PENDIDIKAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. April 2025 Hal. e-ISSN: 2774-7921 Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Papan Pintar Khotim Fadhli1. Ino Angga Putra2*. Moch. Faizul Huda3. Sukowati Wanafaktu Miruki4. Olivia Ekka Devinta5. Sahrul Kusen6. Naslatul Hasanah7. Jihan Kamilah Arianti8 Fakultas Ekonomi. Universitas KH. Wahab Hasbullah Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas KH. Wahab Hasbullah 6,7,8 Fakultas Agama Islam. Universitas KH. Wahab Hasbullah *Email: inoanggaputra@unwaha. 2,3,4,5 ABSTRACT Primary education plays a crucial role in building the learning foundation for students, especially at the elementary school level. One of the biggest challenges is maintaining students' learning motivation, which often decreases due to monotonous teaching methods. To address this, innovative learning media such as Smart Boards provide an effective solution. These media can create an interactive and enjoyable learning experience, enhancing students' motivation and engagement. The community service project by Universitas KH. Wahab Hasbullah (Unwah. at SDN Ketapangkuning aims to introduce simple Smart Boards, address learning motivation challenges, and provide flood disaster mitigation education relevant to the local environment. The activities involve direct mentoring for teachers and students from grades 4 to 6, along with flood prevention awareness campaigns. As a result, students showed increased learning motivation, with 85% feeling more enthusiastic, and 90% understanding the importance of environmental preservation. Evaluations through questionnaires and discussions indicated positive impacts in both learning and environmental awareness. Despite facing challenges such as limited resources and differences in student understanding, the project significantly contributes to improving education quality and disaster preparedness at SDN Ketapangkuning. Keywords: Motivation, media. Smart Board, flood prevention ABSTRAK Pendidikan dasar memegang peran penting dalam membangun fondasi belajar siswa, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD). Salah satu tantangan terbesar adalah mempertahankan motivasi belajar siswa, yang sering kali menurun akibat metode pembelajaran yang monoton. Untuk mengatasi ini, penggunaan media belajar inovatif seperti Papan Pintar menjadi solusi efektif. Media ini mampu menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan, meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Universitas KH. Wahab Hasbullah (Unwah. di SDN Ketapangkuning bertujuan memperkenalkan Papan Pintar sederhana, mengatasi tantangan motivasi belajar, serta memberikan edukasi mitigasi bencana banjir yang relevan dengan kondisi lingkungan. Kegiatan ini melibatkan pendampingan langsung kepada guru dan siswa kelas 4 hingga 6, disertai sosialisasi pencegahan banjir. Hasilnya, siswa menunjukkan peningkatan motivasi belajar, dengan 85% merasa lebih antusias, dan 90% memahami pentingnya menjaga lingkungan. Evaluasi kuesioner dan diskusi menunjukkan dampak positif, baik dari segi pembelajaran maupun kesadaran lingkungan. Meskipun dihadapkan pada tantangan sumber daya terbatas dan perbedaan pemahaman siswa, kegiatan ini berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapsiagaan bencana di SDN Ketapangkuning. Kata Kunci: motivasi, media, papan pintar, pencegahan banjir Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 PENDAHULUAN Pendidikan dasar memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk fondasi belajar siswa. Pada tahap ini, siswa Sekolah Dasar (SD) mulai belajar berbagai konsep dasar yang akan menjadi pijakan untuk pembelajaran di masa depan. (Herlinda et al. , 2. Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pendidikan dasar adalah menjaga motivasi belajar siswa agar tetap tinggi. Motivasi belajar sangat erat kaitannya dengan efektivitas pembelajaran dan keberhasilan akademik siswa. Salah satu cara untuk menjaga dan meningkatkan motivasi belajar siswa SD adalah melalui penggunaan media belajar yang inovatif dan efektif. Motivasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan. (Fadhli & Mahmudah, 2. Termasuk bagi siswa dalam proses pendidikan, khususnya di jenjang Sekolah Dasar, motivasi belajar menjadi hal yang penting untuk terus dipompa. Pada masa ini, anak-anak berada dalam fase perkembangan pesat, baik secara kognitif, emosional, maupun sosial. Namun, salah satu tantangan utama dalam pendidikan dasar adalah menjaga motivasi belajar siswa agar tetap tinggi. Banyak siswa SD kehilangan minat belajar karena metode pembelajaran yang monoton dan kurang menarik. Oleh karena itu, peran media belajar sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar mereka. Media belajar adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan informasi, konsep, atau materi pelajaran kepada siswa dengan cara yang menarik dan interaktif. Penggunaan media belajar yang tepat dapat membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih mudah dipahami, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. (Fadhli et al. , 2. Bagi siswa SD, penggunaan media belajar sangat penting karena pada usia ini mereka cenderung lebih responsif terhadap pembelajaran yang disampaikan secara visual dan interaktif. Berdasarkan beberapa penelitian, siswa yang belajar dengan bantuan media visual dan multimedia cenderung memiliki tingkat motivasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar melalui metode konvensional seperti ceramah atau membaca buku teks. (Novita et al. , 2. Penggunaan video pembelajaran, permainan edukatif, dan aplikasi interaktif dapat membantu siswa menghubungkan materi pelajaran dengan konteks dunia nyata. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga merasa lebih antusias dalam belajar karena materi yang disampaikan terasa lebih relevan dan menyenangkan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak signifikan dalam dunia Pendidikan (Putri & Billah, 2. Salah satu inovasi yang semakin sering diterapkan dalam proses belajar mengajar adalah Papan Pintar atau Smart Board. Papan Pintar memungkinkan penyampaian materi secara interaktif melalui tampilan. Alat ini mengintegrasikan berbagai media visual, dan teks untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mendalam bagi siswa. Di tingkat sekolah dasar, penggunaan Papan Pintar mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena sifatnya yang interaktif dan menyenangkan. Namun, penggunaan media ini tidak akan efektif tanpa sosialisasi yang baik. (Herlinda et al. , 2. Sosialisasi media Papan Pintar diperlukan untuk memastikan bahwa guru dan siswa memahami cara kerja serta manfaat teknologi ini dalam mendukung pembelajaran. Di banyak sekolah, terutama di daerah pedesaan atau terpencil, guru dan siswa sering kali kurang terbiasa dengan hal baru (Ardiyansah, 2. Sehingga memerlukan pelatihan dan pendampingan dalam menggunakan alat seperti Papan Pintar. Salah satu sekolah tingkat dasar yang memerlukan pendampingan agar dapat semakin meningkatkan motivasi siswanya adalah SDN Ketapangkuning. Sekolah tersebut berada di diwilayah kabupaten Jombang bagian utara, tepanya di kecamatan Ngusikan. SDN Ketapangkuning merupakan sebuah sekolah yang terletak di daerah rawan banjir, sehingga menghadapi tantangan tersendiri dalam hal motivasi belajar siswa dan ancaman bencana alam. Setiap musim hujan, ancaman banjir mengganggu proses belajar mengajar karena banjir dapat merusak infrastruktur sekolah dan menghambat akses siswa ke sekolah. Kondisi ini berdampak negatif pada motivasi belajar siswa, di mana ketidakhadiran di sekolah akibat bencana sering kali menurunkan semangat belajar mereka. Sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian Masyarakat Universitas KH. Wahab Hasbullah berusaha berkontribusi dalam meningkatkan motivasi siswa dengan cara mengenalkan papan pintar dengan bahan minimalis yang diharapkan dapat dikembangkan lagi oleh guru maupun siswa di SDN Ketapangkuning, yang notabenya termasuk daerah pedesaan. Selain permasalah motivasi siswa, upaya penangan bencana juga berusaha diatasi oleh tim pengabdian Masyarakat Universitas KH. Wahab Hasbullah melalui sosialisasi mitigasi bencana banjir yang rutin di alami. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Selain fokus pada peningkatan motivasi belajar, pendidikan mitigasi bencana di sekolah dasar, terutama di daerah rawan bencana seperti SDN Ketapangkuning, sangat penting. Pendidikan mitigasi bencana bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang cara menghadapi bencana serta meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui pendidikan ini, siswa diajarkan langkah-langkah pencegahan bencana, seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga kelestarian alam untuk meminimalisir risiko banjir. Pendidikan mitigasi bencana sangat relevan bagi siswa SDN Ketapangkuning, karena mereka akan langsung merasakan manfaat dari pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Siswa yang memahami cara mencegah banjir dan melindungi lingkungan akan lebih termotivasi untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan mereka. Integrasi antara sosialisasi media belajar dan pendidikan mitigasi bencana menawarkan pendekatan inovatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan. Sehingga upaya pengenalan dan pembuatan papan pintar sederhana dan sosialisasi mitigasi bencana banjir di sekolah menjadi sangat relevan. Papan Pintar tidak hanya digunakan untuk pembelajaran umum, tetapi juga untuk menyampaikan materi mitigasi bencana banjir secara interaktif. Misalnya, guru dapat menggunakan peta interaktif untuk pemahaman semua Pelajaran, peta interaktif yang menunjukkan daerah-daerah rawan banjir, menggambarkan simulasi banjir, serta mengajak siswa untuk berdiskusi dan merancang strategi pencegahan banjir di lingkungan mereka. Melalui pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Sanaky, 2. Papan Pintar, dengan kemampuannya yang interaktif, memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Ini meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, menjadikan mereka lebih antusias dalam mengikuti pelajaran (Hamalik, 2. Sosialisasi dan pengenalan papan pintar dan pendidikan mitigasi bencana perlu melibatkan partisipasi dari masyarakat sekitar, termasuk orang tua siswa. Dengan dukungan dari masyarakat, program sosialisasi ini diharapkan dapat berjalan dengan lebih lancar dan berkelanjutan, sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lingkungan sekolah. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan yang dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat Universitas KH. Wahab Hasbullah di SDN Ketapangkuning dirancang secara komprehensif. Guruguru akan mendapatkan pendampingan khusus dalam pembuatan Papan Pintar sederhana, terutama dalam memanfaatkan fitur interaktifnya untuk menyampaikan materi pembelajaran yang relevan dengan konteks siswa, dan siswa dikenalkan dengan media belajar alternatif yang menyenangkan sehingga diharapkan dapat meningkatn motivasi belajarnya dan dampaknya dapat dirasakan tidak hanya oleh siswa, tetapi juga oleh lingkungan sekolah secara keseluruhan. METODE Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dikemas dengan kegiatan sosialisasi media papan pintar untuk meningkatkan motivasi peserta didik dilaksanakan selama beberapa hari, yakni pada tanggal 13 Agustus 2024 s. d 2 September 2024. Metode yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR). (Putri & Billah, 2. Dengan metode ini. Tim Pengabdian Masyarakat Unwaha dapat memiliki effort yang banyak untuk melibatkan masyarakat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sehingga nantinya tim pengabdian masyarakat ini dapat menyusun dan memetakan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Pada saat yang sama, tim juga tetap harus mendengarkan solusi yang ditawarkan oleh masyarakat apabila ditemukan Solusi yang lebih solutif untuk dijadikan sebagai pemecahan masalah. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa SDN Ketapangkuning kelas 4 s. Kegiatan dimulai dengan pemaparan dan juga pengenalan media pembelajaran papan pintar oleh tim pengabdian masyarakat. Setelah pemaparan dan pengenalan media pembelajaran selesai, peserta juga diajak mempraktekkan secara langsung bagaimana penggunaan media pembelajaran papan pintar tersebut. Pihak yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi media pembelajaran papan pintar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah peserta pengabdian kepada masyarakat dan juga siswa SDN Ketapangkuning. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui secara langsung. Penyampaian materi disampaikan secara langsung dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dilanjutkan dengan praktik. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi media pembelajaran papan pintar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, tim melakukan wawancara secara langsung kepada guru SDN Ketapangkuning mengenai permasalahan yang ada atau dialami oleh siswa SDN Ketapangkuning. Selanjutnya tim pengabdian Masyarakat Unwaha membuat media pembelajaran dan mengimplementasikan secara langsung kepada siswa SDN Ketapangkuning kelas 4 s. Kegiatan sosialisasi media pembelajaran papan pintar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SDN Ketapangkuning digunakan untuk membantu siswa dalam mengatasi permasalahan belajarnya, karena kejenuhan membaca materi yang monoton. Mitra berpartisipasi dengan antusias yang tinggi dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi media pembelajaran papan pintar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema sosialisasi media pembelajaran papan pintar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dilakukan oleh tim dan berjalan dengan baik dan sesuai dengan target pencapaian. Salah satu faktor yang mendukung sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan lancar adalah partisipasi dan antusias yang baik peserta didik. Keberhasilan pengabdian kepada Masyarakat ini diukur berdasarkan beberapa indikator, yaitu: Peningkatan motivasi belajar siswa: Diharapkan terjadi peningkatan motivasi belajar setelah siswa diberikan sosialisasi Papan Pintar dan materi mitigasi bencana banjir. Indikator ini diukur melalui hasil kuesioner dan pengamatan terhadap perilaku siswa di kelas. Peningkatan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana banjir: Siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk menghadapi bencana banjir setelah mengikuti pembelajaran interaktif dengan Papan Pintar. Partisipasi guru dan siswa dalam penggunaan Papan Pintar: Guru diharapkan dapat memanfaatkan Papan Pintar secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar bersama siswa. Tabel 1. Rancangan pelaksanaan kegiatan JENIS KEGIATAN WAKTU Observasi ke lokasi dan mengurus perizinan kegiatan 13 Agustus 2024 PKM Pembuatan media papan pintar 23 Agustus 2024 Sosialisasi papan pintar dan mitigasi bencana banjir 16 Agustus 2024 Pendampingan kegiatan 16 Agustus Ae 1 September 2024 Evaluasi 2 September 2024 Sumber. data internal tim PKM HASIL DAN PEMBAHASAN Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim pengabdian Universitas KH. Wahab Hasbullah (Unwah. di SDN Ketapangkuning bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam menggunakan papan pintar sebagai alat bantu belajar interaktif serta menyosialisasikan tanggap bencana banjir. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 4 hingga kelas 6 sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya preventif untuk mencegah banjir yang sering terjadi di desa Ketapangkuning. Tim pengabdian Masyarakat Unwaha memperkenalkan papan pintar sebagai media pembelajaran alternatif yang dapat memfasilitasi interaksi lebih baik antara guru dan siswa. Alur pembahasan yang disampaikan meliputi: Gambar 1. Alur dan poin pembahasan dalam pelaksanaan Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Kegiatan ini dilaksanakan selama beberapa hari, dengan rincian kegiatan meliputi pendampingan dan sosialisasi penggunaan media papan pintar, dan sosialisasi tanggap bencana banjir. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas 4, 5, dan 6, dengan jumlah peserta 45 siswa. Kegiatan berlangsung di ruang kelas SDN Ketapangkuning, menggunakan metode interaktif dan partisipatif untuk memastikan keterlibatan penuh dari para siswa bersama guru SDN Ketapangkuning. Gambar 2. Contoh papan pintar yang telah dibuat Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dalam belajar hal baru. Mereka merasa lebih termotivasi karena papan pintar dapat menghadirkan pembelajaran yang menarik melalui animasi dan simulasi interaktif. Guru-guru yang hadir juga dilibatkan untuk memastikan mereka dapat memanfaatkan media papan pintar ini secara optimal dalam proses pengajaran. Gambar 3. Sosialisasi dan implementasi media papan pintar Selain itu, tim pengabdian Masyarakat Unwaha juga melaksanakan kegiatan sosialisasi tanggap bencana banjir. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memahami langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi banjir. Materi yang disampaikan mencakup: Penjelasan tentang penyebab banjir, dengan menyoroti perilaku manusia, seperti membuang sampah sembarangan, sebagai salah satu faktor utama. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Dampak dari banjir terhadap kehidupan sehari-hari dan pentingnya tindakan preventif. Langkah-langkah praktis untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, dan bagaimana membantu keluarga dalam mempersiapkan diri menghadapi banjir. Pembuatan dan pemasangan papan sosialisasi pencegahan banjir di lingkungan sekolah. Gambar 4. Papan sosialisasi pencegahan bencana banjir Evaluasi dilakukan dengan mengamati perubahan sikap dan motivasi siswa sebelum dan setelah Metode evaluasi meliputi pengisian kuesioner sederhana, diskusi kelompok, dan wawancara singkat dengan siswa serta guru. Motivasi Belajar Siswa Hasil dari pendampingan penggunaan papan pintar menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa yang cukup signifikan. Berdasarkan kuesioner yang diisi, sekitar 85% siswa merasa lebih semangat mengikuti pembelajaran setelah menggunakan papan pintar. Guru juga mengamati bahwa siswa lebih aktif dalam berpartisipasi selama proses belajar. Papan pintar dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dinamis, sehingga mampu menumbuhkan minat dan perhatian siswa. Kesadaran Akan Kebersihan dan Tanggap Bencana Dalam aspek sosialisasi tanggap bencana, 90% siswa memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan peran mereka dalam mencegah banjir. Diskusi pasca-kegiatan juga menunjukkan bahwa siswa merasa lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, dan mereka menyatakan akan mengingatkan teman-teman mereka untuk selalu membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini diharapkan mencakup peningkatan kualitas pembelajaran dan kesadaran lingkungan yang lebih tinggi di SDN Ketapangkuning. Implementasi papan pintar diharapkan terus memotivasi siswa untuk belajar dengan lebih giat, sementara pengetahuan tentang tanggap bencana diharapkan akan memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan siswa terhadap potensi bencana banjir. Sebagai langkah lanjutan, tim pengabdian kampus merekomendasikan: Peningkatan fasilitas di sekolah, seperti pengadaan lebih banyak papan pintar dan perangkat Pelatihan lanjutan bagi guru agar dapat terus mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan Program rutin sosialisasi dan edukasi lingkungan yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat di SDN Ketapangkuning, beberapa tantangan yang dihadapi meliputi: Terbatasnya sumber daya, seperti jumlah papan pintar yang tersedia hanya satu unit, sehingga siswa harus bergiliran menggunakannya. Solusi yang diusulkan adalah pengadaan tambahan perangkat dengan dukungan dari pihak sponsor atau pemerintah. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Perbedaan pemahaman siswa mengenai materi sosialisasi. Untuk mengatasi hal ini, tim melakukan pendekatan yang lebih personal dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok kecil dan memberikan contoh yang mudah dipahami. Kurangnya kesadaran sebagian siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, yang jmemerlukan pendekatan yang lebih berkelanjutan, seperti kampanye kebersihan secara rutin di lingkungan sekolah. SIMPULAN Kegiatan pendampingan dan sosialisasi yang dilaksanakan berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa dan kesadaran mereka akan pentingnya kebersihan lingkungan serta kesiapsiagaan bencana banjir. Penerapan papan pintar sebagai alat bantu pembelajaran terbukti efektif dalam membangkitkan semangat belajar siswa. Di sisi lain, kegiatan sosialisasi tanggap bencana memberikan pemahaman yang cukup mendalam tentang dampak dari perilaku tidak peduli lingkungan dan pentingnya tindakan preventif. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif bagi SDN Ketapangkuning dan diharapkan dapat terus dikembangkan melalui dukungan dari berbagai pihak. Tim pengabdian masyarakat berkomitmen untuk melakukan kegiatan serupa di masa mendatang guna memperkuat motivasi belajar dan kesadaran lingkungan siswa. DAFTAR RUJUKAN Ardiyansah. PERAN MEDIA PEMBELAJARAN AuPAPAN PINTARAy PADA MATA PELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8. , 1Ae14. Fadhli. , & Mahmudah. Motivasi Dan Kepuasan Kerja (Teori dan Aplikas. Erhaka Utama. Fadhli. Sholicha. Chasanah. , & Anandita. Penerapan Media Pembelajaran Aplikasi ID ( Inggris Ae Diniyah ) Sebagai Upaya Peningkatan Minat Belajar Siswa SD Negeri Rejosopinggir. JUMAT PENDIDIKAN, 160Ae167. https://ejournal. id/index. php/abdimaspen/article/view/2132 Hamalik. Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara. Herlinda. Munirah. , & Syakur. Pengaruh Penggunaan Gambar Seri Terhadap Keterampilan Menulis Cerita Murid Kelas i Sd Inpres Bontokanang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasa. , 3. , https://doi. org/10. 26618/jkpd. Novita. Sukmanasa. , & Pratama. Penggunaan Media Pembelajaran Video terhadap Hasil Belajar Siswa SD. Indonesian Journal of Primary Education Penggunaan, 3. , 64. Putri. , & Billah. Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab berwawasan Sains berbasis Mobile Android. LISANIA: Journal of Arabic Education and Literature, 3. , 163Ae179. https://doi. org/10. 18326/lisania. Sanaky. Media Pembelajaran Inovatif Interaktif. Kaukaba Dipantara. Yusran Sartiah. Bahar Hartati. Findriyanti Findri et al. AoPembuatan Plang Edukasi Lamanya Sampah Anorganik Terurai Di Desa Watunggarandu Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten KonaweAo, 3. , 347Ae54