn Aoilshym. Orang bebal merujuk kepada semua manusia termasuk umat Allah yang menolak Allah. Orang bebal dari kelompok bukan umat Allah yang pada awalnya menolak YHWH, tetapi kemudian menolak Aoilshym. Orang bebal dari kelompok umat Allah yang pada awalnya menolak Aoilshym, tetapi kemudian menolak YHWH. Orang bebal adalah manusia yang percaya tidak ada YHWH dan manusia tanpa kepercayaan kepada Aoilshym. Pengertian orang bebal seperti itu jelas tidak merujuk kepada ateisme praktis, seperti dipahami banyak penafsir,54 artinya Kontra deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 166. Marie-Claire Barth-Frommel dan B. Pareira. Kitab Mazmur 1-72: Pembimbing dan Tafsirannya (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 208. Weiser. Psalms, 165. Davidson. Vitality of Worship, 54. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 Aufor practical purposes God does not matterAy. 55 Craigie menyebut orang bebal adalah manusia Auwhose life is lived without the direction or acknowledgment of GodAy. 56 Tidak jauh berbeda deClaissyWalford. Jacobson, dan Tanner menambahkan bahwa orang bebal adalah Authose who do not make God a central factor in their everyday livesAy. Namun memperhitungkan perbuatan menghancurkan orang bebal yang memakan habis umat Allah dan kebusukan dan kekejian Pemazmur sedang menghadapi perkataan dan perbuatan merusak dari orang bebal. Kesulitan hidup yang ditimbulkan oleh orang bebal terhadap diri pemazmur tentu saja menimbulkan Perasaan itu yang sekarang kita selidiki. Perasaan pemazmur Bersorak // bersukacita . Di tengah-tengah kesusahan dan pergumulan pemazmur seperti terlihat melalui penjelasan bagian keluhan sebelumnya, lahirlah perasaan bersorak-sorai yang sejajar dengan bersukacita. Kedua istilah itu sejajar seperti diperlihatkan gambar 2. Anderson. Psalms 1-72, 1: 132. Craigie. Psalms 1-50, 147. deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 166-167. Jurnal Amanat Agung Yakub Israel akan bersorak-sorai akan bersukacita Gambar 2. Kesejajaran ayat 7 Pada momen ini kita perlu menelaah arti kedua istilah itu untuk melihat penggambaran sukacita pemazmur di saat ia menghadapi keluhan. Kata kerja bersorak-sorai merupakan terjemahan bahasa Ibrani A( oeuuAyAe. Dalam kitab Mazmur, kata kerja itu digunakan untuk melukiskan perasaan yang ditimbulkan sebagai akibat penyataan diri dan karya perbuatan Allah. Pemazmur memakai kata kerja yAel dalam menggambarkan sorak-sorai dalam prosesi pernikahan raja (Mzm. Umumnya pernikahan di banyak suku bangsa merupakan salah satu puncak sukacita manusia. Kata kerja bersukacita adalah terjemahan bahasa Ibrani Ao uA . Dalam kitab Mazmur, kata kerja yismau tidak hanya melukiskan keadaan (Mzm. , tetapi juga terkait internal manusia: hati (Mzm. 19:9. 104:15. jiwa (Mzm. Ungkapan Israel bersorak-sorai menggambarkan keadaan yang gempita dan hati serta jiwa manusia yang meluap dengan gelora pujian kepada Allah karena karya dan perbuatan tangan-Nya. Di tengah keluhan dan perasaan pemazmur, muncullah pengakuan dan pengenalan pemazmur akan Allah. Keluhan yang Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 dialami pemazmur sebagai akibat kehadiran orang bebal di sekitar hidupnya tidak melunturkan imannya kepada Allah. Allah Allah memandang dari surga . Kebebalan manusia ditentukan oleh Allah sendiri. Bukan ukuran manusia yang digunakan dalam mengukur kebebalan Orang bebal di mata manusia mungkin saja tampil sebagai Auorang kaya, berkuasa dan suksesAy. 58 Allah melihat dari surga akan perkataan dan perbuatan semua manusia, termasuk manusia kaya, berkuasa dan sukses itu. Allah melihat kemudian menilai bahwa semua manusia telah menyeleweng//telah bejat//tidak ada yang berbuat baik . seperti kesejajaran yang diperlihatkan Gambar 1. Kata semua (A i uA- hakks. pada ayat 3 kelihatannya tidak menunjuk kepada bangsa-bangsa bukan Israel di mana mereka tidak termasuk umat Allah juga tidak merujuk kepada Auall around in Israel the psalmist sees people who act wrongly toward their fellowsAy. Kata semua lebih merujuk kepada semua manusia yang menolak Allah. 60 Aspek universalitas itu ditekankan melalui penggunaan frasa Auanak-anak manusia (Aoa ueyA A AucA AAoAe Aal bany AoAdA. pada ayat 2 dan Craigie. Psalms 1-50, 147. Goldingay. Psalms 1-41, 1: 214. Kontra Anderson. Psalms 1-72, 1: 132. Jurnal Amanat Agung kata tidak ada (AaoA-Aoy. A dan seorang pun tidak (AAo Ae uAao eya eAyn gam AoeuA. pada ayat 3. Tuhan memandang ke bawah dari surga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah Gambar 3. Kesejajaran ayat 2 Apakah yang dicari Allah dari surga? Manusia yang berakal budi . Aka. yang sejajar dengan yang mencari Allah seperti gambar Manusia yang berakal budi adalah manusia berelasi dengan sesama manusia sebagai cermin relasinya dengan Allah. Pengertian itu diperkuat dengan pernyataan sejajar Auyang mencari AllahAy. Ungkapan mencari Allah berarti manusia Auto go to the temple in search of a sign or oracleAy. 61 Lebih tepat kita merumuskan orang yang mencari Allah adalah manusia yang beribadah menyembah Yahweh. Allah menyertai orang benar . Orang bebal memperlihatkan kehidupan tanpa Allah. Hidup yang membawa kesengsaraan meski tidak disadarinya. Akan tetapi orang benar, berbeda dengan orang bebal, hidupnya disertai Allah. Penyertaan Allah membedakan orang bebal dan orang benar. Kehadiran Allah di antara orang benar Aucould not be merely a passive symbol, but must become an active force in securing real deliverance deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 166. Anderson. Psalms 1-72, 1: 133. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 from actual troubleAy. 63 Penyertaan Allah dalam kehidupan umat-Nya tidak disadari oleh orang bebal. Allah tempat perlindungan . Tempat perlindungan . adalah Aua shelter where vulnerable animals or vulnerable human beings hide from attack or storm or sunAy. 64 Rencana orang bebal memakan orang benar, hancur berantakan karena orang memiliki tempat berlindung yaitu Allah Allah memulihkan . Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila Tuhan memulihkan keadaan umat-Nya Gambar 4. kesejajaran ayat 7 Terjemahan terhadap frasa A( Aci ciAybyt Aoamm. diberikan secara berbeda: keadaan (LAI-TB1/. , atau kesejahteraan65 (RSV. NIV. NET). Manakah terjemahan yang tepat? Kesejajaran istilah keselamatan dan memulihkan keadaan, seperti gambar 4, memberi indikasi kuat bahwa frasa memulihkan keadaan dibaca dalam terang Craigie. Psalms 1-50, 148. Goldingay. Psalms 1-41, 1: 216. Craigie. Psalms 1-50, 144. Barth-Frommel dan Pareira. Mazmur 1-72, 206. Brueggemann dan Bellinger. Jr. Psalms, 79. Davidson. Vitality of Worship, 55. James Limburg. Psalms (Louisville: Westminster John Knox, 2. , 40. Jurnal Amanat Agung Dalam pengertian demikian frasa ybyt Aoammy yang dimaksud merujuk kepada keselamatan umat Allah dari terkaman orang bebal yang memakan habis umat Allah. Penyelamatan umat Allah dari cengkeraman orang bebal merupakan inisiatif dan karya Allah. Dalam pengertian seperti itu ybyt Aoammy lebih tepat diterjemahkan keadaan umat-Nya. Tuhan memulihkan adalah terjemahan bahasa Ibrani A oiA A( c AicAbyyb YHWH). Pemulihan Tuhan tidak menunjuk kepada kembalinya bangsa Israel dari pembuangan66 atau restorasi 67 Pemulihan keadaan kemungkinan menunjuk kepada Auturn a turningAy. 68 Namun dalam Mazmur 14 ungkapan keselamatan // keadaan menunjuk kepada kehadiran dan penyertaan Allah di tengah-tengah umat-Nya. Davidson menulis bahwa keselamatan Auassociated with GodAos presence in the midst of his people on Mt. ZionAy. Penelitian puitis-afektif fitur-fitur keluhan, perasaan, dan Allah dalam Mazmur 14. Selanjutnya kita perlu melihat penggambaran perubahan suasana teks Mazmur 14. Penggambaran yang menolong kita melihat perjalanan rohani pemazmur dalam kaitan dengan keluhan, perasaan, dan Allahnya. Kontra Brueggemann dan Bellinger. Jr. Psalms, 80. Kontra deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 168. Anderson. Psalms 1-72, 1: 135. Goldingay. Psalms 1-41, 1: 217. Davidson. Vitality of Worship, 55. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 Perubahan Suasana Teks (Moo. Pergerakan ratapan-pujian Mazmur 14 terlihat sebagai Ayat 1-4 Ratapan Ayat 5-6 Pujian Ayat 7 Ratapan Perjalanan perubahan suasana teks Mazmur 14 dapat digambarkan melalui grafik gambar 5. Gambar 5. Perubahan suasana teks Gambar 5 menunjukkan bahwa ayat 1-4 merupakan suatu Ratapan itu kemudian berganti menjadi pujian pada ayat 56 dan berakhir dengan suatu ratapan. Terlihat pergerakan perubahan suasana teks dari ratapan Ie pujian Ie ratapan. Penting sekali untuk menetapkan klimaks Mazmur 14. Gambar 5 memperlihatkan bahwa klimaks mazmur ratapan terjadi pada ayat 5 bukan ayat 4 seperti pendapat Irvine. 70 Penyertaan Allah terhadap orang benar menyebabkan perubahan suasana teks. Irvine, "Critical Notes on Psalm 14:4," 463. Jurnal Amanat Agung Ratapan pemazmur berganti haluan menjadi pujian karena penyertaan Allah di dalam dan melalui hidup pemazmur. Hal yang menarik dari Mazmur 14 adalah pergerakan perubahan suasana teks berakhir dengan ratapan . Akhir yang demikian menyingkapkan bahwa keluhan yang dihadapi pemazmur tidak selesai. Itu artinya bahwa keberadaan orang bebal tetap berlangsung di dalam dan melalui kehidupan orang benar. Orang bebal terus hidup di tengah-tengah orang benar. Dalam arti itu keberadaan orang bebal menjadi batu uji terhadap ketaatan dan kesetiaan orang benar kepada Allah. Alister McGrath menegaskan AuAtheism stands in permanent judgment over arrogant, complacent, and superficial Christian churches and leaders. It needs to be Ay71 Penelitian puitis-afektif Mazmur menyingkapkan tema sentralnya adalah tentang ateisme. Meski perjalanan rohani pemazmur menghadapi ateisme di sekitar hidupnya diawali dengan ratapan, tetapi kesadaran penyertaan Allah di dalam dan melalui hidupnya mengubah ratapan menjadi pujian. Ateisme tidak berlalu dalam hidupnya dan tetap menjadi ancaman terhadap imannya kepada Allah. Namun pemazmur tidak khawatir karena Allah adalah tempat perlindungannya. Sudah waktunya sekarang kita mengeksplorasi ateisme modern, meski ringkas, dalam rangka membaca ateisme kontemporer dalam terang Mazmur 14. Alister McGrath. The Twilight of Atheism: The Rise and Fall of Disbelief in the Modern World (New York: Doubleday, 2. , 273. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 Ateisme Seperti memperlihatkan tren peningkatan jumlah pengikut. Pertanyaan yang segera muncul adalah bagaimana penjelasan tren kenaikan ateisme itu? Apa yang menyebabkan tren kenaikan ateisme? Phil Zuckerman72 mengamati mengapa kebanyakan negaranegara di Afrika. Amerika Selatan, dan Asia Tenggara hampir tidak memiliki penganut ateisme, sementara kebanyakan negara-negara Eropa memiliki banyak penganut ateisme? Biasanya jawaban umum yang diberikan adalah AuIn societies characterized by plentiful food distribution, excellent public health care, and widely accessible housing, religiosity wanes. Conversely, in societies where food and shelter are scarce and life is generally less secure, religious belief is Ay73 Misalnya, laporan dari the United Nations tentang Report on the World Social Situation . menemukan Auof the forty poorest nations on earth, all but one (Vietna. are highly religious nations with statistically minimal or insignificant levels of atheism. Ay74 Namun harus diakui kompleksitas keadaan ateisme di seluruh dunia. Di satu pihak, di beberapa negara terjadi penurunan angka ateisme karena penurunan angka kelahiran. Secara umum ateisme di seluruh dunia mungkin sedang mengalami penurunan. Zuckerman, "Atheism," 55. Zuckerman, "Atheism," 55. Zuckerman, "Atheism," 58. Jurnal Amanat Agung karena fakta demografis bahwa negara-negara yang sangat religius mengalami tingkat kelahiran yang tertinggi, sedangkan negaranegara yang sangat tidak religius memiliki tingkat kelahiran terendah di dunia. 75 Di lain pihak, di beberapa negara terdapat tren kenaikan angka ateisme disebabkan tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi. Ateisme terjadi sepanjang abad ke 20 di Kanada. Australia, dan berbagai negara Eropa, termasuk Jerman. Inggris raya (UK). Belanda, dan Skandinavia. Namun fakta terpenting lebih dari angka tren kenaikan atau penurunan ateisme di seluruh dunia adalah keterkaitan ateisme dan tingkat kesehatan masyarakat. Zukerman77 melaporkan Most nations characterized by high degrees of individual and societal security have the highest rates of organic atheism, and, conversely, nations characterized by low degrees of individual and societal security have the lowest rates of organic atheism and the highest degrees of belief. High levels of organic atheism are strongly correlated with high levels of societal health, such as low poverty rates and strong gender Sebelum kita mengajukan evaluasi kritis terhadap ateisme, baik juga kita membahas argumentasi filosofis terhadap keberadaan Michael Martin menulis buku berjudul Atheism: A Philosophical Justification yang membela ateisme. Buku Martin terbentuk atas dua bagian di mana bagian pertama membahas Zuckerman, "Atheism," 59. Zuckerman, "Atheism," 60. Zuckerman, "Atheism," 61. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 ateisme negatif . he position of not believing that a theistic God exists/ absence of belief in Go. dan bagian kedua mendiskusikan ateisme positif . he position of disbelieving that the theistic God Martin dengan argumentasi induktif berupaya untuk memperlihatkan Auatheism is a rational position and that belief in God is not. I am quite aware that theistic beliefs are not always based on Ay78 Buku karangan Martin merupakan diskusi komprehensif terhadap ateisme. Salah satu pokok menonjol melalui buku itu yang terlihat jelas adalah Martin membawa ateisme ke dalam tataran diskusi filsafat modern. Martin memeriksa secara kritis argumen keberadaan Allah dalam perspektif: ontologis, kosmologis, teleologis, moral, dan pengalaman religius. Oleh karena itu, kita perlu juga argumentasi-argumentasi kelemahan argumentasi ateisme. Evaluasi kritis terhadap ateisme telah diajukan oleh beberapa teolog Kristen. 79 Namun evaluasi kritis yang kita ajukan Martin. Atheism, 24. William Lane Craig, "Theistic Critiques of Atheism," dalam The Cambridge Companion to Atheism, ed. oleh Michael Martin (Cambridge: Cambridge University Press, 2. , 69-85. Lihat juga Keith Parsons, "Some Contemporary Theistic Arguments," dalam The Cambridge Companion to Atheism, ed. oleh Michael Martin (Cambridge: Cambridge University Press, 2. , 102-117. McGrath. Why God WonAot Go Away, 44-87. Alister McGrath dan Joanna Collicutt McGrath. The Dawkins Delusion? Atheist Fundamentalism and the Denial of the Divine (Downers Grove: IVP Books, 2. , 96, menulis tentang buku The God Delusion karangan Richard Dawkins "The God Delusion seems more designed to reassure atheists whose faith is faltering that to engage fairly or rigorously with religious believers and others seeking for truth. (One wonders if this is because the writer is himself an atheist whose faith is faltering. )". Jurnal Amanat Agung adalah respons terhadap tantangan yang dituliskan Martin dalam buku Atheism: A Philosophical Justification. Kritikan terhadap ateisme ditelaah dalam empat argumentasi. Argumentasi Kontingensi Argumentasi kontingensi berpendapat bahwa alam semesta terjadi secara kebetulan. Pernyataan sederhana argumentasi disajikan berikut: Segala sesuatu yang ada memiliki penjelasan akan keberadaannya . aik dalam keharusan hakikatnya sendiri maupun dalam sebab eksterna. Jika keberadaannya, penjelasan itu adalah Allah. Alam semesta itu ada. Jadi, penjelasan tentang keberadaan alam semesta adalah Allah. Argumentasi Kosmologis Argumentasi kosmologis berupaya memberi penjelasan kausal mengapa alam semesta ada. Argumentasi kosmologis disajikan sederhana sebagai berikut: Apa pun yang ada memiliki sebabnya. Alam semesta ada. Bagian ini bergantung kepada Craig, "Theistic Critiques of Atheism," 75-84. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 Jadi, alam semesta memiliki sebab. Argumentasi Teleologis Argumentasi teleologis yang juga disebut argumentasi desain/rancangan Allah berdasarkan pada desain yang tampak dan tatanan alam semesta. Kita dapat memformulasikan argumentasi teleologis sebagai berikut: Penyempurnaan keharusan fisik, kebetulan, atau desain/rancangan. Penyempurnaan alam semesta tidak disebabkan oleh keharusan fisik atau kebetulan. Jadi, penyempurnaan alam semesta disebabkan oleh desain/rancangan. Argumentasi Moral Argumentasi moral berpendapat nilai dan kewajiban moral menunjuk kepada keberadaan Allah. Argumentasi moral secara sederhana dirumuskan sebagai berikut: Jika Allah tidak ada, nilai-nilai dan kewajiban moral objektif tidak ada. Nilai-nilai dan kewajiban moral itu ada. Jadi. Allah ada. Jurnal Amanat Agung Sebagai kontemporer kita menilai Authe presumption . he claim that in the absence of evidence for Go. of atheism is presumptuousAy. Melihat tren kenaikan ateisme kontemporer kita perlu bertanya bagaimana dengan masa depan ateisme? Apakah ateisme memiliki masa depan? Alister McGrath menjawab afirmatif82 I have no doubt that it does. But it does not seem to me to be an especially distinguished or exciting future. Listen to John Updike. "Among the repulsions of atheism for me has been its drastic uninterestingness as an intellectual position. " I have to confess that I now share his catatonic sense of utter tedium when I reread some of the atheist works I once found fascinating as a teenager, and now see as simplistic, failing to engage with the complexities of human experience, and seriously out of tune with our postmodern culture. Dalam penilaian McGrath, meski ateisme masih terus berlanjut, masa depan ateisme modern bukan hal yang istimewa dan menarik karena ateisme gagal memahami kompleksitas pengalaman Ateisme tidak hanya tidak relevan dengan kehidupan manusia, tetapi juga menolak hubungan apa yang dipercaya . dan apa yang dilakukan dalam hidup manusia . Uraian di atas memperlihatkan ateisme Mazmur 14 dimulai dari dalam hati kemudian terlihat dalam perbuatan jahat, sedang ateisme modern berada dalam tataran filsafat. Ateisme modern tidak Craig, "Theistic Critiques of Atheism," 70, 71. McGrath. Twilight of Atheism, 272-73. Ateisme: Penelitian Puitis-Afektif Mazmur 14 mengenal etika sebagai konsekuensi moral ateisme. Ateisme modern menolak fondasi teologi terhadap Ateisme mengusulkan gagasan otonomi etika yang memungkinkan ateis Auto recognize objective moral standardsAy. 83 Brink menegaskan AuIf we accept the autonomy of ethics, then atheism does not force us to moral nihilism or relativism. Ay84 Masyarakat modern ditandai dengan pandangan dualisme di mana teologi dan etika dipisahkan tajam, pemisahan antara pikiran dan perbuatan. 85 Pemisahan itu tidak dikenal dalam PL. 86 Orang bebal Auis not known by oneAos intellectual processes, but by what one does and does not do. Ay87 Mazmur 14 secara tegas menghubungkan pengakuan Aoyn Aoilshym secara kausal dengan beragam perbuatan jahat. Ringkasnya, teologi terkait secara kausal dengan etika. David O. Brink, "The Autonomy of Ethics," dalam The Cambridge Companion to Atheism, ed. Michael Martin (Cambridge: Cambridge University Press, 2. , 150. Brink, "Autonomy," 162. Brink menyatakan, "Moral nihilism is the thesis that there are no facts or truths about ethics and relativism is the thesis that moral facts and truths are relative to the moral attitudes or beliefs of appraisers. " Brink, "Autonomy," 150. Juga deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 167. Tentang relasi teologi dan etika dalam PB lihat Rudolf Bultmann, "The Problem of Ethics in Paul," dalam Understanding PaulAos Ethics: Twentieth Century Approaches, ed. Brian S. Rosner (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 195-216. Michael Parsons, "Being Precedes Act: Indicative and Imperative in PaulAos Writing," dalam Understanding PaulAos Ethics: Twentieth Century Approaches, ed. Brian S Rosner (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 217-47. deClaissy-Walford. Jacobson, dan Tanner. Psalms, 167. Jurnal Amanat Agung Penutup Mazmur 14 menggambarkan orang bebal sebagai ateis yang menyatakan Aoyn Aoilshym. Ateis adalah manusia yang percaya tidak ada YHWH dan manusia tanpa kepercayaan kepada Aoilshym. Pernyataan itu mewujud dalam berbagai perbuatan jahat terhadap sesama manusia. Di lain pihak, ateisme modern membatasinya hanya dalam tataran filsafat tanpa ada kaitan dengan etika atau moralitas. Daftar Pustaka