Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Memahami Motivasi dan Persepsi Perpustakaan Sekolah Pada Siswa SMA Lab Undiksha Dan SMA Negeri 1 Singaraja Santana Sembiring. I Wayan Mudana. Lola Utama Sitompul Universitas Pendidikan Ganesha santanasembiring@undiksha. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi siswa memanfaatkan perpustakaan sekolah dan persepsi siswa terhadap perpustakaan sekolah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi pemanfaatan perpustakaan sekolah antara siswa SMA Lab Undiksha dengan SMA Negeri 1 Singaraja. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa persepsi siswa terhadap perpustakaan sekolah sudah berubah terutama persepsi pada suasana dan pustakawan, sedangkan persepsi aturan di perpustakaan masih tetap sama. Kata Kunci: Motivasi. Persepsi. Perpustakaan Sekolah. Perpustakaan ABSTRACT The purpose of this study was to determine students' motivation to use the school library and students' perceptions of the school library. The method used in this research is descriptive quantitative with a questionnaire as a tool to collect data. The results of the study showed that there were differences in motivation for using the school library between students of SMA Lab Undiksha and SMA Negeri 1 Singaraja. From the results of the study it was also known that students' perceptions of the school library had changed, especially perceptions of the atmosphere and librarians, while the perception of rules in the library remained the same. Keywords: Motivation. Perception. School Libraries. Library Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Perpustakaan sekolah merupakan salah satu komponen prasarana vital Para menggunakan perpustakaan sekolah sebagai wadah untuk bersosialisasi, mengakses informasi dan pengetahuan, meningkatkan literasi anak, belajar menggunakan teknologi baru serta rekreasi. Pihak-pihak terkait seperti kepala sekolah, kepala perpustakaan, pustakawan, dan guru juga ikut membantu menyukseskan pentingnya fungsi perpustakaan sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyediakan fasilitas, layanan, dan koleksi bahan pustaka yang dapat membantu siswa dan guru selama proses pembelajaran di sekolah ataupun saat siswa/i menggunakan perpustakaan. Saat ini setiap sekolah dari berbagai tingkatan diwajibkan untuk memiliki perpustakaan. Kewajiban tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 Pasal 83 huruf a, yang menyatakan bahwa sekolah/madrasah perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan. Bukan tanpa alasan mengapa peraturan ini dibuat, selain memang karena perpustakaan merupakan salah perpustakaan sekolah juga berfungsi untuk membantu tercapainya tujuan sekolah yang bersangkutan (Surachman, 2. Bila dilihat dari sisi definisi, secara sederhana perpustakaan sekolah dapat diartikan sebagai pusat belajar dan rekreasi yang berada di dalam lingkungan sekolah dengan dilengkapi koleksi, layanan, serta fasilitas pendukung yang bisa digunakan siswa untuk memenuhi kebutuhannya. Kuhlthau . mendefinisikan perpustakaan sekolah sebagai pusat pembelajaran yang dinamis dengan dibantu pustakawan sekolah sebagai agen utama untuk merancang cara-cara belajar yang baru. Sedikit berbeda dengan definisi sebelumnya. Merga . mendefinisikan perpustakaan sekolah sebagai tempat yang tepat untuk mengindentifikasi dan membangun keterampilan literasi digital yang sehat bagi anak-anak muda dengan cara Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 mendorong mereka untuk terus mengakses sumber daya informasi yang benar, relevan dan sehat bagi kesehatan mental dan kesejahteraan mereka. Artinya bahwa perpustakaan sekolah bukan hanya sebagai pusat tempat yang bertujuan untuk mendukung tujuan pendidikan sekolah dan memenuhi kebutuhan informasi siswa saja, tapi juga sebagai tempat yang aman dan sehat, baik untuk kesehatan mental maupun kesejahteraan para siswa. Perpustakaan dari berbagai jenis termasuk perpustakaan sekolah harus selalu bisa adaptif dengan perubahan-perubahan yang ada. Kebutuhan terhadap pemustaka bukan hanya dipenuhi dari sisi informasi dan pengetahuan saja, tapi juga dari sisi psikologis, arsitektural, dan sosiologis (Priyanto, 2. Dan ketika perpustakaan sekolah tidak bisa adaptif, minat siswa dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah bisa semakin menurun dan bahkan perpustakaan sekolah bisa tidak lagi menjadi rujukan utama siswa sebagai tempat untuk belajar mandiri, edukasi, rekreasi, dan mengembangkan Bahkan Surachman . mempertegas bahwa perpustakaan sekolah masih dianggap bukan bagian penting dalam proses akademik di Data pada tahun 2021 yang dilakukan Badan Pusat Statistik dan dimuat juga dalam tautan DataIndonesia. id menunjukkan kalau jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan sekolah tingkat SMA hanya mencapai angka 16,14 % saja. Dan bila kita melihat data kunjungan siswa ke perpustakaan sekolah di wilayah yang berbeda, kurang lebih menunjukkan angka yang Faktor rendahnya kunjungan ke perpustakaan tentu tidak tak bisa dilepaskan dari pandemi Covid-19, namun faktor-faktor lain juga ikut memberi memanfaatkan perpustakaan. Faktor-faktor tersebut bisa disebabkan karena faktor dari internal perpustakaan . uasana, fasilitas, koleksi, layanan, dan pustakawa. dan juga dari faktor eksternal perpustakaan . nternet, kafe, toko buk. Namun Alcober dalam artikelnya menuliskan bahwa pengguna perpustakaan mau Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 menyediakan suasana yang tenang untuk belajar, fasilitas dan layanan yang mutakhir, akses ke internet, dan tersedianya sumber informasi dan pengetahuan yang beragam dan relevan. Dalam tulisan yang berbeda. Harisanty . juga menyebutkan ada empat faktor yang mempengaruhi staf/pengelola . koleksi perpustakaan. gedung Ada satu lagi faktor lain tapi esensial mengapa pemustaka mau menggunakan perpustakaan, yaitu motivasi (Harisanty, 2. Motivasi pemustaka dalam menggunakan perpustakaan sekolah biasanya dipengaruhi oleh dua sumber, yaitu dari diri sendiri . dan orang lain . Hal ini tercermin dalam penelitian yang dilakukan Harisanty . pada siswa/i SMA di Surabaya, menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan perpustakaan sekolah karena dipengaruhi motivasi ekstrinsik. Berbagai upaya-upaya pun dilakukan pihak sekolah agar sivitas akademika khususnya siswa setidaknya merasa termotivasi untuk mau datang dan menggunakan perpustakaan sekolah secara berkelanjutan. Upaya tersebut bisa seperti penyediaan fasilitas, koleksi yang beragam, pelayanan responsif pustakawan, ataupun penyediaan teknologi tertentu di perpustakaan. Selain motivasi, persepsi juga merupakan aspek yang penting dalam pemanfaatan perpustakaan. Ketika persepsi siswa terhadap perpustakaan sekolah positif maka siswa secara alamiah akan mau menggunakan perpustakaan, begitu pun juga sebaliknya. Persepsi siswa/i terhadap perpustakaan sekolah ada yang positif dan ada juga yang negatif. Hasil penelitian Mokalu. Muntuutu, dan Jim R. Tuna . menemukan bahwa siswa/i memiliki persepsi yang baik terhadap perpustakaan sekolah. Para peneliti tersebut juga memandang kehadiran perpustakaan di sekolah sangat penting dan positif, terutama dalam hal meningkatkan literasi siswa/i. Namun penelitian berbeda yang dilakukan oleh Srirahayu. Harisanty, dan Anugrah . , menunjukkan persepsi siswa terhadap perpustakaan tidak jauh berbeda seperti dulu, yakni perpustakaan sebagai tempat buku. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Po Ying Cheng . dalam disertasinya justru meragukan mengenai persepsi siswa yang positif terhadap perpustakaan sekolah. Berdasarkan penelusuran literatur yang dilakukannya, diketahui bahwa siswa di negara maju seperti Amerika Serikat dan Australia memiliki persepsi yang sangat positif . ,40%) terhadap perpustakaan sekolah, baik itu dari layanan maupun dari pustakawannya. Yang menarik. Po Ying Cheng tidak seratus persen percaya dengan hasil positif tersebut. Po Ying mengatakan bahwa meskipun para peneliti antusias dengan hasil penelitian mereka, namun tetap saja membutuhkan pertimbangan dan perlu diinterpretasi lebih lanjut. Menarik untuk mengetahui dan membahas lebih mendalam motivasi perpustakaan di dua lokasi sekolah yang berbeda, yakni di SMA Lab Undiksha dan SMA Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini bukan hanya didasari karena rasa ingin tahu saja, tapi penelitian ini juga didasari pernyataan Po Ying Cheng . , yang mengatakan bahwa perlu dilakukan kajian perbandingan di sekolah lain yang memiliki perpustakaan sekolah dengan program yang Berkaca pada penelitian-penelitian yang sudah ada, peneliti juga ingin melakukan penelitian yang sama. Perbedaan penelitian ini dengan penelitianpenelitian sebelumnya adalah pada lokasi dan konstruk penelitian. Agar menggunakan teori pemanfaatan perpustakaan dari Harisanty . dan Alcober . Sedangkan untuk persepsi, peneliti menggunakan definisi Shafaruddin. Arkanudin. Suryadi . , mendefinisikan persepsi sebagai suatu proses aktivitas seseorang dalam memberi kesan, penilaian, pendapat, merasakan, dan menginterpretasikan sesuatu berdasarkan informasi yang ditampilkan dari sumber lain . ang Siswa pada dasarnya mau menggunakan perpustakaan sekolah apabila siswa memiliki motivasi . ntrinsik atau ekstrini. dan punya persepsi yang baik terhadap perpustakaan di sekolahnya. Namun belum diketahui dengan pasti Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 motivasi dan persepsi siswa terhadap perpustakaan di dua lokasi sekolah yang Berdasarkan pertanyaan penelitian utama, yaitu: Apa motivasi siswa/i SMA Lab Undiksha dan SMA Negeri 1 Singaraja memanfaatkan perpustakaan sekolah? Bagaimana persepsi siswa/i SMA Lab Undiksha dan SMA Negeri 1 Singaraja terhadap perpustakaan sekolah? METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan kuesioner sebagai alat untuk mengetahui motivasi dan persepsi siswa /i SMA Lab Undiksha dan SMA Negeri 1 Singaraja terhadap perpustakaan sekolah. Jadwal penyebaran kuesioner dilakukan mulai dari 16 Agustus sampai 15 September 2022. Proses penyebaran kuesioner disebar sebanyak 2 . Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah butir-butir setiap pernyataan dalam kuesioner valid dan realibel. Dalam menguji validitas dan realibilitas kuesioner peneliti menggunakan formula rumus yang dihitung melalui aplikasi SPSS Versi 26. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/i dari kelas X-XII yang sedang aktif sekolah di SMA Lab Undiksha dan SMA Negeri 1 Singaraja. Dalam menentukan sampel responden, peneliti menggunakan simple random Peneliti memilih secara acak sampel responden baik dari populasi siswa/i di SMA Lab Undiksha maupun di SMA Negeri 1 Singaraja. Jumlah sampel di SMA Lab Undiksha sebanyak 70 siswa/i, sedangkan jumlah sampel untuk di SMA Negeri 1 Singaraja sebanyak 92 siswa/i. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 HASIL DAN PEMBAHASAN Motivasi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah di SMA Lab Undiksha Perpustakaan sekolah merupakan sarana dan prasarana yang bisa dimanfaatkan oleh siswa untuk memperoleh pendidikan, penelitian, dan juga Siswa SMA Lab Undiksha dan SMA Negeri 1 Singaraja tentu memiliki motivasi yang berbeda-beda atau mungkin sama dalam menggunakan perpustakaan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian, suasana perpustakaan sekolah yang tenang dan tidak bising . %) merupakan motivasi tertinggi siswa SMA Lab Undiksha dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah. Menariknya, berdasarkan dari hasil penelitian, diketahui juga bahwa ada dua faktor motivasi lain yang tidak kalah penting mengapa para siswa SMA Lab Undiksha memanfaatkan perpustakaan sekolah, yaitu karena suasana perpustakaan yang kondusif untuk belajar dan membaca . %). perpustakaan menyediakan fasilitas dan peralatan yang menunjang kegiatan belajar . %). Salah satu dari 3 . motivasi teratas, yaitu perpustakaan memberi suasana yang kondusif untuk belajar dan membaca ternyata sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Harisanty . Peneliti bisa mengatakan bahwa suasana yang tenang dan tidak riuh merupakan faktor penting yang harus dipertahankan oleh pihak perpustakaan Alasannya karena dengan suasana yang tenang dan tidak riuh tersebut para siswa secara sukarela mau berkunjung dan secara natural mau memanfaatkan perpustakaan sekolah. Disamping itu perpustakaan sekolah juga jangan lupa untuk tetap menyediakan fasilitas dan koleksi sesuai dengan gaya belajar siswanya. Untuk lebih mengetahui apa saja motivasi siswa SMA Lab Undiksha memanfaatkan perpustakaan sekolah dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini Tabel. 1 Motivasi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah di SMA Lab Undiksha No. Butir Pertanyaan Total Presentasi Skor Total Skor Saya memanfaatkan perpustakaan sekolah karena mendapat perintah dari guru Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Saya memanfaatkan perpustakaan sekolah karena mendapat pelayanan yang baik dari pustakawan atau staf perpustakaan Saya memanfaatkan perpustakaan sekolah karena koleksi buku di perpustakaan Saya memanfaatkan perpustakaan sekolah karena gedung perpustakaannya bagus Saya menggunakan perpustakaan sekolah karena suasana perpustakaan kondusif untuk belajar dan membaca Saya menggunakan perpustakaan sekolah karena suasana perpustakaan tenang dan tidak bising Saya menggunakan perpustakaan sekolah karena tersedianya fasilitas dan peralatan yang menunjang kegiatan belajar Saya memanfaatkan perpustakaan sekolah karena terdapat akses internet/wifi yang Saya menggunakan perpustakaan sekolah karena memiliki koleksi buku atau sumber informasi yang beragam Sumber: Hasil Penelitian September 2022 Berdasarkan data dari tabel 1 juga diketahui bahwa selain suasana yang tenang, tidak bising, dan kondusif untuk membaca dan belajar, motivasi lain siswa SMA Lab Undiksha menggunakan perpustakaan sekolah karena dipengaruhi oleh pustakawannya yang ramah dan responsif . %). Suki & Suki . menulis bahwa salah satu aspek penting yang membuat pemustaka puas terhadap layanan perpustakaan adalah pustakawan yang responsif dalam memberi layanan kepada pemustaka. Memang benar, salah satu jaminan tertinggi yang mempengaruhi kepuasan pemustaka terhadap perpustakaan terletak pada layanan yang diberikan oleh pustakawannya. Selain pustakawan, faktor koleksi yang beragam dan tidak monoton juga SMA Lab Undiksha perpustakaan sekolah. Berdasarkan data dari hasil penelitian, sebesar 80% para siswa menggunakan perpustakaan sekolah karena perpustakaan memiliki koleksi buku atau sumber informasi yang beragam. Tapi juga jangan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 lupa, sebesar 73 % motivasi siswa SMA Lab Undiksha menggunakan perpustakaan sekolah karena koleksi buku yang disediakan perpustakaan sekolah lengkap. Dari presentase angka tersebut, penulis bisa mengatakan bahwa perpustakaan sekolah masih sebatas cukup dalam memenuhi kebutuhan informasi dan rekreasi mereka. Siswa SMA Lab Undiksha masih berharap koleksi yang disediakan perpustakaan sekolah tidak hanya sebatas pada buku yang mendukung proses belajar mereka, tapi juga bisa mendukung dari aspek hiburan dan rekreasi mereka. Diakses dari tautan Ala. , ditulis bahwa bukan hanya buku saja, tapi bahan bacaan lain yang tersedia di perpustakaan juga harus sesuai dengan kepentingan, informasi, dan pencerahan untuk semua komunitas yang dilayani oleh perpustakaan. Artinya perpustakaan perlu memperhatikan keseimbangan koleksi mulai dari koleksi yang bersifat pengetahuan, informasi hingga koleksi yang bersifat hiburan. Ternyata dari hasil penelitian diketahui bahwa wifi . %) bukanlah motivasi utama siswa SMA Lab Undiksha menggunakan perpustakaan Dari persentase tersebut bisa dikatakan bahwa tidak semua para pemustaka datang dan menggunakan perpustakaan karena fasilitas Wifi. Sedangkan motivasi terendah siswa SMA Lab Undiksha memanfaatkan perpustakaan sekolah adalah karena perintah dari guru . %). Siswa Lab Undiksha menggunakan perpustakaan sekolah bukan karena mendapat perintah atau tuntutan dari guru, melainkan karena perpustakaan sekolah itu Motivasi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 1 Singaraja Pustakawan, koleksi, layanan, dan fasilitas adalah sebagian komponen yang harus disediakan di perpustakaan sekolah. Salah satu dari ketiga komponen ini yang wajib dikelola secara serius oleh pustakawan adalah koleksi perpustakaan. Berdasarkan dari data hasil penelitian diketahui bahwa motivasi utama Siswa SMA Negeri 1 Singaraja memanfaatkan perpustakaan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 sekolah karena perpustakaan sekolah mereka memiliki koleksi buku atau sumber informasi yang beragam . %). Artinya koleksi di perpustakaan sekolah SMA Negeri 1 Singaraja tidak hanya berisi koleksi yang bersifat pengetahuan, tapi juga dilengkapi dengan koleksi bersifat informatif dan Gedung perpustakaan yang bagus . %) merupakan motivasi kedua siswa SMA Negeri 1 Singaraja dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah. Berkaitan dengan lahan dan gedung perpustakaan sebenarnya telah diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia nomor 24 tahun 2014 dalam pasal 22 ayat 2 dan 3 yang menuliskan bahwa lahan dan gedung perpustakaan harus berada di lokasi yang mudah diakses, aman dan nyaman. Lebih lanjut di ayat 3 juga ditulis gedung atau ruang perpustakaan harus memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan. Untuk melihat secara keseluruhan apa saja yang memotivasi siswa SMA Negeri 1 Singaraja untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah bisa dilihat pada tabel 2 di bawah ini. Tabel. 2 Motivasi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 1 Singaraja No. Butir Pertanyaan Total Skor Presentasi Total Skor Saya perpustakaan sekolah karena mendapat perintah dari guru Saya perpustakaan sekolah karena mendapat pelayanan yang baik dari pustakawan atau staf Saya perpustakaan sekolah karena koleksi buku di perpustakaan Saya perpustakaan sekolah karena gedung perpustakaannya bagus Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Saya perpustakaan sekolah karena suasana perpustakaan kondusif untuk belajar dan membaca Saya perpustakaan sekolah karena suasana perpustakaan tenang dan tidak bising Saya perpustakaan sekolah karena kegiatan belajar Saya perpustakaan sekolah karena terdapat akses internet/wifi yang lancar Saya perpustakaan sekolah karena memiliki koleksi buku atau sumber informasi yang beragam Berdasarkan data hasil penelitian di atas, ada 2 . motivasi lain yang ternyata menjadi magnet tersendiri bagi para responden untuk mau secara sukarela menggunakan perpustakaan sekolah. Dua motivasi tersebut memiliki nilai presentase yang sama, yaitu perpustakaan sekolah memiliki . %). menyediakan fasilitas dan peralatan yang bisa menunjang kegiatan belajar mereka . %). Koleksi atau fasilitas memang dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari perpustakaan jenis apapun, termasuk pada perpustakaan Presentasi 83 % adalah langkah awal yang bagus bagi perpustakaan SMA Negeri 1 Singaraja untuk menambah koleksi dan menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan selisih hanya 1 % dari dua motivasi sebelumnya, siswa SMA Negeri 1 Singaraja menggunakan perpustakaan sekolah karena pelayanan pustakawannya yang prima kepada para siswa selama berada di perpustakaan . %). Memang benar, apabila pustakawan melayani pemustaka dengan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 ramah dan responsif maka akan terbentuk penilaian yang positif terhadap kinerja pustakawan tersebut. Pemustaka bisa secara langsung bertemu, berkomunikasi, dan merasakan bagaimana pustakawannya bekerja dan melayani mereka. Sehingga baik atau buruknya perpustakaan bisa dilihat Menariknya, baik dari responden SMA Lab Undiksha maupun dari responden SMA Negeri 1 Singaraja, fasilitas internet/wifi . %) tidak Di sisi lain, suasana di perpustakaan juga tidak selamanya bisa selalu memotivasi para siswa untuk datang ke perpustakaan. Presentase terhadap suasana di perpustakaan bagi responden SMA Negeri 1 Singaraja adalah 79 % untuk suasana perpustakaan kondusif untuk belajar dan dan 73 % untuk suasana perpustakaan yang tenang dan tidak Sedangkan perpustakaan sekolah ada pada butir pernyataan nomor 1 . , yaitu mendapat perintah dari guru . %). Hasil temuan ini sesuai dengan hasil penelitian Harisanty . , menyatakan bahwa motivasi lain yang bisa mempengaruhi siswa untuk mau menggunakan perpustakaan adalah karena ajakan teman dan juga karena rekomendasi dari guru. Persepsi Siswa SMA Lab Undiksha Terhadap Perpustakaan Sekolah Seperti yang sudah dijelaskan dalam bab-bab sebelumnya bahwa persepsi erat kaitannya dengan penilaian atau interpretasi individu terhadap sesuatu ataupun benda baik sesudah dilihat atau digunakan maupun belum dilihat atau belum digunakan benda tersebut. Untuk melihat dengan utuh bagaimana persepsi siswa Lab Undiksha terhadap perpustakaan sekolah bisa dilihat pada tabel 3 di bawah ini : Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Tabel. 3 Persepsi Siswa SMA Undiksha Terhadap Perpustakaan Sekolah Butir Pertanyaan Total Skor Perpustakaan menyenangkan untuk belajar dan membaca Perpustakaan sekolah kami memiliki pustakawan yang baik, ramah dan perhatian terhadap setiap kebutuhan Perpustakaan sekolah bukan hanya sebagai tempat untuk belajar, tapi juga sebagai . Perpustakaan sekolah hanya bisa dikunjungi dan digunakan oleh siswa/i yang pintar saja. Peraturan perpustakaan sekolah terlalu banyak sehingga membuat saya Koleksi buku yang ada di perpustakaan sekolah dapat informasi dan rekreasi kami Perpustakaan sekolah yang digital akan lebih memudahkan siswa dalam mencari informasi di mana pun dan kapan pun Suasana minum di dalam perpustakaan Layanan perpustakaan sekolah masih konvensional dan cenderung masih terbatas Presentasi Total Skor Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Perpustakaan sekolah hanya saya manfaatkan pada saat jam istirahat sekolah Sumber: Hasil Penelitian September 2022 Berdasarkan dari hasil penelitian, diketahui bahwa persepsi siswa Lab Undiksha terhadap perpustakaan sekolah adalah tempat yang nyaman, tenang, dan menyenangkan untuk belajar dan membaca . %). Persepsi ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Srirahayu. Harisanty, & Anugrah . , bahwa digital natives masih beranggapan perpustakaan sebagai tempat yang memiliki banyak buku dan hanya memberi layanan berupa buku. Apabila kita komparasi dua persepsi tersebut, dapat dikatakan bahwa persepsi siswa, khususnya persepsi siswa SMA Lab Undiksha terhadap perpustakaan sekolah sudah berubah. Perpustakaan bukan lagi dianggap sebagai tempat yang sunyi melainkan sudah dianggap sebagai tempat yang tenang dan menyenangkan. Penilaian mendapat persentase cukup tinggi adalah perpustakaan sekolah mereka memiliki pustakawan yang baik, ramah, dan perhatian terhadap setiap kebutuhan kami . %). Dari angka tersebut kita bisa mengatakan bahwa stereotipe negatif siswa terhadap pustakawan perlahan-lahan mulai bergeser. Dari yang sebelumnya dianggap masih cuek dan kaku, sekarang dianggap lebih ramah dan humanis. Menariknya ada 2 . persepsi yang masing-masing memiliki menganggap perpustakaan sekolah bukan hanya sebagai tempat untuk belajar, tapi juga sebagai tempat untuk rekreatif/hiburan . %). Sisi lain, responden beranggapan perpustakaan sekolah lebih relevan dan memudahkan para siswa apabila perpustakaan sekolah telah memiliki koleksi digital . %). Tapi yang terpenting adalah saat perpustakaan sekolah ingin menyediakan koleksi digital, pustakawan perlu memperhatikan kebutuhan dan perilaku siswanya yang secara keseluruhan sudah termasuk dalam kategori digital Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Jangan sampai ketika sudah membeli sumber informasi digital dengan harga yang mahal tapi tidak dimanfaatkan dengan baik dan juga tidak membantu pemustaka dalam proses belajar (Khoir, 2. Ada juga responden yang menilai perpustakaan sekolah sebagai tempat yang hanya ingin dikunjungi pada jam istirahat sekolah . %). Hal ini disebabkan karena durasi waktu istirahat yang diberikan pihak sekolah tidak terlalu lama, sehingga membuat para siswa tidak menjadikan perpustakaan sebagai pilihan utama dan para siswa juga tidak bisa memanfaatkan perpustakaan tersebut dengan maksimal (Harisanty, 2. Menariknya hanya presentase sebesar 53%, responden beranggapan diperbolehkan untuk makan dan minum di dalam perpustakaan. Uniknya dari hasil penelitian ini, diketahui juga bahwa para responden tidak keberatan untuk menggunakan perpustakaan apabila di perpustakaan sekolah mereka membuat banyak aturan . %). Terakhir, para responden tidak terlalu setuju apabila perpustakaan sekolah hanya bisa dikunjungi oleh siswa yang pintar saja . %). Persepsi Siswa SMA Negeri 1 Singaraja Terhadap Perpustakaan Sekolah Persepsi setiap siswa terhadap perpustakaan sekolah tentu berbedabeda. Semua penilaian atau interpretasi tergantung pada pengalaman, pengetahuan, dan lingkungan di mana individu tersebut tinggal atau berasal. Seperti halnya di SMA Negeri 1 Singaraja setelah siswa menggunakan perpustakaan sekolah, sebesar 83% siswa beranggapan bahwa perpustakaan sekolah adalah tempat yang nyaman, tenang dan menyenangkan untuk belajar dan membaca. Para responden juga menilai bahwa pustakawan sekolah mereka telah melayani mereka dengan baik dan ramah dalam memenuhi setiap kebutuhan mereka . %). Siswa SMA Negeri 1 Singaraja menganggap juga bahwa perpustakaan sekolah bukan hanya sebagai tempat belajar, tapi juga bisa sebagai tempat rekreasi atau hiburan . %). Para responden juga menilai bahwa pustakawan sekolah mereka telah melayani mereka dengan baik dan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 ramah dalam memenuhi setiap kebutuhan mereka . %). Persepsi baik siswa terhadap perpustakaan dan pustakawan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Harisanty . bahwa faktor kenyamanan di perpustakaan juga didukung dengan pelayanan dari pustakawannya. Supaya lebih mengetahui lebih detail terkait persepsi siswa SMA Negeri 1 Singaraja terhadap perpustakaan sekolah bisa dilihat pada tabel 4 di bawah Tabel. 4 Persepsi Siswa SMA Negeri 1 Singaraja Terhadap Perpustakaan Sekolah Butir Pertanyaan Total Skor Presentasi Total Skor Perpustakaan menyenangkan untuk belajar dan membaca Perpustakaan sekolah kami memiliki pustakawan yang baik, ramah dan perhatian terhadap setiap kebutuhan Perpustakaan sekolah bukan hanya sebagai tempat untuk belajar, tapi juga sebagai . Perpustakaan sekolah hanya bisa dikunjungi dan digunakan oleh siswa/i yang pintar saja. Peraturan perpustakaan sekolah terlalu banyak sehingga membuat saya Koleksi buku yang ada di perpustakaan sekolah dapat informasi dan rekreasi kami Perpustakaan sekolah yang Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 digital akan lebih memudahkan siswa dalam mencari informasi di mana pun dan kapan pun Suasana minum di dalam perpustakaan Layanan perpustakaan sekolah masih konvensional dan cenderung masih terbatas Perpustakaan sekolah hanya saya manfaatkan pada saat jam istirahat sekolah Sumber: Hasil Penelitian September 2022 Persepsi responden terhadap koleksi yang disediakan oleh perpustakaan informasi, dan rekreasi. Sebesar 81 % para responden menganggap perpustakaan koleksi, khususnya koleksi buku sudah dapat memenuhi kebutuhan informasi dan rekreasi kami. Meskipun angka tersebut sudah termasuk tinggi, perpustakaan harus terus melakukan evaluasi terhadap setiap kebutuhan pemustakanya. Menariknya, walaupun mereka sudah terbiasa menggunakan telepon pintar untuk mengakses informasi, tapi presentase terhadap koleksi cetak lebih tinggi 4 % dari koleksi digital. Sebesar 77% para responden menganggap bahwa koleksi dalam format digital perpustakaan lebih memudahkan mereka dalam mencari informasi. Di sisi lain, presentase terhadap persepsi siswa bahwa layanan dan fasilitas perpustakaan sekolah masih konvensional dan cenderung masih terbatas sebesar 55%. Harapan siswa terhadap penambahan koleksi dan fasilitas wajib dipertimbangkan oleh pihak perpustakaan. Hal ini bukan hanya berdampak positif pada kualitas layanan, tapi juga berdampak pada meningkatnya jumlah kunjungan dan penggunaan perpustakaan Parbie. Phuti MS & Barfi MR . Artinya perpustakaan menerima dua manfaat Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 sekaligus apabila perpustakaan melakukan perubahan secara konsisten. Persepsi perpustakaan menyediakan makanan dan minuman di perpustakaan juga tidak terlalu tinggi, hanya 50%. Persentase yang tidak terlalu tinggi dengan persepsi ini bisa disebabkan karena penilaian mereka selama ini tentang perpustakaan, bahwa perpustakaan itu harus bersih dan hanya bisa dipergunakan untuk kebutuhan akademis saja. Padahal di era sekarang, para pemustaka bisa membawa makanan dan minuman ke perpustakaan asalkan diatur dengan kebijakan yang jelas dan spesifik serta area di mana saja mereka bisa mengonsumsi makanan. Para responden sepertinya tidak masalah apabila perpustakaan menerapkan banyak aturan di perpustakaan. Aturan yang banyak di perpustakaan tidak ada masalah bagi para responden dalam memanfaatkan Terbukti hanya sebesar 39% saja yang malas datang ke perpustakaan apabila perpustakaan membuat banyak aturan di perpustakaan Presentase terendah ada pada persepsi yang menganggap bahwa perpustakaan hanya bisa dikunjungi dan dimanfaatkan oleh siswa-siswa yang pintar saja . %). Perbedaan dan Persamaan Motivasi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Motivasi siswa dalam menggunakan perpustakaan sekolah bisa berbeda atau juga bisa sama. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi antara siswa SMA Lab Undiksha dan SMA Negeri 1 Singaraja dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah. Perbedaan yang paling kontras adalah pada suasana dan koleksi yang disediakan oleh masing-masing perpustakaan. Motivasi pemanfaatan perpustakaan siswa SMA Lab Undiksha dipengaruhi karena suasana yang tenang di perpustakaan. Para siswa bisa melakukan serangkaian aktivitas akademik di perpustakaan dengan suasana yang tenang dan kondusif. Sedangkan motivasi SMA Negeri 1 Singaraja menggunakan perpustakaan sekolah karena perpustakaan memiliki koleksi buku cetak yang lengkap dan sumber-sumber informasi yang juga Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Bila kita lihat dari masing-masing dua aspek tersebut . uasana dan koleks. , perbedaan ini cukup menarik. Siswa SMA Lab Undiksha lebih terdorong menggunakan perpustakaan karena suasananya bukan karena koleksi yang dimiliki perpustakaan. Sedangkan siswa SMA Negeri 1 Singaraja menggunakan perpustakaan karena kelengkapan dan keberagaman koleksi yang dimiliki bukan dari suasananya. Perbedaan motivasi yang kedua dari para siswa di dua sekolah tersebut dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah adalah terletak pada motivasi eksternal, yaitu perintah dari guru. Bila kita melihat dari hasil penelitian diketahui bahwa perintah guru ternyata mendapat persentase yang cukup . %) SMA Lab Undiksha Sedangkan untuk siswa SMA Negeri 1 Singaraja, perintah guru bukannlah faktor krusial yang bisa mendorong mereka untuk menggunakan atau memanfaatkan perpustakaan. Presentase perintah guru di SMA Negeri 1 Singaraja terhadap pemanfaatan perpustakaan hanya mencapai 43% saja. Perbedaan motivasi pemanfaatan perpustakaan yang ketiga dari dua responden adalah terletak pada gedung perpustakaan. Siswa SMA Negeri 1 Singaraja lebih termotivasi memanfaatkan perpustakaan karena gedung fisik perpustakaan yang terlihat bagus dan menarik untuk dikunjungi. Buktinya berdasarkan hasil penelitian pada responden SMA Negeri 1 Singaraja menunjukkan bahwa gedung perpustakaan yang bagus berada di urutan Sedangkan motivasi siswa SMA Lab Undiksha karena gedung perpustakaan ada di urutan keenam. Hal ini bisa karena dipengaruhi oleh faktor jarak dan lokasi perpustakaannya. Sebelumnya sudah disinggung bahwa motivasi pemustaka dalam memanfaatkan atau menggunakan perpustakaan bisa berbeda atau bisa juga Dari hasil penelitian diketahui bahwa siswa di dua sekolah tersebut mempunyai motivasi yang sama dalam menggunakan atau memanfaatkan perpustakaan sekolah. Para siswa sama-sama terdorong menggunakan perpustakaan karena dipengaruhi oleh layanan prima yang diberikan pustakawan saat melayani kebutuhan-kebutuhan mereka, baik itu kebutuhan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 bersifat akademis maupun kebutuhan bersifat emosional atau rekreatif. Buwana mengambarkan wajah perpustakaan adalah dengan pelayanan prima dan sikap positif dari pustakawan saat memberi pelayanan kepada pemustaka. Persepsi Siswa Terhadap Perpustakaan Sekolah Siswa SMA Lab Undiksha dan SMA Negeri 1 Singaraja tentu memiliki persepsi terhadap perpustakaan sekolah. Persepsi mereka lahir setelah para responden berkunjung, menggunakan atau memanfaatkan perpustakaan sekolah untuk berbagai kepentingan. Agar pembahasan peneliti terhadap persepsi responden lebih terarah dan tidak melebar kemana-mana, maka . perpustakaan sebagai tempat, pelayanan pustakawan, koleksi, layanan dan fasilitas, dan aturan di perpustakaan. Hasil penelitian diketahui bahwa responden di dua sekolah tersebut memiliki persepsi positif terhadap perpustakaan sekolah bahwa perpustakaan sekolah merupakan tempat yang nyaman, tenang, dan menyenangkan untuk belajar dan membaca. Tak hanya itu, dua responden tersebut juga beranggapan perpustakaan sekolah bukan hanya cocok sebagai tempat untuk belajar saja, namun juga bisa sebagai tempat yang rekreatif. Hasil ini menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap perpustakaan sekolah sebagai Bukan menyediakan ruangan, tapi desain perpustakaan juga perlu dipertimbangkan dalam hal memberi suasana yang ramah dan nyaman di perpustakaan (Khoir. Persepsi siswa terhadap pustakawan juga sudah berubah. Responden mengganggap bahwa pustakawan di perpustakaan sekolahnya adalah seseorang yang baik, ramah, dan perhatian terhadap setiap kebutuhan Pelayanan yang ramah diberikan pustakawan memberi pengaruh kenyamanan bagi pemustaka dalam menggunakan perpustakaan (Harisanty. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Persepsi responden terhadap koleksi perpustakaan dapat dikatakan baik, walaupun presentase di dua sekolah tersebut berbeda. Para siswa ingin agar koleksi yang tersedia di perpustakaan tidak hanya terbatas pada koleksi cetak saja, tapi perpustakaan juga punya koleksi digital. Terkait dengan fasilitas dan layanan, siswa beranggapan bahwa fasilitas dan layanan yang sediakan perpustakaan sekolah mereka saat ini telah mengikuti perubahan yang ada. Walaupun fasilitas dan layanan yang sediakan belum sepenuhnya bisa mengakomodir setiap kebutuhan mereka. Latimer & Niegaard . dalam Priyanto . mengatakan bahwa setidaknya ada 10 . kualitas fasilitas yang harus dipertimbangkan oleh perpustakaan, yaitu: . Functional. Adaptable. Accesible. Varied. Interactive. Conducive. Environmentally. Safe and Secure. Efficient. Suitable for information technology. Persepsi responden terhadap aturan di perpustakaan sekolah juga tak kalah menarik. Siswa sama sekali tidak keberatan dengan adanya aturanaturan yang ada di perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sedikit responden saja yang beranggapan bahwa aturan di perpustakaan harus dilonggarkan. Hasil menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap perpustakaan sekolah dalam hal aturan belum berubah. Mereka masih beranggapan bahwa perpustakaan sudah seharusnya memiliki aturan-aturan yang baku, seperti jenis pakaian, tidak boleh membawa tas, serta tidak bisa makan dan minum di dalam perpustakaan. Persepsi ini bisa muncul karena selama ini mereka pemustakanya untuk makan dan minum di perpustakaan. Padahal di sebagian perpustakaan negara maju telah memperbolehkan pemustakanya untuk makan dan minum di perpustakaan asalkan makanan yang dibawa sesuai syarat dan makan di area yang sudah disediakan perpustakaan. Aturan yang fleksibel seperti ini termasuk dalam perpustakaan generasi ke tiga, yaitu experience generation (Priyanto, 2. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENUTUP Kesimpulan Motivasi adalah faktor kunci yang membuat siswa setia dalam menggunakan atau memanfaatkan perpustakaan sekolah. Persepsi adalah penilaian atau interpretasi yang berasal dari pengalaman individu setelah menggunakan sesuatu. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan dan persamaan motivasi siswa di dua sekolah tersebut dalam menggunakan atau memanfaatkan perpustakaan sekolah. Di sisi lain, persepsi siswa terhadap perpustakaan sekolah sudah berubah, terutama dalam hal suasana perpustakaan dan pelayanan pustakawan. Namun di aspek yang berbeda seperti aturan di perpustakaan, persepsi siswa belum berubah. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA